DIREKSI No.

31 / 147 / KEP / DIR

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI BANK INDONESIA

TENTANG

KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF

DIREKSI BANK INDONESIA ,

Menimbang

: a.

bahwa kelangsungan usaha bank tergantung pada kesiapan untuk menghadapi risiko kerugian dari penanaman dana ;

b.

bahwa dalam rangka kesiapan menghadapi resiko kerugian , pengurus bank berkewajiban kualitas aktiva produktif ; menjaga

c.

bahwa dalam menetapkan kualitas aktiva produktif harus didasarkan pada prospek usaha, kondisil

keuangan dan kemampuan membayar nasabah ;

d.

bahwa oleh karena itu dipandang perlu

untuk

menyempurnakan ketentuan tentang kualitas aktiva produktif dalam Surat Indonesia ; Keputusan Direksi Bank

Bank adalah Bank umum sebagaimana dimaksud dalam Undang .Undang Nomor 13 Tahun 1968 Tentang Bank Sentral ( Lembaran Negara Tahun 1968 Nomor 63. Tambahan Nomor 2865 ) . Undang .Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan ( Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 31.Undang Nomor 10 Tahun 1998. sebagaimana telah diubah dengan Undang undang Nomor 10 Tahun 1998 ( Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 182. M E M U T U S K A N : Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN DIREKSI BANK AKTIVA INDONESIA PRODUKTIF. Lembaran Negara 2.Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3472) . . TENTANG KUALITAS Pasal 1 Yang dimaksud dalam Surat Keputusan ini dengan : a. Undang .Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3790 ) .

Purchase Agreement ( NPA) . Sekuritas Kredit derivatifnya. antara lain . Surat Berharga. termasuk komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif . atau suatu kewajiban dari penerbit.meminjam antara Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian termasuk .b. Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ) Surat Berharga Pasar Uang ( SPBU ) Surat Berharga Komersial ( Commercial Papers ) Sertifikat Reksadana dan Medium Term Note . atau kepentingan lain. Penempatan Dana Antar Bank Penyertaan. atau setiap wesel. dalam bentuk yang lazim diperdagangkan uang. Aktiva Produktif adalah penanaman dana Bank baik dalam Rupiah maupun Valuta Asing dalam bentuk kredit. pengambilalihan tagihan dalam rangka kegiatan anjak piutang . pembelian dilengkapi surat berharga dengan nasabah Note yang bunga. Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. c. 2. Surat Berharga adalah surat pengakuan utang. d. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam . 1. obligasi. dalam pasar modal dan pasar .

akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka. irrevocable Letter of Credit ( L/C ) yang masih berjalan. penjualan Surat Berharga dengan syarat repurchase agreement ( repo ) .Balance Sheet ) yang terdiri dari warkat penerbitan jaminan. Transaksi Rekening Administrasi adalah komitmen dan kontinjensi ( Of . Penempatan adalah penanaman dana Bank pada Bank lainnya berupa giro. deposito berjangka. Penyertaan adalah penanaman dana Bank dalam bentuk saham pada perusahaan yang bergerak dibidang keuangan yang tidak melalui pasar modal. akseptasi / endosemen. sertifikat deposito. Pasal 2 . f. g. Risiko Kredit untuk mark transaksi to market derivatif adalah value ) dari nilai pasar seluruh ( the perjanjian/ kontrak yang belum dapat yang menjanjikan terealisir namun kerugian Bank keuntungan secara potensial dapat menjadi apabila pihak lawan wanprestasi. serta transaksi derivatif yang mempunyai resiko Kredit.e. serta bentuk penyertaan perusahaan modal sementara pada akibat debitur untuk mengatasi kegagalan Kredit. h. Kredit yang diberikan serta penempatan lainnya . standby L/C dan garansi lainnya. call money .

Pasal 5 . (2) Lampiran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) yang tidak terpisahkan dari merupakan bagian Surat Keputusan ini. prospek usaha .(1) Penanaman dana Bank pada Aktiva Produktif wajib dilaksanakan berdasarkan prinsip kehati . dalam dan perhatian khusus. diragukan macet menurut kriteria yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan ini. dan c. b. Pasal 4 (1) Kualitas Kredit digolongkan menjadi lancar. Pasal 3 Kualitas Aktiva Produktif dinilai berdasarkan : a.hatian. kurang lancar. dengan penekanan pada arus kondisi keuangan kas debitur . kemampuan membayar . (2) Pengurus Bank wajib memantau dan mengambil langkah .langkah agar kualitas Aktiva Produktif senantiasa dalam keadaan baik.

Pasal 7 Penggolongan kualitas Transaksi Rekening Administratif dengan ketentuan penggolongan ditetapkan sesuai kualitas Kredit sebagaimana dimmaksud dalam Pasal 4 . apabila dokumen dan arsip debitur tidak dapat memberikan informasi yang cukup.tingginya kurang lancar.masing rekening mengikuti rekening Kredit dengan kualitas yang paling rendah. Pasal 6 (1) Dalam hal debitur pada satu Bank memiliki beberapa rekening dengan kualitas yang berbeda. kualitas masing . Pasal 8 . kondisi keuangan dan kemampuan membayar.Kualitas Aktiva Produktif yang oleh Bank telah ditetapkan lancar dan dalam perhatian khusus akan diturunkan oleh Bank Indonesia menjadi setinggi . (2) Kualitas setiap rekening dimaksud menjadi terdapat untuk dalam kualitas ayat yang (1) Kredit dapat sebagaimana dikembalikan sepanjang sebenarnya bukti -bukti dan dokumentasi yang cukup kepastian pemenuhan dan menyatakan kelancaran pembayaran dari ddebitur yang dinilai berdasarkan prospek usaha.

Surat Berharga Komersial ( Commercial Papers / Cps ) nyang belum jatuh tempo dengan peringkat IdA1 . Surat Berharga Pasar Uang ( SBPU ) yang belum jatuh tempo . Pasal 9 Penggolongan kualitas Surat Berharga ditetapkan : a.00 ( tiga ratus lima puluh juta rupiah ) baik untuk debitur individual atau debitur grup didasarkan atas ketentuan dalam Pasal 4. (2) Penggolongan Rekening kualitas Kredit yang dan Transaksi sampai Administratif berjumlah dengan dari Rp.IdA3 . 350. Lancar : 1.000.000.000. 350.(1) Penggolongan kualitas Kredit dan Transaksi lebih besar Rekening Administratif yang berjumlah dari Rp. 2. Sertifikat Bank Indonesia ( SBI ) dan Surat Utang Pemerintah .00 ( tiga ratus lima puluh juta rupiah ) untuk debitur individual atau debitur grup pembayaran hanya didasarkan atas ketepatan pokok dan bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.IdA4 .IdA2 . 3.000.

Pemeringkat Efek Indonesia ( PT Pefindo ) atau yang setingkat dengan itu dari lembaga pemeringkat yang memiliki reputasi baik dan dikenal luas oleh Masyarakat . belum jatuh tempo. Macet . 4. b. serta mengikuti prospek ketentuan untuk surta berharga komersial atau obligasi sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dan angka 4 dan portofolionya tidak mengandung saham . dan kupon selalu dibayar dalam jumlah dan waktu yang tepat. Surat Berharga lainnya seperti Medium Term Note yang mempunyai prospek pengembalian serta berharga mengikuti ketentuan komersial untuk surat atau obligasi sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dan angka 4. . Sertifikat Reksadana yang memiliki pengembalian. Obligasi yang dicatat dan diperdagangkan di Pasar Modal.sebagaimana ditetapkan oleh PT. - apabila tidak memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud dalam huruf a. 5. 6.

c. Lancar : Perusahaan memperoleh kerugian tempat laba dan penyertaan tidak Bank mengalami laporan kumulatif berdasarkan keuangan tahun diaudit .Pasal 10 (1) Penggolongan perusahaan Kualitas Penyertaan pada keuangan yang bergerak dibidang dengan pangsa Bank kurang dari 20% ( dua puluh perseratus ) ditetapkan sebagai berikut : a. Kurang Lancar : Perusahaan tempat penyertaan dengan Bank 25% mengalami kerugian sampai ( dua puluh lima perseratus ) dari modal perusahaan berdasarkan laporan keuangan tahun buku terakhir yang telah diaudit . Diragukan : Perusahaan tempat penyertaan Bank mengalami kerugian puluh lima perseratus ) lebih dari 25% ( dua sampai dengan 50% ( lima puluh perseratus ) dari modal . buku terakhir yang telah b.

mengatasi akibat kegaala lancar dan penyertaan wajib dicatat dengan metode ekuitas ( equity method ). diragukan. Pasal 11 Penggolongan pada kualitas Penempatan hanya pembayaran pokok didasarkan dan bunga ketepatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 . (2) Penyertaan dibidang pada perusahaan yang bergerak keuangan dengan pangsa Bank 20 % ( dua puluh perseratus ) atau lebih maupun penyertaan debitur untuk digolongkan modal sementara pada perusahaan Kredit. . dan macet hanya boleh diakui apabila telah diterima secara tunai.perusahaan berdasarkan laporan keuangan tahun buku terakhir yang telah diaudit . Macet : Perusahaan mengalami perseratus ) tempat penyertaan Bank lebih dari 50% ( lima puluh dari modal perusahaan berdasarkan laporan keuangan tahun buku terakhir yang telah diaudit . Pasal 12 (1) Pendapatan kurang dari Aktiva Produktif dengan kualitas lancar. d.

antara lain . atau macet.undang Nomor 7 telah 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang . (2) Prinsip Syari’ah sebagaimana ayat (1) adalah aturan hukum Islam dimaksud dalam berdasarkan perjanjian antara Bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan / atau pembiayaan kegiatan usaha.undang Nomor 10 Tahun 1998. diragukan. atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah .musharakah : pembiayaan berdasarkan prinsip penyerttaan modal. . .mudharabah : pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil . Pasal 13 Pelangaran terhadap ketentuan dalam Surat Keputusan ini akan dikenakan sanksi administratif sebagaimana dimaksud Tahun dalam Pasal 52 Undang . menjadi kurang lancar.(2) Pendapatan dari Aktiva Produktif dengan kualitas lancar dan kualitas dalam perhatian khusus yang telah diakui secara akrual dikoreksi apabila kualitas Aktiva Produktif. Pasal 14 (1) Ketentuan dalam Surat Keputusan ini berlaku pula bagi Bank berdasarkan Prinsip Syari’ah.

Pasal 15 Penempatan pada Bank lain dan Surat Berharga yang diendos oleh Bank lain yang ikut serta dalam program penjaminan Pemerintah digolongkan program penjaminan Pemerintah lancar selama berlaku dan Bank memenuhi persyaratan program penjaminan . . .ijarah wa igtina : dengan adanya pilihan atas pemindahan kepemilikan barang yang disewa dari pihak Bank oleh pihak lain (3).murabahah : prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan.. . Pembiayaan berdasarkan prinsip Syariah adalah penyediaan dipersamakan uang atau tagihan yang dapat dengan itu bedasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.ijarah : pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan atau.

Agar setiap orang pengumuman penempatannya Indonesia. Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 26 / 22 / KEP / DIR Kualitas Aktiva tanggal 29 Mei 1993 tentang Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif . memerintahkan Surat Keputusan ini dengan dalam Berita Negara Republik . b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku . Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 31/ 268 / KEP / DIR tanggal 27 Februari 1998 tentang Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif. Direksi Bank Surat Keputusan Indonesia Nomor 26 / 22 / KEP/ DIR tanggal 29 Mei 1993 tentang Kualitas Aktiva Produktif dan Aktiva Pembentukan Penyisihan Penghapusan Produktif khusus bagi Bank Umum dinyatakan tidak berlaku . Pasal 14 Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 31 Desember 1998. khusus bagi Bank Umum Penyempurnaan dinyatakan tidak berlaku .Pasal 16 Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan ini maka : a. mengetahuinya.

Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 November 1998 --------------------------------------------------- DIREKSI BANK INDONESIA Achwan Subarjo Joyosumarto .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.