P. 1
03 - Proses Pembangunan Proyek Konstruksi

03 - Proses Pembangunan Proyek Konstruksi

1.0

|Views: 2,353|Likes:
Published by Henry Rante Limbong

More info:

Published by: Henry Rante Limbong on Sep 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2013

pdf

text

original

Keprofesian I - MPB 242 Kuliah 3

Proses Pembangunan Proyek Konstruksi
Oleh: Wahyudi Putra Utama, BQS
September 2, 2009 1

Proses Pembangunan proyek

• Pengenalan. • Proses pembangunan proyek. • Struktur ,fungsi dan peranan pihak yang terlibat yaitu owner, arsitek, quantity surveyor, insinyur, kontraktor dan profesional lain.
September 2, 2009 2

Pengenalan

• •

Industri konstruksi adalah kompleks dan mempunyai proses pembangunan proyek tersendiri. Bagi memenuhi kebutuhan klien/owner, pekerjaan konstruksi sangat tergantung pada beberapa tatacara administrasi dan pengelolaan kontrak. Oleh karena itu, QS mempunyai peranan yang besar pada tahap awal (pra kontrak) yaitu memberi jasa nasehat terutamanya kepada klien seperti dalam hal biaya/anggaran yang dibutuhkan untuk suatu disain yang diajukan. Elemen biaya merupakan elemen terpenting yang akan menghubungkan anggaran dengan disain proyek.
September 2, 2009 3

Pengenalan

Pada umumnya, anggaran biaya proyek konstruksi diperoleh dengan membuat anggaran kasar (approximate estimate). Anggaran kasar yang disediakan umumnya berdasarkan pada tiga metode yaitu, - Berdasarkan gambar kasar (sketch design) - Berdasarkan gambar detil (detail design) - Berdasarkan kepada anggaran proyek lalu Biaya yang diperoleh pada tahap ini akan dijadikan sebagai harga proyek.

September 2, 2009

4

Proses Pembangunan proyek
• Secara umum proses pembangunan proyek berhubungan erat dengan sistem pengadaan (procurement system) yang digunakan. Dalam sistem traditional yang memisahkan antara fungsi perencanaan dan pelaksanaan, proses pembangunan proyek dapat dibagi baik menurut tahap konstruksi ataupun pola kerja konstruksi. Berdasarkan tahap konstruksi dapat dibagi pada tiga tingkat sebagai berikut:- Tahap pra kontrak (Precontract stage) - Tahap konstruksi (Construction stage) - Tahap Perawatan (Maintenance period)

September 2, 2009

5

Berdasarkan pola kerja konstruksi dapat dibagi pada tiga elemen utama sebagai berikut:- Design - Information - Construction Walaupun kedua pembahagian diatas nampaknya berbeda, tetapi prinsipnya adalah sama. Contohnya pada tahap pra kontrak juga mengandung disain dan informasi. Pembahagian tahapan proyek baik menurut tahap konstruksi ataupun elemen ini dikenal sebagai siklus hidup proyek (project life cycle).

September 2, 2009

6

Berdasarkan pada pembagian tersebut, proses pembangunan proyek secara terperinci dapat dikelompokkan pada dua belas (12) tahap aktivitas yaitu:- Preliminary/inception stage) - Feasibility stage) - Outline proposal) - Scheme design) - Detail design) - Production of information) - Bills of quantities) - Tendering process) - Project planning) - Site implementation) September 2, 2009 - Completion of works) - Respons)

7

Aktivitas Konstruksi
PRA KONTRAK
Konsultan

PASCA KONTRAK COMMISSIONING
Kontraktor

PEMELIHARAAN

Design

DOKUMENTASI

konstruksi

Cost design

Cost control

Durasi proyek
September 2, 2009 8

maintenance

INFORMASI

TENDER

POLA KERJA Konstruksi
Inception 1 12 Respon Completion of work POLA KERJA KONSTRUKSI
Desig n

Feasibility study

2

Outline proposal 3 Schema design 4 Detail design

11 1 0 9

Implementat Konstruksi ion Project planning Tendering 8
September 2, 2009

5

Informasi Bill of quantities 7

Information production

6
9

1. Preliminary/Inception

• • •

Tahap ini dimulai dengan adanya ide atau kebutuhan owner untuk membangun fasilitas atau infrastruktur. Owner membutuhkan profesional untuk merencanakan ideidenya. Owner menginformasikan kepada Profesional tentang kebutuhannya (user requirement) serta limit biaya (cost limit) bagi proyek. Produk dari tahap ini adalah KAK ) Kerangka Acuan Kerja atau TOR (Term of Reference)
September 2, 2009 10

2. Studi Kelayakan

Studi kelayakan dilakukan untuk menginformasikan kepada owner tentang hal-hal yang mungkin dapat memberi dampak pada pelaksanaan proyek yang direncanakan. Dalam laporan studi kelayakan, memuat semua informasi tentang total biaya proyek, distribusi biaya yang terlibat, keuntungan yang diperoleh serta jumlah pinjaman yang diperlukan. Informasi terpenting dari studi kelayakan ini adalah cashflow serta breack even point dari proyek yang akan dijalankan. Informasi ini menjadi pertimbangan utama bagi owner untuk melanjutkan atau menunda proyeknya.
September 2, 2009 11

• •

3. Outline Proposal

Outline proposal ini disediakan untuk memberi informasi/gambaran awal pada owner tentang proyek yang akan dilaksanakan. Estimasi konseptual akan dibuat untuk memastikan anggaran biaya proyek masih didalam batas budget yang telah ditetapkan. Outline proposal ini diterima dan disetujui oleh owner sebelum dilanjutkan menjadi detail design.

• •

September 2, 2009

12

4. Scheme Design

• •

Sebelum detail design dikeluarkan,Pihak owner terlebih dahulu harus melihat disain kasar. Di dalam scheme design ini, rancangan-rancangan yang dikemukakan untuk perlaksanaan proyek seperti perencanaan, disain, metode konstruksi, spesifikasi, biaya dan lain-lain harus mendapat persetujuan owner. Perencanaan biaya akhir akan diberikan berdasarkan pada shene design yang telah disetujui oleh owner.

September 2, 2009

13

5. Detail Design

• •

Apabila scheme design telah disetujui, barulah detail design diproses. Pada tahap ini, semua hal yang berhubungan dengan design, spesifikasi, metode konstruksi dan detail biaya akan diaplikasikan dalam perlaksanaan proyek.

September 2, 2009

14

6. Informasi Produksi

Pada tahap ini, semua informasi produksi akan diperoleh dari pihak konsultan berdasarkan kepada desain detil yang disediakan. Semua informasi ini harus lengkap dan ‘integrated’. Pemeriksaan terhadap disain dan spesifikasi akan dibuat untuk memastikan standar-standar yang harus diikuti. Informasi ini kemudiannya diserahkan kepada QS untuk mempersiapkan dokumen tender/BQ.

• • •

September 2, 2009

15

7. Bill of Quantities

• • • •

Proses penyediaan BQ dibuat untuk menghasilkan satu dokumen tender yang lengkap. BQ memuat informasi mengenai deskripsi pekerjaan, kuantitas dari masing-masing pekerjaan dan satuan pengukurannya. BQ kemudian akan dijadikan dasar oleh kontraktor untuk menawar pekerjaan yang dimaksud. BQ menjadi bagian di dalam dokumen tender

September 2, 2009

16

8. Proses Tender

Pada dasarnya, proses tender dapat dibagi pada beberapa aktivitas sebagai berikut: - Penyediaan dokumen tender - Mengiklankan tender/pemanggilan tender - Penyediaan laporan tender - Letter of acceptance/penerimaan Setelah dokumen tender siap, pemanggilan tender akan dibuat. Metode pemanggilan tender tergantung kepada jenis tender yang akan digunakan sebagai berikut: - Tender terbuka (open tender) - Tender terpilih (selective tender) - Tender perundingan (negotiation tender)

September 2, 2009

17

9. Perencanaan Proyek

Kontraktor yang menang diminta untuk mengemukakan rencana-rencana perlaksanaan proyek. Rencana pelaksanaan ini akan dikoreksi oleh pihak konsultan untuk memastikan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lancar dan teratur.

September 2, 2009

18

10. Pelaksanaan Pekerjaan

Dalam masa konstruksi, segala informasi produksi akan diaplikasikan ke bentuk pekerjaan konstruksi untuk memastikan pelaksanaan kontrak dapat dibuat dengan baik. Pihak konsultan yang ditunjuk akan mengawasi pelaksanaan pekerjaan di tapak proyek serta menyediakan laporan berkaitan kemajuan proyek, pekerjaan perubahan dll kepada pihak klien .
September 2, 2009 19

11. Penyiapan Pekerjaan

Setelah bangunan siap, ‘commissioning’ dan pemeriksaan akan dibuat oleh pihak konsultan bersama dengan klien, untuk memastikan bangunan tersebut siap seluruhnya serta siap untuk digunakan. Bangunan tersebut kemudiannya akan diserahkan kepada klien akan mengeluarkan surat penyiapan pekerjaan. Manual penggunaan akan diterangkan serta diserahkan kepada pihak klien.
September 2, 2009 20

12. Feedback

Pemeriksaan akan dibuat dalam masa jaminan kerusakan untuk memastikan tidak ada kerusakan atau kecacatan pada bangunan. Semua kerusakan atau kecacatan pada bangunan harus dilaporkan kepada pihak kontraktor. Setelah menerima laporan tersebut, pihak kontraktor harus memperbaiki dengan segera serta menanggung semua biaya yang timbul.

• •

September 2, 2009

21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->