P. 1
PROSES AFIKSASI DALAM BAHASA INDONESIA

PROSES AFIKSASI DALAM BAHASA INDONESIA

|Views: 468|Likes:
Published by Buchory
Makalah ini membahas tentang proses afiksasi
Makalah ini membahas tentang proses afiksasi

More info:

Published by: Buchory on Dec 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/12/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

A. PENDAHULUAN Kajian tentang linguistik seakan tidak pernah ada habisnya.

Penomena berbahasa baik secara erbal dan non erbal telah melahirkan berbagai disiplin ilmu dalam bidang bahasa. !ahasa sebagai alat komunikasi manusia telah mengantarkan berbagai kajian yang menarik di dalam dunia pendidikan. Paradigama muncul ketika seseorang memandang sebuah kehidupan melalui beranekaragam lini. "idak ada ta#ar$mena#ar ketika sesorang menghendaki sesuatu% akan tetapi kehendak tersebut tidak terlepas dengan campur tangan orang lain juga. &ebagai makhluk yang tidak terlepas dari makhluk lain tentunya membutuhkan a'iliasi dengan sesama. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan sarana untuk menyampaikan kehendak yang dapat me#akili pikiran. &arana yang dimaksud adalah bahasa. (anusia tidak terlepas dengan bahasa. (anusia hidup dan berbahasa. &ebuah hubungan akan sangat bermakna dan berniali positi' atau negati' bergantung pada bahasa yang digunakan. Dengan bahasa orang akan dapat dipengaruhi oleh bahasa yang digunakan. Pengaruh tersebut bisa mengarah kepada yang menguntungkan bahkan dapat merugikan% dikarenakan bahasa. Hal yang menguntungkan ketika bahasa yang diguanakan dapat dipahami makna dan tujuan oleh penutur kepada la#an tuturnya. &ebaliknya% akan merugikan ketika bahasa yang digunakan tidak dapat dipahami makna dan tujuan dari penutur dengan la#an tuturnya. Pemahaman terhadap baik bahasa yang digunakan adalah bahasa tulis maupun bahasa lisan. Dalam memahami bahasa tulis diperlukan penguasaan bahasa dari tataran kebahasan yang paling kecil seperti bunyi atau huru' sampai pada tataran yang lebih luas seperti #acana. Pada tataran mor'ologi kita dihadapkan dengan instilah a'iksasi. A'iksasi adalah proses pelekatan mor'em terikat baik di a#al% di tengah% maupun di akhir mor'em dasar. Proses a'iksasi di dalam linguistik ikut andil untuk memperkaya pembendaharaan bembentukan kata. Proses a'iksasi dibagi ke dalam beberapa bagian% yaitu) pre'iks% su'iks% in'iks% dan kom'iks. Namun berdasarkan 'ungsingya a'iks dibagi ke dalam dua bagian yaitu a'iks deri asi dan a'iks in'leksi. Untuk lebih jelasnya mengenai proses a'iksasi pada makalah ini akan dibahas secara singkat
Hal 1

proses a'iksasi tidak lain adalah proses pembubuhan atau pelekatan a'iks pada bentuk4mor'em dasar5 baik mor'em dasar itu berbentuk tunggal maupun bentuk kompleks sehingga menghasilkan bentukan. Putrayasa +-.!entuk +mor'em. PEMBAHASAN 1. Aslinda dan Leni &ya'yahya +-.. 9ang artinya kurang lebih sebagai berikut penambahan a'iks$a'iks pada bentuk dasar atau untuk pengkombinasian pada mor'em. 7ardhaugh + ia Putrayasa% -. menyatakan baha#a proses pembentukan kata pada bagian a'iksasi ini% dalam !(K ada a'iks yang melekat pada kata dasar da nada a'iks yang melekat pada kata ulang./0 ) 2/.1 ) 3...1 ) 3. (ansur +-.0 ) 0/. Anggitan Ihwal Afiksasi Menurut Beberapa Ahli A'iks +a'iksasi.1../0 ) 01.: ) :3.... terikat yang dipakai untuk menurunkan kata dinamakan a'iks atau imbuhan +Hasan Al#i Dkk. &ementara itu% !aure dan 9ule +dalam Ermanto% -.mulai dari pengertian% jenis$jenis% dan contoh$contoh a'iks baik di dalam bahasa *ndonesia maupun bahasa inggris. !entuk terikat yang jika ditambahkan pada bentuk lain akan mengubah makna gramatikal. A'iks deri asi digunakan pada proses Hal 2 . A''i8es are added to bases or to arious combinations o' mor'hemes.1 ) 32.. A'iksasi atau pengimbuhan adalah proses pembentukan kata dengan membubuhkan a'iks +imbuhan. B.. pada bentuk dasar% baik bentuk dasar tunggal maupun kompleks. ialah peristi#a pembentukan kata dengan jalan membubuhkan a'iks pada bentuk dasar. A'iks merupakan bentuk terikat yang dapat ditambah pada a#al% akhir atau tengah kata. !entuk$bentuk seperti itu tetap dipakai dalam pristi#a tutur bahasa *ndonesia (inagkabau.. 6ichards + ia Putrayasa% -. Kridalaksana + ia Putrayasa% -. Dalam pernyataan yang sama (ansur menyimpulkan bah#a a'iks ialah bentuk kebahasaan terikat yang hanya mempunyai arti gramatikal% yang merupakan unsur langsung suatu kata% tetapi bukan merupakan bentuk dasar% yang memiliki kesanggupan untuk membentuk kata$kata baru +-. menyatakan bah#a a'iks dibedakan atas a'iks deri asi dan in'leksi. &ukri +-.1 ) 3.1 ) 3.. -.

dari bentuk leksem. mengemukakan empat tipe deri asi% yakni ) +/. Utuk membedakan kedua jenis a'iksasi di atas sangatlah mudah% jika suatu a'iks mengubah kelas kata% mempunyai makna yang tidak tetap +tidak teratur. A'iksasi yang dimaksud merupakan mor'em. &elanjutnya yang kedua deri asi 'ungsi tersebut juga deri asi leksikal adalah deri asi yang Hal 3 . ?studentika +>'eminine% $masculinse. (or'em dasar yang dilekatkan merupakan a'iks yang tidak bisa berdiri sendiri atau terikat dengan kata dasar.11. feature derivation +deri asi 'itur. &edangkan a'iks in'leksi dapat ditandai dengan bentuk maknanya tetap +teratur. *ntinya% hal yang menjadi 'okus perhatian dari a'iksai deri asi adalah membentuk leksem baru% sedangkan a'iksasi in'leksi adalah a'iks yang membentuk kata yang berupa kata gramatikal. &elain itu% berdasarkan pengelompokannya a'iks terdiri dari a'iks deri asi dan in'leksi.% +Lihat !auer /.% +0.. transposition +transposisi. Afiks #eri$asi &eperti yang sudah dijelaskan pada bagian makalah ini yang dimaksud dengan a'iks deri asi adalah a'iks yang ber'ungsi untuk membentuk leksem dan tidak memiliki makna yang tetap +tidak teratur.//.% +-.. fungtional derivation +deri asi 'ungsi.a'iksasi yang bersi'at deri asi5 a'iksasi in'leksi digunakan pada proses a'iksasi yang bersi'at in'leksi. Jenis-Jenis Afiksasi Ber asarkan !ungsinn"a a.. Karena satuan yang dilekatkan dengan a'iks tidak lain adalah bentuk4mor'em dasar +&ukri% -.dkk% -. expressive derivation +deri asi ekspresi. &ehingga a'iks yang melekat akan mempunyai sebuah arti. <adi% konklusi yang dapat diambil dari beberapa pendapat ahli di atas tentang ih#al a'iksasi adalah proses a'iksasi merupakan proses pelekatan a'iks$a'iks pada bentuk dasar tunggal atau kompleks pada kata dasar.1 ) 33. Pemahaman tentang deri asi menurut !read +dalam Ermanto. 2.. =ontoh yang dikemukakan oleh !eard dalam bahasa 6usia yakni student +>'eminine% >masculine.. Lebih lanjut !eard menjelaskan bah#a deri asi 'itur adalah deri asi yang tidak merubah kategor deri asi% tapi mengoprasikan nilai$nilai 'itur inhern. disebut a'iks deri asi. Proses a'iksasi yang bersi'at deri asi akan menghasilkan leksem +kata dalam pengertian kata leksikal..% dan +2. dan dari a'iks yang bersi'at in'leksi akan menghasilkan bentuk kata +kata dalam pengertian gramatikal. (or'em dasar terdiri atas dua bentuk yaitu bentuk terikat dan bebas.

seperti erbal menjadi noun% contohnya walk. wool > oaken. ?Aberbuat +@. !erikut data lain yang menujukan a'iks deri asi per-/-an yang menurunkan perbuatan dari kata kerja perbuatan +baik kata kerja dasar maupun turunan. dan perda#aian. menjadi noun +kata benda.. ?Alari +@. &ebagai contoh fish> fishery (likatif of palce) oak. Persetruan +N. new> neness. Proses A ikasai A'iks deri asi per$4$an> @ perb A'iks deri asi per$4$an> @ perb A'iks deri asi per$4$an >@ perb A'iks deri asi per$4an>@perb A'iksasi deri asi per$4an> @ perb A'iksasi deri asi per$4$am> perb !erdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bah#a a'iks deri asi per$4$an ber'ungsi mengubah kelas kata erbal +kata kerja. Afiks Infleksi Proses in'leski dalam bahasa dunia dikenal dengan konjungsi dan delinasi% konjungsi adalah alternasi in'leksi pada erba dan deklinasi adalah Hal 4 .% ketiga trsnposisi adalah deri asi yang mengubah kategori +kelas kata.>walking. Perkemahan +N. Proses deri asi yang berupa pengimbuhan a'iks deri asi dalam bahasa *ndonesia dapat dilihat pada contoh berikut) Deri asi per-/-an + berbuat ( ) > perbuatan (!) Proses deri asi di atas termasuk ke dalam proses deri asi transposional karena merubah kelas kata dari erbal +kata kerja. adalah sebagai berikut) per"alanan. Untuk lebih jelasnya proses a'iksasi deri asi dari contoh di atas dapat dilihat pada kolom di ba#ah ini) Nomina N Perbuatan Perjalanan +N. Perlarian +N. ?Aberdamai +@. perke#ahan. perbuatan. dan perubahan leksem @ menjadi N. wooln +kelas material. Dalam bahasa *ndonesia masih banyak contoh penggunaan a'iks deri asi yang dapat merubah kelas kata% baik yang dari noun menjadi erbal% adjekti a menjadi noun% noun menjadi erbal dan lain sebagainya. perlarian. b. persetruan. ?Aberstru +@.menambahkan 'itur pada deri asi% sehingga kata turunan itu berbeda secara semantis. ?A berkemah + . menjadi noun +kata benda. Perdamaian +N. Perbuatan +N. Dasar @ Perbuatan ?A jalan +@.

Hal ini dibuktikan dengan teknik ubah #ujud seperti di ba#ah ini) a.//. Proses pembubuhan a'iks in'leksi #e!. Hal 5 . -a#bil. &elanjutnya contoh a'iks in'leksi #e!.. ini merupakan pemerkah bah#a ABEN mengisi 'ungsi sebagai &% dengan demikian a'iks in'leksi #e! akan menimbuh secara otomatis dan teramalkan pada semua @ aksi proses baik berbentuk simple maupun dalam bentuk komplek. #engingatkan. -#erahkan. -hilangkan kata$kata tersebut jika dibubuhkan dengan a'iks in'leski #e!$ maka akan menjadi #endaratkan. !ila ditinjau dari segi semantik atau makna maka a'iks in'leksi #e!adalah pemerkah akti' +& adalah ABEN.alternasi in'leksi pada nomina dan pda kelas kata lain seperti pronominal dan adjekti a% @erhar +dalam Ermanto% -.. dari leksem @ Aksi +proses. (ereka %e%buang sampah itu (ereka AK"*C +6agam 'ormal. Untuk lebih jelasnya berikut akan diuraikan beberapa contoh a'iks in'leksi. Diathesis adalah bentuk erba transiti' yang subjeknya dapat atau tidak berperan agenti'5 diadiathesisbedakan sebagai akti'% pasi' dan dalam bahasa tertentu juga sebagai medial. untuk ragam 'ormal. #e#erahkan. adanya atau terjadinya atau dilaksanakannya apa yang diartikan oleh sikap itu tampak dalam erba seperti kala kini% lampau. #enghilangkan. #enga#bil. -ingatkan. buang sampah itu.memiliki 'ungsi menurunkan kata gramatika kategori @ akti' +ragam 'ormal. #endorong. mencakup) kala% aspek% modus% diathesis% persona% jumlah% dan jenis.//.% jenis +maskulin% 'eminine% atau juga neutrum.% +@erhar dalam Ermanto% dkk% -. Kala adalah hal yang menyangkut #aktu atau saat +dalam hubunganya dengan saat penuturan.% jumlah +tunggal% jamak% dua% trial% paukal.yang menunjukkan @ AK&* Proses berbentuk kompleks adalah sebagai berikut5 -daratkan. A'ik in'leksi #e!.pada @er al AK&* Proses berbentuk simple dapat dilihat pada canotoh berikut) -cari. Lebih lanjut erhar menjelaskan bah#a konjungsi +in'lekso pada erba. &elain itu% banyak bahasa memarkahi% erba untuk persona +pertama% kerdua% ketiga. (odus adalah modus erbal seprti indikati'% subjungti'% pengungkapan sikap penutur terhadap apa yang dituturkan dan secara in'leksional optati e4desiderati e% intogati'% negati e. -dorong akan menjadi #encari.

=ontohnya ) meN$% ber$% ter$% peN$% per$% se$% ke$% di$% =ontoh pre'iks di atas merupakan pre'iks yang tidak bisa berdiri sendiri atau tidak mempunyai makna jika tidak dilekatkan dengan bentuk dasar. Pre'iks +a#alan.adalah sebagai pemerkah akti' +ragam 'ormal. =ontoh) meN$ > erba meN$ > erba meN$ > erba meN$ > nomina meN$ > erba meN$ > nomina -. /... !erikut akan diperikan dari masing$masing macam pre'iks tersebut. &aya %enga%bi nomor urut &aya AK"*C +ragam 'ormal.b. Per'iks ber$ Per'iks ber$ merupakan alomor' dari mor'$mor' yaitu% ber$% bel$% be$ =ontoh ) ber$ > nomina ber$ > ombak berombak meng$ > ambil me$ > makan mem$ > baca men$ > darat meny$ > sambut menge$ > lap mengambil memakan membaca mendarat menyambut mengelap Hal 6 .. Jenis ' Jenis Afiksasi Adapun jenis$jenis a'iksasi sesuai dengan posisi peletakkannya dalam kaiatan dengan kata dasar. adalah sebagai berikut) a. (enurut Putrayasa +-. ambil nomor urut !erdasarkan contoh di atas makna a'iks #e!. Per'iks meN$ Per'iks meN$ merupakan alomor' dari mor'$mor' yaitu% meng$% me$% mem$% men$% meny$% dan menge$.1 ) :$. &.% yaitu a'iks yang diletakkan di depan bentuk dasar.

selain itu pre'iks se$ bisa melkat pada kata benda dan kata bilangan. Pre'iks peN$ Per'iks peN$ merupakan alomor' dari mor'$mor' yaitu% peng$% pe$% pem$% men$%peny$% dan penge$ =ontoh) peN$ > erba peN$ > erba peN$ > erba peN$ > nomina peN$ > erba peN$ > nomina 3. Pre'iks per$ Pre'iks per$ merupakan alomor' dari mor'$mor' yaitu% per$% pel$ =ontoh ) per$ > adjekti' per$ > erba per$ > nomina D. Pre'iks ter$ bel$ > ajar be$ > renang belajar berenang Pre'iks ter$ merupakan alomor' dari mor'$mor' yaitu% ter$% tel$ =ontoh ) ter$ > erba "el$ > erba 2. per$ > besar pel$ > ajar pe$ > tani perbesar pelajar petani peng$ > goda pe$ > menang pem$ > borong pen$ > dendam meny$ > serah menge$ > tik penggoda pemenang pemborong pendendam penyerah pengetik ter$ > buka tel$ > anjur terbuka telanjur Hal 7 . Pre'iks se$ Pre'iks se$ tidak mengalami perubahan bentuk pada saat melekat pada kata dasar.!er$> erba !er$ > erba 0.

=ontoh) ke$ > adjekti ke$ > numrelia 1. menjadi telun"uk +nomina. Pre'iks ke memiliki 'ungsi untuk membentuk kata bilangan atau kata benda. Pre'iks ke$ se$ > piring se$ > pohon se$ > malam sepiring sepohon semalam Pre'iks ke$ hampir sama dengan pre'iks se$ yang tidak mengalami perubahan bentuk ketika dilekatkan pada bentuk kata dasar. Pada proses penyisipan in'iks 4$el$4 dan 4$er$4 terjadi perubahan kelas kata dari erba menjadi nomina. Pada proses penyisipan in'iks ini tidak terjadi perubahan kelas kata. Pre'iks di$ tidak mengalami perubahan bentuk ketika dilekatkan pada kata dasar. =ontoh) di$ > erba di$ > erba di$ > makan di$ > masak dimakan dimasak ke$ > tua ke$ > dua ketua kedua b.=ontoh) se$ > noun se$ > noun se$ > ad er :. Hal 8 . *n'iks +sisipan. K > in'iks>@K@K@K E tunjuk F "elunjuk +" >in'iks G$em$H> unjuk.% yaitu a'iks yang diletakkan dalam bentuk dasar. $un"uk + erba. Pre'iks di$ Pre'iks di$ memiliki arti untuk menyatakan tindakan pasi'. =ontohnya ) $el$% $er$% $em$% *n'iks merupakan sisipan yang terletak ditengah suku kata dasar atau yang diapit oleh konsonan dan okal atau dengan rumus K>in'ks>@K@KK atau K>in'iks>@KK@K dan seterusnya. dan seterusnya. !erikut diperikan sesuai rumus diatas.

dilekatkan oleh su'iks 4$kan4 menjadi belikan + erba. Pada kasus kon'iks ini proses pelekatanya harus dengan cara bersamaan Hal 9 . &imul'iks yang dimaksud adalah a'iks yang dimani'estasi dengan nasalisasi dari 'onem pertama suatu bentuk dasar dan 'ungsi untuk membentuk erba atau mem erbakan nomina% adjekti a% atau kelas kata lainnya. e. tetap nomina pada ge#ilang.!erikut diperikan sesuai rumus diatas. Pada kasus su'iks Fi terjadi perubahan kelas kata dari nomina menjadi erba. Breenberg +dalam Putrayasa -.% yaitu a'iks yang dilekatkan di belakang bentuk dasar. c.1 ) 1. &imul'iks% yaitu a'iks yang dimani'estasi dengan ciri$ciri segmental yang dileburkan pada bentuk dasar. d. =ontoh) !entuk dasar beli + erba. =ontoh) bentuk dasar te#an +nomina. =ontoh) !entuk dasar #akan + erba. %ilang +nomina. Pada kasus su'iks Fkan tidak merubah kelas kata. menggunakan istilah ambi'iks untuk kon'iks. &u'iks +akhiran.. Kon'iks% yaitu a'iks yang terdiri atas dua unsur% yaitu di depan dan di belakang bentuk dasar... soto menjadi nyoto% sate menjadi nyate% kebut menjadi ngebut% dan sabit menjadi nyabit. =ontohnya) $an% $kan% $i &u'iks merupakan proses pelekatan pada akhir bentuk dasar yang dapat mengubah kelas kata erba menjadi nomina pada su'iks 4$an4. =ontohnya ) kopi menjadi ngopi. Kon'iks merupakan gabungan dua buah a'iks yaitu pre'iks dan su'iks.. dilekatkan su'iks 4$i4 menjadi te#ani + erba. Kin'ks@K@KK E Bilang F Bemilang +B>in'iks G$em$H> ilang. dilekatkan oleh su'iks 4$an4 menjadi #akanan +nomina.

&elain itu% pengaruh bahasa asing atau bahasa daerah yang dikuasi oleh penutur turut mempengaruhi penggunaan bahasa *ndonesia. !entuk kesalahan tersebut dikaitkan dengan aspek penggunaan bahasa baku% pilihan kata% sematis% dan ejaan. Untuk lebih jelasnya berikut bentuk$bentuk kesalahan penggunaan a'ikssasi. Dalam pembentukan kata unsur perubahan 'onem cukup mempengaruhi keberterimaan kata tersebut. Kata dasar 4ada4 mendapat lekatan pre'iks ke$ menjadi keada 'tidak mempunyai arti leksikal. =ontoh) Kon'iks digunakan hanya satu yaitu pre'iks saja. !anyak jenis a'iks yang bernuansa kedaerahan masuk mempengaruhi jenis$jenis a'iks dalam bahasa *ndonesia. Kesalahan yang sering terjadi dalam berbahasa adalah kesalahan dalam penggunaan a'iksasi. <ika perubahan 'onem tidak tepat% maka akan terjadi Hal 10 . Empat jenis yang tidak ditampilkan disebabkan penulis hanya mengambil ih#al a'iksasi yang sesuai dan terdapat dalam bahasa indonesia saja tidak diluar bahasa indonesia. Proses mor'ologis +proses pembentukan kata. )esalahan Pr*ses M*rf*f*ne%is Proses (or'o'onemis merupakan aspek keterkaitan antara mor'ologis dan 'onologis. Bentuk-Bentuk )esalahan Penggunaan Afiksasi Kesalahan dalam berbahasa *ndonesia yang tidak sesuai dengan kaidah yang sudah ditentukan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sekitar. a. "idak akan mempunyai sebuah arti atau tidak berterimanya sebuah kata jika dalam kon'iks tersebut dilekatkan hanya dengan satu a'isk baik pre'iks saja maupun su'iks saja karena tidak terdapat kaidah dan menghasilkan arti dari sebuah kata. akan melibatkan aspek 'onologis. (. =atatan) penulis membatasi sampai lima jenis a'iksasi diatas yang sejatinya berjumlah sembilan yang dikemukanakan oleh Putrayasa. =ontoh) Kon'iks ke$an pada kata dasar 4ada4 menjadi Ikeadaan& !andingkan jika salah satu dari pre'iks atau su'iks dari kon'iks tersebut hanya diguanakan salah satu baik pre'iks maupun su'iks. Pada proses a'iksasi akan terjadi proses mor'o'onemis% yaitu perubahan$perubahan 'onem yang terjadi akibat pertemuan a'iks dengan bentuk dasar.yaitu pre'iks dan su'iks tersebut.

menjelaskan kaidah mor'o'onemis mor'em #e!.pada bentuk dasar yang dimulai dengan 'onem 4c4 yaitu contek. Kata kerja yang digunakan dalam kata bera'iks berpukul pada kalimat tersebut adalah kata kerja transiti' karena diikuti dengan kata dia.0. #encontek. #e#paksa. Kesalahan penggunaan a'iks ber$ terjadi juga pada kata bera'iks dalam contoh di atas yang berupa kata berwu"udkan. A'iks yang tepat untuk bentuk kata dasar pukul adalah kombinasi a'iks #e!-i. &elanjutnya kesalahan proses mor'o'onemis pada kata #encontek adalah proses perubahan pre'iks #e!. Aspek semantic berkaitan dengan penggunaan a'iks karena a'iks mengandung makna tersendiri. Hal ini sekait dengan Hal 11 . <adi bentuk a'iks yang benar dari kata #e"aga adalah #en"aga.. &ementara itu Ala#i% at al +-. )esalahan Penggunaan Afiks Ada beberapa contoh kesalahan penggunaan a'iks yang berkaitan dengan aspek sintaksis dan semantic. maka akan menjadi #e#pukuli. (or'em #e!$ jika dibubuhkan pada kata dasar yang dimulai dengan 'onem 4c4 bentuk #e!. <ika mor'em #e!. Kesalahan penggunaan a'iks ber dalam contoh di atas berupa kata berpukul terkait dengan aspek sintaksis. &ehingga bentuk mor'o'onemis yang tepat adalah #enyontek.jika dibubuhkan pada kat dasar yang dimulai dengan 'onem 4j4.pada bentuk dasar yang dimulai dengan 'onem 4 "/ yaitu jaga. Hubungan a'iks dengan aspek sintaksis terjadi pada saat mentukan 'ungsi kata bera'iks dalam kalimat.akan berubah menjadi #eny-.kesalah a'iksasi. jika dikombinasikan dengan a'iks #e!-i. Kesalahan proses mor'o'onemis yang terjadi pada kata #e"aga adalah proses perubahan a'iks #e!. bentuk kata dasar pukul diberi su'iks Fi menjadi pukuli. bentuk #e!. Ada beberapa contoh bentuk kesalahan penggunaan a'iksasi yang sering ditemukan di lapangan% seperti #e"aga. !erikut contoh kesalahan a'iks)berpukul dia dan berwa"ibkan. Perlu diketahui jika a'iks #e!.berubah menjadi #eny-.bertemu dengan 'onem 4p4 maka akan mengalami peluluhan. b. &ehingga kata yang tepat adalah #e#ukuli.

-.erivasi dan )nfleksi.//... !andung) 6e'ika Aditama.1. fungsi dan . /a"ian #orfologi +!entuk Deri asional Dan *n'leksional. +fiks . -.B. Hal 12 .orfologi. $ata (entuk (ahasa )ndonesia +Kajian ke Arah "atabahasa Deskri'ti'. <akarta) !alai Pustaka.. "arigan% H. A'iks yang tepat untuk pembentuk erba ini kata yang diperlukan untuk bentuk dasar #ujud adalah kata yang mengandung adalah pre'iks ter$ sehingga membentuk kata ter#ujud yang mengandung makna dapat di#ujudkan. *engantar sosiolinguistik. !andung) ANBKA&A. A'iks ber$ dalam kata ber#ujudkan dalam kalimat ini ini mengandung makna memiliki% sedangkan berdasarkan konteks kalimat makna dapat dilakukan. -. -.$in"auan dari *respektif .orfologi +Kajian !entuk dan (akna.1. Aslinda dan Leni &ya'yahya. -... #A!+A. !andung )P" 6e'lika Aditama Ermanto% Emidar..erivasi *er-/-an dala# (ahasa )ndonesia. &ukri% (uhammad.. P-S+A)A Al#i% Hasan dkk. (ataram) =erdas Press. <akarta) !umi Aksara. *enga"aran .:.. Putrayasa% *. -.!.akna +fiks )nfleski pada Padang) UNP erba +fiksasi (ahasa )ndonesia .aspek semantis. -. Padang) UNP Ermanto./0. <adi kata yang tepat untuk ber#ujudkan adalah kata ter#ujud. -..0.orfologi . (uslich% (ansur. $ata (ahasa (aku (ahasa )ndonesia... .1.

(.akalah) Hal 13 . "anpa tahun.7idianti. /esalahan +fiksasi dala# *e#bela"aran (ahasa )ndonesia bagi *enutur +sing.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->