P. 1
SMP Kelas 7 - Aktif Berbahasa Indonesia

SMP Kelas 7 - Aktif Berbahasa Indonesia

5.0

|Views: 8,148|Likes:
Published by Priyo Sanyoto
Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah Kelas 7
Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah Kelas 7

More info:

Published by: Priyo Sanyoto on Aug 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menceritakan kembali pokok
cerita yang menarik.

Cerita anak atau yang lebih dikenal dongeng biasanya dibuat untuk menghibur atau
memberi manfaat. Dongeng berguna untuk mendidik anak-anak melalui pesan yang
terkandung di dalamnya. Melalui tokoh dalam dongeng ditanamkan nilai yang baik
dan bermanfaat. Dongeng pada zaman dahulu diceritakan dari mulut ke mulut.

Peristiwa

9

Tugas 1.4

1.Pokok Cerita yang Menarik dari Dongeng

Dongeng yang menarik biasanya akan dikenal banyak orang. Dongeng yang kita
kenal ada yang berasal dari Nusantara, seperti Si Kancil, dan ada pula yang diterjemahkan
dari bahasa asing. Dengan membaca dongeng, kamu juga dapat mengetahui
kebudayaan yang terdapat dalam dongeng tersebut, misalnya tentang kebiasaan
hidup sehari-hari yang diceritakan dalam kisah dongeng itu.

Perhatikanlah hal-hal yang ada dalam cerita dongeng, kemudian isilah tabel berikut!

No.

Pokok Cerita /Unsur Dongeng

BenarSalah

1.Dongeng sangat disukai anak-anak.
2.Dongeng menyampaikan pesan yang bermanfaat.
3.Dongeng dimulai dengan kata pada suatu hari, konon,
pada zaman dahulu.
4.Dongeng dapat berupa cerita binatang, tanaman, dan
manusia.
5.Cerita tentang binatang disebut fabel.
6.Dongeng membantu anak berimajinasi
7.Cerita dalam dongeng penuh khayalan, tetapi sangat
menarik.
8.Dongeng awalnya dikenal dari mulut ke mulut.
9.Dongeng membantu anak untuk berbahasa.
10.Binatang dalam dongeng dapat berperilaku seperti
manusia.
11.Zaman sekarang banyak dongeng disebarluaskan
melalui televisi dan media cetak seperti buku.

2.Membaca Dongeng

Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat mengasyikan, apalagi membaca sebuah
cerita. Cerita apa yang kamu sukai? Dapatkah kamu menyebutkan hal-hal yang menarik
atau tidak menarik dalam suatu cerita?

Ketika seseorang membacakan sebuah cerita dongeng, selain untuk diri sendiri
juga untuk orang lain. Pembaca dan pendengar bersama-sama menikmati cerita dongeng
tersebut.

10

Aktif Berbahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs

Bacalah cerita di bawah ini, kemudian ceritakanlah secara urut!

300 Tael perak

Oleh Rina Ruslaini

Dahulu kala, di daratan Cina tinggalah Kakek dan Nenek Chen. Mereka
tidak mempunyai anak. Hidup mereka sehari-hari hanya mencari kayu bakar
di hutan. Kayu itu nantinya dijual Kakek Chen ke kota.

Pada suatu pagi, Kakek dan Nenek Chen bersiap-siap berangkat ke hutan.
Nenek tak lupa membawa bekal untuk makan siang mereka di hutan. Ketika
sudah tiba di hutan, mereka melihat anak burung merpati putih menggelepar di
tanah. Rupanya anak burung itu terjatuh dari pohon.

"Aduh, kasihan sekali anak burung ini," kata Nenek sambil mengangkat
merpati itu. Ia meletakkan anak burung itu di bakul makanan dengan
hati-hati. "Kita rawat saja ya Kek," ujar nenek, Kakek Chen mengangguk
setuju.

Sore harinya setiba di rumah, Nenek Chen merawat anak burung itu
dengan hati-hati. Nenek memberinya makanan dan meletakkannya di atas
kain perca di dalam kardus.

Setelah beberapa minggu, akhirnya burung itu sembuh dan mulai
terbang di sekeliling rumah. Nenek amat gembira. "Lihat Kek, anak
burungnya sudah sehat! Dia pasti mampu terbang kembali ke hutan!"
Kakek Chen melihat sambil tersenyum. Lalu melanjutkan pekerjaannya
membelah kayu.

Setelah melihat anak burung itu terbang pergi, Nenek Chen kembali
ke kamar dan mulai merapikan kamar. Tiba-tiba ia melihat benda
berkilauan di balik seprai. Alangkah terkejutnya Nenek Chen saat melihat
tumpukan uang perak di atas kasur.
"Kek, Kakek, kemari Kek!" seru Nenek Chen. Tergopoh-gopoh
Kakek Chen masuk ke kamar. Ia sama terkejutnya dengan Nenek saat
melihat tumpukan uang itu. "Mari kita hitung jumlahnya, Nek," kata
Kakek. Ternyata jumlah uang itu banyak juga, tiga ratus tael."
Aduh Kek, uang ini dari mana ya? Kita apakan, ya? Nenek takut… kalau
dicuri bagaimana? Ujar nenek bingung. Kakek Chen berpikir keras.
"Ah, kita taruh di guci kecil, lalu kita kubur di halaman saja ya Nek,"
usul Kakek gembira. Nenek pun setuju.
Di saat hari mulai gelap, Kakek menggali di halaman. Ia mengubur
300 tael itu di sana. Dua hari kemudian, Nenek masih merasa gelisah. Ia
berkata, "Kek bagaimana kalau kita lupa dengan tempat penyimpanan
uang itu? Halaman kita begitu luas. Sekarang saja aku sudah bingung.
Apalagi bulan depan!"
"Iya, ya Nek. Apalagi kita sudah mulai pikun. Ah! Bagaimana kalau
tempat penyimpanan uang kita beri tanda agar kita tidak lupa?"

Peristiwa

11

Nenek Chen setuju. Malam harinya, Kakek langsung melaksanakan
idenya itu. Keesokan paginya, Nenek terbangun karena suara-suara ribut
di luar. Tanpa membangunkan Kakek, ia segera beranjak ke luar. Betapa
terkejutnya Nenek saat melihat para tetangga sedang berkerumun di halaman
rumahnya. Mereka menunjuk-nunjuk palang yang ditancapkan Kakek tadi
malam. Di palang itu tertulis : TIDAK ADA UANG 300 TAEL DI SINI.

"Nek, Nenek menyimpan uang di sini ya?" tanya seorang tetangga begitu

melihat Nenek.

"Uhmmm", Nenek bingung. Tiba-tiba ia melihat anak burung merpati terbang
di sekeliling halamannya. Itu anak burung merpati yang pernah dirawatnya
dulu. Burung itu masuk ke dalam rumah, lalu berubah wujud menjadi seorang
peri cantik.

"Nenek yang baik, terima kasih karena kau telah merawatku sampai
sembuh. Uang itu aku berikan sebagai tanda terima kasihku padamu.
Tapi rupanya kalian tidak siap menerima pemberianku. Aku akan
mengambil kembali uang itu, " ujar peri lembut.

Saat itu juga, guci kecil berisi uang yang ditanam Kakek Chen muncul
di tangan peri itu. Palang yang tertancap di halaman juga lenyap. Para
tetangga kembali ke rumah masing-masing.

Nenek masih terpaku karena kaget dan bingung. Saat akan bicara,
tiba-tiba peri itu menghilang. Yang ada hanya asap putih dan cahaya
warna-warni dari pakaian sang peri.

Lama Nenek terdiam. Tiba-tiba ia melihat benda berkilauan di tempat
peri tadi berdiri. Nenek memungut. Ternyata benda yang berkilauan itu
adalah uang perak sebanyak 10 tael. Tiba-tiba terdengar sebuah suara,
"Aku tinggalkan uang itu, gunakanlah dengan baik."

Tak lama terdengar suara Kakek yang mengagetkan Nenek. "Ada
apa Nek? Kenapa wajahmu pucat sekali?"

Nenek Chen memperlihatkan uang 10 tael di telapak tangannya. Lalu
menceritakan peristiwa tadi. Kakek tersenyum sabar, "Kita jadi tidak repot
mencari tempat menyimpan uang, kan …"

(Dongeng dari Cina)

Sumber: Bobo, 28 Desember 2006

Setelah membaca cerita berjudul "300 Tael Perak" tersebut, dapatkah kamu
menemukan hal yang menarik? Adakah hal yang tidak menarik?
Perhatikan contoh di bawah ini!
a.Hal yang menarik: Anak burung merpati dapat berubah menjadi seorang peri.
b.Hal yang tidak menarik: Kakek dan Nenek yang kebingungan menyimpan
uangnya.

12

Aktif Berbahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs

Latihan 1.4

Tugas 1.5

1.Tentukan hal yang menarik dan hal yang tidak menarik dari cerita "300 Tael
Perak" selain contoh yang telah ada!

2.Setelah kamu membaca cerita tersebut, ceritakanlah kembali secara urut di depan
teman kelasmu atau anggota keluargamu! Gunakanlah bahasa yang menarik,
usahakanlah untuk membuat pendengar memahami cerita dongeng tersebut!

1.Carilah sebuah cerita dongeng yang dimuat dalam media cetak!
2.Carilah hal-hal yang menarik, tulislah seperti pada kolom berikut.

No.

Hal-Hal yang Menarik

Hal-Hal yang Tidak Menarik

3.Ceritakan kembali dengan bahasamu sendiri!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->