P. 1
Prosedur Penskoran Uji Kompetensi

Prosedur Penskoran Uji Kompetensi

2.5

|Views: 3,266|Likes:
Published by DPD IPBI Jatim
Tata cara dan proses penskoran hasil Uji Kompetensi seni merangkai bunga dan desain floral yang bersifat OBAD.
Tata cara dan proses penskoran hasil Uji Kompetensi seni merangkai bunga dan desain floral yang bersifat OBAD.

More info:

Published by: DPD IPBI Jatim on Aug 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2014

pdf

text

original

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI

Tata cara dan proses penskoran hasil Uji Kompetensi seni merangkai bunga dan desain floral yang bersifat OBAD.
6/22/2009 DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat Andy Djati Utomo, S.Sn. AIFD

PENSKORAN

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI

PEMBAHASAN AWAL : Samakah makna nilai 80 yang diperoleh peserta didik untuk jenis pendidikan yang sama dari guru / sekolah / tempat kursus yang berbeda ? Adilkah? Uji Kompetensi berlaku nasional, sehingga dalam kurun waktu yang sama, bila standar acuan yang dipakai masih sama, seharusnya standar kualitas lulusan adalah sama. Hal itu membutuhkan suatu sistematika penilaian yang mampu memberikan standar yang sama. Hal itu dapat dicapai antara lain dengan adanya penskoran. TUJUAN PENILAIAN: Memberikan skor sesuai dengan dan kemampuan peserta ujian melalui hasil ujian / tes (tertulis, lisan, dan atau praktek). KRITERIA KOMPETEN: • • • Mampu memahami konsep yang mendasari standar kompetensi yang harus dikuasai / dicapai. Mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan tuntutan standar kompetensi yang harus dicapai dengan cara dan prosedur yang benar serta hasil yang baik. Mampu mengaplikasikan kemampuannya dalam kehidupan sehari - hari (di dalam maupun di luar sekolah / kursus). SIKAP PENGUJI DALAM PENSKORAN • OBJEKTIF : Menskor sesuai dengan jawaban / kriteria yang ada.

Dalam dunia merangkai bunga yang terkait erat dengan seni dan selera, setiap penguji diharapkan menghindari memasukkan selera atau kesukaan penguji ke dalam penilaian peserta ujian. Hal ini terutama sering terjadi dalam beberapa hal seperti keserasian warna, dan hasil keseluruhan rangkaian. • ADIL : Berlaku sama bagi setiap peserta tes tanpa membeda–bedakan satu sama lain.

Dalam banyak kasus penguji dan peserta ujian saling kenal, dan hal tersebut sering mempengaruhi hasil akhir penilaian. Penguji juga seharusnya tidak membedakan faktor lokasi ujian (ibukota / kota besar dan daerah), karena standarisasi kompetensi berskala nasional.

BAB I
DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat Page 2

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI PENDAHULUAN
A. Pengertian Dalam melakukan penskoran terhadap hasil uji kompetensi peserta didik kursus dan pelatihan serta warga masyarakat yang belajar mandiri, sangat ditentukan pada jenis tes, yaitu tertulis atau praktik dan bentuk soal objektif atau uraian yang dipergunakan. Karena baik jenis tes maupun bentuk soal masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya jenis tes tertulis akan berbeda dengan jenis tes praktik yang proses penskorannya melalui pengamatan. Bentuk soal objektif akan berbeda dengan bentuk soal uraian. Bentuk soal objektif materi yang ditanyakan lebih luas dan rinci dibandingkan dengan materi yang ditanyakan dalam bentuk soal uraian. Proses penskorannya pun berbeda. Bentuk soal uraian akan lebih rumit dan memerlukan ketelitian dibandingkan dengan penskoran bentuk soal objektif yang lebih mudah. Jadi setiap jenis tes dan bentuk soal masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan dalam prosedur penskoran lembar jawaban peserta uji kompetensi. Oleh karena itu, “Moto” penguji/pemeriksa hasil uji kompetensi adalah OBAD (Objektif dan Adil). Objektif artinya menskor sesuai dengan jawaban yang ada, sedangkan adil adalah berlaku sama bagi setiap peserta tes (tidak membeda-bedakan satu sama lain). B. Alur Penskoran Hasil Uji Kompetensi Alur penskoran hasil uji kompetensi adalah seperti berikut ini. C. Penggabungan Nilai Penggabungan nilai adalah penggabungan nilai hasil ujian tertulis dan praktik. Apabila hasil nilai kedua jenis ujian itu digabung, masing-masing jenis ujian harus diberi bobot sesuai dengan kedalaman dan keluasan materi yang diujikan dan tingkat kesulitannya. Karena setiap jenis tes/ ujian tertulis/praktik dan bentuk soal (objektif/ uraian) memiliki karakteristik yang tidak sama, nilai akhirnya tidak bisa dijumlahkan begitu saja sebelum masing-masing diberi bobot terlebih dahulu. Bobot merupakan besaran nilai (persentase) yang menggambarkan perbandingan antarjenis tes atau antar bentuk soal. Berikut ini diberikan contoh perhitungan nilai akhir untuk tes tertulis: (bentuk objektif, uraian) dan tes praktik.

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 3

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
Contoh 1. Jenis Tes Tertulis : PG JS MJ B-S Tertulis : Uraian Jumlah Bobot Soal 20 10 10 10 5 30 Nomor Soal 1-20 1-10 1-10 1-10 Jumlah= 1 2 3 4 5 Jumlah= 1 2 3 Jumlah= Skor Maksimum 20 10 10 10 50 8 5 10 5 10 38 10 10 10 30 Skor Peserta Uji Kompetensi A 15 5 5 5 30 7 4 9 5 7 32 7 7 7 21

Perhitungan

30:50x30=18

10

32:38x10=8,42

Praktik

3

60

21:30x60=42

Jumlah=68,42

Keterangan : PG = Pilihan Ganda, JS = Jawaban Singkat, MJ = Menjodohkan, B-S = Benar-Salah Nilai peserta uji kompetensi A adalah 68,42.

Contoh 2.
Jenis Tes Jumlah Soal Bobot Nomor Soal Skor Maksimum Skor Peserta Uji Kompetensi A Perhitungan

Tertulis : PG JS MJ B-S Praktik

20 10 10 10 10

30

30

1-20 1-10 1-10 1-10 Jumlah= 1

20 10 10 10 50 100

15 5 5 5 30 70

30:50x30=18

20

2-5

100

80

Nilai peserta uji kompetensi A =(70:100)x30 =0,70x30 =21 Nilai peserta uji kompetensi A
Page 4

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
=(80:100)x20 =0,85x20 =16 Nilai peserta uji kompetensi A =(85:100)x20 =0,85x20 =17 =18+21+16+17 =72

20

6-10

100

85

100

Jumlah

Keterangan : PG = Pilihan Ganda, JS = Jawaban Singkat, MJ = Menjodohkan, B-S = Benar-Salah Nilai peserta uji kompetensi A adalah 72 Contoh 3.
Jenis Tes Jumla h Soal Bobot Nomor Soal Skor Maksimu m Skor Peserta Uji Kompetensi A Perhitungan

Tertulis

50

25

1-50 Jumlah=

50 50 2 5 7 14

45 45 1 4 6 11

=(45:50)x25 =22,50 Nilai peserta uji kompetensi A =(11:14)x75 =58,93 22,50+58,93=81,43

Praktik

3

75

100

Jumlah=

Keterangan : PG = Pilihan Ganda, JS = Jawaban Singkat, MJ = Menjodohkan, B-S = Benar-Salah Nilai peserta uji kompetensi A adalah 81,43 D. Setiap Nilai Berdiri Sendiri Apabila pemberian skor pada materi uji kompetensi teori dan praktik masingmasing berdiri sendiri termasuk pada setiap aspek/ mata uji yang dinilai pada materi uji kompetensi praktik, masing-masing materi uji kompetensi diberi bobot 100. Hal ini terjadi apabila nilai pada sertifikat yang akan diberikan kepada peserta uji kompetensi ditampilkan secara rinci seperti nilai materi uji kompetensi tertulis dan uji kompetensi praktik atau nilai pada setiap mata uji yang diujikan pada uji kompetensi praktik. Perhatikan contoh berikut ini. Contoh 1.
DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat Page 5

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
Skor Peserta Uji Kompetensi A

Jenis Tes

Jumlah Soal

Bobot

Nomor Soal

Skor Maksimum

Perhitungan

Tertulis : PG JS MJ B-S Tertulis : Uraian

20 10 10 10 5

70

30

Praktik

3

100

1-20 1-10 1-10 1-10 Jumlah= 1 2 3 4 5 Jumlah= 1 2 3 Jumlah=

20 10 10 10 50 8 5 10 5 10 38 10 10 10 30

15 9 8 9 44 7 4 9 5 7 32 7 7 7 21

44:50x70=62

32:38x30=32

21:30x100=70

Jumlah=68,42

Keterangan : PG = Pilihan Ganda, JS = Jawaban Singkat, MJ = Menjodohkan, B-S = Benar-Salah Nilai peserta uji kompetensi A: uji kompetensi tertulis= 94, uji kompetensi praktik= 70 Contoh 2.
Jenis Tes Jumlah Soal Bobot Nomor Soal Skor Maksimum Skor Peserta Uji Kompetensi A Perhitungan

Tertulis : PG JS MJ B-S Praktik

20 10 10 10 10

100

50

1-20 1-10 1-10 1-10 Jumlah= 1

20 10 10 10 50 100

18 9 8 9 44 70

44:50x100=88

30

2-5

100

80

Nilai peserta uji kompetensi A =(70:100)x50 =0,70x50 =35 Nilai peserta uji kompetensi A =(80:100)x30 =0,8x30

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 6

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
=24 Nilai peserta uji kompetensi A =(85:100)x20 =0,85x20 =17 =35+24+17 =76

20

6-10

100

85

100

Jumlah=

Keterangan : PG = Pilihan Ganda, JS = Jawaban Singkat, MJ = Menjodohkan, B-S = Benar-Salah Nilai peserta uji kompetensi A: uji kompetensi tertulis= 88, uji kompetensi praktik= 76 atau nilai uji kompetensi praktik untuk mata uji I= 35, mata uji II= 24, mata uji III= 17. Contoh 3.
Jenis Tes Jumlah Soal Bobot Nomor Soal Skor Maksimum Skor Peserta Uji Kompetensi A Perhitungan

Tertulis

50

100

1-50 Jumlah= 1-2 1-5 1-7

50 50 2 5 7

45 45 1 4 6

=(45:50)x100 =90 Nilai peserta uji kompetensi A =(11:14)x100 =79

Praktik

3

100

Jumlah= 14 11 Keterangan : PG = Pilihan Ganda, JS = Jawaban Singkat, MJ = Menjodohkan, B-S = Benar-Salah Nilai peserta uji kompetensi A: uji kompetensi tertulis=90, uji kompetensi praktik= 79 Contoh 4 Kursus Bahasa Inggris
Jenis Tes
Tertulis PG M JS I Tertulis I U U G&W 10 12 1

Mata Uji kompetensi
V & RC

Jumlah Soal

Bobot
100

Nomor Soal

Skor Maksimum

Skor Peserta Uji Kompetensi A

Perhitungan
Nilai peserta uji

8 6 6 8 100

1-8 1-6 1-6 1-8 Jumlah= 1-10 1-12 1

8 6 6 8 28 10 12 20

7 5 5 6 23

kompetensi A =(23:28)x100 =0,82x100 =82 Nilai peserta uji

8 10 18

kompetensi A =(36:42)x100 =0,86x100 =86

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 7

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
Jumlah= Tertulis I I PG PG LC 5 4 6 10 1-5 1-4 1-6 1-10 Jumlah= 5 4 6 10 25 4 4 5 9 22 42 36 Nilai peserta uji kompetensi A =(22:25)x100 =0,88x100 =88

Keterangan : PG = Pilihan Ganda, JS = Jawaban Singkat, MJ = Menjodohkan, B-S = Benar-Salah Nilai peserta uji kompetensi A adalah : Vocabulary & Reading Comprehension = 82, Gramar & Writing = 86, Listening Comprehension = 88. E. Penentuan Lulus dan Penulisan di Sertifikat Pada prinsipnya, penentuan Lulus dan dinyatakan kompeten, tidak lulus dan tidak kompeten peserta uji kompetensi didasarkan pada kriteria kelulusan yang sudah ditetapkan di dalam kurikulum masing-masing bidang keahlian/ ketrampilan. Isi sertifikat berisi informasi penting, misalnya dituliskan nilai pada setiap aspek/ mata uji, nilai uji kompetensi tertulis dan praktik, atau nilai gabungan baik uji kompetensi tulis maupun uji kompetensi praktik. Nilai yang terdapat di dalam sertifikat menggambarkan tingkat kompetensi peserta uji kompetensi terhadap materi yang diujikan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut. Contoh kriteria Lulus dan dinyatakan kompeten dengan gabungan nilai yang ditulis di sertifikat. Peserta uji kompetensi lulus dan dinyatakan kompeten apabila gabungan nilai jenis uji kompetensi tertulis dan praktik mencapai nilai minimal 75 (untuk uji kompetensi bahasa Inggris). Nilai minimal lulus masing-masing bidang keahlian/keterampilan terdapat pada masing-masing petunjuk teknis.

BAB II PROSEDUR PENSKORAN BENTUK SOAL OBJEKTIF

A. Pengertian Dalam hal ini yang dimaksud dengan bentuk soal objektif adalah bentuk soal: pilihan ganda, jawaban singkat/ isian, menjodohkan, dan Benar-Salah. Dikatakan objektif karena
DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat Page 8

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
penskoran yang diberikan berbentuk dikotomus (benar-salah atau 0-1). Prosesnya adalah lembar jawaban peserta uji kompetensi dicocokkan pada lembar kunci jawaban yang sudah dipersiapkan. Bila jawaban peserta uji kompetensi sesuai dengan kunci jawaban, maka jawabannya diberi skor 1, bila tidak sesuai diberi skor 0. Setelah selesai menskor seluruh soal, maka baru dihitung berapa jumlah soal yang benar dan berapa jumlah soal yang salah. Jumlah skor benar itulah yang merupakan skor perolehan (skor mentah) dari soal bentuk objektif yang diperoleh peserta uji kompetensi yang bersangkutan. Berikut ini adalah contoh jumlah dan variasi bentuk soal objektif yang dipergunakan dalam uji kompetensi. Jumlah soal bentuk objektif adalah 50 butir soal. NO. 1. BENTUK OBJEKTIF Pilihan Ganda Jumlah = JUMLAH SOAL 50 soal 50 soal

Jumlah soal bentuk objektif adalah 50 butir soal yang terdiri dari 4 bentuk soal. NO. 1. 2. 3. 4. BENTUK OBJEKTIF Pilihan Ganda Benar-Salah Menjodohkan Jawaban Singkat/Isian Jumlah = JUMLAH SOAL 20 soal 10 soal 10 soal 10 soal 50 soal

Berikut ini adalah contoh lembar jawaban uji kompetensi tertulis secara manual dan komputer.

B. Tabel Nilai Agar hasilnya akurat proses pemeriksaannya cepat, maka pemeriksa disarankan membuat tabel nilai. Untuk membuat tabel nilai menggunakan dasar perhitungan (skor maksimum 50 dan bobot 25%) dengan rumus seperti berikut ini.

Skor perolehan peserta uji kompetensi Nilai = ___________________________________ x bobot Skor maksimum butir soal ybs. Atau
DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat Page 9

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI

Skor perolehan peserta uji kompetensi Nilai = ___________________________________ x 25 50

Contoh 1
Jenis Tes Jumlah Soal Nomor Soal Skor Maksimum Skor Perolehan Peserta Uji Kompetensi A

Bobot

Perhitungan

Tertulis PG

50

25

1-50 Jumlah =

50 50

45 45

=(45:50)x25 =22,50

Contoh 2

Jenis Tes

Jumlah Soal

Bobot

Nomor Soal

Skor Maksimum

Skor Perolehan Peserta Uji Kompetensi A

Perhitungan

Tertulis PG M JS B-S

25 20 10 10 10 1-20 21-30 31-40 41-50 Jumlah = 20 10 10 10 50 19 8 9 9 45

=(45:50)x25 =22,50

Penyusunan tabel nilai : Skor perolehan peserta uji kompetensi Nilai = ___________________________________ x bobot Skor maksimum butir soal ybs

Tabel nilai tes tertulis dengan skor maksimum 50 dan bobot 25.
Skor Perolehan 1,00 2,00 Skor Perolehan 26,00 27,00

Nilai 0,50 1,00

Nilai 13,00 13,50 Page 10

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00 14,00 15,00 16,00 17,00 18,00 19,00 20,00 21,00 22,00 23,00 24,00 25,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50 5,00 5,50 6,00 6,50 7,00 7,50 8,00 8,50 9,00 9,50 10,00 10,50 11,00 11,50 12,00 12,50 28,00 29,00 30,00 31,00 32,00 33,00 34,00 35,00 36,00 37,00 38,00 39,00 40,00 41,00 42,00 43,00 44,00 45,00 46,00 47,00 48,00 49,00 50,00 14,00 14,50 15,00 15,50 16,00 16,50 17,00 17,50 18,00 18,50 19,00 19,50 20,00 20,50 21,00 21,50 22,00 22,50 23,00 23,50 24,00 24,50 25,00

BAB III PROSEDUR PENSKORAN BENTUK SOAL URAIAN

A. Pengertian Untuk melakukan penskoran soal bentuk uraian, diperlukan kesabaran dan ketelitian. Misal untuk soal bentuk uraian berjumlah 5 soal dengan rincian seperti berikut. Nomor Soal Skor Maksimum

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 11

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
1 2 3 4 5 Jumlah = 8 5 10 5 10 38

Untuk memudahkan pelaksanaannya, ada beberapa kaidah atau prosedur pemeriksaannya berikut ini. 1. Gunakanlah pedoman penskoran yang telah dipersiapkan sebagai acuan dalam memeriksa jawaban peserta uji kompetensi. 2. Bacalah jawaban peserta uji kompetensi kemudian bandingkan dengan jawaban ideal seperti yang ada pada pedoman penskoran. 3. Berikan skor sesuai dengan tingkat kelengkapan dan kesempurnaan jawaban peserta uji kompetensi. 4. Bila diperlukan, periksalah seluruh lembar jawaban peserta uji kompetensi pada nomor yang sama, baru dilanjutkan ke pemeriksaan nomor berikutnya. Hal ini perlu dilakukan guna menjaga konsistensi dan objektivitas pemberian skor. 5. Hindari faktor-faktor yang tidak sesuai/relevan dalam pemberian skor seperti bagus tidaknya tulisan dan bersih tidak kertas jawaban, kecuali kalau memang kedua aspek itu yang akan diukur. Setelah selesai memeriksa lembar jawaban peserta uji kompetensi, langkah berikutnya adalah memberikan skor pada lembar jawaban itu. Pemberian skor untuk bentuk soal uraian sangat ditentukan oleh bobot masing-masing soalnya (bila ada). Bila setiap butir soal sudah selesai diskor, maka hitunglah jumlah skor perolehan peserta uji kompetensi pada setiap nomor butir soal. Kemudian lakukan perhitungan nilainya dengan menggunakan rumus di bawah ini. B. Tabel Nilai Agar hasilnya akurat dan proses pemeriksaannya cepat, maka pemeriksa disarankan membuat tabel nilai. Untuk membuat tabel nilai menggunakan dasar perhitungan (skor maksimum 38 dan bobot 10%) dengan rumus seperti berikut ini. Skor perolehan peserta uji kompetensi Nilai = ___________________________________ x bobot Skor maksimum butir soal ybs.
DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat Page 12

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI

Atau Skor perolehan peserta uji kompetensi Nilai = ___________________________________ x 10 38 Contoh: Jumlah Soa Bobot l 5 10 Skor Maksimu m 8 5 10 5 10 38 Skor Perolehan Peserta Uji Kompetensi A 7 4 9 5 7 32

Jenis Tes Tertulis Uraian

Nomor Soal 1 2 3 4 5 Jumlah =

Perhitungan Nilai peserta uji kompetensi A =(32:38)x10 =0,842x10 =8,42

Skor perolehan peserta uji kompetensi A adalah 32, kemudian lihatlah tabel nilai di bawah ini. Untuk skor perolehan peserta uji kompetensi 32, nilainya adalah 8,42.

Tabel nilai soal bentuk uraian dengan skor maksimum 38 dan bobot 10
Skor Peroleha n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Skor Peroleha n 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Nilai 0,26 0,53 0,79 1,05 1,32 1,58 1,84 2,11 2,37 2,63

Nilai 5,26 5,53 5,79 6,05 6,32 6,58 6,84 7,11 7,37 7,63

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 13

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
11 12 13 14 15 16 17 18 19 2,89 3,16 3,42 3,68 3,95 4,21 4,47 4,74 5,00 30 31 32 33 34 35 36 37 38 7,89 8,16 8,42 8,68 8,95 9,21 9,47 9,74 10,00

BAB IV PROSEDUR PENSKORAN TES PRAKTIK

A. Pengertian Prosedur penskoran tes praktik pada prinsipnya hampir sama dengan prosedur penskoran bentuk soal uraian. Dalam pelaksanaannya, keduanya mempergunakan pedoman penskoran yang sudah ditetapkan untuk memberi nilai peserta uji kompetensi. Perbedaannya adalah untuk bentuk soal uraian yang diskor adalah berwujud tulisan, tetapi untuk tes praktik yang diskor adalah tindakan atau perbuatan yang berbentuk kinerja, penugasan, atau hasil karya yang dilakukan peserta uji kompetensi mulai dari persiapan,

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 14

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
pelaksanaan, dan hasilnya. Hal prinsip yang mendasari apakah suatu tes dikategorikan tertulis atau praktik adalah tergantung pada persentase kognitif dan psikomotor yang dipergunakan peserta uji kompetensi dalam menjawab soal. Apabila peserta uji kompetensi dalam menjawab sebuah butir soal hampir 90% menggunakan kognitif, soal yang dijawab peserta uji kompetensi itu tergolong jenis tes tertulis (bukan praktik). Untuk memudahkan penskoran tes praktik perhatikan contoh, misalnya jumlah soal/tugas untuk jenis tes praktik adalah seperti berikut ini. Nomor Soal/Tugas 1 2 3 Jumlah = Skor Maksimum 10 10 10 30

Untuk memudahkan pelaksanaannya, ada beberapa langkah seperti berikut ini. 1. Gunakanlah pedoman penskoran yang telah dipersiapkan sebagai acuan dalam memberi nilai peserta uji kompetensi. 2. Amatilah setiap langkah (persiapan, pelaksanaan, dan hasilnya) yang dikerjakan peserta uji kompetensi kemudian bandingkan dengan jawaban ideal seperti yang ada pada pedoman penskoran. 3. Berikan skor sesuai dengan tingkat kesesuaian dengan tugas, (misalnya tepat, cukup, kurang). 4. Hindari faktor-faktor yang tidak sesuai/relevan dalam pemberian skor. Setelah selesai memberi skor, kemudian lakukan perhitungan nilainya dengan menggunakan rumus di bawah ini. B. Tabel Nilai Agar hasilnya akurat dan cepat proses pemeriksaannya maka, pemeriksa disarankan membuat tabel nilai. Untuk membuat tabel nilai menggunakan dasar perhitungan (misal skor maksimum 30 dan bobot 75%) dengan rumus seperti berikut ini. Skor perolehan peserta uji kompetensi Nilai = ___________________________________ x bobot Skor maksimum butir soal ybs. Atau

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 15

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI

Skor perolehan peserta uji kompetensi Nilai = ___________________________________ x 75 30

Contoh 1
Jenis Tes Jumla h Soal Bobot Nomor Soal Skor Maksimum Skor Perolehan Peserta Uji Kompetensi A Perhitungan

Praktik

3

75

1 2 3 Jumlah =

10 10 10 30

9 9 9 27

Nilai peserta uji kompetensi A =(27:30)x75 =67,5

Skor perolehan peserta uji kompetensi A adalah 27, kemudian lihatlah tabel nilai di bawah ini. Untuk skor perolehan peserta uji kompetensi 27, nilainya adalah 67,5.

Tabel nilai tes praktik dengan skor maksimum 30 dan bobot 75
Skor Perolehan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Skor Perolehan 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

Nilai 2,50 5,00 7,50 10,00 12,50 15,00 17,50 20,00 22,50 25,00 27,50 30,00

Nilai 40,00 42,50 45,00 47,50 50,00 52,50 55,00 57,50 60,00 62,50 65,00 67,50

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 16

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
13 14 15 32,50 35,00 37,50 28 29 30 70,00 72,50 75,00

Contoh 2
Jenis Tes Jumla h Soal Bobot Nomor Soal Skor Maksimum Skor Perolehan Peserta Uji Kompetensi A Perhitungan

Praktik

3

70

1-2 1-5 1-7 Jumlah =

2 5 7 14

2 5 6 13

Nilai peserta uji kompetensi A =(13:14)x70 =?

Penyusunan tabel nilai Skor perolehan warga belajar/peserta didik Nilai = _______________________________________ x bobot Skor maksimum butir soal ybs.

Tabel nilai tes tertulis dengan skor maksimum 14 dan bobot 70.
Skor Perolehan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nilai 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 40,00 45,00 50,00 55,00 60,00

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 17

PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
13 14 65,00 70,00

-----00000-----

DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia Pusat

Page 18

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->