P. 1
Sejarah Pascal 2

Sejarah Pascal 2

|Views: 3,713|Likes:
Published by dedent

More info:

Published by: dedent on Sep 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN 1.

SEJARAH PASCAL Pascal merupakan pengembangan dari bahasa ALGOL 60, bahasa pemrograman untuk sains komputasi. Tahun 1960, beberapa ahli komputer bekerja untuk mengembangkan bahasa ALGOL, salah satunya adalah Dr. Niklaus Wirth dari Swiss Federal Institute of Technology (ETH-Zurich), yang merupakan anggota grup yang membuat ALGOL. Tahun 1971, dia menerbitkan suatu spesifikasi untuk highlystructured language (bahasa tinggi yang terstruktur) yang menyerupai ALGOL. Dia menamainya dengan PASCAL (seorang filsuf dan ahli matematika dari Perancis) Pascal bersifat data oriented, yaitu programmer diberi keleluasaan untuk mendefinisikan data sendiri. Pascal juga merupakan teaching language (banyak dipakai untuk pengajaran tentang konsep pemrograman). Kelebihan yang lain adalah penulisan kode Pascal yang luwes, tidak seperti misalnya FORTRAN, yang memerlukan programmer untuk menulis kode dengan format tertentu. Bentuk dasar program_Pascal_adalah_seperti_berikut: program TITLE ; begin pernyataan; pernyataan ; end. 2. CIRI – CIRI PASCAL Sebagai bahasa terstruktur, PASCAL mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Berurutan Susunan dari kode-kode dalam teks Pascal harus ditulis secara urut dari atas, pernyataan-pernyataan yang ditulis lebih awal akan dieksekusi lebih dahulu. Oleh karena itu, suatu pernyataan yang menyangkut suatu variabel di dalam program, maka variable itu harus terdefinisi dahulu sebelumnya. Hal ini terutama menyangkut pada pemanggilan sub-program oleh sub-program yang lain. Bisa dibaca lebih lanjut pada bagian sub-program.

1

2. Blok dengan batas-batas yang jelas.Pascal memberikan pembatas yang jelas pada tiap-tiap blok, seperti pada blok program utama, sub-program, struktur kontrol (pengulangan/ pemilihan), dll. Pemakaian kata kunci begin untuk mengawali operasi pada blok dan end untuk menutupnya memudahkan programmer menyusun programnya dengan mudah. Seperti_contoh: If X>0 then begin Write ( ‘ bilangan positif’); Writeln ( ‘ program selesai’); end; 3. Satu pintu masuk dan satu pintu keluar pada blok pemilihan dan pengulangan. Contoh di atas juga mengilustrasikan pintu masuk tunggal pada suatu blok pemilihan yaitu suatu test logika X>0, dengan pintu keluaran yang satu pula (satu disini maksudnya bukan dua baris perintah output tapi suatu paket perintah yang dirangkai dengan begin .. end.3. Bakuan PASCALDibakukan oleh ISO pada tahun 1983 dan dikembangkan dalam beberapa versi, diantaranya: USCD PASCAL, MS PASCAL, TURBO PASCAL dll. Dengan semakin berkembangnya teknologi dalam komputasi, Pascal dimanfaatkan untuk pengembangan DELPHI (berasal dari nama suatu kota di masa Yunani kuno), suatu bahasa pemrograman visual yang menonjolkan pada efek grafis dan orientasi pada objek-objek yang siap dipakai, karena memiliki Visual Component_Library(VCL). 4_.Struktur_Bahasa_PASCAL. 2.1 Secara umum Pascal mempunyai struktur sebagai berikut: 1. Bagian Judul Program 2. Bagian Deklarasi. a. Deklarasi tipe data (TYPE) b. Deklarasi variabel (VAR) c. Deklarasi konstanta (CONST) d. Deklarasi label (LABEL)

2

e. Deklarasi sub-program (PROCEDURE dan FUNCTION) 3. Bagian_Program_Utama_Perintah-perintah. Teks Pascal setidaknya memiliki bagian Judul Program, bagian Deklarasi, dan Bagian Program Utama yang berupa perintah-perintah. Sedangkan untuk bagian deklarasi menyesuaikan dengan isi dari program itu sendiri. Contoh_: program TAMBAH_00; { Menjumlahkan dua bilangan yang nilainya diberikan dalam perintah} Var X, Y, Z: integer; { Deklarasi variabel X,Y dan Z sebagai bilangan bulat } BEGIN { Program Utama Mulai }X := 50; { Perintah memberikan nilai 50 pada var. X }Y := 25; { Perintah memberikan nilai 25 pada var. Y }Z := X + Y; { Perintah menjumlahkan X dan Y serta menyimpan hasilnya ke Z} END. {Akhir_Program_Utama} Pada contoh ini nilai X dan Y tidak bisa sembarang, karena didefiniskan tertentu. Agar nilai X dan Y bisa bebas ditentukan, nilai X dan Y dibaca dari default input. program TAMBAH_01; { Menjumlahlan dua buah bilangan yang dibaca dari default input } Var X, Y, Z: integer; { Deklarasi variabel X,Y dan Z sebagai bilangan bulat } BEGIN { Program Utama Mulai }read(X); { Membaca nilai X lewat key-board }read(Y); { Membaca nilai Y lewat key-board }Z := X + Y; { Menjumlahkan X dan Y serta menyimpan hasilnya ke Z }write(Z); { Menyajikan Z ke layar monitor }

3

END. { Akhir Program Utama } 3. DASAR BAHASA PASCAL Unsur-unsur PemPrograman : a. Mendapatkan data dengan membaca data dari default input (key board, file atau sumber data lainnya). b. Menyimpan data ke dalam memori dengan struktur data yang sesuai, c. Memproses data dengan instruksi yang tepat.d. Menyajikan atau mengirimkan hasil olahan data ke default output (monitor, file atau tujuan lainnya). Dalam mengolah data diperlukan pengelolaan instruksi terstruktur: a. Beberapa instruksi dikelompokkan dalam satu blok atau model yang mengerjakan tugas tertentu. b. Beberapa perintah dilaksanakan dengan persyaratan tertentu. c. Beberapa perintah dilaksanakan berulang dengan jumlah pengulangan tertentu. Identifier Digunakan untuk nama: Program, Sub-program (procedure dan function), nama: Variable, Constant, Type, Label.Nama-nama ini digunakan untuk pemakaian dan pemanggilan dalam program. Ketentuan penulisan identifiera. Nama identifier harus dimulai dengan karakter huruf alphabet : a. A sampai Z atau karakter ‘_’ (underscore - garis bawah) b. Karakter berikutnya boleh karakter numerik (0 .. 9) atau kombinasi alphanumerik (huruf-numerik). c. Panjang nama, pada berbagai versi Pascal umumnya antara 32 - 63. d. Tidak boleh menggunakan karakter istimewa: + - * / \ = < > [ ] . , ; : ( ) ^ @ { } $ # ~ ! % & ` ” ‘ dan ?. Contoh penulisan: Penulisan yang benar:

4

X _PQR Beta Sudut_Alpha luasLingkaran; Penulisan yang salah: 3D sisi-Kanan B# 4. JENIS IDENTIFIER A. dentifier umum Merupakan identifier yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram. Pemrogram mempunyai kebebasan untuk menentukan nama identifiernya, dengan syarat nama tersebut tidak sama dengan identifier standar dan reserved word yang akan dibahas lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah kesalahan yang bisa timbul akibat tumpang tindih identifier dalam program. B dentifier Standar (Baku)Merupakan identifier yang didefinisikan oleh pembuat kompiler Pascal. Biasanya pembuat kompiler menyediakan suatu library yang sudah ada didalam kompiler. Library berisi berbagai procedure, fungsi atau unit yang sudah siap pakai. Misalnya Turbo Pascal Windows 1.5 memiliki suatu unit untuk memproses output yaitu wincrt, gotoxy, yang dengan mudah bisa dipakai oleh programmer di dalam menuliskan kode-kode programnya. Dinamai Identifier Standar karena suatu kompiler tidak harus memilikinya, masing-masing kompiler dimungkinkan mempunyai identifier yang berbeda untuk suatu tugas yang hampir sama. Misalnya Turbo Pascal versi DOS menggunakan crt untuk melakukan fungsi yang sama dengan wincrt (TPW 1.5). Beberapa Identifier Standar yang dimiliki oleh kompiler-kompiler_Pascal_antara_lain: Abs, arctan, Boolean, char, cos, dispose, eof eoln, exp, false, input, integer, ln, maxint, new, odd, ord, output, pack, page, pred, read, readln, real, reset, rewrite, round,sin,sqr,sqrt,succ,text,true,trunk,write,writeln. C dentifier “reserved word”, yaitu yang sudah didefinisikan dan digunakan oleh bahasa PASCAL sendiri (Kita tidak bisa menamai identifier kita dengan ini). and array begin case const div do downto else end file for forward function goto if in label mod nil not of or packed procedure program record repeat set then to type until var while with.

5

4.1. Deklarasi Variable: Mendeklarasikan varibel adalah: a Memberikan nama variabel sebagai identitas pengenal. b.Menentukan tipe data variable Contoh_deklarasi_variabel: var K : integer;R : real; C:char; T:boolean; Beberapa var i, j, k : integer; {Variabel i, j dan k sebagai integer} namaMHS, alamatMHS : char; {Nama dan alamat mahasiswa } 4.2. Deklarasi Konstanta: Mendeklarasikan konstanta adalah: a. Memberikan nama konstanta sebagai identitas pengenal. b.Menentukan nilai konstanta Contoh_deklarasi_konstanta: const MaximumSize = 100; {integer }ExitCommand = ‘Q’; {char } 5. TIPE DATA Tipe data yang disediakan oleh PASCAL meliputi: 1 Tipe Data Sederhana merupakan dasar yang sering dipakai oleh program, meliputi: integer (bilangan bulat), real (bilangan pecahan), char (alphanumerik dan tanda baca), identifier yang sejenis bisa dideklarasikan bersamaan.

6

dan boolean (logika). Untuk data integer dan real masing-masing terbagi menjadi beberapa kategoria. Bilangan Integer merupakan berupa bilangan bulat, terbagi atas beberapa kategori seperti terlihat dalam tabel 1. tabel 1 menunjukkan jenis data, ukuran_dalam_memori_dan_rentang_nilainya. Table_1. Tipe_Data_Bilangan_Integer Tipe_Data Ukuran_Tempat Rentang_Nilai Byte 1 0 Shortint 1 -28 integer 2 -32768 Word 2 0 Longint 4 2147483648 s/d bytes 2147483647 s/d bytes 65535 s/d bytes 32767 s/d byte +127 s/d byte +255

Contoh bilangan integer adalah: 34 6458 -90 0 1112 Penggolongan tipe data integer tersebut dimaksudkan untuk membatasi alokasi memori yang dibutuhkan misalkan untuk suatu perhitungan dari suatu variabel bilangan diperkirakan nilai maksimumnya 32767 kita cukup mendeklarasikan variabel bilangan sebagai integer (2 byte), daripada sebagai longint(4 byte). Di dalam kompilernya, Pascal menyediakan konstanta untuk bilangan Integer yaitu: MaxInt and MaxLongInt, pemrogram bisa

7

menggunakannya contoh:

di

dalam

programnya

tanpa

harus

terlebih

dahulu

mendefinisikannya.-MaxInt bernilai 32.767-MaxLongint bernilai 2.147.483.647. Program display_maxint; uses crt; begin writeln (maxint) end. Hasilnya:32.767 b. Bilangan real atau nyata merupakan jenis bilangan pecahan, dapat dituliskan secara biasa atau model scientific . Contoh bilangan real: 34.265 -3.55 0.0 35.997E+11, dimana E merupakan simbol perpangkatan 10. Jadi 452.13 mempunyai nilai sama dengan 4.5213e2. Penggolongan tipe data bilangan real dapat dilihat pada tabel 2. Table_2. Bilangan_Real Tipe_Data Ukuran_Tempat Rentang_Nilai real 6 bytes 2.9 x 10-39 s/d 1.7 x1038 single 4 bytes 1.5 x 1045 s/d 3.4 x 1038 double 8 bytes 5.0 x 10-324 s/d 1.7 x 10308 extended 10 bytes

8

3.4 x 10-4932 s/d 1.1 x 104932 comp 8 bytes -9.2x 1018 s/d 9.2x 1018 c. Chartipe data ini menyimpan karakter yang diketikkan dari keyboard, memiliki 266 macam yang terdapat dalam tabel ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Contoh: ‘a’ ‘B’ ‘+’, dsb. Yang perlu diingat bahwa dalam menuliskannya harus dengan memakai tanda kutip tunggal. Jenis data ini memerlukan alokasi_memory_1(satu)_byte_untuk_masing-masing_data . 6. Reserved Word/Kata Cadangan merupakan kata2 yg telah didefinisikan oleh turbo pascal. Contoh : Program Begin, End, Var, Const dll Ex : Program perkenalanpascal; Uses crt; Begin Writeln(‘Pertemuan 2’); Writeln(‘Pascal ’); Write(‘Pertemuan 2 ’); Write(‘Pascal ’); Readln; End. Ex : Program perkenalan2;

9

Uses crt; Const Nama=’nama msg2’; Kelas=’kelas msg2’; Var kampus:string; Begin Clrscr; Writeln(‘Lokasi Kampus Anda :’);readln(kampus); Readln End. Latihan !! Program latihan; Uses crt; Const kampus=’MARGONDA’; Var nama : string[20]; kelas : string;

10

Begin Clrscr; Write(‘NAMA :’);readln(nama); Write(‘KELAS :’);readln(kelas); Writeln(‘Lokasi Kampus Anda :’,kampus); Readln End. Contoh Program Listing Programnya Uses Crt; Begin WriteLn( ‘Saya’ ); Write( ‘Belajar’ ); WriteLn( ‘Turbo’ ); Write( ‘Pascal’ ); Write( ‘Versi 7.0’ ); End. Tekan Ctrl F9 untuk ekseskusi program Tekan F5 untuk melihat hasilnya

11

Hasilnya : Saya BelajarTurbo Pascal Versi 7.0 7. Statemen-Statemen pada Pemrograman Pascall 7.1. Reserved Word Reserved Word adalah kata-kata baku yang digunakan dalam program dan sudah terintergrated dalam pascal dan juga mempunyai bentuk serta kegunaan tertentu yang telah didefinisikan oleh Pascal. Reserved Word tidak boleh didefinisikan kembali oleh pemakai, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pengenal (Identifier). Dalam bahasa pemrograman Pascal, beberapa Reserved Word dalam Pascal antara lain :

Selain dari Reserved Word di atas, Turbo Pascal masih memiliki tambahan Reserved Word berikut: 7.2. Beberapa Statemen Turbo Pascal

12

Statemen adalah perintah untuk pengerjaan program pascal. Statemen terletak di bagian deklarasi statemen dengan diawali oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata cadangan END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;]. Statemen statemen dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai perintah standar Turbo Pascal.

8 . Statemen-statemen yang digunakan untuk input/output. # Read/Readln [prosedur]. Perintah ini digunakan untuk memasukkan [input] data lewat keyboard ke dalam suatu variabel. Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu diakhiri dengan titik koma [;]) Keterangan : x = variabel. Read = pada statemen ini posisi kursor tidak pindah ke baris selanjutnya. Readln = pada statemen ini posisi kursor akan pindah ke baris selanjutnya setelah di input. # ReadKey [fungsi]. Untuk pembacaan sebuah karakter dari keyboard. Tipe data yang dihasilkan adalah char.

13

Sintaks: ReadKey; # Write/Writeln [prosedur]. Digunakan untuk menampilkan isi dari suatu nilai variable di layar. Sintaks: Write/Writeln(x); Keterangan : x = variabel. Write/Writeln= statement ini digunakan untuk mencetak variable ke dalam monitor Contoh : Program input; Uses Crt; Var nm : String; npm : String; Begin Clrscr; Writeln ('masukkan nama dan NPM '); Writeln ('------------------------------'); Write ('nama anda : '); Readln (nm); Writeln ('NPM anda : '); Readln (npm); End. Bila dijalankan hasilnya adalah: masukkan nama dan NPM -----------------------------nama anda : ( di input ) NPM anda : ( di input ) 2. Statemen-statemen yang digunakan untuk pengaturan letak layar.

14

# ClrScr [prosedur]. Perintah ini digunakan untuk membersihkan layar. sintaks: ClrScr; [Clear screen] # GotoXY[prosedur]. Untuk menempatkan posisi kursor pada layar. Sintaks: GotoXY(X, Y: Byte); Keterangan : X = sumbu X (posisi horisontal) Y = sumbu Y (posisi vertikal) # DelLine [prosedur]. Untuk menghapus sebuah baris pada posisi kursor dan menaikkan baris-baris dibawahnya. Sintaks: DelLine; # InsLine [prosedur]. Untuk menyisipkan sebuah baris pada posisi kursor dan menggeser kebawah tampilan-tampilan baris dibawahnya. Sintaks: InsLine; # Delay [prosedur]. Untuk menghentikan sejenak proses program. Sintaks: Delay (MS: Word);

15

Keterangan : variable MS = ukuran waktu dalam milisecond. Contoh : Program Layar; Uses Crt; Var x : Char; Begin ClrScr; GotoXY(35,10);Writeln (‘I Love Dinda'); Write (tunggu sebentar...!!'); Delay (5000); InsLine; GotoXY (35,11);Writeln ('Bayi sehatku'); GotoXY(01,13);Writeln ('Tekan Enter !'); Delay(1000); GotoXY(15,12); DelLine; Read(x); End. Hasilnya adalah : I Love Dinda Bayi sehatku tunggu sebentar...!! Tekan Enter ! 3. Statemen yang digunakan untuk memanipulasi string. # ConCat[fungsi]. Untuk menggabungkan 2 atau beberapa variabel string. Sintaks: ConCat (s1 [,s2,...,sn]: String) : String; contoh: ConCat ('ABC','DEF') { ABCDEF }

16

# Copy [fungsi]. Mengambil satu atau beberapa karakter dari sebuah string. Sintaks: Copy (S,Index,Count) : String; Keterangan : S = sebuah string (string). Index = posisi awal kita akan mengambil beberapa karakter (integer) Count = banyaknya karakter yang akan diambil (integer). # Delete [prosedur]. Menghapus sebagian karakter dari sebuah string. Sintaks: Delete (S,Index,Count); Keterangan : sama dengan statemen Copy. # Insert [prosedur]. Menyisipkan satu atau beberapa karakter ke dalam sebuah string. Sintaks: Insert (Source,var S,Index); Keterangan : Source = sumber string untuk disisipi (string) var S = string tujuan yang akan disisipi oleh string Source (string) Index = posisi mulai (integer). # Length [fungsi]. Memberikan nilai panjang dari suatu string (jumlah karakter dalam string).

17

Sintaks: Length (S); Keterangan : S = string Length(S) menghasilkan nilai integer. # Pos [fungsi]. Mencari posisi sebuah bagian string (substring) didalam sebuah string. Sintaks: Pos (Substr,S); {menghasilkan nilai Byte} Keterangan : Substr = substring yang akan dicari posisinya di dalam sebuah string S. Bila bernilai 0 berarti nilai string yang dicari tidak ada. # Str [prosedur]. Merubah nilai numerik ke dalam nilai string. Sintaks: Str (N,S); Keterangan : N = data tipe integer, S = data tipe string. # Val [prosedur]. Merubah nilai string ke dalam nilai numerik. Sintaks: Val (S,N,P); Keterangan : S = nilai string,

18

N = nilai real, P = posisi salah. Nilai string harus berisi angka, plus atau minus, bila tidak berarti kesalahan dan letak kesalahannya ditunjukkan oleh variabel posisi salah. Jika benar, maka nilai variabel tsb = 0 (nol). # UpCase [fungsi]. Memberikan huruf kapital dari argumen. Sintaks: UpCase (S); Keterangan : S = variabel bertipe karakter. Contoh : Program Man_String; Uses Crt; Var s : String; l : Integer; h : String; Const a='Dinda'; b='Bayi '; c='Sehatku'; Begin ClrScr; s:= ConCat (a,b,c); Writeln (s); Insert (' & ',s,6); Writeln(s); Delete (s,7,7); Writeln (s);

19

h:=Copy (s,1,5); Writeln (h); l:= Length(s); Writeln ('Panjangnya string S : ',l); Writeln ('Posisi "Sehat" pada nilai S : ',POS('Sehat',s)); END. Hasilnya adalah : DindaBayiSehatku Dinda & Bayi Sehatku Dinda Sehatku Dinda Panjangnya string S : 16 Posisi "Sehat" pada nilai S : 7 4. Statemen-statemen untuk perhitungan aritmatik. # Abs [fungsi]. Memberikan nilai mutlak dari suatu argumen. Sintaks: ABS(x); # ArcTan[fungsi]. Memberikan nilai dari fungsi arctangent dari perhitungan goniometri. Sintaks: ArcTan (x); dimana x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan nilai bertipe real. # Cos [fungsi].

20

Memberikan nilai dari fungsi Cosinus. Sintaks: Cos (x); # Exp [fungsi]. Menghitung nilai pangkat dari bilangan e (bilangan alam), yaitu sebesar x. Sintaks: Exp (x); x dapat bertipe real atau integer dan akan menghasilkan nilai bertipe real. # Frac [fungsi]. Untuk mendapatkan nilai pecahan dari suatu bilangan. Sintaks: Frac (x); Tipe dari x sama seperti yang diatas. # Int [fungsi]. Memberikan nilai integer (bilangan bulat) dari suatu variabel dengan membuang bilangan di belakang koma. Sintaks: Int (X); # Ln [fungsi]. Digunakan untuk menghitung nilai logaritma alam (natural logarithm) dari nilai x. Sintaks: Ln (x); # Sin [fungsi]. Memberikan nilai dari fungsi Sinus. Sintaks: Sin (x);

21

# Sqr [fungsi]. Digunakan untuk menghitung nilai pangkat kuadrat dari suatu bilangan. Sintaks: Sqr (x); Tipe dari x bisa berupa real maupun integer. Dan hasilnya akan sama dengan tipe dari x. # Sqrt (fungsi). Digunakan untuk menghitung nilai akar dari suatu bilangan. Sintaks: Sqrt (x); Contoh : Program Aritmatik; Uses Crt; Var x : Real; Begin Clrscr; Write('Masukkan nilai dari X = '); Readln (x); If x <0 Then x:=Abs (x); Writeln('Nilai X = ',x:5:2); Writeln ('Nilai eksponentialnya = ',EXP(x):9:3); Writeln ('Nilai logaritma alamnya = ',LN(x):9:3); Writeln ('Nilai integernya = ',INT(x):5:2); Writeln ('Nilai fraksionalnya = ',FRAC(x):5:2); Writeln ('Nilai X dipangkatkan = ',SQRT(x):9:3); Writeln ('Nilai X diakarkan = ',SQRT(x):9:3); Write('Nilai X jika dimasukkan dalam '); Writeln('fungsi Sin,Cos,Tangen: ');

22

Writeln('- Sinus = ',Sin(x):9:3); Writeln('- Cosinus = ',Cos(x):9:3); Writeln('- Tangen = ',ArcTan(x):9:3); End. Hasilnya : masukkan nilai dari X = -2.5 Nilai X = 2.50 Nilai eksponensialnya = 12,182 Nilai logarima alamnya = 0,196 Nilai integernya = 2.00 Nilai fraksionalnya = 0.50 Nilai X dipangkatkan = 6.250 Nilai X diakarkan = 1.581 Nilai X jika dimasukkan dalam fungsi Sin,Cos,Tangen: - Sinus = 0.598 - Cosinus = -0.801 - Tangen = 1.190 5. Statemen-statemen untuk transfer nilai dari suatu variabel. # Chr [fungsi]. Merubah nilai dari byte ke bentuk karakter yang sesuai dengan kode ASCII. Sintaks: Chr (x); Keterangan : x bertipe byte contoh : Writeln (Chr (61));

23

hasilnya : a # Ord [fungsi]. Merubah nilai suatu variabel dari bentuk karakter ke bentuk longint. Sintaks: Ord (x); Keterangan : x bertipe char contoh : Writeln(Ord ('B')); hasilnya : 42 # Round [fungsi]. Membulatkan data tipe real ke data tipe longint. Sintaks: Round (x); Keterangan : Jika nilai pecahan < 0,5 maka dibulatkan kebawah. Jika nilai pecahan > 0,5 maka dibulatkan keatas. contoh : Writeln('10/3 dibulatkan = ',Round(10/3)); hasilnya : 10/3 dibulatkan = 3 # TRUNC [fungsi]. Membulatkan kebawah data tipe real ke data tipe longint. Sintaks: Trunc (x); contoh :

24

Writeln('20/3 dibulatkan kebawah = ',Trunc (20/3)); hasilnya : 20/3 dibulatkan kebawah = 6 6. Statemen-statemen untuk memanipulasi data. # Pred [fungsi]. Memberikan nilai sebelum nilai argumen dalam urutannya dalam ASCII. Sintaks: Pred (x); # Succ [fungsi]. Memberikan nilai sesudah nilai argumen dalam urutannya dalam ASCII. Sintaks: Succ (x); # Inc[fungsi]. Menambah (increments) nilai suatu variabel. Sintaks: Inc (x,i); {i >= 1} # Dec [fungsi]. Mengurangi (decrements) nilai suatu variabel. Sintaks: DEC(x,i); {i >=1} Contoh : Progam Man_Data; Uses Crt; Type hari = (hr0,hr1,hr2,hr3,hr4,hr5,hr6,hr7) Var urutanhr : hari;

25

Const namahr : Array [hr1..hr7] of String [6]= ('Senin','Selasa','Rabu','Kamis', 'Jumat','Sabtu','Minggu'); Begin Writeln('Daftar Nama Hari); urutanhr := hr0; While Urutanhr < hr7 DO Begin urutanhr := Succ(urutanhr); Write('hari ke ',Ord(Urutanhr):2,' adalah '); Writeln(namahr[urutanhr]); End; End. hasilnya adalah : Daftar Nama Hari hari ke 1 adalah Senin hari ke 2 adalah Selasa hari ke 3 adalah Rabu hari ke 4 adalah Kamis hari ke 5 adalah Jumat hari ke 6 adalah Sabtu hari ke 7 adalah Minggu 7. Statemen-statemen tambahan (warna,suara dan window). # TextColor [prosedur]. Untuk mengatur warna dari karakter-karakter di layar. Sintaks: TextColor (color : Byte);

26

Catatan : untuk pilihan warna lihat pada buku Turbo Pascal yang anda miliki. Daftar TextColor : (2) Hijau Muda (3) Hijau pupus (4) Merah (5) Ungu Tua (6) Kuning (7) Putih (8) Biru Tua (9) Biru Cerah (10) Hijau Muda (12) Merah Muda (13) Ungu Cerah (14) Kuning Muda (15) Ungu Pupus (16) Hitam Daftar TextColor dengan Blink : (17) Biru Tua (18) Hijau Muda (19) Hijau Pupus (20) Merah (21) Ungu Tua # TextBackGround [prosedur]. Untuk mengatur warna latar belakang dari karakter-karakter di layar. Sintaks: TextBackGround (Color : Byte); # Window [prosedur]. Untuk membuat suatu jendela (window) yang terletak pada layar. Sintaks: Window (x1,x2,y1,y2 : Byte); x1,x2 = kordinat kiri atas dengan nilai maksimal sesuai dengan mode layar. y1,y2 = kordinat kanan bawah dengan nilai maksimal sesuai dengan mode layar. # TextMode [prosedur]. Untuk mengatur lebar layar, 80 kolom atau 40 kolom. Sintaks: TextMode(Mode: Byte); Default = C80

27

# Sound [prosedur]. Untuk mengaktifkan suara (beep) pada internal speaker. Sintaks: Sound (Hz : word); Untuk mengnonaktifkannya, gunakan statemen NoSound. Contoh : Program Layar2; Uses Crt; Begin ClrScr; Window (5,5,20,75); TextBackGround(Red); anda juga bisa menggunakan angka (4) TextColor(Yellow); Sound (220); GotoXY(10,7); Writeln('I Love Dinda'); GotoXY(11,7); Writeln('Bayi Sehatku'); NoSound; End.

28

29

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->