PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER MATAKULIAH Perkembangan Peserta Didik Yang dibina oleh Bapak Drs.Puger Hoggowiyono, M.T.

OLEH :

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO NOVEMBER 2013

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Perkembangan Peserta Didik”. Untuk itu, kami ucapkan banyak terimakasih kepada:

1. Bapak Puger, selaku pembina mata kuliahPerkembangan Peserta Didik, 2. Teman-teman kelompok 5, yang telah bekerjasama dengan baik dalam pembuatan makalah, 3. Semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah.

Kami menyadari bahwa makalah kami masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca sekalian sangat kami harapkan. Semoga makalah kami dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan bermanfaat bagi para pembaca sekalian. kelak dapat

Amin.

Malang, 1 Desember 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 2 DAFTAR ISI....................................................................................................................... 3 BAB I .................................................................................................................................. 5 PENDAHULUAN .............................................................................................................. 5 1.1 1.2 Latar Belakang .................................................................................................... 5 Tujuan Penulisan ................................................................................................. 5

BAB II................................................................................................................................. 8 PEMBAHASAN ................................................................................................................. 8 2.1 A. B. C. 2.1 A. a. b. c. d. e. f. g. h. B. a. b. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ...................................................... 8 Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan .............................................................. 8 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan ................... 8 Fase-fase Perkembangan ......................................................................................... 9 HAKIKAT PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN PESERTA DIDIK ... 11 POLA-POLA PERKEMBANGAN AFEKTIF PADA MANUSIA ..................... 11 Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar ..................................................................... 11 Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1;0 – 3;0) .......................................... 12 Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3;0 – 5;0) ................................................................. 12 Industry vs litferioriry/Produktifitas (6;0 – 11 ;00)............................................... 12 Identity vs Role Confusion/Identitas (12;0 – 18;0) ............................................... 12 Intimacy vs Isolation/Keakraban (19;0 – 25;0)..................................................... 13 Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25;0 – 45;0) ............................ 13 Integrity vs Despair/Integritas (45;0 …) ............................................................... 13 POLA PERKEMBANGAN KOGNITIF ................................................................ 14 Tahap sensorik motor (0;0 – 2;0) . ........................................................................ 14 Tahap praoperasional (2;0 – 7;0) .......................................................................... 14

c. d. 2.2 A. B. C. 3. 2.3 A. B. C. 2.4

Tahap operasional konkrit (7;0 – 11;0) ................................................................. 14 Tahap operasional formal (11; -15;0) ................................................................... 15 TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN ................................................................ 16 Masa Anak-Anak .................................................................................................. 16 Masa Remaja ......................................................................................................... 17 Masa Dewasa ........................................................................................................ 17 Masa Orang Tua .................................................................................................... 19 KARAKTER PESERTA DIDIK .......................................................................... 20 Karakteristik Individu Sebagai Peserta Didik ....................................................... 20 Petumbuhan dan Perkembangan Pesrta Didik ...................................................... 20 Perbedaan Perkembangan Peserta Didik............................................................... 21 IMPLIKASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TERHADAP

PENYELENGGARA PENDIDIKAN .............................................................................. 22 A. B. Pertumbuhan Fisik Perserta Didik Usia Sekolah Menengah (Remaja)................ 22 Perkembangan Intelek (Kognitif) Perserta Didik Usia Sekolah Menengah

(Remaja)........................................................................................................................ 24 2.6 Implikasi Pertumbuhan & Perkembangan Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan 30 2.7 KONSEP PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK USIA SEKOLAH

MENENGAH.................................................................................................................... 42 2.8 Permasalahan mremaja dan upaya – upaya menangaminya ................................. 47

BAB III ............................................................................................................................. 52 PENUTUP ........................................................................................................................ 52 3.3 Kesimpulan ........................................................................................................ 52

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 53

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini pendidikan di Indonesia semakin kurang mendapatkan perhatian. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya pendidik yang kurang memperhatikan peserta didiknya. Kita tahu bahwa setiap peserta didik mempunyai pola / cara berkembang yang berbeda – beda. Namun banyak dari pendidik yang tidak / kurang mempelajari pola – pola perkembangan peserta didik sehingga pendidikan yang diperoleh anak kurang maksimal Dengan kurang fahamnya pendidik dengan pola pertumbuhan maupun perkembangan peserta didiknya maka akan terjadi beberapa hambatan dalam proses pembelajaran seperti, Peserta didik kurang memahami materi yang disampaikan oleh pendidik dan potensi anak kurang berkembang. Oleh karena itu, kami menyusun makalah ini dengan harapan agar penulis dapat lebih mendalam lagi dalam mempelajari perkembangan peserta didik guna mendukung metode pembelajaran kelak 1.2 Tujuan Penulisan

Dari permasalahan yang ada, terdapat beberapa tujuan disusunnya makalah ini, yaitu : 1. Menjelaskan hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik:  Definisi pertumbuhandan perkembangan  Faktor-faktor dasar pertumbuhandanperkembangan peserta didik  Fase-faseperkembangan 2. Menjelaskan hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik(2):  Pola-polaperkembanganafektif manusia  Pola-pola perkembangan  Kognitif manusia

3.moral & sikap peserta didik remaja  Implikasi pendidikan 7. Karakter peserta didik:  Individu sebagai peserta didik  Karakteristik individusebagai peserta didik  Pertumbuhan&perkembangan peserta didik  Perbedaan perkembangan peserta didik 5. Konsep Penyesuaian Diri Peserta Didik Usia SekolahMenengah/ Remaja:  Pengertian & karakteristikpenyesuaian diri  Proses & aspek-aspek penyesuaian diri  Implikasi penyesuaian diri peserta didik pemenuhan kebutuhanremaja terhadappenyelenggaraan &perkembangan terhadap penyelenggaraan . Perkembangan bahasa peserta didik remaja/usia sekolah menengah:  Perkembangan emosi peserta didik remaja  Perkembangan nilai. Menjelaskan tugas-tugas perkembangan:  Masa anak-anak  Masa remaja  Masa dewasa awal  Masa dewasa akhir  Masa orang tua 4. Implikasipertumbuhan pendidikan:  Pertumbuhanfisik peserta didik remaja  Perkembangan intelek peserta didikremaja  Perkembangan bakatkhusus peserta didik remaja  Perkembanganhubungan sosial peserta didik remaja 6.

 Implikasiprosespenyesuaian diri PDUSM terhadap penyelenggaraan pendidikan  Masalah penyesuaiandiri PDUSM  Karakteristik masalah PDUSM  Beberapa masalah PDUSM / remaja  Penanganan masalah remaja dengan cara mekanisme pertahanan diri .8. Permasalahan Remaja danUpaya-Upaya Menanganinya.

Hal tersebut termasuk dalam perkembangan.BAB II PEMBAHASAN 2. sehingga yang pada awalnya masih balita beberapa tahun kemudian individu tersebut bisa dikatakan menjadi anakanak. Jika individu aktif. Semakin bertambahnya waktu. dan faktor asupan nutrisi.1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN A. Jika individu memiliki orang tua yang berkulit putih. seperti. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan adalah perubahan fisik pada individu terlihat dari luar yang bersifat tidak dapat kembali dan terbatas. Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang berbeda. Perkembangan adalah perubahan individu menuju kedewasaan namun tidak terlihat dari luar. B. Individu akan cepat bertumbuhan jika kebutuhan nutrisinya . semakin bertambah usia individu tersebut. faktor biologis atau keturunan. individu tersebut akan memiliki kulit putih juga seperti orang tuanya. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan antara lain. faktor aktivitas. faktor waktu. individu menyukai olahraga berenang maka bandannya akan lebih sehat dan lebih cepat tinggi. namun kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. Pertumbuhan individu seperti penambahan tinggi badan. berat badan dan ukuran. Individu yang pada awalnya tidak bisa membaca namun dengan belajar dan berlatih individu tersebut bisa membaca. Perkembangan bersifat tidak terbatas dan dapat kembali. pertumbuhan badannya akan lebih cepat.

Faktor geografi akan mempengaruh pola pikir individu. adat istiadat dan geografis). Keluarga adalah tempat pertamakali individu bersosialisasi. Selain faktor keluarga. Individu lahir langsung ditangani/ diasuh oleh keluarganya atau seseorang yang dianggapnya sebagai keluarga. Fase Balita Individu mulai menirukan apa yang dilihat di sekitarnya dan masih tergantung pada orang-orang di sekitarnya. Bila tidak tercukupi. kepribadian individu dipengaruhi oleh agama. 1. 4. Fase Bayi Aktifnya sistem motorik individu. dengan ditandai menangis saat dilahirkan di dunia dan beberapa pancaindra yang sudah bisa menerima rangsangan. 2. Fase-fase Perkembangan Fase Pranatal Masa pertumbuhan dari satu sel menjadi individu. 3. tetapi belum maksimal. Individu akan mematuhi aturan dan norma-norma yang berlaku dalam agama dan adat istiadat yang dianutnya. C. tidak ada bahan yang dapat diolah tubuh untuk membantu proses pertumbuhan. Fase Anak-anak a) Awal (5-6 tahun) . seperti perbedaan antara individu yang tinggal pada dataran tinggi berbeda dengan individu yang tinggal pada dataran rendah. faktor keluarga dan faktor lingkungan (agama. adat istiadat dan geografis. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan antara lain. perkembangan organ-organ penunjang individual dari awal terbentuk sampai kematangan organ-organ tersebut.tercukupi.

Individu mulai mempersiapkan ketrampilan untuk sekolah. negasi dan reprokasi.Masa ini biasa dikenal sebagai masa prasekolah. Selain itu individu mulai sedikit mengembangkan rasa ingin taunya. Individu mulai membangun kehidupan yang sebenarnya dan menemukan pasangan hidup. 5. Selain itu individu mulai mengembangkan tiga macam oprasi berpikir yaitu identifikasi. sehingga individu cenderung susah diatur. Fase Remaja a) Awal (11-15 tahun) Individu mulai merasa bahwa dirinya bukan anak-anak lagi. 6. b) Akhir (6-11 tahun) Pada usia ini. Fase Dewasa a) Awal (20-30 tahun) Individu mulai benar-benar terjun pada kehidupan masyarakat. b) Akhir (16-20 tahun) Individu sudah mulai menemukan jati diri dan sudah mulai menunjukkan kemandiriannya. b) Pertengahan (30-50 tahun) . individu secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan. serta pengendalian diri mulai meningkat.

serta membantu generasi berikutnya menhadi individu yang berkompeten. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar Bayi yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun. serta menatap kembali kehidupannya 2. Erikson mengemukakan bahwa perkembangan manusia adalah sinfesis dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. akan turnbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang di sekitarnya yang selalu .Individu memperluaskan keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial.1 HAKIKAT PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN PESERTA DIDIK A.Seorang ahli teori psikoanalisa dan sekaligtis seorang pendidik. selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. POLA-POLA PERKEMBANGAN AFEKTIF PADA MANUSIA Perkembangan afektif yang berkaitan dengan perilaku atau perbuatan yang ditimbulkan seseorang . Teorinya itu kemudian diterbitkan sebagai bukunya yang pertama dengan judul Childhood and Society. Erikson melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. Erik H. Dikemukakannya prla bahwa perkembangan afektif merupakan dasar perkembangan manusia. c) Akhir (50-meninggal) Individu mulai menyesuaikan diri dengan berkurangnya kekuatan dan kesehatan. keresahannya segera terhapus. a. diajak main dan bicara.

dapat lari. Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua memberi respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melaknkan.0 – 11 . menarik dan mendorong. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada.0 – 5. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu .00) Anak mulai mampu berpikir deduktif. kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lainya . c. melakukan dan mengerjakan dengan benda-benda yang praktis. memegang dan melepaskan. d.0) e. Pada saat ini bukan hanya berjalan.bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungknn nasibnya.0 – 18.tiga. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1. tetapi juga memanjat.0 – 3. . Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3.0) Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya. Identity vs Role Confusion/Identitas (12. la dapat mengendarai sepeda roda. memotong. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri. memukul. Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. b.0) Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy. Anak didorong untuk membuat. menutup-membuka menjatuhkan. Industry vs litferioriry/Produktifitas (6.

Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. h. la mempunyai perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahan-perubahan itubuhnya. dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan cucu-cucu. memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat. serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat.0) Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain.0 …) Pada tahap ini usaha-tisaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan. Intimacy vs Isolation/Keakraban (19. Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25.0) Generativity berarti bahwa orang mulai memikirkan orang-orang lain di luar keluarganya sendiri. Integrity vs Despair/Integritas (45.0 – 45. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua. yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah.0 – 25. g. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengilami perkembangan. Sedangkan kebalikannya adalah despair. la mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain f. .

B. dari suatu keseluruhan yang besar. Tahap sensorik motor (0.mencapai yang masalah. Tahap praoperasional (2. c. Anak biasanya mengambil kesimpulan dari sebagian kecil yang diketahuinya. memperoleh keterampilan berbahasa b. Pada tahap ini .0) Pada tahap ini perkembangan sangat pesat.0 – 11. yakni: a.0 – 2.0 – 7. POLA PERKEMBANGAN KOGNITIF Perkembangan kognitif berkaitan dengan kemampuan brpikir seseorang. Perkembangan kognitif manusia berlangsung secara teratur dan berurutan sesuai dengan perkembangan umurnya’ Maka pengajaran harus direncanakan sedemikian rupa disesuaikan dengan perkembangan kecerdasan peserta didik. Keputusan yang dianbil hanya berdasarkan intuisi. bukannya berdasarkan analisis rasional. permasalahan dihadapinya adalah permasalahan yang konkret. Piaget mengemukakan proses anak sampai mampu berpikir seperti orang dewasa melalui empat tahap perkembangan.0) Mereka dapat pemecahan berpikir secara sistematis Pada tahap ini untuk . Lambang-lambang bahasa yang dipergunakan untuk menunjukkan benda-benda nyata bertambah dengan pesatnya. Tahap operasional konkrit (7. Pada saat ini anak sudah mencapai kematangan dan mulai. intelektual pada tahap ini hampir seluruhnya mencakup gejala yang diterima secara langsung melalui indra.0) .

Mereka dapat mengaplikasikan cara berpikir terhadap permasalahan dari semua kategori baik yang abstrak maupun yang konkret. Tahap operasional formal (11. -15.anak akan menemui kesulitan bila diberi tugas sekolal yang menuntutnya untuk mencari sesuatu yang tersembunyi. d.0) Tahap ini ditandai dengan pola berpikir orang dewasa. berpikir tentang masa depan secara realistis. Pada tahap ini anak sudah dapat memikirkan sebuah pemikirannya. . dapat membentuk ide-ide.

usia bertanya. Kondisi dalam kandungan mempengaruhi potensi bawaan jabang bayi. barulah pada usia 15 bulan bayi bisa berjalan. Masa Neonatal Periode yang tersingkat yakni 0-2 minggu setelah lahir. melangkah. pada usia 7 bulan bayi sudah mulai belajar duduk. Masa Bayi Masa dimana pola prilaku.2 TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN A. Perkembangan anak dimulai dari masa bayi yang terbagi menjadi 3 fasa. Menginjak usia 5-9 tahun. Bagi orang tua merupakan usia yang mengundang masalah. Permulaan sosialisasi. usia meniru. Permulaan kreativitas.2. merangkak. bagi orang tua merupakan . sekitar umur 2-5 tahun. 3.kanak. yaitu : 1. pada 5 bulan ia bisa telungkup. 2. Masa Anak-Anak Merupakan masa dimana pertumbuhan fisiknya lebih dominan dibanding dengan perkembangan mentalnya. komunikasi pertama yang dipelajarinya adalah menangis. Pada umur 0-2 bulan Semua aktivitas bayi masih berjalan secara naluriah atau reflex. Apabila pipinya disentuh bayi akan menggerakkan kepala ke arah sentuhan. usia kreatif. sikap dan ekspresi mulai terbentuk. Masa Pranatal Periode ini dimulai saat pembuahan sampai dengan kelahiran0-9 bulan di dalam kandungan. usia mainan. Barulah bayi menginjak masa kanak. usia menjelajah. Setelah berumur 3 bulan bayi mulai bisa berguling.

bermain. Perkembangan yang terjadi antara lain: . Terjadi perubahan signifikan pada tubuh seperti mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimal setiap tahunnya. Masa Remaja Masa remaja ini biasanya terjadi pada saat seseorang menginjak bangku SMP dan SMA yaitu usianya sekitar 13-17 tahun. Berikut tugas-tugas perkembangan masa remaja : a. usia tidak rapi. Masa Dewasa Masa dewasa dikategorikan menjadi 2 yaitu (1) Masa dewasa awal dan (2) Masa dewasa akhir. B. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan. Perkembangan yang terjadi pada masa remaja antara lain : Bertambahnya kemampuan dalam menyelesaikan masalah yang majemuk dan mulai berfikir dengan mempertimbangkan hal-hal yang mungkin disamping hal yang nyata. terjadi peristiwa haid (wanita). Merupakan proses peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa baik dalam pemikiran maupun prilaku. Pada masa ini terjadi berbagai perkembangan yang semakin mengarah kepada sikap kedewasaan. mulai mengenal lingkungannya dan berkomunikasi. 1. terjadi perubahan nada suara.usia yang menyulitkan. mengenal dasar-dasar agamanya. Mampu menerima keadaan fisiknya b. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis c. Dengan kata lain pada masa remaja ini terjadi perkembangan pemikiran menuju kedewasaan. Dewasa Awal Masa ini biasanya berkisar antara usia 18 – 22 tahun berarti terjadi pada saat seseorang menginjak bangku kuliah. usia bertengkar. Berikut penjelasan tentang keduanya. C. Pada masa ini seharusnya seorang anak sudah mulai belajar membaca dan menulis.

Belajar menyelesaikan konflik Adapun tugas. d. Pada masa ini seseorang bisa dikatakan telah mampu memenuhi kebutuhan ekonominya sendiri. Pada masa ini setiap orang juga mengalami perubahan fisik yakni: a.tugas perkembangan pada masa dewasa awal sebagai berikut: a. Kulit menjadi kendur c.a. Fungsi sistem jantung dan pernafasan juga menurun (Lahey. Belajar berkomunikasi yang lebih baik Menata cita-cita yang lebih jelas dan sfesifik Terjun dalam organisasi masyarakat Berperan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat 2. Meniti karir b. Mulai memikirkan investasi untuk hari tua . 2003). Rambut di kepala mulai memutih dan mulai menipis Sedangkan tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa akhir adalah : a. Mulai berani mengambil keputusan pribadi b. Dewasa Akhir Orang yang dikatakan telah masuk pada masa dewasa akhir adalah mereka yang berusia 22-50 tahun. b. Belajar mengelola perasaan c. Belajar menerima diri sendiri e. c. Kondisi tubuh mulai menurun b. Belajar mengembangkan tanggung jawab pribadi f. Belajar berkomunikasi d. Mulai membangun rumah tangga untuk melanjutkan keturunan c. d.

jalan-jalan dll) 3. Pada masa tua seseorang telah mengalami banyak sekali penurunan fisik yang signifikan bahkan ada bagian-bagian tubuh yang tidak bisa bekerja. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Sifat kekanak-kanakannya mulai kembali c. Perkembangan yang dimaksud disini adalah adalah ciri-ciri/tingkah laku dan perasaan yang dialami seseorang ketika telah sampai pada masa tuanya. atau dapat kita artikan bahwa masa orang tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Berikut beberapa diantaranya : a. Mengurangi kegiatan yang membutuhkan tenaga yang lebih. b. c. b. Yang ditandai dengan perubahan fisik seperti : a. Masa orang tua juga mengalami perkembangan. Mulai dihantui kematian. Mulai meninggalkan kebiasaan masa remajanya seperti (nongkrong. Masa Orang Tua Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Oleh karena itu seseorang yang telah masuk usia tua haruslah melakukan tugas-tugas sebagai berikut : a.d. Meningkatkan amal ibadah c. Memperhatikan pola makan dan kesehatan . Pertumbuhan dan reproduksi sel-sel menurun Penurunan Dorongan Seks Penurunan sistem pernapasan. Produktivitas mulai berkurang bahkan hampir tidak bisa berkerja/berkarya b. pencernaan dan alat indra.

Petumbuhan dan Perkembangan Pesrta Didik Perkembangan dan pertumbuhan peserta didik memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisiten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya. di taman kanakkanak.Setiap individu bisa dikata peserta didik apaila ia sudah memasuki usia sekolah.yang tergolong dan tercatat di lembaga pendidikan. mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah . Dalam proses pembelajaran sekarang ini guru hanya sebagai fasilitator sehingga tugas utama guru adalah memberika motivasi kepada peserta didik agar mereka mau mengembangkan bakat yang ada pendidikan peserta didik tersebut. Karakteristik Individu Sebagai Peserta Didik Setiap peserta didik memiliki sifat bawaan oleh lingkungaan sifat yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya . Usia 4 tahun sampai 6 tahun.peserta didik adalah anak.anak yang semula tidak dapat membaca setelah belajar dikelas 1 SD ia bisa membaca dan menulis. B. Dalam pandangan yang lebih modern peserta didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan.2. Misalnya. Karakteristik yang berkaitan dengan faktor biologis cenderung bersifat tetap dan yang berkaitan dengan faktor psikologis lebih mudah berubah karena pengaru atau lingkungan. A.individu. Jadi. Usia 13-16 tahun di SMP dan usia 16-19 tahun di SLTA.3 KARAKTER PESERTA DIDIK Yaitu seseorang yang sudah memasuki usia sekolah untuk menempuh suatu pendidikan yang terikat dalam suatu organisasi atau disebuah institusi pendidikan yang mempunyai hak dan menyandang predikat sebagai pelajar. Usia 6 atau 7 tahun di SD.

Peserta didik di cirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atauilmu. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik adalah : 1. Sifat jasmaniah yang dilahirkan oleh orang tua Kematangan pertumbuhan Faktor Eksternal a) b) c) Kesehatan Makanan Stimulasi lingkungan ( keadaan lingkungan) C. Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu : a) Perbedaan bakat b) Perbedaan latar belakang c) Kesiapan belajar d) Motorik e) Kognitif f) Kecakapan Bahasa Lingkungan .bimbingan. Perbedaan Perkembangan Peserta Didik Setiap individu berkembang dengan cara tahan yang kompleertentu.dan pengarahan.melibatakan bebrbagai unsur yang saling berpengaruh satu sama lain. Faktor Internal a) b) 2. Kebutuhan peserta didik untuk memperoleh penddikan secara kodrat membutuhkan dari orang tuanya.dalam proseses balajar mengajar. Hal ini terjadi karena perkembangan itu sendiri merupakan suatu proses perubahan yang kompleks.

Perempuan : progesterone  golongan steroid yang berpengaruh pada siklus menstruasi. Laki-laki : Testosteron  hormon penghasil tetis.2. Penyebab perubahan fisik adalah 2 kelenjar dalam sistem endoktrin.Berikut hormon-hormon yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja perempuan dan laki-laki : a.4 IMPLIKASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TERHADAP PENYELENGGARA PENDIDIKAN A. Perubahan fisik adalah perubahan yang berlangsung secara fisik dan merupakan gejala premier dalam pertumbuhan remaja yang meliputi ukuran tubuh. Kelenjar hypothalamus  merangsang pertumbuhan remaja yang terletak di otak. embryogenesis dan kehamilan estrogen  berperan dalam perkembangan organ dan sistem produksi wanita kelenjar pituari = hormon pertumbuhan dan hormon gonadotropik.proporsi tubuh serta munculnya ciri-ciri kelamin premier dan sekunder. Perubahan ukuran tubuh . b. Pertumbuhan Fisik Perserta Didik Usia Sekolah Menengah (Remaja) 1. Hormon gonadotropik  merangsang gonad agar mulai aktif bekerja Berikut adalah perubahan-perubahan fisik yang penting yang terjadi pada masa remaja yaitu : a. Sistem endoktrin adalah kelenjar buntu(kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya(hormon)). Pertumbuhan Fisik.

d. Perbedaan antara laki – laki dan perempuan : 1) Kriteria kematangan seksual antara laki – laki dan perempuan 2) Permulaan kematangan seksual Laki-laki : mimpi basah (± usia 14 tahun) Perempuan : menstruasi (± usia 13 tahun) 3) Urutan gejala-gejalakematangan.berat dan segitiga) Perempuan : tubuh endomorf (gemuk dan berat). b) proses kematangan seksual. 3. g.b. Keragaman perubahan proporsi tubuh. Laki-laki :tubuh mesomorf (badan lebih besar . Perubahan Fisik Selama Masa Remaja a) percepatan perubahan. tubuh ektomorf (kurus dan bertulang panjang) Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik : a. Pengaruh keluarga (keturunan atau lingkungan) Pengaruh gizi Gangguan emosional Jenis kelamin Status sosial ekonomi Kesehatan Pengaruh bentuk tubuh . kekar. d. c. b. c. e. Perubahan proporsi tubuh Ciri kelamin yang utama Ciri kelamin yang kedua 2. f.

Sarana dan prasarana b. 1. b. 2. Diadakannya jadwal-jadwal olahraga bagi para siswa B. Masa operasi Formal (berfikir abstrak) 12 tahun (berfikir hipotek) Sifat deduktif hipotesis bersifat teoretis Berfikir operasional juga berfikir kombinasoris Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Intelek a. 4. 3. c. Faktor bakat aliran Nativisme Faktor pengalaman lingkungan : Peran pengalaman dari sekolah terhadap intelegensi Pengalaman belejar dari prasekolah berpengaruh positif terhadap IQ anak . Perkembangan Intelek (Kognitif) Perserta Didik Usia Sekolah Menengah (Remaja) 1. Implikasi Pertumbuhan Fisik Peserta Didik Usia Sekolah Menengah (Remaja) Implikasinya bagi pendidikan adalah perlunya memperhatikan faktor-faktor berikut ini: a. Inteligensi adalah menggambarkan kemampuan seseorang dalam berpikir/bertindak.4. pengaruh egosentris (kecenderungan melebih-lebihkan). Waktu istirahat c. Pengertian Intelek dan Intelegensi Intelek adalah kekuatan mental yang menyebabkan manusia dapat berpikir aktif dengan proses berpikir/kecapakan tinggi untuk berpikir. kritis. Hubungan antara Intelek dan Tingkah Laku Cirinya adalah berfikir abstrak. Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja a. b.

Jumlah ganjaran atau hadiah dari orangtua atas prestasi anak. sistem. Jumlah buku. Perkembangan Bakat Khusus Peserta Didik Usia Sekolah Menengah (Remaja) Bakat mencakup 3 dimensi psikologis:  Dimensi Perseptual      kemampuan persepsi yang mencangkup : Luasnya daerah 1. . Kesamaan IQ adalah kesamaan pengalaman belajar dari lingkungan yang sama bukan karena terdapat hubungan genetik. Semakin tinggi kualitas lingkungan keluarga. Pengaruh lingkungan terhadap perkembangan intelegensi Berdasarkan penelitian :      5. relasi. Implikasi Perkembangan Intelek Remaja terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Guru harus kreatif dalam suasana pembelejaran misalnya. Dorongan orangtua atas prestasi akademik anak. majalah. materi belajar. a. Kepekaan penginderaan Perhatian Orientasi Terhadap waktu Dimensi Psikomotorik : Kekuatan Impuls Kecepatan gerak Ketelitian (statis dan dinamis) Koordinasi Keluesan [posisi] [gerak]  Dimensi Intelektual Faktor ingatan substansi.2. semakin tinggi nilai IQ anak. memberikan tugas-tugas yang menantang imajinasi seperti teka-teki silang memancing rasa ingin tau dari pada latihan soal yang membosankan.

menghasilkan sistem. Insting pada hewan. misalnya b. pengalihan kelas-kelas. identitas. Conny Semiawan dan Utami Munandar (1987) mengklasifikasikan jenis-jenis bakat khusus berupa potensi maupun yang sudah terwujud menjadi lima bidang yaitu : a. Bakat seni d. implikasi yang unik. akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya. Bakat kreatif-produktif c. Hubungan antara Bakat dan Prestasi . Jenis-Jenis Bakat Khusus Bakat khusus (talent) adalah kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang baik. Melalui latihan. transformasi.- Faktor Evaluatif dihadapi. Kapasitas (kemampuan) jika berlatih secara optimal. problem yang Faktor berfikir Konvergensi nama-nama. relasi. Bakat kinestetik/psikomotorik e. Kemampuan daya jiwa untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembelajaran (sekarang). sistem. 2. sistem. Bakat sosial dikembangkan dimasa dating melakukan sesuatu tanpa harus latihan. Bawaan dan latihan. Faktor berfikir Divergen word fluency. ideational fluensi. Bakat akademik khusus b. Fluency Bakat Kelancaran kemampuan bawaan yang merupakan potensi. kelancaran hubungan. perlu dikembangkan (masa depan). hubungan.

c. Faktor – faktor internal tersebut adalah sebagai berikut : a. Minat Motif berprestasi Keberanian mengambil resiko Keuletan dalam menghadapi tantangan Kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan yang timbul Adapun faktor eksternal meliputi : a. 50 %) dan kelas khusus . Karakteristik anak berbakat masalah. b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Faktor yang mempengaruhi perkembangan khusus secara garis besar dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. d. e. Pelaksanaan pendidikan anak berbakat yaitu : 1. Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri Sarana dan prasarana Dukungan dan dorongan otang tua/keluarga Lingkungan tempat tinggal Pola asuh orang tua Pendidikan Anak Berbakat di Indonesia a. b. prestasi. Menangani anak berbakat. b. cara menghadapi d. c.1. c. e. 60 %. Meloncatkan anak pada kelas-kelas yang lebih tinggi (skipping) 2. Pengertian anak berbakat anak yang mempunyai potensi unggul diatas potensi yang dimiliki anak normal. d. Faktor-faktor yan harus diperhatikan : Faktor anak itu sendiri Faktor kurikulum potensi. 2. Pendidikan dalam kelompok khusus (special grouping segregation) Model a : kelas khusus (kelas mini) Model b : kelas biasa (75 %.

Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja 1. 4.- Model c : kelas akselerasi Model d : sekolah khusus 3. Bahasa. 3.. 1984). IPA dan Pendidikan Kesehatan. 3. 3.dkk. Perkembangan Hubungan Sosial Peserta Didik Usia Sekolah Menengah (Remaja) Pengertian Hubungan Sosial a. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku . 5. Lingkungan keluarga Status Sosial Ekonomi keluarga Tingkat Pendidikan Dan kemampuan mental. Misalnya siswa SD : membaca. Kegiatan dalam implementasi kurikulum bidang studi tertentu. Hubungan sosial adalah hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial 1. 2. IPS. Metode Belajar dan Guru. Hubungan sosial diartikan sebagai “cara-cara individu bereaksi terhadap orang-orang di sekitarnya dan bagaimana pengaruh hubungan terhadap dirinya” (Anna Alisyahbana. Berkembangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan pergaulan 2. Hubungan sosial ini juga menyangkut juga penyesuaian diri terhadap lingkungan. Matematika. 4. terutama emosi dan inteligensi Kematangan d. b. menulis kreatif (mengarang). Adanya upaya memilih nilai-nilai sosial Meningkatnya ketertarikan pada lawan jenis Mulai cenderungan memilih karier tertentu c.

Keluarga Lingkungan Kepribadian Rekreasi Pergaulan dengan lawan jenis Pendidikan/sekolah Persahabatan dan Solidaritas kelompok dan lapangan kerja . 5. 8. 7. 4. Mengembangkan Keterampilan Sosial pada Remaja 8 aspek yang menuntut keterampilan sosial (social skill) yaitu : 1.Misalnya : pengaruh egosentris. 2. 3. 6. e.

Bentuk atau form yang mencakup sintaksis. Ketrampilan bahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup yaitu 1. menyampaikan pesan (pendapat/ perasaan. kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan/ tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat ( Simolungan 1997. pengenalan benda. morfologi (bentuk) dan fonologi (bunyi bahasa). Berbicara 3. Bahasa tertulis 3. Bahasa itu dibedakan menjadi atas : 1.6 Implikasi Pertumbuhan & Perkembangan Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Perkembangan Bahasa Peserta Didik Remaja Usia Sekolah Menengah Bahasa adalah merupakan media komunikasi yang digunakan untuk 1. 2. Semiawan 1998 ). Isi atau conten yang meliputi makna atau simantgik. Keterampiln mendengarkan 2. Penggunaan atau use yang mencakup pragmatis. dll) dengan menggunakan symbolsimbol yang disepakati bersama. tegur sapa. Membaca 4. Bahasa lisan 2. . Menulis Sedangkan keterampilan berbicara meliputi : Kemampuan mengungkapkan pikiran. perasaan dan informasi secara lisan mengenai perkenalan. 3. fungsi anggota tubuh.2. Bahasa isyarat Ada 3 komponen bahasa : 1.

Keluarga 4. isi atau topic pembicaraan. deklamasi. Kecerdasan 3. tetapi juga ada perbedaan individual. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock. Perkembangan Emosi Peserta Didik Remaja Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 1218 tahun. berita dan konsep meteri pelajaran. pengumuman. terutama dalam laju perkembangan dan frekuensi atau banyaknya bicara. Monks. hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : 1. Kesehatan 2. percakapan. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu . tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. bercerita. dongeng-drama.kegiatan bertanya. dan remaja yang diperpendek. 2003) usia remaja berada pada rentang 1223 tahun. bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama. Pola perkembangan keterampilan berbahasa anak pada umumnya sama. denah. Kemampuan mendengarkan ini meliputi : kemampuan memahami bunyi bahasa. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli. Keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi serta hubungan dengan teman sebaya 5. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. memberi tanggapan pendapat/ saran dan diskusi. petnjuk. perintah. dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Kepribadian 2.

Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok. dan identity achieved (Santrock. Muss. 3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentanganpertentang dengan orang tua. emosi. 4. 1988). Senang bereksperimentasi. 7. usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat. 5. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion. 9. 2. yaitu: 1. 10. khayalan. 2006). termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. sosial dan pencapaian (Fagan. Berdasarkan tinjauan teori perkembangan. fisiologis. moratorium. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan . Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja. dan bualan. dkk. 2000. 8. Papalia.bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. foreclosure. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. Senang bereksplorasi. namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis. 6. Ketidakstabilan emosi. Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik. 2003. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. dan sosial. 2001. Mempunyai banyak fantasi. Monks. dkk.

Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone. gangguan makan. dan . Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi. khususnya pada bagian pinggul. 2003. Stice & Whitenton. 1999. depresi. adat.karakteristik yang ada pada diri remaja. Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. pikiran yang berlebihan tentang penampilan. bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi. 2002). 3. a. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. perut dan paha. Perkembangan Nilai Moral dan Sikap Peserta Didik Definisi Nilai Nilai-nilai kehidupan adalah norma-normayang berlaku dalam masyarakat. pantat. 1998).1988: Sopansantun. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. rendahnya harga diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya. maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Lebih lanjut. misalnya adat kebiasaan dansopansantun (Sutikna. ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman. onset merokok. Beberapa kecelakaan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja. Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Thompson et al).

Mengakui persamaan derajat. Definisi Nilai. persamaan hak dan persamaan kewajiban antarasesama manusia 2. 1957: 957). moral merupakan kendali dalam bertingkah laku. Nilai-nilaiyang terkandung dalam Pancasilayang termasuk dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.antara lain: 1. moral merupakan control dalam bersikap dan bertingkah lakusesuai dengan nilai-nilai hidupyang ada dalam Pancasila. Tidak semena-mena terhadap orang lain. Dengan kata lain. Dalam moral diatursegala perbuatanyang dinilai baik dan perlu dilakukan. kewajiban dansebagainya (Purwadarminto. b.sikap dan tingkah laku akan tampak dalam pengamalan nilai-nilai. kemudian dihayati dan didorong oleh moral. Dengan demikian. moral. keterkaitan antara nilai. akhlak.kebiasaanserta nilai-nilaiyang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai hidupyang menjadi peganganseseorang dalam kedudukannyasebagai warga Negara Indonesia. Moral berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan antara perbuatanyang baik danyangsalah. jadi berkaitan dengan moral. C. Dengan demikian. baru akan terbentuksikap tertentu terhadap nilai-nilai tersebut dan pada akhirnya terwujudlah tingkah lakuyangsesuai dengan nilai-nilaiyang dimaksud. . nilai-nilai perlu diketahui terlebih dahulu. dansuatu perbuatanyang dinilai tidak baik dan perlu dihindari. Nilai-nilai kehidupansebagai norma dalam masyarakatsenantiasa menyangkut persoalan antara baik dan buruk. Mengembangkan sikap tenggang rasa 3. berani membela kebenaran dan keadilan dsb. Moral dan Sikap Dalam pengamalan Pancasila. Definisi Moral Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk perbuatandan kelakuan.

Maka perkembangan moral perlu diperhatikan sejakseseorang dilahirkan. berlaku prinsip Relativistik Hedonism artinya bergantung pada kebutuhan dan kesanggupanseseorang (hedonistic). Pada Stadium2. . Dalam tahap ini. diawasi. Anak hanya mengetahui bahwa aturan-aturan ditentukan oleh adanya kekuasaan yang tidak dapat diganggu gugat. Dari hasil penyelidikannya Kohlberg mengemukakan enam tahap perkembangan moral yang berlaku secara universal dan dalam urutan tertentu. menyangkut orientasi mengenai anakyang baik. Perbuatan baik yang diperlihatkan seseorang merupakan kewajiban untuk ikut melaksanakan aturan-aturan yang ada. Tingkat 1 : Pra-konvensional Pada stadium1. Anak mulai memasuki umur belasan tahun. yaitu tahap mempertahankan norma-norma sosial dan otoritas. 1984: 252). Ada tiga tingkat perkembangan moral. Tingkat 2 : Konvensional Pada Stadium3. anak berorientasi pada kepatuhan dan hukuman.moral dan sikap Remaja Nilai-nilai kehidupanyang harus dikuasai remaja tidak hanyasebatas pada adat kebiasaan dan tingkah lakusaja. Seorang remaja dalam tugas perkembangannya dituntut untuk dapat mempelajari dan membentuk perilakunya agarsesuai dengan harapan lingkungannya tanpa harus dibimbing. seorang anak sadar bahwa setiapkejadian mempunyai beberapa segi. Mereka melakukan perbuatan atas dasar kritik dari masyarakat. Pada Stadium4. kehidupan moral merupakan problematicyang pokok dalam masa remaja. dan diancam dengan hukumanseperti pada waktu anak -anak.yaitu: 1.D. Karakteristik Nilai. 2. agar tidak timbul kekacauan. tetapiseperangkat nilai-nilaiyangsecara keseluruhan terkandung dalam Pancasila. Menurut Furter (1965) (dalam Monks. Ia harus menurut kalau tidak akan memperoleh hukuman. dimanaanak memperlihatkan orientasi perbuatan-perbuatanyang dapat dinilai baik atau tidak baik oleh orang lain. didorong.

ia juga harus memahami orang lain dan memahami kehidupan bersama dalam masyarakat. Pada tahap ini ada norma etika disamping norma pribadi dan subjektif. manusia mempunyai kebutuhan individu dan kebutuhan sosial kemasyarakatan. kebutuhan hidup seseorang mengalami perubahan-perubahan sejalan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya. Originalitas remaja juga masih tampak pada tahap ini. Implikasi Pemenuhan Kebutuhan Remaja Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Pentingnya Kebutuhan Bagi Perilaku Manusia Individu adalah pribadi yang utuh dan kompleks. Oleh karena itu di samping seorang individu harus memahami dirinya sendiri. Stadium6. karena . karena ia tumbuh dan berkembang untuk mencapai kondisi fisik dan sosial psikologis yang lebih sempurna dalam kehidupannya. E. tahap ini disebut Prinsip Universal.3. Dengan demikian maka setiap individu tentu memiliki kebutuhan. Pada tahap ini. Unsur etika disini yang akan menentukan apa yang boleh dan baik dilakukan dan sebaliknya. Remaja mengadakan tingkah laku-tingkah laku moral yang dikemudikan oleh tanggung jawab batinsendiri. Dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya menuju jenjang kedewasaan. merupakan tahap orientasi terhadap perjanjian antara dirinya dengan lingkungan social. walaupun kata hati sudah mulai berbicara. Sebagai makhluk psiko-fisis manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan fisik dan psikologis dan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Tingkat 3 : Pasca-konvensional Stadium5. memahami lingkungan serta memahami pula bahwa ia makhluk Tuhan. Kekompleksan tersebut a. Kebutuhan-kebutuhan sosial psikologis semakin banyak dibandingkan dengan kebutuhan fisik. seseorang harus memperlihatkan kewajibannya kepada masyarakat karena lingkungan social akan memberikan perlindungan kepadanya. dikaitkan dengan kedudukannya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Remaja masih mau diatur secara ketat oleh hukum-hukumyang lebih tinggi.

Dengan kata lain. individu banyak belajar dari lingkungan sosial di sekitarnya yang menimbulkan pengalamanpengalaman belajar. Kebutuhan menghindari penolakan kelompok atau orang lain. guru-gurunya dan teman-teman sekelompoknya. Kebutuhan itu timbul disebabkan oleh dorongan-dorongan (motif). Motif timbul akibat kebutuhan psikologis atau tujuan kehidupan yang kompleks. Menurut Sunarto (1994:49) kebutuhan dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : . Kebutuhan manusia timbul akibat dorongan-dorongan (motif) yang ada pada dirinya. Dorongan adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorongnya melakukan perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. sebagai perwujudan dari adanya tuntutan-tuntutan dalam hidup bersama kelompok sosial sekitar. individu belajar membentuk pola tingkah laku yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut di atas. Terdapat 2 macam kebutuhan manusia menurut Mapiarre : 1.pengalaman kehidupan sosialnya semakin luas. saudara-saudaranya. Dorongan dapat berkembang karena kebutuhan psikologis atau karena tujuan-tujuan kehidupan yang semakin kompleks. Dalam proses pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Melalui pengalaman bergaulnya itu individu belajar dan mengetahui tingkah laku yang bagaimana yang mendatangkan kepuasan baginya dan tingkah laku yang bagaimana yang tidak mengenakkan. Kebutuhan diterima oleh kelompok atau orang-orang lain di sekitar. antara lain pengalaman bergaul dengan orang tuanya. Semua individu dalam bertingkah laku pada dasarnya dimotivasi oleh kedua kebutuhan yang saling berhubungan satu sama lain. keluarganya yang lain. Jenis–Jenis Kebutuhan Remaja dan Pemenuhannya b. 2.

kebutuhan psikologis c. kebutuhan politik f. kebutuhan penghargaan. minum. hiburan dan lainnya. dan kebutuhan seksual dan perlindungan diri. kebutuhan sosial e. Mengadakan angket yang ditujukan kepada para remaja untuk mengetahui masalah–masalah yang sedang mereka hadapi 3. mengikuti pola hidup bermasyarakat. Kebutuhan sekunder yaitu kebutuhan yang timbul oleh motif dipelajari (kebutuhan sosial–psikologis) seperti kebutuhan untuk mencari pengetahuan. kebutuhan ekonomi d. Menurut Lewis dan Lewis (Sunarto dan Hartono. bernapas. Bersikap sensitif terhadap kebutuhan yang tiba–tiba muncul dari siswa yang berada di bawah bimbingannya. Untuk itu guru perlu memperhatikan aspek berikut : 1. guru hendaknya selalu sensitif terhadap kebutuhan para siswa (remaja) dan berusaha memahaminya sebaik mungkin. Kebutuhan Primer yaitu kebutuhan yang merupakan kebutuhan biologis (organik) yang timbul dari dorongan/motif asli seperti kebutuhan makan. Berikut ini beberapa kemungkinan yang bisa dilakukan di sekolah dalam mengaplikasikan teori kebutuhan Maslow: . dan g. 1994:55) kegiatan remaja didorong oleh berbagai kebutuhan yaitu: a.1. kebutuhan aktualisasi diri C. kebutuhan jasmaniah b. 2. Kebutuhan Remaja dan Implikasinya dalam penyelenggaraan Pendidikan Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. kehangatan tubuh. Mempelajari kebutuhan remaja melalui berbagai pendapat orang dewasa. 2.

Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan: a. (reinforcement) 3. sabar.Menyediakan kamar mandi/toilet 2.  Mengendalikan perilaku siswa di kelas/sekolah dengan menerapkan sistem pendisiplinan siswa secara adil  melaluiØLebih banyak memberikan penguatan perilaku pujian/ganjaran atas segala perilaku positif siswa dari pada pemberian hukuman atas perilaku negatif siswa. Hubungan Siswa dengan Siswa :     Sekolah mengembangkan situasi yang memungkinkan terciptanya kerja sama mutualistik dan saling percaya diantara siswa Sekolah dapat menyelenggarakan class meeting. banyak memberikan komentar dan umpan balik yang positif dari pada yang negatif. adil. Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman: Sikap guru:  menyenangkan. peduli dan Guru dapat menampilkan ciri-ciri kepribadian: interest terhadap siswa. dan tidak menunjukkan ancaman atau bersifat menghakimi.1. Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis :   Menyediakan program makan siang yang murah Menyediakan ruangan kelas dengan kapasitas yang memadai dan temperatur yang tepat dalam jumlah yang seimbang. Guru dapat menjadi penolong yang bisa diandalkan dan memberikan kepercayaan terhadap siswanya. melalui berbagai forum. b. Hubungan Guru dengan Siswa :     Empatik. terbuka serta dapat menjadi pendengar yang baik. Sekolah mengembangkan diskusi kelas Sekolah mengembangkan bentuk-bentuk ekstra kurikuler . mampu menunjukkan penerimaan siswanya. Guru dapat menghargai dan menghormati setiap pemikiran. seperti olah raga atau kesenian.

Menyediakan topik-topik pembelajaran dengan sudut pandang yang beragam. Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri: a. Penghargaan dari pihak lain       Mengembangkan iklim kelas dan pembelajaran kooperatif dimana setiap siswa dapat saling menghormati dan mempercayai. sedapat mungkin dilakukan secara pribadi. Menyediakan kesempatan kepada para siswa untuk berfikir kritis dan berdiskusi. Mengembangkan kurikulum yang dapat Berusaha melibatkan para siswa dalam setiap pengambilan keputusan yang terkait dengan kepentingan para siswa itu sendiri c. d. Mengembangkan program penghargaan atas pekerjaan. tidak saling mencemoohkan. Mengembangkan Harga Diri Siswa       Mengembangkan pengetahuan baru berdasarkan latar pengetahuan yang dimiliki siswanya Mengembangkan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa Mengembangkan strategi pembelajaran yang bervariasi Selalu siap memberikan bantuan apabila para siswa mengalami kesulitan Melibatkan seluruh siswa di kelas untuk berpartisipasi dan bertanggung jawab. . dalamnya memampangkan karya-karya seni siswa yang dianggap menarik. Pengetahuan dan Pemahaman    Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengeksplorasi bidangbidang yang ingin diketahuinya. Ketika harus mendisiplinkan siswa. tidak di depan umum b. usaha dan prestasi yang diperoleh siswa. Estetik  Menata ruangan kelas secara rapi dan menarik termasuk menempelkan hal-hal yang menarik dalam dinding ruangan.4. mengantarkan setiap siswa untuk memiliki sikap empatik dan menjadi pendengar yang baik.

   Ruangan dicat dengan warna-warna yang menyenangkan Memelihara sarana dan prasarana yang ada di sekeliling sekolah Ruangan yang bersih dan wangi 5. Menciptakan pembelajaran yang bermakna dikaitkan dengan kehidupan nyata Melibatkan siswa dalam proyek atau kegiatan “self expressive” dan kreatif . Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri     Memberikan kebebasan kepada siswa untuk menggali dan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melakukan yang terbaik bagi dirinya menjelajah kemampuan dan potensi yang dimilikinya .

. Tidak menunjukkan adanya mekanisme pertahanan yang salah. Penyesuaian diri dalam menghadapi masalah secara langsung. Contoh : Seorang murid yang tertangkap mencuri uang milik temannya. Pengertian dan Karakteristik Penyesuaian Diri Penyesuaian diri adalah suatu proses alamiah dan dinamis yang bertujuan mengubah perilaku individu agar lebih sesuai dengan kondisi linkungannya serta memenuhi kebutuhan yang sesuai. Bersikap realistik dan objektif. dalam hal ini individu secara langsung menghadapi masalah dengan segala akibatnya. Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi. ia akan melakukan tindakan yang sesuai dengan masalah yang dihadapi. Penyesuaian diri yang positif Ciri-ciri penyesuaian diri yang positif : 1. pasti dia akan memberikan alasan mengapa dia melakukan hal tersebut dan mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut. Karakteristik penyesuaian diri di golongkan menjadi dua yaitu penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang salah. Memiliki pertimbangan yang rasional dalam pengarahan diri. 2. Mampu belajar dari pengalaman. 6. Dalam penyesuaian diri secara positif seseorang individu pasti akan melakukan berbagai bentuk berikut ini : 1. Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional yang berlebihan.7 KONSEP PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK USIA SEKOLAH MENENGAH A.2. 4. 5. 3. a.

Contoh : Seorang siswa yang kurang mampu mengerjakan tugas membuat makalah akan mencari bahan dalam upaya mengerjakan tugas tersebut entah dengan membaca buku. dalam hal ini individu dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membantu penyesuaian dirinya. Penyesuaian diri dengan trial dan eror. 3. Penyesuaian diri dengan belajar. Contoh : Seorang pengusaha yang sedang melakukan spekulasi untuk meningkatkan usahanya. dalam hal ini individu yang merasa gagal dalam menghadapi masalahnya akan mencari cara lain untuk menghadapinya. Contoh : Seorang guru akan berusaha belajar tentang berbagai pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya. atau seterusnya. dalam hal ini individu melakukan tindakan coba-coba dalam arti jika menguntungkan dilanjutkan namun jika gagal tidak dilanjutkan. Contoh : Jika seorang siswa gagal memasuki perguruan tinggi melalui jalur yang pertama pasti dia akan berusaha agar dapat diterima di jalur yang kedua. dalam hal ini individu mencari berbagai macam pengalaman untuk menghadapi dan memecahkan masalah-masalahnya. 5. Penyesuaian diri dengan melakukan eksplorasi. . Penyesuaian dengan subtitusi. atau mencari di internet. 4.2. diskusi.

Reaksi menyerang. menenggak minuman keras. Sikap dan tingkah laku yang emosional. Reaksi melarikan diri. atau yang lebih parah lagi dia menggunakan narkoba. 2. dalam hal ini individu akan berusaha memilih tindakan mana yang harus dilakukan dan tidak perlu dilakukan. Sikap dan tingkah laku yang serba salah. Contoh : Seorang murid yang menyalahkan gurunya karena nilainya jelek 2. Penyesuaian diri yang salah Ciri-ciri penyesuaian diri yang salah : 1. . 3. Penyesuaian diri dengan pengendalian diri. Contoh : Seorang anak yang berusaha mempertahankan pendapatnya meski pendapatnya salah 3. 4. Sikap dan tingkah laku yang tidak terarah.6. Dalam penyesuaian diri secara salah seseorang individu pasti akan melakukan berbagai bentuk berikut ini : 1. Contoh : Seorang anak ada dilingkungan pengguna narkoba akan tetapi dia menolak saat diberi narkoba b. dalam hal ini individu yang melakukan kesalahan akan menunjukkan sikap dan perilaku yang bersifat menyerang untuk menutupi kesalahannya. Sikap yang tidak realisti dan membabi buta. Contoh : Seseorang yang mempunyai masalah akan tetapi dia menghidar dari masalah tersebut dengan cara melarikan diri. Reaksi Bertahan. dalam hal ini individu berusaha untuk mempertahankan dirinya dengan seolah-olah dia tidak sedang menghadapi kegagalan. dalam hal ini individu akan melarikan diri dari situasi yang menimbulkan konflik atau kegagalannya.

Penyesuaian diri bersifat sepanjang hayat. Namun lingkungan sekolah mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan jiwa. tekanan. Berusaha memahami siswa secara menyeluruh baik prestasi belajar sosial maupun aspek pribadinya. dan sekolah. 3. baik secara sosial. b. adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri demi terciptanya hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. fisik maupun akademis. 2. Penyesuaian pribadi. teman sebaya. C. Berikut ini upaya yang dapat dilakukan untuk proses penyesuaian peserta didik : 1. Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa nyaman bagi siswa. sehingga adanya hubungan timbal balik yang mendidik. .Didalam proses penyesuaian diri dapat terjadi konflik. maksudnya dalam proses penyesuaian diri manusia akan terus menerus berupaya menemukan dan mengatasi tekanan dan tantangan hidup. Implikasi penyesuaian Diri Peserta Didik Implikasi adalah keterlibatan individu dalam proses penyesuian diri.B. Proses dan Aspek-aspek Penyesuaian Diri Proses penyesuaian diri merupakan tahapan individu dalam mencapai keseimbangan diri untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan lingkungannya. atau frustasi jika suatu individu sudah tidak bisa mengatasi masalah/ tuntutannya. Dalam proses implikasi sebaiknya terjadi interaksi edukatif. adalah kemauan untuk mematuhi nilai dan norma social yang berlaku dalam masyarakat. Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa. Dalam proses implikasi peserta didik tidak hanya berada dalam lingkup keluarga saja melainkan adanya keterlibatan di lingkungan masyarakat. Aspek-aspek penyesuaian diri di bedakan menjadi dua yaitu : a. Penyesuaian sosial.

Adanya keteladanan dari para guru dalam segala aspek pendidikan. Membuat tata tertib sekolah yang jelas dan dipahami siswa. 5. 9. 6. 10. 7. Mendapatkan kerja sama dan saling pengertian dari para guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar. 8. Menggunakan metode dan alat mengajar yang mendorong gairah belajar. Melaksanakan program bimbingan belajar dan penyuluhan yang sebaikbaiknya . Menciptakan ruangan kelas yang memenuhi syarat kesehatan.4.

fisik. c) Berusaha memahami siswa secara menyeluruh baik prestasi.2. g) Melaksanakan program bimbingan dan penyuluhan yang sebaik – baiknya. Karena di lingkungan sekolah mereka mendapat pendidikan dan bimbingan moral. e) Menciptakan ruang kelas yang memenuhi syarat kesehatan. b) Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa. yaitu : a) Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa betah bagi PDUSM.8 Permasalahan mremaja dan upaya – upaya menangaminya 1. 2. Implikasi proses penyesuaian diri PDUSM terhadap penyelenggaraan pendidikan Penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan lingkunganya. baik secara sosial. Penyesuaian diri PDUSM sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekolah. Masalah penyesuaian diri PDUSM a)  Penolakan orang tua terhadap anaknya Penolakan yang bersifat sejak awal (orang tua tidak menghendaki kehadiranya) . f) Membuat tata tertib sekolah yang jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Adapun upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proses penyesuaian diri PDUSM. aspek pribadi dan sosial. maupun akademik. d) Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar.

Karakteristik masalah PDUSM Masa remaja bagi remaja itu sendiri adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup mereka.Masa remaja merupakan sebuah periode . Perbedaan perlakuan antara laki – laki dan perempuan e) Akibat Menimbulkan rasa iri f) Remaja yang sering berpindah tempat tinggal. Serta akan bersikap otoriter juga terhadap teman dan yang lainya. Penolakan karena pura – pura tidak tahu keinginan anak (masalah anak) Akibat : PDUSM tidak menyesuaikan diri dengan masyarakat atau teman pergaulanya. b) Sikap over proteksi Akibat : Remaja menjadi tidak mandiri karena selalu mengharap bantuan dan perhatian orang tua. d) Keretakan keluarga Akibat : Menggangu emosional remaja. c) Sikap otoriter Akibat : Remaja akan berani menentang / melawan orang tuanya. 3. Hal itu tentunya remaja harus pindah sekolah yang akhirnya remaja mengalami banyak kesukaran dalam penyesuaian dirinya.

remaja mengalami perubahan yang sangat besar (puber) seperti perubahan suara pada remaja putra atau mulainya menstruasi pada remaja putri. sering mereka menjadi bingung karena kadang – kadang diperlukan sebagai anak – anak.dalam kehidupan manusia yang batasan usia maupun peranya sering tidak terlalu jelas. Secara kritis. 4. Untuk memahami remaja. tetapi dilain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa. yaitu : a) Dimensi biologis Secara biologis. Beberapa masalah PDUSM Permasalahan kesehatan anak usia sekolah . b) Dimensi kognitif Pada periode ini idealnya remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah – masalah yang kompleks dan abstrak. remaja akan lebihbanyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkan dengan hal – hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya . Dalam perkembanganya. c) Dimensi moral Masa remaja adalah periode saat seseorang mulai bertanya – tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi dilingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentuk nilai mereka. perlu dilihat berdasarkan perubahan – perubahan pada dimensi – dimensi.

sehingga membuat individu menjadi terinfeksi pada satu tahap karena tahap berikutnya penuh kecemasan. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah -Jasmani -Jiwa -Rohani -Sosial b. hal ini bisa terjadi jika individu mendapat tekanan f) Menarik diri : Merupakan respon umum dalam mengambil sikap.a. e) Regresi : merupakan respon umum bila berada dalam situasi frustasi. Biasanya disertai dengan depresi atau apatis g) Mengelak : Bila diliputi oleh stress yang lama atau bisa juga mengurung diri agar menghilangkan rasa frustasi h) Denial (menyangka) kenyataan : menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan dengan maksud melindungi dirinya sendiri i) Fantasi : seseorang yang sering merasa mencapai tujuan dan berusaha menghindari dirinya dari suatu peristiwa yang tidak menyenangkan j) Rasionalisasi : Upaya individu untuk mencari alasan untuk membenarkan atau menyembunyikan perilaku yang buruk . Permasalahan kesehatan anak usia sekolah Penanganan masalah remaja dengan cara mekanisme pertahann diri a) Refresi : Upaya individu untuk menyingkirkan konflik batin dan mimpi buruk yang menimbulkan perasaan cemas b) Supresi : proses pengendalian diri yang ditunjukan untuk menjaga impuls dan dorongan yang tetap terjaga c) Reaktion formation (pembentukan realsi) Dikatakan pembentukan realsi ketika dia berusaha menyembunyikan motif dan perasaan yang sesungguhnya dan menyampaikan wajah yyang berlawanan d) Fiksasi : Individu yangada situasi yang membuatnya frustasi dan mengalami kecemasan.

l) Proyeksi : teknik proyeksi biasanya sangat cepat dalam memperlihatkan pribadi individu lain yang tidak dia sukai.k) Intelektualisasi : suatu proses nyang digunakan untuk menghadapi situasi yang seharusnya menimbulkan perasaan yang menekan dirinya. .

BAB III PENUTUP 3. Sehingga pembelajaran menjadi menarik dan peserta didik tidak merasa bahwa belajar adalah sebuah beban tetapi belajar yang menyenangkan. Dan cara mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan metode – metode pembelajaran yang interaktif dan inovatif dan sesuai dengan karakter setiap peserta didik. . Sehingga pemahaman akan pola pertumbuhan dan perkembangan peserta didik sangatlah penting agar pendidikan yang di dapat oleh setiap peserta didik menjadi optimal.3 Kesimpulan Setiap Individu mempunyai cara tumbuh dan berkembang yang berbeda – beda. Setiap Individu mempunyai tahapan – tahapan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

M. Dra.2008..2012. & Asrori. Enung. Bandung:CV.M.. M. M. Pustaka Setia Ali. Bumi Aksara . Psikologi Perkembangan (Cetakan 3). Psikologi Remaja (cetakan kedelapan). Jakarta:PT.DAFTAR PUSTAKA Fatimah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful