BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kemajuan peradaban manusia menurut perkembangan teknologi yang berguna untuk mempermudah kehidupan manusia. Kemajuan teknologi saat ini telah memasuki hampir seluruh sendi-sendi kehidupan manusia, akan tetapi setiap perkembangan teknologi tentu akan memberikan dampak, baik yang bersifat positif maupun negatif (Wahyu, 2003). Termasuk peralatan yang mengeluarkan bunyi. Alat-alat yang diciptakan manusia dengan maksud mengurangi beban kerja baik di industri maupun di rumah selalu disertai dengan produk kebisingan, seperti alat musik, alat pembarsih lantai, alat penyedot debu, gerinda listrik, gergaji listrik, pesawat jet dan sebagainya merupakan salah satu alat pertanda kehidupan dunia modern sehingga menyebabkna terjadinya sociocusis (manusia menjadi tuli oleh karena kehdupannya bermasyarakat) (Wahyu, 2003). Bunyi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tempat kerja. Bahkan bunyi yang kita tangkap melalui telinga kita merupakan bagian dari kerja misalnya bunyi telepon, bunyi mesin ketik,/komputer, mesin cetak, dan sebagainya. Namun sering bunyi-bunyi tersebut meskipun merupakan bagian dari kerja kita, tetapi tidak kita inginkan, misalnya teriakan orang, bunyi mesin diesel yang melebihi ambang batas pendengaran, dan sebagainya. Bunyi yang tidak kita inginkan atau kehendaki inilah yang sering disebut bising atau kebisingan (Notoatmodjo, 2003). Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di tempat kerja. Seiring dengan proses industrialisasi yang disertai dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi, kebisingan tidak bisa dipisahkan dari perkembangan teknologi dan kemajuan industrialisasi. Kebisingan mempengaruhi kesehatan, antara lain dapat menyebabkan kerusakan pada indra pendengaran sampai pada ketulian. Dari hasil penelitian diperoleh bukti bahwa intensitas bunyi yang dikategorikan bising dan yang mempengaruhi kesehatan (pendengaran) adalah di atas 60 dB. Oleh sebab itu, para karyawan yang nekerja di pabrik dengan intensitas bunyi mesin di atas 60 dB, maka harus dilengkapi dengan alat pelindung (penyumbat) telinga, guna mencegah gangguan-gangguan pedengaran (Notoatmodjo, 2003).

yang akibatnya pekerja cenderung berbuat kesalahan dan akhirnya menurunkan produktivitas kerja (Notoatmodjo. 2003). Agar mahasiswa mampu mengukur intensitas kebisingan di lingkungan sekitar Fakultas Kesehatan Masyarakat. Oleh karena sudah biasa berbicara keras di lingkungan kerja sebagai akibat lingkungan kerja yang bising ini. Tujuan Penelitian Tujuan dari praktikum ini ialah : 1. Lebih jauh kebisingan yang terus menerus dapat mengakibatkangangguan konsentrasi pekerja.Di samping itu. 2. Definisi Kebisingan . maka kadang-kadang di tengah-tengah keluarga juga terbiasa berbicara keras. Demikian halnya pada penelitian yang dilakukan Hanifa (2006) pada tenaga kerja pengolahan kayu di Kota Semarang. menemukan bahwa kebisingan dapat menyebabkan kelelahan sebesar 42. Dengan suasana yang bising memaksa pekerja untuk berteriak di dalam berkomunikasi dengan pekerja yang lain.% pekerja yang mengalami peningkatan tekanan darah diastolik. Kadang-kadang teriakan atau pembicaraan yang keras ini dapat menimbulkan salah komunikasi (miss communication) atau salah persepsi terhadap orang lain. Selain itu kebisingan juga dapat mempengaruhi peningkatan tekanan darah seperti pada penelitian Babba (2007) menemukan bahwa sebesar 95. kebisingan juga dapat mengganggu komunikasi. Agar mahasiswa mampu mengoperasikan alat Sound Level Meter. B.8% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dan pada penelitian yang dilakukan Widiastuti (2011) menemukan bahwa produktivitas kerja pada tingkat kebisingan 85 dB mengalami penurunan sebessar 12% bila dibandingakan dengan produktivitas kerja pada kondisi kebisingan 80. Bisa sebagai sikap marah.3 dB. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.9% pekerja mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dan 69.

48/MENLH/11/1996 Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gengguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. 7.Sampai saat ini banyak definisi yang digunakan untuk istilah kebisingan. PER. B. 5. 2003) : . Jenis-Jenis Kebisingan Kebisingan dapat diklasifikasikan dalam 3 (tiga) bentuk dasar (Wahyu. Menurut Sataloff Bising adalah bunyi yang terdiri dari frekuensi yang acak dan tidak berhubungan satu dengan yang lain. Menurut Burn. 13/MEN/X/2011 Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan/atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran. 6. Littre dan Wail Bising adalah suara yang tidak dikehendakikehadirannya oleh yang mendengar dan mengganggu. Menurut Dennis Bising adalah suara yang timbul dari getaran-getaran yang tidak teratur. Menurut Spooner Bising adalah suara yang tidak mengandung kualitas musik 3. 2. Adapula yang mengartikan bahwa kebisingan adalah suara yang tidak mengandung kualitas musik Terdapat beberapa pendapat mengenai definisi kebisingan antara lain (Wahyu. Menurut Suma’mur Bising adalah suara yang tidak dikeendaki (unwanted sound). 4. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. 2003) : 1. Bising dapat diartikan sebagai suara yang timbul dari getaran-getaran yang tidak teratur dan periodik. Menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup RI No.

Intermitten Noise (Kebisingan Terputus-putus). Jalan Lalu Lintas . Atau bunyi yang mempunyai perubahan-perubahan besar dalam octave band. atau dapat juga menyebabkan industrial deaffness. Kebisingan tersebut dapat juga menyebabkan ketulian atau berkurangnya pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan dimana tenaga kerja berada di dalam lingkungan yang bising. gergaji sekuler. laut. Impact Noise. Kemajuan transportasi tersebut meliputi : a. penyebab timbulnua kebisingan dapat dibedakan yaitu : 1. 2. Termasuk dalam intermitten noise adalah kebisingan yang ditimbulkan oleh suara kendaraan bermotor dan pesawat terbang yang tinggal landas. Bising Yang Ditimbulkan Oleh Kemajuan Industri Peningkatan mekanisasi akan mengakibatkan meningkatnya tingkat kebisingan. Penyebab Kebisingan Menurut Wahyu (2003). dan waktu yang dibutuhkan untuk penurunan sampai 20 dB di bawah puncaknya tidak lebih dari 500 detik. Salah satu dampak yang diakibatkan oleh bunyi mesin produksi terhadap tenaga kerja adalah menimbulkan bising di tempat kerja sehingga mengganggu kenyamanan dalam bekerja.1. darur pijar. misalnya : suara kompressor. suara tembakan meriam/senapan dan ledakan bom. atau kebisingan dimana fluktuasi dari intensitas suara tidak lebih 6dB. C. 2. Intermittten Noise adalah kebisingan diana suara timbul dan menghilang secara perlahanlahan. 3. katub gas. Pembangunan yang banyak memakai peralatan modern di suatu industri untuk meningkatkan produktivitas memberikan dampak terhadap tenaga kerja oleh karena bunyi yang dihasilkan mesin dalam proses tersebut akan berdampak tidak baik terhadap tenaga kerja. Kemajuan Transportasi Peningkatan lalu lintas darat. dan udara aka meningkatkan sumber bising. kipas angin. Steady State Noise (Kebisingan Kontinyu) Dinyatakan dalam nilai ambang tekanan suara (sound pressure levels) diukur dalam octave band dan perubahan-perubahan tidak melebihi beberapa dB per detik. Contoh : suara pukulan palu. Impact noise adalah kebisingan dimana waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak intensitasnya tidak lebih dari 35 detik.

penggalian (peledakan. kipas angn. animal. domestic dan alat-alat pertanian. dan inilah yang merambat dan sampai ke telinga. 5. Mekanisasi Lain Yang Menimbulkan Bising Contohnya : penambangan. Begitu banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang hilir mudik di jalan lalu lintas tapi tidak diibangi dengan pertambahan panjang jalan dari tahun ke tahun. pesawat terdengar sebagai ledakan. oleh karena itu udara di depan pesawat tiba-tiba sempat berpisah-pisah menurut garis teraatur. alat pembersih rumah tangga. Akibat benturan itu. timbullah gelombang “shock’ yang tidak lain dari pada loncatan-loncatan perubahan tekanan. pengeboran) dan sebagainya. akhirnya kita sebagai pengguna maupun orang di sekitar kita terpapar kebisingan yang bersumber dari elektrifikasi rumah tangga tersebut. 4. Apabila kecepatan pesawat melebihi kecepatan bunyi maka pesawat seolah-olah membentur dinding udara. . Suara yang ditimbulkan dari pesawat atau dari mesin akan menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu kesehatan bagi mereka yang bertempat tinggal di sekitar bandar udara. Sumber-sumber lain misalnya : dari lapangan olah raga. Perkembangan mempercepat komunikasi dan transportasi dari satu tempat ke tempat lain. Tingkat kebisingan dari lalu lintas kendaraan bermotor berhubungan sekali dengan arus lalu lintas dan tingkat kepadatan sehingga menimbulkan kebisingan. 3. pemotong rumput bermotor.Pada perhubungan darat alat transportasi kendaraan bermotor merupakan sarana komunikasi yang cepat antar daerah satu dengan daerah yang lainnya. diantatanya adalah kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. dan sebagainya. daerah wisata. b. pembuatan terowongan. dan ini disebutsonic boom. Peralatan tersebut sering digunakan dan menimbulkan bising. Elektrifikasi Pada Pemukiman (Rumah Tangga) Sumber kebisingan rumah tangga berasal dari : AC. Miscellaneoue Source (Sumber-Sumber Lainnya) Terpisah dari kategori utama dari kebisingan yang sudah diidentifikasi. unit pengolah sampah atau tempat pembakaran sampah. Maka makin dirasakan gangguan-gangguan akibat jalan lalu lintas kendaraan bermotor. mesin pemotong rumput. Lalu Lintas Udara Kemajuan teknologi khususnya di bidang pesawat terbang mengalami perubahan yang pesat.

: (EEG modification. c. Gangguan komunikasi Performance Gangguan tidur : (pembicaraan telepone.\ 2. e. dll). 2008) : a. anxiety/nervositas. Oleh WHO Task Group Environmental Health Criteria For Noise ditetapkan bahwa tingkat kebisingan yang kurang dari 35 dB. fear. rapat. Gangguan yang dapat dialami oleh tenaga kerja apabila terpapar dengan bising adalah (Wijaya. endoctrine stimulation. d. gangguan keseimbangan. vertigo. Penelitian menunjukkan bahwa kebisingan merupakan faktor penyebab kesulitan tidur dan sangat mengganggu sehingga orang yang sedang tidurpun akan terbangun. gastrointestinalis modification. : (Kelelahan. Pengaruh Kebisingan Di Tempat Kerja Pada umumnya kebisingan mengakibatkan pengaruh yang bersifat non auditoir atau pengaruh yang bukan terhadap pendengararan dan pengaruh auditoir atau pengaruh terhadap pendengaran yang dapat berlangsung menetap atau sementara. 2003) : a. kelenjar dan saraf. penyakit akibat stress. Pengaruh Auditoir Akibat Bising. jaringan lemak dalam tubuh dimobilisasi ke dalam aliran darah. aktivitas lambung menurun. perubahan penampilan. sleep stage alteration. perubahan-perubahan biologik seperti penyempitan pembuluh darah terutama pada usus. Pengaruh terhadap fisiologi tubuh berupa gangguan faal pernapasan. medication/pemakaian obat tidur). merupakan kriteria yang tidak mengganggu tidur. Gangguan physiologis : (vasocontriction. perintah/instruksi kerja). sekresi adrenalin meningkat. Gangguan psychologis/behavior : (annoyance. Pengaruh Non Audiroir akibat Bising Pengaruh non auditoir sering berupa keluhan tersamar dan tidak jelas berupa penyakit (not ill defined). b. dll). perasaan tidak senang atau mudah marah).D. Trauma Akustik . Menurut Parmudianto (1990) dan Mukono (2001) bahwa efek kebisingan terhadap kesehatan Non Auditoir meliputi (Wahyu. yang disebabkan oleh mekanisme stressor atau gangguan akibat bising. mual. awekening. tenus otot meningkat.kardiovaskuler. 1. pencernaan. gangguan kemampuan darah untuk membeku.

Bising dengan frekuensi tinggi lebih berbahaya daripada bising dengan frekuensi rendah. sehingga mengalami kenaikan nilai ambang dengar yang sementara. tekanan darah. Frekuensi Bising Frekuensi bunyi yang dapat didengar menusia terletak antara 16 hingga 20. E. Permanent Threshold Shift (PTS) Permanent threshold shift atau sering disebut Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) adalah kehilangan daya dengar secara perlahan-lahaan oleh karena pemaparn bising keras (di atas 85 dB). Hal tersebut tergantung dari beberapa faktor. Durasi/lamanya berada dalam lingkungan bising Semakin lama berada dalam lingkungan bising. Intensitas Bising Intensitas bunyi yang ditangkap oleh telinga berbanding langsung dengan logaritma kuadrat tekanan akustik yang dihasilkan getaran dalam rentang yang dapat didengar. apabilarecovery tidak dapat sempurna maka dalam waktu lama akan menjadi Permanent Threshold Shift (tuli bersifat menetap). kadar gula dan lain-lain). b. Kenaikan ini akan pulih kembali apabila keluar dari tempat bising. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tuli Akibat Bising Tidak semua kebisingan dapat mengganggu para pekerja. Faktor internal meliputi kepekaan individu.000 Hertz. Intensitas menentukan derajat kebisingan. . hobi. PTS atau NIHL ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Terjadi oleh paparan suara yang sangat keras dan dalam waktu yang sangat singkat. diantaranya (Wahyu. frekuensi bicara terdapat dalam rentang (250-4000)Hz. Sedangkan faktor eksternel yang berperan adalah intensitas kebisingan. spektrum suara. lama pemaparan. darah (Hb. Kerusakan ini mudah didiagnosis terjadinya dapat dengan tepat diketahui. obat-obatan. Untuk kembali secara sempurna maka perlu istirahat (bebas bising) untuk pemaparan di atas 85 dB maka recoverysempurna memerlukan waktu 3-7 hari. 3. misalnya ledakan. dan bising lingkungan tempat kerja. 2. jenis bising. Nada 1000 Hz dengan intensitas 85 dB jika diperdengarkan selama 4 jam tidak akan membahayakan. 2003) : 1. semakin berbahaya untuk pendengaran. dalam waktu yang lama dan akhirnya bersifat irreversibel. c. Ketulian sementara (Temporary Threshold Shift-TTS) Terjadi apabila seseorang memasuki tempat bising. Bagian yang terkena umumnya pada gendang telinga (membran timpani pecah/lubang). penyakit telinga serta umur.

Nilai Ambang Batas Kebisingan Nilai Ambang Batas adalah faktor tempat kerja yang dpaat diterima tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. 2004 dalam Putra. 8. Sifat-Sifat Fisik Suara Penyebab/Spektrum Suara Frekuensi tinggi yang lebih membahayakan Intensitas lebih dari 85 dB dapat menimbulkan gangguan dan batas ini disebut “Critical Level Of Intensity” c. a. 2011). Pengukuran Kebisingan Pengukuran kebisingan di tempat kerja diukur dengan sound level meter yaitu alat digital yang dapat menunjukkan secara langsung hasil kebisingan di tempat kerja (Pedoman Praktikum Laboratorium K3. Waktu Di Luar Dari Lingkungan Bising Waktu kerja di lingkungan bising diselingi dengan bekerja beberapa jam sehari di lingkungan tenang akan mengurangi bahaya mundurnya pendengaran. masih ada beberapa yang menimbulkan trauma akustik.4. 6. secara teliti hanya dapat dilakukan dengan pemeriksaan Audiogramsecara berulang-ulang. b. PER. F. Umur Orang yang berumur lebih dari 40 tahun akan lebih mudah tuli akibat bising. 13/MEN/X/2011 tentang nilai ambang batas faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja NAB kebisingan yang ditetapkan di Indonesia adalah sebesar 85 dBA. 5. Akan tetapi NAB . Kepekaan Seseorang (Individual Suceptibility) Kepekaan seseorang mempunyai kisaran luas. G. Di samping faktor-faktor tersebut. Sifat Bising/Temporal Pattern Bising yang didengar terus-menerus lebih berbahaya dari bising yang terputus-putus. Bahan yang dipakai untuk bekerja misalnya metal banyak menimbulkan resonansi getaran. Sebab suara yang kontinyu lebih banyak energi daripada suara yang terputus-putus. 7. Menurut Permenakertrans No.

5 103 3. 13/MEN/X/2011 Tabel 2 Tingkatan pajanan kebisingan maksimal selama 1 hari Pada ruangan proses .12 Detik 115 14.52 124 1. 2003 dalam Putra. walaupun sesaat.03 121 3. 2011).44 133 0.75 106 1. Sumber : Permenakertrans No.bukan merupakan jaminan sepenuhnya bahwa tenaga kerja tidak akan terkena risiko akibat bising tetapi hanya mengurangi risiko yang ada (Budiono.22 136 0. Tabel 1 Nilai Ambang Batas Kebisingan Waktu Pemaparan Per Hari Intensitas Kebisingan (Dba) 8 Jam 85 4 88 2 91 1 94 30 Menit 97 15 100 7.94 112 28. PER.76 127 0.06 118 7.11 139 Catatan : Tidak boleh terpajan lebih dari 140 dBA.88 109 0.88 130 0.

Zona D adalah zona yang diperuntukkan bagi industri pabrik. H. 1. dan sejenisnya. rumah sakit. Zona C adalah zona yang diperuntukkan bagi perkantoran. Upaya Pengendalian Kebisingan Menghilangkan Kebisingan Dari Sumber Suara . tempat pendidikan. 1 2 3 4 5 6 Tingkat Kebisingan (dBA) 85 88 91 94 97 100 Pemaparan Harian 8 jam 4 jam 2 jam 1 jam 30 menit 15 menit Sumber : Kepmenkes No. 2009) : Tabel 3 Pembagian Zone dan Kebisingan yang diperbolehkan Tingkat Kebisingan (Dba) Maksimum Yang Maksimum Yang Dianjurkan Diperbolehkan No. Zona B adalah zona yang diperuntukkan bagi perusahaan. atau sosal dan sejenisnya. perdagangan.No. pasar. 1 35 45 2 45 55 3 50 50 4 60 70 Sumber : Leksono. Zona Zona A adalah zona yang diperuntukkan bagi tempat-tempat penelitian. terminal bus dan sejenisnya. 718/Menkes/Per/Xi/1987 tentang kebisingan yang berhubungan dengan kesehatan membagi daerah menjadi empat bagian seperti dalam tabel berikut (Leksono. reksreasi dan sejenisnya. 1405/MENKES/SK/X/2002 Peraturan Menteri Kesehatan No. tempat perawatan kesehatan.. 2009. pertokoan. stasiun kereta.

d. Pemakaian booth (sound proof room) untuk operator mesin kalau dirasa tidak praktis menurunkan level suara. Menutup mesin serapat mungkin Mengolah semua pintu-pintu dan lobang-lobang secara akustik Bila perlu mengisolasi mesin dari lantai untuk mengurangi penjalaran getaran. f. defleksiatau absorpsi daripada suara. Pemakaian partial enclosure sekeliling mesin Pemakaian complete enclosure.Menghilangkan kebisingan dari sumber suara ialah dengan mengganti beberapa alat dengan alat lain yang lebih sedikit menimbulkan bunyi. Yang seharusnya memaku dengan tekanan angin diganti dengan pemampatan Memotong dapat diganti dengan mangasah Beberapa alat yang memakai pompa angin dapat diganti dengan linstrik Gigi logam yang bergesekan dapat diganti dengan sistem berjalan Mengerjakan besi dan logam lain selagi masih panas lebih sedikit menimbulkan bising dar pada logam dan besi tersebut dingin. b. c. d. 2. e. Untuk menghilangkan atau mengurangi transmisi kebisingan terhadap manusia dapat dilakukan berbagai usaha. b. kesukaran yang dihadapi dalam meredam (shielding) bunyi umumnya ialah terletak pada peredam bunyi yang keluar dari lobang-lobang. b. Menghilangkan Transmisi Kebisingan Terhadap Manusia. 2003) : a. salah satu diantaranya ialah dengan menutup/menyekat mesin atau alat yang mengeluarkan bising. c. Untuk menutup mesin-mesin yang bising dapat dilakukan sebagai berikut : a. 3. Yang seharusnya memaku diganti atau substitusi dengan mengelas. Cara penggantian atau substitusi itu antara lain (Wahyu. Cara dibawah ini bisa dipertimbangkan dalam mengurangi suara dari mesin : a. Reduksid dan eliminasi kebocoran penjalaran Penggunaan vibration dan ping material untuk mereduksi transmisi suara dari permukaan yang tipis . c. f. Melakukan Noise Control Technique (Pengendalian Secara Teknik). e. Pemakaian akustik barrier untuk melindungi.

00 WITA. Pada Sound Level Metermelebihi 100 dB sebaiknya memakai ear muff. keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis APD.30 – 16. h. Penggunaan vibration isolator untuk mereduksi radiasi dari suara dari permukaan supaya tidak bergetar. 4. atau helmet. Cara lain ialah dengan menghilangkan pemaparan karyawan yang terpapar tadi dengan memberikan libur atau memindahkannya ke bagian/unit lain setelah ada hasil pengukuran kesehatan medis. Hanya yang harus diperhatikan. berupa ear plugs. Tempat Penelitian Lokasi atau tempat yang merupakan obyek penelitian ini adalah Laboratorium Terpadu Lt. Pemilihan ear plug (sumbat telinga) dan ear muff (tutup telinga) adalah tergantung kesenangan masing-masing. 20 April 2012 pada pukul 14. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Jumat. j. listrik. salah satu diantaranya ialah dengan memakai alat pelindung telinga atau “Personal Protctive Devices” yaitu dengan menyediakan ear defender. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.g. Pemakaian metode lain yang kurang berisik untuk menjalankan fungsinya. Pemakaian Lined Duct dengan sound absortive material untuk mengabsorpsi suara yang terjadi dalam ruangan sempit.3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. ear muffs. Usaha lain dalam mengendalikan bising ialah ditujukan terhapad pekerjanya itu sendiri yang terpapar terhadap kondisi bising. Dalam rangka usaha melindungi karyawan dari kebisingan di lingkungan kerja dapat dipakai dalam beberapa cara. Lego-Lego Fakultas . B. i. Mengadakan Perlindungan Terhadap Karyawan. Cara ini sebenarnya lebih praktis namun kesulitannya terletak pada si karyawan itu sendiri dan berhubungan erat dengan faktor manusia. Pemakaian flexible connectors antara bahan bengunan dasar seperti pipa.

. Sehingga lamanya waktu yang dibutuhkan pada praktikum ini yaitu 15 menit. Cara Kerja Dalam praktikum ini dilakukan pada 3 lokasi berbeda. agar dapat menangkap kebisingan yang tercipta. E. 3. Prinsip kerja SLM yaitu apabila ada benda bergetar. 1. tekan tombol “Fast/Slow”. lalu menunggu hingga angka pada monitor menjadi stabil (Perubahan tidak signifikan). Menekan tombol “POWER”. dimana pada masingmasing tempat dilakukan pengukuran sebanyak 10 kali dalam waktu 5 menit. Kira-kira selama 1-2 menit. dan pinggir jalan depan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas. maka akan menyebabkan perubahan tekanan udara yang dapat ditangkap oleh alat ini dan selanjutnya akan menggerakkan meter petunjuk (Rwahyuningrum. Prinsip Kerja Pada umumnya Sound Level Meter (SLM) diarahkan ke sumber suara. Memasangkan Micrifone pada Sound Level Meter. Dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. 2. setinggi telinga pekerja (150 cm dari tanah). (pilihan Fast untuk jenis kebisingan kontinyu sedangkan pilihan Slow untuk jenis kebisingan terputus-putus).Kesehatan Masyarakat Unhas. 2011). 2. Setelah menganalisis jenis kebisingan yang akan diukur. C. Instrumen Penelitian Sound Level Meter (LUTRON) tipe SL 4013 Timer/Stopwatch Gambar 1 : Sound Level Meter (LUTRON) SL 4013 D.

Diakses tanggal 23 April 2012 Hanifa. 2003.ac. Diakses Tanggal 23 April 2012 FKM UI. 2007. Kemudian pada tombol “RANGE” pilih “AUTO” untuk menujukkan semua skala pengukuran. 7. 5. Rangga Adi. Tri Yuni Ulfa.id/17966/1/JENNIE_BABBA.undip. 2005.13/MEN/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Dan Faktor Kimia Di Tempat Kerja. (online)http://eprints.com/kq/groups/1051902/1362821294/name/PERMENA . Soekidjo.(ONLINE)http://dinkes. Pengaruh Kebisingan Terhadap Kelelahan Pada Tenaga Kerja Industri Pengolahan Kayu Brumbung Perum Perhutani Semarang. Pengukuran dimulai dengan memposisikan microfone setinggi telinga pekerja (150 cm dari tanah). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor. Diakses tanggal 16 April 2012 .yimg. tombol “HOLD” ditekan lalu mencatat hasil pengukuran yang ditunjukkan pada monitor SLM.ui. pilih “A” sebagai tanda bahwa yang akan diukur merupakan intensitas kebisingan yang sampai ke individu/pekerja.pdf . Ilmu Kesehatan Masyarakat.pdf . Notoatmodjo. Diakses tanggal 23 April 2012 Leksono.php?file=Kepmenkes%201405MENKES-SK-XI-2002%20Kesehatan%20Lingk%20di%20t4%20Kerja.go. Universitas Negeri Semarang. Jennie.ac. 2009.id/downlot. DAFTAR PUSTAKA Babba. Hubungan Antara Intensitas Kebisingan Di Lingkungan Kerja Dengan Peningkatan Tekanan Darah. Setelah 30 detik. 6. Jakarta: Rineka Cipta Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor. Kemudian mengulangi langkah ini sebanyak 10 kali. 1405/MENKES/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri. PER.pdf . Pada tombol “A/C”. (ONLINE) http://www.4.id/file?file=digital/125420-S-5631Gambaran%20kebisingan-Literatur.digilib. Gambaran Kebisingan Literatur 2.pasuruankab. (ONLINE)http://xa.

uns.ac.scribd. Jurnal Teknologi.unimus. Hubungan Antara Kebisingan. Kebisingan. Indeks Massa Tubuh Dan Intensitas Kebisingan Di Koperasi Jasa Usahabersama Puspetasari Ceper Klaten Tahun 2007. (ONLINE)http://www. (Online)http://digilib. Desember 2011. Diakses tanggal 23 April 2012 . 136-145.ac. Retno. 2008. (ONLINE)http://rwahyuningrum.pdf . Iklim Kerja Dan Sikap Tubuh Saat Bekerja terhadap Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Industri Meubel Sinar Harapan Karang Paci Samarinda. Perbedaan Tekanan Darah Pada Pekerja Berdasarkan Umur. Studi Ergonomi Kognitif Untuk Mengetahui Penurunan Produktivitas Kerja Akibat Kenaikan Tingkat Kebisingan. Atjo. 2003.ac. Buana. 2011. 2011. (ONLINE)http://jurtek.id/sites/default/files/136-145_retno. Volume 4 Nomor 2.Putra.com/mobile/documents/57888492/download?commit=Downloa d+Now&secret_password= pada tanggal 16 April 2012 Rwahyuningrum. Higiene Perusahaan Widiastuti.pdf .blog.id/2011/09/16/kebisingan/ Diakses tanggal 23 April 2012 Wahyu.id/files/disk1/10/jtptunimus-gdl-s1-2008-buanawijay-452-2bab2.akprind. Diakses tanggal 24 April 2012 Wijaya. Universitas muhammadiyah semarang. Dian Tri. 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful