P. 1
METODE SOSIODRAMA

METODE SOSIODRAMA

|Views: 196|Likes:

More info:

Published by: Neng Rurry Qonita Salsabila on Dec 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

A. KONSEP SOSIO DRAMA/BERMAIN PERAN 1. Pengertian sosio drama/Bermain peran.

Metode sosiodrama dan bermain peranan merupakan dua buah metode mengajar yang mengandung pengertian yang dapat dikatakan sama dan karenanya dalam pelaksanaan sering disilih gantikan. Istilah sosiodrama berasal dari kata sosio = sosial dan drama. Kata drama adalah suatu kejadian atau peristiwa dalarn kehidupan manusia yang mengandung konflik kejiwaan, pergolakan, clash atau benturan antara dua orang atau lebih. Sedangkan bermain peranan berarti memegang fungsi sebagai orang yang dimainkannya, misalnya berperan sebagai Lurah, penjudi, nenek tua renta dan sebagainya. Sosiodrama dimaksudkan adalah suatu cara mengajar dengan jalan mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan sosial Pada metode bermain peranan, titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Kedua istilah ini (sosiodrama dan bermain peranan), kadang-kadang juga disebut metode dramatisasi. Hanya bedanya kedua metode tersebut tidak disiapkan terlebih dahulu naskahnya. Kedua metode tersebut biasanya disingkat menjadi metode “sosiodrama” yang merupakan metode mengajar dengan cara mempertunjukkan kepada siswa tentang masalah-masalah hubungan sosial, untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Masalah hubungan sosial tersebut didramatisasikan oleh siswa dibawah pimpinan guru, Melalui metode ini guru ingin mengajarkan cara-cara bertingkah laku dalam hubungan antara sesama manusia. 2. Penggunaan sosio drama/ bermain peran dalam pembelajaran. Peranan sosiodrama dapat digunakan apabila: 1. Pelajaran dimaksudkan untuk melatih dan menanamkan pengertian dan perasaan seseorang. 2. Pelajaran dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial dan rasa tanggung jawab dalam memikul amanah yang telah dipercayakan. 3. Jika mengharapkan partisipasi kolektif dalam mengambil suatu keputusan 4. Apabila dimaksudkan untuk mendapatkan ketrampilan tertentu sehingga diharapkan siswa mendapatkan bekal pengalaman yang berharga, setelah mereka terjun dalam masyarakat kelak 5. Dapat menghilangkan malu, dimana bagi siswa yang tadinya mempunyai sifat malu dan takut dalam berhadapan dengan sesamanya dan masyarakat dapat berangsur-angsur hilang, menjadi terbiasa dan terbuka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya 6. Untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa sehingga amat berguna bagi kehidupannya dan masa depannya kelak, terutama yag berbakat bermain drama, lakon film dan sebagainya. Bila metode ini dikendalikan dengan cekatan oleh guru, banyak manfaat yang dapat dipetik, sebagai metode cara ini : 1. Dapat mempertinggi perhatian siswa melalui adegan-adegan, hal mana tidak selalu terjadi dalam metode ceramah atau diskusi. 2. Siswa tidak saja mengerti persoalan sosial psikologis, tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain bila berhubungan dengan sesama manusia, seperti halnya penonton film atau sandiwara, yang ikut hanyut dalam suasana film seperti, ikut menangis pada adegan sedih, rasa marah, emosi, gembira dan lain sebagainya.

serta pentingnya bagi siswa. Guru menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan sosiodrama dan bermain peranan melalui peranan yang harus siswa lakukan/mainkan 4. Penjelasan tersebut meliputi latar belakang dan karakter-karakter dasar melalui tulisan atau penjelasan lisan. dan posisi-posisi dasar yang diambil oleh pelaku khusus. Siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain. Saran-saran yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan metode ini: 1. yang dilibatkan. hindari tipe yang sama pada waktu merancang pemeran supaya tidak terjadi gangguan hak pribadi secara psikologis dan merasa aman. b. kemudian diadakan uji coba terlebih dahulu. Peserta bersangkutan diberi . baik sebagai partisipasi aktif maupun sebagai para pengamat aktif. guru mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. individu-individu. c. Guru memberikan intruksi khusus kepada peserta bermain peran setelah memberikan penjelasan pendahuluan kepada keseluruhan kelas. Melatar belakang cerita sosiodrama dan bermain peranan tersbeut. Guru dapat menghentikan jalannya permainan apabila telah sampai titik klimaks. Dan tujuan tersebut diupayakan tidak terlalu sulit/berbelit-belit. Sebaiknya diadakan latihan-latihan secara matang. masalah dari situasi pamiliar. Dalam rangka menyiapkan suatu situasi bermain peran di dalam kelas. akan tetapi jelas dan mudah dilaksanakan 2. Latihan-latihan ini dirancang untuk menyiapkan siswa. Para peserta (pemeran) dipilih secara suka rela. Hal ini agar materi pelajaran dapat dipahami secara gamblang dan mendalam oleh siswa/anak didik 3. Langkah-langkah penyajian metode sosio drama. latihanlatihan ini diikuti oleh semua siswa. Hal ini dimaksudkan agar kemungkinan-kemungkinan pemecahan masalah dapat didiskusikan secara seksama 6. Guru memiliki situasi/ dilema bermain peran Situasi-situasi masalah yang dipilih harus menjadi ”sosiodrama” yang menitikberatkan pada jenis peran. Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan melalui metode ini. Persiapan dan instruksi a. sebelum sosiodrama dipentaskan dalam bentuk yang sebenarnya. yang meliputi deskripsi tentang keadaan pristiwa. Sebelum pelaksanaan bermain peran. Keseluruhan situasi harus dijelaskan. Dapat terjadi guru tidak menyadari pentingnya langkah langkah dalam metode ini. Misalnya latihan pantonim. B. Apabila siswa telah pernah mengamati suatu situasi dalam kehidupan nyata maka situasi tersebut dapat dijadikan sebagai situasi bermain peran.3. Siswa diberi kebebasan untuk menggariskan suatu peran. Menetapkan siapa-siapa diantara siswa yang pantas memainkan/melakonkan jalannya suatu cerita. Sebaliknya betapapun besar nilai metode ini ditangan yang kurang bijaksana akan menjadi nihil. Pada umumnya karena guru sendiri tidak paham akan tujuan yang dicapai. membantu mereka mengembangkan imajinasinya dan untuk membentuk kekompakan kelompok dan interaksi. Para pemeran khusus tidak didasarkan kepada individu nyata di dalam kelas. Dalam hal ini termasuk peranan penonton 5. Misalnya bagaimana guru dapat menjelaskan latar belakang kehidupan sahabat Aku Bakar sebelum menceritakan kisah sahabat Abu Bakar masuk Islam. atau guru memilih metode ini walaupun sebenarnya kurang tepat untuk tujuan tertentu. siswa harus mengikuti latihan pemanasan.

selanjutnya guru dapat menentukan tingkat perkembangan pribadi sosial. Tugas kelompok ini mengamati garis besar rangkaian tindakan yang telah dilakukan oleh karakter-karakter khusus. Keseluruhan kelas selanjutnya berpartisipasi dalam diskusi yang terpusat pada situasi bermain peran. misalnya tentang makna bermain peran bagi mereka.kesempatan untuk menunjukkan tindakan/ perbuatan ulang pengalaman. dan (3) mengapa karakter merespon cara yang mereka lakukan. Dengan demikian dapat ddirancang ruangan dan peralatan yang perlu digunakan dalam bermain peran tersebut. 2. C. Kelompok II bertindak sebagai spekulator yang berupaya menanggapi bermain peran itu dari tujuan dan analisis pendapat. Hal ini diperlukan guna membangun masa lampau dari karakter. yang pada gilirannya menumbuhkan pemahaman baru yang berguna untuk mengamati dan merespon situasi lainnya dalam kehidupan sehari-hari. dan cara-cara meningkatkan efektifitas bermain peran selanjutnya. c. Para pemeran juga dilibatkan dalam diskusi tersebut. Guru membuat bermain peran yang telah dilaksanakan dan telah dinilai tersebut dalam sebuah jurnal sekolah (kalau ada) atau pada buku catatan guru. Dalam melakukan evaluasi ini. Berdasarkan evalusi tersebut. sedangkan para audience berpartisipasi dalam penugasan awal kepada pemeran b. c. Dalam brifing. guru dapat menggunakan komentar evaluatif dari siswa. Siswa memberikan keterangan. yakni kelompok pengamat dan kelompok spekulator. Dalam pendidikan agama metode sosiodrama dan bermain peranan ini efektif dalam menyajikan pelajaran akhlak. Guru memberitahukan peran-peran yang akan dimainkan serta memberikan intruksiintruksi yang bertalian dengan masing-masing peran kepada para audience. kepada pemeran diberikan deskripsi secara rinci tentang kepribadian. sejarah Islam dan topik-topik lainnya. Para audience diupayakan mengambil bagian secara aktif dalam bermain peran itu. masing-masing melaksanakan fungsinya. Para aktor terus melakukan perannya sepanjang situasi bermain peran. Bermain peran harus berhenti pada titik-titik penting atau apabila terdapat tingkah laku tertentu yang menuntut dihentikannya permainan tersebut. dan akademik para siswanya. Diskusi dibimbing oleh guru dengan maksud berkembang pemahaman tentang pelaksanaan bermain peran serta bermakna langsung bagi hidup siswa. Dalam pelajaran . Materi yang cocok dengan metode sosio drama. catatan-catatan yang dibuat oleh guru selama selama berlangsungnya bermain peran. Evaluasi bermain peran a. perasaan dan keyakinan dari para karakter. b. Masing-masing kelompok audience diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil observasi dan reaksi-reaksinya. Tindakan dramatik dan diskusi a. Kelompok I bertindak sebagai pengamat yang bertugas mengamati: (1) perasaan individu karakter. Untuk itu kelas dibagi dua kelompok. (2) karakter-karakter khusus yang diinginkan dalam situasi. Hal ini penting untuk pelaksanaan bermain peran selanjutnya. d. cara-cara yang telah dilakukan selama bermain peran. baik secara tertulis maupun dalam kegiatan diskusi tentang keberhasilan dan hasil-hasil yang dicapai dalam bermain peran. 3. Guru menilai efektifitas dan keberhasilan bermain peran. Siswa diperkenankan memberikan komentar evaluatif tentang bermain peran yang telah dilaksanakan.

Menarik perhatian anak sehingga suasana kelas menjadi hidup. Kelebihan metode sosio drama. misalnya guru ingin menggambarkan kisah sahabat khalifah Abu Bakar. Kadang-kadang anak tidak mau mendramatisasikan karena malu e. Misalnya bagaimana sosok akhlaqul karimah (seorang yang berakhlak mulia) dan anak yang saleh ketika berhadapan dengan orang tuanya maupun anak durhaka kepada orang tuanya. Memerlukan waktu cukup banyak c. Kekurangan metode sosio drama a. Sebab siswa disamping mengetahui proses jalannya khalifah Abu Bakar masuk Islam. Tidak dapat mengambil kesimpulan apabila pelaksanaan dramatisasi gagal f. juga dapat menghayati ajaran dan hikmah yang terkandung dalam kisah tersebut. Kisah tersebut tentu amat menarik jika disajikan melalui metode sosiodrma dan bermain peranan. Melatih anak untuk mendramatisasikan sesuatu secara kreatif serta melatih keberanian. Bahasa lisan murid dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami 2.sejarah. D. b. Sebagian anak yang tidak ikut bermain drama menjadi kurang aktif b. Dan lain-lainnya yang bersifat sosiodrama dan bermain peranan. Kebaikan dan Kelemahan. misalnya sebagaimana cerita “Si Malin Kundang” yang tersohor itu. ketika beliau masuk Islam. Untuk penghayatan sifat-sifat tertentu dapat diterapkan metode Sosiodrama dan untuk materi cerita dapat diterapkan metode Roll Playing. Demikian pula halnya pada pelajaran akhlak. Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya f. Menghayati suatu peristiwa sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri. Memerlukan persiapan yang teliti dan matang d. Metode sosio drama selain mempunyai kelebihan juga mempunyai beberapa kelemahan. c.antara lain: 1. Kelas sering terganggu oleh suara para pemain dan penonton yang terkadang bertepuk tangan dan prilaku lainnya. . a. d. Melatih anak untuk menyusun pikirannya secara teratur e.

.

Guru memberikan apersepsi. Guru menjelaskan dan menyimpulkan materi contoh-contoh prilaku taubat dan raja’ d. pretest pri-laku terpuji b. buku yang relevan Kegiatan penutup a. Buku paket. Guru memberikan post test b. Kompetensi Dasar : Menampilkan contoh-contoh prilaku taubat dan raja’ C. Membiasakan diri taubat dan raja’ E. Hikma taubat dan raja’ 3. Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Belajar Metode Media Kegiatan pendahuluan a. LKS. Guru menyuruh 2 siswa kedepan untuk bermain peran tentang contoh prilaku taubat dan raja’ b.RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA) Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam (Aqidah Akhlak) Kelas/Semester : XI/I Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 x pertemuan) A. Siswa mampu menunjukkan contoh-contoh prilaku taubat 2. Guru memberikan motivasi untuk berprilaku taubat dan raja’ dalam kehidupan sehari-hari Tanya jawab Ceramah . Pengertian taubat dan raja’ 2. Materi Pembelajaran : 1. Indikator : 1. Siswa mampu menunjukkan contoh-contoh prilaku raja’ D. Guru memberi kesempatan kapada siswa untuk bertanya Sosiodrama Diskusi Cerama Tanya jawab Skrip dialog. Guru menyampaikan tujuan pembela-jaran yang akan di capai Tanya jawab Ceramah Buku paket PAI dan BKS Kegiatan inti a. Guru menyuruh siswa untuk mendis-kusikan drama yang tentang taubat dan raja’ c. Standar Kompetensi : Membiasakan prilaku terpupji B.

Buku paket PAI XI/I . diperlukan hal-hal sebagai berikut: .Lembar Kerja Siswa (LKS) G. Sumber.Kesesuaian .Kualitas isi .F. Materi dan Bahan Untuk menunjang pembelajaran.Keaktifan dalam diskusi kelompok .Keaktifan dalam kelas .Kerapian tulisan Format Penilaian No Penilaian Kesesuaian Orisinilitas Kualitas isi Kerapian tulisan Rubrik penilaian Tingkat Penilaian Kualifikasi Deskripsi 80 – 100 A 60 – 79 B 40 – 59 C 20 – 39 D E Siswa memenuhi 4 kriteria Siswa memenuhi 3 kriteria Siswa memenuhi 2 kriteria .Orisinilitas .Keseriusan dalam kegiatan belajar Format penilaian No Keaktifan dalam diskusi Keaktifan dalam kelas Keseriusan belajar Rubrik penilaian Tingkat Penilaian Kualifikasi Deskripsi 80 – 100 60 – 79 40 – 59 0A B C D Siswa memenuhi 3 kriteria Siswa memenuhi 2 kriteria Siswa memenuhi 1 kriteria Siswa tidak ikut serta Jenis penilaian : Project Kriteria penilaian : . Penilaian Jenis Penilaian : Performance Kriteria penilaian : .

Siswa memenuhi 1 kriteria Siswa tidak mengumpulkan tugas .

LAMPIRAN 1: URAIAN MATERI Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Menjadikan dirinya tenang . Apakah yang dimaksud dengan taubat dan raja’? 2.aman. Mendapat kebahagian/ pahala yang berllipat ganda 2. Taubat adalah memohon ampun Allah dengan benar-benar menyesali perbuatnya dan tidak akan menulangi lagi kesalahan serupa.” Raja’ adalah sura hati seorang untuk mencapai sesuatu yang dicintai’ yaitu Allah SWT. Seorang pelajar akan meningkatkan kegiatan belajarnya agar ilmunya bertambah . LAMPIRAN II: SOAL 1. Sebutkan syarat-syarat orang yang bertaubat? 3. Mengharapo rahmat Allah dan tidak mudah putus asa 2. Seorang petani akan berusaha agar hasil pertaniannya meningkat b. Bentuk raja’ ini berupa doa-doa positif pada Allah agar tetap menjaganya dari godaan syetan yang menyesatkan. Mengikutinya dengan perbuatan baik karena perbuatan baik akan menghapus keburukan. betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. 3. Menghapus semua kealahan/ dosa yang telah diperbuatnya Hikmah raja’ antara lain: 1. Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah. Sedangkan raja’ adalah mengharap keridhaan Allah SWT dan rahmanya. kecuali kepada Allah SWT Membiasakan diri bertaubat pada Allah dilakukan dengan cara menjalankan syriatnya dengan tekun dan tepat waktu serta menjaga diri sepenuhnya untuk tidak mengulangi lagi perbuatan buruk/ jahat. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: “Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaikbaik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut). Meningkatklan rasa saling menintai sesame manusia 3. Membmiasakan diri raja’ (mengharap karunia Allah) harus dilakukan setiap saat. Sebutkan contoh-contoh raja’ yang mempunyai sikap dinamis? JAWAB 1. d. Diantara contoh-contoh raja’ yang mempunyai sikap dinamis antara lain: a. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya. karena terkadang harta dan anak menjadi sumber fitnah. dan tidak merasa takut kepaqda siapapun . Mendapat kasih saying Allah karena Allah SWT sangat mencintai orang yang bertaubat 3. Hal ini menunjukkan bahwa manusia hidup tidak lepas dari godaan dunia baik berupa harta maupun anak. Adanya pengertian tersebut berarti mengingatkan kepada seseorang bahwa dirinya hamba yang lemah dan hendaknya selalau berharap lindungan Alla dalam segala hal Hikmah taubat antara lain: 1.

Apa ini punya kamu? Intan : Iya Ra… makasih banyak ya. Emangnya tadi kamu taruh mana? Rara : Tadi waktu mau kekantin udah aku masukkan saku. tadi kamu liat uangku jatuh ga’? Intan : Nggak Ra. mana ya cincinku? Rara : Ada apa Tan? Kok panik gitu? Intan : Cincin pemberian mamaku hilang. Dan tanpa sengaja uang Rara terjatuh dilantai. Intan : (Tiba-tiba dalam hatinya bergumam.SOSIODRAMA CONTOH-CONTOH PERILAKU TAUBAT DAN RAJA’ Deskripsi: 1. aku mau brekata jujur. eh… Ternyata ga’ ada. Kamu memang temenku yang paling baik. Apa mau kamu memafkan kesalhanku? Rara : Oh… tentang itu! Gak apa-apa kok. “aku tidak akan mengulangi perbuatan tercela itu lagi dan bertaubat kepada Allah). Ra. padahal itu cincin satu-satunya yang aku punya. kita kan sama-sama makhluk Allah yang harus saling memaafkan.he…he…he… (Dengan mimik bercanda). Siswa II (Intan) : Siswi yang melakukan akhlak tercela Bel bordering menunjukkan waktu istirahat telah tiba. tapi malah ga’ aku balikin ke kamu. Rara : Sama-sama Tan. Rara : Kan udah seharusnya kita tidak boleh mengambil hak milik orang lain. kemudian bertanya kepada Intan) Tan. Semua siswa keluar dari kelas untuk menuju kantin sekolah. ya pastilah aku maafin. Intan kehilangan ciincin pemberian mamanya. Rara : (Mencari uang dalam tas. Terimakasih ya Ra. Intan : (Kemudaian teringat kalau dia pernah mengambil uang Rara dan tidak mengembalikan uang tersebut). Tapi yaudahlah ga’ apa-apa mungkin Allah sedang menguji orang yang kurang bersedekah. kamu memang temanku yang paling baik. Allah aja Maha Pemaaf masa’ aku sendiri ga’ bisa jadi orang pemaaf. Intan : Aduh. aku juga baru dating ke kelas. tapi kamu jangan marah ya? Rara : Emang ada apa Tan? Intan : Sebenarnya beberapa hari yang lalu aku yang nemuin uang kamu. Intan : (Ya Allah aku berharap semoga aku menjadi manusia yhghgfjhhvhgkukjgjhgkjang lebih baik. Dua hari kemudian. Siswa I (Rara) : Siswi yang selalu memaafkan orang lain 2. dan semoga Engkau mendengar semua permohonan maaf hambaMu ini. Rara : Uangku mana ya? Kok ga’ ada… (Sambil merogoh saku dibaju seragamnya) Intan : Eh ada uang!!! Uang siapa ya? Kuambil aja deh. Amiin…) Kemudian mereka berdua saling berjabat tangan deh… . Rara : Oh ya Tan… tadi aku nemuin cincin bermata putih dibelakang pintu kelas. dari pada ga’ ada yang ngambil.

3. 2. latihanlatihan ini diikuti oleh semua siswa. Siswa dapat menempatkan diri pada tempat orang lain dan memperdalam pengertian mereka tentang orang lain. Bila metode ini dikendalikan dengan cekatan oleh guru. Para aktor terus melakukan perannya sepanjang situasi bermain peran. siswa harus mengikuti latihan pemanasan. . Guru memberitahukan peran-peran yang akan dimainkan serta memberikan intruksiintruksi yang bertalian dengan masing-masing peran kepada para audience. titik tekanannya terletak pada keterlibatan emosional dan pengamatan indera ke dalam suatu situasi masalah yang secara nyata dihadapi. Dapat mempertinggi perhatian siswa melalui adegan-adegan. Siswa memberikan keterangan. Guru memberikan intruksi khusus kepada peserta bermain peran setelah memberikan penjelasan pendahuluan kepada keseluruhan kelas d. Hanya bedanya kedua metode tersebut tidak disiapkan terlebih dahulu naskahnya. banyak manfaat yang dapat dipetik. sebagai metode cara ini : 1. seperti halnya penonton film atau sandiwara. Dapat terjadi guru tidak menyadari pentingnya langkah langkah dalam metode ini. Evaluasi bermain peran a. baik secara tertulis maupun dalam kegiatan diskusi tentang keberhasilan dan hasil-hasil yang dicapai dalam bermain peran. sedangkan para audience berpartisipasi dalam penugasan awal kepada pemeran b. d. Kedua istilah ini (sosiodrama dan bermain peranan). yang ikut hanyut dalam suasana film seperti. Dalam rangka menyiapkan suatu situasi bermain peran di dalam kelas. Pada umumnya karena guru sendiri tidak paham akan tujuan yang dicapai. c. guru mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. tetapi mereka juga ikut merasakan perasaan dan pikiran orang lain bila berhubungan dengan sesama manusia. Pada metode bermain peranan. baik sebagai partisipasi aktif maupun sebagai para pengamat aktif. hal mana tidak selalu terjadi dalam metode ceramah atau diskusi. Sebaliknya betapapun besar nilai metode ini ditangan yang kurang bijaksana akan menjadi nihil. 2. Guru menilai efektifitas dan keberhasilan bermain peran. ikut menangis pada adegan sedih. kadang-kadang juga disebut metode dramatisasi. Guru memiliki situasi/ dilema bermain peran b. Tindakan dramatik dan diskusi a. emosi. gembira dan lain sebagainya. Sebelum pelaksanaan bermain peran. rasa marah. Siswa tidak saja mengerti persoalan sosial psikologis. b. Bermain peran harus berhenti pada titik-titik penting atau apabila terdapat tingkah laku tertentu yang menuntut dihentikannya permainan tersebut.BAB III PENUTUP Kesimpulan Sosiodrama dimaksudkan adalah suatu cara mengajar dengan jalan mendramatisasikan bentuk tingkah laku dalam hubungan social. Persiapan dan instruksi a. c. atau guru memilih metode ini walaupun sebenarnya kurang tepat untuk tujuan tertentu. Keseluruhan kelas selanjutnya berpartisipasi dalam diskusi yang terpusat pada situasi bermain peran.

Hal ini penting untuk pelaksanaan bermain peran selanjutnya. Bandung: Pustaka Setia.pendidikan. Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-baiknya f. Menarik perhatian anak sehingga suasana kelas menjadi hidup. Tidak dapat mengambil kesimpulan apabila pelaksanaan dramatisasi gagal f. a. Strategi Belajar Mengajar.com/2008/11/metodepengajaranpendidikan-agama. http://syaifullaheducationinformationcenter. Menghayati suatu peristiwa sehingga mudah mengambil kesimpulan berdasarkan penghayatan sendiri. Memerlukan persiapan yang teliti dan matang d. Jakarta: PT. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Guru membuat bermain peran yang telah dilaksanakan dan telah dinilai tersebut dalam sebuah jurnal sekolah (kalau ada) atau pada buku catatan guru. Kelebihan dan kekurangan metode sosiodrama. metode sosiodrama dan bermain peranan ini efektif dalam menyajikan pelajaran akhlak. sejarah Islam dan topik-topik lainnya. Dalam pendidikan agama. Bumi Aksara.c.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_b12. Kelas sering terganggu oleh suara para pemain dan penonton yang terkadang bertepuk tangan dan prilaku lainnya. Proses Belajar Mengajar.html Rate this: 1 Votes . Bahasa lisan murid dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami 2. d. Kekurangan metode sosio drama a. 2004. Oemar. c. antara lain: 1. Melatih anak untuk mendramatisasikan sesuatu secara kreatif serta melatih keberanian. Sebagian anak yang tidak ikut bermain drama menjadi kurang aktif b. http://pakguruonline. Hamalik. Melatih anak untuk menyusun pikirannya secara teratur e. b. Abu dan Joko Tri Prasetya.blogspot. 2005.html. Kadang-kadang anak tidak mau mendramatisasikan karena malu e. Memerlukan waktu cukup banyak c. Kelebihan metode sosio drama.

Like this: .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->