Model Pembelajaran Group Investigation, Contoh Penerapannya dalam Pembelajaran Fisika

diajukan untuk memenuhi mata kuliah belajar dan pembelajaran

Kelompok 1

Nama Kelompok : 1. Bayu Pranata 2. Delfi Tri Andini 3. Fitri Mardhotillah (06121411009) (06121411017) (06121411021)

4. Rahma Tri Kusuma (06121411015) 5. Vivi Septiani (06121411029)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013

Belajar dan Pembelajaran

i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................ i BAB IPENDAHULUAN .................................................................................................... 1 A. Latar Belakang .................................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 3 C. Tujuan ................................................................................................................... 3 BAB IIPEMBAHASAN ..................................................................................................... 4 A. Pengertian Group investigation ............................................................................. 4 B. Karakteristik Model Group Investigation .............................................................. 6 C. Manfaat Pembelajaran Group Investigation........................................................ 7 D. Tahap-tahap model pembelajaran Group Investigation .................................... 8 E. Kelebihan Model Group Investigation ................................................................ 14 F. Kelemahan Model Group Investigation .............................................................. 15 G. Cara Pengevaluasian ........................................................................................... 15 H. Contoh Penerapan dalam Pembelajaran Fisika ............................................... 16 BAB IIIPENUTUP ........................................................................................................... 18 A. KESIMPULAN ........................................................................................................ 18 B. SARAN ............................................................................................................... 19 Daftar Pustaka .................................................................................................................. ii

4. siswa akan memperoleh pengetahuan yang sifatnya hafalan (knowledge). Guru tidak peduli bahwa dengan ceramah. Berkaitan dengan permasalahan tersebut. .Selain hal tersebut diatas.Belajar dan Pembelajaran 1 BAB I PENDAHULUAN A. Untuk mengantisipasi karakteristik siswa yang demikian disarankan pula strategi pembelajaran yang bervariasi. mudah dilupakan. dan memberikan layanan yang simpatik. 2. kecenderungan menggunakan ceramah didepan kelas masih mendominasi strategi pembelajaran yang dipergunakan. Pada umumnya guru mempersiapkan materi ajar yang akan disampaikan esok harinya. Tidak tahu belajar untuk apa. sehingga guru kurang memperhatikan bagaimana siswa merespon pelajaran. Oleh para guru. Latar Belakang Paradigma lama dalam proses pembelajaran masih sangat kental menghiasi praktek pembelajaran di kelas. dan aktivitasnya rendah. Hal ini disebabkan karena ceramah dirasa sangat praktis. Mencari jalan pintas. Guru sering mengatakan. Suharsimi Arikunto (2003 : 4 ) menyebutkan beberapa karakteristik siswa dalam proses belajar sebagai berikut : 1. memberikan kesibukan yang menarik. 3. mudah dilaksanakan oleh guru dan dapat menyampaikan materi ajar yang jumlahnya cukup banyak. Pasif dan acuh. Semangat belajar rendah. menggunakan model reward dan punishment. tidak terkecuali pembelajaran matematika. “ paham atau tidak itu urusan dan tanggung jawab siswa”.bersifat terbuka. pasif.

Adanya komunikasi antar anggota. dengar. Untuk mengatasi permasalahan ini ditawarkan penggunaan strategi pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). . Unsur – unsur inilah yangmembedakan antara sekedar kerjasama dalam suatu kelompok atau kerjasama sebagai pembelajaran kooperatif. Strategi pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar mengajar yang menekankan perilaku bersama diantara siswa dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok kecil. dan catat. Model pembelajaran kooperatif yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran GI (Group Investigation). Adanya saling ketergantungan dengan positif. Adanya tatap muka diantara anggota.Belajar dan Pembelajaran 2 Dalam suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan pengisolasian siswa. duduk. Adanya saling evaluasi dalam proses kelompok (Anita Lie 2005 : 31) dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Suasana seperti ini akan menghambat pembentukan pengetahuan secara aktif sehingga sikap siswa dalam proses pembelajaran lebih cenderung pasif. sikap dan hubungan yang negatif akan terbentuk dan mematikan siswa. Kerjasama kelompok dalam kelompok kecil sangat dipentingkan untuk mengatasi masalah bersama. 3. Nilai ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan duduk. Adanya tanggung jawab perseorangan. 4. 2. dan catat bersifat mudah dilupakan. pasif. Fenomena rendahnya respon / aktivitas siswa dalam proses pembelajaran antara lain disebabkan oleh proses pembelajaran yang bersifat reseptif yaitu guru banyak ceramah. akan melahirkan siswa yang lemah. Pendek kata penggunaan strategi ceramah dalam proses pembelajaran. sehingga beberapa unsur pembelajaran kooperatif ialah : 1. dan 5. semangat belajar rendah. dengar. guru kurang melatih mengembangkan potensi bertanya. tidak tahu manfaat belajar.

learning to do. 2. Contoh pembelajaran apa yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif tipe GI? C. karena abad 21 menuntut manusia hidup untuk belajar bagaimana berfikir. Mengetahui tahap. Apa pengertian pembelajaran kooperatif tipe GI ? 2.Belajar dan Pembelajaran 3 Menurut UNESCO pembelajaran model abad ke 21 haruslah : learning to think. . Mengapa ?. bagaimana berbuat.tahap pembelajaran kooperatif tipe GI. Tujuan Tujuan kami membuat makalah ini dapat: 1. Hal ini sangat relevan dengan metode pembelajaran GI dimana dalam metode ini siswa dituntut untuk kerjasama. Mengetahui kelebihan dan kelemahan pembelajaran kooperatif tipe GI. 5. bagaimana belajar untuk tetap hidup dan bagaimana belajar hidup saling menghargai diatas perbedaan. 4. Rumusan Masalah 1. menghargai pendapat teman. Mengetahui tentang karakteristik pembelajaran kooperatif tipe GI. Apa kelebihan dan kelemahan pembelajaran kooperatif tipe GI? 5. Mengetahui contoh penerapan metode Gruop Investigation dalam pembelajaran fisika. learning to be. Bagaimana tahap. learning to live together (Tilaar 1998 :69). siswa belajar bagaimana harus belajar agar materi ajar dapat dikuasai. Mengetahui tentang pembelajaran kooperatif tipe GI. 3.tahap pembelajaran kooperatif tipe GI? 4. B. Bagaimana karakteristik pembelajaran kooperatif tipe GI ? 3.

misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet. Democratic teaching adalah proses pembelajaran yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi. democratic teaching. menerapkan persamaan kesempatan. yaitu penghargaan terhadap kemampuan. Model Group Investigation dapat melatih siswa untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. 2007: 7). menjunjung keadilan. dan memperhatikan keberagaman peserta didik (Budimansyah. yaitu berdasarkan pandangan konstruktivistik. Metode ini . Group investigation adalah kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Model Group investigation seringkali disebut sebagai metode pembelajaran kooperatif yang paling kompleks. proses pembelajaran dengan model group investigation memberikan kesempatan seluas- luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik melalui investigasi. Hal ini disebabkan oleh metode ini memadukan beberapa landasan pemikiran.Belajar dan Pembelajaran 4 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Group investigation Group Investigation merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia. Siswa dilibatkan sejak perencanaan. Keterlibatan siswa secara aktif dapat terlihat mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran. dan kelompok belajar kooperatif. Tipe ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok.Berdasarkan pandangan konstruktivistik.

Sebuah gagasan John Dewey tentang pendidikan. Winaputra.Belajar dan Pembelajaran 5 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skills). Dalam metode Group Investigation terdapat tiga konsep utama. bahwa kelas merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan di dunia nyata yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial dan antar pribadi. Pengetahuan adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian di sini adalah proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut. Untuk dapat belajar. pengetahuan atau knowledge. Hasil akhir dari kelompok adalah sumbangan ide dari tiap anggota serta pembelajaran kelompok yang notabene lebih mengasah kemampuan intelektual siswa dibandingkan belajar secara individual. Pembelajaran kooperatif tipe GI berawal dari perspektif filosofis terhadap konsep belajar. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode GI mempunyai fokus utama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik atau objek khusus. . 2005: 21) mengemukakan Group investigation adalah strategi belajar kooperatif yeng menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik. yaitu: penelitian atau enquiri. (Udin S. dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group. seseorang harus memiliki pasangan atau teman. 2001:75). Eggen & Kauchak (dalam Maimunah. Sedangkan dinamika kelompok menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling beragumentasi.

Kelompok penyelidikan adalah medium organisasi untuk mendorong dan membimbing keterlibatan siswa dalam belajar. dan berperan sebagai salah satu sumber belajar. Tujuan kognitif untuk menginformasikan akademik tinggi dan keterampilan inkuiri. yakni sebagai berikut: 1. 2. yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang dicirikan oleh lingkungan demokrasi dan proses ilmiah. . Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4 atau 5 siswa yang heterogen dan dapat dibentuk berdasarkan mempunyai beberapa pertimbangan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topic tertentu. Karakteristik Model Group Investigation Model pembelajaran Group Investigation karakteristik .Belajar dan Pembelajaran 6 Menurut Depdiknas (2005:18) pada pembelajaran ini guru seyogyanya mengarahkan. 5. tetapi intelektual lebih kaya dari kerja yang dilakukansendiri oleh siswa yang sama. Dengan berkomunikasi secara bebas dan bekerja sama dalam perencanaan dan melaksanakan dipilih topik mereka penyelidikan. 4. B. Siswa aktif berbagi dalam mempengaruhi sifat kejadian di dalam kelas mereka. Diutamakan keterlibatan pertukaran pemikiran para siswa. Hasil akhir dari kelompok kerja mencerminkan kontribusi masing-masing anggota. Siswa terlibat langsung sejak perencanaan pembelajaran (menentukan topik dan cara investigasi) hingga akhir pembelajaran (penyajian laporan). membantu para siswa menemukan informasi. 3. Adanya sifat demokrasi dalam kooperatif (keputusan-keputusan yang dikembangkan atau diperkuat oleh pengalaman kelompok dalam konteks masalah yang diselidiki). mereka dapat mencapai lebih dari mereka sebagai individu.

Memadukan dan menerapkan pengetahuan danketerampilan. Relatif murah karena tidak memerlukan biaya khusus untuk menerapkannya. belajar kooperatif memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan teman satu tim untuk mencerna materi pembelajaran. serta mempunyai andil terhadap keberhasilan tim. .Belajar dan Pembelajaran 7 6. C. Manfaat Pembelajaran Group Investigation Adapun manfaat Pembelajaran kooperatif tipe Grup Investigation adalah : 1. peduli satu sama lain dan tenggang rasa. Menumbuhkan realisasi kebutuhan peserta didik untuk belajar berpikir. 5. 2. Guru dan murid memiliki status yang sama dalam mengatasi masalah dengan peranan yang berbeda. 3. dan latihan memecahkan masalah. Meningkatkan rasa percaya diri dan memotivasi belajar. pelaksanaan kaijian proyek. belajar kooperatif dapat diterapkan untuk berbagai materi ajar. 6. Meningkatkan perilaku dan kehadiran di kelas. Meningkatkan hasil belajar peserta didik. Meningkatkan hubungan antar kelompok. seperti pemahaman yang rumit. 4. belajar kooperatif dapat membina kebersamaan. 7.

Pada tahap ini: 1.EnergiKinetikKonstandanberlakuHukumkekekalan momentum danHukumkekekalanenergikinetik. TumbukanlentingsebagianhanyaberlakuHukumkekekalan momentum dan 3. Guru membatasi jumlah anggota masing-masing kelompok antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan. dengan anggota tiap kelompok 4 sampai 5 orang.EnergiKinetiktidakkonstan. memilih topik. 2. dan menentukan kategorikategori topik permasalahan 2. sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dalam sub pokok bahasan tumbukan. (b) Guru membatasi anggota kelompok 4 sampai 5 orang dengan cara mengarahkan siswa dan memberikan suatu motivasi kepada siswa supaya bersedia membentuk kelompok baru dan memilih topik. Tumbukanlentingsempurna . guru menyampikan topik yang akan diinvestigasi seperti: 1. Siswa mengamati sumber. Tumbukantidaklentingsamasekali. Tahap Pengelompokkan (Grouping)/ Pemilihan topik Yaitu tahap mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi serta membentuk kelompok investigasi.Belajar dan Pembelajaran 8 D. . Misalnya : 1. Siswa bergabung pada kelompok-kelompok belajar berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki 3. tidakberlakuHukumkekekalanenergikinetik 4. Setelah penyampaian topik bahasan yang akan diinvestigasi: (a) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih topik yang menarik untuk dipilih dan membentuk kelompok berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki. Tahap-tahap model pembelajaran Group Investigation 1.

dan 3. Siswa belajar dengan menggali informasi. Siapa dan melakukan apa? 4. mengklarifikasi tiap cara atau langkah dalam pemecahan masalah tentang topik bahasan yang diselidiki.EnergiKinetikKonstandanberlakuHukumkekekalan danHukumkekekalanenergikinetik. dan tujuan khusus yang konsisten dengan subtopik yang telah dipilih pada tahap pertama. Siswa belajar untuk mengetahui sifat Tumbukanlentingsempurnayang bernilai konstan. Siswa belajar tentang tumbukanlentingsempurna yang nilainya konstan. Bagaimana mereka belajar? 3. Pada tahap ini siswa bersama-sama merencanakan tentang: 1.Belajar dan Pembelajaran 9 2. Siswa menemukan cara-cara pembuktian Tumbukanlentingsempurna yang bernilai konstan. 3. Siswa berdiskusi. 2. pada tahap ini: 1. mengumpulkan informasi. . Misalnya: 1. Tumbukanlentingsempurna momentum . Apa yang mereka pelajari? 2. Siswa membagi tugas untuk memecahkan masalah topik tersebut. Untuk tujuan apa mereka menyelidiki topik tersebut? Misalnya pada topik Bahasan. bekerjasama dan berdiskusi. Tahap Perencanaan kooperatif (Planning) Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran. dan 4. tugas. 2. Siswa mecoba cara-cara yang ditemukan dari hasil pengumupulan informasi terkait dengan topik bahasan yang diselidiki. menyimpulkan hasil investigasi dan mempresentasikan di kelas.

Guru secara ketat mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan bila diperlukan. menganalisis data dan membuat simpulan diselidiki b. 4. Siswa saling bertukar. mengklarifikasi. Pada tahap ini kegiatan siswa sebagai berikut: 1. siswa melakukan kegiatan sebagai berikut: a. berdiskusi. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan keterampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik di dalam atau di luar sekolah. Tahap Penyelidikan (Investigation)/ Implementasi Siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan di dalam tahap kedua.Belajar dan Pembelajaran 10 3. Tahap Pengorganisasian (Organizing)/ Analisis dan sintesis Siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan dengan cara yang menarik sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas. Pada tahap ini. Anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana mempresentasikannya 3. Siswa mengumpulkan informasi. Wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas dalam presentasi investigasi. Masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan kelompok c. dan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang mempersatukan ide dan pendapat. . Anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam proyeknya masing-masing 2.

saran tentang topik yang disajikan. 3. Siswa mencatat topik yang disajikan oleh penyaji. Penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai variasi bentuk penyajian 2. Presentasi dikoordinasi oleh guru. 2. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah sebagai berikut: 1. 2. dengan tujuan siswa yang lain saling terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. 5. . mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap topik yang disajikan. notulis dalam presentasi investigasi. Pendengar mengevaluasi. 3. mengajukan pertanyaan. moderator. Siswa menemukan Tumbukanlentingsempurna yang bernilai konstan nilainya adalah 0 jadi rumus yang diberikan terbukti. Siswa yang tidak sebagai penyaji. Kelompok yang tidak sebagai penyaji terlibat secara aktif sebagai pendengar 3. Siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dari investigasi yang telah dilaksanakan. Siswa membagi tugas sebagai pemimpin. Siswa menemukan bahwa Tumbukanlentingsempurna yang bernilai konstan nilainya adalah 0 yang dibuktikan dengan definisi Hukumkekekalan momentum danHukumkekekalanenergikinetik. Tahap Presentasi hasil final (Presenting) Beberapa atau semua kelompok menyajikan hasil penyelidikannya dengan cara yang menarik kepada seluruh kelas. Misalnya: 1.Belajar dan Pembelajaran 11 Misalnya: 1.

Guru mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus. Siswa menggabungkan tiap topik yang diinvestigasi dalam kelompoknya dan kelompok yang lain. dan tentang pengalamanpengalaman efektifnya. 3. (Slavin. pekerjaan yang telah mereka lakukan. Tahap Evaluasi (Evaluating) Dalam hal kelompok-kelompok menangani aspek yang berbeda dari topikyang sama.Belajar dan Pembelajaran 12 6. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompok. 2. c. kegiatan guru atau siswa dalam pembelajaran sebagai berikut: a. b. 1995) dalam Siti Maesaroh (2005:2930): . Guru dan siswa mengkolaborasi. mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. Misalnya: 1. Tahapan-tahapan kemajuan siswa di dalam pembelajaran yang menggunakan metode Group Investigation untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. siswa dan guru mengevaluasi tiap kontribusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. Pada tahap ini. Siswa menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya. Siswa merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan. Penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa.

bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai. Siswa mengumpulkan. tugas akhir Tahap VI Evaluasi. selidiki. Kelompok akan membagi sub topik kepada seluruh anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti. Tahap II Merencanakan tugas. Tahap 1 Mengidentifikasi Guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk topik dan membagi memberi kontribusi apa yang akan mereka siswa ke dalam kelompok. Tahap III Membuat penyelidikan.Belajar dan Pembelajaran 13 Enam Tahapan Kemajuan Siswa di dalam Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Group Investigation. Soal ulangan mencakup seluruh topik yang telah diselidiki dan dipresentasikan. Kelompok dibentuk berdasarkan heterogenitas. menganalisis dan mengevaluasi informasi. Kelompok lain tetap mengikuti. . Tahap V Mempresentasikan Siswa mempresentasikan hasil kerjanya. membuat kesimpulan dan mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi masalah kelompok Tahap IV Mempersiapkan tugas akhir Setiap kelompok mempersiapkan tugas akhir yang akan dipresentasikan di depan kelas.

Kelebihan Model Group Investigation Di dalam pemanfaatannya atau penggunaannya model pembelajaran group investigation juga mempunyai kelemahan dan kelebihan. belajar berkomunikasi yang baik secara sistematis d. belajar menghargai pendapat orang lain e. meningkatkan belajar bekerja sama b. yakni sebagai berikut: Setiawan (2006:9) mendeskripsikan beberapa kelebihan dari pembelajaran GI. meningkatkan partisipasi dalam membuat suatu keputusan 3) Secara Akademis a) siswa terlatih untuk mempertanggungjawabkan jawaban yang diberikan b) bekerja secara sistematis c) mengembangkan dan melatih keterampilan fisika dalam berbagai bidang d) merencanakan dan mengorganisasikan pekerjaannya e) mengecek kebenaran jawaban yang mereka buat f) Selalu berfikir tentang cara atau strategi yang digunakan sehingga didapat suatu kesimpulan yang berlaku umum.Belajar dan Pembelajaran 14 E. . kreatif. menangani suatu masalah e) mengembangkan antusiasme dan rasa pada fisik 2) Secara Sosial a. dan aktif c) rasa percaya diri dapat lebih meningkat d) dapat belajar untuk memecahkan. yaitu sebagai berikut: 1) Secara Pribadi a) dalam proses belajarnya dapat bekerja secara bebas b) memberi semangat untuk berinisiatif. belajar berkomunikasi baik dengan teman sendiri maupun guru c.

mengevaluasi tentang pembelajaran yang telak dilaksanakan. 2006:9). model pembelajaran GI cocok untuk diterapkan pada suatu topik yang menuntut siswa untuk memahami suatu bahasan dari pengalaman yang dialami sendiri d) Diskusi kelompok biasanya berjalan kurang efektif e) Siswa yang tidak tuntas memahami materi prasyarat akan mengalami kesulitan saat menggunakan model ini (Setiawan. Penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman (misalnya: guru mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus mencakup seluruh topik yang telah diselidiki dan dipresentasikan). Kelemahan Model Group Investigation Model Pembelajaran Group Investigation selain memiliki kelebihan juga terdapat beberapa kekurangannya. Siswa menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya. G. Guru dan siswa mengkolaborasi. Cara Pengevaluasian Pada tahap pengevaluasian ini kegiatan guru atau siswa dalam pembelajaran sebagai berikut : a. pekerjaan yang telah mereka lakukan dan tentang pengalamanpengalaman efektifnya. . yaitu: a) Sedikitnya materi yang tersampaikan pada satu kali pertemuan b) Sulitnya memberikan penilaian secara personal c) Tidak semua topik cocok dengan model pembelajaran GI. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok. c.Belajar dan Pembelajaran 15 F. (misal: siswa merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan) b. atau keduanya.

Kelompok akan membagi tugas kepada seluruh anggota. Contoh Penerapan dalam Pembelajaran Fisika Guru menjelaskan tujuan pelajaran kepada siswa. Guru bertindak sebagai fasilitator. Siswa mengumpulkan. gerak lurus dengan kecepatan tetap. Guru mencatat perkembangan siswa dari skor yang diperoleh saat kuis dan . GLBB dan gerak parabola) Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4 atau 5 siswa yang heterogen dan dapat dibentuk berdasarkan pertimbangan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topik tertentu. guru juga melemparkan atau menjatuhkan benda kemudian memberi pertanyaan kepada siswa ”Bagaimana jarak tempuh benda tiap satu satuan waktu? Tetapkah atau berubah? Guru memberi pertanyaan pada siswa ”Apakah kecepatan benda tetap ataukah berubah ? jika berubah. membuat kesimpulan dan mengaplikasikan bagian mereka ke dalam pengetahuan baru dalam mencapai solusi masalah kelompok. Setelah cukup tanya jawab. gerak lurus kecepatan tidak tetap. Guru menghantarkan pelajaran secara singkat tentang garis besar materi pelajaran Kinematika Gerak khusus GLBB. Setiap kelompok mempersiapkan tugas akhir yang akan dipresentasikan di depan kelas. Guru menampilkan slide yang berisi contoh GLBB.Belajar dan Pembelajaran 16 H. guru memberikan kuis individual. Siswa mempresentasikan hasil kerjanya dan kelompok lain menanggapi hasil presentasi kelompok penyaji untuk menyamakan persepsi. Guru membagikan LKS kepada masing-masing kelompok. jenis gerak apa sajakah ini? (guru sambil menunjukkan beberapa contoh gerak tidak lurus. apakah kecepatannya bertambah ataukah berkurang ? Perhatikan simulasi gerak pada layar LCD berikut. Setiap kelompok bebas memilih 1 subtopik dari subtopik-subtopik yang ada di LKS. bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti. menganalisis dan mengevaluasi informasi.

Guru mengumumkan kelompok terbaik dalam diskusi kelas dan memberikan pujian kepada siswa-siswa yang telah mengerjakan tugas dengan baik. Guru membimbing siswa membuat kesimpulan. Melakukan konfirmasi Mengumumkan hasil kuis dan hasil kelompok. .Belajar dan Pembelajaran 17 pada saat proses pembelajaran.

KESIMPULAN Pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation berpusat pada siswa.Belajar dan Pembelajaran 18 BAB III PENUTUP A.Adanya motivasi yang mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran. semua siswa dalam kelas saling terlihat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut.Melalui pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation suasana belajar terasa lebih efektif. Pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation siswa dilatih untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. saling berdiskusi dan beragumentasi dalam memahami suatu pokok bahasan serta memecahkan suatu permasalahan yang dihadapi kelompok. guru hanya bertindak sebagai fasilitator atau konsultan sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Keberhasilan dari penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode Group Investigation dipengaruhi oleh faktor-faktor yang kompleks. setiap siswa dalam kelompok memadukan berbagai ide dan pendapat. diantaranya: . kerjasama kelompok dalam pembelajaran ini dapat membangkitkan semangat siswa untuk memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat dan berbagi informasi dengan teman lainnya dalam membahas materi pembelajaran.Pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerjasama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang. semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari.

Pembelajaran yang dilakukan membuat suasana saling bekerjasama dan berinteraksi antar siswa dalam kelompok tanpa memandang latar belakang.Belajar dan Pembelajaran 19 Pembelajaran berpusat pada siswa. . B.Siswa dilatih untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. 2. Adanya motivasi yang mendorong siswa agar aktif dalam proses belajar mulai dari tahap pertama sampai tahap akhir pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar hendaknya guru mampu memilih pembelajaran yang sesuai dengan menerapkan pembelajaran kooperatif Group Investigation untuk dapat membuat siswa aktif selama proses belajar mengajar. SARAN 1. 2. Guru perlu lebih melatih kemampuan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar agar siswa merasa lebih termotivasi dalam belajar. Siswa disarankan untuk aktif dan terlibat langsung dalam pembelajaran seperti mengeluarkan pendapat dan aktif berkomunikasi agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. 1. 3.

Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation).2011.Belajar dan Pembelajaran ii DaftarPustaka Eko.].http://. http: //gurupkn.wordpress.Model-Pembelajaran-Group-Investigation (Tersedia) [Online. 2011.blogspot.com/ 2011/10/11/ metode-investigasikelompok-group-investigation/. http://kurniajanti.com (diakses tanggal 24 November 2013) Kiranawati. 2012.http.wordpress.com.wordpress. (diakses tgl 24 November 2013) Karwapi. (diakses tanggal 24 November 2013).ManfaatdanKeterbatasan Model PembelajaranKooperatif Cooperative Learning.com/2012/12/30/model-pembelajarankooperatif-tipe-group-investigation-gi/ November 2013) (diakses tanggal 24 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.