RANCANG BANGUN PROTOTYPE PENGAMAN PINTU LABORATORIUM KOMPUTER MENGGUNAKAN KOMBINASI PASSWORD BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 DI SMK

YPM 6 BOJONEGORO

SKRIPSI
Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Program Strata 1 Program Studi Teknik Informatika

Oleh : FATKUR FAUZI 110103218

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK DUTA BANGSA SURAKARTA 2013

HALAMAN PERSETUJUAN

Skripsi ini diajukan oleh : Nama : Fatkur Fauzi NIM : 110103218 Program Studi : Teknik Informatika Judul : Rancang Bangun Prototype Pengaman Pintu Laboratorium Komputer Menggunakan Kombinasi Password Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 di SMK YPM 6 Bojonegoro Telah disetujui oleh Pembimbing Skripsi sebagai bagian persyaratan persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana Program Studi Teknik Informatika.

Tanggal :

Menyetujui,
Pembimbing I Pembimbing II

Wijiyanto, S.Kom, M.Pd, M. Kom

Istiadi, S. Kom

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini diajukan oleh : Nama : Fatkur Fauzi NIM : 110103218 Program Studi : Teknik Informatika Judul : Rancang Bangun Prototype Pengaman Pintu Laboratorium Komputer Menggunakan Kombinasi Password Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 di SMK YPM 6 Bojonegoro Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Teknik Informatika.

DEWAN PENGUJI Ketua Sidang

Eko Purwanto, M. Kom Penguji I Penguji II

Sri Sumarlinda, M. Kom

Wijiyanto, S.Kom, M.Pd, M. Kom

Ditetapkan di Tanggal

: STMIK Duta Bangsa Surakarta : 9 Oktober 2013 Mengetahui, Ketua STMIK Duta Bangsa

Drs. H. Singgih Purnomo, MM

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Fatkur Fauzi NIM : 110103218 Program Studi : Teknik Informatika Telah melaksanakan penelitian dan penulisan Laporan Skripsi dengan judul dan tempat penelitian sebagai berikut : Judul : Rancang Bangun Prototype Pengaman Pintu Laboratorium Komputer Menggunakan Kombinasi Password Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 di SMK YPM 6 Bojonegoro Tempat Penelitian : SMK YPM 6 Bojonegoro Alamat : Jl. Ahmad Yani No. 10 Bojonegoro Telepon : (0353) 884388

Sehubungan dengn Skripsi tersebut, dengan ini saya menyatakan dengan sebenarbenarnya bahwa penelitian dan penulisan Skripsi tersebut merupakan hasil karya saya sendiri (tidak meniru hasil karya orang lain atau tidak menyuruh orang lain untuk mengerjakannya). Bila dikemudian hari ternyata terbukti bahwa bukan saya yang mengerajakannya (membuat), maka saya bersedia dikenakan sanksi yang telah ditetapkan STMIK Duta Bangsa Surakarta yakni Pencabutan Ijazah yang telah saya terima dan Ijazah tersebut dinyatakan tidak sah. Demikian Surat pernyatan ini saya buat dengan sungguh-sungguh, dalam keadaan sadar dan tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Surakarta, 9 Oktober 2013 Yang Menyatakan

Fatkur Fauzi

restu dan motivasinya.HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN Semakin kita berpengetahuan. (Oleh : Mario Teguh) Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahankesalahan yang ia lakukan. dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. semakin banyak cara yang kita ketahui untuk keluar dari kesulitan dan tumbuh menjadi pribadi yang mampu dan berperan bagi kebaikan sesama. 2. . Teruntuk kedua orang tuaku yang sangat aku hormati dan adikadikku dan seluruh keluarga besarku yang selalu memberikan do‟a. Orang yang telah menunjukkan aku arti dari sebuah kepercayaan dan kasih sayang yang sesungguhnya. (Oleh : Dale Carnegie) Karya tulis ilmiah ini kupersembahkan untuk : 1.

S.Kom. H. selaku Kepala SMK YPM 6 Bojonegoro. S. Bapak Istiadi. Kom. M. 6. 7. 4. MM. . 5. selaku Pembantu Ketua I Ketua STMIK Duta Bangsa Surakarta dan dosen pembimbing I. 3. Bapak Joni Maulindar. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada : 1. Achsanun Niam. Kedua Orang Tua dan Keluarga yang telah membantu dengan dukungan moral dan spiritual untuk menyelesaikan Skripsi ini.Pd. Skripsi ini disusun sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Teknik Informatika “Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer “ Duta Bangsa Surakarta. selaku Ketua STMIK DUTA BANGSA Surakarta. Singgih Purnomo.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “Rancang Bangun Prototype Pengaman Pintu Laboratorium Komputer Menggunakan Kombinasi Password Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 di SMK YPM 6 Bojonegoro” dengan baik dan tepat pada waktunya. Kom.Kom. Dengan selesainya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. yang telah meluangkan waktu dan tempat bagi penulis untuk menyelesaikan Skripsi ini. Semua rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang telah membantu kelancaran penulisan Skripsi ini. Bapak Wijiyanto. 2. S. Bapak Drs. Bapak Drs. selaku dosen pembimbing II. selaku Ketua Program Studi S1-Teknik Informatika. M.

untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dan demi perbaikan sangat peneliti harapkan. Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan peneliti khususnya. 9 Oktober 2013 Peneliti . Amin. Surakarta.Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan Skripsi ini masih jauh dari sempurna.

DAFTAR ISI Halaman Judul......................................................................................... Halaman Persetujuan ............................................................................... Halaman Pengesahan .............................................................................. Kata Pengantar ........................................................................................ Daftar Isi.................................................................................................. Daftar Gambar ......................................................................................... Daftar Tabel ............................................................................................ Daftar Lampiran ...................................................................................... Abstrak .................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1.1 Latar Belakang ................................................................ 1.2 Perumusan Masalah ........................................................ 1.3 Batasan Masalah.............................................................. 1.4 Tujuan Penelitian ............................................................ 1.5 Manfaat Penelitian .......................................................... 1.5.1. Secara Teoritis ..................................................... 1.5.2. Secara Praktis ...................................................... 1.6 Tinjauan Pustaka ............................................................. 1.7 Metodologi Penelitian ..................................................... 1.7.1. Jenis dan Sumber Data ........................................ 1.7.2. Metode Pengumpulan Data ................................. 1.7.3. Metode Pengembangan Sistem ........................... 1.8 Sistematika Penulisan ..................................................... BAB II LANDASAN TEORI ............................................................... 2.1 Rancang Bangun ............................................................. 2.2 Prototype ......................................................................... 2.3 Pengaman Pintu............................................................... 2.4 Laboratorium Komputer ................................................. 2.5 Kombinasi Passsword ..................................................... 2.6 Mikrokontroler ................................................................ 2.6.1 Pengertian Mikrokontroler ..................................... 2.6.2 Mikrokontroller ATMega 8535.............................. 2.6.3 Fitur Mikrokontroler ATMega 8535 ...................... 2.6.4 Konfigurasi Pin Mikrokontroler ATMega 8535 .... 2.7 Keypad............................................................................. 2.8 Magnetic Switch .............................................................. 2.9 Modul Liquid Crystal Display (LCD) ............................. 2.10 Selenoid ........................................................................... 2.11 Transistor Sebagai Pengaktif Buzzer .............................. 2.12 Buzzer ............................................................................. 2.13 Light Emiting Diode (LED) ............................................ 2.14 Modem GSM Serial Wavecom M1306B ........................ 2.15 Sistem Komunikasi Serial ............................................... i ii iii iv vi viii ix x 1 1 3 3 4 4 4 4 5 9 9 9 11 14 15 15 17 17 17 19 19 19 20 20 21 23 24 25 29 31 32 30 34 35

2.16 2.17 2.18 2.19 2.20 2.21 2.22 2.23 2.24 2.25

Short Message Service (SMS) ......................................... Protocol Data Unit (PDU) SMS ..................................... PDU Penerimaan (SMS-Deliver) .................................... PDU Pengiriman (SMS-Submit) ..................................... Perintah AT (ATCOMMAND) ....................................... Catu Daya ........................................................................ Software Code Vision AVR Compiler (CV AVR) .......... Software Penggambar Rangkaian ................................... Pemrogaman Bahasa C ................................................... Bagan alir program (program flowchart)........................

38 39 39 40 40 41 43 44 46 50 52 52 52 53 56 58 62 88 91 91 98 122 134 134 135

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ....................... 3.1 Analisis Sistem ................................................................ 3.1.1. Gambaran Umum .................................................. 3.1.2. Analisis Kelemahan Sistem................................... 3.1.3. Analisis Kebutuhan Sistem ................................... 3.2 Perancangan sistem ......................................................... 3.3 Perancangan Hardware ................................................... 3.4 Perancangan Sistem Software ......................................... BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM ..................................................... 4.1 Prinsip Kerja Tiap Rangkaian ......................................... 4.2 Pengujian Tiap Rangkaian .............................................. 4.3 Pengujian Keseluruhan Sistem Alat ................................ BAB V PENUTUP ................................................................................ 5.1 Kesimpulan ..................................................................... 5.2 Saran ................................................................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 2.7 Gambar 2.8 Gambar 2.9 Gambar 2.10 Gambar 2.11 Gambar 2.12 Gambar 2.13 Gambar 2.14 Gambar 2.15 Gambar 2.16 Gambar 2.17 Gambar 2.18 Gambar 2.19 Gambar 2.20 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar 3.6 Gambar 3.7 Gambar 3.8 Gambar 3.9 Gambar 3.10 Gambar 3.11 Gambar 3.12 Gambar 3.13 Gambar 3.14 Gambar 3.15 Gambar 3.16 Gambar 3.17 Gambar 3.18 Gambar 3.19 Gambar 3.20 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3

Bentuk Fisik Mikrokontroler ATMega 8535 .................. Konfigurasi Pin Mikrokontroler ATMega 8535 ............. Keypad 4x3 ..................................................................... Saklar Push Buthon 3 Kaki ............................................. Bentuk Fisik Magnetic Switch ........................................ Modul LCD Karakter 2x16 ............................................. Depok Instrumen ............................................................. Konfigurasi PIN LCD 16x2 ............................................ Kumparan Solenoid ......................................................... Solenoid .......................................................................... Transistor sebagai pengaktif buzzer ................................ Kurva karakteristik transistor .......................................... Bentuk Fisik Buzzer ........................................................ Gambar LED ................................................................... Gambar Modem GSM Serial Wavecom M1306 ............. Gambar Sistem Seluler .................................................... Sinyal Tegangan AC dan Tegangan DC ......................... Susunan Kaki IC Regulator 78xxM ................................ Tampilan Code Vision AVR (CVAVR) ......................... Tampilan Proteus 7 Profesional ...................................... Diagram Blok Sistem ...................................................... Rangkaian Keseluruhan Sistem Pengaman Pintu ........... Rangkaian Simulasi Skematik Sistem Pengaman Pintu . Skema rangkaian elektronik Pengaman pintu ................. PCB Layout Pengaman Pintu .......................................... Rangkaian Mikrokontroler ATMega 8535 ..................... Rangkaian Antarmuka Keypad Matrix 4x3 ..................... Rangkaian Magnetic Switch ............................................ Rangkaian Driver Buzzer dan Solenoid .......................... Rangkaian Antar Muka LCD .......................................... Rangkaian LED ............................................................... Rangkaian Antarmuka Modem GSM.............................. Arsitektur SMS terintegrasi dengan jaringan GSM ........ Elemen jaringan dan arsitektur SMS............................... Rangkaian Catu Daya ...................................................... Tampak Depan Prototype Pintu Ruangan ....................... Tampak Belakang Prototype Pintu Ruangan .................. Miniatur Prototype Pengaman Pintu tampak depan........ Miniatur Prototype Pengaman Pintu tampak dalam ....... Flowchart Program......................................................... Rangkaian Mikrokontroler ATMega 8535 ..................... Rangkaian Komunikasi Serial ......................................... Hasil Pengujian Mikrokontroler ATMega 8535 .............

20 21 23 24 25 26 26 27 29 30 31 31 33 34 35 37 42 43 44 45 60 64 65 66 67 70 72 73 75 76 77 79 81 82 85 86 86 87 87 88 92 96 102

Gambar 4.4 Gambar 4.5 Gambar 4.6 Gambar 4.7 Gambar 4.8 Gambar 4.9 Gambar 4.10 Gambar 4.11 Gambar 4.12 Gambar 4.13 Gambar 4.14 Gambar 4.15 Gambar 4.16 Gambar 4.17 Gambar 4.18 Gambar 4.19 Gambar 4.20 Gambar 4.21 Gambar 4.22 Gambar 4.23

Simulasi Pengujian Mikrokontroler ATMega 8535 ........ Hasil Pengujian Memasukkan Karakter pada Keypad .... Simulasi Pengujian Mikrokontroler ATMega 8535 ........ Penempatan Magnetic Switch Sesuai Toleransi Jarak .... Hasil Pengujian magnetic Switch pintu dibuka ............... Hasil Pengujian Liquid Crystal Display (LCD) .............. Simulasi Pengujian Liquid Crystal Display (LCD)......... Hasil Pengujian LED Indikator ....................................... Simulasi Pengujian LED Indikator ................................. Hasil Pengujian Buzzer dan LED Indikator .................... Hasil Pengujian SMS terkirim (Test SEND SMS OK) ... Hasil Pengujian Catu daya (Switching Power Supply) ... Tampilan Awal Untuk Memasukan Password ............... Tampilan Apabila Password yang Dimasukkan Benar .. Tampilan Solenoid membuka kunci ............................... Tampilan Solenoid menutup kunci ................................. Tampilan Format SMS Apabila Password Benar ........... Tampilan Format SMS Apabila Password salah ............ Tampilan Alat Tampak Depan ........................................ Tampilan Alat Tampak Belakang ...................................

102 104 104 105 107 112 112 116 116 117 121 122 123 124 125 125 125 127 133 133

................. Tabel 3...4..............3. Tabel perbandingan Threats (Ancaman). Perbandingan Mikrokontroler .4 Tabel 4...........1.......10 Tabel 4................... Hasil Pengukuran Rangkaian Catu Daya . Simbol Bagan Alir Program ........ Tabel perbandingan Opportunity (Peluang) .. Tabel 3..................... Hasil Pengujian Kontrol Buzzer .... Pengukuran Tegangan Keluaran Magnetic Switch .........2.................3..... Perbandingan LCD .....DAFTAR TABEL Tabel 2....................... Tabel 3.... Tabel 4........ Perbandingan Selenoid .............. Tabel 4..................... Hubungan Kaki DB9 dan IC Max 232 ... Konfigurasi PIN Mikrokontroler ATMega 8535 ..... Tabel 2........................................... Tabel 3..............1........7................. Tabel 2........................1.......................................... Tabel 3.... Perbandingan Perbandingan Keypad............................. Pengujian Modul Keypad...... Tabel 3..... 25 36 41 44 45 45 46 69 71 73 74 76 78 92 97 103 106 117 121 .............2.. Tabel Perbandingan Strength (Kelebihan) ........... Tabel perbandingan Weakness (Kelemahan) ......5......8...... Tabel 3. Tabel 4.... Tabel 3.......... Tabel 4.......... Fungi Pin LCD 16x2 ...... Tabel 3...... Perbandingan Magnetic Switch ....................... Uraian Perbandingan Jenis Modem ..........9...................................6...... Tipe-Tipe Variabel Data ...........................2.................................................6...............................5.....................................3....... Tabel 3................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lembar Konsultasi Skripsi Datasheet Modem Wavecom M1306B .

Kata kunci : Pengaman Pintu. buzzer dan modem GSM Wavecom untuk mengirimkan sms aktifitas pintu ke pemilik. buzzer dan modem GSM Wavecom sebagai alat untuk mengirim sms.ABSTRAK RANCANG BANGUN PROTOTYPE PENGAMAN PINTU LABORATORIUM KOMPUTER MENGGUNAKAN KOMBINASI PASSWORD BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 DI SMK YPM 6 BOJONEGORO Oleh : Fatkur Fauzi 110103218 Dalam menjaga keamanan pintu laboratorium maka dibutuhkan suatu sistem pengamanan yang baik guna mencegah terjadinya penyusupan dan pencurian peralatan maupun data. Pembuatan pengaman pintu yang telah dirancang telah sesuai dengan apa yang diharapkan. magnetic Switch. Sistem pengaman pintu ini dirancang dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 8535. Mikrokontroler menerima input dari keypad matriks dan magnetic switch kemudian melakukan pengolahan data dan memberikan output berupa LED. berdasarkan hasil pengujian pada saat pintu ditutup secara otomatis pintu akan terkunci dan pada saat membuka pintu dilakukan dengan cara memasukkan password. LED. keypad matriks. Metode pengembangan sistem ini menggunakan metode prototype. Kombinasi Password. . Mikrokontroler ATMega 8535. SMS. Tujuan dari skripsi ini yaitu membangun prototype sistem keamanan pintu untuk laboratorium komputer SMK YPM 6 Bojonegoro secara otomatis berdasarkan input dari keypad dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 8535.

juga berpengaruh terhadap kebutuhan akan pengamanan yang canggih. Sehubungan dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi itu. sehingga manusia tidak ketinggalan. Hal ini terlihat dengan adanya berbagai kemudahan yang ditawarkan dan disediakan. 1 Bengkel Las dan 1 Laboratorium Komputer. Di ruang laboratorium SMK YPM 6 Bojonegoro inilah tidak semua orang bebas masuk. Kebutuhan dapat yang menyangkut keselamatan. SMK YPM 6 Bojonegoro merupakan sekolah kejuruan yang terletak di pusat kota Bojonegoro. 12 Ruang Kelas. atau dengan kata lain dapat memanfaatkan teknologi yang sudah ada. telah berpengaruh dan memiliki arti penting terhadap kehidupan manusia.1. Salah satu perkembangan teknologi yang pesat terlihat pada bidang teknologi berbasiskan komputer.BAB I PENDAHULUAN 1. SMK YPM 6 merupakan sekolah kejuruan yang memiliki fasilitas cukup memadai seperti 1 ruang Kepala Sekolah. kekayaan. 2 Bengkel Kendaraan Bermotor. 1 ruang Guru. maka dibutuhkan sumber daya manusia yang cakap dan siap untuk memanfaatkannya. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat. keamanan negara atau kerahasiaan lainnya. yang mudah dijangkau karena letaknya strategis di samping jalan Raya. karena terdapat peralatan multimedia yang harganya cukup 1 . Meningkatnya teknologi berbasiskan komputer ini.

Dengan demikian fasilitas maupun prasarana yang dimiliki sekolah khususnya fasilitas Laboratorium komputer akan tetap terjaga dan aman dari segala bentuk pembobolan. Untuk meningkatkan keamanan pada laboratorium komputer sekolah. sehingga hanya orang tertentu saja yang dapat mengakses kode ini. Oleh sebab itu. . Untuk menjaga keamanan itu maka dibutuhkan suatu sistem pengamanan yang baik guna mencegah terjadinya penyusupan dan pencurian peralatan maupun data. 2 buah laptop. SMK YPM 6 Bojonegoro harus dapat mencegah kejadian pembobolan pintu yang dapat dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sewaktu-waktu. Pengamanan ruangan secara manual yaitu dengan menggunakan 1 kunci panel dan 3 buah gembok selama ini dinilai masih kurang karena apabila terjadi penyusupan. kehilangan atau pencurian sangat susah dalam mendeteksi pelakunya. 2 buah LCD Projector. Artinya. merupakan hal yang menarik untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dengan merancang suatu sistem yang mampu mengatasi permasalahan tersebut. Keseluruhan kode ini dapat diwujudkan dengan menggunakan kombinasi angka pada tombol keypad. Untuk menjamin tingkat kerahasiaan tersebut dapat digunakan kode dengan berbagai variasi kombinasi. 1 buah kamera Digital SLR dan 1 buah kamera video digital. tentu sistem keamanan sekolah itu sendiri harus dikembangkan.2 mahal seperti 30 Unit Komputer.

e. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas. penulis membatasi masalah pada cakupan pembahasan yang mencakup beberapa hal diantaranya : a. Prinsip kerja keypad Matrix 4x3 sebagai input pada mikrokontroler. Pemograman Buzzer pada mikrokontroler untuk mengaktifkan alarm.3. penulis merumuskan masalah. yaitu “Bagaimana membuat Prototype Pengaman Pintu Laboratorium Komputer Menggunakan Kombinasi Password Berbasis Mikrokontroler ATMega 8535 di SMK YPM 6 Bojonegoro ?” 1.2. d. Batasan Masalah Berdasarkan perumusan masalah di atas.3 1. Pengiriman pesan singkat (Short Message Service/SMS) hanya digunakan sebagai pemberitahuan aktifitas. Pembahasan mengenai perancangan sistem keamanan pintu laboratorium komputer menggunakan bahasa pemograman C++. . c. g. Mengirim pesan singkat (Short Message Service / SMS) dengan modem GSM Wavecom M1306B. f. Pemograman LCD pada mikrokontroler untuk menampilkan hasil eksekusi. Pembahasan mengenai perancangan dan pembuatan prototype sistem keamanan pintu untuk laboratorium komputer SMK YPM 6 Bojonegoro secara otomatis berdasarkan input dari keypad dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 8535 b.

b.7. c. b.2. Penelitian ini dapat menjadi referensi karya tulis ilmiah bagi peneliti selanjutnya. Menguji sistem prototype sistem keamanan pintu apakah dapat berjalan sesuai target yang diharapkan.7. Manfaat Penelitian 1. 1.4 1.5. Secara Praktis a.1. Merancang prototype sistem keamanan pintu untuk laboratorium komputer SMK YPM 6 Bojonegoro secara otomatis berdasarkan input dari keypad dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 8535. b. Sebagai sarana untuk menguji kemampuan dalam mengambangkan ilmu yang didapat dengan mengimplementasikannya di lapangan. Menganalisis perancangan sistem prototype sistem keamanan pintu sebelum di uji coba. . 1. Sebagai masukan positif dan sebagai bahan pertimbangan untuk memacu perancangan sistem keamanan pintu ruangan secara otomatis. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : a. Secara Teoritis a.4. Sebagai sarana kebutuhan untuk meningkatkan sistem keamanan pintu ruangan otomatis yang menggunakan kombinasi password berbasis Mikrokontroler ATMega 8535.

Sistem keamanan pintu ini dapat memberikan keamanan . Penelitian yang dilakukan oleh Raden Supriyanto yang dilakukan pada tahun 2010 “Pembuka Pintu Otomatis Menggunakan Avr Atmega 8535 Dan Sensor Pir”. Tinjauan Pustaka Beberapa kegiatan dan perkembangan mengenai penelitian dengan topik sejenis adalah : a. Untuk dapat lebih mewaspadai tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti pembobolan atau pencurian karena sistem keamanan yang masih manual. b. Mengubah sistem keamanan pintu ruangan yang manual menjadi sistem keamanan pintu ruangan secara otomatis.6. d. Sistem aplikasi ini dapat mendeteksi seorang pencuri dengan sistem alarm pada rumah. dengan menggunakan tahapan – tahapan yang telah disusun secara berurutan. Aplikasi ini menggunakan tombol berupa keypad yang di pergunakan untuk memasukan pasword sebagai perintah manual yang di lengkapi dengan LCD pemantau. 1. Penelitian ini menggunakan sensor inframerah berbasis mikrokontroler Atmega 8535 dengan bahasa asembler. Penelitian yang dilakukan oleh Vebri Prasetyo Utomo yang dilakukan pada tahun 2011 dengan judul “Sistem Alarm Anti pencuri pada rumah mengunakan sensor inframerah berbasis mikrokontroler ATmega 8535”.5 c. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium.

menggunakan program pengendalian. Perbindahan data antara komputer dengan peralatan luar terjadi melalui port-port PPI.0. c. dalam hal ini menggunakan Bahasa Pemrograman Borland Delphi 5. Sebagai pengendali PPI Card.6 karena alat ini berfungsi jika password yang dimasukkan melalui keypad dalam keadaan benar. Jika password yang dimasukkan salah maka akan ada peringatan berupa buzzer akan berbunyi. Sistem keamanan ini menggunakan input yang dibaca dari kombinasi lubang yang ada pada kartu (card) dan kombinasi saklar yang aktif karena ditekan oleh jari user. Jika sensor tidak mendeteksi keberadaan orang di depan pintu maka pintu tetap tertutup. maka sensor pir akan mendeteksi keberadaan orang di depan pintu akan terbuka secara otomatis dan akan tertutup secara otomatis.0”. . Penelitian yang dilakukan oleh Hidayat yang dilakukan pada tahun 2005 “Sistem Pengamanan Pintu Ruangan Menggunakan Kombinasi Password Jari dan Kartu Memanfaatkan PPI 8255 Modus 0 di Dukung Oleh Bahasa Pemrograman Borland Delphi 5.

1. Raden Supriyan to (2010) Pembuka Pintu Otomatis Menggunakan Avr Atmega 8535 Dan Sensor Pir Ketika password dimasukkan salah maka buzzer dengan otomatis langsung nyala (bunyi) Sistem pembuka pintu otomatis ini menggunakan sistem sensor PIR dan tombol keypad sebagai akses masuk. Aplikasi ini menggunakan tombol berupa keypad yang di pergunakan untuk memasukan pasword sebagai perintah manual yang di lengkapi dengan LCD pemantau Hasil penelitian ini yaitu apabila seseorang mau masuk pintu maka harus memasukkan passwordnya terlebih dahulu seandainya sesuai dengan password yang benar maka sensor Pir akan medeteksi apakah ada seseorang didepan pintu. Peneliti Vebri Prasetyo Utomo (2011) Judul Sistem Alarm Anti pencuri pada rumah mengunakan sensor inframerah berbasis mikrokontroler ATmega 8535 Hasil Penelitian ini menggunakan sensor inframerah berbasis mikrokontroler Atmega 8535 dengan bahasa asembler. . sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan kombinasi password yang nantinya ketika pintu ini terbuka dengan paksa maka buzzer akan berbunyi dan modem wavecom akan mengirimkan pesan singkat kepada salah satu pihak sekolah 2. maka sensor yang terpasang tersebut akan memberikan sinyal ke mikrokontro ler Pintu dapat membuka dan menutup secara otomatis selama 5 detik setelah password dimasukkan dengan benar dan pintu akan tertutup apabila sensor tidak mendeteksi. Kekurangan Pada siang hari kepekaan sensor inframerah terhadap objek lemah Perbedaan Sistem Alarm Anti pencuri pada rumah menggunakan sensor inframerah. User melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada Kelebihan Setiap celah akses masuk atau keluar rumah (pintu dan jendela) sudah terpasang sensor. Tetapi belum dilengkapi tingkat keamanannya ketika di bobol sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan kombinasi password yang nantinya buzzer ini akan berbunyi dan mengirimkan pesan singkat kepada guru maupun petugas keamanan. Sehingga apabila ada seseorang yang membuka salah satu dari celah masuk tersebut.7 TABEL PERBEDAAN PENELITIAN TERDAHULU No.

sensor kartu sehingga juga membutuhkan dana yang banyak. Selain itu apabila user lupa membawa kartu maka user tidak dapat masuk. maka dapat dilihat dari database para user yang masuk pada saat itu sehingga memudahkan dalam mencari penyusup tesebut Membutuhkan komponen yang lebih banyak seperti PC. dan mengirimkan pesan singkat kepada guru maupun petugas keamanan. Sistem pengamanan pintu ruangan ini menggunakan sensor jari dan kartu tanpa adanya output buzzer sedangkan sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan kombinasi password dari keypad serta menggunakan output buzzer. karena hanya orang yang memegang card dan sudah terdaftar dalam database komputer saja yang bisa membuka pintu Apabila terjadi penyusupan.8 3 Hidayat (2005) Sistem Pengamanan Pintu Ruangan Menggunakan Kombinasi Password Jari dan Kartu Memanfaatkan PPI 8255 Modus 0 di Dukung Oleh Bahasa Pemrograman Borland Delphi 5. .0 maka pintu tersebut akan terbuka secara otomatis dengan motor dc sebagai pengerak pintu. sensor jari. Dengan adanya sistem pengamanan berbasiskan komputer maka orang-orang yang bisa masuk dapat dikontrol.

Contoh buku referensi yang digunakan peneliti dalam menyusun skripsi adalah pemrograman bahasa C untuk .2. Metodologi Penelitian 1. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah: a. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.7. 2.7.7. Metode Literatur Metode ini merupakan metode pengumpulan data dan referensi baik dari media cetak maupun elektronik yang menunjang dalam penyusunan dan pembuatan skripsi. Data Primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari hasil penelitian lapangan (Field Reseach) melalui wawancara langsung yang dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yaitu daftar pertanyaan yang relevan dengan objek penelitian pada instansi SMK YPM 6 Bojonegoro. Sumber Data Adapun data yang dikumpulkan oleh penulis adalah bersumber dari data kualitatif yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak-pihak yang terkait dengan objek penelitian 1. Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari pihak lain maupun sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini b. Salah satu sumber acuan peneliti adalah buku referensi.9 1.1. Jenis dan Sumber Data a.

Metode Observasi Metode ini merupakan metode pengumpulan data dengan cara pengamatan secara langsung di ruang laboratorium SMK YPM 6 Bojonegoro. Wawancara Metode wawancara dilaksanakan dengan cara mengajukan pertanyaan kepada Kepala SMK YPM 6 Bojonegoro yaitu Bpk. karangan Ary Heryanto. maupun pemasangan rangkaian sistem keamanan pintu. Drs.10 mikrokontroler ATMega 8535. Sehingga mengetahui kebutuhan yang diperlukan untuk perancangan sistem keamanan pintu ruangan seperti penempatan Keypad. Contoh : Peneliti : Bagaimana sistem keamanan pintu rungan laboratorium yang Bapak pimpin sekarang ini ? Peneliti : Apakah Bapak memiliki pendapat atau ide agar sistem keamanan pintu ruangan lebih baik ? . M dan P. Wisnu Adi. Yogyakarta. Achsanun Niam yang menyarankan untuk pengembangan sistem keamanan pintu ruangan laboratorium agar lebih aman dalam mencegah pembobolan atau pencurian. diterbitkan oleh Andi Offset. Dengan observasi ini diharapkan mendapatkan data yang akan menjadi sebuah bahan referensi terhadap perancangan sistem keamanan pintu ruangan. b. c. Buzzer.

baik yang meliputi model interface. Menurut Raymond McLeod.11 1. dan garis besar sistem yang akan dibuat. prototype didefinisikan sebagai alat yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara system berfungsi dalam bentuk lengkapnya.7. maupun dalam teknologi yang akan digunakan. Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem pada Skripsi ini menggunakan metode prototype.3. analisa sistem bekerja sama dengan pemrogram dalam mengembangkan prototype sistem untuk memperlihatkan kepada pemesanan permodelan sistem yang akan dibangunnya. Selanjutnya peneliti menjelaskan format seluruh perangkat lunak. b. teknik prosedural. Mengidentifikasi Kebutuhan Pemakai Pada tahap ini analisis sistem akan melakukan studi kelayakan dan studi terhadap kebutuhan pemakai. mengidentifikasikan semua kebutuhan. Mengembangkan Prototype Pada tahap kedua ini. Misalnya : menentukan kebutuhan pemakai dengan cara wawancara user (pihak sekolah) dalam penelitian ini untuk mendapatkan ide tentang apa yang diinginkan oleh user dari sistem yang akan dikembangkan. Pada tahap ini peneliti membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan . Menurut (Raymond : 2001) tahapan yang harus dilaksanakan pada model prototype adalah sebagai berikut : a.

Kalau prototype diterima dilanjutkan ke tahap 4. Dari kesempatan uji coba ini. sesuai dengan kebutuhan. c. Kalau ada perbaikan maka langkah berikutnya adalah mengulangi tahap1. 2 dan 3 dengan pengertian yang lebih baik tentang apa yang diinginkan oleh user.. peneliti menggunakan bahasa pemrograman C++ dan program compiler code vision AVR e. Menentukan Prototype Pada tahap ketiga. . Analis sistem memperkenalkan prototype kepada user. Pengujian ini dilakukan dengan White Box. mengembangkan prototype. Peneliti dapat memanfaatkan satu atau beberapa alat bantu untuk pembuatan prototype. Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai. Mengadakan Sistem Operasional melalui Pemrograman Sistem Tahap keempat yaitu tahap pembuatan program aplikasi berdasarkan pemodelan yang telah disepakati. menuntun user untuk mengenali karakteristik dari prototype. Menentukan apakah protoype dapat diterima oleh pemesan atau pemakai. user akan memberikan pendapatnya pada analis system. harus dites dahulu sebelum digunakan. Menguji Sistem Operasional Pada tahap ini akan dilakukan uji coba sistem yang telah disusun baik menggunakan data sekunder maupun data primer untuk memastikan bahwa sistem tersebut dapat berlangsung dengan baik dan benar. Black Box. Pada penelitian ini misalnya. d.12 format output).

f. apakah sistem operasional yang sudah dibangun dapat diterima atau harus dilakukan beberapa perbaikan.5. atau bahkan harus dibongkar semuanya dan mulai dari awal lagi. pengujian arsitektur dan lain-lain. Pada tahap ini peneliti memasukkan program yang sudah selesai ke dalam IC Mikro dan selanjutnya alat pengaman pintu laboratorium ini dijalankan. apakah system sudah berjalan dengan baik atau belum. Menentukan Sistem Operasional Tahap ini adalah tahap penentuan.13 Basis Path. g. Implementasi Sistem Tahap implementasi sistem adalah tahap penerapan sistem yang akan dilakukan jika sistem disetujui. Pada tahap ini peneliti melakukan koreksi tentang kesalahankesalahan yang ditemukan sehingga diharapkan sistem akan lebih sesuai dengan kebutuhan perancangan awal. . Misalnya : pada penelitian ini. peneliti menguji hasil rancangan pheriperal dengan mensimulasikan secara grafis dengan program Proteus Versi 7.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Bab ini membahas tentang analisis sistem. BAB IV IMPELEMENTASI SISTEM Bab ini membahas tentang prinsip kerja tiap rangkaian. metodologi penelitian dan sistematika penulisan BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas tentang referensi penunjang yang menjelaskan fungsi dari perangkat-perangkat yang digunakan dalam pembuatan laporan skripsi ini.8. batasan masalah. tujuan penelitian. pengujian tiap rangkaian dan pengujian alat. perancangan sistem.14 1. Sistematika Penulisan Dalam pembahasan skripsi dilakukan dengan membagi tiap–tiap bab sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab I merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . perumusan masalah. perancangan hardware dan perancangan sistem software. BAB V PENUTUP Bab ini membahas tentang kesimpulan dan saran dari pembuatan laporan skripsi ini. manfaat penelitian..

Dalam desain.1. kata rancang berarti mengatur segala sesuatu sebelum bertindak. dan proses untuk menghasilkan sebuah prototype disebut prototyping (Raymond. prototype didefinisikan sebagai alat yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara system berfungsi dalam bentuk lengkapnya. Prototype 2. 2001). Pengertian Prototype Menurut Raymond McLeod. 8. Rancang bangun berarti merencanakan atau mendesain sesuatu yang akan dibuat (Departemen Pendidikan Nasional. 2002). sebuah prototype dibuat sebelum dikembangkan atau justru dibuat khusus untuk pengembangan sebelum dibuat dalam skala sebenarnya atau sebelum diproduksi secara massal. Sedangkan kata bangun berarti sesuatu yang didirikan (Departemen Pendidikan Nasional. Prototype merupakan bentuk awal (contoh) atau standar ukuran dari sebuah entitas. 2002).1. Rancang Bangun Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Permasalahan kedua 15 . Dalam menyelesaikan proyek software akan terdapat satu pendapat bahwa masalah pertama adalah memperoleh kebutuhan dari user. mengerjakan atau melakukan sesuatu untuk merencanakan.BAB II LANDASAN TEORI 8.2.2.

Spesifikasi fungsional mencoba untuk menggambarkan sistem yang berbasis grafik dan narasi. memungkinkan dimodifikasi beberapa kali sampai keadaaan yang ditetapkan user. Jika perubahan diperlukan prototipe dapat dimodifikasi. berlaku. user dapat mengenal melalui komputer. menyentuh dan menggunakan ‘model’ atau prototipe dari tujuan sistem dapat langsung menilai kegunaan sistem. 2.2. Prototipe dapat memecahkan masalah ini untuk tipe-tipe tertentu dalam sistem. bagaimana sistem akan berlaku dan berjalan. Pertama. spesifikasi fungsional biasanya menimbulkan kesalah pahaman. user belajar mengenai . Kesalah pahaman antara user dan analis mengakibatkan perubahan yang berarti atau sistem tidak akan pernah sempurna dalam pelaksanaannya atau sekaligus ditolak. Keuntungan dari prototype Keuntungan dari prototype meliputi : 1. tetapigambar dan penjelasan tidak dapat menerangkan cara sistem tersebut berjalan. Seperti halnya ketika akan menilai sebuah mobil tanpa mencobanya. 2. user juga tidak dapat menilai dari spesifikasi fungsional. Tetapi jika user dapat melihat. User dapat mempertimbangkan sedikit perubahan selama masih bentuk prototipe. Memberikan hasil yang lebih akurat dari pada perkiraan sebelumnya.16 adalah berdasarkan persetujuan spesifikasi fungsional (FS). User merasa puas. dan mempengaruhi bisnis user. Sebagai tambahan. karena fungsi yang diinginkan dan kerumitannya sudah dapat diketahui dengan baik. Dengan melakukan prototipe (dengan analisis yang sudah ada). 3.2.

17 komputer dan aplikasi yang akan dibuatkan untuknya. 2010). eksperimen. Sedangkan Pintu adalah tempat untuk masuk dan keluar. Pengaman pintu adalah alat yang digunakan untuk menghindarkan atau mencegah seseorang masuk tanpa izin dapat berupa pengunci atau suara sehingga membantu pemilik tempat terhindar dari tindakan penyusupan. laboratorium diartikan sebagai suatu tempat untuk mengadakan percobaan. dan biologi atau bidang ilmu lain. 8. Pengaman Pintu Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengaman adalah alat untuk menghindarkan atau mencegah terjadinya kecelakaan. 8. Ini berarti bahwa pintu adalah suatu benda penghubung untuk melakukan aktivitas memasuki sesuatu atau keluar dari sesuatu tempat. 2002). Laboratorium Komputer Laboratorium adalah tempat riset ilmiah. pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. dan sebagainya yang berhubungan dengan ilmu fisika. penyelidikan.4. kimia. user terlibat langsung dari awal dan memotivasi semangat untuk mendukung analisis selama proyek berlangsung (Rangga Permana.3. Sementara menurut Emha (2002). . 2007). Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali (Anonim. Jika dikaitkan dengan rumah tinggal maka pengertian pintu adalah tempat untuk keluar-masuk pada tempat tinggal manusia (Departemen Pendidikan Nasional. Kedua.

eksperimen. biologi. dan badan peneliti ilmiah. kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain. kamar. Berdasarkan definisi tersebut. dan kimia atau bidang ilmu lain. perkantoran. . atau ruangan terbuka. pengukuran ataupun pelatihan ilmiah yang berhubungan dengan ilmu komputer dan memiliki beberapa komputer dalam satu jaringan untuk penggunaan oleh kalangan tertentu.18 Pengertian lain menurut Sukarso (2005). yang merupakan suatu ruangan tertutup. laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika. lab komputer biasa dijumpai di sekolah-sekolah. dengan atau tanpa alat bantu. Lab komputer juga umumnya memiliki perangkat tambahan seperti pencetak dan pemindai untuk menunjang kebutuhan (Wikipedia. Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. misalnya kebun dan lain-lain. tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Laboratorium komputer adalah tempat riset ilmiah. 2006). Berbeda dengan warung internet yang dalam penggunaannya lebih ditujukan untuk umum. laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan kegiatan kerja untuk mernghasilkan sesuatu.

Sedangkan yang dimaksud dengan prekembangan teknologi baru adalah perkembangan teknologi semikonduktor yang memungkinkan pembutan chip dengan kemampuan komputasi yang sangat cepat. yang pertama adalah kebutuhan pasar (market need) dan yang kedua adalah perkembangan teknologi baru.19 8.1. .6. dan harga yang semakin murah. Mikrokontroler merupakan single chip computer yang memiliki kemampuan untuk diprogram dan digunakan untuk tugas-tugas yang berorientasi control Mikrokontroler datang dengan dua alasan utama.6. 2002).5. Pengertian Mikrokontroler Mikrokontroler adalah suatu alat atau komponen pengontrol atau pengendali yang berukuran kecil (mikro) (Andi. 8. Yang dimaksud dengan kebutuhan pasar adalah kebutuhan yang luas dari produk-produk elektronik akan perangkat pintar sebagai pengontrol dan pemroses data. atau ciri-ciri khusus yang harus diingat. Password adalah suatu bentuk dari data otentikasi rahasia yang digunakan untuk mengontrol akses ke dalam suatu sumber informasi. 2006:1). suara. Kombinasi Password Kombinasi adalah menggabungkan beberapa objek dari suatu grup tanpa memperhatikan urutan (Wikipedia. Mikrokontroler 2. bentuk yang semakin mungil. Kombinasi password adalah kode sandi yang harus dimasukkan ke dalam suatu sistem baik itu sistem komputer yang menggunakan system operasi windows atau bukan yang berupa karakter tulisan.

Mikrokontroler ATMega 8535 Mikrokontroler ATMega 8535 adalah mikrokontroler keluarga AVR dengan fitur yang komplit dengan jumlah kaki I/O yang banyak..20 2. 8KB flash.3. 8 bit AVR berbasis RISC dengan performa tinggi dan konsumsi daya rendah. 3). b. Wisnu Adi P. Mikrokontroler ATMega 8535 memiliki I/O digital sebanyak 32 buah yang terbagi menjadi 4 port yakni PORTA. maka Mikrokontroler ATMega 8535 sangat cocok sebagai sarana untuk mempelajari dan mendalami fitur-fitur mikrokontroler AVR.6. c. Gambar 2. 512 EEPEROM. ST & Ir. Mikrokontroler berkaki 40 (Dual-Inline Package) ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada system yang membutuhkan banyak kaki I/O baik digital maupun analog. Kedelapan kaki PORTA dapat digunakan ADC dengan resolusi 10-bit. Fitur Mikrokontroler ATMega 8535 Mikrokontroler ATMega 8535 memiliki fitur sebagai berikut: a. 512 byte SRAM. 2008: 3) 2. Dengan kemampuan yang terkesan maksimal. dan PORTD.6.1 Bentuk Fisik Mikrokontroler ATMega 8535 (Sumber : M. PORTC.2. Ary Heryanto. . Memori : 1). 2). PORTB. Kecepatan maksimal 16 MHz.

dan PORTD. e. Wisnu Adi P. PORTC. h. 4 kanal PWM. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran. Unit interupsi internal dan eksternal. f. g... Konfigurasi Pin Mikrokontroler ATMega 8535 U1 1 2 3 4 5 6 7 8 14 15 16 17 18 19 20 21 12 13 9 PB0/T0/XCK PB1/T1 PB2/AIN0/INT2 PB3/AIN1/OC0 PB4/SS PB5/MOSI PB6/MISO PB7/SCK PD0/RXD PD1/TXD PD2/INT0 PD3/INT1 PD4/OC1B PD5/OC1A PD6/ICP1 PD7/OC2 XTAL1 XTAL2 RESET ATMEGA8535 PA0/ADC0 PA1/ADC1 PA2/ADC2 PA3/ADC3 PA4/ADC4 PA5/ADC5 PA6/ADC6 PA7/ADC7 PC0/SCL PC1/SDA PC2 PC3 PC4 PC5 PC6/TOSC1 PC7/TOSC2 40 39 38 37 36 35 34 33 22 23 24 25 26 27 28 29 AREF AVCC 32 30 Gambar 2. ST & Ir.21 d. Ary Heryanto.6. Ary Heryanto. 2008: 3) . 32 jalur I/O yaitu PORTA. Wisnu Adi P. 3).4. Antarmuka komparator analog. ST & Ir. 1 buah 16 bit timer/counter. (M. 2). Timer/Counter : 1). PORTB.2 Konfigurasi Pin Mikrokontroler ATMega 8535 (Sumber : M. 2008: 1-2) 2. Programable Serial USART untuk komunikasi serial. i. 2 buah 8 bit timer/counter.

VCC merupakan pin masukan positif catu daya 5V. PORTA (PA0…PA7) merupakan pin I/O dua arah dan dapat diprogram sebagai pin masukan ADC. komparator analog dan timer osilator. Wisnu Adi P. interupsi eksternal dan komunikasi serial. ST & Ir. AREF sebagai pin masukan tegangan referensi. Ary Heryanto. (M. komparator analog. Suatu mikrokontroler membutuhkan sumber clock agar dapat mengeksekusi intruksi yang ada di memori. PORTB (PB0…PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus yaitu. g. PORTD ( PC0…PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus yaitu. h. Reset merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler. Semakin tinggi nilai kristalnya. 2008: 3) . AVCC sebagi pin masukan tegangan ADC. XTAL1 dan XTAL2 sebagai pin masukan clock eksternal.22 Konfigurasi pin dari mkrokontroler ATMega 8535 sebanyak 40 pin dapat dilihat pada gambar diatas.. f. i. GND sebagai ping ground. komparator analog dan SPI. TWI. d. PORTC (PC0…PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus yaitu. k. c. maka semakin cepat mikrokontroler tersebut. j. e. timer/counter. Dari gambar tersebut dapat dijelaskan secara fungsional pin ATMega 8535 sebagai berikut : b.

input absensi. maka akan membentuk data tertentu pada port B.7. Kolom 1 dihubungkan ke PB. baris 4 ke PB. Keypad 4x3 (Sumber : M.3. Gambar 2. 2008:63) Keypad digunakan untuk memberikan data masukan password ke mikrokontroler ketika tombol ditekan. kolom 2 ke PB.6. .7 dan common ke ground.2. Keypad Keypad adalah saklar-saklar push button yang disusun secara matriks yang berfungsi untuk menginput data seperti. baris 2 ke PB. Keypad yang digunakan pada rangkaian ini yaitu keypad terdiri atas 3 kolom dan 4 baris dengan sebuah common. input pintu otomatis.4. Dengan keypad jenis ini pengambilan data dari keypad menggunakan polling biasa.1. baris 3 ke PB. Wisnu Adi P. ST & Ir..3. baris 1 ke PB. baris dan Kolom yang berhubungan akan terhubung ke ground sehingga kondisi baris dan kolom tersebut akan berlogika menghubungkan pin-pin keypad ke port B. Pada kondisi tidak terjadi penekanan tombol keypad.5. Ary Heryanto.23 8. kolom 3 ke PB. kondisi pada port B adalah logika 1 pada setiap bitnya Kemudian ketika salah satu tombol keypad ditekan. input datalogger dan sebagainya.

Pada kondisi kedua adalah saat saklar ditekan. kondisi pertama yaitu pada saat saklar tidak ditekan. ST & Ir. Dalam pemasangannya magnetic switch ini dapat dipasang dengan cara ditanam di bagian pintu atau hanya ditempelkan saja di jendela. Saklar-saklar push button yang menyusun keypad yang digunakan umumnya mempunyai 3 kaki dan 2 kondisi.. Magnetic Switch Magnetic switch merupakan saklar yang dapat merespon medan magnet yang berada disekitarnya.4. Magnetic switch tersebut biasa digunakan untuk pengamanan pada pintu dan jendela. Ary Heryanto. Magnetic switch ini seperti halnya sensor limit switch yang diberikan tambahan plat logam yang dapat merespon adanya magnet.8. 2 dan 3 akan terhubung dan berlogika 0. (a) Keadaan saat saklar tidak dìtekan (berlogika 1) (b) Keadaan saat saklar dìtekan (berlogika 0) Gambar 2. dapat . Saklar Push Button 3 Kaki (Sumber : M. 2 dan 3 tidak terhubung (berlogika 1). maka antara kaki 1. dan tombol “#” tidak diperlukan maka tombol tersebut tidak difungsikan sementara.24 Jumlah angka yang dapat dimasukkan sebagai data (password) dibatasi hanya 3 angka saja. 2008:64) 8. maka kaki 1. sedangkan tombol “*” digunakan untuk tombol enter. Pemasangannya pun dapat dilakukan pada pintu atau jendela dengan berbagai bahan. Wisnu Adi P.

Modul LCD dilengkapi terminal keluaran yang digunakan sebagai jalur kominikasi dengan mikrokontoller. Berikut adalah gambar konstruksi magnetic switch.25 dipasang pada pintu atau jendela yang terbuat dari kayu atau dari logam.5 Bentuk Fisik Magnetic Switch (Sumber : Heiman. Pada modul LCD telah terdapat suatu driver yang berfungsi untuk mengendalikan tampilan pada layer LCD. dan sebagainya. artinya semua informasi yang dikomunikasikan memakai kode American Standart Code for Information Interchange (ASCII). LCD matrik memiliki konfigurasi 16 karakter dan 2 baris dengan setiap karakternya dibentuk oleh 8 baris pixel dan 5 kolom pixel. Komunikasi data yang dipakai menggunakan mode teks. kode ini diterima dan diolah mikroposesor LCD menjadi titik-titik pada dotmatrik yang terbaca sebagai huruf dan angka. LCD mengirim dan penerima data bit atau .9. handphone. seperti aluminium. Modul Liquid Crystal Display (LCD) Liquid Crystal Display (LCD) adalah suatu diplay dari bahan cairan kristal yang pengoperasiannya menganut system dot matrik. Denga demikian tugas mokrokontroller hanyalah mengirim kode-kode ASCII untuk ditampilkan. Huruf dan angka yang akan ditampilkan dalam bentuk kode ASCII. Gambar 2. LCD banyak diaplikasikan untuk alat-alat elektronika seperti kalkulator. laptop. 2011) 8.

6. Wisnu Adi P. ST & Ir. 2008: 50) Konfigurasi pin dari LCD ditunjukkan pada gambar 2. artinya terdapat kolom dalam 2 baris ruang karakter. Modul LCD Karakter 2x16 (Sumber : M. yaitu jumlah kolom karakter dikali jumlah baris karakter. ST & Ir. Gambar 2. Sedangkan LCD grafik adalah LCD yang tampilannya tidak terbatas. LCD 2*16. bahkan dapat menampilkan foto. Dalam pembahasan kali ini akan dikonsentrasikan pada LCD jenis LCD karakter yang beredar dipasaran biasa dituliskan dengan bilangan matrik dari jumlah karakter yang dapat dituliskan pada LCD tersebut.7 Depok Instrumen (Sumber : M.. yang berarti total karakter yang dapat dituliskan adalah 32 karakter. Sebagai contoh. 2008: 48) LCD karakter adalah LCD yang tampilannya terbatas pada tampilan karakter. Ary Heryanto.26 bit dari perangkat prosesor kemudian data tersebtu diproses dan ditampilkan berupa titik-titik yang membentuk karakter atau huruf. khususnya karakter ASCII. Gambar 2. Ary Heryanto. LCD grafik inilah yang terus berkembang seperti layar LCD yang biasa dilihat di notebook/laptop. Wisnu Adi P.9 dibawah ini : ..

bekerja pada suhu 0ºC sampai 55ºC 7 8 9 10 11 12 13 14 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 . Satu sumber tegangan 5 volt 8. Terdapat 192 macam karakter 4. Memiliki kemampuan penulisan dengan 8 bit maupun dengan 4 bit 6. Wisnu Adi P.. 2008: 50) Modul LCD memiliki karasteristik sebagai berikut : 1. Ary Heryanto. Otomatis reset saat tegangan dihidupkan 9. Dibangun dengan osilator local 7. Terdapat 16 x 2 karakter huruf yang bisa ditampilkan 2. Terdapat 8x8 bit display RAM (maksimal 8 karakter) 5. ST & Ir. setiap huruf terdiri dari 5x7 dot matrik kursor 3.27 LCD1 LM016L VSS VDD VEE RS RW E 4 5 6 1 2 3 Gambar 2.8 Konfigurasi Pin LCD 16x2 (Sumber : M.

. . 2008:50 Pin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Simbol Vss Vdd/Vcc Vee / V0 RS R/W E DBO DB1 DB2 DB3 DB4 DB5 DB6 DB7 VB+ VBLevel 0/1 0/1 0/1 0/1 0/1 0/1 0/1 0/1 0/1 0/1 Fungsi Power Supply (GND) Power Supply (+ 5 V) Contrast Input 0 = Instruction Input 1 = Data Input 0=write to LCD module 1= Read from LCD Module Enable Signal Data Pin 0 Data Pin 1 Data Pin 2 Data Pin 3 Data Pin 4 Data Pin 5 Data Pin 6 Data Pin 7 Back Light (+ 5 V) Back Light (GND) Aliran data /perintah ke LCD terbagi dua mode : a. RW = dan E berubah dari 1 ke 0. RW dan E sangat menentukan dalam proses pengiriman data ke LCD. RW = dan E berubah dari 1 ke 0. Jika RS = 0. Wisnu Adi P. kombinasi sinyal RS.1. Mode 4 bit : Menggunakan DB4 hingga DB7 Seluruh pengiriman data ke LCD melalui saluran data DB4. DB7. Mode 8 bit : Menggunakan DB hingga DB7 b. ST & Ir. Ary Heryanto.28 Tabel 2. Kombinasi sinyal tersebut adalah : 1. maka data yang dikirim adalahperintah yang harus dilaksanakan oleh mikroposessor pada LCD 2. Fungsi Pin LCD 16x2 Sumber : M. Jika RS=1. maka data yang dikirim kode ASCII yang ditampilkan.

Secara ideal. 2001) Apabila kita alirkan listrik kepada batang besi yang kita tempatkan di tengah lilitan.9 Kumparan Solenoid (Sumber : Halliday. solenoida ini merupakan medan magnet yang sangat kuat pada inti besinya. 8. Maka akan menghasilkan medan elektromagnet yang sama dan konstan yang bersifat paralel terhadap inti besi yang menjadi sumbunya.10. Solenoid Solenoid adalah sebuah lilitan kawat tembaga yang kemudian dililitkan dengan rapat pada sebuah inti besi untuk menghasilkan medan elektromagnet. maka batang besi tersebut akan mendapatkan induksi magnet dan akhirnya . maka pola karakter tersebut tidak akan hilang walaupun power suplay tidak aktif. solenoid memiliki panjang lilitan yang tak berhingga dengan lilitan dari kabelnya yang rapat saling berhimpit satu sama lainnya.29 Pada LCD terdapat GGROM yang merupakan memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter dimana pola tersebut sudah ditentukan secara permanent dari HD4478 sehingga pengguna tidak dapat mengubah lagi. Lilitan tersebut disebut solenoida. Karena ROM bersifat permanen. Gambar 2. dengan asumsi bahwa panjang lilitan tersebut lebih besar dari diameter kabel atau tembaganya. Untuk menampilkan pola karakter A ke LCD maka HD4478 akan mengambil data di alamat 41H (0100001) yang ada pada CGROM.

Ketika inti besi tersebut dimasukkan ke tengah kumparan yang penuh dengan medan magnet. 2010) . Dengan penempatan sebagian batang besi tersebut berada di dalam solenoid dan sebagiannya lagi di sebelah luarnya. menutup dan mengunci pintu. Prisip kerja dari sebuah solenoid DC cukup mirip dengan sebuah solenoida AC. Inti besi yang berbentuk bulat dan kerucut itu. Sementara di bagian bawahnya terdapat area yang cukup luas untuk menyalurkan aliran fluks magnet tersebut Gambar 2.30 dapat menjadi magnet. maka permukaan ujung yang satunya lagi memiliki kutub negatif. salah satu ujungnya memiliki kutub positif. Hal ini yang dimanfaatkan untuk menggerakkan tuas. keduanya dirancang khusus dan menghasilkan medan electromagnet. Batang besi yang terinduksi magnet tersebut akan menarik masuk benda berbahan logam ke dalam solenoid.10 Gambar Selonoid (Sumber : Delta-Electronik. atau menggerakkan slot kunci pintu.

11 Transistor Sebagai Pengaktif Buzzer (Sumber : Prihono.11. Pada saat transistor digunakan sebagai saklar. Gambar 2. 2011:20) Saat sebuah transistor digunakan pada suatu rangkaian. Transistor memiliki kurva karasteristik input. fungsi dari transistor tersebut ditentukan oleh kurva karasteristiknya.31 8. Transistor sebagai pengaktif Buzzer RL1 D1 BB212 12V BUZ1 BUZZER R1 10k Q1 BC817-16 Gambar 2.12 Kurva karasteristik transistor (Sumber : Prihono. output dan transfer. 2011:20) . maka daerah yang digunakan pada kurva karasteristik ialah daerah cut-offdan daerah saturasi. yang paling umum digunakan adalah kurva karasteristik output.

Pada saat saturasi kondisi dari transistor adalah arus basis maksimal (IB=Max) sehingga menghasilkan arus kolektor mksimal (IC=Max) dan tegangan kolektor Emitor minimum (VCE=0). Titik B pada diagram diatas adalah kondisi saat transistor ON dimana IC akan menjadi 20 mA (sama dengan urus beban) dan VCE nilainya sangat kecil hampir mendekati nol.32 Daerah yang diarsir kuning adalah daerah cut-off. Pada saat cut-off kondisi dari suatu transistor adalah arus basis sama dengan nol (IB=0). IC (arus kolektor) akan menjadi nol sedangkan VCE (tegangan kolektoremitor) akan menjadi hampir sama dengan tegangan supply (5V DC). kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar. Buzzer Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi electromagnet. arus output pada kolektor sama dengan nol dengan tegangan pada kolektor maksimum atau sama dengan tegangan supply (VCE=VCC). Garis beban dapat dibangun apabila mengetahui arus beban pada rangkaian dan tegangan operasinya. tergantungdari arah . Garis yang ditarik dari titik A ke titik B ini yang dinamakan garis beban Berikut perumusan dari transistor : hfe = Ic/Ib . Titik pada diagram dibawah adala kondisi saat transistor OFF.12. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hamper sama dengan loud speaker. Daerah arsir merah adalah daerah saturasi. 8.

ataupun pada jam alarm. Strukturnya sama dengan dioda. Buzzer kebanyakan digunakan sebagai indicator terhadap sesuatu. dimna buzzer hanya memiliki dua kaki yaitu kaki positif dan kaki negatif. Gambar 2.13.13. karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer merupakan speaker atau device yang digunakan untuk mengeluarkan suara atau bunyi. Berikut ini adalah gambar dari buzzer. Bentuk Fisik Buzzer (Alarm) (Sumber : Prihono. semakin besar buzzer yang digunakan. 2011:30) 8. maka tentunya penggunaan tegangan dan arusnya juga lebih besar. dari yang kecil hingga yang besar. Light Emiting Diode (LED) LED adalah singkatan dari Light Emiting Dioda. tetapi belakangan ditemukan . Bunyi yang dihasilkan ini hanya satu nada.33 arus dan polaritas magnetnya. Buzzer tedapat banyak jenis. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm). LED merupakan produk temuan lain setelah dioda. merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. yang biasanya banyak digunakan pada sensor keamanan.

Gambar LED (Sumber : Aulia. tidak lagi menggunakan format Protocol Data Unit (PDU) yang rumit namun hanya menggunakan format pengiriman data serial biasa. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor. SMS Quiz application. doping yang dipakai adalah galium. Secara umum modem GSM Serial Wavecom M1306B ini memiliki banyak fungsi diantaranya sebagai SMS broadcast application.34 bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. Modem ini memiliki kelebihan dalam pengiriman data ke mikrokontroler. SMS auto-reply. dan beberapa kegunaan lain. namun pada . digunakan baudrate 115200 sebagai pengaturan standar dari modem ini. arsenic dan phosphorus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula Gambar 2. LED dibuat agar lebih baik mengeluarkan cahaya. aplikasi server pulsa. Untuk komunikasi serial.14. Modem GSM Serial Wavecom M1306B Modem GSM Serial Wavecom M1306B adalah salah satu jenis modem yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dihubungkan dengan perangkat luar dengan koneksi serial. 2010) 8.14.

Gambar Modem GSM Serial Wavecom M1306B (Sumber : Sofianto Yopie. Jangkauan pengiriman sinyal pada sistem komunikasi bergerak selular dapat diterima dengan baik tergantung pada kuatnya sinyal batasan sel para pemakainya. masih terdapat faktor lain yang dapat menjadi kendala untuk sinyal yang . Sistem Komunikasi Serial Sistem komunikasi seluler merupakan salah satu jenis komunikasi bergerak. 2013) 8. Dengan adanya perpindahan tempat ini.15. modem GSM Serial Wavecom M1306B akan dilengkapi dengan GSM SIM Card yang operatornya akan disesuaikan dengan operator GSM yang digunakan pemilik/owner. sistem komunikasi bergerak tidak menggunakan kabel sebagai medium transmisi. yaitu suatu komunikasi antara dua buah terminal dengan salah satu atau kedua terminal berpindah tempat. Hal ini dilakukan agar lebih menghemat pengeluaran pulsa. Gambar 2.15. modem GSM Wavecom ini digunakan sebagai penghubung perangkat pengaman pintu dengan Handphone (HP) owner untuk memberikan informasi melalui fasilitas Short Message Service (SMS).35 sistem pengaman pintu laboratorium ini. Agar dapat digunakan untuk mengirim dan menerima pesan ke Handphone (HP) pemilik/owner. Tetapi. serta pengiriman pesan bisa lebih lancar.

Modulasi analog berupa Frequency Modulation (FM) sehingga memerlukan bandwidth yang besar. c. karena penggunaan frequency reuse. 3. Sistem konvensional walaupun secara ekonomi dan teknologi belum menguntungkan. Memiliki handoff. Modulasi digital. Daerah pelayanan dibagi atas daerah–daerah kecil yang disebut sel.36 dikirim dapat diterima dengan baik. b. Belum menggunakan handoff. Komunikasi seluler dibedakan atas komunikasi konvensional dan seluler modern. e. Daya yang digunakan besar. kapasitas sistem masih rendah. . Komunikasi seluler modern memiliki karakteristik sebagai berikut : a. Untuk suara (voice). Kapasitas sistem besar. Alokasi bandwidth kecil. 4. f. 7. 6. tetapi telah membangkitkan penelitian untuk mengembangkan sistem komunikasi seluler yang lebih baik (sistem modern). 2. Efisien pemakaian frekuensi tinggi. d. Daya yang dipergunakan kecil. 5. Faktor lain yang dimaksud adalah faktor geografis (alam). Belum terhubung ke jaringan public service telephone network (PSTN). g. Daerah jangkauan luas. sering disebut sistem seluler. Sistem konvensional memiliki karakteristik sebagai berikut : 1.

37 h. Pada setiap sel-sel dipegang oleh 1 BTS pada suatu daerah tertentu. sel-sel ini dapat diubah ukurannya sesuai tingkat daya antena pemancar untuk meng-coverage daerah-daerah yang padat. Terhubung ke PSTN Terlihat pada gambar di bawah setiap sel dengan Base Station (BS) terhubung ke Mobile Switching Center (MSC). Gambar 2. 2010) Setiap sel mempunyai daerah cakupannya masing-masing dan beroperasi secara khusus. MSC ini akan menghubungkan sistem seluler dengan sistem wireline PSTN atau sebaliknya. Suatu sel pada dasarnya merupakan pusat komunikasi radio yang berhubungan . Jumlah sel pada suatu daerah geografis adalah berdasarkan pada jumlah pelanggan yang beroperasi di daerah tersebut. Dengan adanya kemampuan berhubungan dengan komunikasi wireline yang telah ada menjadikan sistem seluler mendukung perkembangan komunikasi global di masa datang.16. Efisiensi kanal tinggi karena menggunakan metode akses jamak (multiple access) seperti Frequency Division Multiple Access (FDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA). i. Gambar Sistem Seluler (Sumber : Tri Hanuranto.

(ETSI. Short Message Service (SMS) Short Message Service (SMS) merupakan salah satu layanan pesan teks yang dikembangkan dan distandarisasi oleh suatu badan yang bernama European Telecomunication Standards Institute (ETSI) sebagai bagian dari pengembangan GSM Phase 2. menciptakan sel-sel baru di daerah yang belum terlayani atau overlay sel di daerah yang telah terlayani.16.38 dengan MSCyang mengatur panggilan yang masuk. Lebih dari sekedar pengiriman pesan biasa. yang terdapat pada dokumentasi GSM 03. dan akan segera mengirimkan ke perangkat yang dituju setelah adanya tanda .40 dan GSM 03. Sel dapat ditambahkan untuk mengakomodasi pertumbuhan pelanggan.38. seperti handphone) untuk dapat mengirim dan menerima pesan-pesan teks dengan panjang sampai dengan 160 karakter melalui jaringan GSM. layanan SMS memberikan garansi SMS akan sampai pada tujuan meskipun perangkat yang dituju sedang tidak aktif yang dapat disebabkan karena sedang dalam kondisi mati atau berada di luar jangkauan layanan GSM. 1996). percakapan dilakukan dengan handoff antara selsel untuk mempertahankan layanan komunikasi agar berjalan lancar (tidak terputus). SMS dapat dikirimkan ke perangkat Stasiun Seluler Digital lainnya hanya dalam beberapa detik selama berada pada jangkauan pelayanan GSM. Jaringan SMS akan menyimpan sementara pesan yang belum terkirim. Saluran frekuensi yang digunakan kembali di sel lain yang letaknya agak jauh. Fitur SMS ini memungkinkan perangkat Stasiun Seluler Digital (Digital Cellular Terminal. Sebagai pengguna hanphone yang bergerak dari sel ke sel. 8.

data yang dikirim maupun diterimaoleh stasiun bergerak menggunakan salah satu dari 2 mode yang ada. Protocol Data Unit (PDU) SMS Dalam proses pengiriman atau penerimaan pesan pendek (SMS). e-mail. Service Centre Address (SCA) berisi informasi SMS-centre . yaitu: mode teks. seperti nomor pengirim. antara lain. dan notifikasi voice mail. PDU Penerimaan (SMS-Deliver) SMS Penerimaan (SMS-Deliver) adalah pesan yang diterima oleh terminal dari SMSC dalam bentuk PDU. Dengan fakta bahwa layanan SMS (melalui jaringan GSM) mendukung jangkauan/jelajah nasional dan internasional dengan waktu keterlambatan yang sangat kecil. nomor SMS Centre. PDU tidak hanya berisi pesan teks saja. atau akan dibentuk sistem penyandian data dari karakter dalam bentukuntaian bit-bit biner. 8. a. Namun pengembangan aplikasi tersebut masih bergantung pada tingkat layanan yang disediakan oleh operator jaringan. waktu pengiriman.17. Dalam mode PDU.18. memungkinkan layanan SMS cocok untuk dikembangkan sebagai aplikasi-aplikasi seperti: pager.39 kehadiran dari perangkat dijaringan tersebut. 8. tetapi terdapat beberapa meta-informasi yang lainnya. pesan yang dikirim berupa informasi dalam bentuk data dengan beberapa kepala-kepala informasi. serta layanan pesan banyak pemakai (multiple users). atau mode Protocol Data Unit (PDU). terdapat beberapa meta-informasi yang dibawa. dan sebagainya. Pada PDU ini. Hal ini akan memberikan kemudahan jika dalam pengiriman akan dilakukan kompresi data.

Originating Address (OA) berisi informasi nomor pengirim. h. membaca . PDU Type (Tipe PDU) berisi informasi jenis dari PDU tersebut c. Dengan penggunaan perintah AT. kondisi baterai. f. Destination Address (DA) berisi informasi nomor alamat yang dituju. d. User Data (UD) berisi informasi data-data utama yang dibawa. 8. b. Service Center Time Stamp (SCTS) berisi informasi waktu. Validity Period (VP) berisi informasi jangka waktu validitas pesan pada jaringan. mengirim pesan.19.20. e. Perintah AT (ATCOMMAND) Perintah AT (Hayes AT Command) digunakan untuk berkomunikasi dengan terminal (modem) melalui gerbang serial pada komputer. User Data Length (UDL) berisi informasi panjang dari data yang dibawa. PDU Pengiriman (SMS-Submit) PDU Pengiriman memiliki informasi-informasi yang sama dengan PDU Penerimaan. c. dapat diketahui atau dibaca kondisi dari terminal. a. Protocol Identifier (PID) berisi informasi Identifikasi Protokol yang digunakan. 8. g. seperti mengetahui kondisi sinyal. Data Coding Scheme (DCS) berisi informasi skema pengkodean data yang digunakan. Message Reference (MR) parameter yang mengindikasikan nomor referensi SMS-Pengiriman. sementara yang berbeda adalah berupa informasi.40 b.

AT+CMGD : untuk menghapus SMS 4. AT+CMGS : untuk mengirim SMS 6. AT+CMGR : untuk membaca SMS 7. Adapun beberapa AT Command yang penting untuk SMS adalah : 1. AC yang berasal dari tegangan sumber Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjadi tegangan searah (Dirrect Current/DC) yang murni.41 pesan. Transformator (trafo) digunakan untuk menstraformasikan tegangan AC dari 220 volt menjadi lebih kecil sehingga bias dikelola oleh rangkaian regulator linear. resistor dan kapasitor. 8. PDU terdiri atas beberapa header. penyearah. Penyearah yang terdiri dari dioda-dioda mengubah tegangan bolak-balik menjadi tegangan searah. Komponen dasar yang digunakan pada rangkaian catu daya adalah transformator. AT+CMGL : untuk memeriksa SMS 5. tetapi tegangan hasil penyearah . AT+CNMI : untuk menampilkan pesan SMS baru 2. AT+CMNI : untuk mendeteksi pesan SMS baru masuk secara otomatis Data yang terkirim ke atau dari SMS center harus berbentuk PDU (Protocol Data Unit). Catu Daya Secara umum istilah catu daya biasanya berarti suatu sistem penyearah filter (rectifier). dimana rangkaian ini mengubah tegangan bolak balik (Alternating Current/AC). Pada PDU berisi bilangan-bilangan heksadesimal mencerminkan bahasa I/O. menambah item pada daftar telepon. Header untuk mengirim SMS ke SMS center berbeda dengan SMS yang diterima dari SMS center.21. AT+CMGF : untuk memilih format SMS 3. dan sebagainya.

Selain rangkaian regulasi tegangan juga sudah dapat terdapat rangkaian pengaman yang melindungi IC ini dari arus atau daya yang terlalu tinggi. Vout dan ground (GND). IC regulator memiliki 3 terminal yaitu Vin.42 kurang konstan. Besar dari batas arus ini tergantung dari tegangan pada IC sehingga arus maksimal lebih kecil . Bila dilihat dengan osiloskop seperti gambar 1. terdapat pembatas arus yang mengurangi tegangan keluaran kalau batas arus terlampaui. Dalam IC LM 78XX ini terdapat rangkaian regulasi yang berfungsi mengatur tegangan. meskipun diberikan beban. berikut ini Gambar 2. Catu daya merupakan suatu rangkaian yang paling penting bagi sistem elektronika. 2011) Dalam rangkaian catu daya ini dipasang 2 IC regulator dimana berfungsi untuk menghasilkan keluaran tegangan yang diperlukan. artinya masih mengalami perubahan periodic yang besar. Ada dua sumber catu daya yaitu sumber AC dan sumber DC. IC regulator dipasang untuk mendapatkan tegangan keluaran catu daya tetap. (a) Sinyal Tegangan AC dan (b) Sinyal Tegangan DC (Sumber : Budisma. sedangkan sumber tegangan DC merupakan sumber tegangan searah. Sumber AC yaitu sumber tegangan bolak-balik.17. Sebab itu diperlukan kapasitor sehingga tegangan tersebut cukup rata untuk diregulasi oleh rangkaian regulasi yang bisa menghasilkan tegangan sumber (Dirrect Current/DC) yang baik dan konstan. sehingga tegangan keluaran tidak lagi tergantung pada arus yang mengalir.

Kompiler ini cukup memadai untuk belajar AVR. Seperti rangkaian penyearah di atas.18. Gambar 2. . karena selain mudah penggunaannya didukung fitur yang sangat membantu dalam pembuatan pemrograman mikrokontroler AVR. CVAVR merupakan compiler bahasa C untuk mikrokontroler AVR. Tersedia dalam kemasan plastik atau logam dengan harga yang murah dan mudah digunakan. maka tegangan outputnya juga akan naik atau turun.22. Untuk beberapa aplikasi perubahan tegangan ini cukup mengganggu. 8. Regulator Voltage berfungsi sebagai filter tegangan agar sesuai dengan keinginan. sehinga diperlukan komponen aktif yang dapat meregulasi tegangan keluaran ini menjadi stabil. jika arus semakin besar ternyata tegangan DC keluarnya juga ikut turun. Komponen in memiliki arus beban mulai dari 10 mA hingga dari 3 A.43 kalau selisih tegangan antara Vin dan Vout lebih besar. Oleh karena itu biasanya dalam rangkaian power supply maka IC Regulator tegangan ini selalu dipakai untuk stabilnya outputan tegangan. Susunan Kaki IC Regulator 78xxM (Sumber : Prihono. 2011:19) Rangkaian penyearah sudah cukup bagus jika tegangan ripple-nya kecil. Jika tegangan PLN naik atau turun. Software Code Vision AVR Compiler (CV AVR) Untuk melakukan pemrograman mikrokontroler AVR dapat menggunakan software Code Vision AVR Compiler (CV AVR). namun ada masalah stabilitas.

Proteus juga bagus untuk belajar elektronika seperti dasar-dasar elektronika sampai pada aplikasi mikrokontroller. ME.44 CVAVR ini dapat berjalan di bawah sistem operasi windows 9x. Proteus mengkombinasikan program ISIS untuk membuat skematik desain rangkaian dengan program ARES untuk membuat layout PCB dari skematik yang kita buat. 2008). . bahkan terdapat keunggulan tambahan untuk memenuhi keunggulan spesifik dari AVR (M. ST. ST. Gambar 2. CVAVR ini dapat mengimplementasikan hamper semua instruksi bahasa C yang sesuai dengan arsitektur AVR. Software Penggambar Rangkaian Proteus adalah sebuah software untuk mendesain Printed Circuit Board (PCB) yang juga dilengkapi dengan simulasi pspice pada level skematik sebelum rangkaian skematik diupgrade ke Printed Circuit Board (PCB) sehingga sebelum PCBnya di cetak kita akan tahu apakah Printed Circuit Board (PCB) yang akan kita cetak sudah benar atau tidak.19 Tampilan Code Vision AVR (CVAVR) (Sumber : M. 2000 dan XP. NT4. Ary Heryanto. 2008:7) 8.23. Software ini jika di install menyediakan banyak contoh aplikasi desain yang disertakan sehingga kita bisa belajar dari contoh yang sudah ada. Software ini bagus digunakan untuk desain rangkaian mikrokontroller. Ary Heryanto.

ammeter. Mendukung berbagai jenis komponen-komponen analog. Gambar 2. logic analyser. Mendukung open architecture sehingga kita bisa memasukkan program seperti C++ untuk keperluan simulasi. oscciloscope. b. AC dan DC. dan berbagai jenis library lainnya. g. Tampilan Proteus 7 Profesional (Sumber : Muryanto. h. tampilan LCD. Memiliki kemampuan menampilkan berbagi jenis analisis secara grafis seperti transient. Memiliki model-model peripheral yang interactive seperti LED. e. distorsi. Mendukung simulasi yang menarik dan simulasi secara grafis. d. RS232. 2009) .20. 8051 series. Mendukung pembuatan PCB yang di-update secara langsung dari program ISIS ke program pembuat PCB-ARES. c. frekuensi. f. noise. Mendukung instrument-instrument virtual seperti voltmeter. Mendukung simulasi berbagai jenis microcontroller seperti PIC.45 Fitur-fitur yang terdapat dalam Proteus adalah sebagai berikut : a. Memiliki kemampuan untuk mensimulasikan hasil rancangan baik digital maupun analog maupun gabungan keduanya.

Bahasa ini sudah merupakan high level langsuge. Tipe Data Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh komputer. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2. Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar.5000000. Tipe-Tipe Variabel Data Sumber : Hartono.24. Konstanta Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Pemrograman Bahasa C Bahasa C luas digunakan untuk pemrograman berbagai jenis perangkat. namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2. 2011 b. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif. Konstanta dapat bernilai . termasuk mikrokontroler. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. dimana memudahkan programmer menuangkan alogritmanya. yaitu : Tabel 2.46 8. Konstanta nilainya selalu tetap. Untuk mengetahui dasar bahasa C dapat dipelajari sebagai berikut : a.2.

\r : ke kolom pertama. karakter dan string. \0 : nilai kosong (null) 8.50005.47 integer. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. „Bahasa C‟. \a : untuk bunyi bell (alert) 2. nilai dari suatu variabel bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. pecahan. \\ : karakter garis miring c. 3. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut : 1. Selain itu. 4. \” : karakter petik ganda 10. \v : tabulasi vertical 7. bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape. \‟ : karakter petik tunggal 9. \f : ganti halaman (form feed) 4. Variabel Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. 13. . baris yang sama (carriage return) 6.14. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. \b : mundur satu spasi (backspace) 3. „A‟. antara lain : 1. \n : ganti baris baru (new line) 5. Contoh konstanta : 50.

&. huruf. 4. ). // Deklarasi array bertipe integer char *p. // Deklarasi variable bertipe char float nilai. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus. = dan sebagainya. Panjangnya bebas. Deklarasi Variabel Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah : Nama_tipe nama_variabel. nim[10]. Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $. Contoh : int x. // Deklarasi variable bertipe float double beta. Contohnya : #define PHI 3.14 #define nim “110103218” . Identifier dapat berupa variable. kecuali garis bawah (underscore). Deklarasi Konstanta Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. 3. ?. // Deklarasi pointer p bertipe char 2. !. // Deklarasi x bertipe integer char y. konstanta dan fungsi. Tidak boleh mengandung spasi. // Deklarasi variable bertipe double int array[5][4].48 2. #. Deklarasi Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai d. %. *. +. (. 1. -.

Operator Penugasan Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”). Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y. scanf(). getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. / c). Deklarasi Fungsi Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil dimanapun di dalam program. 2. yaitu : a). Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer. A = x * y. Operator 1. + : untuk perkalian : untuk pembagian : untuk sisa pembagian (modulus) : untuk pertambahan . % d). Operator Aritmatika Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika. Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah : Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi). e.49 #define nama “Fatkur Fauzi” 3. * b). Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(). Contoh : nilai = 80.

25. Untuk memberikan komentar atau penjelasan dalam bahasa C digunakan pembatas /* dan */ atau menggunakan tanda // untuk komentar yang hanya terdiri dari satu baris. 8. f. - : untuk pengurangan Catatan : operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan. Komentar program tidak akan ikut diproses dalam program (akan diabaikan). komentar program hanya merupakan keterangan atau penjelasan program. Dengan kata lain. Bagian Alir Program (Program Flowchart) Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program.50 e). Komentar Program Komentar program hanya diperlukan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman suatu program (untuk keperluan dokumentasi program). Bagan alir program dibuat dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut : .

parameter dan informasi Predefined process (Sub Program) Permulaan sub program atau proses menjalankan sub program Decision Perbandingan pernyataan. 2011: 34 Simbol Nama Terminator Garis Alir (Flow Line) Fungsi Permulaan atau akhir program Proses inisialisasi atau pemberian harga awal Proses inisialisasi atau pemberian harga awal Preparation Proses Proses perhitungan atau proses pengolahan data Input atau Output Data Proses input atau output data.51 Tabel 3. penyeleksian data yang memberikan pilihan untuk langkah selanjutnya On Page Connector Penghubung bagian-bagian flowchart yang berada pada satu halaman Off Page Connector Penghubung bagian-bagian flowchart yang berada pada bagian yang berada pada halaman berbeda . Simbol Bagan Alir Program Sumber : Widyaningsih.

1. Di ruang laboratorium SMK YPM 6 Bojonegoro inilah tidak semua orang bebas masuk. 1 buah kamera Digital SLR dan 1 buah kamera video digital.52 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3. sehingga hanya orang tertentu saja yang dapat mengakses kode ini. Pengamanan ruangan secara manual yaitu dengan menggunakan 1 kunci panel dan 3 buah gembok selama ini dinilai masih kurang karena apabila terjadi 52 . SMK YPM 6 merupakan sekolah kejuruan yang memiliki fasilitas cukup memadai seperti 1 ruang Kepala Sekolah. karena terdapat peralatan multimedia yang harganya cukup mahal seperti 30 Unit Komputer. Gambaran umum SMK YPM 6 Bojonegoro merupakan sekolah kejuruan yang terletak di pusat kota Bojonegoro. 2 buah laptop.1. 1 Bengkel Las dan 1 Laboratorium Komputer. 12 Ruang Kelas. 2 Bengkel Kendaraan Bermotor. yang mudah dijangkau karena letaknya strategis di samping jalan Raya.1. 1 ruang Guru. 2 buah LCD Projector. Keseluruhan kode ini dapat diwujudkan dengan menggunakan kombinasi angka pada tombol keypad. Untuk menjamin tingkat kerahasiaan tersebut dapat digunakan kode dengan berbagai variasi kombinasi. Analisis Sistem 3. Untuk menjaga keamanan itu maka dibutuhkan suatu sistem pengamanan yang baik guna mencegah terjadinya penyusupan dan pencurian peralatan maupun data.

serta dapat menghasilkan output yang ditampilkan dalam LCD. merupakan hal yang menarik untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dengan merancang suatu sistem yang mampu mengatasi permasalahan tersebut.53 penyusupan. mengeluarkan suara dengan buzzer. Threat). maka diperlukan pembuatan sistem baru yaitu dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengendali sistem untuk menerima data input dari keypad. Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah. Dari identifikasi permasalahan di atas. Analisis Kelemahan Sistem Kebutuhan akan pengamanan ruang laboratorium komputer dalam mengantisipasi seseorang agar tidak bebas keluar masuk ruangan saat ini sangat diperlukan. Opportunity. . Weakness. proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths (Kelebihan). 3. penerapan menggunakan mikrokontroler ini lebih baik dibandingkan dengan pengaman pintu yang menggunakan panel kunci dan gembok. menyalakan lampu indikator LED. Adapun metode yang akan dipakai oleh peneliti yaitu dengan menggunakan metode SWOT (Strengh. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi maupun mencegah terjadinya tindakan penyusupan atau pencurian peralatan yang terdapat di ruangan Laboratorium komputer. Oleh sebab itu. Pengamanan yang berjalan pada saat ini masih kurang. Weakness (Kelemahan). Oleh karena itu. kehilangan atau pencurian sangat susah dalam mendeteksi pelakunya. yaitu masih menggunakan panel kunci dan gembok.1.2.

Analisa SWOT juga mengkaji kelemahan di masa datang yang paling mungkin terjadi. mudah penanganannya 2. Lebih sederhana. dapat mendeteksi orang yang mencoba membobol atau menyusup dengan cara buzzer berbunyi. keamanan sekolah tidak setiap membutuhkan pengontrolan 3. tidak membutuhkan biaya banyak dalam menggunakannya 3. LED nyala. dengan demikian keamanan isi fasilitas laboratorium lebih dapat terjaga . Penjaga saat. aplikasi sistem keamanan pintu ruangan yang akan dibandingkan antara : Tabel 3. semua orang bisa masuk meskipun tidak memiliki hak akses masuk 1. Solenoid mengunci dan mengirimkan pesan kepada petugas. Tidak semua orang bisa masuk. Ketika ada kerusakan. Tabel perbandingan strength (Kelebihan) Kunci Gembok Sistem keamanan pintu ruangan berbasis kombinasi password 1.54 Opportunities (Peluang) dan Threats (Ancaman). SWOT analysis melaksanakan analisis dan diagnosis keunggulan strategis untuk mengidentifikasi dengan jelas kekuatan serta kelemahan perusahaan pada waktu saat ini. Lebih murah. 2. Sistem keamanan otomatis. kecuali yang memiliki hak akses. Untuk menganalisis SWOT dalam penelitian ini akan dibandingkan dengan alat keamanan rumah yang sudah ada yaitu kunci gembok.1. a. Strength (Kelebihan) Merupakan kekuatan dari aplikasi atau alat pada saat ini.

Ketika terjadi kerusakan (trouble) membutuhkan penanganan khusus keamanan setiap saat c. Opportunity (Peluang) Merupakan peluang diluar aplikasi atau alat dan memberikan peluang berkembang bagi aplikasi atau program dimasa depan.3. Weakness (Kelemahan) Merupakan kelemahan dari aplikasi atau alat pada saat ini.55 b. Tabel perbandingan Opportunity (Peluang) Kunci Gembok Sistem keamanan pintu ruangan berbasis kombinasi password 1. tetapi dibandingkan dengan segi keamanan yang lebih baik untuk menjaga isi fasilitas laboratorium.2. aplikasi sistem keamanan pintu ruangan yang akan dibandingkan antara : Tabel 3. Membutuhkan pengontrolan 3. Mudah dibobol karena cara membuka gembok cukup mudah listrik menyimpan hanya 2 jam 3. Tidak dapat mendeteksi orang 1. Tabel perbandingan Weakness (Kelemahan) Kunci Gembok Sistem keamanan pintu ruangan berbasis kombinasi password 1. sistem keamanan pintu ruangan yang akan dibandingkan antara : Tabel 3. Karena pemakaian lebih 1. mampu 2. Membutuhkan biaya yang lebih mahal atau penyusup masuk 2. Ketika cadangan ada pemadaman hanya listrik. tentunya sistem keamanan pintu ruangan ini lebih diminati sederhana. Meskipun harga lebih mahal. lebih banyak orang memanfaatkanya .

sistem keamanan pintu ruangan yang akan dibandingkan antara yang akan dibandingkan antara : Tabel 3. Ada alat yang dapat mengetahui orang orang yang masuk langsung jika sekolah tidak terjaga oleh yang menyusup melalui pengiriman pesan sms.3. Tabel perbandingan Threats (Ancaman) Kunci Gembok Sistem keamanan pintu ruangan berbasis kombinasi password 1. Analisis Kebutuhan Sistem Dalam pembuatan prototype sistem keamanan pintu ini membutuhkan beberapa perangkat keras (hardware).56 d.1. perangkat lunak (software) dan alat-alat pendukung antara lain : a. Kebutuhan Hardware (Perangkat Keras) Dalam pembuatan prototype ini membutuhkan hardware sebagai berikut : 1) Sistem Minimum Mikrokontroler AVR ATMega 8535 2) Catu Daya 12 DC 3) Keypad Matrix 4x3 . Ada alat yang bisa mengetahui 1. Threats (Ancaman) Merupakan ancaman bagi aplikasi atau alat yang akan datang dari luar aplikasi dan dapat mengancam eksistensi aplikasi dimasa depan. Harga keamanan pintu ruangan yang lebih ekonomis dan lebih efisien dijadikan dilaporkan kepada pihak yang berwajib 3.4. Ada alat yang dapat merekam orang mengecek terlebih dahulu yang menyusup barang sehingga bukti dapat untuk 2. keamanan sekolah tanpa harus 2.

57 4) Magnetic Switch 5) Modul LCD (Liquid Crystal Display) 6) Transistor 7) Solenoid 8) Buzzer 9) LED 10) Downloader 11) Komputer 12) Modem GSM Wavecom M1306B 13) Handphone 14) IC Driver ULN 2803 15) RS232 Konverter b. Alat Pendukung 1) Solder Alat ini digunakan untuk memanaskan dan menyambung komponenkomponen . Kebutuhan Software (Perangkat Lunak) Kebutuhan software (perangkat lunak) yang digunakan dalam perancangan ini meliputi : 1) Sistem Operasi Windows XP Profesional SP2 2) Proteus 7.4 c.03.5 Profesional SP2 3) Code Vision AVR Version 2.

. 4) Penyedot Tenol Alat ini digunakan untuk menyedot tenol yang telah menempel pada PCB.58 2) Tenol (Timah Solder) Berfungsi sebagai media penyambung antara kaki-kaki komponen agar dapat melekat dan terhubung baik pada papan PCB 3) Multimeter Alat ini digunakan untuk mengecek ukuran yang ditimbulkan oleh komponen-komponen elektronika. 6) Obeng Alat ini digunakan untuk merapatkan mur. Keypad Matrix 3x4 dan Modul LCD sebagai input sistem. Sedangkan LED. Alarm (Buzzer) dan Solenoid serta modem GSM Wavecom sebagai output sistem. Perancangan Sistem Prototype sistem keamanan pintu ini memiliki perancangan perangkat keras yang terdiri dari mikrokontroler ATMega 8535 sebagai pusat kendali sistem. 5) Bor Alat ini digunakan untuk membuat lubang pada PCB. 7) Tang Alat ini digunakan untuk memotong dan mengelupas kabel maupun memotong kaki komponen.2. 3.

0 Port2. Untuk mengaktifkan buzzer dan solenoid serta pengiriman sms.3. memberikan bunyi dan dapat mengirimkan berita SMS ke nomor tujuan menggunakan modem GSM.2. Pada perancangan sistem ini alat membaca status pintu dan kemudian menampilkannya ke layar LCD.1. dan pengontrollan alat tersebut sudah diprogram didalam mikrokontroller ATMega 8535. Sedangkan LCD langsung dihubungkan ke mikrokontroller yaitu Port2. Solenoid dan modem GSM wavocom M1306B dengan menggunakan Keypad sebagai input dari rangkaian.59 Rangkaian ini di buat untuk mengatur output LCD. dibutuhkan masing-masing driver relay untuk keduanya. Pertama mikrokontroler akan membaca data magnetic switch yang ditempatkan pada daun pintu. Port. Port 2. ketika input password benar maka Rangkaian relay akan mengaktifkan solenoid.4. . apabila terdeteksi terbuka tanpa melalui prosedur yang benar. sedangkan ketika input password salah. Keypad sendiri berfungsi sebagai pengentri password yang sudah di program di mikrokontroller ATMega 8535. dan Port 2. Buzzer. 2. maka mikrokontroler akan mengirimkan SMS berita ke petugas ruang laboratorium komputer. maka relay akan mengaktifkan buzzer.

60 Berikut ini merupakan diagram blok sistem keamanan pintu ruangan yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini. .

1. kemudaian modem mengirim data tersebut ke SMS center (provider). Di dalam HLR terdapat database yang di dalamnya menyimpan nomor serta data-data pelanggan. Setelah data SMS sampai di modem maka akan dilakukan penyimpanan di dalam sebuah memori untuk dapat digunakan pada waktu-waktu tertentu.61 Gambar 3.1.tujuan) ke modem wavecom M1306B melalui RS232. Mikrokontroler mengirim data (isi SMS dan no. di dalam MSC dimana nomor tujuan akan mengalami pengecekan yang dilakukan oleh HLR (Home Location Register). Modem wavecom M1306B yang digunakan pada sistem SMS Gateway ini sudah dapat melakukan pembacaan data berformat text yang berasal dari provider. Setelah menemukan informasi dimana lokasi nomor tujuan maka SMSC (SMS Center) akan mengatur proses pengiriman dan atau penerimaan pesan ke nomor tujuan. pengendalian perangkat pengaman pintu ini berawal dari mikrokontroler yang terhubung dengan modem wavecom. Pada perancangan ini modem wavecom M1306B fastrack dihubungkan ke mikrokontroler sebagai pengganti komputer yang memberikan perintah untuk mengirimkan SMS. pertama adalah format PDU sedangkan yang kedua dalam format text. Pesan SMS yang disampaikan dari provider terdapat dua tipe. . Diagram Blok Sistem Dari diagram blok pada Gambar 3. Di provider SMS akan tiba di BTS (Base Transceiver Station) dan diteruskan untuk dilakukan peroutingan oleh MSC (Main Switching Center).

dan rangkaian catu daya. rangkaian antar muka LCD. dengan parameter komunikasi data adalah 8 bit data.62 Di dalam modem terdapat sebuah interface (antar muka) yang digunakan untuk melakukan sebuah transfer data melalui interface DB9 yang format pengiriman datanya bertipe serial RS-232. Dengan pengaturan komunikasi serial tersebut maka modem dan mikrokontroler ATMega8535 dapat bekomunikasi yang pada akhirnya digunakan untuk mengendalikan pengaman pintu ruang laboratorium. IC MAX232. Dengan interface serial tersebut akan dimanfaatkan oleh mikrokontroler yang diprogram dan disetting untuk dapat berkomunikasi dengan modem. rangkaian magnetic switch. 3. driver IC ULN 2803A. rangkaian antar muka keypad. apabila password yang dimasukan benar maka sistem alarm tidak berbunyi. rangkaian antar muka modem GSM Wavecom M1306B. Sedangkan mode yang digunakan adalah mode asynchronous. 1 stop bit. Perancangan Hardware Prototype pengaman pintu laboratorium komputer ini dibutuhkan perancangan hardware yang terdiri dari rangkaian reset mikrokontroler ATmega8535.1. dan no parity. Rangkaian Keseluruhan Prototype sistem pengamanan pintu laboratorium ini bekerja dengan cara memasukan kode (password) melalui keypad yang sudah terpasang lengkap dengan LCD yang digunakan sebagai monitor input dan output password.3. sehingga . 3.3. rangkaian driver buzzer dan solenoid. Baud rate yang digunakan adalah 1200 bps.

. Tetapi sebaliknya ketika ada seseorang yang masuk memasukkan akses password salah atau membuka paksa pintu maka alat pengunci (solenoid) akan mengunci. alarm akan bunyi dan lampu LED akan menyala serta modem GSM Wavecom M1306B akan mengirimkan pesan ke petugas laboratorium.63 petugas laboratorium bisa membuka pintu dan masuk ruang laboratorium tanpa alarm berbunyi. Berikut ini perancangan keseluruhan sistem yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

BTS Prototype pintu ruangan Wireless link IP SMS Connection (CIMD.2 Perancangan Keseluruhan Sistem Pengaman Pintu 64 . SMPP) Komponen Minimum Alat Pengaman PIntu Gambar 3. UCP.

3 Rangkaian simulasi skematik Sistem Pengaman Pintu 65 GND 3 PB6 .65 LCD1 LM016L PB4 PB5 VSS VDD VEE C4 1uF RS RW E 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 1 2 1 C1+ 11 12 10 9 T1IN R1OUT T2IN R2OUT 3 C1T1OUT R1IN T2OUT R2IN VS+ VS- U2 RS RW E D4 D5 D6 D7 PB0 A 1 4 7 2 5 8 0 3 6 9 # 14 13 7 8 2 6 PB1 RXD TXD RTS PB2 B C C2+ 4 C25 MAX232 C7 1uF C6 1uF CTS PB3 D C5 1uF GND PB0 PB1 PB2 PB3 PB4 PB5 PB6 1 2 3 4 5 6 7 8 14 15 16 17 18 19 20 21 Crystal 13 12 9 U1 PB0/T0/XCK PB1/T1 PB2/AIN0/INT2 PB3/AIN1/OC0 PB4/SS PB5/MOSI PB6/MISO PB7/SCK PD0/RXD PD1/TXD PD2/INT0 PD3/INT1 PD4/OC1B PD5/OC1A PD6/ICP1 PD7/OC2 XTAL1 XTAL2 RESET ATMEGA8535 10uF/16V PA0/ADC0 PA1/ADC1 PA2/ADC2 PA3/ADC3 PA4/ADC4 PA5/ADC5 PA6/ADC6 PA7/ADC7 PC0/SCL PC1/SDA PC2 PC3 PC4 PC5 PC6/TOSC1 PC7/TOSC2 40 39 38 37 36 35 34 33 22 23 24 25 26 27 28 29 RS RW E D4 D5 D6 D7 VCC GND C1 22nF GND X1 C2 22nF AREF AVCC 32 30 R1 1K C3 Gambar 3.

66 Gambar 3.4 Skema rangkaian elektronik pengaman pintu 66 .

PCB Layout Pengaman pintu 67 .67 Gambar 3.5.

68 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful