RINGKASAN MATERI (Dari buku karya Prof. Dr. Umar Tirtarahardja dan Drs. S. L.

La Sulo) BAB I MANUSIA DAN PENDIDIKAN HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA Sasaran pendidikan adalah manusia. Pendidikan bermaksud membantu peserta didik menumbuh kembangkan potensi kemanusiaannya. Tugas pendidik hanya mungkin dilakukan jika pendidik memiliki gambaran yang jelas tentang siapa manusia itu sebenarnya. Dalam kenyataannya masih banyak pendidik yang belum mengetahui gambaran tentang siapa manusia itu sebenarnya dan sifat hakikat apa saja yang dimiliki manusia yang membedakannya dengan hewan sehingga dalam melaksanakan pendidikan belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Melihat kenyataan inilah penulis memandang perlunya dibahas tentang manusia dan pendidikan : hakikat manusia dan pengembangannya. A. Pengertian Sifat Hakikat Manusia Sifat hakikat manusia adalah ciri-ciri karakteristik yang secara prinsipil membedakan manusia dari hewan, meskipun antara manusia dengan hewan banyak kemiripan terutama dilihat dari segi biologisnya. Bentuknya (misalnya orang hutan), bertulang belakang seperti manusia, berjalan tegak dengan menggunakan kedua kakinya, melahirkan, menyusui anaknya dan pemakan segala. Bahkan carles darwin (dengan teori evolusinya) telah berjuang menemukan bahwa manusia berasal dari primat atau kera tapi ternyata gagal karena tidak ditemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa manusia muncul sebagai bentuk ubah dari primat atau kera. Disebut sifat hakikat manusia karena secara haqiqi sifat tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan. Karena manusia mempunyai hati yang halus dan dua pasukannya. Pertama, pasukan yang tampak yang meliputi tangan, kaki, mata dan seluruh anggota tubuh, yang mengabdi dan tunduk kepada perintah hati. Inilah yang disebut pengetahuan. Kedua, pasukan yang mempunyai dasar yang lebih halus seperti syaraf dan otak. Inilah yang disebut kemauan. Pengetahuan dan kemauan inilah yang membedakan antara manusia dengan binatang. B. Wujud Sifat Hakikat Manusia

Wujud dari sifat hakikat manusia yang tidak dimiliki oleh hewan yang dikemukakan oleh faham eksistensialisme dengan maksud menjadi masukan dalam membenahi konsep pendidikan , Prof. Dr. Umar Tirtaraharja dkk , menyatakan : 1. Kemampuan Menyadari Diri Berkat adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki manusia maka manusia menyadari bahwa dirinya memiliki ciri kas atau karakteristik diri. Hal ini menyebabkan manusia dapat membedakan dirinya dan membuat jarak dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Yang lebih istimewa lagi manusia dikaruniai kemampuan membuat jarak diri dengan dirinya sendiri, sehingga manusia dapat melihat kelebihan yang dimiliki serta kekurangankekurangan yang terdapat pada dirinya. Kemampuan memahami potensipotensi dirinya seperti ini peserta didik harus mendapat pendidikan dan perhatian yang serius dari semua pendidik supaya dapat menumbuh kembangkan kemampuan mengeluarkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. 2. Kemampuan Bereksistensi Kemampuan bereksistensi adalah kemampuan manusia menempatkan diri dan dapat menembus atau menerobos serta mengatasi batas-batas yang membelenggu dirinya. Sehingga manusia tidak terbelenggu oleh tempat dan waktu. Dengan demikian manusia dapat menembus ke sana dan ke masa depan. Kemampuan bereksistensi perlu dibina melalui pendidikan. Peserta didik diajar agar belajar dari pengalamannya, mengantisipasi keadaan dan peristiwa, belajar melihat prospek masa depan dari sesuatu serta mengembangkan imajinasi kreatifnya sejak masa kanak-kanak.

3. Kata hati Kata hati juga sering disebut dengan istilah hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati dan sebagainya. Kata hati adalah kemampuan membuat keputusan tentang yang baik atau benar dan yang buruk atau salah bagi manusia sebagai manusia. Untuk melihat alternatif mana yang terbaik perlu didukung oleh kecerdasan akal budi. Orang yang memiliki kecerdasan akal budi disebut tajam kata hatinya. Kata hati yang tumpul agar menjadi kata hati yang tajam harus ada usaha melalui pendidikan kata hati yaitu dengan melatih akal kecerdasan dan kepekaan emosi. Tujuannya agar orang memiliki keberanian berbuat yang didasari oleh kata hati yang tajam, sehingga mampu

menganalisis serta membedakan mana yang baik atau benar dan buruk atau salah bagi manusia sebagai manusia 4. Moral Jika kata hati diartikan sebagai bentuk pengertian yang menyertai perbuatan maka yang dimaksud moral adalah perbuatan itu sendiri. Moral dan kata hati masih ada jarak antara keduanya. Artinya orang yang mempunyai kata hati yang tajam belum tentu moralnya baik. Untuk mengetahui jarak tersebut harus ada aspek kemauan untuk berbuat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa moral yang singkron dengan kata hati yang tajam merupakan moral yang baik. Sebaliknya perbuatan yang tidak singkron dengan kata hatinya merupakan moral yang buruk atau rendah. 5. Tanggung jawab Sifat tanggung jawab adalah kesediaan untuk menanggung segenap akibat dari perbuatan yang menuntut jawab yang telah dilakukannya. Wujud bertanggung jawab bermacam-macam. Ada bertanggung jawab kepada dirinya sendiri bentuk tuntutannya adalah penyesalan yang mendalam. Tanggung jawab kepada masyarakat bentuk tuntutannya adalah sanksi-sanksi sosial seperti cemoohan masyarakat, hukuman penjara dan lain-lain. Tanggung jawab kepada tuhan bentuk tuntutannya adalah perasaan berdosa dan terkutuk.

6. Rasa kebebasan Rasa kebebasan adalah tidak merasa terikat oleh sesuatu tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. Artinya bebas berbuat apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia. Jadi kebebasan atau kemerdekaan dalam arti yang sebenarnya memang berlangsung dalam keterikatan. 7. Kewajiban dan Hak Kewajiban dan hak adalah dua macam gejala yang timbul karena manusia itu sebagai makhluk sosial, yang satu ada hanya karena adanya yang lain. Tidak ada hak tanpa kewajiban. Kewajiban ada karena ada pihak lain yang harus dipenuhi haknya. 8. Kemampuan Menghayati Kabahagiaan

Dalam hal ini ada 4 macam dimensi yang akan dibahas yaitu : 1. 3. cita-citanya di dalam interaksi dengan sesamanya. S. kepuasan dan sejenisnya dengan pengalaman-pengalaman pahit dan penderitaan. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa setiap anak dikaruniai benih kemungkinan untuk bergaul. Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak jelas pada dorongan untuk bergaul. dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam perbuatan. Proses dari kesemuanya itu (yang menyenangkan atau yang pahit) menghasilkan suatu bentuk penghayatan hidup yang disebut bahagia. Dr. Tidak ada seorangpun yang dapat hidup seorang diri lengkap dengan sifat hakekat kemanusiaannya di tempat yang terasing. Keunikan dan Dinamikanya. Prof. Artinya setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya di dalamnya ada unsur saling memberi dan menerima.L La Ulo 2005 : 18). semangat dan daya tahan yang berbeda-beda. Kemudian diikuti dengan kemauan atau kesanggupan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Dimensi-dimensi Hakikat Manusia. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan adalah perpaduan dari usaha. Karena adanya individualitas itu setiap orang mempunyai kehendak. C. Setiap manusia memiliki kepribadian unik yang tidak dimiliki oleh orang lain. hasil atau takdir dan kesediaan menerimanya. Agar manusia dapat melakukan apa yang semestinya harus dilakukan. Dimensi Kesusilaan Kesusilaan adalah kepantasan dan kebaikan yang lebih tinggi. kecenderungan. sikapnya. Sebab seseorang hanya dapat mengembangkan sifat individualitasnya di dalam pergaulan sosial seseorang dapat mengembangkan kegemarannya. menyadari dan memahami nilai-nilai. Manusia hanya menjadi menusia jika berada diantara manusia. cita-cita. Dimensi Kesosialan Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas demikian dikatakan Mj Langeveld (1955 : 54) dalam buku (Pengantar Pendidikan. Dengan adanya dorongan untuk bergaul setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya. Manusia itu dikatakan sebagai makhluk susila. perasaan. Inilah sifat individualitas.Kebahagiaan adalah merupakan integrasi dari segenap kesenangan. Dimensi Keindividuan Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikaruniai potensi untuk menjadi berbeda dari yang lain atau menjadi dirinya sindiri. menghayati. maka dia harus mengetahui. Drijarkoro mengartikan manusia susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai. Tirtaraharja dan Drs. kegembiraan. 2.

kesusilaan dan keberagamaan. Pandangan Islam . artinya ada salah satu dimensi yang terabaikan penanganannya. Maka secara totalitas dapat membentuk manusia yang utuh. kesosialan. Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluq yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang. Dimensi Keberagamaan Pada hakikatnya manusia adalah makhluq religius. antara dimensi keindividualan. Disinilah tugas orang tua dan semua pendidik untuk melaksanakan pendidikan agama kepada anaknya atau anak didiknya. Pengembangan yang utuh Pengembangan yang utuh yaitu apabila pengembangan dimensi hakikat manusia itu terjadi secara utuh antara jasmani dan rohani. E. Pengembangan yang seperti ini merupakan pengembangan yang patologis atau tidak sehat. Mereka percaya bahwa di luar alam yang dapat dijangkau oleh indranya ada kekuatan yang menguasai alam semesta ini. Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya. afektif dan psikomotorik. Pengembangannya dibagi menjadi 2 yaitu : 1. D. Pengembangan yang tidak utuh Pengembangan yang tidak utuh adalah proses pengembangan dimensi hakikat manusia yang tidak seimbang antara dimensi yang satu dengan yang lainnya. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. Pengembangan (Proses Pendidikan) Dimensi Hakikat Manusia Pengembangan dimensi hakikat manusia menjadi tugas pendidikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan dimensi hakikat manusia yang utuh diartikan sebagai pembinaan terpadu terhadap seluruh dimensi hakikat manusia sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara selaras. tidak terjadi pengabaian terhadap salah satunya dalam hal ini dimensi keberagamaan menjadi tumpuan dari ketiga dimensi yang lain. antara aspek koknitif. Semua dimensi-dimensi tersebut harus mendapat layanan dengan baik. 2. Pengembangan yang tidak utuh akan menghasilkan kepribadian yang pincang dan tidak mantap.4. Maka dengan adanya agama yang diturunkan oleh tuhan manusia menganut agama tersebut.

Pandangan Islam Terhadap Manusia Menurut pandangan islam manusia adalah makhluk Alloh yang paling mulia dari pada yang lainnya. 2) Ilmu Pengetahuan Pengetahuan adalah suatu yang diketahui oleh manusia melalui pengalaman. Alloh SWT. digunakan untuk berfikir.1. Alloh menciptakan manusia dalam bentuk fisik yang bagus dan seimbang. perasaan atau melalui intuisi. Akal pusatnya di otak. Alloh menyuruh manusia berfikir baik tentang dirinya atau tentang alam semesta ini sehingga menghasilkan ilmu pengetahuan. Sesuai dengan firman Alloh Surat Ath Thiin yang artinya : Sesungguhnya telah kami jadikan manusia itu dalam bentuk sebaik-baiknya (Q. Faktor terbesar yang membuat manusia itu mulia adalah karena ia berilmu dan menggunakan ilmunya dia dapat menguasai alam. Ia bukan ada dengan sendirinya tetapi diciptakan oleh Alloh dengan dikaruniai sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh makhluq yang lain. Kemampuan berfikir dan merasa ini merupakan anugerah Alloh yang paling besar dan ini pulalah yang membuat manusia itu istimewa dan mulai dibandingkan dengan makhluq yang lainnya. Manusia sebagai makhluq yang mulia Manusia diciptakan oleh Alloh sebagai penerima dan pelaksana ajaran agama. informasi.S At tiin 4) Dalam hubungan dengan pendidikan menurut pandangan islam manusia dapat kita lihat dari tiga titik saja yaitu : (Daradjat dkk. 2000 : 3) a. 3) Kebudayaan . Ilmu pengetahuan merupakan hasil pengolahan akal (berfikir) dan perasaan tentang sesuatu yang diketahui itu. Untuk mempertahankan kedudukannya yang mulia dan bentuk pribadi yang bagus itu Alloh melengkapinya dengan akal dan perasaan yang memungkinkan manusia menerima dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan membudayakan ilmu yang dimilikinya. Penggunaan akal dan perasaan dapat menentukan kedudukan seseorang dalam lingkungan sosialnya. 1) Akal dan Perasaan Setiap orang menyadari bahwa ia mempunyai akal dan perasaan. perasaan pusatnya di hati. Ini berarti manusia sebagai makhluq yang mulia dikarenakan manusia dikaruniai (1) akal dan perasaan (2) ilmu pengetahuan (3) kebudayaan yang seluruhnya dikaitkan kepada pengabdian pada pencipta. dalam kenyataan keduanya sukar dipisahkan. meningkatkan iman dan taqwanya juga dengan ilmu. Oleh karena itu ia ditempatkan pada kedudukan yang mulia.

Ia dilengkapi dengan fitroh Alloh berupa bentuk yang dapat berkembang. Mahluq itu adalah manusia. diurus dan diolah. Wujudnya sifat hakikat manusia antara lain kemampuan manusia menyadari diri. Untuk itu ia menciptakan manusia sebagai kholifah di bumi. Sehingga mampu menjadi kholifah di bumi. karena syariat islam tidak akan dihayati dan diamalkan oleh umatnya kalau hanya diajarkan saja. Kemampuan bertugas ini adalah anugerah Alloh dan sekaligus merupakan amanat yang dibimbing dengan suatu ajaran yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab manusia yang bernama kholifah itu. moral. Fitrah inilah yang membedakan manusia dengan mahluq yang lain dan membuat manusia itu istimewa dan lebih mulia dan sekaligus berarti bahwa manusia adalah mahluq paedagogik. perasaan dan kemampuannya berbuat merupakan komponen dari fitrah itu. . Sehingga beliau adalah seorang pendidik yang berhasil. pendukung dan pengembang kebudayaan. ilmu dan perasaan ia membentuk kebudayaan dan mewariskan kebudayaan itu kepada anak turunnya. Sifat hakekat manusia adalah ciri-ciri karakteristis yang secara prinsipil membedakan manusia dari hewan atau dari makhluq lainnya 2. Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi SAW dalam mengajak orang untuk beriman dan beramal serta berakhlaq yang baik sesuai dengan ajaran islam dengan berbagai metode dan pendekatan. Untuk itulah agar islam bisa diamalkan oleh umatnya tidak hanya teoritis tetapi juga praktis maka umat islam harus dididik melalui proses pendidikan. Manusia sebagai makhluq PAEDAGOGIK Mahluq paedagogik ialah mahluq Alloh yang dilahirkan membawa potensi dapat dididik dan dapat mendidik. Pandangan Islam Terhadap Pendidikan Ahmad Marimba mendefinisikan pendidikan sebagai suatu bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh guru terhadap perkembangan jasmani dan ruhani murid menuju terbentuknya kepribadian yang utama (Rusn. Alloh memandang perlu bumi itu didiami. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan hal-hal sebagai berikut : 1. tanggung jawab. 2. c. Manusia sebagai kholifah di bumi Setelah bumi ini diciptakan.Islam memandang manusia sebagai makhluq pendukung dan pencipta kebudayaan. Dengan akal. Menurut pandangan islam pendidikan itu sangat penting. sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluq yang mulia. kemampuan bereksistensi. mempunyai kata hati. F. pikiran. 1988 : 54). b.

Sebagai mahluq paedagogik 6. Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya Sebagai proses transformasi budaya. 5. atau karena falsafah yang melandasinya. Sebagai mahluq yang mulia karena dikaruniai akal dan perasaan. PENGERTIAN PENDIDIKAN 1. Batasan tentang Pendidikan Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam. b. Sebagai kholifah dimuka bumi. Menurut pandangan islam . kewajiban dan hak serta kemampuan menghayati kebahagiaan. kesosialan. Pengembangan dimensi hakekat manusia ada dua yaitu : pengembangan yang utuh dan pengembangan yang tidak utuh. pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. aspek yang menjadi tekanan. dan sistem pendidikan. dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. c. dan wujud pendidikan sebagi sistem. Bab II ini akan mengkaji pengertian pendidikan. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya.unsur-unsur pendidikan. konsep dasar yang digunakan. konsepdasar yang melandasinya. 4. 3. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya. BAB II PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya denga nbaik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. a.rasa kebebasan. kesusilaan dan keberagaman. ilmu pengetahuan dan kebudayaan utuh mengabdi kepada Alloh.Terhadap manusia. A. karena syariat islam dapat dihayati dan diamalkan oleh umatnya hanya dengan proses pendidikan seperti yang dilakukan olah Nabi SAW. Terhadap pendidikan : Menurut pandangan islam pendidikan itu sangat penting. Dimensi-dimensi sifat hakekat manusia ada 4 yaitu dimensi keindividuan. manusia adalah : a. Nilai-nilai budaya .

benar. d. dan keterampilan kerja pada calon luaran. pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. rasa tanggung jawab. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Ada tiga bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya nilai-nilai kejujuran. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. 2. Definisi Pendidikan Menurut GBHN GBHN 1988(BP 7 pusat. . dan lain-lain. Tujuan dan proses Pendidikan a. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi Sebagai proses pembentukan pribadi. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dazn merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. e. c. dan indah untuk kehidupan. luhur. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap. pengetahuan. b. Tujuan pendidikan Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik. pantas. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja.

Kemandirian dalam belajar a. yang dicetuskan 14 abad yang lalu. Alasan perkembangan iptek f. kemudian dibangkitkan kembali oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). PSH merupakan sesuatu proses berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. 1988. 14-16) mengemukakan alasan sebagai berikut: Ø Perkembangan iptek berlangsung semakin pesat sehingga tidak mungkin lagi . pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro.b. pilihan sendiri. remaja. Ide tentang PSH yang hampir tenggelam. dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek e. mikro. Pengorganisasian dan penstruktursn ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia.(Cropley:67) Berikut ini merupakan alasan-alasan mengapa PSH diperlukan: a. ¬Alasan yang menopang Conny Semiawan. dan kawan-kawan (Conny S. Alasan sifat pekerjaan 4. dari usia yang paling muda sampai paling tua. Arti dan perinsip yang melandasi Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih didorong oleh kamauan sendiri. b. Alasan faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. Alasan keadilan c. Selanjutnya PSH didefenisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan. dan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi. Proses pendidikan Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya . Rasional b. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar. meso. Alasan ekonomi d. 3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH) PSH bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan.

b. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi. Individu yang sedang berkembang. d. yang ingin diakui keberadaannya. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode) 7. c. B. Orang yang membimbing (pendidik) Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. 2. Subjek yang dibimbing (peserta didik). Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan) Penjelasan: 1. Ø Penemuan iptek tidak mutlak benar 100%. Peserta Didik Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. sifatnya relatif.para pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua konsep dan fakta kepada peserta didik. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua. latihan. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas. UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu: 1. Ø Dalam proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyogyanya tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilainilai ke dalam diri peserta didik. Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah: a. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga. sehingga merupakan insan yang unik. guru. 2. 3. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan) 6. Ø Para ahli psikologi umumnya sependapat. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan) 5. lingkungan sekolah. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif) . dan lingkungan masayarakat. pemimpin program pembelajaran. Orang yang membimbing (pendidik) 3. bahwa peserta didik mudah memahami konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contohcontoh konkret dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau mempraktekannya sendiri. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif) 4. dan masyarakat.

metode. instrumentalinput(guru. Hubungan Sistem Pendidikan dengan Sitem Lain dan Perubahan Kedudukan dari Sistem Sistem pendidikan dapat dilihat dalam ruang lingkup makro. Pengertian Sistem Beberapa definisi sitem menurut para ahli: a. output(tamatan). bidang ekonomi. suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan/keseluruhan yang kompleks atau utuh. 1992:11) 2. Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya.Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. 3. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi. serta alat-alat pendidikan. politik dan keamanan). kurikulum). Komponen dan Saling Hubungan antara Komponen dalam Sistem Pendidikan. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif. (Tatang Amirin. Komponen tersebut antara lain: raw input (sistem baru). Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan) a. (Tatang M. PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM 1. Sistem merupakan sehimpunan komponen atau subsistem yang terorganisasikan dan berkaitan sesuai rencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 4. Sebagai subsistem.dan politik masing-masing-masing . environmental input(budaya. 1992:10) b. (Tatang Amirin. pendidikan. Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari sejumlah komponen. C. sekolah dan masyarakat. 1992:10) c. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan) Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga. Alat dan Metode Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. kependudukan. Amirin. Sistem meruapakan himpunan komponen yang saling berkaitan yang bersama-sama berfungsi untuk mencapai suatu tujuan. b. Sistem adalah suatu kebulatan keseluruhan yang kompleks atau terorganisir.

tidak lain daripada perubahan cara memandang ruang lingkup suatu sitem atau dengan kata lain ruang lingkup suatu permasalahan. Pendidikan formal. Prinsip utama dari penggunaan analisis sistem ialah: bahwa kita dipersyaratkan untuk berpikir secra sistmatik. Saling hubungan antarkomponen Komponen-komponen yang baik menunjang terbentuknya suatu sistem yang baik. Analisis sitem pendidikan Penggunaan analisis sistem dalam pendidikan dimaksudkan untuk memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan dengan cara yang efesien dan efektif. tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. e. b. 5. b. 4. Pemecahan masalah pendidikan secara sistematik. ¬Hubungan sitem dengan suprasistem Dalam ruang lingkup besar terlihat pula sistem yang satu saling berhubungan dengan sistem yang lain. alternatif maslah. Hal ini wajar. d. . a. nonformal. dan informal merupakan subsistem dari bidang pendidikan sebagai sistem dan seterusnya. Masing-masing saling mengisis. sehingga semuanya memerlukan pembinaandan pengembangan. Masalah berjenjang Semua masalah tersebut satu sama lain saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat. Keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan Kesimpulan yang dapat ditarik dari persoalan pengajaran dan pendidikan adalah: a. pengajaran dan pendidikan dapat dibedakan. Sdangkan segenap segi kehidupan itu kita butuhkan. manakala komponen tersebut tidak berhibungan secra fungsional dengan komponen lain. Tetapi komponen yang baik saja belum menjamin tercapainya tujuan sistem secara optimal. dan latar belakang masalah. Cara memandang system Perubahan cara memandang suatu status dari komponen menjadi sitem ataupunsebaliknya suatu sitem menjadi komponen dari sitem yang lebih besar. artinya harus memperhitungkan segenap komponen yang terlibat dalam maslah pendidikan yang akan dipecahkan. Pembedaan dilakukan hanya untuk kepentingan analisis agar masing-masing dapat dipahami lebih baik. c.sebagai sistem. oleh karena pada dasarnya setiap sistem itu hanya merupakan satu aspek dari kehidupan.

nonformal.c. sosiologis. misalnya SD. serta beberapa hal yang berkaitan dengan penerapannya. dan informal ketiganya hanya dapat dibedakan tetapi sulit dipisah-pisahkan karena keberhasilan pendidikan dalam arti terwujudnya keluaran pendidikan yang berupa sumberdaya manusia sangat bergantung kepada sejauh mana ketiga sub-sistem tersebut berperanan. dan PT. berupa rangkaian jenjang pedidikan yang telah baku. ¬Dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal. Pendidikan formal yang sering disebut pendidikan persekolahan. . dan informal sebagai sebuah sistem. sebab pendidikan membentuk wadah. Pendidikan nonformal lebih difokuskan pada pemberian keahlian atau skill guna terjun ke masyarakat. non-formal. dan lainlain. Wadah harus menetap meskipun isi bervariasi dan berubah. 7. Pendidikan modern lebih cenderung mengutamakan pendidikan. sedangkan pengajaran mengusahakan isinya. Landasan dan asas tersebut sangat penting. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis. dan kultural.SMA. BAB III LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak darisejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Pendidikan prajabatan berfungsi memberikan bekal secara formal kepada calon pekerja dalam bidang tertentu dalam periode waktu tertentu. psikologis. karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. kultural. Pendidikan formal. 6. sedangkan bekal praktis yang siap pakai diberikan oleh pendidikan dalam jabatan. Pendidikan informal adalah suatu fase pendidikan yang berada di samping pendidikan formal dan nonformal. yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Pendidikan prajabatan (preservice education) dan pendidikan dalam jabatan (inservice education) sebagai sebuah sistem. Sedangkan pendidikan dalam jabatan bermaksud memberikan bekal tambahan kepada oramg-orang yang telah bekerja berupa penataran.SMP. Landasan-landasan pendidikan tersebut adalah filosofis. Dengan kata lain pendidikan prajabatan hanya memberikan bekal dasar. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk mnjemput masa depan. kursus-kursus. Bab III ini akan memusatkan paparan dalam berbagai landasan dan asas pendidikan.

II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia. Perenialisme Perensialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran. Perenialisme. aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional. ¬Esensialisme Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial. sedangkan Ketetapan MPR RI No. kemandirian dalam belajar. Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidkan Nasional Pasal 2 UU RI No. 3. b. dan dasar negara Indonesia. 4.serta ilmiah dan teknologi. Landasan Filososfis a. meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia. hakekat pengetahuan. Landasan Sosiolagis a. Esensialisme. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi pendidikan meliputi empat bidang: . LANDASAN PENDIDIKAN 1. dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. cinta kepada kebaikan universal. Realisme.Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. pandangan hidup bangsa Indonesia. di bidang pendidikan. ¬Pengertian Landasan Sosiologis Dasar sosiolagis berkenaan dengan perkembangan. 2. A. keindahan. Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme 1. kepribadian bangsa Indonesia. keyakinan tentang sumber nilai. belajar sepanjang hayat. 2. Pengertian Landasan Filosofis Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme. Pragmatisme dan Progresifme Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis. Rekonstruksionisme Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat. Sedangkan asas yang dikalia adalah asas Tut Wuri Handayani. kebutuhan dan karakteristik masayarakat.

Sekolah dalam komunitas. b. Sejarah Perjuangan Bangsa. Pengertian Landasan Filosofis Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan. maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4. Landasan Kultural a. Pemahaman etrhadap peserta didik. Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar. dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya. Usaha-usaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat dan komplek. b. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuhkembangkan KeBhineka tunggal Ika-an. Pengertian Landasan Kultural Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik. 4. Landasan Psikologis a. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain. dan muatan lokal).yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya. sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan. 4. utamanya yang berkaitan dengan . utamanya sekolah dan keluarga.1. baik melalui kegiatan jalur sekolah (umpamanya dengan pelajaran PPKn. pemasyarakatan P4 nonpenataran) 3. hubunan kemanusiaan. nlainilai. 3. Kebudayaan sebagai Landasan Sistem Pendidkan Nasional Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik di setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebineka tunggal ikaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai denga perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku. 2. baiksecara formal maupun informal. Hal ini harsulah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara indonesia sebagai sisi ketunggal-ikaan.

Lembaga pendidikan. yang dimualai pada permulaan kehidupan manusia. Pengertian Landasan IPTEK Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa tenaga pendidik untuk mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke dalam penyelenggaraan pendidikan. dan asas Kemandirian dalam belajar. 5. Asas Belajar Sepanjang Hayat. Landasan Ilmiah dan Teknologis a. Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan atau tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara efektif dan efisien. . baik yang berkaitan dengan hasil perolehan informasi maupun cara memproleh informasi itu dan manfaatnya bagi masyarakat B. Bahan ajar sejogjanya hasil perkembangan iptek mutahir. Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik. Oleh karena itu. Pendidikan yang berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran. utamanya pendidikan jalur sekolah harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan iptek. ASAS-ASAS POKOK PENDIDIKAN Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir. Khusu s di Indonesia. hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan. b. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut. Perkembangan IPTEK sebagai Landasan Ilmiah Iptek merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. sekalipun mereka memiliki kesamaan. dengan demikian pendidikan bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar IPTEK dan calon pakar IPTEK itu. baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan.aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. b. terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Diantara asas tersebut adalah Asas Tut Wuri Handayani.

Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal. yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso. PERKIRAAN MASYARAKAT MASA DEPAN Pemahaman tentang keadaan masyarakat masa depan tersebut aka sangat penting sebagai latar depan segala kebiakan dan upaya pendidikan masa kini dan masa yang akan datang. Asas Tut Wuri Handayani Sebagai asas pertama. Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalamperan utama sebagai fasilitator dan motifator. A.1. Ø Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan. Asas Kemandirian dalam Belajar Dalam kegiatan belajar mengajar. sedini mungkin dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru. Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). namun guru selalu suiap untuk ulur tangan bila diperlukan. tut wuri handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. . R. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. dan dilanjutkan dengan upaya pendidikan untuk mengantisipasinya. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif). BAB IV PERKIRAAN DAN ANTISIPASI TERHADAP MASYARAKAT MASA DEPAN Pendidikan akan menyiapkan peserta didik memasuki masyarakat di masa depan. Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu: Ø Ing Ngarso Sung Tulodo ( jika di depan memberi contoh) Ø Ing Madyo Mangun Karso (jika ditengah-tengah memberi dukungan dan semangat) Ø Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan) 2. 3.P. keputusan dan tindakan dalam bidang pendidikan seharusnya berorientasi ke masyarakat masa depan tersebut. Oleh karena itu.M. Ø Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi. Bab IV ini akan memaparkan perkiraan masyarakat masa depan.

Ø Bidang Iptek yang mengalami perkembangan semakin dipercepat. dan pendidikan. 3. maka anggota masyarakat masa depan semakin luas wawasan dan pengetahuannya serta daya kritis yang semakin tinggi. mulai dari sistem dan upacara keagamaan sampai dengan. Kecenderungan Globalisasi Gelombang globalisasi sedang menerpa seluruh aspek kehidupan dan penghidupan manusia. mencakup keseluruhan unsur-unsur dalam proses komunikasi tersebut. Perkembangan IPTEK Perkembangan iptek yang semakin cepat dalam era globalisasi merupakan salah satu ciri utama dari masyarakat masa depan. Ø Bidang pendidikan dalam kaitannya dengan identirtas bangsa termasuk budaya nasional dan budaya-budaya nusantara. ekonomi. Sumber pesan mencakup keseluruhan unsur-unsur kebudayaan. 2. Oleh karena itu. termasuk berbagai layanan yang dibutuhkannya. bahkan terutama sistem teknologi dan peralatan. Layanan diberikan oleh pemangku profesi tertentu. Perkembangan komunikasi dengan arus informasi yang semakin padat dan akan dipercepat di masa depan. Menurut Emil Salim terdapat empat bidang kekuatan gelombang globalisasi yang paling kuat dan menonjol daya dobraknya. utamanya penggunaan berbagai teknologi canggih seperti komputer dan satelit. Karena perkembangan iptek yang makin cepat serta perkembangan arus informasi yang semakin padat dan cepat. pendidikan seharusnya selalu mengantisipasi keadaan masyarakat masa depan. Perkembangan Arus Komunikasi yang Semakin Padat dan Cepat Kemajuan teknologi telah mendorong perubahan masyarakat dari masyarakat industri ke masyarakat informasi. dan aksiologis. atau layanan profesional. manusia masa depan tersebut makin menuntut suatu kualitas hidup yang lebih baik. menyusup ke dalam seluruh unsur kebudayaan dengan dampak yang berbedabeda. lingkungan hidup. 4. 1. epistemologis. Ø Bidang lingkungan hidup telah menjadi bahan pembicaraan dalam berbagai peremuan tingkat Internasional. yakni bidang IPTEK. akan semakin penting untuk . Ø Bidang ekonomi yang mengarah ke ekonomi regional dan atau ekonomi global tanpa mengenal batas-batas negara. Dengan demikian.Kajian masyarakat masa depan itu semakin penting jika diingat bahwa pendidikan selalu merupakan penyiapan peserta didik bagi peranannya di masa yang akan datang. Percepatan perkembangan iptek tersebut terkait dengan landasan ontologis. Peningkatan Layanan Profesional Salah satu ciri penting masyarakat masa depan adalah meningkatnya kebutuhan layanan profesional dalam bidang kehidupan manusia. Dan di indonesia terjadi perubahan yang serentak dari masyarakat pertanian ke masyarakat industri dan masyarakat informasi.

Beberapa di antaranya seperti: Ketanggapan terhadap pelbagai masalah sosial. dan upaya mengantisipasi masa depan. Kretifitas di dalam menemukan alternatif pemecahannya. b. danØ lingkungan. kita tidak mungkin menutup diri terhadap pengaruh kebudayaan lain. Pengembangan Kebudayaan Salah satu upaya penting dalam mengantisipasi masa depan adalah upaya yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan dalam arti luas. Pendidikan harus selalu menjaga secara seimbang pembentukan kemampuan mempertanyakan. Kesrasian dan keselarasan antara pelestarian dan pembaruan nilai dan sikap akan memeberi peluang keberhasilan menjemput masa depan itu. Dewasa ini. Tuntutan bagi Manusia Masa Depan (Manusia Modern) Untuk jenjang pendidikan dasar hal itu berarti bahwa kemampuan dasar sebagai manusia Pancasila yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar akan siap untuk: Ø Memasuki lapangan kerja sebagai manusia pembangunan setelah melalui orientasi dan atau pelatihan tambahan sesuai dengan kebutuhan. ¬UPAYA PENDIDIKAN DALAM MENAGANTISIPASIKAN MASA DEPAN Pengembangan pendidikan dalam masyarakat dalam masyarakat yang sedang berubah dengan cepat haruslah dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan sistematiksistematis. terutama diarahkan kepada pembekalan kemampuan yang sangat diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di masa depan tersebut. Perubahan Nilai dan Sikap Perubahan nilai dan sikap dalam rangka mengantisipasi masa depan haruslah diupayakan sedemikian rupa sehingga dapat diwujudkan keseimbangan dan keserasian antara aspek pelestarian dan aspek pembaruan. yang dibutuhhkan adlah memperkuat ketahanan budaya. 1.Ø Ø Efisiensi dan etos kerja yang tinggi 2. Oleh karena itu. disamping kemampuan menerima dan mempertahankan. a. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya merupakan kunci keberhasilan bangsa dan negara dalam masa yang akan datang. Tuntutan manusia indonesia di masa depan. sehingga dapat memanfaatkan pengaruh positif serta menghindari pengaru negatif dari . Ø Melanjutkan ke pendidikan menengah. setelah kemampuan dasar tersebut.fungsi pendidikan diarahkan bukan hanya untuk pembangunan manusia saja tetapi juga ikut serta dalam pembangunan masyarakat. B. Upaya Mengantisipasikan Masa Depan Sesuai dengan penjelasan UU RI No.kebutuhan masyarakat tertentu. termasuk hal-hal yang berkaitan dengan sarana kehidupan manusia. 2 Tahun 1989. Oleh karena itu kajian selanjutnya akan membahas tentang tuntutan manusia masa depan. politik. kultural.

namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik. termasuk penguasaan bahasa asing. buku-buku. Pendidikan untuk pengolahan kependudukan. Santoso S. dan lingkungan sosial. PENGERTIAN DAN FUNGSI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Menurut Sartain (ahli psikologi Amerika). A.kebudayaan tersebut. lingkungan budaya. FUNGSI DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga. lingkungan. dan masyarakat luas. Hamijoyo mengemukakan lima strategi dasar dalam era globalisasi tersebut yaitu: Ø Pendidikan untuk pengembangan iptek dipilih terutama dalam bidang yang vital. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan. c. dll) dinamakan lingkungan pendidikan. perkembangan atau life processes. yang dimaksud lingkungan meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita. Secara umum fungsi lingkungan . Pada dasarny lingkungan mencakuplingkungan fidik. tripusat pendidikan dan pengaruh timbal balik antara tripusat pendidikan dan perkembangan peserta didik. alat peraga. Peranan pendidikan merupakan faktor menentukan dalam membangun danmemperkuat ketahanan budaya tersebut. alat permainan. keluargaØ berencana.Ø BAB V PENGERTIAN. Bab ini akan membahas tentang pengertian dan fungsi lingkungan pendidikan. Ø Pendidikan untuk pengembangan keterampilan manajemen. sekolah. Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan(pakaian. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik. Pendidikan untuk pengembangan sistem nilai. dan kesehatan sebagai penangkal terhadap menurunnya kualitas hidup dan hancurnya sistem pendukung kehidupan manusia. terdapat beberapa hal yang secara khusus memerlukan perhatian dalam bidang pendidikan. Pengembangan Sarana Pendidikan Khusus untuk menyongsong era globalisasi yang makin tidak terbendung. Seperti manufakturing pertanian. pertumbuhan. keadaan rumah.Ø Pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kependidikan dan pelatihan. sebab bagaimanapun anak tinggal adlam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak.

diantaranya sebagai berikut. 2. berhitung. dan mendidik anak agar tumbuh adn berkembang dengan baik. terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. 1. Pendidikan keluarga berfungsi: Ø Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak Ø Menjamin kehidupan emosional anak Ø Menanamkan dasar pendidikan moral Ø Memberikan dasar pendidikan sosial. TRIPUSAT PENDIDIKAN Dilihat dari segi anak didik. tampak bahwa anak didik secara tetap hidup di dalam lingkungan masyarakat tertentu tempat ia mengalami pendidikan. menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan. Keluarga Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua. agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Ø Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak. melindungi. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan. Ø Di sekolah diberikan pelajaran etika. B. keagamaan. Oleh karena itu dikirimkan anak ke sekolah.pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya. estetika. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Ø Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah. yang pertama dan utama dialamai oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara. membenarkan . Ø Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik. Sekolah Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga. lingkungan sekolah an lingkungan masyarakat. utamanaya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia. menulis. Ø Sekolah melaqtih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca. yang disebut tripusat pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan tersebut meliputi lingkungan keluarga. bersifat informal. merawat.

ini meliputi segala bidang. pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya 2. karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. pengaruhnya sampai saat ini dan dua tonggak penting pendidikan di Indonesia. Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan. Dengan demikian. dan sebagainya. masyarakat merupakan lingkungan lingkungan keluarga dan sekolah. sikap dan minat. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini. pembentukan pengertia-pengertian (pengetahuan). pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan 3. baik pembentukan kebiasaankebiasaan. 3. yakni: 1. C. Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali. berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas. pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan. pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman Yunani kuno sampai kini. telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. PENGARUH TIMBAL BALIK ANTARA TRIPUSAT PENDIDIKAN TERHADAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK. . Oleh karena itu bahasan tersebut hanya dibatasi pada beberapa rumpun aliran klasik. BAB VI ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN Aliran-aliran pendidikan telah dimaulai sejak awal hidup manusia.benar atau salah. maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan. Di dalm kepustakaan tentang aliran-aliran pendidikan. Masyarakat Dalam konteks pendidikan.

Aliran Naturalisme Aliran ini dipelopori oleh J. ia berpedapat bahwa seorang anak dilahirkan di dumia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. nativisme. kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Aliran Nativisme Aliran Nativisme bertolak dari Leinitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak. a. naturalisme. e. Pendidikan yang diberikan orang dewasa malah dapat merusak pembawaan baik anak itu. Rosseau berpendapat bahwa semua anak baru dilahirkan mempunyai pembawaan BAIK. Aliran-aliran Klasik dalam Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan di Indonesia. penerimaan tersebut dilakukan dengan pendekatan efektif fungsional yakni diterima sesuai . Pembawaan baik akan menjadi rusak karena dipengaruhi lingkungan. Proses perkembangan anak. Sampai saat ini aliran aliran tersebut masih sering digunakan walaupun dengan pengembangan-pengembangan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Pengalaman yang diproleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan. Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia Di indonesia telah di terapkan berbagai aliran-aliran pendidikan. dan konvergensi.A. d. sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan. Stimulasi ini berasal dari alm bebaqs ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk pendidikan. sehingga faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan. Aliran Empirisme Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulsi eksternal dalam perkembangan manusia. b. Tokoh perintisnya adalah John Locke. c. ALIRAN KLASIK DAN GERAKAN BARU DALAM PENDIDIKAN Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan sesuai untuk perkembangan anak itu. 1.J Rosseau. Hasil prkembangan tersebut ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak kelahiran. Lingkungan kurang berpengaruh terhadap dan pendidikan anak. Aliran Konvergensi Aliran Konvergensi dipelopori oleh Wlliam Stern. baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama sama mempunyai peranan sangat penting. dan menyatakan bahwa perkembangan manusia.

Finger di Jerman dengan heimatkunde. pengajaran unit. disamping pendapatnya tentang pengajaran global. Sekolah Kerja Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan. namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi. Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di Indonesia a. Perguruan Kebangsaan Taman Siswa Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di yogyakarta. a. J. dan sebagainya. antara lain dengan nam pengajaran proyek. bahasa.A. Pengajaran Alam Sekitar Gerakan pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya adalah gerakan pengajaran alam sekitar. J. Comenius menekankan agar pendidikan mengembangkan pikiran. yakni dalam bentuk yayasan. Pendekatan multidisiplin tersebut makin lama makin penting. b.kebutuhan. Pengajaran Pusat Perhatian Pengajaran pusat perhatian dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan pengajaran melalui pusat-pusat minat. Asas dan Tujuan Taman Siswa ¬¬¬Asas Taman Siswa Ø Bahwa setiap orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan . d. Ligthart di Belanda dengan Het Voll Leven. dan tangan. c. B. Pengajaran Proyek Pengajaran proyek biasa pula digunakan sebagai salah satu metode mengajar di Indonesia. yaitu:Metode Global dan Centre d’interet. Kedua aliran tersebut dipandang sebagai tonggak pemikiran tentang pendidikan di Indonesia.H. ingatan. A. Decroly menyumbangkan dua pendapat yang sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran. Pestalozzi mengajarkan bermacammacam mata pelajaran pertukaran di sekolahnya. utamanya masyarakat maju. 2.perintis gerakan ini adalah Fr. Yang perlu ditekankan bahwa pengajaran proyek akan menumbuhkan kemampuan untuk memandang dan memecahkan persoalan secara konprehensif. DUA ALIRAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia itu di Indonesia itu dimaksudkan adalah Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam. dan J. 1.

luhur akal budinya. asas kodrat alam. Upaya-upaya yang dilakukan Taman Siswa Beberapa usaha yang dilakukan oleh Rtaman siswa adalah menyiapkan peserta didik yang cerdas dan memiliki kecakapan hidup. Ø Bahwa sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka harus mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan. Ruang Pendidik INS mempunyai asas-asas sebagai berikut Ø Berpikir logis dan rasional Ø Keaktifan atau kegiatan . tanah air. Ø Bahwa pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri. serta manusia pada umumnya. Taman siswa pun telah melahirkan alumni alumni besar di Indonesia. asas kebangsaan. Ø Bahwa pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahir dan batin dapat memerdekan diri.terbitnya persatuan dalam peri kehidupan umum. 2. Ø Bahwa pengajaran harus tersebar luas sampai dapat menjangkau kepada seluruh rakyat. asas kebudayaan. Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Ruang Pendidik INS (Indonesia Nederlandsche School) didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayu Tanam (sumatera Barat). Hasil-hasil yang Dicapai Taman siswa telah berhasil menemukakan gagasan tentang pendidikan nasional. Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Pada awal didirikan. Dalam ruang lingkup eksternal Taman siwa membentuk pusat-pusat kegiatan kemasyarakatan. Ø Membangun abak didik menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin. dan asas kemanusiaan. a. lembaga-lembaga pendidikan dari Taman indria sampai Sarjana Wiyata. ¬Tujuan Taman Siswa Ø Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai. b. Ø Bahwa dalam mendidik anak-anak perlu adanya keiklasan lahir dan batin untuk mengobarkan segala kepentinganpribadi demi keselamatan dan kebahagiaan anak-anak. Kemudian ditambahkan dengan asas kemerdekaan. c. serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa.

b. dan penerbitan mjalah anak-anak Sendi. dan saling keterkaitan antara pokok tersbut.Ø Pendidikan masyarakat Ø Memperhatikan pembawaan anak Ø Menentang intelektualisme Dasar-dasar tersebut kemudian disempurnakan dan mencakup berbagai hal. Ø Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan. menyiapkan tenaga guru atau pendidik. BAB VII PERMASALAHAN PENDIDIKAN Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN Pada dasarnya ada dua permasalahan pokok pendidikan yang kita hadapai saat ini. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. c. Upaya-upaya Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Beberapa usaha yang dilakukan oleh Ruang Pendidik INS Kayu Tanam antara lain menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan. Tujuan Ruang pendidik INS Kayu Tanam adalah: Ø Mendidik rakyat ke arah kemerdekaan Ø Memberi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Ø Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat Ø Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab. b) Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan . dan sebagainya. Bab ini akan mengkaji mengenai permasalahan pokok pendidikan. tujuan yang ingin dicapai. dan sejumlah alumni. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalanpersoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. yaitu: a) Bagaimana semua warganegara dapat menikmati kesempatan pendidikan. faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya dan masalah-masalah aktual beserta cara penanggulangannya. seperti: syarat-syarat pendidikan yang efektif. Hasil-hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam Ruang Pendidik INS Kayu Tanam mengupayakan gagasan-gagasan tentang pendidikan nasional (utamanya pendidikan keterampilan/kerajinan). beberapa ruang pendidikan (jenjang persekolahan). A. serta mencetak bukubuku pelajaran.

c. Pemecahan masalah mutu pendidikan dalam garis besarnya meliputi hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak. Masalah Relevansi Pendidikan Sebenarnya kriteria relevansi cukup ideal jika dikaitkan dengan kondisi sistem pendidikan pada umumnya dan gambatan tentang kerjaan yang ada antara lain sebagai berikut. B. status lembaga pendidikan yang bermacam-macam b. 1. Masalah Mutu Pendidikan Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Cara konvensional misalnya pembangunan gedung sekolah dan pergantian jam belajar. maslah relevansi pendidikan. masalah mutu pendidikan. personalia. Masalah Pemerataan Pendidikan Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapt menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warganegara untuk memperoleh pendidikan. masalah efisiensi pendidikan. SALING KETERKAITAN ANTARA MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN . dan manajemen pendidikan. 3. Tidak tersedianya pete kebutuhan tenaga kerja dengan persyaratannya yang digunakan sebagai pedoman oleh lembaga-lembaga pendidikan untuk menyusun programnya C. Masalah Efisiensi Pendidikan Beberapa masalah dalam kaitannya dengan efisiensi pendidikan antara lain: a) bagaimana memfungsikan tenaga pendidikan.kerja yang antap untuk dapat terjun ke dalam kancah kehidupan bermasyarakat. a. Masalah ini dapat dipecahkan dengan dua cara yaitu dengan cara konvensional dan cara inovatif. JENIS PERMASALAH POKOK PENDIDIKAN Masalah pokok pendidikan yang menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya ada empat macam yaitu: masalah pemerataan pendidikan. 2. Yang ada ialah siap kembang. Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalah pemerataan mutu pendidikan. Cara inovatif misalnya sistem guru kunjung dan Sekolah Terbuka. sistem pendidikan tidak pernah menghasilkan luaran yang siap pakai. b) Bagaimana sarana dan prasarana pendidikan digunakan c) Bagaimana pendidikan diselenggarakan d) Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga 4.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA MASALAH PENDIDIKAN Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya masalah pendidikan antara lain: perkembangan iptek dan seni. Aspirasi tersebut menyangkut kesempatan pendidikan. 4. sarana yang tidak memadai. E. Perkembangan IPTEK dan Seni Sejalan dengan berkembangnya arus globalisasi di negara kita. Yaitu: gerakan perluasan pendidikan untuk melayani pemerataan kesempatan pendidikan bagi rakyat banyak memerlukan penghimpunan dan pengarahan dana dan daya.Ada dua. kondisi satuan-satuan pendidikan pada saat demikian mempersulit upaya peningkatan mutu karena jumlah murid dalam kelas terlalu banyak. Pengembangan kualitas seni secara terprogram menuntut tersedianya sarana pendidikan tersendiri disamping program-program lain dalam sistem pendidikan. 3. PERMASALAHAN AKTUAL PENDIDIKAN DAN PENANGGULANGANNYA 1. faktor penghambat perbaikan mutu pendidikan. Implikasinya di dalm masyarakat sangat tersa. D. dan ketidakmampuan ekonomis menyangkut unsur kebudayaan tersebut. Keterbelakangn Budaya dan Sarana Kehidupan Keterbelakangan budaya disebabkan beberapa hal misalnya letak geografis yang terpencil dan sulit dijangkau. Oleh karena itu pendidikan harsu senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. terutama dengan pesatnya peningkatan teknologi komunikasi. laju pertumbuhan penduduk. kelayakan pendidikan dan jaminan terhadap taraf hidup setelah mereka menjalani proses pendidikan. membuat segala sesuatu harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Laju Pertumbuhan Penduduk Masalah kependudukan dan pendidikan bersumber pada 2 hal yaitu:pertambahan penduduk dan penyebaran penduduk. 2. aspirasi masyarakat dan keterbelakangan budaya dan sarana kehidupan. tenaga pendidik kurang kompeten. penolakan masyarakat terhadap unsur budaya baru karena dikhawatirkan akan mengikis kebudayaan lama. Aspirasi Masyarakat Belakangan ini aspirasi masyarakat semakin meningkat sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ‘reformasi’. Faktor kedua. 1. dan seterusnya. Seni merupakan kebutuhan hidup manusia. Permasalahan Aktual Pendidikan di Indonesia .

d. dan jenis program sistem pendidikan nasional. a. Melakukan penyusunan yang mantap terhadap potensi siswa melalui keragaman jenis program studi. A. b. diantaranya: a. Sistem pendidikan di Indonesia disusun berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasar kepada Pancasila dan UUD 1945. pengelolaan jalur pendidikan persekolahan dan jalur pendidikan luar sekolah. Pendidikan nasional masing masing bangsa berdasarkan pada jiwa dan kepribadia kebudayaannya. kelembagaan pendidikan dapat dilihat dari segi jalur pendidikan dan program pendidikan. Pendidikan efektif perlu ditingkatkan secara terprogram.Permasalahan aktual pendidikan di Indonesia sangat kompleks dan semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman dan kemapanan sumber daya manusia. Masalah Peranan Guru d. Bab VIII ini akan membahas mengenai jalur. Upaya Penanggulangan Beberapa upaya dilakukan untuk menanggulangi masalah masalah aktual tersebut. PROGRAM. DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN 1. Masalah Kurikulum c. jenjang. Masalah Pendidikan Dasar 9 Tahun 2. serta upaya pembaruan sistem pendidikan Nasional. Pelaksanaan kegaitan kurikuler dan ekstrakurikuler dilakukan dengan penuh kesungguhan dan diperhitungkan dalam penentuan nilai akhir ataupun kelulusan c.2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional. Memberi perhatian terhadap tenaga kependidikan(prajabatan dan jabatan) BAB VII SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Setiap bangsa memiliki sitem pendidikan nasional. Masalah Keutuhan Pencapaian sasaran b. KELEMBAGAAN. Masalah masalah tersebut antara lain: a. Kelembagaan Pendidikan Berdasarkan UU RI No. Jalur Pendidikan .

dan tenaga kependidikan. Kurikulum Program Pendidikan Dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah perangkat atau rencana yang disusun untuk mencapai tuuan pendidikan. struktur prndidikan. a. dan pendidikan tinngi. Theologia.STAN. SMA.Penyelenggaraan sisdinas dilaksanakan melalui dua jarur yaitu jalur pendidikan sekolah(pendidikan dasar. • pendidikan kejuruan(STM. Program dan Pengelolaan Pendidikan a. pengawasan dan ketenagaan.2 Tahun 1989 Bab I. Pasal 1 Ayat 5 No. Jenis Program Pendidikan Jenis pendidikan adalah pendidikan yang dikelompokkan sesuai dengan sifat dan kekhususan tujuannya (UU RI No. b. SMIK.APDN. pendidikan menengah dan pndidikan tinggi). Dalam hal ini. kurikulum mencakup dua aspek yaitu aspek kesatuan nasional. dan aspek local B. UPAYA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL 1. STPDN) • Pendidikan Keagamaan(PGAN. Dan revisi itu akan terus dilakukan sejalan tingkat kebutuhan . Jenis Upaya Pembaruan Pendidikan Pembaruan yang terjadi meliputi landasan yuridis. SMTK. Jalur Pendidikan sekolah dilaksanakan secara berjenjang yang terdiri atas jenjang pendidikan dasar. SGPLB) • Pendidikan Kedinasan (SPK. Pembaruan Landasan Yuridis Landasan yuridis adalah landasan hukum yang mendasari semua kegiatan pendidikan dan mengenai hal-hal yang penting seperti komponen struktur pendidikan. IAIN. dan Universitas).2 Tahun 1989 Bab I. pendidikan menengah.IHD) b. 2) Program pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas : • pendidikan umum(SD. SMIP. kurikulum. dan pendidikan luar sekolah atau PLS. SMEA) • Pendidikan Luar Biasa (SDLB. Jenjang Pendidikan Jenjang pendidikan adalah tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik serta keluasan dan kedalaman bahan pengajaran(UU RI No. 2. Sejak kemerdekaan pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan sistem pendidikan nasional melalui peraturan pemerintah dan undang undang sisdiknas. perangkat penunjangnya. kurikulum. pengelolaan. SMP. Pasal 1 Ayat 5).

lingkungan. b. Oleh karena itu. Pembaruan Pola dan Masa Studi Pembaruan pola masa studi termasuk pendidikan yang meliputi pembaruan jenjang dan jenis pendidikan serta lama waktu belajar pada satuan pendidikan. 2. Pendidikan menghasilkan sumber daya tenaga yang menunjang pembangunan dan hasil pembangunan dapat menunjang pendidikan (pembinaan. acuan. 1984. UU Organik Pendidikan. peranan pendidikan dalam pembangunan. Seperti kurikulum 1975/1976. Bab ini akan membahas mengenai esensi pendidikan dan pembangunan. jenjang pendidikan. diantaranya. A. serta mengatur penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. 1992. isi/program. Pembaruan Kurikulum Pembaruan kurikulum dapat dilihat dari segi orientasinya. GBHN.masyarakat terhadap pendidikan. mengembangkan. 1999. mengelola. Perpu. d. SUMBANGAN PENDIDIKAN PADA PEMBANGUNAN Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan dapat dilihat dari berbagai segi. Dasar dan Aspek Legal Pembangunan Pendidikan Nasional Dasar dan aspek legal pembangunan pendidikan nasional berupa ketentuanketentuan yuridis yang menjadi dasar. pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan. khususnya pembangunan sistem pendidikan nasional. dan lain-lain. penyediaan saran. ESENSI PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN SERTA TITIK TEMUNYA Status pendidikan dan pembangunan masing-masing dalam esensi pembangunan serta antara keduanya 1. c. UUD 1945. BAB XI PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas SDM. strategi. 1994. 2. Pendidikan merupakan usaha ke dalam diri manusia sedangkan pembangunan merupakan usaha keluar dalam diri manusia. melatih. titik temu antar keduanya. dan yang terakhir adalah kurikulum 2006. dan . segi sasaran. seperti pancasila. Pembaruan Tenaga Pendidikan Yang dimaksud tenaga kependidikan adalah tenaga yang bertugas menyelenggarakan kegiatan mengajar. dan memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. meneliti. dan metodenya. 2004 (KBK). dan seterusnya) B.

pndidikan lanjutan. ataupun dalam sistem pendidikan prajabatan dan dalam jabatan. PEMBANGUNAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Bagian ini akan mengemukakan dua hal yaitu mengapa sistem pendidikan harus dibangun dan wujud sisdiknas. komunikasi. pengalaman manusia juga berkembang. Meskipun aspek filosofis menjadi landasan. struktur. hukum. Wujud Pembangunan Sistem Pendidikan Secara makro.ain-lain. perhubungan. sistem pendidikan meliputi banyak aspek yang satu sama lain saling terkait. karena memberikan arah pada aspek-aspek lainnya. 2. Lingkungan keluarga(pendidikan informal). sosial politik. untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan. 1. 2.. C. pertambangan. Jadi tujuan citra manusia yang dapat menjadi sumber daya pembangunan yang manusiawi. Segi Pembidangan Kerja atau Sektor Kehidupan Pembidangan kerja menurut sektor kehidupan meliputi bidang ekonomi. menengah. Mengapa Sistem Pendidikan Harus Dibangun Sistem pendidikan perlu dibangun agar dapat memenuhi kebutuhan manusia. yaitu aspek filosofis dan keilmuan. 3. 1. termasuk sistem pendidikan. Segi Sasaran Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar yang ditujukan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang berkepribadian kuat dan utuh serta bermoral tinggi.. Manusia cenderung berupaya untuk mendekatkan dirinya pada kesempurnaan. Segi Jenjang Pendidikan Jenjang pendidikan meliputi pendidikan dasar (basic education). Itulah sebabnya mengapa sistem pendidikan sebagai sarana yang menghantar manusia untuk menemukan jawaban atas teka teki mengenai dirinya. dan kurikulum a) Hubungan Antar Aspek-aspek Aspek filosofis keilmuan dan yuridis menjadi landasan bagi aspek-aspek yang lain. dan pendidikan tinggi. pertahanan. lingkungan sekolah (pendidikan formal). keuangan. pertanian. Segi Lingkungan Pendidikan Klasifikasi ini menunjukkan peran pendidikan dalam berbagai lingkungan atau sistem. Selain itu. 4. dan l. yuridis. . juga selalu disempurnakan. tetapi tidak harus diartikan bahwa setiap terjadi perubahan filosofis dan yuridis harus diikuti dengan perubahan aspek-aspek yang lain secara total. lingkungan masyarakat (pendidikan nonformal).pembidangan kerja.

sebagai akibat dari perkembangan sosial budaya dan politik. pendekatannya maupun metodenya. . lama waktu belajar dari jenjang yang satu ke jenjang yang lai. 4 Tahun 1950. Rumusan tujuan pendidikan nasional yang etntunya memberikan peluang bagi pengembanga hakikat manusia yang kodrati yang berartipula bersifat wajar. Aspek Kurikulum Kurikulum merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Bagi kita pengembangan sifat kodrati manusia itu pararel dengan jiwa Pancasila. c. pasal (32)) maupun yang implisit (pasal 27 ayat (1) dan (2). Aspek Struktur Aspek struktur pembangunan sistem pendidikan berperan pada upaya pembenahan struktur pembangunan pendidikan yang mencakup jenjang dan jenis pendidikan. Aspek Filosofis dan Keilmuan Aspek filosofis berupa penggarapan tujuan nasioanal pendidikan. Tujuan kurikuler berubah. Beberapa pasal yang melandasi pendidikan sifatnya eksplisit (pasal 31 ayat (1) dan (2). 12 Tahun 1954 dan disempurnakan lagi oleh UU RI No.b. 2 Tahun 1989. ¬¬Aspek Yuridis UUD 1945 sebagai landasan hukum pendidikan sifatnya relatif tetap. Perubahan tersebut dapat berupa materinya. UU Pendidikan No. maka kurikulum berubah pula. d. pasal (34)). Pasal pasal tersebut sifatnya masih sangat global dan perlu dijabarkan lebih rinci kedalam UU Pendidikan seperti UU Pendidikan No. e. orientasinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful