P. 1
02 Counter Asyncronous

02 Counter Asyncronous

|Views: 668|Likes:
Published by bangrisscribd

More info:

Published by: bangrisscribd on Aug 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

A.

Kompetensi
Setelah selesai pembelajaran mahasiswa mampu merancang pencacah asingkron

B. Sub Kompetensi
Setelah selesai pembelajaran mahasiswa mampu : 1. Mendifinisikan pencacah asingkron 2. Mengaplikasikan tabel implikasi 3. Melaksanakan prosedur perancangan 4. Mensimulasikan hasil rancangan 5. Melakukan evaluasi hasil rancangan

C. Dasar Teori
1. Tabel eksitasi JK FF, SR FF, T FF, dan DFF Tabel EKSITASI Awal Beriku JK SR FF T FF DFF t FF Q Q+ J K S R T D 0 0 0 X 0 X 0 0 0 1 1 X 1 0 1 1 1 0 X 1 0 1 1 0 1 1 X 0 X 0 0 1 2. Tabel karakteristik FF bisa dilihat di buku teks atau diinternet 3. Pencacah asinkron adalah pencacah yang pemasangan setiap clocknya dihubungkan secara kaskade/pulsa clock awal tidak disatukan dengan yang lain.(asingkron) 4. Perancangan pencacah dapat di tentukan dari posisi clocknya, modulonya, jenis kode cacahannya, dan jenis flip-flop penyusunnya. 5. Untuk merancang pencacah asingkron perlu ditempuh langkah-langkah ۩ Menentukan jumlah FF (n) dengan formula 2n-1 < modulo ≤ 2n berdasarkan clock efektif terjadinya perubahan. ۩ Menentukan lay-out posisi FF dan menyusun semua clocknya

۩ Membuat tabel transisi sesuai dengan kode bilangan dan jumlah FF dengan memperhatikan clock efektif. ۩ Menentukan formula masukkan masing masing flip-flop dengan menggunakan metode minimalisasi (peta Karnaugh, Aljabar Boole atau Quine Mc. Cluskey) ۩ Mengimplementasikan formula masukan kedalam rangkaian lay-out dalam bentuk simbol

D. Alat/Instrumen
Logik analiser Lampu Indikator Decoded 7 segment IC AND Catu Daya DC 5V CRO IC Flip-Flop Pembangkit pulsa

E. Keselamatan Kerja
Perhatikan polaritas tegangan, aktif low/ aktif highnya Batas kerja tegangan/arus indikator

F. Langkah Kerja
1. Membuat analisis kebutuhan dari sebuah pencacah asingkron dengan kode biner/ gray * modulo 10/ 9/ 7* menggunakan JK/ SR/ T/ D * flipflop. (*pilih salah satu) a. Menentukan jumlah FF (n) dengan formula : 2n-1 < modulo ≤ 2n = 24-1 < 10 ≤ 24 jadi n sama dengan 4 buah. b. Menentukan lay-out posisi FF dan menyatukan semua kloknya.

Gambar 1. Lay-out Design untuk Modulo 10 c. Membuat tabel transisi sesuai dengan kode bilangan dan jumlah FF nya.
B3 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 B2 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 B1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 B0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 J3 x 0 x 0 x 0 x 1 x x K3 x x x x x x x x x 1 J2 x x x 1 x x x x x x K2 x x x x x x x 1 x x J1 x 1 x x x 1 x x x 0 K1 x x x 1 x x x 1 x x J0 1 x 1 x 1 x 1 x 1 x K0 x 1 x 1 x 1 x 1 x 1

d. Menentukan formula masukkan masing masing flip-flop dengan menggunakan metode minimalisasi Peta Karnaugh.

B1 BO

00 x x d x

01 0 0 d x

11 0 1 d d

10 x x d d

B1 BO

00 x x d x

01 x x d 1 K3 = 1

11 x x d d

10 x x d d

00 01 11 10

00 01 11 10

J3 = B2 . B1

B1 BO

00 x x d x

01 x x d x

11 1 x d d

10 x x d d
B1 BO

00 01 11 10

00 x x d x

01 x x d x

11 1 1 d d

10 x x d d

00 01 11 10 J2 = 1
B1 BO

K1 = 1 01 x x d x 11 x 1 d d 10 x x d d
B1 BO

00 x x d x

00 01 11 10 K2 = 1
B1 BO

00 1 1 d 1

01 x x d x

11 x x d d

10 1 1 d d

00 00 x x d x 01 1 1 d 0 11 x x d d 10 01 x 11 x d d
B1 BO

00 01 11 10

10 J0 = 1

00 x x d x K0 = 1

01 1 1 d 1

11 1 1 d d

10 x x d d

00 01 11 J1 = (B3) 10

e. Mengimplementasikan

formula

masukan

kedalam

rangkaian lay-out berbentuk simbol.

Gambar 2. Implementasi Simbul Rangkaian Modulo 10

Gambar 3. Bentuk Gelombang Dari Logic Analyzer Rangkaian Modulo 10 f. Mengimplementasikan rangkaian IC. formula masukan kedalam

Gambar 4. Rangkaian Menggunakan IC Modulo 10

G. Analisis Data
1. Dari Peta Karnaugh didapat formula masukan untuk masing-masing flip-flop yaitu : J3 = B2 . B1 K3 = 1 J2 = 1 K2 = 1 J1 = B3’ K1 = K1 J0 = 1 K0 = 1 2. Pada Gambar 2. Implementasi Simbul Rangkaian Modulo 10 dapat dilihat bahwa rangkaian asingkron ini tidak serumit rangkaian dengan menggunakan pecahan singkron karena pada peta karnaugh sendiri formula yang dihasilkan pada masing-masing flip-flop sudah sanggat ringkas. 3. Gambar 3. Bentuk Gelombang Dari Logic Analyzer Rangkaian Modulo 10 menunjukkan bahwa pulsa keluaran sudah sesuai dengan apa yang dirancang sebelumnya. Terbukti dengan gelombang pada saat B0 = 1 dan B3 = 1 maka untuk selanjutnya akan

berlogika low semua, itu berarti pada saat counter mencacah angka 9 maka yang berikutnya akan mencacah angka 0 dst (modulo 10). 4. Dalam prakteknya implementasi rangkaian modulo 10 ini hasil dari gelombang logic analyzer sama dengan yang menggunakan IC.

H. Bahan Diskusi
1. Modifikasi rangkaian yang anda buat menjadi pencacah yang menghitung mundur.  Dalam implementasi rangkaian penghitung mundur dengan pencacah asingkron ini sulit dilakukan untuk modulo-modulo tertentu termasuk modulo 10. Maka dirancanglah rangkaian pencacah asingkron penghitung mundur dengan modulo 16 yang dalam rancangannya relatif lebih mudah yakni dengan memberi masing-masing input dengan Q’.

Gambar 5. Rangkaian Penghitung Mundur Modulo 16

Gambar 6. Logic Analyzer Rangkaian Penghitung Mundur Modulo 16  Dari gambar logic analyzer diatas maka dipastikan rangkaian penghitung mundur ini sesuai rancangan awal yakni saat B0 sampai B3 dalam keadaan high selanjutnya pencacah melanjutkan B0 low sedangkan B1,B2,B3 high itu berarti ketika hitungan sampai pada F maka hitungan berikutnya adalah E. 2. Bagaimana agar pencacah tersebut dapat berhenti pada hitungan tertentu yang lebih kecil dari modulonya.  Untuk dapat membuat pencacah berhenti pada hitungan  Agar tertentu cukup dengan memberikan berhenti pada tambahan dua gerbang yakni nand dan and. rangkaian pencacah dapat hitungan tertentu sesuai dengan yang diharapkan maka masukan dari gerbang nand dihubungkan dengan

logika hitungan yang akan dihentikan, dan output dari gerbang and dihubungkan dengan clock.  Gmbar rangkaian yang diberi bulatan adalah tambahan rangkaian yang digunakan untuk berhenti pada hitungan Sembilan.

Gambar 7. Rangkaian Modulo 10 Yang Dapat Berhenti Pada Hitungan Tertentu  Gambar logic analyzer modulo 10 dibawah ini menunjukkan bahwa ketika pencacah mulai menghitung dari 0 sampai 9 maka pada saat hitungan 9 pencacah ini akan berhenti terbukti dari output yang selalu sama sampai tak terbatas.

Gambar 8. Logic Analyzer Rangkaian Modulo 10 Yang Dapat Berhenti Pada Hitungan Tertentu

I. KESIMPULAN
Dari percobaan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa : 1. Counter asynchronous bekerja secara terpisah, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pencacahan lebih lama dibandingkan dengan counter synchronous. Perubahan satu FF tidak berpotensi untuk menrubah semua atau seluruh FF. 2. Tahap-tahap dalam melakukan prosedur perancangan flipflop asingkron terbagi menjadi 6 yaitu : a. Menentukan jumlah FF (n) dengan formula 2n-1 < modulo ≤ 2n. b. Menentukan lay-out posisi FF dan menyatukan semua kloknya (ingat conter asingkron akan aktif pada sisi turun). c. Membuat tabel transisi sesuai dengan kode bilangan dan jumlah FF nya.

d. Menentukan formula masukkan masing masing flipflop dengan menggunakan metode minimalisasi (Peta Karnaugh, Aljabar Boole atau Quine Mc. Cluskey). e. Mengimplementasikan formula masukan kedalam rangkaian lay-out dalam bentuk simbol. f. Mengimplementasikan formula masukan kedalam rangkaian IC. 3. Dalam pencacah asingkron ini terdapat cara mudah untuk mencacah bilangan secara cepat tanpa menggunakan tahap-tahap dalam melakukan perancangan seperti point diatas, yaitu dengan menggunakan fasilitas reset dan menggunakan gerbang yang cocok untuk membatasi modulonya. 4. Pencacah asingkron ini memiliki kelebihan dibandingkan pencacah singkron yakni pada pencacah asingkron menghasilkan rangkaian yang sederhana dan kelebihan yang lainnya adalah dengan memanfaatkan fasilitas reset sehingga tidak menggunakan tahapan-tahapan perancangan yang telah ada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->