Laporan Pendahuluan Praktikum Pemberian Terapi Intravena Oleh Ragil Aprilia Astuti, 0906629 9!

Depok, 23 April 2012 A" #e$inisi Terapi intravena adalah tindakan yang dilakukan dengan cara memasukkan cairan, elektrolit, obat intravena dan nutrisi parenteral ke dalam tubuh melalui intravena. Tindakan ini merupakan metode efektif dan efisien dalam memberikan suplai cairan ke dalam kompartemen intravaskuler. Terapi intravena dilakukan berdasarkan order dokter dan pera at bertanggung !a ab dalam pemeliharaan terapi yang dilakukan. "emilihan pemasangan terapi intravena didasarkan pada beberapa faktor, yaitu tu!uan dan lamanya terapi, diagnosa pasien, usia, ri ayat kesehatan dan kondisi vena pasien. #airan$larutan yang digunakan dalam terapi intravena berdasarkan osmolalitasnya dibagi men!adi% %& Isotonik &uatu cairan$larutan yang memiliki osmolalitas sama atau mendekati osmolalitas plasma. #airan isotonik digunakan untuk mengganti volume ekstrasel, misalnya kelebihan cairan setelah muntah yang berlangsung lama. #airan ini akan meningkatkan volume ekstraseluler. &atu liter cairan isotonik akan menambah #'& 1 liter. Tiga liter cairan isotonik diperlukan untuk mengganti 1 liter darah yang hilang. #ontoh% (a#l 0,) *, +inger ,aktat, De-trose . * dalam air /D.01 2& 'ipotonik &uatu cairan$larutan yang memiliki osmolalitas lebih kecil daripada osmolalitas plasma. Tu!uan cairan hipotonik adalah untuk menggantikan cairan seluler, dan menyediakan air bebas untuk ekskresi sampah tubuh. "emberian cairan ini umumnya menyebabkan dilusi konsentrasi larutan plasma dan mendorong air masuk ke dalam sel untuk memperbaiki keseimbangan di intrasel dan ekstrasel, sel tersebut akan membesar atau membengkak. "erpindahan cairan ter!adi dari kompartemen intravaskuler ke dalam sel. #airan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan risiko peningkatan T23. "emberian cairan hipotonik yang berlebihan akan mengakibatkan% ∼ Deplesi cairan intravaskuler ∼ "enurunan tekanan darah ∼ 'dema seluler

. "otassium. #ontoh % Dekstrose . levulosa1 dan air.arutan ringer /sodium. . potassium dan kalsium1.0.4. #ontoh % Dekstran. #ontoh% +inger5. (a#l 0. Air untuk menyuplai kebutuhan air. Dekstrose . #ontoh% D .aktat $+. Alkalizing solution 7ntuk menetralkan asidosis metabolic. "lasma. 3alsium dan laktat1 c. #ontoh% de-trose 2. sedangkan karbohidrat untuk kebutuhan kalori dan energi.) *.) * e. "erpindahan cairan dari sel ke intravaskuler. "emberian larutan hipertonik yang cepat dapat menyebabkan kelebihan dalam sirkulasi dan dehidrasi. *. * dalam (a#l 0. /sodium. . De-trose 10 * dalam air. klien harus dipantau dengan teliti. +inger . dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera. sehingga menyebabkan sel5selnya mengkerut. De-trose 20 * dalam air. luka baker berat1. Acidifying solution 7ntuk menetralkan alkalosis metabolic. (a#l 0. #l.aktat dan garam fisiologis.aktat $+. glukosa..4. kation dan anion. . maka efektif dalam mengisi se!umlah volume cairan / volume expanders1 ke dalam pembuluh darah dalam aktu yang singkat. /misal% hemoragi.arutan ini sering digunakan untuk larutan hidrasi.arutan ini diindikasikan untuk pencegahan dehidrasi dan ketosis.4.4.* dalam saline 0. Electrolyte solution 6erisi elekrolit. * dalam (a#l 0. #ontoh% D. * dalam 0. Blood volume expanders Digunakan untuk meningkatkan volume darah karena kehilangan darah$plasma dalam !umlah besar. mencegah dehidrasi dan koreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. *. *. D . #ontoh% (ormal &aline /(&1. d.. (a#l 0. Albumin 2. 8uman &erum Albumin "embagian cairan lain adalah berdasarkan kelompoknya% %& )ristaloid 6ersifat isotonik. #l.∼ 3erusakan sel 3arena larutan ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Nutrient solution 6erisi karbohidrat / dekstrose. * sodium chloride b. * dalam +..2 * (& 'ipertonik &uatu cairan$larutan yang memiliki osmolalitas lebih tinggi daripada osmolaritas plasma. "embagian cairan$ larutan berdasarkan tu!uan penggunaannya% a. #ontoh % +inger . #airan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan penyakit gin!al dan !antung serta pasien dengan dehidrasi.

misalnya risiko dehidrasi /kekurangan cairan1 dan syok /mengancam nya a1. maka sifatnya hipertonik." Indikasi. #ontoh% albumin dan steroid. !uga untuk memudahkan pemberian obat1 )1 7paya profilaksis pada pasien5pasien yang tidak stabil. vitamin.1 9enyediakan medium untuk pemberian obat intravena :1 9embantu pemberian nutrisi parenteral . dipasang !alur infus intravena untuk persiapan !ika ter!adi syok. elektrolit. dan dapat menarik cairan dari luar pembuluh darah. )omplikasi 11 3eadaan emergency /misal pada tindakan +. yang memungkinkan pemberian obat langsung ke dalam 2< 21 3eadaan ingin mendapatkan respon yang cepat terhadap pemberian obat 31 3lien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus5menerus melalui 2< 41 3lien yang mendapat terapi obat yang tidak bisa diberikan melalui oral atau intramuskuler .2& )oloid 7kuran molekulnya /biasanya protein1 cukup besar sehingga tidak akan keluar dari membran kapiler. *" Tu+uan Tu!uan terapi intravena adalah% 11 9empertahankan atau mengganti cairan tubuh yang mengandung air. sebelum pembuluh darah kolaps /tidak teraba1. dan tetap berada dalam pembuluh darah. bengkak dan hangat saat disentuh .1 3lien yang membutuhkan koreksi$pencegahan gangguan cairan dan elektrolit :1 3lien yang sakit akut atau kronis yang membutuhkan terapi cairan =1 3lien yang mendapatkan tranfusi darah >1 7paya profilaksis /tindakan pencegahan1 sebelum prosedur /misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan. lemak dan kalori yang tidak dapat dipertahankan melalui oral. )ontraindikasi 2nfus dikontraindikasikan pada daerah% 11 Daerah yang memiliki tanda5tanda infeksi. 21 9engoreksi dan mencegah gangguan cairan dan elektrolit 31 9emperbaiki keseimbangan asam basa 41 9emberikan tranfusi darah . protein. sehingga tidak dapat dipasang !alur infus."1. kenyal. infiltrasi atau thrombosis 21 Daerah yang ber arna merah. )ontraindikasi.

9engobservasi tempat insersi akan adanya kemungkinan komplikasi apapun setiap !am e. &uatu cara yang lebih dipercaya untuk memastikan infiltrasi adalah dengan memasang torniket di atas atau di daerah proksimal dari tempat pemasangan infus dan . palor /disebabkan oleh sirkulasi yang menurun1 di sekitar area insersi. 9emberikan kompres hangat dan basah di tempat yang terkena Pencegahan : a. Tinggikan ekstremitas c. 2nfiltrasi mudah dikenali !ika tempat penusukan lebih besar daripada tempat yang sama di ekstremitas yang berla anan. komposisi cairan atau obat yang diinfuskan /terutama p8 dan tonisitasnya. ?unakan tehnik aseptik selama pemasangan b. dan masuknya mikroorganisme saat penusukan1. Intervensi : a. 9enghentikan 2< dan memasang pada daerah lain b. 3ondisi ini dikarakteristikkan dengan adanya daerah yang memerah dan hangat di sekitar daerah insersi$penusukan atau sepan!ang vena. 9enggunakan ukuran kateter dan !arum yang sesuai dengan vena c. pemasangan !alur 2< yang tidak sesuai. dan pembengkakan.31 <ena di ba ah infiltrasi vena sebelumnya atau di ba ah area flebitis 41 <ena yang sklerotik atau bertrombus . 9engencerkan obat5obatan yang mengiritasi !ika mungkin 2& In$iltrasi 2nfiltrasi ter!adi ketika cairan 2< memasuki ruang subkutan di sekeliling tempat pungsi vena. 2nfiltrasi ditun!ukkan dengan adanya pembengkakan /akibat peningkatan cairan di !aringan1.1 .engan yang mengalami luka bakar )omplikasi %& -lebitis 2nflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia maupun mekanik. ukuran dan tempat kanula dimasukkan. nyeri atau rasa lunak pada area insersi atau sepan!ang vena. 2nsiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan !alur intravena.engan dengan pirai arteriovena atau fistula :1 . ketidaknyamanan dan penurunan kecepatan aliran secara nyata.engan pada sisi yang mengalami mastektomi /aliran balik vena terganggu1 =1 . 9empertimbangkan komposisi cairan dan medikasi ketika memilih area insersi d. 9enempatkan kateter atau !arum dengan baik f.

eritromycin. berarti ter!adi infiltrasi. kemerahan pada kulit di atas area insersi. !& 'ematoma 8ematoma ter!adi sebagai akibat kebocoran darah ke !aringan di sekitar area insersi. . 'ncerkan obat sebelum diberikan b. 9enghentikan infus /infus 2< seharusnya dimulai di tempat baru atau proksimal dari infiltrasi !ika ekstremitas yang sama digunakan1 b. 2ritasi vena bisa ter!adi karena cairan dengan p8 tinggi. 9inta klien untuk melaporkan !ika ada nyeri dan bengkak pada area pemasangan infus (& Iritasi vena 3ondisi ini ditandai dengan nyeri selama diinfus. pembengkakan segera pada tempat penusukan. . . dan tekanan yang tidak sesuai yang diberikan ke tempat penusukan setelah !arum atau kateter dilepaskan. "enggunaan kanula yang sesuai dengan vena c. !arum keluar vena.ika infus tetap menetes meskipun ada obstruksi vena. dan kebocoran darah pada tempat penusukan.ika terapi obat yang menyebabkan iritasi direncanakan dalam !angka sarankan dokter untuk memasang central 2<. 9emberikan kantong es selama 24 !am ke tempat penusukan dan kemudian memberikan kompres hangat untuk meningkatkan absorpsi darah c.mengencangkan torniket tersebut secukupnya untuk menghentikan aliran vena. 9engobservasi daerah pemasangan infus secara kontinyu b. 9elepaskan !arum atau kateter dan memberikan tekanan dengan kasa steril b. 9engka!i tempat penusukan aktu lama. dan nafcillin1 Intervensi: ∼ Turunkan aliran infus Pencegahan: a. p8 rendah atau osmolaritas yang tinggi /misal% phenytoin. Intervensi: a. Intervensi: a. 8al ini disebabkan oleh pecahnya dinding vena yang berla anan selama penusukan vena. Tanda dan ge!ala hematoma yaitu ekimosis. 9eninggikan ekstremitas klien untuk mengurangi ketidaknyamanan /meningkatkan drainase vena dan membantu mengurangi edema1 c. vancomycin. "emberian kompres hangat /meningkatkan sirkulasi dan mengurangi nyeri1 Pencegahan: a.

rasa hangat. 9emberikan kompres hangat c. kemerahan. . Intervensi: a. 3arakteristik tromboflebitis adalah adanya nyeri yang terlokalisasi. dan leukositosis. kemerahan. dan tidak nyaman pada area pemasangan$insersi. 9emulai !alur 2< di ekstremitas yang berla anan Pencegahan: a. imobilisasi ekstremitas karena adanya rasa tidak nyaman dan pembengkakan. "erhatikan terapi 2< yang diberikan /terutama yang berhubungan dengan infeksi. malaise. dan aliran infus berhenti. Trombosis disebabkan oleh in!uri sel endotel dinding vena.& O//lusion @cclusion ditandai dengan tidak adanya penambahan aliran ketika botol dinaikkan. 9enghindarkan trauma pada vena pada saat 2< dimasukkan b. 9emberikan kompres hangat c. dan pembengkakan di sekitar area insersi atau sepan!ang vena. 9engecek tambahan pengobatan untuk kompabilitas 6& Trombosis Trombosis ditandai dengan nyeri. demam.epaskan torniket segera setelah insersi berhasil & Trombo$lebitis Tromboflebitis menggambarkan adanya bekuan ditambah peradangan dalam vena. bengkak pada vena. karena thrombus akan memberikan lingkungan yang istime a$baik untuk pertumbuhan bakteri1 Pencegahan: ∼ 9enggunakan tehnik yang tepat untuk mengurangi in!uri pada vena . 9engobservasi area insersi tiap !am c. 9enghentikan 2< b. 9emulai lagi uintuk memasang pada ekstremitas lain !ika diindikasikan Pencegahan: a. dan selang diklem terlalu lama. aliran balik darah di selang infus. 9emasukkan !arum secara hati5hati b. 9eninggikan ekstremitas d.d. aliran balik darah ketika pasien ber!alan. pelekatan platelet. kecepatan aliran yang tersendat. . @cclusion disebabkan oleh gangguan aliran 2<. 9enghentikan 2< b. Intervensi: a.

Intervensi: ∼ 6ilas dengan in!eksi cairan. needle$butterfly1 &et infuse &elang intravena Alkohol Torniket dan s ab pembersih • • • • • ing • • &arung tangan sekali pakai 3asa atau balutan trasparan dan larutan atau salep yodiumApovidon "lester 8anduk$pengalas tangan Tiang penyangga 2< 6engkok /tempat pembuangan !arum1 ?unting yodiumApovidon 2" Anatomi #aerah Target . &pasme vena bisa disebabkan oleh pemberian darah atau cairan yang dingin.arum yang sesuai /abbocath. Turunkan kecepatan aliran Pencegahan: ∼ Apabila akan memasukkan darah /missal "+#1. #" Alat dan *ahan • • • • • • .akukan pembilasan segera setelah pemberian obat 0& 1pasme vena 3ondisi ini ditandai dengan nyeri sepan!ang vena. iritasi vena oleh obat atau cairan yang mudah mengiritasi vena dan aliran yang terlalu cepat. Intervensi: a. !angan dipaksa !ika tidak sukses Pencegahan: a.arutan infuse sesuai indikasi . "emeliharaan aliran 2< b. kulit pucat di sekitar vena. . aliran berhenti meskipun klem sudah dibuka maksimal. 6erikan kompres hangat di sekitar area insersi b. 9inta pasien untuk menekuk sikunya ketika ber!alan /mengurangi risiko aliran darah balik1 c. buat hangat terlebih dahuilu.

."emilihan <ena 1. . ). 8indari daerah penon!olan tulang. <ena femoralis% biasanya hanya diguakan pada keadaan darurat tetapi dapat digunakan untuk penempatan kateter sentral untuk pemberian (T". b. 6asilika 4. -" 'al3hal 4ang perlu diperhatikan 11 &ebelum pemberian obat pastikan bah a obat sesuai dengan an!uran 21 "eriksa larutan$cairan sebelum dimasukkan /masa kadaluarsa. ?unakan vena di bagian yang paling distal terlebih dahulu. &efalika 3. ada bagian yang bocor atau tidak1 31 "erhatikan pemasangan !arum 2< atau kateter /"otter B "erry. 200:1% a. 6asilika median :. &efalika mediana . <ena !ugularis interna$eksterna% biasanya dipasang untuk mengukur tekanan vena sentral atau memberikan nutrisi parenteral total /("T1 !ika melalui vena kava superior. <ena subklavia% dilakukan oleh dokter untuk terapi !angka pan!ang atau infus cairan yang mengiritasi /hipertonik1 >. keutuhan botol. Antebrakial mediana =. 9etakarpal 2.

vena yang telah rusak. 2nfuse set 1.c. . di esktremitas yang sensasinya menurun. 6lood set 20 tetes$ml >1 . atau di tangan yang dominan.arutkan obat sesuai indikasi. misalnya% 9ikrodrip :0 tetes$ml. 8indari pemasangan selang 2< di pergelangan tangan klien. banyak obat yang dapat mengiritasi vena dan memerlukan pengenceran yang sesuai =1 "astikan kecepatan pemberiannya dengan benar Langkah untuk mengevaluasi tetesan cairan: ∼ Rumus umum5 3ecepatan per menit C !umlah cairan yang dibutuhkan .aktu /menit1 Dactor tetes ∼ 3enali factor tetes dan banyaknya tetesan dari sebuah set infuse. vena pada daerah fleksi dan vena yang tidak stabil . di ruang antekubital. tetes$ml. ganti tempat pemasangan !ika ada tanda5tanda 2. di daerah yang mengalami peradangan.1 ?unakan !arum sesuai dengan kondisi vena klien :1 . akan lebih baik !ika dibilas terlebih dulu dengan cairan fisiologis /misal (a#l1 )1 3a!i kondisi pasien dan toleransinya terhadap obat yang diberikan 101 3a!i kepatenan !alan infus 111 "erhatikan infeksi 6" Prosedur )er+a Pungsi7Pemasangan In$us Langkah3Langkah 1. @bservasi tanda dan ge!ala yang mengindikasikan ketidakseimbangan cairan atau elektrolit% "ela!ari kembali program penggantian terapi yang ditetapkan dokter 3umpulkan peralatan yang dibutuhkan untuk memulai pemasangan selang 2< 2dentifikasi klien dan !elaskan prosedur. 4.umlah cairan yang diberikan C kecepatan per menit /tetes$menit1 . aktu pemasangan infus. 3.ika akan memberikan obat melalui selang infus yang sama.factor tetes 0aktu /menit1 <olume /ml1$ !am C total volume % aktu pemberian . 41 8indarkan memasang infus pada daerah5daerah yang infeksi.

d. 11. 9asukan set infus ke dalam kantong cairan% a. b. 6uka set infus. . pertahankan sterilitas di kedua u!ungnya. =. 1:. !ika diprogramkan.epaskan penutup pelindung dari u!ung insersi selang dengan tidak menyentuh u!ung insersi tersebut.. Apabila di tempat insersi !arum terdapat banyak bulu badan. ). TurniFuet harus menghambat aliran vena. c. letakkan ekstremitas pada posisi dependen /dalam keadaan selalu ditopang1 1=. . 13.. Apabila memungkinkan. 14. Atur peralatan di atas me!a di samping tempat tidur 2dentifikasi vena yang dapat diakses untuk tempat pemasangan !arum 2< atau kateter #uci tangan 6uka kemasan steril dengan menggunakan teknik steril "eriksa larutan dengan menggunakan lima benar pemberian obat.epaskan penutup pelindung dari kantong cairan 2< tanpa menyentuh u!ung tempat masuknya alat set infus. kemudian masukkan u!ung selang tersebut ke dalam. "astikan bah a larutan telah dicampurkan dengan Eat tambahan yang diresepkan seperti kalium dan vitamin. 6uka pelindung !arum dan geser klem penggeser sehingga aliran infus dapat mengalir dari bilik teetesan melalui selang ke adapter !arum. >. bukan aliran arteri. 12. Tempatkan klem yang dapat digeser tepat di ba ah bilik tetesan dan gerakkan klem penggeser ke posisi penghentian aliran infus. . Tekan bilik tetesan kemudian lepaskan. 10. 2si selang infus% a. "astikan selang bebas dari udara dan gelembung udara.. ?anti pelindung !arum. 1. "eriksa denyut distal. ?erakkan kembali klem penggeser ke posisi penghentian aliran cairan setelah selang terisi. gunting bulu5bulu tersebut. "ilih vena distal untuk digunakan. b. :. "asang turniFuet 10 G 12 cm di atas tempat insersi.

langsung disilangkan ke hub kateter. . sekitar 1 cm dari arah distal ke tempat pungsi vena.2. b. a. 1). 21. . Diksasi vena dengan menempatkan ibu !ari di atas vena dan dengan meregangkan kulit berla ana dengan arah insersi . 6uang sarung tangan dan cuci tangan. Diksasi hubungan itu dengan dua lembar plester sepan!ang 2. .. +edakan !arum sampai hampir menyentuh kulit. . 9etode alternatif tempatkan kasa balutan berukuran 2 H 2 di atas tempat pungsi vena dan hub kateter. . c. 6ersihkan tempat insersi dengan kuat. 2=. Tempatkan plester kecil yang kedua. cm. 9asukkan lagi kateter sekitar seperempat inci ke dalam vena dan kemudian longgarkan slylet. searah dengan aliran balik darah vena distal terhadap tempat pungsi vena yang sebenarnya.ihat aliran balik melalui selang !arum kupu5kupu atau balik darah di @(#. . ukuran !arum. dan tanda tangan serta inisiasi pera at pada balutan 2<. . .1>. 6erikan sedikit larutan atau salep yodium5povidin pada tempat pungsi vena. Diksasi selang infus ke kateter dengan sepotong plester berukuran 2. d. aktu pemasangan selang 2<. gunakan alkohol =0*. terkonsentrasi. e.akukan pungsi vena. dari arah distal ke tempat pungsi vena. cm1 di ba ah hub kateter dengan sisi perekat dan silahkan plester di atas hub b.an!utkan memasukkan kateter yang fleksibel atau !arum kupu5kupu sampai hub berada di tempat pungsi vena 23.angan sentuh titik masuk adapter !arum atau bagian dalam hub @(#. Atur kecepatan aliran untuk mengoreksi tetesan per menit..angan menutup hubungan antara selang 2< dan hub kateter. a. Diksasi kateter 2< atau !arum. Tempelkan plester kecil /1. 9etode untuk membuat vena berdilatasi adalah dengan memukul5mukul vena dari arah proksimal ke distal. 6iarkan larutan mengering sesuai dengan kebi!akan +&. . atau minta pasien mengepalkan dan membuka tangan atau dengan melakukan ketukan ringan di atas vena atau dengan memberi kompres hangat. dengan mengikuti petun!uk pabrikan.epaskan klem penggeser untuk memulai aliran infus dengan kecepatan tertentu untuk mempertahankan kepatenan selang 2<. &tabilkan kateter dengan salah satu tangan. 8ubungkan adapter !arum infus ke hub @(# atau !arum. 2>. yang mengindikasikan bah a !arum telah memasuki vena. a. cm.epaskan turniFuet atau lepaskan slylet dari @(#. . 2:. 2). dan gerkan sirkular dari tempat insersi ke daerah luar dengan menggunakan larutan yodium5povidum. 6iarkan sampai kering. 30.arum kupu5kupu% tempatkan !arum dengan membentuk sudut 20 G 30 dera!at dengan bevel di bagian atas. 2. Tulis tanggal. 3enakan sarung tangan steril 20. 24. "ilih vena yang berdilatasi dengan baik. @bservasi klien setiap !am untuk untuk menentukan responnya terhadap terapi 2<..etakkan balutan transparan di atas tempat pungsi vena.umlah larutan benar sesuai dengan program yang ditetapkan. . Apabila klien alergi terhadap yodium. @(#% insersi bevel dengan membentuk sudut 20530 dera!at. G = cm. 22.

A.akarta% '?#. Proses dan Praktik. R2-2R281I "otter dan "erry. tenpat insersi. Tidak terdapat infiltrasi. kecepatan aliran. !umlah yang diinfuskan. .th edition. atau inflamasi 31. <ol 2. Buku $aku: Praktikum Ke%utuhan &asar 'anusia. 3epatenan 2< d.b. dkk.akarta% '?#. 3oEier. . . 3ecepatan aliran benar /tetesan per menit1 c.1. /200:1. #alifornia % Addison5 0esley. process and practice . dan integritas serta kepatenan sistem 2<. /200. Fundamental ! "ursing% #oncepts. /1)). flebitis. ukuran dan tipe kateter 2< atau !arum dan aktu infus dimulai.1. Tulis di catatan pera at tentang tipe cairan. Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep. et al. 8idayat. #atat respon terhadap cairan 2<.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful