P. 1
Penulisan Karya Ilmiah Bursa Efek

Penulisan Karya Ilmiah Bursa Efek

|Views: 3,773|Likes:
Published by Muhammad Bayu
Perataan Laba Hubungannya Dengan Return dan Resiko PasarSaham Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta
Perataan Laba Hubungannya Dengan Return dan Resiko PasarSaham Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta

More info:

Published by: Muhammad Bayu on Sep 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

07/07/2013

Fabozzy ( 1999 ), menyatakan yang dimaksud dengan kinerja saham

adalah :

1.Return saham adalah tingkat keuntungan yang diperoleh dalam

beberapa periode tertentu, umumnya satu tahun, melalui investasi

yang dilakukan investor.

44

2.Risk (risiko) saham. Risiko pada umumnya diukur sebagai perbedaan

pengembalian dari waktu ke waktu, yaitu berapa besar selisih

pengembalian terhadap rata-rata pengembalian.

a. Return saham

Dalam melakukan investasi, investor menghendaki tingkat keuntungan

(return) tertentu yang diharapkan untuk masa-masa yang akan datang. Dengan

kata lain, return merupakan hasil yang dinikmati oleh para pemodal (investor)

atas suatu investasi yang dilakukannya (Prasetio dan Astuti, 2003).

Return dari suatu investasi tergantung pada instrumen investasinya.

Sertifikat deposito di bank memberikan bunga sebesar prosentase tertentu dan

sifatnya pasti. Obligasi menjanjikan kupon bunga yang akan dibayarkan secara

periodik atau sekaligus dan sifatnya pasti. Lain halnya dengan saham, saham tidak

menjanjikan suatu return yang pasti bagi para investor. Pemengang saham dapat

memperkirakan besarnya return yang akan diterima dimasa yang akan datang,

tetapi belum tentu tepat. Hal ini kemudian dijelaskan oleh Hanafi dan Halim

( 2003 ) bahwa risiko yang berkaitan dengan investasi saham pada dasarnya sama

dengan risiko yang berkaitan dengan perusahaan pada umumnya, yang juga

dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti : kondisi perekonomian (misalnya resesi

dan inflasi), faktor-faktor industri (misalnya persaingan, perubahan teknologi,

kekuatan tawar-menawar dari supplier, pembeli, tersedianya barang-barang

substitusi), faktor-faktor dari perusahaan itu sendiri (misalnya kualitas

manajemen, goodwill dan paten yang dipunyai). Faktor-faktor tersebut akan

45

mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan dan mempengaruhi return

perusahaan.

Return yang diterima oleh investor dalam investasinya pada saham, dapat

berupa return realisasi (realized return) yang sudah terjadi atau return realisasi

(expected return) yang belum terjadi tetapi diharapkan akan terjadi dimasa

mendatang (Harianto et. al, 1998 dalam Prasetio dan Astuti, 2003). Return

realisasi merupakan return yang dihitung berdasrkan data historis. Return

realisasi ini penting karena digunakan sebaga salah satu pengukur kinerja

perusahaan dan juga berguna sebagai dasar penentuan return ekpektasi dan risiko

di masa datang.

Pada penelitian ini return yang akan dihitung adalah return yang diterima oleh

investor yakni return realisasi yang merupakan keuntungan yang benar-benar

terjadi.

b. Return pasar

Secara keseluruhan return pasar saham dapat diukur dengan menggunakan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG dipakai sebagai ukuran statistikal

untuk mengetahui perubahan harga saham dari waktu ke waktu terhadap tahun

dasar. Indeks ini dapat dihitung untuk semua saham atau hanya sebagian dari

saham yang beredar di bursa. IHSG di bursa efek diperoleh melalui perhitungan

IHGS tertimbang. IHSG dapat dikatakan sebagai indikasi harga saham-saham

secara keseluruhan. Sunariyah ( 2003 )

46

c. Risiko (β)

Return dan risiko merupakan dua hal yang tidak terpisah dalam

mempertimbangkan suatu investasi. Return dan risiko mempunyai hubungan yang

positif, semakin besar risiko yang ditanggung maka semakin besar pula return

yang harus dikompensasikan.

Hanafi dan Halim ( 2003 ) membedakan risiko menjadi dua macam, yaitu :

1.Risiko sistematis (systematic risk), yakni risiko yang berpengaruh

terhadap semua investasi dan tidak dapat dikurangi atau dihilangkan

dengan jalan melakukan diversifikasi. Risiko ini timbul akibat pengaruh

keadaan perekonomian, politik dan sosial budaya, dimana mempunyai

pengaruh secara keseluruhan. Termasuk dalam risiko ini adalah risiko

pasar, risiko tingkat bunga, risiko daya beli. Risiko ini juga disebut

undiversiable risk.

2.Risiko tidak sistematis (unsystematic risk), yakni risiko yang melekat

pada investasi tertentu karena kondisi yang unik dari perusahaan. Risiko

ini dapat dikurangi dengan mengadakan diversifikasi. Termasuk dalam

risiko ini adalah risiko keuangan dan risiko bisnis. Risiko ini juga

disebut diversifiable risk.

Hanafi dan Halim ( 2003 ) menjelaskan bahwa dalam hubungannya

dengan pasar, risiko diukur dengan beta (β). Beta merupakan suatu pengukur

volatilitas return suatu sekuritas atau return portofolio terhadap return pasar. Beta

mengukur risiko sistematik (systematic risk) dari suatu sekuritas atau portofolio

relatif terhadap risiko pasar. Jika fluktuasi return-return sekuritas atau portofolio

47

secara statistik mengikuti fluktuasi return-return pasar, maka beta dari sekuritas

atau portofolio tersebut dikatakan bernilai 1. Beta bernilai 1 menunjukkan bahwa

risiko sistematik suatu sekuritas atau portofolio sama dengan risiko pasar. Beta

sama dengan satu juga menunjukkan jika return pasar begerak naik (turun), return

sekuritas atau portofolio juga bergerak naik (turun) sama besarnya mengikuti

return pasar .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->