MAKALAH MOTOR LISTRIK 3 FASA

Disusun oleh

Joni sartono

122032008

Deny Nurpariman

122032007

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITU SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA

2013

1

DAFTAR ISI

Halaman judul .......................................................................................................................... Daftar isi .................................................................................................................................. BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1.1.Latar belakang ................................................................................................................... 1.2. Tujuan penulisan makalah ............................................................................................... BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................ 2.1. Pengenalan motor induksi 3 fasa ..................................................................................... 2.2. Direct Torque Control ...................................................................................................... 2.3. Kontrol PI ......................................................................................................................... 2.4. Keuntungan motor induksi 3 fasa .................................................................................... 2.5. Kerugian motor induksi 3 fasa ......................................................................................... 2.6. Prinsip kerja motor induksi 3 fasa ................................................................................... 2.7. Kontruksi motor induksi 3 fasa ........................................................................................ 2.8. Parts lainnya ..................................................................................................................... 2.9. Aplikasi motor induksi ada evarator ................................................................................ 2.10. Perawatan ....................................................................................................................... BAB II KESIMPULAN .......................................................................................................... Daftar pustaka .........................................................................................................................

1 2 3 3 3 4 4 7 7 7 8 8 8 15 16 20 22 23

2

Motor induksi 3-fase dioperasikan pada sistem tenaga 3-fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri dengan kapasitas yang besar. Motor induksi sangat banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari baik di industri maupun di rumah tangga. lemari es. Motor induksi yang umum dipakai adalah motor induksi 3-fase dan motor induksi 1-fase.Tujuan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini yaitu : 1. konstruksinya yang sederhana dan kuat serta karakteristik kerja yang baik. yaitu diantaranya karena harganya yang relatif murah.Latar belakang Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak balik (AC) yang paling luas digunakan. Hal ini disebabkan karena motor induksi memiliki berbagai keunggulan dibanding dengan motor listrik yang lain.BAB I PENDAHULUAN 1. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa motor ini bekerja berdasarkan induksi medan magnet stator ke statornya.1. Mengerti dan memahami konsep untuk analisis motor induksi 3 fasa 2. Dapat memahami prinsip kerja dan kontruksi dari motor listrik 3 fasa 3 . Motor induksi 1-fase dioperasikan pada sistem tenaga 1-fase dan banyak digunakan terutama untuk peralatan rumah tangga seperti kipas angin. tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator. mesin cuci dan sebagainya karena motor induksi 1-fase mempunyai daya keluaran yang rendah. Dapat memahami tentang aplikasi motor induksi 3 fasa di dalam dunia industri 3. 1. dimana arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu. pompa air.2.

Motor induksi 3-fase dioperasikan pada sistem tenaga 3-fase dan banyak digunakan di dalam berbagai bidang industri dengan kapasitas yang besar. motor induksi dilihat ke dalam Gambar 2.1 Motor induksi 3-fasa 4 .BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengenalan Motor lnduksi 3 Fasa Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. a) bentuk fisik b. Bentuk gambaran motor induksi 3 fasa diperlihatkan padagambar 2. dan contoh penerapan motor induksi ini di industri diperlihatkan pada gambar 2.2.1.

3 Contoh data yang ada di plat nama motor induksi 5 .3 Gambar 2.2 Penerapan motor induksi di dunia industri Data-data motor induksi mengenai daya. tegangan dan data lain yang berhubungan dengan kerja motor induksi dibuatkan pada plat nama (name plate) motor induksi. Contoh data yang ditampilkan pada plat nama motor induksi ini diperlihatkan pada gambar 2.Gambar 2.

Kecepatan putar motor induksi bergantung pada frekuensi input. Dengan menggunakan sensor putaran rotor motor akan mengakibatkan stabilitas yang rendah dan ada noise. Untuk mengontrol kecepatan motor induksi 3 phase menggunakan metode Direct Torque Control memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah : 1. Akan tetapi motor induksi 3 phase memiliki kelemahan pada pengontrolan kecepatan. Tidak membutuhkan pembangkit pulsa PWM. Didalam suatu sistem yang handal. sedangkan sumber listrik memiliki frekuensi konstan. Namun hal ini membutuhkan perhitungan matematik yang rumit dan komplek dalam menentukan Kp dan Ki yang sesuai. Kurang bergantung pada parameter mesin. Kontrol close loop disebut juga kontrol umpan balik yang menjadikan output sebagai perbandingan dengan input (referensi) untuk memperoleh suatu error. Dengan DTC dimungkinkan mengontrol torsi dengan performi yang baik tanpa menggunakan tranduser mekanik pada poros motor. sehingga dalam pengemudian motor induksi dengan pemakaian khusus menggunakan sensor mekanik akan menyulitkan.Motor induksi 3 phase memiliki keunggulan diantaranya handal. daya listrik rendah dan hampir tidak ada perawatan. 3. tenaga yang besar. sehingga DTC dapat dikatakan sebagai teknik kontrol “type sensorless” . adanya error merupakan suatu kerugian. digunakan control PI yang diharapkan dapat menekan error sampai nilai minimal. Takahashi yang dikenal dengan Direct Torque Control (DTC). 2. Blaschke telah mempublikasikan mengenai field oriented control (FOC) untuk motor induksi. agar diperoleh kinerja motor yang bagus. tidak ada kontak antara stator dan rotor kecuali bearing. Dalam beberapa tahun yang lalu F. Dengan ditemukannya teknologi inverter maka hal tersebut menjadi lebih mudah dan mungkin dilakukan. Teori ini telah lengkap dikembangkan dan banyak digunakan dalam proses industri. Tidak membutuhkan transformasi koordinat. Metode Direct Torque Control merupakan tipe kontrol close loop. 6 . Tidak membutuhkan regulator arus. Untuk mengubah frekuensi input lebih sulit daripada mengatur tegangan input. Kemudian teknik baru telah dikembangkan yaitu teknik kontrol torsi dari motor induksi oleh I. 4. Oleh karena itu. Kontrol close loop umum digunakan di dalam pengaturan kecepatan motor induksi karena memberikan respon kecepatan yang lebih baik dari pada open loop.

Selain itu sistem ini mudah digabungkan dengan metoda pengaturan yang lain seperti Fuzzy dan Robust. pada keadaan perubahan yang cepat fluk rotor cenderung tidak berubah.4. Pada motor induksi dengan rotor sangkar untuk waktu tetap rotor menjadi sangat besar. 2. yaitu Kontrol P (Proportional) dan Kontrol I (Integral). Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal. Setiap jenis. Hal ini banyak dikenali untuk pengaturan torsi dan fluk cepat dan robust. 7 . yang disebut sebagai konstanta. DTC biasanya digunakan sesuai vektor tegangan dalam hal ini untuk memelihara torsi dan fluk stator dengan dua daerah histerisis. Perubahan cepat dari torsi elektromagnetik dapat dihasilkan dari putaran fluk stator. Oleh karena itu. memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kontrol PI Kontrol PI merupakan salah satu jenis pengatur yang banyak digunakan pada kontrol loop tertutup. Keuntungan motor induksi 3 fasa :     Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar. Torsi dan fluk kontrol bersama-sama dan decouple dicapai dengan pengaturan langsung dari tegangan stator. 2. Sehingga akan menjadi suatu sistem pengatur yang semakin baik.2. Masing-masing memiliki parameter tertentu yang harus diset untuk dapat beroperasi dengan baik. Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi. Direct Torque Control (DTC) Direct Torque Control (DTC) adalah kontrol berdasarkan fluks stator dalam kerangka seferensi stator menggunakan kontrol langsung dari switching inverter.3. yang menghasilkan perilaku bang bang dan variasi prosedur frekuensi pensaklaran dan ripple fluk. torsi dan arus yang penting. Biaya pemeliharaan rendah karena pemeliharaan motor hampir tidak diperlukan. Dengan kata lain fluk stator dapat seketika mempercepat atau memperlambat dengan menggunakan vektor tegangan stator yang sesuai. Kontrol PI terdiri dari 2 jenis cara pengaturan yang saling dikombinasikan. tidak ada sikat sehingga rugi gesekan kecil. fluk bocor rotor berubah perlahan dibanding dengan perubahan fluk bocor stator. dari error respon torsi dan fluk. Ide dasar dari DTC adalah perubahan torsi sebanding dengan slip antara fluk stator dan fluk rotor pada kondisi fluk bocor stator tetap. sebagai arah torsi.2.

Torsi suatu motor akan timbul apabila ns > nr.5.4fnØ. Prinsip kerja motor induksi 3 fasa  Bila sumber tegangan tiga fasa dipasang pada kumparan stator. Untuk membangkitkan tegangan induksi E2s agar tetap ada.6. Keterangan : E = tegangan induksi ggl. Konstruksi Motor Induksi 3 fasa Sebagaimana mesin pada umumnya menunjukkan bahwa motor induksi juga memiliki konstruksi yang sama baik motor DC maupun AC. ns = kecepatan sinkron. Bila torsi awal yang dihasilkan oleh gaya F pada rotor cukup besar untuk memikul torsi beban. maka pada kumparan stator akan timbul medan putar dengan kecepatan. maka rotor akan berputar searah dengan arah medan putar stator. N = banyak lilitan. dengan demikian tidak ada torsi yang dapat dihasilkan. akibatnya pada kumparan rotor akan timbul tegangan induksi ( ggl ) sebesar E2s = 44.2. Konstruksi dimaksud terdiri dari 2 bagian utama 8 . Dilihat dari cara kerjanya motor tiga phasa disebut juga dengan motor tak serempak atau asinkron.    Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ) yang dinyatakan dengan Persamaan S = ns-nr/ns (100%) Jika ns = nr tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor. Adanya arus dalam medan magnet akan menimbulkan gaya ( F ) pada rotor. f = frekuensi sumber. p = jumlah kutup  Medan putar stator akan memotong konduktor yang terdapat pada sisi rotor. 2.7. maka tegangan induksi akan menghasilkan arus ( I ). Kerugian penggunaan motor induksi 3 fasa    Kecepatan tidak mudah dikontrol Power faktor rendah pada beban ringan Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal 2. Q = fluks     Karena kumparan rotor merupakan kumparan rangkaian tertutup. ns = 120f/P . f = frekkuensi. maka diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan putar rotor (nr).

Kostruksi utama Stator dan Rotor 2. 4. Secara lengkap dan detail dari kedua konstruksi dapat dilihat pada gambar 1 berikut : Gambar 2. secara detail ditunjukan pada gambar 2 berikut. 9 . Stator Stator pada motor induksi adalah sama dengan yang dimiliki oleh motor sinkron dan generator sinkron. Konstruksi stator terbuat dari laminasi-laminasi dari bahan besi silikon dengan ketebalan (4 s/d 5) mm dengan dibuat alur sebagai tempat meletakan belitan/kumparan.1.yaitu stator dan rotor.7.

Konstruksi stator dengan alur-alurnya Dalam alur-alur stator diletakkan belitan stator yang posisinya saling berbeda satu dengan lainnya. Jumlah gulungan pada stator dibuat sesuai dengan jumlah kutub dan jumlah putaran yang diinginkan atau ditentukan.7.Gambar 2. Rotor Sangkar Tupai (Squirrel Cage Rotor) Rotor yang terdiri dari sejumlah lilitan yang berbentuk Batang tembaga yang dihubungkan singkat pada setiap ujungnya kemudian disatukan (di cor) menjadi satu kesatuan sebagaimana gambar 2. Seperti dengan stator atas.6. 2. Sedangkan untuk motor-motor dengan ukuran besar adalah tersusun dari sejumlah besar segmensegmen laminasi. rotor terdiri dari satu set laminasi baja beralur ditekan bersama dalam bentuk jalur magnetik silinder dan sirkuit listrik. sesuai dengan fase derajat listrik yaitu 120° antar fase (motor 3 fase). 5. Rotor Ini adalah bagian yang berputar dari motor.2. yaitu: a. Rangkaian listrik dari rotor dapat berupa : Menurut jenis rotor pada motor induksi dibagi menjadi 2 (dua) bagian. Khusus untuk Stator pada motor-motor listrik dengan ukuran kecil dibentuk dalam potongan utuh. 10 .

Konstruksi gulungan rotor ini menyerupai 'kandang tupai'. 11 . berikut ini. yang terhubung ke sebuah akhir-cincin pada setiap akhir rotor. yang membuat konstruksinya sangat kasar. yang terdiri dari satu set tembaga atau potongan aluminium yang dipasang ke dalam slot. Meskipun potongan rotor aluminium berada dalam kontak langsung dengan laminasi baja. Rotor sangkar Tupai Jenis rotor sangkar tupai. Potongan aluminium rotor biasanya dicor mati ke dalam slot rotor.6. Alasan umum yang diperoleh adalah karena konstruksi yang sederhana dan juga lebih murah harganya. menunjukkan konstruksi batang-batang konduktor dari bahan tembaga atau alumunium yang dihubungkan singkat.7. Sejumlah motor induksi yang beredar dipasaran maupun yang banyak digunakan sekitar 90% adalah motor induksi dengan ”Rotor Sangkar”. Konstruksi rotor sebagaimana gambar 2. hampir semua arus rotor melalui jeruji aluminium dan tidak di laminasi.Gambar 2.

Posisi batang konduktor agak dimiringkan sebagaimana terlihat pada gambar 4 di atas. maka tidak dimungkinkan untuk menambah ”Tahanan Luar” (yang dipasang secara seri) dengan rotor guna keperluan ”Pengasutan”.7. Konstruksi dan bagian dari rotor sangkar Sejumlah batang-batang konduktor tersebut dimasukkan ke dalam laminasi-laminasi yang terbuat dari bahan besi silikon serta menjadi satu dengan poros rotor. Selain itu pula contoh lainnya adalah ada juga yang rotornya hanya berupa besi masip tanpa satupun konduktor.Gambar 2. Selain itu pula posisi dari batang-batang konduktor/tembaga posisinya dibuat tidak paralel (tidak segaris) dengan poros rotor. Pada motor-motor dengan kapasitas kecil. Sebagaimana konstruksi tersebut di atas terutama batang-batang konduktor yang terhubung singkat. 12 . Alasan diletakan posisi miring dari konduktor terhadap poros adalah :   Memperhalus suara pada saat motor berputar (memperkecil dengungan magnetis/suara bising) Menghilangkan kecenderungan ”Lock atau mengunci” yang disebabkan karena interaksi langsung antara medan magnit stator dan rotor. batang-batang konduktor di cor menjadi satu bagian dengan alumunium alloy. Jenis seperti ini biasanya disebut sebagai ”Motor Arus Eddy”.

Rotor Belitan (Wound Rotor) Rotor yang terbuat dari laminasi-laminasi besi dengan alur-alur sebagai tempat meletakkan belitan (kumparan) dengan ujung-ujung belitan yang juga terhubung singkat seperti gambar 2. Belitan yang ada pada rotor diletakkan juga pada alur-alur rotor dan pada setiap 13 .8.b. Gambar 2.8.9. Jenis rotor sangkar dan belitan pada motor induksi 3 fasa Belitan-belitan yang terpasang pada rotor telah diisolasi sebagaimana belitan yang terdapat pada stator. Rotor berlian Motor dengan jenis rotor belitan biasanya diperlukan pada saat pengasutan atau pengaturan kecepatan dimana dikehendaki torsi asut yang tinggi Gambar 2.

10. Sedangkan pada ujung-ujung dari masing kumparan/fase yang keluar dihubungkan ke 3 buah cincin (slipring) berdasarkan jumlah fasenya. Belitan rotor ini di desain sama dengan kutub yang dimiliki belitan statornya dan selalu dalam bentuk belitan 3 fasa sekalipun statornya hanya 2 fasa.8 di bawah ini menunjukkan detail dari konstruksi motor induksi dengan rotor sangkar dan rotor belitan termasuk bagianbagiannya Gambar 2. Pengaturan belitan/gulungan/kumparan dilakukan untuk masing-masing fase adalah sama.).ujungnya dihubungkan secara langsung pada cincin (slipring) yang posisinya dibagian depan dari rotor serta menjadi satu dengan poros (gambar 2. Konstruksi detail motor induksi dengan ”rotor sangkar” 14 . Pada gambar 2.6.7 dan 2. Dengan demikian. Konstruksi slip ring terhubung secara langsung dengan masing-masing sikat. maka pada jenis ini dapat dihungkan secara langsung ke ”Tahanan luar” guna keperluan pengasutan.

Parts lainnya Bagian lain.8. satu di drive-end (DE) dan yang lainnya di non drive-end (NDE)    Dua bantalan untuk mendukung berputarnya poros. pada DE dan NDE Poros baja untuk transmisi torsi ke beban Kipas pendingin yang terletak di NDE untuk memberi pendinginan yang kuat untuk stator dan rotor  Kotak terminal di atas atau kedua sisi untuk menerima sambungan listrik eksternal 15 .Gambar 2. yang dibutuhkan untuk melengkapi motor induksi adalah:  Dua flensa di ujung untuk mendukung dua bantalan.11. Konstruksi detail motor induksi dengan ”rotor belitan” 2.

hal ini dimaksudkan agar lift tersebut tidak bergoyang pada saat berjalan.12. Gerak kerja dari mesin lift ini adalah dengan cara menaik turunkansangkar pada sebuah lorong lift dimana gerakannya berasal dari putaran motor listrik.9. 16 . Komponen lainnya pada motor induksi 2.Gambar 2. Konstuksi umum mesin lift/elevator berupa sebuah sangkar yang dinaik turunkan oleh mesin pengangkat. Sangkar tersebut dijalankan pada rel-rel dengan menggunakan alat penuntun sangkar yang terpasang tetap. dimana yang akan direncanakan disini adalah dua sangkar tanpa penyeimbang(Counter Weight) yang mana apabila salah satu sangkar naik maka sangkar yang satu lagi harus turun begitu pula untuk sebaliknya. Adapun jenis mesin lift dibagi menjadi dua yaitu mesin lift penumpang dan lift barang. Aplikasi Motor Induksi Pada Elevator atau Lift Salah satu jenis pesawat pengangkat yang berfungsi untuk membawa barang maupun penumpang dari suatu tempat yang rendah ketempat yang lebih tinggi ataupun sebaliknya.

13. Geared Machine 3. Control System 2.bagian elevator 1. Primary Velocity Tranducer 17 . Bagian.Gambar 2.

Roller Guide/ Guide Shoe 7.4. Entrance Protection System 10. Car Buffer Bagian-bagian diatas belum termasuk system control pada rangkaian elecktro penggatur arus listrik pada elevator. Traveling Cable 13. Load Weighing Tranducers 11. Governor Tension Sheave 17. Counterweight Buffer 18. Secondary Possition Tranducer 8. Bagian-bagian rangkaian elektro pengatur arus listriknya adalah : 1. Motor Penggerak Gambar 2. Motor penggerak 18 . Hoisting Ropes 6. Compesation Ropes 16. Car Safety Device 12. Counterweight 15. Door Operator 9. Governor 5.14. Elevator Rail 14.

didalam kereta elevator juga terdapat tombol-tombol pemesanan lantai ( floor button ) yang akan dituju oleh pengguna elevator. Pulley Sistem pulley dalam konstruksi mesin lift terdiri atas sistem tunggal dan majemuk. pergerakan cepat atau lambatnya elevator diatur oleh PLC (Programable Logic Control) . Tali Baja Tali baja berfungsi untuk meneruskan gerakan dari putaran puli ke gerakan naik turun sangkar pertama dan sangkar kedua. Selain pemandu rail ( sliding guide ) juga terdapat karet peredam ( silencer rubber ) yang berfungsi untuk mengurangi kejutan ketika elevator berhenti maupun mulai start. Pada pintu kereta elevator juga terdapat sensor gerak ( safety ray ) dan sensor sentuh (safety shoe) yang terpasang pada pintu kereta dan berfungsi supaya untuk penumpang elevator tidak terjepit pintu elevator. 3. 2. 4.Motor penggerak ini dilengkapi dengan rem magnet (magnetic brake) yang berfungsi menahan motor ketika kereta elevator telah sampai pada lantai yang dituju. Jumlah dan diameter tali baja ditentukan dari besarnya beban yang akan diangkat. 19 . sangkar elevator beroperasi pada ruang luncur dan menapak pada rail di kedua sisinya. Motor penggerak dalam menarik dan menurunkan elevator menggunakan tali baja ( rope ) yang melingkar pada puli mesin ( sheave ). pada sisi kanan dan kiri terdapat pemandu rail ( sliding guide ) yang berfungsi memandu atau menapaki rail. Sangkar / Kereta Sangkar adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang. setelah lantai dinyatakan level atau rata maka motor stepper akan membuka pintu secara otomatis. selain itu pula terdapat pendeteksi beban ( switch overload ) yang terdapat dibawah kereta elevator.Mesin penggerak ini menggunakan motor listrik tiga phase yang putarannya diteruskan dengan transmisi roda gigi cacing. Kereta elevator memiliki pintu otomatis yang digerakkan oleh motor stepper yang bekerja berdasarkan sinyal digital yang asalnya dari sensor kedekatan ( proximity ) yang berfungsi menentukan level atau tidaknya lantai.

Memutus jalur kontrol melalui saklar pembatas kecepatan. Saat diaktifkan pegas sepatu rem ditarik magnet menjauh dari poros drum rem bersamaan dengan putaran mesin elevator tersebut. Perawatan Hampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin yang dihilangkan karbonnya. Hal ini dapat dilakukan secara langsung di salah satu lengan operasi atau melalui sistem linkage. Magnet dapat mengerahkan gaya horizontal untuk menahan rem terbuka dan kembali menutup saat tidak digunakan. dan kelembaban dapat merusak sifat-sifat bahan isolasi. atmosfir yang korosif. 6. Pada umumnya berat penyeimbang sama dengan berat maksimum sangkar ditambah 40% . hasilnya adalah sama. Yang paling umum adalah rem lift terdiri dari perakitan kompresi pegas . b.50% . Bobot Penyeimbang (Counter Weight) Penyeimbang (Counter Weight) dimaksudkan untuk mengimbangi dari berat sangkar sehingga mesin tidak menahan beban yang tinggi. kadar debu yang tinggi. dan perakitan sebuah solenoida . suhu ekstrim. sifat-sifat listriknya tidak berubah dengan usia.10. Rem Mesin lift dilengkapi dengan rel elektromagnetik tertutup. Governor Governor ini dihubungkan ke kereta dengan menggunakan tali baja pengaman. Menjepit tali governor dan membuat rem pengaman bekerja 2. Walau begitu. perawatan yang buruk dapat memperburuk efisiensi motor karena umur motor dan operasi yang tidak handal. sepatu rem dengan lapisan. Kehilangan resistansi pada motor. Tali pengaman ini meneruskan gerakan dari kereta ke governer dan memutar roda governor. 7. tekanan mekanis karena siklus pembebanan dapat mengakibatkan 20 . Sebagai contoh. Sebagai contoh.5. Apabila kecepatan kereta melebihi kecepaan aman yang diijinkan. Bila solenoida tidak berenergi. kekuatan pegas sepatu rem untuk mencengkeram drum rem yang menimbulkan torsiatau tekanan pengereman. Kondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada kinerja motor. maka governor akan bekerja dengan cara sebagai berikut : a. Dalam kedua kasus. yang meningkat dengan kenaikan suhu. pelumasan yang tidak benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada motor dan penggerak transmisi peralatan.

Pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearings dan rumahnya (untuk mengurangi kehilangan karena gesekan) dan untuk kotoran/debu pada saluran ventilasi motor (untuk menjamin pendinginan motor) 2. 21 . 3. Dipastikan bahwa kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya benar. menyebabkan kegagalan dini atau mengakibatkan resiko kebakaran. Sambungan yang tidak benar dapat mengakibatkan sumbu as dan bearings lebih cepat aus. mengakibatkan kerusakan terhadap motor dan peralatan yang digerakkan. diperkirakan separuhnya. misalnya 90 minyak atau gemuk yang berlebihan dari bearing motor dapat masuk ke motor dan menjenuhkan bahan isolasi motor. 6. Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bahwa motor tidak kelebihan atau kekurangan beban. Sambungan-sambungan pada motor dan starter harus diperiksa untuk meyakinkan kebersihan dan kekencangnya. Perawatan yang tepat diperlukan untuk menjaga kinerja motor. Umur isolasi pada motor akan lebih lama: untuk setiap kenaikan suhu operasi motor 10oC diatas suhu puncak yang direkomendasikan. 4. 5. Pelumasan yang tidak cukup dapat menimbulkan masalah. seperti yang telah diterangkan diatas.kesalahan penggabungan. 1. Fihak pembuat biasanya memberi rekomendasi untuk cara dan waktu pelumasan motor. Pelumasan yang berlebihan dapat juga menimbulkan masalah. Penyediaan ventilasi yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor bersih untuk membantu penghilangan panas untuk mengurangi kehilangan yang berlebihan. Sebuah daftar periksa praktek perawatan yang baik akan meliputi sebagai berikut. waktu pegulungan ulang akan lebih cepat. Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan yang digerakkan. penyebabnya yang harus diketahui. Pemberian pelumas secara teratur. Perubahan pada beban motor dari pengujian terakhir mengindikasikan suatu perubahan pada beban yang digerakkan.

karena memiliki keunggulan yang handal.BAB III KESIMPULAN Motor induksi 3 fasa merupakan motor yg paling banyak d gunakan dalam bidang industri. tenaga yang besar. 22 . daya listrik yang rendah dan perawatan yang minim. tidak ada kontak antara rotor dan stator kecuali bearing.selain itu kontruksinya sangat sederhana sehingga tidak terlalu sulit dalam perbaikannya apabila terjadi kerusakan pada motor sehingga tidak menggangu jalannya produksi pada industri.

DAFTAR PUSTAKA 23 .