P. 1
Analisa Numerik_Matlab

Analisa Numerik_Matlab

|Views: 9|Likes:
Published by Adi Widiastra
ANALisa Numerik
ANALisa Numerik

More info:

Published by: Adi Widiastra on Dec 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2015

pdf

text

original

Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab

1
BAB I
PENDAHULUAN

Pengenalan Program Matlab 1

Matlab merupakan bahasa pemrograman komputer berbasis windows dengan
orientasi dasarnya adalah matrik, namun pada program ini tidak menutup kemungkinan
untuk pengerjaan permasalahan non matrik. Selain itu matlab juga merupakan bahasa
pemrograman yang berbasis pada objek (OOP), namun disisi lain karena matlab bukalah
type compiler, maka program yang dihasilkan pada matlab tidak dapat berdiri sendiri, agar
hasil program dapat berdiri sendiri maka harus dilakukan transfer pada bahasa
pemrograman yang lain, misal C++. Pada matlab terdapat tiga windows yang digunakan
dalam operasinya yaitu Command Windows (layar perintah) dan figure windows (layar
Gambar), serta NotePad (sebagai tempat editor program).

Windows Pada Matlab
Menu Command windows
Command windows (layar perintah) digunakan untuk menjalankan perintah/program
yang dibuat pada layar editor matlab. Pada windows / layar ini anda dapat mengakses
perintah maupun komponen pendukung ( Help file dll ) yang ada pada matlab secara
langsung. Salah satu ciri dari Command windows ditandai dengan tanda prompt (>>). Layar
Menu Command windows terlihat dalam gambar dibawah ini.





















1. File

Menu file merupakan item untuk menangani set-up statement yang berhubungan dengan
file.
Menu pull
down Tittle
Klik untuk
kecilkan window
Klik untuk
besarkan window
Menggeser
layar window
Untuk menggeser layar arah
horisontal
Layar perintah
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
2

new
Menu New merupakan sub menu:

M-File
Membuka editor dengan laya kosong sehingga anda siap untuk membuat M-File baru (lihat
menu yang ada pada editor yang dipakai).

Figure
Figure membuat sebuah figur window (layar gambar baru).

Model
Membuat layar mode simulink (jika program matlab menyediakan fasilitas simulink).

Open M-File
Menampilkan dialog box untuk membuka sebuah M-file yang dipilih sesuai dengan pilihan pada
dialog box ke dalam editor.
Nama file
yang dibuka
Kotak dialog
Menutup window
Type ekstensi
file
Directory yang aktif
Klik jika
pilihan
sesuai
Batalkan
perintah
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
3
Save workspace As
Menampilkan dialog box penyimpanan data dalam format ASCII
Pada menu ini anda diperintahkan untuk memilih letak drive, directory dan masukkan nama
file dengan extensi mat (*.mat) untuk menyimpan workspace (lembar kerja pada matlab).

- Set path
Pada bagian ini digunakan untuk melakukan setting path / lintasan yang akan dikenali
oleh program pada saat ekskusi file yang telah dibuat.
- Print
Mencetak semua text yang berada pada command window. Jika yang dicetak tidak
ingin semuanya maka cetak bagian (variabel) yang ingin dicetak.
- Exit matlab
Perintah untuk keluar dari pelayanan matlab.

2. Edit
Menu edit adalah bagian dari matlab yang memangani fasilitas editing.
Menu edit terlihat seperti gambar
- Cut
Menghilangkan text yang diblok dari command window dan text tersebut disimpan pada
cliboard.
- Copy
Meng Copy (duplikat) text yang diblok dari command window ke cliboard.
- Paste
Menulis text yang ada pada clipboard ke command window.
- Clear Command windows
Membersihkan lembar kerja.
Menutup
window
Directory yang
aktif
Kotak dialog
Nama file
yang akan di
save
Type ekstensi
file
Klik jika
sudah sesuai
Batalkan
perintah
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
4
3. Preference
Menu option adalah bagian dari preference yang menangani setting windows matlab. Salah
satu fungsi dari bagian ini adalah sebagia berikut :

Format numeric yang dipakai:

FORMAT Contoh Keterangan
Short
Long
Hex
Bank
Plus
Rational
35.83333
35.8333333333333334
4041eaaaaaaaaab
35.83
+
215/6
Fixpoint dengan format 5 digit
Fixpoint dengan format 16 digit
Hexadesimal
Format dalam dolar dan sen (2 desimal digit)
Pemberian simbol +,- atau nol
Fungsi point dituliskan dalam bilangan pecahan

- Loose
Tampilan numeric dengan baris baru sebelum dan sesudah matrik.
- Compact
Tampilan numeric tanpa baris baru sebelum dan sesudah matrik.
- Turn Echo on
Turn Echo dapat diset dalam dua kondisi yaitu: Turn Echo on dan Turn Echo Off.
Turn Echo on pada saat M-File dieksekusi maka baris-baris yang dieksekusi tidak
ditampilkan pada layar (command window).
- Enabel Bacground Process
Perintah ini merupakan togle yaitu dapat diset on atau off.
- Font
Menampilkan dialog box yang dapat digunakan untuk men-set spesifikasi font (huruf)
dan warna bacground pada command window yang digunakan.


4. Help
Menu help menyediakan fasilitas untuk mengakses program help dari matlab, dimana pada
menu tersebut mempunyai sub menu sbb:


Table of Contents
Index
Help Selected

About

- Table of Content
Menampilkan daftar area help dari matlab yang disediakan.
- Index
Menampilkan daftar alpahabet dari fungsi-fungsi pada matlab yang disediakan.
- Help Selected
Mencari topik dari help pada item yang disorot dan ditampilkan pada command window.
- About
Manampilkan “About Box Matlab”

Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
5
BAB II
PENGENALAN PEMROGRAMAN


Matlab adalah paket program pemrograman matematika berbasis matrik. Pada program
matlab ada dua cara palayanan program, yaitu:
1. Secara interatif (secara langsung ), jika anda pernah menggunakan program Q-basic,
terletak pada View Immediate.
2. Dengan pemprograman, yakni program dibuat pada tempat terpisah baru dilakukan tes
pada matlab.

Pelayanan secara interaktif dilakukan dengan cara mengetikkan perintah-perintah yang
diinginkan langsung pada “prompt” dari matlab yang berbentuk lambang ”>>”. Pelayanan
dengan pemprograman dilakukan dengan cara membuat / menyusun program dengan
editor dan disimpan dengan ektensi “m”(*.m)
Lakukan perintah dibawah ini sebagai latihan pada commnad windows sebagai pelayanan
interatif.
¬ Membentuk matriks
>> A = [4 3 2; 4 4 3; 3 2 2]
¬ Perintah mencari invers
>> B = inv (A) >> C = det (A)
¬ Mengambil bagian matriks
>> a = A(1,:);
>> a

>> c = A(:,2);
>> c

>> D = A(1,2,:);
>> D
¬ Untuk menampilkan variabel yang aktif dalam memory komputer
>> who
¬ Menyimpan lembar kerja
>> save temp
¬ Menghapus lembar kerja
>> clc
¬ Menghapus semua variabel pada lembar kerja (buffer memory)
>> load temp
>> who
¬ Mencari ukuran dari matriks
>> [n, m] = size (A)
Untuk lebih mendalami, lakukan dan jawab pertanyaan dibawah ini:

(
(
(
(
(
(
¸
(

¸

÷ ÷
÷ ÷
÷
=
0.5 4.5 2.3 1.2
0.5 2.4 0.5 0.5
1.5 9.0 8.2 5.7
2.0 0.1 0.5 8.2
0.5 2.3 1.5 0.6
G


[m,n] =size [g]
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
6
A = det [G]
B = inv [G]
C = G
T

D = (:,2)
E = G(1:3,2:4)

Matriks - matriks yang disediakan oleh matlab adalah:
- Eye(n) : membuat matriks identitas dengan ukuran n x n
- Zeros(n) : membuat matriks nol dengan ukuran n x n
- Ones(n) : membuat matriks satuan dengan ukuran n x n
- Trill(n) : membuat matriks segitiga bawah dari matriks x
- Triu(n) : membuat matriks segitiga atas dari matriks x


APLIKASI GRAFIK
LATIHAN 2A
Grafik 2D sebagai contoh sbb:
¬ Membuat grafik sinus dan cosinus
x=0:0.001:2*pi
y=sin(x)
z=cos(x)
plot (x,y,'r-',x,z,'g--');
grid;
title('grafik fungsi sinus (x) dan cosinus(x)');
xlabel('nilai x');
ylabel('cos (x)atau sin (x)');
shg

LATIHAN 2B
¬ Grafik 3 Dimensi
x=-8:0.05:8;
y=x;
[x,y]=meshgrid(x,y);
R=sqrt(x.^2+y.^2)+eps;
z=sin(R)./R;
mesh (z) ;
title('grafik sin (R)/R');
shg
TUGAS 1
1 Untuk dapat mendalami lebih materi kali ini selesaikan soal dibawah ini untuk mencari
grafik korelasi waktu dan tempatur pada data dibawah ini.

Waktu (detik) Suhu (
o
F)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
54.2
58.5
63.8
64.2
67.3
71.5
88.3
90.1
90.6
89.5
90.4

Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
7
2. buatlah grafik 3 dimensi dari data matriks dibawah ini:

(
(
(
(
(
(
(
(
¸
(

¸

÷ ÷ ÷ ÷
÷ ÷
÷ ÷ ÷ ÷
=
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 5 5 5 5 1 1
1 1 5 10 5 5 1 1
1 1 5 5 5 5 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
1 1 1 1 1 1 1 1
G

dengan perintah mesh(G)

mesh (G)
title (‘Grafik 3 dimensi’);
xlabel (‘Harga X’)
ylabel (‘Harga Y’)
zlabel (‘Harga Z’)
pause
pcolor (G)
axis off
shading flat

Setelah menyelesaikan program diatas fahami dan buat diagram alir untuk lebih mamahami
logikanya.

Tipe garis, tanda, dan warna

Dalam penggambaran grafik pada matlab dapat digunakan karakter - karakter khusus
sebagai simol garis, tanda serta warna dari symbol yang digunakan.
Symbol serta wana yang digunakan antara lain adalah :

Symbol Warna Symbol Tipe Garis
Y
M
C
R
G
B
W
K
Kuning
Magenta
Cyan
Merah
Hijau
Biru
Putih
Hitam

O
X
+
*

:
─ 
─ ─
Titik ()
Lingkaran (o)
Tanda (x)
Tanda (+)
Tanda (*)
Garis penuh (─)
Tanda (:)
Garis titik (─ )
Garis putus-putus (─ ─)

Perintah:
plot : membuat grafik 2 dimensi
mesh : membuat grafik 3 dimensi
xlabel : memberi nama sumbu X
ylabel : memberi nama sumbu Y
zlabel : memberi nama sumbu Z
title : memberi judul grafik
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
8
OPERASI MATEMATIK


Operator Matematik :
Symbol Keterangan Contoh
+ jumlah (plus) C=A+B
- kurang (minus) D=A-B
* Perkalian E=A*B
/ Pembagian F=A/B
^ Pangkat K=A^2

Operator ini dapat digunakan pada skalar, vector maupun matrik ( pada operasi tertentu
saja ). Jika dikenakan pada skalar maka berlaku seperti aljabar biasa.
Coba lakukan perintah dibawah ini dan perhatikan hasil operasi – operasi :
a = [ 1 2 3 4 5 ];
b = [ 6 7 2 5 3 ];
c = 2;
A = a + b
B = a + c
C = a^c
D = a.*b
E = b – a
F = a./b
G = a.\b
H = b.^a

Sedangkan untuk operasi dibawah ini tidak dapat dilakukan.
Coba terangkan:
a*b
a/b
a\b
b^a


TUGAS 2

1. A = [2 -1 5 0] B = [3 2 -1 4]
1. A – B
2. B + A – 3
3. 2 * A + A.^b
4. B./A
5. B.\A
6. A.^B
7. (2).^B + A
8. 2*B/3.0*A
2.
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

=
6 4
3 2

3 4
7 5
D C
1. C * D
2. C + D
3. C/D
4. C\D
5. D – C
6. C.*D
7. C./D
8. C.\D

Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
9
BAB III
OPERASI RELASI

Operator
< Lebih kecil
<= Lebih kecil atau sama dengan
> Lebih besar
>= Lebih besar atau sama dengan
== Sama dengan
~= Tidak sama dengan

Operasi relasi ini sangat penting untuk aliran program yang menggunakan statement
WHILE dan IF.

Kontrol Aliran Program:
Dalam Matlab. Control aliran program itu terdiri dari FOR LOOPS, WHILE LOOPS, dan IF-
ELSE-END.
- FOR LOOPS
format penulisan secara umum statement ini adalah sebagai berikut :

for Var = Nilai Awal : Pertambahan :Nilai Akhir
perintah / baris yang akan diulang
end

Contoh:
for n = 1 : 10
x(n) = sin (nH/10);
end
x (lihat hasil nilai x)

Selain itu juga dapat digunakan perintah FOR LOOPS dalam FOR LOOPS
Contoh:
for n = 1 : 5
for m = 5 : -1 :1
A(n,m) = n^2 + m^2
end;
end;

- WHILE LOOPS
Perintah pengulangan tetapi diketahui jumlah pengulangannya, sehingga diperlukan syarat
batas (syarat yang harus dipenuhi).

while Kondisi
perintah
end

Contoh:
>> num = 0; eps = 1;
while (1+eps) > 1
num = num + 1
end
>> num
>> eps
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
10
- IF – ELSE – END

Melakukan perintah dengan syarat batas :
a. If dengan satu alternatif
if ekspresi
perintah
end

Keterngan :
Baris perintah akan dikerjakan jika ekspresi bernilai benar, namun jika tidak maka
baris perintah akan dilewatkan.

b. IF dengan banyak pilihan

if ekspresi 1
perintah 1
elseif ekspresi 2
perintah 2
elseif ekspresi 2
perintah 2
end;
end;
end.

Keterangan
Baris perintah 1, akan dikerjakan jika ekspresi 1, bernilai benar, namun jika ekspresi
1, salah maka program akan melakukan pengecekan pada ekspresi berkutnya, hal
ini dilakukan sampai ditemukan salah satu ekspresi yang bernilai benar, atau tidak
sama sekali dan program akan keluar dari perputaran IF, yang telah dibuat

Cobalah contoh dibawah ini untuk IF dengan 1 alternatif pilihan :
>> a = [2, 5, 6, 7, 8]
>> n = max (size (a))
>> if n > 0
rata = a / n
end.
Setelah anda selesai mencoba contoh tersebut, buatlah program Untuk IF dengan lebih dari
4 pilihan

LATIHAN 3A

Mencari akar:
Dalam kesempatan ini anda akan diperkenalkan :
- Penggunaan editor
- Membuka dan menutup Matlab

Program berikut ini adalah untuk menghitung akar kuadrat dari bilangan file akar m dengan
memasukkan program ini (program dibuat dalam editor).

x = a;
eror = 1;
k = 1;
while eror > 0.000001
y = 0.5 * (x + a/x);
sbx (k) = x;
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
11
sby (k) = y;
eror = abs (x – y);
x = y;
k = k + 1;
end
x
plot (sbx, sby);

Sesudah program diatas disimpan (dilakukan dalam editor), kemudian kembali ke Matlab
dan lakukan :
1. >> jalankan file program yang sudah dibuat, dengan menuliskan nama file yang
telah disimpan.
2. >>a = 10;
3. >>akar
Pelajarilah hasil dan makna dari tiap baris dalam program ini. Catatlah semua hasil yang
perlu dalam buku catatan praktikum anda.


LATIHAN 3B (METODE NEWTON RAPHSON)
Mencari akar polinominal menggunakan metode NEWTON, dimana pada metode ini harus
diberikan turunan dari polinominal tersebut. Untuk lebih memahami metode ini perhatikan
grafik berikut ini :

Dari grafik diatas, nilai Xi adalah nilai X pada perkiraan awal sedangkan Xi+1, merupakan
nilai pendekatan X berikutnya, dengan menggunakan konsep segitiga maka kita dapatkan
nilai dari Xi+1 dengan persamaan sebagai berikut :

) ( '
) (
1
i
i
i i
x f
x f
X X ÷ =
+


Dalam program dibawah ini diperkenalkan penggunaan Prosedur Function dalam Matlab
guna menyelesaikan metode NEWTON pada pembahasan diatas .

Buat program dibawah ini pada matlab editor atau notepad pada Microsoft windows:

% nama file zfungsi.m
% program untuk menghitung f(x) dan f’(x) dengan x diketahui
% program in disertakan prosedur function

function [f,ff] = zfungsi(x)
Xi – Xi+1
f(xi)-0
f’(xi)
f(xi)
X
f(x)
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
12
f = x^5 – 2*x^4 + 3*x*3 -4*x^2 + 5*x – 6
ff= 4*x^4 - 8*x*3 + 9*x^2 - 8*x – 5

Simpan program tersebut dengan nama file zfungsi.m.
Setelah itu siapkan file baru lagi dan simpan dengan nama file znewton.m dibawah ini:

% nama file znewton.m
% sebagai program induk untuk memanggil program zfungsi.m
% untuk mencari akar dari f(x) dengan metode Newton
% nilai tafsiran awal x dimasukkan dulu

k = l
[f,ff] = zfungsi(x)
while abs(f) > 0.0001
y = x – f/ff
sbx(k) = x;
sby(k) = y;
k = k + 1;
x = y;
[f,ff] = zfungsi(x);
end;

x;
plot(sbx,sby)
Pelajarilah hasil dan makna dari tiap baris dalam program ini. Catatlah semua logika yang
ada dan buat diagram alirnya. Untuk lebih memahami contoh diatas, kerjakan contoh soal
dibawah ini

TUGAS 3









1. Sebuah batang Uniform diberi beban seperti gambar:
Persamaan lendutan yang terjadi pada batang
( ) x L x L x
EL
W
y
4 3 2 5 0
2
120
÷ + ÷ =
L = 180 inch, E = 2,9x10
7
I = 723 inch
4
W0 = 12 kips/ft
Dengan menggunakan metode Newton tentukan posisi x dimana y mencapai max
(tentukan x dimana dy/dx = 0)

2. Persamaan Gas Ideal dari persamaan Vander Wals sbb:
( ) RT b v
v
a
p = ÷ |
.
|

\
|
+
2

Dimana:
v =
n
V

V = molal volume
y
x
W0
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
13
n = bilangan dari mol (bilangan Avogadro)
a & b adalah konstanta (diperoleh secara empiris)
R = 0.082054 (atm/molºK)

Untuk karbondioksida:
a = 3,592
b = 0,09267

Untuk oksigen:
a = 1,36
b = 0,031383

Jika tekanan yang digunakan 1, 10, 100 atm untuk kombinasi suhu 300, 500, dan 700ºK,
tentukan volume molal untuk gas oksigen dan gas karbondioksida.

LATIHAN 3C (Metode Bisection)
Mencari akar persamaan dengan metode BISECTION / BAGI DUA, pada metode ini
nilai yang akan dicari diapit oleh dua nilai X yang diambil dari perkiraan / aproksimasi
dimana nilai tersebut adalah Xl sebagai batas bawah, Xu sebagai batas atas dan Xr sebagai
nilai tengan dari X, secara sepintas metode ini dapat dijelaskan dengan langkah sebagai
berikut :
1. Buat Nilai perkiraan untuk nilai Xl dan Xu dengan asumsi X yang dicari berada
diantaranya
2. Cek nilai dari f(xl).f(xu) <0
3. Jika langkah 2 terpenuhi maka lakukan perubahan nilai x dengan membagi 2 bagian
dari nilai awal dan akhir
2
u l
r
X X
X
+
=
4. Dengan adanya Xr, maka kita mempunyai dua bagian dari langkah 1, yakni bagian
pertama dibatasi oleh Xl ~ Xr, dan bagian ke 2 Xr ~ Xu
5. Lakukan pengecekan pada salah satu bagian misal bagian pertama, kemudian lakukan
cek dengan langkah 2, jika terpenuhi lanjutkan pada langkah 3. Namun jika pada
langkah ini tidak terpenuhi pindahkan pada bagian ke dua.
6. Dengan selalu membagi dua pada langkah 3, maka akan didapat nilai x yang paling
mendekati.
Metode ini secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut :

Sebagai contoh kita akan menyelesaikan suatu sistem massa pegas teredam dengan solusi
persamaan getaran seperti dibawah ini


Xl = 0 Xu = 1
Nilai X
yang dicari
f(x)
2
u l
r
X X
X
+
=

X
f(x)
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
14
Function[Fl]=fungsi2l(tl)
Y=0.3;
% M= Massa Benda
M=1200000;
% K= Konstanta dari pegas yang digunakan
K=125000000;
% C= Koefisien hambatan Udara
C=14000000
W=sqrt(k/m)
N=c/(2*m)
F1=y*exp(-n*tl)*(cos(w*tl)+n*sin(w*tl)/w);

Simpan program diatas dengan nama fungsi2l.m

Buat program untuk menghitung batas atas yang sudah diketahui kita masukkan pada

Function[Fu]=fungsi2u(tu)
Y=0.3;
% M= Massa Benda
M=1200000;
% K= Konstanta dari pegas yang digunakan
K=125000000;
% C= Koefisien hambatan Udara
C=14000000
W=sqrt(k/m)
N=c/(2*m)
Fu=y*exp(-n*tl)*(cos(w*tl)+n*sin(w*tl)/w);

Simpan program diatas dengan nama fungsi2u.m
Sekarang buat program untuk menghitung nilai F untuk menghitung nilai rata-rata, yang
didapat dari batas atas (fungsi2u.m) dan batas bawah (fungsi2l.m)

Function[Fu]=fungsi2u(tu)
Y=0.3;
% M= Massa Benda
M=1200000;
% K= Konstanta dari pegas yang digunakan
K=125000000;
% C= Koefisien hambatan Udara
C=14000000
W=sqrt(k/m)
N=c/(2*m)
F=y*exp(-n*tl)*(cos(w*tl)+n*sin(w*tl)/w);

Simpan program diatas dengan nama fungsi2.m

Satelah file pendukung diatas selesai maka siapkan file yang berfungsi untuk melakukan
bagi dua.
Clc
Tl=input(‘ Batas bawah :’);
Tu=input(‘ Batas atas:’);
K=0;
Eror=1;
[Fl]=fungsi2l(tl)
[Fu]=fungsi2u(tu)
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
15
while eror>0.001;
tr=(tl+tu)/2;
k=k+1
t=tr;
[F]=fungsi2(t);
eror=abs((tu-tl)/(tu+tl));
sbx(k)=t;
sby(k)=F;
test=F*Fu;
if test<0
tl=tr;
else test<0
tu=tr;
end
[Fl]=fungsi2l(tl);
[Fu]=fungsi2u(tu);
end
plot(sbx,sby)
t
%Akhir Program

Latihan 3D (Metode False Position)
Mencari akar dengan metode Regula Falsi atau yang lebih dikenal dengan False Position.
Pada metode ini secara prinsip sama dengan metode bagi dua. Pada sesi ini anda
diharapkandapat memahami metode false position dengan batuan contoh program dibawah
ini :

%Program untuk metode False Position
% Untuk batas nilai atas ( F Upper)
Function[Fu]=fungsi3u(tu)
Y=0.3;
% M= Massa Benda
M=1200000;
% K= Konstanta dari pegas yang digunakan
K=125000000;
% C= Koefisien hambatan Udara
C=14000000
W=sqrt(k/m)
N=c/(2*m)
Fu=y*exp(-n*tl)*(cos(w*tl)+n*sin(w*tl)/w);

Simpan program diatas dengan nama fungsi2u.m

% Untuk batas nilai bawah ( F lower)
Function[Fl]=fungsi3l(tl)
Y=0.3;
% M= Massa Benda
M=1200000;
% K= Konstanta dari pegas yang digunakan
K=125000000;
% C= Koefisien hambatan Udara
C=14000000
W=sqrt(k/m)
N=c/(2*m)
Fl=y*exp(-n*tl)*(cos(w*tl)+n*sin(w*tl)/w);
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
16
Simpan program diatas dengan nama fungsi2l.m
% Untuk rata-rata ( Fr)
Function[Fr]=fungsi3r(tl)
Y=0.3;
% M= Massa Benda
M=1200000;
% K= Konstanta dari pegas yang digunakan
K=125000000;
% C= Koefisien hambatan Udara
C=14000000
W=sqrt(k/m)
N=c/(2*m)
Fr=y*exp(-n*tl)*(cos(w*tl)+n*sin(w*tl)/w);

Satelah file pendukung diatas selesai maka siapkan file yang berfungsi untuk melakukan
perhitungan secara keseluruhan .

Clc
Tl=input(‘ Batas bawah :’);
Tu=input(‘ Batas atas:’);
K=0;
Eror=1;
[Fl]=fungsi3l(tl)
[Fu]=fungsi3u(tu)
while eror>0.001;
tr=(tu-(Fu*(tl-tu)/(Fl-Fu));
eror=abs((tr-t)/tr)
end
t=tr;
[Fr]=fungsi3l(t);
k=k+1;
sbx(k)=t;
sby(k)=Fr;
if Fr*Fu<=0;
tl=tr;
else
tu>tr;
end

[Fl]=fungsi3l(tl);
[Fu]=fungsi3u(tu);
end
plot(sbx,sby)
t
%Akhir Program

Latihan 3E (Metode Secant)
Metode ini hampir sama dengan metode Newton Raphson, namun pada metode ini kita
harus membuat dua batas sebagai nilai awal dan nilai akhir seperti pada metode bisection,
secara gafis dapat dilihat pada gambar berikut :
Dengan metode interpolasi kita dapatkan :
) ( ) (
) (
a f b f
b f
b c
÷
÷ = Karena
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
17
a c
a f
c b
b f
÷
÷
=
÷
) ( ) (

Dalam Metode ini, nilai c adalah nilai perkiraan baru berdasarkan perkiraan dari nilai a dan b
sebelumnya. Sehingga untuk nilai Xi+1 sebagai nilai perkiraan berikutnya adalah :





) .(
) ( ) (
) (
1
1
1 ÷
÷
+
÷
÷
÷ =
i i
i i
i
i i
x x
x f x f
x f
X X
f(x)
x
b
f(b)
c
a
f(a)
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
18
BAB IV
MENCARI SOLUSI SISTEM DARI PERSAMAAN LINIER

Tugas kali ini anda diajak untuk menyelesaikan solusi dari beberapa persamaan li nier.
Bentuk umum sistem persamaan linier dengan n buah variebel dan n buah persamaan yang
dapat dituliskan kedalam bentuk persamaan berikut ini :
a11x1 + a12x2 + a13x3 + … + a1nxn = b1
a21x1 + a22x2 + a23x3 + … + a2nxn = b2
… … … … … = …
… … … … … = …
… … … … … = …
an1x1 + an2x2 + an3x3 + … + annxn = bn

dimana :
a11, a12, a13, … an1 dan an2, an3, an4, … ann, sedangkan x1, x2, x3, …, xn adalah variabel yang
nilainya belum diketahui. Sistem persamaan aljabar linier dapat ditulis dalam bentuk matrik :
[A] * [X] = [B]



dengan [A] =












Pada bagian ini akan dibahas beberapa penyelesaian sistem dari persamaan tersebut
secara simultan sehingga diperoleh nilai dari beberapa variabel tersebut.


Metode Invers yang telah tersedia pada program MATLAB
Mencari solusi dari sistem persamaan linier dengan metode invers suatu matriks, dapat
dilakukan dengan cepat karena pada matlab sarana untuk mendapatkan nilai invers dari
matrik telah tersedia. Secara matetatis untuk menyelesaikan suatu sistem persamaan linier
dari contoh diatas adalah sebagai berikut :

[A] * [X] = [B]
[A]
-1
* ([A] * [X]) = [A]
-1
* ([B])
[I] * [X] = [A]
-1
* [B]
[X] = [A]
-1
* [B]
Keterangan : [A]
-1
= invers dari matriks [A]
[I] = matriks identitas


a11 a12 a13 … a1n
a21 a22 a23 … a2n
… … … … …
… … … … …
an1 an2 an3 … ann



x1 b1
x2 b2
[X] = … ,[B] = …
… …
xn bn


Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
19
LATIHAN 4A
Untuk mempermudah pemahaman lakukanlah petunjuk dibawah ini untuk menyelesaikan
sistem persamaan linier berikut ini :
3x1 + 2x2 – x3 = 10
-x1 + 3x2 – 2x3 = 5
x1 + x2 – x3 = 1
Persamaan tersebut dapat ditulis dalam bentuk :
[A] * [X] = [B]

lebih detailnya adalah :







Penyelesaian secarac program pada matlab adalah:
A = [3, 2, -1; -1, 3, 2; 1, -1, -1];
B = [10, 5, 1];
C = inv (A); % C adalah invers dari A
X = C * B
Note:
“Bandingkan jika anda menyelesaikannya, dengan program lain semisal Qbasic atau Turbo Pascal”


Invers dengan menggunakan metode SWS ( Sherman Morrison Woodbury)

Metode SMW pada dasarnya adalah mencari selisih matriks tersebut dengan
matriks lain yang sudah diketahui inversnya. Maka yang paling mudah, matriks yang
digunakan sebagai acuan adalah matriks [I]. Relasi matriks SMW adalah :
B U A V =
÷
* *
1 t
atau U A V B * *
1 ÷
=
t



LATIHAN 4B

Program mencari invers dengan metode SMW
for k = 1 : n:
z = 1 + 1 + a (k,:) * c(:, k);
function [A] = invers SMW [A}
%Mencari invers dengan metode SMW
%Matriks yang dicari dimasukkan
[m, n] = size(a);
c = a – eye (n, n);
a = eye (n, n)
a = a – a * c(:, k) * a (k, :)/z;
end;

Sesudah disimpan siapkan file lain seperti dibawah ini, untuk menyelesaikan persamaan
diatas :

A = [3, 2, -1; -1, 3, 2; 1, -1, -1];
B = [10, 5, 1];
X = C * B

3 2 –1
[A] = -1 3 2
1 1 1
X1
, [X] = X2
X3
10
, [B] = 5
1
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
20
Apakah yang anda dapatkan dari kajian diatas ?
Untuk mengetahui beban komputasi dari program diatas gunakan flop. Pada akhir tugas ini,
diharapkan saudara dapat atau mampu memetik makna komputasi dalam soal
penyelesaian matriks dengan basis matriks.

Perlu diingat !
Jangan mengerjakan tugas selanjutnya apabila saudara belum paham benar tentang program ini

TUGAS 4
Untuk lebih memahami selesaikanlah persamaan dibawah ini dengan program diatas :

1) -2x1 + x2 = -3 5. ) 3x1 + 2x2 – x3 = -3
x1 + x2 = 3 -x1 + 3x2 – 2x3 = 5
x1 + x2 – x3 = -1

2) -2x1 + x2 = -3 6) -3x1 + 2x2 – x3 = 1
-2x1 + x2 = 1 -x1 + 3x2 + 2x3 = 1
x1 + x2 – x3 = 1

3) -2x1 + x2 = -3 7) 10x1 + 7x2 = 7
-6x1 + x2 = 9 -3x1 + 2x2 – 6x3 = 4
5x1 + x2 + 5x3 = 6

4) -2x1 + x2 = -3 8) 2x1 + 7x2+ x3 - 2x4 = 16
-2x1 + x2 = -3,0001 x1 + 4x2 – x3 – 2x4 = 5
3x1 - 10x2 – 2x3 + 5x4 = -15

Metode Eliminasi Gauss
Selain metode Invers matrik kita dapat menggunakan metode Eliminasi Gauss dalam
menyelesaikan sistem persamaan linier Pada pembahasan kita kali ini, metode Eliminasi
Gauss didekati dengan menggunakan sifat khusus dari matrik gauss.
Untuk lebih jelasnya perhatikan ilistrasi matematis dibawah ini :

a11x1 + a12x2 + a13x3 + … + a1nxn = c1 ………………………….. pers :G.1
a21x1 + a22x2 + a23x3 + … + a2nxn = c2 ………………………….. pers :G.2
… … … … … = …
… … … … … = …
… … … … … = …
an1x1 + an2x2 + an3x3 + … + annxn = cn ………………………….. pers :G.3

dimana :
a11, a12, a13, … an1 dan an2, an3, an4, … ann, sedangkan x1, x2, x3, …, xn adalah variabel yang
nilainya belum diketahui. Sistem persamaan aljabar linier dapat ditulis dalam bentuk matrik :
[A] * [X] = [C]



dengan [A] =





a11 a12 a13 … a1n
a21 a22 a23 … a2n
… … … … …
… … … … …
an1 an2 an3 … ann



Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
21
Matrik [A], disebut sebagai matrik koefisien
Pada bagian ini akan dibahas beberapa penyelesaian sistem dari persamaan tersebut
secara simultan sehingga nilai dari beberapa variabel tersebut dapat diketahi.

Langkah 1
Kita lakukan eliminasi maju yang bertujuan untuk membentuk matrik segitiga atas(Uper
Matrik) dari matrik yang diperlebar untuk untuk system persamaan yang akan diselesaikan.
Langkah awal yang kita lakukan adalah mengeliminasi variabel x1 dari persamaan kedua,
kemudian ketiga hingga persamaan ke n. Kalikan persamaan baris pertama dasi contoh
diatas dengan ) (
11
21
a
a
sehingga anda dapatkan persamaan:
12
11
21
1
11
21
2 12
11
21
1 21
....... c
a
a
x a
a
a
x a
a
a
x a
n n
= + + + ………………….. pers G.4
kurangkan persamaan G.4 dari persamaan G.2 agar diperoleh persamaan baru :

1
11
21
2 12
11
21
2 2 12
11
21
22
....... c
a
a
c x a
a
a
a x a
a
a
a
n n
÷ =
|
|
.
|

\
|
÷ + +
|
|
.
|

\
|
÷

kita sederhanakan persamaan diatas, diperoleh :
2 2 2 22
' . ' ..... ' c x a x a
n n
= + +
tanda aksen pada persamaan ini menandakan bahwa nilainya telah mengalami perubahan.
Langkah langkah ini kita ulangi untuk persamaan ketiga keempat dan seterusnya. Misalkan
persamaan G.1 dikalikan dengan a31/a11 dan hasilnya dikurangkan dari persamaan ketiga
sehingga menghasilkan system persamaan berikut :

a11x1 + a12x2 + a13x3 + … + a1nxn = c’1 ..……………………….. pers :G.4.a
a’22x2+ a’23x3 + … + a’2nxn = c’2 …………………………..pers :G.4.b
a’32x2+ a’33x3 + … + a’3nxn = c’3 …………………………..pers :G.4.c
… … … … … = …
… … … … … = …
… … … … … = …
a’n2x2 + a’n3x3 + … + a’nnxn = c’n …………………….. pers :G.4.d

untuk langkah selanjutnya, persamaan G.1 disebut sebagai persamaan poros(pivot), dan
a11 sebagai koefisien poros. Proses pembagian seperti a12/a11 atau a31/a11 disebut
normalisasi. Pada proses normalisasi tersebut dapat saja terjadi pembagian dengan
nol(tidak terdefinisi), sehingga metode ini disebut dengan Eliminasi gauss Naif
Sekarang kita lanjutkan untuk mengeliminasi x2 dari persamaan G.4b, maka persamaan ini
kita jadikan sebagai persamaan poros (pivot) sebagaimana pada langkah sebelumnya
(langkah saat eliminasi x1) Yaitu dengan mengalikan persamaan G.4b dengan a’32/a’22 dan
mengurangkan hasilnya dengan dari persamaan G.4.c. Kemudian lakukan eliminasi yang
x1 c1
x2 c2
[X] = … ,[C] = …
… …
xn cn


Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
22
sama untuk persamaan keempat, kelima dan seterunya sehingga dihasilkan persamaan
sebagai berikut :

a11x1 + a12x2 + a13x3 + … + a1nxn = c1
a’22x2 + a’23x3 + … + a’2nxn = c’2
a”33x3 + … + a”3nxn = c”3
… … … = …
a”n3x3 +… + a”nnxn = c”n

Langkah eliminasi dapat diteruskan menggunakan persamaan lain dibawahnya sebagai
persamaan poros. langkah ini berakhir sampai pada persamaan ke(n-1), untuk
mengeliminasi variabel Xn-1 dari persamaan ke-n. setelah hal ini selesai anda lakukan maka
akan terbentuk suatu system persamaan matrik segitiga atas :
a11x1 + a12x2 + a13x3 + … + a1nxn = c1 G.5a
a’22x2 + a’23x3 + … + a’2nxn = c’2 G.5b
a”33x3 + … + a”3nxn = c”3 G.5c
… … … = …

) 1 ( ) 1 ( ÷ ÷
=
n
n n
n
nn
c x a G.5d

Setelah kita dapatkan matrik segitiga atas, maka kita dapat lakukan eliminasi mau untuk
mendapatkan nilai-nilai x1,x2 serta x3. Dari persamaan G.5d dengan mudah kita bisa
dapatkan nilai dari xn

) 1 (
) 1 (
÷
÷
=
n
nn
n
n
n
a
c
x
hasil ini kita subtitusikan ke persamaan ke (n-1) untuk memperoleh nilai x(n-1). Langkah
subtitusi ini dilanjutkan terus sampai persamaan ke-1 untuk memperoleh nilai x1. Secara
umum langkah subtitusi ini dapat dituliskan sebagai berikut :

) 1 (
1
) 1 ( ) 1 (
1
1
÷
+ =
÷ ÷
¿
÷
=
i
ii
n
i j
j
i
ij
i
a
x a c
X
Jika anda masih sulit memahami, perhatikan sekali lagi ilustrasi berikut ini :
Misalkan kita mempunyai system persamaan dengan dimensi matrik adalah (3,3)
(
(
(
¸
(

¸

=
(
(
(
¸
(

¸

(
(
(
¸
(

¸

3
2
1
3
2
1
33 32 31
23 22 21
13 12 11
c
c
c
x
x
x
a a a
a a a
a a a

Jika matrik ini kita perlebar maka kita dapatkan matrik baru :

(
(
(
¸
(

¸

3
2
1
33 32 31
23 22 21
13 12 11
c
c
c
a a a
a a a
a a a


setelah kita lakukan langkah eliminasi maju akan dihasilkan matrik segitiga atas sebagai
berikut :

(
(
(
¸
(

¸

3
2
1
33
23 22
13 12 11
"
'
" 0 0
' ' 0
c
c
c
a
a a
a a a


Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
23
Langkah 2
Kemudian kita lakukan subtitusi balik untuk mendapatkan nilai :


"
33
"
3
3
a
c
x =

( )
22
3 23
"
2
2
'
. '
a
x a c
x
÷
=

( )
11
3 13 2 12 1
3
a
x a x a c
x
÷ ÷
=

Untuk menyelesaikan permasalahan eliminasi gauss, secara komputasi coba anda kerjakan
program latihan 4c, pada dasarnya program ini belum sempurna untuk itu lakukan
pembenahan pada program sehingga masil matematis dan program terdapat kesamaan.

LATIHAN 4C
%Program Eliminasi Gauss dengan pertukaran baris
%Matriks a ukuran [n, n] dimasukkan
%Matriks b ukuran [1, n] dimasukkan

[m, n] = size(a);
for i = 1 : 1 : (n –1)
g = eye (n, n);
j = i
while a(i, j) == 0
c = a(j, :);
d = b(j);
a(j, :) = a(j+1, :);
b(j) = b(j+1);
a(j+1, :) = c;
b(j+1) = d;
end;
for k = 1 :1 : n
if i == k
g(k, i) = a(k, i) / a(i, i);
else
g(k, i) = -a(k, i) / a(i, i);
end;
a = g * a;
b = g * b;
end;

%Untuk melihat hasil akhir Eliminasi Gauss
a %matriks segitiga atas
b
%Mencari solusi X1, X2, …, Xn

x = zeros (n, 1);
for i = n : -1 : 1
c = 0;
for j = 1 : 1 :n
if i ~= j
c = c + ( a(i, j) * x (j));
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
24
end;
end;
x(i, 1) = (b(i) – c) / a (i, i);
end;

%Menampilkan hasilnya
x

Jika sudah selesai simpan dengan nama file GAUSS.M. Setelah itu kerjakan pada prompt
Matlab :

a = [ 1, 4, -1, 1; 2, 7, 1, -2; 1, 4, -1, 2; 3, -10, -2, 5]
b = [2, 16, 1, -15]
gauss

Nilai x adalah solusi dari persamaan diatas


TUGAS 5
Pada tugas ini anda diharapkan lebih memahami penyelesaian persoalan numerik dengan
metode matriks (terutama memahami logika numerik ke dalam logika pemrograman). Untuk
lebih memahami logika pemrograman di atas selesaikan permasalahan di bawah ini.

1. Analisa Struktur














Tentukan besarnya : F1, F2, F3, H2, V2, V3

2. Elektronika Dasar













Tentukan besarnya : i1, i2, i3
V2
H2
V3
F2
F3
F2
1000 lb
30
0
90
0
60
0
1
2
3
R1=1 O

R2=1 O

R5=1 O

R3=1 O

R4=1 O

V2=5V

V1=5V

+ +
i1 i3 i2 - -
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
25
Regresi Linier Dengn Metode Least Square
Regresi ini sangat diperlukan untuk mencari kurva g(x) yang dapat memiliki titik dari hasil
percobaan. Perhatikan gambar berikut :









Dengan Metode Leaast Square Regresi Linier (orde 1) diperoleh :
x b y b x
n
y
n
a
i i
÷ = ÷ =
¿ ¿
1 1

dan
( )
¿ ¿
¿ ¿ ¿
÷
÷
=
2
2
i i
i i i i
x x n
y x y x n
b
dimana :
n = jumlah data percobaan
Sehingga diperoleh persamaan linierisasi :
g(x) = a + bx
Agar lebih mudah untuk mengembangkan logika kita ke regresi yang lebih besar hal
tersebut dapat dibentuk dalam matrik :

¸

¿ i
x
n

(
(
¸
(
¿
¿
2
i
i
x
x

(
¸
(

¸

2
1
a
a
=
(
(
¸
(

¸

¿
¿
i i
i
y x
y

dimana:
a1 = a
a2 = b
Untuk menentukan a1dan a2 , setelah ketemu bentuk matrik, dapat digunakan bentuk
metode invers atau metode matriks Gauss




f(x)
x
g(x)
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
26
LATIHAN 4D
Program
% Masukkan data pada matriks [dat] dengan ukuran [n, 2]
% dat1 sebagai harga x dan dat2 sebagai harga x dan dat2 sebagai harga y
[n,m] = size (data)
x = sum (dat(:,1)); % x =
¿
x
y = sum (dat(:,2)); % y =
¿
y
x2 = dat (:,1) *. dat (:,1); % x2 = [x1
2
]
sx2 = sum (x2);
xy = data (:,1) *. dat (:,2);
sxy = sum (xy);
a = [n,x ; x, sx2];
b = [y,sxy];
gauss
a = x(1)
b = x(2)
k = zeros (n,1);
for i = 1 : 1 : n
h(i) = a + (b* dat (I,1))
end;
% Untuk menggambar
hor = dat (:,1)';
ver = dat (:,2)';
hasil = h';
plot (hor, ver, '0',hor, hasil);
Sebagai data gunakan data percobaan berikut :
x 0 1 2 3 4 5
y 0 20 60 68 77 110

Regrasi Orde 2
Untuk Regresi Orde 2 matriks yang digunakan dibentuk sebagai berikut :

¸

¿
¿
2
i
i
x
x
n

¿
¿
¿
3
2
i
i
i
x
x

(
(
(
(
¸
(
¿
¿
¿
i
i i
i
y x
y x
y
2
1

g(x) = a0 + a1 x + a2 x2
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
27
LATIHAN 4E
% Program Regresi Polinomial orde 2
% Masukkan data pada matriks [dat}
[n,m] = size (dat); % n jumlah data
x = zeros (n,4); % 4 asalnya dari 2* orde regresi
y = zeros (n,4);
A = zeros (1,5); % 5 asalnya dari (2*orde reg) + 1
B = zeros (1,3); % 3 asalnya dari orde regresi + 1
a = zeros (3,3);
% Membuat matriks Xi, Xi
2
,Xi
3
,Xi
4
pada matriks X
% Matriks matriks Yi, XiYi, Xi
2
Yi pada matris Y
for i = 1 : 1 : n
for j = 1:1:4
X (i,j) = dat (i,1)^j;
end;
for j = 0 : 1 : 2
A(1,i+1) = (dat (i,1)^j)* dat (I,2)
end;
end;
% membuat matriks A = | |
¿ ¿ ¿ ¿
4 3 2
, , , Xi Xi Xi Xi n
% membuat matriks B = | |
¿ ¿ ¿
Yi Xi XiYi Yi
2
, ,
A(1,1) = n;
for i=1:1:4
A(1,i+1) = sum(X(:,i);
end;
for i=1:1:3
B(1,i) = sum(Y(:I));
end;

% membentuk matriks untuk penyelesaian garis
for =1:1:3
a(i,:) = (1,i:1:(i+2));
end;
b = B';
n = bar;
gauss;
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
28
% menggambar grafik data dan hasil regresi orde 2
% koefisien hasil regresi ada pada matriks X
[m,n] = size(X);
Y = zeros (3,1);
Z = zeros (1,bar);

% mencari data untuk plot dari hasil regresi yang disimpan
% pada matriks z
for i=1:1:bar
for j = 0:1:2
Y(j+1,1) = X(j+1,1) * (dat(i,1)^j);
end;
z(1,i) = sum (Y(:,1));
end;
% membuat grafik antara data sebenarnya dengan data hasil
% regresi
hor = dat(:,1)';
ver = dat(:,2)';
plot (hor,ver,'0',hor,Z);
grid;
Modifikasi program diatas sehingga program yang anda buat merupakan program yang
fleksibel (orde) regresi dapat ditentukan oleh programer tanpa mengubah program. Sebagai
petunjuk orde regresi tentukan sebagai masukan. Dimensi masing-masing matriks sesuai
dengan orde regresi, begitu juga perintah/statement for…end.
Bandingkan program yang anda buat dengan program di bawah ini :
X = [………]
Y = [………]
koef = polyfit (X,Y,1)
f = polyval (polyfit (X,Y,1),X);
plot(X,Y,'r0',X,f,'b-');

Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
29
BAB V
Metode Runge-Kutta

Metode yang paling populer untuk integrasi sebuah persamaan differensial adalah Runge-
Kutta. Metode Runge-Kutta menggunakan pendekatan deret Taylor. Di dalam Matlab
tersedia fungsi Runge-Kutta menggunakan perintah orde 2,3,4, dan 5. Yaitu orde 2,3 dan
orde 4,5. Sebuah massa pegas:

0
2
2
= + + kx
dt
dx
b
dt
x d
m

m
kx
x
m
b
x
kx x b x m
÷ ÷ =
= + +
 
    0


Persamaan diatas dapat diubah :
1 2
2 1 1
x x
x
m
k
x
m
b
x
=
÷ ÷ =




Dengan
2 1
2 1
2
x x
x x
x x
=
=
=



LATIHAN 5A
2
3
) , ( '
y
e x
y x g y
x
÷ ÷
= =


LATIHAN 5B
Program :

function xdot = maspeg(t,x)
m = 0,5; b = 0,5:
k = 3
xdot = zeros(2,1);
xdot (1) = ); 2 ( * ) 1 ( * x
m
k
x
m
b
|
.
|

\
|
÷ |
.
|

\
|
÷
xdot (2) = x(1);

Untuk interval 0 20 s s t dengan orde 23

to = 0; tf = 20;
xo = [0 0,25];


m
Pegas(k)
Massa (m)
beban
Panduan Praktikum Metode Numerik dengan Matlab
30
Kondisi awal :

[t,x] = ode 23 ('maspeg',to,to,xo);
plot (t,x);

Karena syarat batas pada x = 2 == y = 0,5

Maka
} }
= dx x dy
2
3
y = x
3
+ c

Masukkan syarat batas :

0,5 = (2)
3
+ c
c = -7,5

Sehingga diperoleh integrasi secara analitik dengan diperoleh

y = x
2
– 7,5

Mari kita bandingkan hasil analitik dengan numerik dengan cara membuat grafiknya.
Program untuk merumuskan persoalan

function y.dot = g,(x,y);
y.dot = 3*x^2;

Program Pemanggil:
Mendapatkan solusi y pada interval [2,4] dengan dimensi y = f(2) sama dengan 0,5

[v,num-y] = ode 23 ('g1',2,4,0.5);
ax-y = x.^3-7,5
subplot (211), plot (x,num-y,x,ax-y,'0'),…
title ('solusi dy = 3+x^2'),….
xlabel('x');
ylabel ('y=f(x)'),grid.

Latihan 5C
Sebuah system massa pegas

2 1 2
2
2
2
2
1 2 1
2
1
2
1
) (
) (
kx x x k k
dt
x d
m
x x k k
dt
x d
m
÷ ÷ + ÷ = =
÷ + ÷ = =

Dimana


k
k
k
m
m
X2
X1
2
2
1 2
2
2
1 2
1
1
1
1
) (
) (
x
m
k
x x
m
k
x
x x
m
k
x
m
k
x
÷ ÷ ÷ =
÷ + ÷ =

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->