Teknik Remote Sensing untuk Melacak Lokasi Minyak dan Gas Bumi

Oleh Administrator Kamis, 18 Desember 2008 21:20

Oleh : Adi Junjunan Mustafa

Bumi memiliki permukaan dan variabel yang sangat kompleks. Relief topografi bumi dan komposisi materialnya menggambarkan bebatuan pada mantel bumi dan material lain pada permukaan dan juga menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. Masing-masing tipe bebatuan, patahan di muka bumi atau pengaruh-pengaruh gerakan kerak bumi serta erosi dan pergeseran-pergeseran muka bumi menunjukkan perjalanan proses hingga membangun muka bumi seperti saat ini. Proses ini dapat difahami melalui disiplin ilmu geo-morfologi. Eksplorasi sumber daya mineral merupakan salah satu aktifitas pemetaan geologi yang penting. Pemetaan geologi sendiri mencakup identifikasi pembentukan lahan (landform), tipe bebatuan, struktur bebatuan (lipatan dan patahannya) dan gambaran unit geologi. Saat ini hampir seluruh deposit mineral di permukaan dan dekat permukaan bumi telah ditemukan. Karenanya pencarian sekarang dilakukan pada lokasi deposit jauh di bawah permukaan bumi atau pada daerah-daerah yang sulit dijangkau. Metode geo-fisika dengan kemampuan penetrasi ke dalam permukaan bumi secara umum diperlukan dalam memastikan keberadaan deposit ini ?inyak bumi dan gas dalam pembicaraan kita-. Akan tetapi informasi awal tentang kawasan berpotensi untuk eksplorasi mineral lebih banyak dapat diperoleh melalui interpretasi ciri-ciri khusus permukaan bumi pada foto udara atau citra satelit.

Belakangan analisa menggunakan citra satelit lebih banyak dilakukan daripada foto udara, karena citra satelit memiliki beberapa nilai lebih, seperti: 1. mencakup area yang lebih luas, sehingga memungkinkan dilakukan analisa dalam skala regional, yang seringkali menguntungkan untuk memperoleh gambaran geologis area tersebut; 2. memiliki kemungkinan penerapan sensor pendeteksi multi-spektral dan bahkan hiper-spektral yang nilainya dituangkan secara kuantitatif (disebut derajat keabuan atau Digital Number dalam remote sensing), sehingga memungkinan aplikasi otomatis pada komputer untuk memahami dan mengurai karakteristik material yang diamati; 3. memungkinkan pemanfaatkan berbagai jenis data, seperti data sensor optik dan sensor radar, serta juga kombinasi data lain seperti data elevasi permukaan bumi, data geologi, jenis tanah dan lain-lain, sehingga dapat ditentukan solusi baru dalam menentukan antar-hubungan berbagai sifat dan fenomena pada permukaan bumi. Tulisan singkat ini akan mengupas bagaimana minyak dan gas bumi tersimpan di perut bumi, bagaimana hubungan lokasi tersimpannya mineral ini dengan struktur bebatuan di dalamnya.

1/3

Lineaments adalah penampakan garis dalam skala regional sebagai akibat sifat geo-morfologis seperti alur air. terutama seismik. Lokasi awalnya sendiri telah mengeras. Kemudian untuk menjelaskan potensi teknik remote sensing dalam menemukan lokasi tersebut. tempat yang memungkinkan ditemukannya minyak dan gas bumi. tetapi jika tekanan tak cukup maka diperlukan pompa untuk mengeluarkannya. Dengan menggunakan citra satelit gambaran keruangan alur air misalnya dapat dilihat dalam skala luas. sehingga kemungkinan mencari relasi keruangan untuk 2/3 . Pemetaan kondisi permukaan bumi diawali dengan pemetaan umum (reconnaissance). Proses Pembentukan Minyak dan gas dihasilkan dari pembusukan organisma. dan apabila ada indikasi tersimpannya mineral. dan sifat menonjol lain yang menampak dalam bentuk zona-zona patahan. Proses pemanasan dan tekanan di lapisan-lapisan bumi membantu proses terjadinya minyak dan gas bumi. Yang paling penting adalah bebatuan tempat tersimpannya minyak ini. Proses Eksplorasi: Pemetaan Lineaments. lereng. tertutup lapisan bebatuan kedap. yaitu pemetaan lineaments. paling tidak bagian atasnya. Lithologic dan Geo-botanic Eksplorasi sumber minyak dimulai dengan pencarian karakteristik pada permukaan bumi yang menggambarkan lokasi deposit. Kedua pemetaan ini membutuhkan kerja validasi lapangan. Minyak dan gas ini biasanya berada dalam tekanan dan akan keluar ke permukaan bumi. akan tetapi kerja pemetaan ini sering lebih mudah jika dibantu foto udara atau citra satelit. Kemudian dilakukan uji pengeboran. akan dijelaskan tentang fungsi pemetaan geologi dan hubungannya dengan pendugaan struktur bebatuan di bawah permukaan bumi. Remote sensing berpotensi dalam penentuan lokasi deposit mineral ini melalui pemetaan lineaments. kebanyakannya tumbuhan laut (terutama ganggang dan tumbuhan sejenis) dan juga binatang kecil seperti ikan. Eksplorasi minyak dan gas bumi selalu bergantung pada peta permukaan bumi dan peta jenis-jenis bebatuan serta struktur-struktur yang memberi petunjuk akan kondisi di bawah permukaan bumi dengan yang cocok untuk terjadinya akumulasi minyak dan gas. yang dapat memetakan konstruksi bawah permukaan bumi secara 3-dimensi untuk menemukan lokasi deposit secara tepat.Teknik Remote Sensing untuk Melacak Lokasi Minyak dan Gas Bumi Oleh Administrator Kamis. yang terkubur dalam lumpur yang berubah menjadi bebatuan. kerja eksplorasi lebih intensif pada metoda-metoda geo-fisika. 18 Desember 2008 21:20 Proses rangkaian eksplorasi dijelaskan secara umum. Sumbangan teknik remote sensing terutama diberikan pada proses pemetaan. Minyak dan gas berpindah dari lokasi yang lebih dalam menuju bebatuan yang cocok. setelah lumpur itu berubah menjadi bebatuan. jenis bebatuan di permukaan bumi dan jenis tetumbuhan. maka minyak dan gas akan keluar ke permukaan dengan sendirinya. Cairan dan gas yang membusuk berpindah dari lokasi awal dan terperangkap pada struktur tertentu. dimulailah pemetaan detil. garis pegunungan. apakah dikarenakan pergerakan alami sebagian lapisan permukaan bumi atau dengan penetrasi pengeboran. Bila tekanan cukup tinggi. Tempat ini biasanya berupa bebatuan-pasir yang berporos (berlubang-lubang kecil) atau juga batu kapur dan patahan yang terbentuk dari aktifitas gunung berapi bisa berpeluang menyimpan minyak. Setelah proses pemetaan.

0 mikrometer) sangat cocok untuk eksplorasi mineral dan pemetaan lithologic. Dengan demikian distribusi tetumbuhan pun dapat menjadi indikator dalam mendeteksi komposisi tanah dan material bebatuan di bawahnya.Teknik Remote Sensing untuk Melacak Lokasi Minyak dan Gas Bumi Oleh Administrator Kamis. Interpretasi citra dalam menemukan garis-garis patahan geologis memang membutuhkan keahlian tersendiri. Pada kesempatan mendatang akan didiskusikan perkembangan sensor hyper-spectral yang memungkinkan identifikasi bebatuan lebih akurat lagi. Kalangan ahli geologi meyakini bahwa refleksi gelombang elektromagnetik pada kisaran 1.org Source : Berita Iptek 3/3 . Keberhasilan pemetaan ini bergantung pada bentuk topografi dan karakteristik spektral sebagaimana diamati citra satelit. tetapi akan lebih produktif jika digabungkan dengan pemetaan lithologic atau pemetaan unit-unit bebatuan yang dilakukan secara stereoskopik (yang dapat mendeteksi ketinggian. pemetaan lithologic dan pemetaan sebaran jenis tumbuhan dan hubungannya dengan jenis tanah dan bebatuan di dasarnya (geo-botanic). yaitu jenis bebatuan. Adi J. Email: adijm@istecs. Chiba University. Untuk kawasan yang dipenuhi tumbuhan. mahasiswa doktoral pada Center for Environmental Remote Sensing (CEReS). Studi tentang jenis bebatuan dan respon spektral sangat membantu pencarian permukaan di mana deposit mineral tersimpan. Penutup Demikian sepintas potensi remote sensing dalam menemukan lokasi deposit minyak bumi dan gas. maka beberapa riset menunjukkan cukup banyak perbedaan interpretasi. Mustafa. karena dilakukan pada dua buah citra stereo). Karenannya data garis ini dikorelasikan dengan karakteristik lain yang tertangkap sensor remote sensing. Japan dan peneliti pada Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).3 ·3. Potensi ini memuat proses pemetaan lineaments. Begitu juga aplikasi sensor radar memungkinkan pengenalan bebatuan sampai kedalaman tertentu. 18 Desember 2008 21:20 lokasi deposit mineral lebih besar.2 mikrometer (=10-6 meter) atau pada spektrum pertengahan infra-merah (1. yang merupakan cerminan mineralisasi permukaan bumi. Pemetaan lineament walaupun dapat dilakukan secara monoskopik (menggunakan satu citra). yaitu pengetahuan tentang hubungan antara jenis tetumbuhan dengan kebutuhan nutrisi serta air pada tanah tempat tumbuhan ini tumbuh. Potensi-potensi ini tetap mesti dikaji kehandalannya dengan bantuan interpretasi para ahli geologi. Jika hanya mengandalkan lineaments. mesti dilakukan pendekatan geo-botanic.6 sampai 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful