P. 1
4 Pemasangan Infus

4 Pemasangan Infus

|Views: 31|Likes:
pemasangan infus
pemasangan infus

More info:

Published by: Hestiani Windari Ginting Munthe on Dec 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/19/2014

pdf

text

original

Laporan Pendahuluan Praktikum Pemberian Terapi Intravena Oleh Ragil Aprilia Astuti, 0906629 9!

Depok, 23 April 2012 A" #e$inisi Terapi intravena adalah tindakan yang dilakukan dengan cara memasukkan cairan, elektrolit, obat intravena dan nutrisi parenteral ke dalam tubuh melalui intravena. Tindakan ini merupakan metode efektif dan efisien dalam memberikan suplai cairan ke dalam kompartemen intravaskuler. Terapi intravena dilakukan berdasarkan order dokter dan pera at bertanggung !a ab dalam pemeliharaan terapi yang dilakukan. "emilihan pemasangan terapi intravena didasarkan pada beberapa faktor, yaitu tu!uan dan lamanya terapi, diagnosa pasien, usia, ri ayat kesehatan dan kondisi vena pasien. #airan$larutan yang digunakan dalam terapi intravena berdasarkan osmolalitasnya dibagi men!adi% %& Isotonik &uatu cairan$larutan yang memiliki osmolalitas sama atau mendekati osmolalitas plasma. #airan isotonik digunakan untuk mengganti volume ekstrasel, misalnya kelebihan cairan setelah muntah yang berlangsung lama. #airan ini akan meningkatkan volume ekstraseluler. &atu liter cairan isotonik akan menambah #'& 1 liter. Tiga liter cairan isotonik diperlukan untuk mengganti 1 liter darah yang hilang. #ontoh% (a#l 0,) *, +inger ,aktat, De-trose . * dalam air /D.01 2& 'ipotonik &uatu cairan$larutan yang memiliki osmolalitas lebih kecil daripada osmolalitas plasma. Tu!uan cairan hipotonik adalah untuk menggantikan cairan seluler, dan menyediakan air bebas untuk ekskresi sampah tubuh. "emberian cairan ini umumnya menyebabkan dilusi konsentrasi larutan plasma dan mendorong air masuk ke dalam sel untuk memperbaiki keseimbangan di intrasel dan ekstrasel, sel tersebut akan membesar atau membengkak. "erpindahan cairan ter!adi dari kompartemen intravaskuler ke dalam sel. #airan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan risiko peningkatan T23. "emberian cairan hipotonik yang berlebihan akan mengakibatkan% ∼ Deplesi cairan intravaskuler ∼ "enurunan tekanan darah ∼ 'dema seluler

aktat $+. "embagian cairan$ larutan berdasarkan tu!uan penggunaannya% a. *. * dalam 0. mencegah dehidrasi dan koreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Nutrient solution 6erisi karbohidrat / dekstrose. De-trose 10 * dalam air. klien harus dipantau dengan teliti. Air untuk menyuplai kebutuhan air. #l. #airan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan penyakit gin!al dan !antung serta pasien dengan dehidrasi. * dalam (a#l 0. Electrolyte solution 6erisi elekrolit. kation dan anion. #ontoh% de-trose 2.) * e. #l.* dalam saline 0. * dalam (a#l 0. Acidifying solution 7ntuk menetralkan alkalosis metabolic. levulosa1 dan air.∼ 3erusakan sel 3arena larutan ini dapat menyebabkan komplikasi serius.arutan ini diindikasikan untuk pencegahan dehidrasi dan ketosis. sedangkan karbohidrat untuk kebutuhan kalori dan energi. #ontoh % Dekstran. sehingga menyebabkan sel5selnya mengkerut. luka baker berat1. . #ontoh % +inger . dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera.4.. Dekstrose . #ontoh % Dekstrose .4. /sodium.aktat $+. d.0. "otassium. De-trose 20 * dalam air. . maka efektif dalam mengisi se!umlah volume cairan / volume expanders1 ke dalam pembuluh darah dalam aktu yang singkat. "lasma.) *. *. D . * dalam +.aktat dan garam fisiologis. 8uman &erum Albumin "embagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya% %& )ristaloid 6ersifat isotonik. (a#l 0.. . glukosa. "emberian larutan hipertonik yang cepat dapat menyebabkan kelebihan dalam sirkulasi dan dehidrasi. potassium dan kalsium1. #ontoh% D . #ontoh% D. +inger . Alkalizing solution 7ntuk menetralkan asidosis metabolic. #ontoh% +inger5. "erpindahan cairan dari sel ke intravaskuler.arutan ringer /sodium. (a#l 0. Blood volume expanders Digunakan untuk meningkatkan volume darah karena kehilangan darah$plasma dalam !umlah besar. 3alsium dan laktat1 c. /misal% hemoragi. (a#l 0.4.arutan ini sering digunakan untuk larutan hidrasi. Albumin 2. #ontoh% (ormal &aline /(&1. .2 * (& 'ipertonik &uatu cairan$larutan yang memiliki osmolalitas lebih tinggi daripada osmolaritas plasma.4.. * sodium chloride b. *.

dipasang !alur infus intravena untuk persiapan !ika ter!adi syok. bengkak dan hangat saat disentuh . lemak dan kalori yang tidak dapat dipertahankan melalui oral. )ontraindikasi." Indikasi. 21 9engoreksi dan mencegah gangguan cairan dan elektrolit 31 9emperbaiki keseimbangan asam basa 41 9emberikan tranfusi darah . elektrolit. misalnya risiko dehidrasi /kekurangan cairan1 dan syok /mengancam nya a1. yang memungkinkan pemberian obat langsung ke dalam 2< 21 3eadaan ingin mendapatkan respon yang cepat terhadap pemberian obat 31 3lien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus5menerus melalui 2< 41 3lien yang mendapat terapi obat yang tidak bisa diberikan melalui oral atau intramuskuler .2& )oloid 7kuran molekulnya /biasanya protein1 cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler.1 3lien yang membutuhkan koreksi$pencegahan gangguan cairan dan elektrolit :1 3lien yang sakit akut atau kronis yang membutuhkan terapi cairan =1 3lien yang mendapatkan tranfusi darah >1 7paya profilaksis /tindakan pencegahan1 sebelum prosedur /misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan. infiltrasi atau thrombosis 21 Daerah yang ber arna merah. kenyal. sehingga tidak dapat dipasang !alur infus. dan tetap berada dalam pembuluh darah. )ontraindikasi 2nfus dikontraindikasikan pada daerah% 11 Daerah yang memiliki tanda5tanda infeksi. maka sifatnya hipertonik. )omplikasi 11 3eadaan emergency /misal pada tindakan +."1. #ontoh% albumin dan steroid. *" Tu+uan Tu!uan terapi intravena adalah% 11 9empertahankan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air.1 9enyediakan medium untuk pemberian obat intravena :1 9embantu pemberian nutrisi parenteral . vitamin. dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. !uga untuk memudahkan pemberian obat1 )1 7paya profilaksis pada pasien5pasien yang tidak stabil. protein. sebelum pembuluh darah kolaps /tidak teraba1.

Tinggikan ekstremitas c. Intervensi : a. dan masuknya mikroorganisme saat penusukan1. 2nsiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan !alur intravena. 9engobservasi tempat insersi akan adanya kemungkinan komplikasi apapun setiap !am e. 9engencerkan obat5obatan yang mengiritasi !ika mungkin 2& In$iltrasi 2nfiltrasi ter!adi ketika cairan 2< memasuki ruang subkutan di sekeliling tempat pungsi vena. palor /disebabkan oleh sirkulasi yang menurun1 di sekitar area insersi. 2nfiltrasi ditun!ukkan dengan adanya pembengkakan /akibat peningkatan cairan di !aringan1. ?unakan tehnik aseptik selama pemasangan b. 3ondisi ini dikarakteristikkan dengan adanya daerah yang memerah dan hangat di sekitar daerah insersi$penusukan atau sepan!ang vena.31 <ena di ba ah infiltrasi vena sebelumnya atau di ba ah area flebitis 41 <ena yang sklerotik atau bertrombus . 9empertimbangkan komposisi cairan dan medikasi ketika memilih area insersi d. ukuran dan tempat kanula dimasukkan. 9enempatkan kateter atau !arum dengan baik f.engan yang mengalami luka bakar )omplikasi %& -lebitis 2nflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia maupun mekanik. 2nfiltrasi mudah dikenali !ika tempat penusukan lebih besar daripada tempat yang sama di ekstremitas yang berla anan. 9emberikan kompres hangat dan basah di tempat yang terkena Pencegahan : a. 9enghentikan 2< dan memasang pada daerah lain b. nyeri atau rasa lunak pada area insersi atau sepan!ang vena. pemasangan !alur 2< yang tidak sesuai. ketidaknyamanan dan penurunan kecepatan aliran secara nyata.engan pada sisi yang mengalami mastektomi /aliran balik vena terganggu1 =1 .1 .engan dengan pirai arteriovena atau fistula :1 . komposisi cairan atau obat yang diinfuskan /terutama p8 dan tonisitasnya. dan pembengkakan. &uatu cara yang lebih dipercaya untuk memastikan infiltrasi adalah dengan memasang torniket di atas atau di daerah proksimal dari tempat pemasangan infus dan . 9enggunakan ukuran kateter dan !arum yang sesuai dengan vena c.

"enggunaan kanula yang sesuai dengan vena c. eritromycin. dan nafcillin1 Intervensi: ∼ Turunkan aliran infus Pencegahan: a. 'ncerkan obat sebelum diberikan b. dan kebocoran darah pada tempat penusukan. 9eninggikan ekstremitas klien untuk mengurangi ketidaknyamanan /meningkatkan drainase vena dan membantu mengurangi edema1 c. 9emberikan kantong es selama 24 !am ke tempat penusukan dan kemudian memberikan kompres hangat untuk meningkatkan absorpsi darah c. . p8 rendah atau osmolaritas yang tinggi /misal% phenytoin. 9engka!i tempat penusukan aktu lama.ika terapi obat yang menyebabkan iritasi direncanakan dalam !angka sarankan dokter untuk memasang central 2<. dan tekanan yang tidak sesuai yang diberikan ke tempat penusukan setelah !arum atau kateter dilepaskan. 9enghentikan infus /infus 2< seharusnya dimulai di tempat baru atau proksimal dari infiltrasi !ika ekstremitas yang sama digunakan1 b. .ika infus tetap menetes meskipun ada obstruksi vena. 9inta klien untuk melaporkan !ika ada nyeri dan bengkak pada area pemasangan infus (& Iritasi vena 3ondisi ini ditandai dengan nyeri selama diinfus. kemerahan pada kulit di atas area insersi. pembengkakan segera pada tempat penusukan. vancomycin. 8al ini disebabkan oleh pecahnya dinding vena yang berla anan selama penusukan vena. !arum keluar vena. !& 'ematoma 8ematoma ter!adi sebagai akibat kebocoran darah ke !aringan di sekitar area insersi. Intervensi: a. 2ritasi vena bisa ter!adi karena cairan dengan p8 tinggi. berarti ter!adi infiltrasi. . Intervensi: a. 9elepaskan !arum atau kateter dan memberikan tekanan dengan kasa steril b. "emberian kompres hangat /meningkatkan sirkulasi dan mengurangi nyeri1 Pencegahan: a. 9engobservasi daerah pemasangan infus secara kontinyu b.mengencangkan torniket tersebut secukupnya untuk menghentikan aliran vena. Tanda dan ge!ala hematoma yaitu ekimosis.

9emasukkan !arum secara hati5hati b. bengkak pada vena. 9enghentikan 2< b. . pelekatan platelet. . malaise. kecepatan aliran yang tersendat. kemerahan. demam. 9enghentikan 2< b. karena thrombus akan memberikan lingkungan yang istime a$baik untuk pertumbuhan bakteri1 Pencegahan: ∼ 9enggunakan tehnik yang tepat untuk mengurangi in!uri pada vena . 9eninggikan ekstremitas d.d. 9emulai !alur 2< di ekstremitas yang berla anan Pencegahan: a. dan tidak nyaman pada area pemasangan$insersi. dan leukositosis. 9emberikan kompres hangat c. 9enghindarkan trauma pada vena pada saat 2< dimasukkan b. 9engecek tambahan pengobatan untuk kompabilitas 6& Trombosis Trombosis ditandai dengan nyeri.epaskan torniket segera setelah insersi berhasil & Trombo$lebitis Tromboflebitis menggambarkan adanya bekuan ditambah peradangan dalam vena. aliran balik darah di selang infus. aliran balik darah ketika pasien ber!alan. 3arakteristik tromboflebitis adalah adanya nyeri yang terlokalisasi.& O//lusion @cclusion ditandai dengan tidak adanya penambahan aliran ketika botol dinaikkan. kemerahan. 9emberikan kompres hangat c. dan selang diklem terlalu lama. "erhatikan terapi 2< yang diberikan /terutama yang berhubungan dengan infeksi. @cclusion disebabkan oleh gangguan aliran 2<. Intervensi: a. rasa hangat. imobilisasi ekstremitas karena adanya rasa tidak nyaman dan pembengkakan. dan pembengkakan di sekitar area insersi atau sepan!ang vena. 9engobservasi area insersi tiap !am c. 9emulai lagi uintuk memasang pada ekstremitas lain !ika diindikasikan Pencegahan: a. Trombosis disebabkan oleh in!uri sel endotel dinding vena. Intervensi: a. dan aliran infus berhenti.

#" Alat dan *ahan • • • • • • . Turunkan kecepatan aliran Pencegahan: ∼ Apabila akan memasukkan darah /missal "+#1.arutan infuse sesuai indikasi . . 6erikan kompres hangat di sekitar area insersi b. aliran berhenti meskipun klem sudah dibuka maksimal. 9inta pasien untuk menekuk sikunya ketika ber!alan /mengurangi risiko aliran darah balik1 c. Intervensi: a.Intervensi: ∼ 6ilas dengan in!eksi cairan. &pasme vena bisa disebabkan oleh pemberian darah atau cairan yang dingin. needle$butterfly1 &et infuse &elang intravena Alkohol Torniket dan s ab pembersih • • • • • ing • • &arung tangan sekali pakai 3asa atau balutan trasparan dan larutan atau salep yodiumApovidon "lester 8anduk$pengalas tangan Tiang penyangga 2< 6engkok /tempat pembuangan !arum1 ?unting yodiumApovidon 2" Anatomi #aerah Target . "emeliharaan aliran 2< b.arum yang sesuai /abbocath. !angan dipaksa !ika tidak sukses Pencegahan: a. iritasi vena oleh obat atau cairan yang mudah mengiritasi vena dan aliran yang terlalu cepat. buat hangat terlebih dahuilu.akukan pembilasan segera setelah pemberian obat 0& 1pasme vena 3ondisi ini ditandai dengan nyeri sepan!ang vena. kulit pucat di sekitar vena.

<ena subklavia% dilakukan oleh dokter untuk terapi !angka pan!ang atau infus cairan yang mengiritasi /hipertonik1 >."emilihan <ena 1. 8indari daerah penon!olan tulang. &efalika mediana . 6asilika median :. . ada bagian yang bocor atau tidak1 31 "erhatikan pemasangan !arum 2< atau kateter /"otter B "erry. ?unakan vena di bagian yang paling distal terlebih dahulu. b. ). <ena !ugularis interna$eksterna% biasanya dipasang untuk mengukur tekanan vena sentral atau memberikan nutrisi parenteral total /("T1 !ika melalui vena kava superior. 6asilika 4.. Antebrakial mediana =. -" 'al3hal 4ang perlu diperhatikan 11 &ebelum pemberian obat pastikan bah a obat sesuai dengan an!uran 21 "eriksa larutan$cairan sebelum dimasukkan /masa kadaluarsa. 200:1% a. <ena femoralis% biasanya hanya diguakan pada keadaan darurat tetapi dapat digunakan untuk penempatan kateter sentral untuk pemberian (T". 9etakarpal 2. keutuhan botol. &efalika 3.

aktu pemasangan infus. banyak obat yang dapat mengiritasi vena dan memerlukan pengenceran yang sesuai =1 "astikan kecepatan pemberiannya dengan benar Langkah untuk mengevaluasi tetesan cairan: ∼ Rumus umum5 3ecepatan per menit C !umlah cairan yang dibutuhkan . 6lood set 20 tetes$ml >1 .arutkan obat sesuai indikasi.aktu /menit1 Dactor tetes ∼ 3enali factor tetes dan banyaknya tetesan dari sebuah set infuse. di ruang antekubital. vena pada daerah fleksi dan vena yang tidak stabil . akan lebih baik !ika dibilas terlebih dulu dengan cairan fisiologis /misal (a#l1 )1 3a!i kondisi pasien dan toleransinya terhadap obat yang diberikan 101 3a!i kepatenan !alan infus 111 "erhatikan infeksi 6" Prosedur )er+a Pungsi7Pemasangan In$us Langkah3Langkah 1. ganti tempat pemasangan !ika ada tanda5tanda 2.1 ?unakan !arum sesuai dengan kondisi vena klien :1 . 4.factor tetes 0aktu /menit1 <olume /ml1$ !am C total volume % aktu pemberian . di esktremitas yang sensasinya menurun. atau di tangan yang dominan. di daerah yang mengalami peradangan. misalnya% 9ikrodrip :0 tetes$ml.ika akan memberikan obat melalui selang infus yang sama. tetes$ml. vena yang telah rusak.c.umlah cairan yang diberikan C kecepatan per menit /tetes$menit1 . 8indari pemasangan selang 2< di pergelangan tangan klien. 41 8indarkan memasang infus pada daerah5daerah yang infeksi. @bservasi tanda dan ge!ala yang mengindikasikan ketidakseimbangan cairan atau elektrolit% "ela!ari kembali program penggantian terapi yang ditetapkan dokter 3umpulkan peralatan yang dibutuhkan untuk memulai pemasangan selang 2< 2dentifikasi klien dan !elaskan prosedur. 3. . 2nfuse set 1.

. "astikan selang bebas dari udara dan gelembung udara. b. >. gunting bulu5bulu tersebut. b. Atur peralatan di atas me!a di samping tempat tidur 2dentifikasi vena yang dapat diakses untuk tempat pemasangan !arum 2< atau kateter #uci tangan 6uka kemasan steril dengan menggunakan teknik steril "eriksa larutan dengan menggunakan lima benar pemberian obat. Tekan bilik tetesan kemudian lepaskan. 2si selang infus% a. "ilih vena distal untuk digunakan. ).. bukan aliran arteri. TurniFuet harus menghambat aliran vena. 11. d.epaskan penutup pelindung dari u!ung insersi selang dengan tidak menyentuh u!ung insersi tersebut. =. Tempatkan klem yang dapat digeser tepat di ba ah bilik tetesan dan gerakkan klem penggeser ke posisi penghentian aliran infus. "asang turniFuet 10 G 12 cm di atas tempat insersi. 12. . Apabila memungkinkan.. letakkan ekstremitas pada posisi dependen /dalam keadaan selalu ditopang1 1=. c. 10. "eriksa denyut distal. . 6uka pelindung !arum dan geser klem penggeser sehingga aliran infus dapat mengalir dari bilik teetesan melalui selang ke adapter !arum. 6uka set infus. 13. !ika diprogramkan. :. pertahankan sterilitas di kedua u!ungnya. 1. kemudian masukkan u!ung selang tersebut ke dalam.. Apabila di tempat insersi !arum terdapat banyak bulu badan. ?anti pelindung !arum. 14. ?erakkan kembali klem penggeser ke posisi penghentian aliran cairan setelah selang terisi. 1:.epaskan penutup pelindung dari kantong cairan 2< tanpa menyentuh u!ung tempat masuknya alat set infus. 9asukan set infus ke dalam kantong cairan% a. "astikan bah a larutan telah dicampurkan dengan Eat tambahan yang diresepkan seperti kalium dan vitamin.

atau minta pasien mengepalkan dan membuka tangan atau dengan melakukan ketukan ringan di atas vena atau dengan memberi kompres hangat. "ilih vena yang berdilatasi dengan baik.2. Diksasi selang infus ke kateter dengan sepotong plester berukuran 2. terkonsentrasi. 6erikan sedikit larutan atau salep yodium5povidin pada tempat pungsi vena. 8ubungkan adapter !arum infus ke hub @(# atau !arum. Diksasi vena dengan menempatkan ibu !ari di atas vena dan dengan meregangkan kulit berla ana dengan arah insersi . . a. 6ersihkan tempat insersi dengan kuat.an!utkan memasukkan kateter yang fleksibel atau !arum kupu5kupu sampai hub berada di tempat pungsi vena 23. 2. . 24. a.arum kupu5kupu% tempatkan !arum dengan membentuk sudut 20 G 30 dera!at dengan bevel di bagian atas. aktu pemasangan selang 2<. 1).1>. .. a. Tulis tanggal. 3enakan sarung tangan steril 20. 6uang sarung tangan dan cuci tangan. gunakan alkohol =0*.epaskan klem penggeser untuk memulai aliran infus dengan kecepatan tertentu untuk mempertahankan kepatenan selang 2<. . cm1 di ba ah hub kateter dengan sisi perekat dan silahkan plester di atas hub b. Apabila klien alergi terhadap yodium.angan menutup hubungan antara selang 2< dan hub kateter. b. Tempatkan plester kecil yang kedua. .. c. . 2=. Tempelkan plester kecil /1.angan sentuh titik masuk adapter !arum atau bagian dalam hub @(#. 2>. . searah dengan aliran balik darah vena distal terhadap tempat pungsi vena yang sebenarnya. @bservasi klien setiap !am untuk untuk menentukan responnya terhadap terapi 2<. langsung disilangkan ke hub kateter. 30. cm. 9etode alternatif tempatkan kasa balutan berukuran 2 H 2 di atas tempat pungsi vena dan hub kateter.epaskan turniFuet atau lepaskan slylet dari @(#. Diksasi kateter 2< atau !arum. 22. Diksasi hubungan itu dengan dua lembar plester sepan!ang 2. yang mengindikasikan bah a !arum telah memasuki vena. . sekitar 1 cm dari arah distal ke tempat pungsi vena. 21.akukan pungsi vena. dari arah distal ke tempat pungsi vena..umlah larutan benar sesuai dengan program yang ditetapkan. d. 6iarkan sampai kering. e. &tabilkan kateter dengan salah satu tangan. 6iarkan larutan mengering sesuai dengan kebi!akan +&. 2:. ukuran !arum. . cm. @(#% insersi bevel dengan membentuk sudut 20530 dera!at. 2). 9etode untuk membuat vena berdilatasi adalah dengan memukul5mukul vena dari arah proksimal ke distal. G = cm. dan tanda tangan serta inisiasi pera at pada balutan 2<. dengan mengikuti petun!uk pabrikan.etakkan balutan transparan di atas tempat pungsi vena. 9asukkan lagi kateter sekitar seperempat inci ke dalam vena dan kemudian longgarkan slylet. . dan gerkan sirkular dari tempat insersi ke daerah luar dengan menggunakan larutan yodium5povidum. Atur kecepatan aliran untuk mengoreksi tetesan per menit. +edakan !arum sampai hampir menyentuh kulit. .ihat aliran balik melalui selang !arum kupu5kupu atau balik darah di @(#.

th edition.akarta% '?#. flebitis. dan integritas serta kepatenan sistem 2<. Tidak terdapat infiltrasi. 3epatenan 2< d. kecepatan aliran. !umlah yang diinfuskan. et al. ukuran dan tipe kateter 2< atau !arum dan aktu infus dimulai. /200.b. process and practice . . atau inflamasi 31. /1)). . #alifornia % Addison5 0esley. Tulis di catatan pera at tentang tipe cairan. Fundamental ! "ursing% #oncepts. tenpat insersi.1. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep. . #atat respon terhadap cairan 2<. /200:1. dkk.akarta% '?#. R2-2R281I "otter dan "erry. <ol 2. 8idayat. Buku $aku: Praktikum Ke%utuhan &asar 'anusia.1. 3oEier. Proses dan Praktik. A. 3ecepatan aliran benar /tetesan per menit1 c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->