P. 1
MAKALAH-KESEHATAN-LINGKUNGAN

MAKALAH-KESEHATAN-LINGKUNGAN

|Views: 30|Likes:
Published by Cahya Septia
MAKALAH-KESEHATAN-LINGKUNGAN tentang limbah
MAKALAH-KESEHATAN-LINGKUNGAN tentang limbah

More info:

Published by: Cahya Septia on Dec 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2014

pdf

text

original

TUGAS KESEHATAN LINGKUNGAN

MAKALAH LIMBAH

Oleh : Cahya Septia Sardiawan ( 13120706026 )

PROGRAM STUDI S1 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS DHYANA PURA BALI 2013

Hal ini berakibat pada kehidupan manusia di bumi yang menjadi tidak sehat sehingga menurunkan kualitas kehidupan terutama pada lingkungan sekitar. .BAB I PENDAHULUAN A. Karena sampah sebenarnya ada juga yang masih dapat dimanfaatkan terutama limbah hewan yang dapt dijadiak pupuk atau limbah plastic dengan cara mendaur ulang serta limbah lain yang bias dimanfaatkan. Latar Belakang Dimulai dengan makin maraknya industri besar yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. kami telah susun karya tulis ini dengan rinci. Oleh karena itu. Dengan maksud supaya makalah tentang Dampak Limbah serta Penanggulangannya ini dapat dijadikan masukan untuk membenahi kualitas kehidupan karena adanya limbah ataupun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya. Pada makalah ini terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh guna meminimalisir dampak dari limbah ataupun sampah dan akhirnya kita dapat bersama mengurangi dampak dari adanya limbah ataupun sampah. Mulailah timbuh tumpukan limbah atau pun sampah yang tidak di buang sebagaimana mestinya. Maka dari itu karya tulis ini akan dilengkapi dengan faktor – faktor yang timbul dan upaya – upaya yang dapat dilakukan mengenai masalah limbah.

Biasanya limbah dalam menyerbar di perlukan waktu yang cukup lama dan tidak diketahui dengan hanya melihat saja. Pengertian Limbah Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga. Contoh dari limbah yang berukuran mikro atau kecil atau bahkan tidak bias terlihat adalah limbah industri berupa bahan kimia yang tidak terpakai yang di buang tidak sesuai dengan prosedur pembuangan yang dianjurkan. Berdampak jangka panjang (antar generasi) Dampak yang ditimbulkan limbah terutama limbah kimia biasanya tidak sekedar berdampak pada orang yang terkena tetapi dapat mengakibatkan turunannya mengalami hal serupa. B. yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah.BAB II PEMBAHASAN A. 4. Bila ditinjau secara kimiawi. Contoh dari besarnya dampak yang ditimbulkan yaitu adanya istilah “Minamata disease” atau keracunan raksa (Hg) di Jepang yang mengakibatkan nelayan-nelayan mengidap paralis (hilangnya kemampuan untuk bergerak karena kerusakan pada saraf). Berdampak luas (penyebarannya) Luasnya dampak yang di timbulkan oleh limbah ini merupakan efek dari karakteristik limbah yang berukuran mikro yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Berukuran mikro Karekteristik ini merupakan karakterisik pada besar kecilnya limbah/ volumenya. Karakteristik limbah : Pada umumnya sesuatu yang ada di bumi ini memiliki suatu karakteristik yang berbeda. kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia. limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik. Termasuk juga limbah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Dinamis Mungkin yang dimaksud dinamis disini adalah tentang cara pencemarannya yang tidak dalam waktu singkat menyebar dan mengakibatkan pencermaran. . Kejadian ini terajadi di Teluk Minamata dan Sungai Jintsu karena pencemaran oleh raksa (Hg). Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu. 2.penanganan limbah ini tentunya tidak hanya sekedar mengolahnya/ mendaur ulangnya langsung tanpa memperhatikan jenis limbah dan cara penangannanya karena dari setiap limbah yang ada mempunyai cirri berbeda terhadap dampak yang ditimbulkanya. Hal ini dikarenakan ukuran limbah yang tidak dapat dilihat 3.

Berikut adalah limbah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia misalnya :  Hasil pembakaran bahan bakar pada industry dan juga kendaran bermotor  Pengolahan bahan tambang dan minyak bumi  Pembakaran hutan untuk membuka lahan pertanian ataupun perumahan 2. Aktivitas alam Selain dari aktivitas diatas pencemaran limbah di bumi juga di timbulkan oleh aktivitas alam walaupun jumlahnya sangat sedikit pengaruhnya terhadap lingkungan karena lokasinya yang biasanya bersifat lokal.berikut ini contoh dari aktivitas alam yang menghasilkan limbah yaitu :  Pembusukan bahan organik alami  Adanya aktifitas gunung berapi  Banjir. Frekuensi Pembuangan Limbah Pada saat sekarang ini pembuangan limbah semakin naik frekuensinya di karenakan banyaknya industry yang berdiri. Dengan semakin banyak frekuensi limbah tentunya pembuanganlimbah menjadi tidak terkandali dan usaha untuk mengolahnya tidak dapat maksimal dikarenakan pengolahan limbah yang masih jauh dari harapan kita semua. longsor serta  Aktivitas alam yang lain .Dari karakteristik limbah di atas pencemaran limbah juga didukung oleh adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran limbah terhadap lingkungan diantaranya : 1. Aktivitas manusia Saat manusia melakukan aktivitas untuk menghasikan sesuatu barang produksi maka akan timbul suatu limbah karena tidak mampunya pengolahan yang dilakukan oleh manusia menggunkan mesin dan juga sulitnya untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi barang yang bias dimanfaatkan untuk keperluan manusia. 3. C. Kandungan Bahan Pencemar Kandunngan yang terdapat di limbah ini mengakibatkan pencemaran lingkungan apabila kandunganya berbahaya dapat mengakibatkan pencemaran yang fatal bahkan dapat membunuh manusia serta mahluk hidup sekitar. 2. Sumber dan Jenis Limbah Sumber adanya limbah sebenarnya banyak sekali tetapi pada pengelompokannya sumber limbah terdiri dari : 1. Volume Limbah Tentunya semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh manusia dampak yang akan ditimbulkan semakin besar pula terasa.

restoran dan hotel. Hal ini dapat menimbulkan berberpa macam masal seperti :  Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi Pembukaan lahan untuk pemukiman dan saran transportasi berdampak terhadap semakin berkurangnya hutan untuk mengurangi kadar pencemaran lingkungan. c) Pertambahan penduduk Semakin banyaknya penduduk di bumi ini mengakibatkan bertambah meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal serta meingkatnya jumlah kebutuhan akan barang. sapi. Pernahkah anda melihat sampah plastic.Karena kedua aktivitas ini menimbulkan limbah yang mencemari lingkungan. Rubbish yaitu bahan atau limbah yang tidak mudah membusuk yang terdiri dari bahan yang mudah terbakar seperti kayu dan kertas atau bahan yang tidak mudah terbakar seperti klaeng dan kaca Ashes yaitu sejenis abu hasil dari proses pembakaran seperti pembakaran kayu. kotoran hewan dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan barang dengan cepat tetapi di lain hal perkembangan teknologi berakibat pada semakin banyaknya limbah yang dihasilkan oleh teknologi itu sendiri. manusia di bumi terus mengembangkan teknologi untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan. kucing tikus dan lain-lain.  Penimbunan sampah Semakin hari kita melihat banyaknya sampah yang menumpuk karena pembuangannya yang sembarangan dan mungkin juga karena kurang mampunya tempat pembuangan sampah untuk menampung sampah atau yang biasa disebut TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam menampung sampah sehingga sampah menumpuk di suatu tempat yang berdampak menurunnya kualitas lingkungan sekitar Bermacam-macam limbah mungkin akan kita temui di sekitar kita.pecahan kaca. batubara maupun abu dari hasil industry. kaleng. Dari sekian banyaknya limbah ini dapat dikelompokan berdasar sumber dari limbah ini berasal seperti penjelasan di bawah ini :     Garbage yaitu sisa pengelolaan atau sisa makanan yang mudah membusuk. Dead animal yaitu segala jenis bangkai yang membusuk seperti bangkai kuda. . Walaupun dilain pihak limbah terus meningkat terutama diakibatkan oleh aktivitas manusia hal ini didorong oleh beberapa faktor sebagai berikut : a) Perkembangan industri Perkembangan industri yang sangat cepat baik pertambangan. transportasi dan manufakur atau pabrik yang mengahsilkan limbah dalam jumlah yang relative besar sehingga terjadi pembuangan limbah yang kurang terkontrol karena kurannya teknologi untuk membuat limbah menjadi barang yang terurai atau ramah lingkungan b) Modernisasi Pada saat sekarang perkembangan teknologi untuk menghasilkan barang semakin marak digunakan dikalangan orang yang mengeluti bidang industry. Misal limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga.

Komposisi Sampah Berdasarkan komposisinya. Semakin banyak kunjungan wisatawan. dan sebagainya. baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang menyenangi nuansa alami. Dampak Negatif Pemanfaatannya Limbah Sampah Terhadap Lingkungan dan Kawasan wisata alam merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. dan sampah anorganik sebesar ± 30%. sebesar 60 – 70%. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan. sampah dibedakan menjadi dua. kaca.  Street sweeping yaitu segala jenis sampah atau kotoran yang berserakan di jalan karena perbuatan orang yang tidak bertanggungjawab. apabila dikelola dengan baik. akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut. Missal industry kaleng dengan potongan kaleng-kaleng yang tidak terolah. dan dapat juga mempengaruhi penerimaan devisa negara. 1. dan pemanfaatan lain sebagai bahan pembuatan kompos yang dapat digunakan untuk memperbaiki lahan kritis di berbagai daerah di Indonesia. D. botol dan gelas bekas minuman. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. maupun karton. yaitu:   Sampah Organik : yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan. Di negara-negara berkembang komposisi sampah terbanyak adalah sampah organik. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. . 2. botol dan gelas minuman. Industrial waste yaitu benda-benda padat sisa dari industry yang tidak tepakai atau dibuang. Sampah Anorganik : yaitu sampah yang tidak mudah membusuk. kelestarian. sampah memiliki nilai potensial. kaleng. Contoh Dari Pencemaran Limbah dan Upaya Pengolahannya. dan sebagainya. seperti penyediaan lapangan pekerjaan. setiap kawasan wisata alam harus menjaga keunikan. kaleng. Sampah apabila dibiarkan tidak dikelola dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan dan kelestarian kawasan wisata alam. baik kertas koran. Selain itu kawasan wisata alam adalah sarana tempat terjadinya interaksi sosial dan aktivitas ekonomi. baik aktivitas sosial maupun ekonomi. Setiap aktivitas yang dilakukan. maka aktivitas dikawasan tersebut akan meningkat. peningkatan kualitas dan estetika lingkungan. HVS. kayu. Sebaliknya. plastik mainan. daun-daun kering. kertas. Namun yang harus diingat adalah bahwa limbah atau sampah yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut dapat mengancam kawasan wisata alam. seperti plastik wadah pembungkus makanan. dan keindahannya. dan kertas. Untuk menjaring masyarakat dan wisatawan sebanyak mungkin. sayuran.

 Pemanfaatan sampah anorganik. Ancaman Bagi Kawasan Wisata Alam Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:  Gangguan Kesehatan : Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi dan dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus. mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman. kaleng. Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya. misalnya menjual barang bekas seperti kertas. dapat direduksi hingga mencapai 25%. botol. penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatancomposting sampah organik yang komposisinya mencapai 70%. Berdasarkan hasil. koran bekas. kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata. atau kertas daur ulang.  Tempat Pembuangan Sampah Akhir . Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun. misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas. yang berarti devisa negara juga menurun. maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan sampah. seperti composting (pengomposan).  Menurunnya kualitas lingkungan  Menurunnya estetika lingkungan : Timbulan sampah yang bau.  Pemanfaatan Kembali Kegiatan pemanfaatan sampah kembali. plastik. E.3. baik secara langsung maupun tidak langsung.  Terhambatnya pembangunan negara : Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan. serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit. terdiri atas:  Pemanfaatan sampah organik. dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Tahapan Pengelolaan sampah yang dapat dilakukan di kawasan wisata alam adalah:  Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik disetiap kawasan yang sering dikunjungi wisatawan. Pengelolaan Sampah Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan. maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik. Sampah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata. gelas dan botol air minum dalam kemasan. : Pemanfaatan kembali secara langsung.

Seiring dengan perkembangan teknologi. sehingga pengelola wisata dapat mengoptimalkan penggunaan pemanfaatan kawasan. peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahanbahan kimia yang cukup berahaya bagi lingkungan.523. Pengelolaan sampah yang dilakukan di kawasan wisata alam. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari. terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136. dan kimia. Dengan pengelolaan sampah yang baik. sisa sampah akhir yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%. disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik.Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Kegiatan ini tentu saja akan menurunkan biaya pengangkutan sampah bagi pengelola kawasan wisata alam.  Mengurangi biaya angkut sampah ke TPS. tidak terurai secara alami. Limbah Plastik Nama plastik mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis. Di Indonesia. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan .  Mengurangi beban Pemda dalam mengelola sampah. maupun tidak dapat berkarat.  Tidak memerlukan TPS yang luas.15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. kebersihan dan estetika lingkungan kawasan sehingga menarik wisatawan untuk berkunjung. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia. yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. F. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya.122. mekanis. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain.7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182. jumlahnya mencapai ± 10%. diantaranya adalah:  Menjaga keindahan. khususnya kita yang berada di Indonesia. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Padahal apabila kita sadar. serta memperkecil permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh banyak pemerintah daerah. kebutuhan akan plastik terus meningkat. akan memberikan banyak manfaat. antara lain tidak dapat membusuk. kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan.6 ton. sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34. Sebagai konsekuensinya. Jumlah tersebut akan terus bertambah.penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan seharihari adalah dalam bentuk thermoplastic. harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). tidak dapat menyerap air.3% dari total sampah rumah tangga. mengurangi luasan kebutuhan tempat untuk lokasi TPS. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9. Limbah daripada plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali.

Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju.(reduce). Menurut Hartono (1998) empat jenis limbah plastik yang populer dan laku di pasaran yaitu polietilena (PE). Untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk informasi saja bahwa di supermarket negara China. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas (Syafitrie. dan asoi. dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya. karena ringan serta lebih kuat dibandingkan bata yang umum dipakai. Pada tahun 1980 an. tidak terkontaminasi. setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket. antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji. High Density Polyethylene (HDPE). Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. G. pemotongan. pellet. yaitu pemisahan. serbuk. Sisi jelek pemakaian kembali. Di Swedia plastik daur ulang dimanfaatkan sebagai bata plastik untuk pembuatan bangunan bertingkat. misalnya tempat cat yang terbuat dari plastik digunakan untuk pot atau ember. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia. dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. polipropilena (PP). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). pencucian. limbah harus homogen. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Di Indonesia. Pemanfaatan plastik daur ulang dalam pembuatan kembali barang-barang plastik telah berkembang pesat. Pemanfaatan plastik daur ulang sebagai bahan konstruksi masih sangat jarang ditemui. di Inggris dan Italia plastik daur ulang telah digunakan untuk membuat tiang telepon sebagai pengganti tiang-tiang kayu atau besi. 2001). Di Indonesia. Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). plastik daur ulang sebagian besar dimanfaatkan kembali sebagai produk semula dengan kualitas yang lebih rendah. . Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. pecahan). serta diupayakan tidak teroksidasi. pemanfaatan limbah plastik dalam skala rumah tangga umumnya adalah dengan pemakaian kembali dengan keperluan yang berbeda. Pengelolaan Limbah Plastik Dengan Metode Recycle (Daur Ulang) Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. terutama dalam bentuk kemasan adalah sering digunakan untuk pemalsuan produk seperti yang seringkali terjadi di kota-kota besar Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju.

Berdampak luas (penyebarannya) 4. Dengan pengolahan limbah diharapkan lingkungan sekitar bisa tetap alami tidak tercemar oleh limbah.BAB III PENUTUP Kesimpulan Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga. Pengolahan limbah merupakan cara untuk mengurangi pencemaran yang diakibatkan oleh limbah. Berdampak jangka panjang (antar generasi) Limbah merupakan hasil dari aktivitas manusia dan aktivitas alam. Saran Pengolahan limbah disaat ini perlu perhatian khusus mengingat semakin banyaknya volume limbah di lingkungan sekitar. Karakteristik limbah: 1. . Berukuran mikro 2. yang lebih dikenal sebagai sampah) atau juga dapat dihasilkan oleh alam yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Dinamis 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->