BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Segala sesuatu yang Allah SWT ciptakan bukan tanpa sebuah tujuan. Allah SWT menciptakan bumi beserta isinya, menciptakan sebuah kehidupan di dalamnya, bukanlah tanpa tujuan yang jelas. Sama halnya dengan Allah SWT menciptakan manusia. Manusia diciptakan oleh Allah SWT tidak sia-sia, manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi untuk mengatur atau mengelola apa yang ada di bumi beserta segala sumber daya yang ada. Di samping kita sebagai manusia harus pandai-pandai mengelola sumber daya yang ada, sebagai seorang manusia juga tidak boleh lupa akan kodratnya yakni menyembah sang Pencipta, Allah SWT, oleh karena itu manusia harus mempunyai aqidah yang lurus agar tidak menyimpang dari apa yang diperintahkan Allah SWT. Sebagai seorang Islam, wajiblah Muslim Yakin bahawa segala apa yang kita hendak laksanakan tidak mampu untuk buat melainkan dengan adanya Izin Allah. Seseorang hendak buat baik atua buruk perlukan Izin Allah. Ataupun apa yang di rancangan Manusia hanya akan terlaksana jika di takdirkan Allah. Ada takdir yang mana tidak sesuai dengan apa yang kita hendak ada takdir yang selari dengan kehendak kita. Lahir di perut siapa ketrunan apa dan sebaginya bukan sesuatu di atas pilihan kita. Ada takdir yang selari dengan kehenadak kita seperti pilhan buat baik atau jahat. kita berkehendak buat jahat kadang Allah izinkan dan kadang Allah tidak Izinkan. sebab itu ia di Hisab sebab perbuatan itu atas pilihan kita dan dengan Izin Allah sebab itu juga buat baik dapat pahala dan buat jahat dapat dosa. Percakapan biasa dalam Bahasa Melayu "kita hanya merancangn Tuhan yang tentukan". Namun yakini baik dan buruk dari Allah adalah Rukun Iman. Iman adalah aspek agama Islam yang paling mendasar, dan bisa disebut pondasi dari setiap agama. Bila sistem iman rusak, maka runtuhlah bangunan agama secara keseluruhan. Dalam agama Islam iman ini terbagi enam, yaitu: iman kepada Allah, RasulNya, Malaikatnya, Kitab-kitabNya, Hari akhir, dan qadha & qadar.

Universitas AL-Ghifari

1

1.2 RUMUSAN MASALAH Adapun masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah : 1. Pengertian dan perbedaan qodho dan qodhar 2. Macam – macam takdir Allah 3. Hikmah beriman kepada qodho dan qodhar 4. Hubungan takdir dengan usaha manusia 5. Contoh taqdir dalam kehidupan manusia

1.3 TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui dan memperdalam ilmu mengenai Iman kepada Qada dan Qadar.

Universitas AL-Ghifari

2

Allah telah menetapkan bagi bulan manzilahuntuk mengelilingi matahari. Qadar disebut juga dengan takdir Allah SWT yang berlaku bagi semua makhluk hidup. meliputi baik dan buruk. maka apa yang telah ditetapka-Nya tiada kuasa bagi makhluk-makhluk-Nya untuk mengadakan perubahan atas ketetapan tersebut (bandingkan dengan pengertian takdir) Misalnya saja. perintah.1 Pengertian qodho dan qodhar Menurut bahasa qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum. Menurut istilah.1. qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradah (kehendak-Nya). di mana manusia tidak mampu merubahnya. Karena makna dari pengertian Qadar merupakan ketetapan Allah. Universitas AL-Ghifari 3 . Sedangkan menurut istilah. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT. Jadi. dan seterusnya. maka walau bagaimana pun usaha manusia untuk merubahnya. pengertian Qadar adalah ketetapan atau ketentuan Tuhan sejak azali dan tidak ada satu makhluk pun yang dapat merubahnya. sedang. karena qadar-nya memang sudah demikian. Dengan kata lain Pengertian Qadar merupakan undang-undang. istilah Qadar disamakan dengan Qadha. yakni penetapan Allah yang tidak berubah-ubah. hidup dan mati. Menurut bahasa qadar berarti kepastian. kehendak. Dalam ilmu kalam. peraturan. qadar adalah perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman azali sesuai dengan iradah-Nya.1 Pengertian dan perbedaan qodho dan qodhar Allah 2. Beriman kepada qadha dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. pemberitahuan. sungguh sia-sialah usahanya. Sedangkan menurut istilah. dan penciptaan. ketetapan. segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT. baik yang telah. dan ukuran.BAB II PEMBAHASAN 2. maupun akan terjadi.

ia tidak menyesali nasib dan kekurangan yang dimiliki karena apa saja yang dimiliki seseorang merupakan bagiannya yang sudah di takdirkan.Rukun iman yang keenam adalah mempercayai adanya qadha dan qodar. hendaknya diperhatikan beberapa hal sebagai berikut : a) Tanamkan keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Allah SWT. sehingga dapat mencontoh dan meneladani semua amal baiknya. c) Tanamkan kesadaran bahwa manusia adalah makhluk lemah. karena dia sudah merasa cukup dengan yang dimilikinya setelah berusaha. ikhlak dan berjiwa besar dalam menerima segala sesuatu yang berhubungan dan qada dan qadar Allah. Segala sesuatu yang ada di dunia ini telah di tentukan qadha oleh Allah. d) Qonaah. e) Perbanyak sikap berbaik sangka terutama terhadap ketentuan Allah yang kita terima. Orang yang beriman kepada Qodha dan Qodar memiliki ciri – ciri sebagai berikut : a) Tidak sombong. agar tidak mudah tergoda bujuk rayu seta. Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada qodho dan qadar : Untuk dapat menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan kepada qada dan qadar Allah. Qodha artinya ketentuan atau keputusan Allah kepada mahluknya yang akan terjadi baik di dunia maupun di akherat. c) Optimis dan tidak rendah diri. karena ia yakin bahwa segala sesuatu mengenai dirinya maupun orang lain ádalah merupakan ketentuan Allah sehingga manusia hanya menjalannya estela berusaha. b) Biasakan bergaul dengan orang-orang yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat. sedangkan qodar ádalah segala sesuatu ketentuan atau ketetapan Allah yang telah terjadi atas mahluknya. b) Sabar dalam menerima cobaan dan musibah. Pendek kata qadha ádalah rencana Allah yang akan terjadi sedang jika rencana tersebut sudah terjadi menjadi kenyataan pada diri mahluknya disebut qodar. e) Pantang menyerah. d) Perbanyak bersikap lapang dada. karena kelebihan dan keberhasilan yang ia miliki merupakan takdir Allah dan Manusia hanya diwajibkan untuk berihtiar. Universitas AL-Ghifari 4 . tak kenal putus asa selalu berusaha dan berihtiar mencari takdir yang terbaik.

f) Berdoa kepada Allah. agar diberi kekuatan menjadi orang yang beriman kuat. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku).1. ketentuan ini disebut Qadar. Kemudian ketika telah tiba waktu yang telah ditetapkan pada sesuatu tersebut. akan memberi minum tuannya dengan khamar adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib. lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Masalah ini (Qadha') banyak sekali disebut dalam AlQur'an. ketentuan tersebut disebut Qadha'. Sebagian mengatakan bahwa Qadar adalah kententaun Allah sejak zaman azali (zaman yang tak ada awalnya). berilmu manfaat dan berakhlak mulia.2 Perbedaan qodho dan qodhar Para ulama berbeda pendapat tentang perbedaan antara kedua istilah tersebut. "Adapun salah seorang di antara kamu berdua." [Yusuf : 41] Dan firman-Nya : Universitas AL-Ghifari 5 . sedangkan Qadha' adalah ketetapan Allah terhadap sesuatu pada waktu terjadi. Maka ketika Allah menetapkan sesuatu akan terjadi pada waktunya. seperti firman Allah : Artinya : Hai kedua penghuni penjara. 2.

seperti misalnya ayam akan mati pada saat apa dan dimana. Sedangkan qadar/taqdir pada manusia adalah tergantung dari pilihan manusia itu sendiri. Diminta atau tidak diminta . Sebagian ulama' ada yang membedakaan diantara dua istilah tersebut. seperti misalkan bahwa tiap makhluk yang bernyawa pasti mati. maka lahirlah bayi itu. 2. Dan sudah ada kesepakatan bahwa boleh menggunakan satu kata untuk kata yang lainnya. Sebagian Ulama' mengatakan bahwa kedua istilah tersebut mempunyai satu makna.TAKDIR MUBRAM Yaitu ketentuan yang tak akan diubah Allah. sedangkan Qadha' merupakan pelaksanaan Qadar ketika terjadi. Sebagai contoh Seperti takdirnya kelahiran bayi.2 Macam – macam takdir Allah Takdir itu terbagi menjadi dua macam yaitu : 1. ada sebab atau tidak ada sebab hukum Allah atau ketetapan Allah yang sudah dituliskan di Lauh AlMahfuzh terjadi sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan catatan bahwa kata Qadar lebih banyak disebut dan digunakan dalam Al-Qur'an dan Sunnah yang menunjukkan keharusan beriman terhadapnya rukun Iman ini. 2. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Akan tetapi yang lebih dekat tidak ada perbedaan antara Qadha' dan Qadar dari sisi artinya. Qadar/taqdir adalah rumusan-rumusan Allah yang terinci atau rinciannya. sehat atau sakit.Artinya: Dan Allah menghukum dengan keadilan. Tidak ada yang pempengaruhi bayi itu tidak lahir.TAKDIR MU’ALLAQ Universitas AL-Ghifari 6 . Sesungguhnya Allah.[ Ghafir : 20 ] Dan ayat-ayat lain yang serupa. Karena tidak ada dalil dari Kitab ( Al-Qur'an ) maupun Hadits yang membedakan diantara keduanya. kalau waktunya lahir. Satu kata menunjukkan arti kata yang lainnya. Apakah ibunya tinggal dikampung atau tinggal dikota. Qadha itu adalah rumusan-rumusan Allah secara global. Maka Qadar adalah ketentuan Allah terhadap segala sesuatu sejak zaman azali. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun.

Di catatan ini takdir manusia bisa diubah tergantung usaha manusia itu sendiri. yaitu takdir sepanjang umur. Kita sudah tahu takdir kita yang sudah berlaku sampai saat ini. Itu artinya bahwa amal baik akan menentukan takdir baik. kemudian menjadi segumpal ‘alaqah. Allah telah menetapkan takdir sepanjang hidupnya. Disini manusia ditetapkann umurnya .Yaitu ketentuan Allah yang pasti berlaku dan terjadi bagi makhluk-Nya bergantung pada sebab atau tindakan . tetapi dihubungkan dengan sebab Pinttar adalah sebuah pencapaian karena belajar Kepastian karena sebab inilah yang juga disebut dengan hukum alam . Kita tidak tahu kapan perjalanan ini akan berakhir . Universitas AL-Ghifari 7 . Takdir bodoh atau pintar adalah sebuah kepastian . memberikan motivasi kita untuk meraih yang terbaik.Ketentuan ini dituliskan dalam Lauh Al-Mahwi yang ada ditangan malaikat. Allah takdirkan orang bodoh bagi orang yang tidak mau belajar. kemudian Allah mengutus malaikat dan diperintah untuk menuliskan empat kalimat . Kita yakin bahwa Allah sudah menetapkan takdir kita secara terperinci sesuai dengan masa hidup kita. yaitu : 1. Allah maha Rahman dan Maha Rahim . maka yakinilah bahwa takdir kita pasti baik. mulai dari kelahiran sampai kematiannya . rezekinya. amalnya. Kepada malaikat itu dikatakan : Tulislah rezekinya . Takdir Umri .  Takdir manusia pada kehidupannya : Hidup ini terus berjalan bersama waktu. dan Allah takdirkan orang pintar bagi orang yang mau belajar . tetapi kita tidak tahu takdir kita yang akan datang.Ketika kita tidak tahu takdir kita yang akan datang.Kita harus yakin bahwa takdir kita adalah takdir Mu’allaq. Rasulullah bersabda : “ Sesungguhnya kejadian seorang dari kamu dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nutfah. Ketetapan takdir Allah berdasarkan masa bisa dikelompokkan menjadi 3 takdir. Keberuntungan dan musibah yang telah berlalu adalah takdir Mubram. semua yang akan terjadi mulai dari kelahiran sampai kematian sudah ditakdirkan Allah. amalnya . celaka atau bahagia. Jelasnya. ajalnya. Sebagai contoh seperti takdirnya pencapaian seseorang. karena tidak mungkin bisa diubah . Dan para ahli fisika maupun ahli matematika dan bahkan seluruh ilmuwan dalam berbagai disiplin ilmu bekerja dengan hukum ini . kemudian menjadi segumpal daging.

mengampuni dosa. ( QS . Allah juga mengatur pergantian takdir manusia secara terus menerus. Takdir Yaumi . Takdir sanawi. yang senang diganti susah. atau Lailatul Qadar. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul rasul . menyembuhkan orang sakit. dan sebagainya. Dalam kesibukan yang demikian itu . usaha memperoleh rezeki. mengabulkan orang yang berdo’a. mati. Yang dimaksud dengan segala urusan disini ialah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti : hidup. kerugian . Yang susah diganti senang. yang buruk diganti baik. Ad-Dukhan /44 : 2-5 ). dan sebagainya. yang baik diganti buruk . dan tahun tahun seterusnya. kemudian tahun berikutnya . memuliakan kaum. takdir hari esok kita Universitas AL-Ghifari 8 . keuntungan. dan sebagainya. Yaitu urusan yang besar dari sisi kami .. celaka atau bahagia.memberi rezeki. Disini manusia ditetapkan takdirnya setiap hari . yang kaya menjadi miskin. memberi orang yang meminta. Karena itulah kita tidak perlu bersedih jika saat ini mendapatkan takdir yang kurang baik . Bukhari dan Muslim ). mematikan. yang di atas diturunkan . yang miskin menjadi kaya.apa yang akan didapat pada setiap harinya . Allah berfirman . rezeki. Kemudian Allah meniupkan Ruh ke dalamnya. melapangkan orang yang terkena bencana. Para ahli tafsir menjelaskan ayat diatas sebagai berikut : Dalam kehidupan setiap waktu dan setiap hari itu. yaitu takdir tahunan Allah menetapkan takdir manusia dalam satu tahun .ajalnya. Allah menghidupkan. yaitu takdir harian. “ Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan . yang dibawah dinaikkan. amal perbuatannya.menghinakan kaum lain. Teruslah berjuang mengubah takdir harian kita! Yakinlah dengan perjuangan yang keras . membukakan kesulitan orang yang sungguh sungguh. Takdir manusia dalam satu tahun ditetapkan pada malam Qadar. 2. ibadahnya. 3. Allah menetapkan takdir manusia dalam implemetasi kehidupannya setiap hari atau dalam waktu yang sudah ditentukan. hingga tidak terbatas apa yang diperbuat oleh Allah terhadap ciptaan-Nya. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah . Disini manusia ditetapkan bagaimana kehidupannya . ( HR.

Semua takdir kita seumur hidup .orang yang beriman ( dengan orang orang kafir ) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya sebagai saksi dan Allah tidak menyukai orang orang yang Zalim. dan supaya Allah membedakan orang. Percayalah.3 Hikmah beriman kepada qodho dan qodhar Dengan mengimani qadha dan qadar. sedang kekuasaan Allah Maha Tinggi. antara lain : a) Dapat membangkitkan semangat dalam bekerja dan berusaha. Allah berfirman : “Dan hari-hari kejayaan dan kehancuran itu kami pergilirkan diantara manusia ( agar mereka mendapat pelajaran ). ( HR.Tirmidzi. c) Memberikan pelajaran kepada manusia bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta ini berjalan sesuai dengan ketentuan dan kehendak Allah SWT. kita dapat mengambil beberapa hikmah. lakukan demikian secara terus menerus . yaitu menghindari takdir dan melakukan takdir serta melakukan usaha sungguh-sungguh. Ibnu Majah dan Al. Cara mengubahnya .setiap tahun. Disamping itu . AT.Hakim). hari esok akan berubah nasib kita.akan lebih baik. karena masih ada dalam catatan malaikat. Lakukan hal yang terbaik hari ini. masa dan hari-hari itu akan berganti. Ahmad. Dan akan dikembalikan kepadanya . dan takdir kita juga akan berubah . sebagai man firman Allah SWT yang artinya :(yaitu) orang orang yang apabila di timpa Universitas AL-Ghifari 9 . karena ia yakin bahwa semua itu tudak terlepas dari takdir Allah SWT. d) Mempunyai keberanian dan ketabahan dalam setiap usaha serta tidak takut menghadapi resiko. b) Tidak membuat sombong atau takabur. e) Selalu merasa rela menerimasetiap yang terjadi pada dirinya. karena ia yakin kemampuan manusia sangat terbatas. kita bisa menolaknya dengan doa sebagai mana sabda Rasulullah Saw : “ Tidak bisa menolak Qadar kecuali doa. karena ia mengerti bahwa semua berasal dari Allah SWT. dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali kebaikan . dan setiap hari sangat mungkin bisa diubah . 2. serta memberikan dorongan untuk memperoleh kehidupan yang layak di dunia ini.

ia bersyukur. Oleh sebab itu. orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.(QS. iri hati. Juga akan mampu memelihara diri dari sikap dan perilaku tercela seperti : sombong. serta menghilangkan sikap serta perilaku tercela. qana’ah. Apabila ia mengalami kegagalan. karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah h) Memupuk sifat optimis dan giat bekerja Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Jika terkena musibah atau gagal. buruk sangka. tetapi harus diusahakan. dengki. dan optimis dalam hidup. dan pesimis dalam hidup. ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. kami semua ini pasti kembali lagi kepadaNya . Universitas AL-Ghifari 10 . g) Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung. Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar. tumbuhan. apabila mendapat keberuntungan.musibah. Kesadaran demikian dapat mendorong umat manusia (umat Islam) untuk menjadi ilmuan ilmuan yang canggih di bidangnya masing – masing .barang tambang dan gas. maka ia akan bersyukur. Orang yang betul – betul beriman kepada takdir ( umat islam yang bertakwa ) tentu akan memiliki sikap dan perilaku terpuji seperti sabar. air. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja. k) Menumbuhkan sikap dan perilaku terpuji. Ia pun merasa dirinya hebat. ia bersabar dan berusaha lagi. Sedangkan hasil – hasil penelitiannyadimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia kearah yang lebih tinggi. apabila memperoleh keberhasilan. ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa .Al Baqarah :156). Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar. karena hal tersebut merupakan ujian . Jika beruntung atau berhasil. tawakal. f) Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar Orang yang beriman kepada qadha dan qadar. hewan. kemudian mengadakan usahausaha penelitian terhadap setiap makhluk Allah seperti manusia. sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. mereka mengucapkan : bahwasanya kami ini bagi (kepunyaan) Allah. j) Menumbuhkankesadaran bahwa alam semesta dan segala isinya berjalan sesuai dengan ketentuan – ketentuan Allah swt (sunnatullah atau hokum alam ).udara. karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. i) Menenangkan jiwaOrang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya.

tempat. Allah yang menentukan segala akibat. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi di alam raya ini ada takdirnya. Kedua dimensi dimaksud ialah dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. a) Dialah Yang Awal dan Yang Akhir . Yaitu informasi Allah melalui Al Quran dan Al Hadits. a. Allah tidak terikat ruang dan waktu. jadi umat Islam tidak dapat melepaskan diri dari dua dimensi pemahaman takdir. b) Dia (Allah) telah menciptakan segala sesuatu dan sungguh telah menetapkannya (takdirnya). bagi-Nya tidak memerlukan apakah itu masa lalu. termasuk manusia. sesungguhnya itu sangat mudah bagi Allah.Yang Zhahir dan Yang Bathin. Untuk memahami konsep takdir. Secara keilmuan umat Islam dengan sederhana telah mengartikan takdir sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi.2. maupun waktunya. baik itu mengenai kadar atau ukurannya. Universitas AL-Ghifari 11 . c) Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi. Sesungguhnya itu semua telah ada dalam kitab. Dimensi Ketuhanan Dimensi ini merupakan sekumpulan ayat-ayat dalam Al Quran yang menginformasikan bahwa Allah maha kuasa menciptakan segala sesuatu termasuk menciptakan Takdir. kini atau akan datang). d) Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya e) Kalau Dia (Allah) menghendaki maka Dia memberi petunjuk kepadamu semuanya f) Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat g) Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. Takdir dalam Agama Islam : Umat Islam memahami takdir sebagai bagian dari tanda kekuasaan Tuhan yang harus diimani sebagaimana dikenal dalam Rukun Iman.4 Hubungan takdir dengan usaha manusia Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya. Penjelasan tentang takdir hanya dapat dipelajari dari informasi Tuhan.

siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Iman kepada Allah dan hari kemudian dalam arti juga beriman kepada Rasul.b. orang-orang Yahudi. atau orang-orang yang menyembah bintang atau dewa-dewa).5 Contoh takdir dalam kehidupan manusia Istilah qadha dan qadar biasa disebut juga dengan takdir. contoh : a) Terjadinya musibah bencana tsunami di Aceh pada tanggal 26 Desember tahun 2004 yang merenggut ratusan ribu korban meninggal dunia. maka mereka akan menerima ganjaran mereka di sisi Tuhan mereka. supaya Dia menguji kamu. Jadi. dan tidak juga mereka akan bersedih. tetapi malah dia yang selamat. beriman kepada qadha dan qadar dapat dikatakan pula dengan beriman kepada takdir. maka tak ada yang dapat menolaknya. dan sekalikali tak ada pelindung bagi mereka selain dia. Nasrani. Sebelum kejadian tersebut tak ada seorangpun yang mengetahuinya. tidak ada rasa takut atas mereka. malaikat. Dimensi Kemanusiaan Dimensi ini merupakan sekumpulan ayat-ayat dalam Al Quran yang meginformasikan bahwa Allah memperintahkan manusia untuk berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita dan tujuan hidup yang dipilihnya. Takdir baru dapat diketahui oleh manusia dengan kenyataan atau peristiwa yang yang telah terjadi. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. a) Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Shabiin (orang-orang yang mengikuti syariat Nabi zaman dahulu. c) Sesungguhnya orang-orang yang beriman. dan takdir. b) (Allah) Yang menjadikan mati dan hidup. b) Dalam suatu kejadian kecelakaan yang menewaskan seluruh penumpang ternyata ada seorang bayi yang selamat. dan beramal saleh. kitab suci. Menurut ukuran akal. 2. si bayi adalah makhluk yang sangat lemah dan tidak mampu mencari perlindungan. Universitas AL-Ghifari 12 . siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

f) Ketika terjadi gempa bumi ada seorang bayi yang selamat dan bayi tersebut masih hidup walau bayi tersebut terpisah dari keluarganya hal tersebut merupakan takdir. atau sehat. e) Ketika sepasang kekasih yang telah lama menjalin hubungan. kepandaian. Masih banyak sekali peristiwa yang bisa kita pahami sebagai perwujudan dari qadha dan qadar dari Allah SWT.Sementara penumpang lain yang sudah dewasa dan dapat berusaha menyelamatkan diri malah meninggal dunia. Orang sekampung memperkirakan anak tersebut kelak juga akan menjadi miskin seperti orang tuanya. sehingga dia menjadi orang yang kaya. (QS. Firman Allah SWT : Artinya : “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Contoh-contoh di atas hanyalah merupakan bagian kecil ari peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan takdir Allah SWT. Demikianlah ketetapan (takdir) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. ketika akan melanjutkan ke jenjang pernikahan tiba-tiba acara yang diharapkan gagal dan mereka berpisah hal tersebut merupakan takdir yang tidak bisa ditolak oleh siapa pun. d) Takdir mu’allaq antara lain adalah kekayaan. orang beriman harus meyakini dengan sepenuh hati akan adanya qadha dan qadar. kaya. Yasin : 38) Dalam surat Al-Hadid ayat 22. Allah juga berfirman : Universitas AL-Ghifari 13 . setelah anak tersebut dewasa ternyata menjadi orang yang pandai berdagang. Namun. Namun dari berbagai contoh di atas menunjukkan bahwa qadha dan qadar Allah SWT akan tetap berlaku kepada setiap makhluk-Nya. Untuk menjadi pandai. seseorang tidak boleh hanya duduk berpangku tangan menunggu datangnya takdir tapi ia harus mengambil peran dan berusaha. dan kesehatan. Oleh karena itu. c) Ada seorang yang dilahirkan dari keluarga yang sangat miskin.

melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul mahfuzh) sebelum kami menciptakannya.” (QS.Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. al-Hadid 22) Universitas AL-Ghifari 14 .

dapat menjauhkan diri dari sifat takabur dan sombong. yakni penetapan Allah yang tidak berubah-ubah. Karena merupakan salah satu rukun iman dalam ajaran islam. tidak sombong . Dalam ilmu kalam. serta sabar dalam menerima ujian dan musibah.2 Saran Sebagai makhluk hidup di muka bumi kita harus beriman terhadap qodho dan qadar dalam kehidupan sehari – hari. istilah Qadar disamakan dengan Qadha. segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT. Universitas AL-Ghifari 15 . Jadi.1 Kesimpulan Dari pembahsan diatas kita dapat menyimpulkan : a) Beriman kepada qadha dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT.BAB III PENUTUP 3. tempatnya maupun waktunya. pengertian Qadar adalah ketetapan atau ketentuan Tuhan sejak azali dan tidak ada satu makhluk pun yang dapat merubahnya. e) Hikmah beriman kepada qadha dan qadar dapat menghasilkan kebaikan untuk diri kita sebagai contohnya dapat membangkitkan semangat dalam bekerja dan berusaha . d) Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya baik itu mengenai kadar atau ukurannya. di mana manusia tidak mampu merubahnya. b) Menurut istilah. 3. Oleh karena itu sebagai manusia kita harus beriman rukun iman yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dengan beriman kepada qodho dan qadar kita akan mendapatkan hikmah yang berarti dan berguna dalam kehidupan kita. c) Orang yang beriman kepada qadha dan qadar salah satu diantaranya dia bersifat optimis . Dengan kata lain Pengertian Qadar merupakan undang-undang. pantang menyerah .

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya maka sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan pembahasan Qodho dan Qodar Allah untuk memenuhi salah satu nilai mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Dalam pembuatan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini khususnya kepada teman-teman dan dosen pembimbing. Subang November 2013 Penyusun i Universitas AL-Ghifari 16 . Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembacanya. Dalam penulisan makalah ini. penulis merasa banyak kekurangan baik secara teknik penulisan maupun materi mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis.

DAFTAR PUSTAKA Al-Jauziyah.com/2008/iman-kepada-qadha-dan-qadar/ http: //qada_qadar.com Universitas AL-Ghifari 17 . Qadha dan Qadar Ulasan Tuntas Masalah Takdir.id/blog/rakhma/2010/02/07/nasib-dan-taqdir/ http://www.ac.gunadarma.dakwatuna.Ibnu Qayyim.com/2010/06/15/faham-qadariyah/diakses http://nustaffsite.makalah.wordpress. (2006). Jakarta: Pustaka Azzam http://khofif.

.................. 1 Latar Belakang ........................... 1 Rumusan Masalah ...............................................................5 Contoh takdir dalam kehidupan manusia ............................................................................................................................................................. 12 BAB III PENUTUP .................................................................................................................................................................................. 2 BAB II PEMBAHASAN ...................................1 Pengertian qodho dan qodar ...........................................................................................................................................................................................................3 Hikmah Beriman Kepada qodho dan qodar ......................................................................................DAFTAR ISI Kata pengantar ..... 5 2.....................................................................................................2 Saran .............................1............................................................................1 Pengertian dan perbedaan qodho dan qodar Allah .................................. 3 2....... 6 2..................................................1 Kesimpulan........................... 15 3.....................................................................ii BAB I PENDAHULUAN ...................................... 15 3....... 2 Tujuan Pembuatan Makalah ............................ 9 2.......................... 3 2........................................................................4 Hubungan takdir dengan usaha manusia .......................................................................................................................2 Perbedaan qodho dan qodar ...............................................................................1.................................................................. ii Universitas AL-Ghifari 18 ............................................. 3 2................................................2 Macam – macam takdir Allah .................................. 15 DAFTAR PUSTAKA ... 11 2.......................................................................... i Daftar isi......................

Nama Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam Nama Dosen : Nuhrodin .. Pd. CISARANTEN KULON NO. 140 BANDUNG Universitas AL-Ghifari 19 . Ag. Di susun oleh : Kelompok 4 Ketua Anggota : Dewi Susanti : Cucu Solihat I Lia Fitri Yana Yudiana UNIVERSITAS AL . M.GHIFARI FAKULTAS MIPA PROGRAM STUDI FARMASI JL. M. S.

Universitas AL-Ghifari 20 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful