P. 1
BAB II

BAB II

|Views: 2,455|Likes:
Published by andra's

More info:

Published by: andra's on Aug 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2013

pdf

text

original

5 BAB II DASAR TEORI Untuk menunjang Tugas Akhir dengan judul Rancang Bangun Rumah Kaca (Green House

) Serta Monitoring Kelembaban Dan Suhu Pada Tanaman Hidroponik Sistem NFT (Nutrient Film Technique) ini , dibutuhkan piranti- piranti sebagai berikut : 2.1 Hidroponik sistem NFT (Nurient Film Technique) Hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umum istilah hidroponik dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah” [7] . Bercocok tanam dalam hal ini termasuk pembudidayaan di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil maupun sterofoam. Salah satu penerapan dari prinsip dasar hidroponik adalah dengan menggunakan sistem Nutrient Film Technique (NFT). Model budi dayanya adalah dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman. Pemberian nutrisi pada sistem pertanian hidroponik NFT berbeda dengan pemberian nutrisi pada sistem pertanian biasa. Pada sistem hidroponik NFT, makanan yang berupa campuran garam-garam pupuk dilarutkan dan diberikan secara teratur, sedangkan bercocok tanam di tanah, pemberian pupuk untuk tanaman hanya sekedar tambahan karena tanah sendiri pada dasarnya secara alami telah mengandung garam-garam pupuk. Pada hidroponik NFT, media tanam tidak berfungsi sebagai tanah. Media tanam hanya berguna sebagai penopang akar tanaman serta meneruskan air larutan mineral yang berlebihan sehingga harus porus dan steril. Garam pupuk yang diberikan harus mengandung semua garam pupuk yang dibutuhkan tanaman. Untuk tanaman tomat misalnya setidaknya terdapat 16 utama garm pupuk, yaitu karbon

6 (C), hydrogen (H), oksigen (O2), fosfor (P), kalsium (K), Nitrogen (N), sulfur (S), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Molibdenum (Mo), Klorin (Cl). Pada sistem hidroponik NFT, nutrisi dialirkan dalam wadah penanaman (growing bed) berupa talang. Wadah dibuat miring agar nutrisi dapat mengalir. Nutrisi yang telah melewati wadah penanaman, ditampung dalam bak atau tangki dan kemudian dipompa untuk dialirkan kembali.

Gambar 2.1.1 Skema Tipikal Rancangan Hidroponik Sistem NFT Tinggi larutan nutrisi dibuat hanya 3mm, tidak boleh lebih dari itu karena air yang terlalu tinggi akan menyebabkan oksigen terlarut sedikit. Kecepatan aliran tergantung dari kemiringan, wadah. Air yang mengandung pupuk dialirkan dengan bantuan pompa listrik, jadi listrik harus tersuplai selama 24 jam. Keuntungan dengan sistem media ini kita tidak perlu repot mengganti media setiap kali menanam, begitu tanaman dipanen di pagi hari, talang atau pot sebagai wadahnya dibersihkan dapat

7 langsung disikat atau dicuci, usai dicuci NFT dapat diisi dengan bibit baru (Fajar, 2006). Selanjutnya, tiap fase pertumbuhan tanaman juga memerlukan tiap jenis unsur hara dalam takaran tertentu pula. Rasio antara anion (muatan negatip nutrisi) dan kation (muatan positip nutrisi) pada tanaman akan menyebabkan pergeseran pH. Salah satu lebih besar dan lebih kecil anatara anion dan katioan memberi konstribusi pada kenaikan dan penurunan pH. Nitrogen sebagai elemen yang dibutuhkan bagi pertumbuhan secara sehat) berkemungkinan untuk memberi konstribusi seperti nirogen cation (ammonium - NH4+) atau anion (nitrate - NO3-), maka rasio dua unsur tersebut dalam larutan nutrien akan menyebabkan efek besar pada laju dan arah perubahan pH terhadap waktu, Usman (2004). Secara spesifik besar suplai nutrisi ditentukan oleh beberapa variable ukur seperti pH, Electric Conductivity, TDS, COD dan BOD. Bagi kebanyakan petani di Indonesaia tentunya 4 variabel terakhir tidak akan mampu terbeli oleh karena harga di pasaran relatip mahal. Oleh karena itu pada penelitian kali ni dipilih variable pH mengingat harganya yang relatip murah minimal dapat menggunakan kertas lakmus. Hidroponik dipilih dalam penelitian ini didasarkan bahwa lingkungan yang harus dijaga terutama sekali adalah pH berada pada kisaran pH 6,5-7,5 agar pertumbuhannya menjadi baik (berbuah lebih dari 3 dengan waktu minimal lebih kurang dari 2-3 bulan, Fajar 2004). Sistem atau lingkungan tersebut adalah setara dengan sistem reaksi asambasa dalam tangki pereaksi, suatu hal yang telah lama digeluti oleh beberapa peneliti (Hendra Cordova dkk, 1992-2007). Bila larutan (air + nutrisi) didalam lingkungan hidroponik terlalu asam (dibawah pH 6) atau basa (diatas 7,5) akan menghambat serapan udara dan nutrisi (kandungan N, P dan K) oleh akar tumbuhan. Oleh karena itu model pH yang akan dikembangkan dapat digunakan untuk mengatur nutrisi agar media tersebut berada pada kisaran pH yang diperlukan (pH 6-7,5). Tumbuhan akan menyerap zat makanan dan melepaskan bahan kimia kedalam

8 larutan. Proses ini akan menyebabkan larutan nutrisi (nutrient) akan berubah menjadi lebih basa atau asam. Rasio antara anion (muatan negatip nutrient) dan kation (muatan positip nuttrien) pada tanaman akan menyebabkan pergeseran nilai pH. Apabila nilai pH melebihi 7, larutan akan bersifat basa perlu ditambahkan larutan nutrisi yang bersifat asam seperti KCl, sedangkan bila pH turun (lebih kecul dari pH 6, asam) biasanya ditambah potassium hydroxide (KOH) atau sodium hydroxide (NaOH) yaitu soda bikarbonat untuk membuat kue. Teknik NFT yang merupakan salah satu sistem hidroponik yang mengalirkan secara bolak-balik dari tangki nutrisi ke dalam media tanam (akar tanaman) untuk menjaga harga pH dan perkembangan tumbuh tanaman di dalam hidroponik tersebut. Teknik ini telah berkembang selaras dengan perkembangan teknologi digital yang mana terdapat operasi sistem ini yang diatur oleh komputer. Ketepatan perubahan pH dalam media tanam tersebut memerlukan bentuk model dinamik pH terhadap waktu yang dimonitoring terus menerus selama tumbuhan ditanam. Berdasar hubungan kelistrikan (muatan listrik), maka harga pH dapat ditentukan dari kontribusi oleh muatan-muatan yang bekerja yaitu kebasaan ([OH-]) dan keasaman ([H+]) (dari lingkungan media tanam air + pupuk atau nutrisi). Namun dalam lingkungan hidroponik harga pH dipengaruhi juga oleh proses fotosintesis dengan bantuan matahari dan respirasi pada malam hari. Oleh karena itu perlu dikembangkan model pH yang menggabungkan perolehan persamaan dari media tanam (air) dan pupuk dengan kedua peristiwa tersebut. Sebagai studi kasus dalam penelitian ini akan dilakukan model pH pada lingkungan hidroponik tanaman Tomat yang kecepatan pasokan defisit terhadap permintaan/suplai, sekitar hampir 25% (BPS, Prov. Jatim, Provinsi Jawa Timur Dalam Angka Tahun 2007). Model pH yang dikembangkan akan menentukan solusi [H+] dari peristiwa kesetimbangan muatan (electroneutrality equilibrium) dan invariansi reaksi Reaction Invariants) atau dikenal dengan pendekatan fisika kimia physico-chemical

9 approach). Model pH selanjutnya diperoleh secara dinamik (bergantung pada waktu) dan digunakan untuk mengatur laju aliran nutrisi yang harus diberikan. Sebagai tindak lanjut, model ini akan divalidasi dengan prototype di laboratorium dengan simulasi dan rancang bangun kontrol pH sebagai sensor dan aksi kendali pemberian pupuk (nutrisi). 2.2 Rangkaian Filter Rangkaian filter merupakan rangkaian pelewat jalur frekuensi tertentu dengan melakukan penguatan pada frekuensi tertentu atau melakukan pelemahan pada frekuensi tertentu. Low Pass Filter Sebuah rangkaian filter yang memberikan output yang tetap hingga pada frekuensi imput berada diatas frekuensi cut – off tersebut, maka rangkaian ini adalah rangkaian low pass filter. Rangkaian low pass filter melewatkan frekuensi rendah dan menahan frekuensi tinggi. Frekuensi kritis adalah frekuensi dimana perbandingan antara tegangan out put terhadap tegangan input adalah 0,707. jika hubungan denga nilai resistor dan kapasitor, maka persamaan frekuensi kritis adalah :

Vin

Vout

fc :

1 2 Π RC

Gambar 2.2.1 Low Pass Filter 2.3 Mikrokontroler

10 Mikrokontroler adalah sebuah computer dalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik. Sebuah mikrokontroler umumnya berisi seluruh memori dan antarmuka I/O yang dibutuhkan, sedangkan mikroprosesor serba guna membutuhkan chip tambahan untuk menyediakan fungsi yang dibutuhkan. Mikrokontroler hanya bisa menjalankan satu program aplikasi saja yang tersimpan pada memori programnya ROM (Read Only Memory). Oleh Karena itu Mikro-System sering pula disebut sebagai Minimum System dan merupakan suatu rangkaian terintegrasi atau IC (Integrated Circuit) yang diperlukan oleh suatu kontroler sudah dikemas dalam satu keping yang didalamnya terdiri dari pusat pemroses (Central Processing Unit), RAM (Random Access Memory), EEPROM (Electrical Erasable Programmable Read Only Memory), atau EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory), atau PROM (Programmable Read Only Memory), unit input/output, antarmuka serial dan parallel, timer dan counter, serta interup kontroler. Fasilitas port paralel yang dimiliki dapat dipergunakan untuk mengendalikan peralatan luar atau memasukkan data yang diperlukan. Port serial dapat dipergunakan untuk mengakses sistem komunikasi data dengan peralatan luar. Timer/Counter yang ada dapat dipergunakan untuk mencacah pulsa, menghitung lama pulsa atau sebagai pewaktu umum. Sedangkan sistem intterupt membuat AT89S51 dapat dipakai pada aplikasi-aplikasi yang mendekati sistem dengan proses real time. Rangkaian clock internal yang dimiliki AT89S51 menjadikan cukup hanya menambah sebuah osilator kristal dan dua kapasitor untuk menghasilkan clock bagi seluruh sistem rangkaian. Sistem mikrokontroler standart dewasa ini adalah mikrokontroler 8 bit. Mikrokontroler AT89S51 merupakan sebuah IC mikrokomputer 8 bit dengan 4 Kb Flash memori (PEROM) yang mudah dan dapat dihapus maupun diisi sebuah program. Gambar IC mikrokontroler AT89S51 dapat dilihat pada gambar IX.1.

11

Gambar 2.3.1 Mikrokontroller AT89S51 Syarat dari Minimum system haruslah memiliki 3 komponen yaitu: RAM Internal Mikrokontroler 89S51 yang merupakan keluarga Intel 8031, memiliki 128 byte RAM Internal. RAM Internal ini terdapat dalam keping 89S51, karenanya memori ini adalah memori tercepat yang ada dalam sistem, dan juga tempat yang paling fleksibel untuk membaca, menulis, dan memodifikasi isi datanya. RAM Internal ini bersifat volatile, yang berarti jika 89S51 mengalami reset, maka isi memori akan hilang. RAM Internal digunakan sebagai spasi untuk variabel yang dibutuhkan untuk diakses berulang-ulang dengan kecepatan tinggi. RAM ini juga digunakan oleh mikrokontroler sebagai tempat penyimpanan stack. Karena hal ini, besar stack dari 89S51 dibatasi maksimum 128 byte; namun kenyataanya maksimum 80 byte karena 48 byte sisanya digunakan untuk pemakaian lainnya. Jika pemakai memiliki variabel-variabel yang diletakkan pada RAM Internal ini, maka besar maksimum stack 80 byte ini akan menyusut. RAM Eksternal RAM Eksternal adalah kebalikan dari RAM Internal. Seperti namanya, RAM Eksternal adalah memori yang dapat

12 diakses secara acak yang terletak di luar keping mikrokontroler. Karena memori ini terletak di luar keping, maka tidak fleksibel untuk mengaksesnya karena memakan lebih banyak instruksi dan waktu. Namun RAM Eksternal ini memiliki keuntungan yang terletak pada fleksibilitas ukuran spasinya. Jika RAM Internal terbatas pada 128 byte, maka RAM Eksternal mampu mengalamati spasi hingga 64K. Dan, jika digunakan kombinasi trik hardware dan software, maka spasi ini masih bisa dikembangkan lebih besar. Memori SFR (Special Function Register) SFR adalah suatu daerah memori yang mengontrol fungsi spesifik dari prosesor 89S51. Sebagai contoh, empat SFR dapat diakses untuk 32 input/output dari 89S51. SFR yang lain mengijinkan pemakai untuk membaca maupun menulis dari dan ke port serial dari 89S51. Dalam pemrograman, SFR diilustrasikan sebagai memori internal. Sebenarnya SFR memang merupakan bagian dari Internal RAM, hanya dibatasi oleh alamat, alamat 00h hingga 7Fh mengarah pada alamat RAM Internal, sedangkan alamat 80h hingga FFh mengarah pada alamat SFR. Memori Bit Mikrokontroler 89S51 memberikan kemampuan untuk mengakses memori bit sebagai variabel yang hanya berisi kondisi logika 0 atau 1. Terdapat 128 bit variabel yang tersedia untuk pemakai, yang memiliki alamat 00h hingga 7Fh. Untuk mengaksesnya, dapat digunakan perintah SETB dan CLR. Memori Bit adalah bagian dari RAM Internal. Pada IC AT89S51 terdapat berbagai macam bagian yang berguna dalam pemrograman mikrokontroller. Gambar di bawah ini menunjukkan diagram blok dari IC AT89S51.

13

Gambar 2.3.2 Blok Diagram Inti dari AT89S51 Dengan memiliki PEROM ini AT89S51 sangat mudah digunakan karena jika suatu alat kontrol diinginkan perubahan fungsi pengaturan tidak perlu mengubah sistem kontrolnya (rangkaiannya) apabila jumlah maupun jenis dari masukan dan keluarannya tidak berubah. Mikrokontroler AT89S51 memiliki 40 pin dengan susunan seperti pada gambar di bawah ini:

Gambar 2.3.3 PDIP dari AT89S51

14 Bahasa Assembly AT89S51 Mikrokontroller dan mikroprosessor menggunakan kode biner sebagai perintahnya. Namun pada saat membuat suatu program, sangat sulit bila menggunakan bilangan biner untuk mempresentasikan perintah mesin. Cara yang mudah yaitu dengan menggunakan bahasa assembly. Bila setiap perintah ditampilkan dalam bentuk ini program akan lebih mudah untuk dibaca dan dipahami. Setiap perintah mesin diberi nama yang sederhana dan singkat yang disebut mnemonik. Karena terdapat korespondensi satu-satu antara perintah bahasa assembly dasar dan perintah mesin, pengubahan dari suatu bentuk ke bentuk lainnya dapat dilakukan. Pemetaan satu ke satu ini memiliki pengecualian untuk teknik assembly dengan bantuan komputer. Hampir semua bahasa assembly menyertakan directive (pengarah) yang menyediakan data penting bagi komputer. Pengarah ini muncul dalam program seperti mnemonik biasa namun sebenarnya hanya digunakan untuk menentukan segi tertentu dalam proses assembly. Program bahasa assembly dapat diubah kedalam bahasa mesin. Dalam kedua bentuk (bahasa assembly dan bahasa mesin) perintah program secara umum disebut kode. Istilah kode sumber (source kode) diperuntukan bagi program asli yang ditulis dalam bahasa assembly. Hasil perintah mesinya disebut kode objek (object kode). Pemakaian paling sederhana dari bahasa assembly adalah sebagai bantuan dalam pengembangan kode untuk mikroprossesor secara manual. Namun setelah program assembly yang dapat dikerjakan dalam komputer berhasil dibuat, maka jarang sekali pemrograman ditulis langsung kode objeknya.

15

Gambar 2.3.4 Bagan kerja Proses Assembly 2.4 LCD (Liquid Crystal Display) Module Layar LCD merupakan media penampil data yang sangat efektif dalam suatu sistem elektronik. Agar sebuah pesan atau gambar dapat tampil pada layar LCD, diperlukan sebuah rangkaian pengatur scanning dan pembangkit tegangan sinus. Rangkaian yang cukup rumit ini awalnya sering menjadi kendala bagi pemula elektronika dalam menggunakan agar LCD dan antarmuka ke mikrokontroler. LCD yang terdiri dari Liquid yang bisa diartikan cair yang mengatur kristal agar mempolarisasikan cahaya. Setiap cell berlaku seperti prisma yang membiaskan cahaya matahari (putih) menjadi warna tertentu. Bahan kristal yang digunakan adalah Pasive matrix, indium-tin oxide, Active matrix. Pada LCD terdapat downloader yang akan disambungkan ke mikrokontroller.

Gambar 2.4.1 LCD Board

16 2.5 Motor DC Prinsip kerja dari motor DC magnet permanent Motor DC merupakan motor analog yang hanya mampu membaca analog dalam bentuk sinyal listrik dapat dijelaskan pada sebuah kawat berarus yang dihubungkan pada kutub magnet utara dan selatan, yang nantinya akan terdapat suatu gaya yang bekerja untuk menggerakkan kawat tersebut. Sedangkan arah gaya dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kiri. Prinsip kerja dari motor arus searah berdasarkan pada penghantar yang membawa arus ditempatkan dalam satu medan magnet, maka penghantar tersebut akan mengalami gaya. Gaya menimbulkan torsi yang akan menghasilkan rotasi mekanik, sehingga motor akan berputar. Jadi motor arus searah ini menerima sumber arus searah dari jala - jala kemudian diubah menjadi energi mekanik berupa perputaran, yang nantinya dipakai oleh peralatan lain. Pengaturan kecepatan motor DC sangat presisi / teliti dalam range tegangan input motor yang besar.

Gambar 2.5.1 Bagian-Bagian Motor DC Apabila pada penghantar yang dialiri listrik dan terletak diantara dua buah kutub magnet,maka pada penghantar tersebut akan terjadi gaya yang dapat menggerakkan penghantar tersebut. Arah gerakan penghantar berdasarkan kaidah tangan kiri. Gaya

17 gerak putar tergantung dari arus dan gaya magnetnya. Kunparan yang terletak diantara kutub magnet sedang berputar maka pada kumparan tersebut akan timbul suatu tegangan yang berlawanan arah dengan tegangan dari luar yang disebut GGL lawan, besar kecilnya GGL lawan tergantung dari tahanan jangkarnya. Agar arus dapat mengalir dengan besar maka tahanan jangkar dibuat sekecil mungkin. Sebab arus yang mengalir pada jangkar akan diubah menjadi gaya putar.

Gambar 2.5.2 Motor DC Didalam dunia elektronik sekarang ini banyak diketahui tentang fungsi gerak mekanik yang ditimbulkan oleh karena arus listrik yang mengalir dan kemudian diubah mejadi energi mekanik dengan menggunakan fungsi elektromagnetik.Perangkat gerak elektrik yang bertindak sebagai actuator (pelaksana) untuk setiap perintah gerak disebut juga dengan motor. Motor merupakan suatu perangkat yang berfungsi untuk mengubah energi listrik (elektrik) menjadi tenaga gerak (mekanik). Komponen dasar yang menyusun motor ini adalah rotor, stator, brush, dan lain-lain. Pada pengoperasian motor listrik terjadi perubahan dari energi listrik menjadi energi mekanik. Prinsip kerjanya

18 berdasarkan atas prinsip bahwa apabila suatu penghantar yang dialiri arus listrik diletakkan dalam suatu medan magnet, maka akan timbul gaya mekanik. Komponen- komponen yang ada pada motor listrik yaitu : Kumparan medan untuk menghasilkan medan magnet.,kumparan jangkar untuk mengimbaskan ggl pada koduktor-konduktor yang terletak pada alur-alur jangkar dan celah udara yang memungkinkan berputarnya jangkar dalam medan magnet. Berdasarkan hukum Kirchoff serta hukum rotasi mekanis Newton, persamaan fungsi alih yang menggambarkan dinamika rotasi kecepatan putar, Sedangkan untuk bobot baru adalah sama dengan bobot lama ditambahkan dengan koreksi yang proporsional dengan nilai negatif dari gradien squared error pada bobot baru tersebut.

Gambar 2.5.3 Prinsip Kerja Motor DC

Prinsip Kerja Dari Motor DC

19 Prinsip-prinsip dasar dari motor DC ini adalah sebuah penghantar yang membawa suatu arus yang bebas bergerak dalam suatu medan magnet yang akan mengalami suatu gaya mekanis, bila arus searah disalurkan ke segmen komutator 1 dan komutator 3 dengan menggunakan polaritas yang akan diperlihatkan. Mesin tersebut akan bekerja sebagai motor dan berputar searah jarum jam bila dilihat dari sudut pandang pada ujung komutator. Segmen-segmen komutator tersebut diisolasi dari poros dan dari satu sama lainnya. Arah gerakan motor dapat diperoleh dari salah satu aturan tangan kiri atau aturan tangan kanan. Kemungkinan lain, arah ini dapat ditentukan dengna menggunakan kumparankumparan satu sebagai sebuah sinonolida yang menghasilkan suatu putaran yang menghasilkan suatu putaran dengan tarikan ke kutub yang selatan dari medan magnet yang permanent. 2.6 Sensor Kelembaban & Suhu Sensor HSM-20G adalah sensor pengukur kelembaban dan temperatur. Dimana wujud dari humidity tersebut seperti gambar dibawah ini

Gambar 2.6.1 Sensor Humidity & Temperatur HSM-20G Sensor humidity HSM-20G dimana kelembaban relatif bisa di konversi ke tegangan keluaran yang standart. Macam-

20 macam dari jenis aplikasi yang dapat digunakan oleh sensor ini adalah lembab,dan sangat lembab, untuk AC,data loggers kelembaban, automotive climate control, dll. Sensor ini mempunyai beberapa karekteristik dimana batas input tegangan DC 5±0.2 volt, batas output tegangan adalah sebesar DC 1-3volt, akurasi pengukuran ±5%RH, operasi arus maksimum 2mA, batas storage RH 0-99%RH, batas operasi RH 20-95%(100%RH intermittent), kondensasi transient <3%RH, batas storage temperatur -200C - 700C, batas operasi temperatur 00C-500C, hysteresis (RH@250C) maksimal 2%RH, sangat linier, respon waktu (63% perubahan step) 1 menit. Semua standart alat ini berdasarkan variasi kelembaban di bawah 60%RH pada saat 250C. kelengkapan semua tes-tes yang ada, module ini akan melewati batas bawah nominal lingkungan. Dan juga kelembaban untuk 24 jam.

Grafik 2.6.1 Kurva Respon HSM-20G Pada 250C (3)

Pada grafik 1 diatas dapat terlihat jelas bagaimana hubungan antara nilai kelembaban dan tegangan keluaran yang

21 membentuk garis linier karena kelembaban berbanding lurus dengan tegangan keluaran Pada table 1 diatas dapat dilihat range atau batas untuk nilai kelembaban pada sensor ini sebagaimana terlihat bahwa nilai tengan keluaran berbanding lurus dengan persentase kelembaban. Nilai yang tertera diatas bahwa nilai batas kelembaban maksimum 90%RH dan batas minimum 10%RH dengan tegangan 0.74volt dan maksimal 3.19 volt.

Gambar 2.6.2 Dimensi Sensor Humidity Tabel 2.6.1 Pin sensor humidity

Pada gambar 15 diatas terlihat jelas konfigurasi mulai dari gambar hingga tabel pada sensor kelembaban dan temperatur ini. Dimana pada setiap kaki tentu mempunyai fungsi yang berbeda-beda untuk dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. Pada sensor ini ada 4 kaki yaitu untuk kelembaban, temperatur, ground, dan juga Vcc.

22

2.7 Konverter Analog to Digital Konverter analog ke digital atau ADC (Analog to Digital Converter), adalah alat yang berfungsi untuk mengubah tegangan analog pada input menjadi tegangan digital pada outputnya, sehingga data tersebut akan terbaca oleh peralatan interface dan dapat diproses oleh mikroprosesor. Secara umum ADC dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu : ADC dengan golongan open-loop (tanpa feedback) Misalnya : tipe flash ADC, slope converter, dual converter. ADC dengan golongan close-loop (dengan feedback) Misal : single counter ADC, Tracking ADC dan Succesive.

Gambar 2.7.1 ADC metode pendekatan berturut-turut. Prinsip kerja rangkaian diatas adalah jika sinyal masukan mulai konversi dari unit kendali diberi logika 0, maka register SAR (Succesive Aproximation Register) akan mereset sehingga keluaran Vout unit DAC (Digital to Analog) menjadi 0.

23 2.8 Tranformator Daya dan rangkaian suply Transformator daya (trafo) sering digunakan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala listrik 110 / 220 volt pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih rendah pada kumparan sekundernya. Transformator daya dalam rangkaian power supply digunakan untuk tegangan input. Gambar 2.2 menunjukkan simbol transformator daya.

a) Tanpa CT (Cente Tap) (b) Menggunakan CT (CenterTap) Gambar 2.8.1 Transformator Daya Transformator Arus Transformator arus digunakan untuk mengukur arus beban suatu rangkaian. Dengan menggunakan transformator arus maka arus beban yang besar dapat diukur hanya dengan menggunkan alat ukur (ampere meter) yang tidak terlalu besar. Dengan mengetahui perbandingan transformasi N1 N 2 dan pembacaan ammeter (I2), arus beban I1 dapat dihitung. Bila transformator dianggap ideal maka arus beban:

N2 × I 2 ..........................(pers.1) N1 Untuk menjaga agar fluks ( Φ ) tetap tidak berubah, perlu I1 =
diperhatikan agar rangkaian sekunder selalu tertutup. Dalam keadaan rangkaian sekunder terbuka ggm N2I2 akan sama dengan nol (karena I2=0) sedangkan ggm N1 I1 tetap ada, sehingga fliks normal ( Φ ) akan terganggu.

24 Operasi sebuah transformator disebut dalam keadaan ideal, yaitu jika rangkaian sekunder mempunyai impedansi yang rendah pada saat digunakan sebagai pengukuran atau dalam keadaan dihubung singkat. Tetapi jika sisi sekunder digunakan untuk relai pengaman, biasanya rangkaian tersebut mempunyai harga reaktip yang cukup besar dan dapat menyebabkan transformator arus tersebut mempunyai burden Volt-Ampere. Adanya burden dapat menyebabkan kesalahn harga perbandingan dan kesalahan sudut.

Gambar 2.8.2 Transformator Arus Pada Gambar 2.15 I2 merupakan arus yang mengalir melalui Z dan akan menyebabkan jatuh tegangan Vgh yang mendahului I2 dengan sudut fasa Ψ. R adalah tahanan lilitan sekunder dan X2 adalah harga reaktansinya. Besar gaya listrik Efe adalah : E = Vef = I (R2 + jX 2 ) + V gh ..................( pers.2) Gaya gerak listrik inilah yang akan membangkitkan fluks di dalam inti. Io merupakan pemagnetan pada sisi primer. I1 adalah arus primer yang tidak sefasa dengan arus sisi sekunder I2. perbedaan fasa kedua arus ini adalah sebesar δ dan juga harga perbandingan tidak tepat sama seperti harga perbandingan lilitan

25 karena tergantung dari perbedaan relatif antara besaran dan fasa arus pemagnetan Io. Penggunaan bahan inti besi transformator arus yang mempuyai permeabilitas tinggi dapat menurunkan komponen tersebut, tetapi tergantung juga pada impedansi beban dan reaktans bocor sekunder. Besaran yang terakhir ini sangat mempengaruhi kesalahan sudut dan kesalahan perbandingan. Transformator Tegangan Transformator tegangan digunakan untuk mengukur tegangan. Dengan mengetahui N1 dan N2, membaca tegangan V2, serta menganggap transformator ideak maka tegangan V1 adalah :

V1 =

N1 V2 .......................(pers.3) N2

Pentanahan rangkaian sekunder diperlukan untuk mencegah adanya beda potensial yang besar antara kumparan primer dan sekunder (antara titik a dan b) pada saat isolasi kumparan primer rusak.

Gambar 2.8.3 Transformator Tegangan Kapasitor Filter Tegangan keluaran dari diode penyearah gelombang penuh masih dalam kondisi berdenyut (belum rata) sehingga dibutuhkan sebuah kapasitor filter yang ditempatkan pada terminal keluaran tegangan searah dari diode penyearah. Kapasitor ini berfungsi untuk meratakan denyutan-denyutan (ripple) tersebut dan memberikan suatu tegangan searah yang hampir murni.

26

Gambar 2.8.4 Kapasitor Filter Regulator Pemakaian regulator pada pencatu daya berfungsi sebagai stabilitas tegangan. Komponen aktif ini mampu meregulasi tegangan menjadi stabil. Komponen ini sudah dikemas dalam sebuah IC regulator tegangan tetap yang biasanya sudah dilengkapi dengan pembatas arus (current limiter) dan juga pembatas suhu (thermal shutdown). Jenis IC regulator tegangan tetap yang sering dipakai adalah jenis 78xx atau 79xx. IC regulator 78xx menghasilkan output tegangan dengan polaritas positif sedangkan 79xx menghasilkan output tegangan dengan polaritas negatif. Pemakaian dari kedua tipe regulator ini tergantung dari kebutuhan yang ada, dimana apabila kita butuhkan supply dengan polaritas positif dan negatif maka kedua regulator tersebut keduaduanya kita pakai. Konstruksi dari regulator ini dapat dilihat pada Gambar 13.

Gambar 2.8.5 IC Regulator 78xx Hanya saja perlu diketahui supaya rangkaian regulator dengan IC tersebut bisa bekerja, tegangan input harus lebih besar dari tegangan output regulatornya. Biasanya perbedaan tegangan Vin terhadap Vout yang direkomendasikan ada di dalam datasheet kompenen tersebut. Pemakaian alumunium pendingin (heatsink)

27 dianjurkan jika komponen ini dipakai untuk mencatu arus yang besar. Diode Penyearah Diode pada rangkaian catu daya ini berfungsi sebagai penyearah tegangan bolak – balik (VAC) menjadi tegangan searah (VDC). Konfigurasi dari pemakaian diode penyearah ini ada dua macam yaitu penyearah diode setengah gelombang dan penyearah diode gelombang penuh. Dibawah ini merupakan rangkaian dioda penyearah gelombang penuh.

Gambar 2.8.6 Penyearah Dioda Gelombang Penuh.

Grafik 2.8.7 Sinyal Input dan Output dari Rangkaian Dioda Penyearah. (a)Sinyal Input, (b)Sinyal Output

28 Relay merupakan komponen penunjang pada rangkaian penggerak (driver) motor Direct Current (DC). Secara garis besar relay dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu : Relay tipe kontak membuka / menutup secara mekanis. Relay tipe non kontak dengan gerbang semikonduktor.

Gambar 2.8.8 Relay Elektromagnetik Tipe Kontak Ket gambar : a = fixed contact c = magnetic coil b = coil terminal 2.9 Kelembaban & Suhu Kelembaban udara adalah (humidity) adalah jumlah uap air yang dikandung udara. Dua jenis kelembaban udara yaitu: a) Kelembaban relatif (relative humidity) adalah bilangan yang menunjukkan perbandingan antara jumlah wap air yang dikandung udara dengan jumlah maksimun uap air yang dapat dikandung udara pada suhu dan tekanan yang sama. Kelembaban relatif dinyatakan dengan persen (%) Contoh pada suhu 25° C udara bervolume 1 m3 maksimal dapat memuat 20 gram uap air. Namun kenyataannya hanya mengandung 15 gram uap air. b) Kelembaban Absolud atau mutlak (absolute humidity) adalah jumlah wap air yang terdapat dalam 1 m3 udara ( gram/m3 ). Kelembaban mutlak dinyatakan dalam gram. Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut Higrometer.

29 Wet Bulb Temperature atau temperatur bola basah adalah temperatur pada termometer dengan sumbu basah yang mana aliran udara pada kecepatan spesifik. Wet Bulb Temperatur adalah kuantitas menengah yang digunakan untuk beberapa perhitungan psikrometrik. Perancang menggunakannya untuk pengidentifikasian cepat terhadap kandungan uap basah pada udara. Ratio Humidity Ratio Humidity atau rasio kelembaban adalah perbandingan antara massa uap cair dan massa udara kering pada campuran udara lembab. Partial Pressure Tekanan partial adalah uap cair pada udara homogen pada pencampuran uap cair yang digunakan untuk mendefinisikan relative humidity. Tekanan partial adalah penggunaan tekanan dengan satu komponen gas pada pencampuran beberapa gas. Relative Humidity Relative Humidity adalah perbandingan antara tekanan parsial pada uap cair dan tekanan saturasi pada uap cair dengan adanya temperatur dry bulb. Jadi Kelembapan adalah konsentrasi uap air di udara. Dengan Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Kelembapan absolut mendefinisikan massa dari uap air pada volume tertentu campuran udara atau gas, dan umumnya dilaporkan dalam gram per meter kubik (g/m3). Suhu Apabila terdapat udara dengan kandungan uap air banyak kemudian dipanaskan,maka udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik. Maka akibatnya, tekanan udara turun karena udaranya berkurang. Sehingga Volume berbanding terbalik dengan tekanan. Semakin tinggi suhu, semakin banyak uap air yang terkandung, artinya semakin

30 tinggi kelembaban, Suhu dinyatakan dengan fareinheit atau celcius, humidity atau kelembaban dinyatakan dengan RH.. %, sedangkan tekanan udara dinyatakan dalam atm atau milibar/hektopascal, atau inch mercury. Kalau suhu tinggi, tekanan rendah dan kelembapan nisbi (kelembapan relatif sama dengan relative humidity) rendah Hubungan antara suhu dengan kelembaban Dari pengertian diatas bahwa kelembaban adalah konsentrasi uap air di udara. Dengan Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Kelembapan absolut mendefinisikan massa dari uap air pada volume tertentu campuran udara atau gas, sedangkan suhu kenaikan kadar uap air dalam udara sehingga jika kelembaban naik maka suhu juga akan naik. Begitu sebaliknya jika kelembaban turun maka suhu juga akan turun. Kelembaban merupakan suatu tingkat keadaan lingkungan udara basah yang disebabkan oleh adanya uap air. Tingkat kejenuhan sangat dipengaruhi oleh temperatur. Grafik tingkat kejenuhan tekanan uap air terhadap temperatur diperlihatkan pada grafik dibawah ini

Grafik 2.9.1 Hubungan suhu dengan kelembaban Sehingga dapat ditulis persamaan perhitungan prosentase RH sebagai berikut :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->