Jenis2 Annealing -Homogenizing : Pemanasan pada temperature tinggi di daerah fasa austenite ( ), jauh diatas titik kritis (A3 dan

acm) yang bertujuan untuk menghilangkan efek segregasi kimia akibat proses pembekuan lambat dan memperbaiki hot workability. -Normalizing : Pemanasan lambat sampai dengan temperatur diatas transformasidan diikuti oleh pendinginan udara yang bertujuan untuk meningkatkan keseragaman mikrostruktur dan penghalusan butir serta mengeleminasi tegangan sisa. -Full Annealing : Pemanasan sampai temperatur sedikit diatas transformasi yang diikuti oleh pendinginan lambat didalam dapur yang bertujuan untuk meningkatkan keuletan pada baja -Spherodising : Dilakukan untuk meningkatkan mampu-mesin (machinability)pada baja yang akan ‘dimachining´. Caranya dengan membulatkan sementit/karbida. Pemanasan dilakukan dibawah temperatur kritis A1 ( ~723ºC), atau sedikit diatas A1 tetapi kemudian ditahan dibawah A1. -Stress-relief annealing : pemanasan s/d dibawah temperatur kritis 550-650 ºC baja karbon dan paduan rendah, 600-750 ºC baja perkakas. Bertujuan untuk menghilangkan tegangan sisa akibat deformasi pengerjaan dingin. -Recrystallisation annealing : Pemanasan s/d temperatur 600 ºC dibawah temperatur kritis. Bertujuan untuk membentuk butir poligon yang bebas tegangan dan mempunyai keuletan serta sifat konduktivitas baik. Dilakukan pada baja setelah deformasi pengerjaan dingin. -Quench annealing : Dilakukan pada baja jenis austenitk yang di homogenising atau recrystallisation annealing dimana diikuti oleh pendinginan cepat untuk menghindari terbentukya endapan karbida terutama pada batas butir. Sumber http://ardilesjeremia.blogspot.com/2011/08/first-post.html

Rekristalisasi atau recrystalization 3. kekuatan tarik yang tinggi. dan hambatan listrik yang tinggi pula. Rekristalisasi atau recrystalization Pada tahapan ini. namun logam akan menjadi lunak dan ulet. sehingga dapat diproses lebih lanjut. Pertumbuhan butir atau grain growth Pemulihan atau recovery Panas yang diterima logam menjadi pendorong tersusunnya kembali dislokasi-dislokasi ke susunan yang memiliki energy lebih rendah dan stabil. Perlakuan panas ini bertujuan untuk mendapatkan kembali atau merecoveri sifat-sifat fisik yang berubah selama proses deformasi dingin dan mendapatkan sifat-sifat mekanik yang lebih sesuai dengan aplikasinya. Mekanisme Annealing Proses perlakuan panas anil yang dilakukan pada logam yang telah mengalami pengerjaan dingin akan mengalami perubahan yang berurutan sebagai berikut: 1. Secara mikro. dislokasidislokasi akan menyusun kembali menjadi dinding sel. hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah dislokasi dan distorsi-distorsi pada bidang struktur Kristal. Definisi Proses Anil. Pemulihan atau recovery 2.Proses-Perlakuan Panas Anil. Pada proses pemulihan ini kekuatan logam sedikit berkurang yang dibarengi dengan peningkatan keuletan. Fenomena ini disebut dengan poligonisasi. cold working atau cold forming. Annealing Proses annealing atau anil merupakan perlakuan panas yang dilakukan pada logam hasil pengerjaan dingin atau cold working. Poligonisasi merupakan pembentukan sub batas butir dengan mekanisme pergerakan kekosongan atau vacancies dari atom untuk menghasilkan pergerakan dan pemanjatan dislokasi. Pada tahapan pemulihan ini. Annealing Pengertian. Proses anil akan menurunkan sifat mekanik seperti kuat tarik dan kekerasan. kisi-kisi yang terdeformasi dingin akan tergantikan oleh kisi-kisi baru yang bebas regangan melalui nukleasi atau pengintian dan selanjutnya tumbuh membentuk struktur . Logam yang telah mengalami pengerjaan dingin. akan memiliki kekerasan yang tinggi. Logam memiliki energy dalam yang tinggi dan menjadi metastabil. Namun logam memiliki keuletan yang sangat rendah atau logam menjadi sangat rapuh.

Batas butir akan bergerak menjauhi pusat. Artinya ada perbedaan ukuran butir yang cukup besar. Proses rekristalisasi biasanya terjadi pada rentang temperature tertentu. Gaya pendorong pertumbuhan ini adalah energy yang dimiliki oleh batas butir. Factor lain yang dapat menghambat laju pertumbuhan butir adalah terdapatnya fasa kedua yang terdispersi atau tersebar pada butir. Kelvin Pertumbuhan Butir. Pertumbuhan butir ini disebut sebagai pertumbuhan diskontinyu atau pertumbuhan butir abnormal. Ketika temperature minimumnya tercapat. Proses pertumbuhan berjalan sangat lambat dan merupakan pertumbuhan butir paling lambat selama proses annealing. Pembentukan struktur ini melalui pertumbuhan yang sangat lambat.rekristalisasi. Pertumbuhan butir ini disebut sebagai pertumbuhan butir normal. akibatnya energy batas butit menjadi lebih rendah. Butir-butir halus akan tumbuh membesar seiring dengan naiknya temperature. semakin cepat terjadinya rekritalisasi. Butir-butir baru ini merupakan daerah bebas regangan yang memiliki energy dalam lebih rendah. Pertumbuhan butir baru akan mengeliminasi daerah terdeformasi yang memiliki regangan dan energy dalam tinggi. Mekanisme rekristalisasi terjadi saat nucleus atau inti yang terisolasi membesar di dalam butir dan adanya batas butir yang memiliki sudut besar bermigrasi atau bergerak ke dalam daerah yang memiliki derajat deformasi yang lebih besar. Inklusi dan orientasi tekstur merupakan factor-faktor yang dapat memperlambat pertumbuhan butir selama proses annealing. Semakin tinggi temperature. seperti jenis logam dan besarnya deformasi yang diterima. tetapi keuletan bertambah. Grain Growth Pada tahapan ini butir-butir akan tumbuh lebih lanjut secara perlahan dan menghasilkan butir yang ralatif seragam. Temperatur rekristalisasi dapat ditentukan dengan formula berikut: Tr = 0. maka kekuatan tarik akan berkurang. Terjadi ketidak homogenan besar butir.discontinuous grain growth dan abnormal grain growth. Pada butir yang sudah besar energy batas butir menjadi kecil. Hal ini disebabkan oleh luas permukaan batas butir mengecil. . Beberapa batas butir akan segera migrasi dan menelan sejumlah butir tetangganya. Butit besar dikelilingi butir-butir kecil.4 Tm Tr = temperature rekristalisasi Tm = titik leleh logam. Temperatur yang dibutuhkan agar terjadi proses rekristalisasi tergangtung pada banyak logam. yaitu periode inkubasi.

Setelah proses anil mencapai temperatur 800 celcius. elongasi.Pengaruh Anil Terhadap Sifat Logam Perubahan Struktur Mikro Selama Proses Anil Perubuhan struktur mikro dari struktur pengerjaan dingin baja seri 1008 setelah proses anil dapat dilihat pada Gambar 1. Pada temperatur ini terjadi pertumbuhan butir-butir ferit dan terjadinya rekritalisasi pada butirbutir fasa perlit. kuat tarik. yang menunjukkan proses rekritalsasinya masih belum menyebabkan perubahan pada bentuk butir. dan fasa pearlit juga berubah menjadi relatif bulat. perubahan semakin tampak. Sedangkan butir-butir fasa pearlit masih tampak terelongasi. hal ini menunjukkan fasa ferit sudah mengalamin rekristalisasi. Dari gambar terlihat bahwa kuat tarik turun dengan semakin tingginya temperatur anil. maka penurunan kuat tarik menjadi sangat besar. Perubahan tampak jelas ketika temperatur mencapai temperatur 600 celcius. Perubahan Struktur Mikro Akibat Proses Anil Pengaruh Temperatur Anil Terhadap Sifat Mekanik Pengaruh Anil Terhadap Sifat Kuat Tarik Perubahan sifat mekanik. butir-butir ferit sudah berubah menjadi relatif bulat. dan kekerasan setelah proses anil dapat dilihat pada Gambar 2. butir-butir ferit menjadi makin bulat dan makin besar. . eguiaxial grains. Gambar 1. Struktur baja seri 1008 setelah pengerjaan dingin ditujukkan dengan bentuk butir-butir yang terelongasi yang menunjukkan struktur hasil deformasi. Di sini tampak bahwa setelah mekanisme rekristalisasi terjadi. Setelah proses anil di temperatur 600 celcius.

Gambar 2. Pengaruh Temperatur Anil Terhadap Kuat Tarik Pengaruh Anil Terhadap Sifat Keuletan/Elongasi Material Selain terjadi perubahan pada kuat tarik. Data ini mengkonfirmasi bahwa proses anil dengan mekanisme rekristalisasi dan pertumbuhan butirnya berkontribusi terhadap meningkatkan elongasi baja yang sebelumnya rendah akibat proses pengerjaan dingin. Pengaruh Temperatur Anil Terhadap Elongasi . Pada temperatur yang masih rendah peningkatan keuletan relatif kecil. Gambar 3 menunjukkan perubahan keuletan baja setelah mengalami proses anil pada berbagai temperatur. Gambar 3. Peningkatan keuletan semakin besar ketika anil dilakukan pada temperatur 600 – 800 celcius. proses anil juga berkontribusi terhadap peningkatan keuletan yang dimiliki oleh baja.

Kekerasan turun sangat tajam ketika anil dilakukan pada temperatur 600 sampai 800 celcius. Perubahan kekerasan tidak terlalu besar setelah dianil sampai temperatur 400 derajat. Pengaruh Temperatur Anil Terhadap Kekerasan Sumber http://ardra. Gambar 4.Pengaruh Anil Terhadap Sifat Kekerasan Material Perubahan nilai kekerasan baja setelah di anil dengan temperatur 200 sampai 800 celcius dapat dilihat pada Gambar 4. Hal ini menunjukkan bahwa proses rekritalisasi yang diikuti oleh pertumbuhan butir memberikan pengaruh yang cukup bessar terhadap penurunan kekerasan baja.biz/sain-teknologi/metalurgi/perlakuan-panas-logam/prosesanil-annealing/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful