P. 1
SMP Kelas 7 - Matematika - Konsep dan Aplikasinya

SMP Kelas 7 - Matematika - Konsep dan Aplikasinya

3.5

|Views: 10,556|Likes:
Published by Priyo Sanyoto
Buku teks pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah Kelas 7
Buku teks pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah Kelas 7

More info:

Published by: Priyo Sanyoto on Sep 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2015

pdf

text

original

Sections

1.Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

a.Penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan bilang-
an bulat

Dalam menentukan hasil penjumlahan atau pengurangan
pecahan dengan bilangan bulat, ubahlah bilangan bulat itu ke dalam
bentuk pecahan dengan penyebut sama dengan penyebut pecahan
itu. Kemudian, jumlahkan atau kurangkan pembilangnya

http://koleksiku.net

57

Pecahan

sebagaimana pada bilangan bulat. Jika pecahan tersebut berbentuk
pecahan campuran, jumlahkan atau kurangkan bilangan bulat
dengan bagian bilangan bulat pada pecahan campuran.

Tentukan hasil penjumlah-
an dan pengurangan beri-
kut.

1.2

3

5

2.1

2

3

4

Penyelesaian:

1.2

215

3

5

55
215
5

17
5

2

3

5


2.Cara 1

Cara 2

1

1

2

3(23)

4

4

1

(1)

4

41
44
3
4

1

9

2

3

3

4

4
912
44
3
4

b.Penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan pecahan

Dalam menentukan hasil penjumlahan atau pengurangan dua
pecahan, samakan penyebut kedua pecahan tersebut, yaitu dengan
cara mencari KPK dari penyebut-penyebutnya. Kemudian, baru
dijumlahkan atau dikurangkan pembilangnya.

Tentukan hasilnya.

1.34
75

2.13

2

24

Penyelesaian:

1.KPK dari 5 dan 7 adalah 35, sehingga diperoleh
341528
753535
43
35
8

1

35

Diketahui jumlah dua
bilangan pecahan

adalah

.

4

2

15

Tentukan

salah satu bilangan
tersebut.
Petunjuk: Soal di atas
memiliki beberapa
alternatif jawaban.

http://koleksiku.net

58

Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

2.Cara 1

Cara 2

13

13

2

2

24

24
23

2

44
1

2

4

8

1

4

4

7

3

1

4

4








1353

2

2424
103
44
7
4

3

1

4

c.Sifat-sifat pada penjumlahan dan pengurangan pecahan

Coba kalian ingat kembali sifat-sifat yang berlaku pada
penjumlahan bilangan bulat.

Untuk setiap bilangan bulat a,b, dan cmaka berlaku

1)sifat tertutup: a+b=c;

2)sifat komutatif: a+b=b+a;

3)sifat asosiatif: (a+b) + c=a+ (b+c);

4)bilangan (0) adalah unsur identitas pada penjumlahan:
a+ 0 = 0 + a=a;

5)invers dari aadalah –adan invers dari –aadalaha,
sedemikian sehingga a+ (–a) = (–a) + a= 0.

Sifat-sifat tersebut juga berlaku pada penjumlahan bilangan
pecahan, artinya sifat-sifat tersebut berlaku jika a,b, dan c bilangan
pecahan. Coba buktikan hal ini dengan mendiskusikan bersama
temanmu.

Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu.

1.Tentukan hasil penjumlahan pecahan
berikut dalam bentuk paling sederhana.

a.2

2

3

f.53
64

b.

4

2

3

5

g.1

2

2

5

3

c.1

1

5

2

h.2

1

3

7

6

d.31
54

i.2

3

1

2

5

8

e.52
85

j.3

2

3

5

7

4

(Berpikir kritis)

Diskusikan dengan
temanmu.
Pada pengurangan
bilangan bulat, tidak
berlaku sifat komutatif
dan sifat asosiatif.
Coba cek apakah hal
ini juga berlaku pada
pengurangan bilangan
pecahan. Berikan
contoh dan buatlah
kesimpulannya.
Kemukakan hasilnya
di depan kelas.

http://koleksiku.net

59

Pecahan

2.Tentukan hasil pengurangan pecahan
berikut dalam bentuk paling sederhana.

a.5

2

6

f.3

2

1

10

3

b.1

(1)

3

g.75
124

c.72
65

h.2

1

3

2

3

4

d.34
85

i.2

3

5

3

5

12

e.3

1

2

7

2

j.

2

1

4

2

11

2

2.Perkalian Pecahan

a.Perkalian pecahan dengan pecahan

Untuk mengetahui cara menentukan hasil perkalian pada
pecahan, perhatikan Gambar 2.12 di samping.

Pada Gambar 2.12 tampak bahwa luas daerah yang diarsir

menunjukkan pecahan 3

8 bagian dari luas keseluruhan.

Di lain pihak, daerah yang diarsir menunjukkan perkalian

133

.

248

Jadi, dapat dikatakan bahwa luas daerah yang diarsir

sama dengan perkalian pecahan 13

.

24

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.

Untuk mengalikan dua pecahan p

q dan r

s dilakukan dengan

mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan

penyebut atau dapat ditulis

prpr
qsqs dengan q,s 0.

3
4

1
2

Gambar 2.12

Tentukan hasil perkalian
pecahan berikut dalam
bentuk paling sederhana.

1.25
38

2.

1

3

2

1
210

Penyelesaian:

1.2525
3838
10
24
10 : 25
24 : 212

http://koleksiku.net

60

Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

2.

1

3

513

2

1
210

210
513
210
65
20
65:5
20:5
13

1

3

4

4


b.Sifat-sifat perkalian pada pecahan

Ingat kembali sifat-sifat yang berlaku pada perkalian bilangan

bulat berikut.

Untuk setiap bilangan bulat a,b, dan c berlaku

1)sifat tertutup: a b=c;

2)sifat komutatif: a b=b a;

3)sifat asosiatif: (a b) c=a (b c);

4)sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan:
a (b+c) = (a b) + (a c);

5)sifat distributif perkalian terhadap pengurangan:
a (b–c) = (a b) – (a c);

6)a 1 = 1 a=a; bilangan 1 adalah unsur identitas pada
perkalian.

Sifat-sifat ini juga berlaku pada perkalian bilangan pecahan.

c.Invers pada perkalian

Perhatikan perkalian bilangan berikut.
25

1

52
3

8

1

8

3




Pada perkalian-perkalian bilangan di atas, 2

5 adalah invers

perkalian (kebalikan) dari 5

2. Sebaliknya, 5

2 adalah invers perkalian

(kebalikan) dari 2

5.

(Menumbuhkan ino-
vasi)

Diskusikan dengan
temanmu.
Coba cek bahwa sifat-
sifat operasi hitung
perkalian bilangan
bulat di samping juga
berlaku pada
perkalian bilangan
pecahan, dengan

memisalkan a = ,

1

3

b = ,

3

4 dan c = .

1

4

http://koleksiku.net

61

Pecahan

Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa hasil kali suatu
bilangan dengan invers (kebalikan) bilangan itu sama dengan 1.

Secara umum dapat dituliskan sebagai berikut.

–Invers perkalian dari pecahan p

q adalah q

p atau invers

perkalian dari q

p adalah .

p
q

–Suatu bilangan jika dikalikan dengan invers perkaliannya
maka hasilnya sama dengan 1.

Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu.

g.

2

1

2

3

5

2

h.

1

6

1

4

4

7


i.

110

5

2

213

j.

2

3

2

2

3

7

11

3




2.Tentukan invers perkalian bilangan-bi-
langan berikut.

a.3

d.1

2

6

b.–4

e.3
2

c.4
9

f.

2

5

13

1.Tentukan hasil perkalian bilangan-bi-
langan berikut dalam bentuk yang paling
sederhana.

a.27
58

b.35
46

c.72
921

d.

4

1

2

5

3

e.3

1

3

7

6


f.

2

12

9

15




3.Pembagian Pecahan

Kalian telah mempelajari bahwa operasi pembagian pada
bilangan bulat merupakan invers (kebalikan) dari perkalian. Hal ini
juga berlaku pada pembagian bilangan pecahan.

Bedakan pengertian
lawan dan invers sua-
tu bilangan pecahan.
–Lawan dari pecah-

an p

q adalah

.

p
q

–Invers dari pecah-

an p

q adalah .

q

p

http://koleksiku.net

62

Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

Perhatikan uraian berikut.

3

37

2

:

7

212

12
312
27
36
14
18

4

2

7

7

4

1

1:

4

5

5

5

1

4

5

1

1

4

4

Dengan mengamati uraian di atas, secara umum dapat dinya-

takan sebagai berikut.

Untuk sebarang pecahan p

q dan r

s dengan q 0, r 0,

s 0 berlaku :

prps
qsqr di mana s

r merupakan kebalikan

(invers) dari .

r
s

Tentukan hasil pembagian
bilangan berikut ini.

1.31

:5
82

2.17

3:1
48

Penyelesaian:

1.31

311

:5

:

82

82

3

8

4

2

1

11

3
44

2.17

1315

3:1

:

48

48

13

4

1

8

2

15

26

11

1

15

15

4.Perpangkatan Pecahan

a.Bilangan pecahan berpangkat bilangan bulat positif

Pada pembahasan kali ini, kita hanya akan membahas
perpangkatan pada pecahan dengan pangkat bilangan bulat positif.
Di kelas IX nanti kalian akan mempelajari perpangkatan pada
pecahan dengan pangkat bilangan bulat negatif dan nol.

Pada bab sebelumnya, kalian telah mempelajari bahwa pada
bilangan bulat berpangkat bilangan bulat positif berlaku

faktor

...,

n

n

a

aaa

a untuk setiap bilangan bulat a.

(Berpikir kritis)

Diskusikan dengan
temanmu.
Buktikan bahwa pada
operasi pembagian
pecahan tidak berlaku
sifat komutatif, asosia-
tif, dan distributif.
Buktikan pula pada
operasi pembagian
pecahan berlaku sifat
tertutup.

http://koleksiku.net

63

Pecahan

Dengan kata lain, perpangkatan merupakan perkalian
berulang dengan bilangan yang sama. Definisi tersebut juga berlaku
pada bilangan pecahan berpangkat.

Perhatikan uraian berikut.

1

2

2

3

3

faktor

1

1

2

2

1

11

2

22
1

2
1
4

1

111

2

222
1

2
1
8

1

11

1

...

2

22

2










n

n

Dari uraian di atas, secara umum dapat dituliskan sebagai berikut.

Untuk sebarang bilangan bulat pdanqdenganq 0 dan m
bilangan bulat positif berlaku

faktor

...


m

m

p

pp

p

q

qq

q

Dalam hal ini, bilangan pecahan p

q disebut bilangan pokok.

Tentukan hasil operasi per-
pangkatan pecahan beri-
kut.

a.

2

2
3




b.

3

3
4



Penyelesaian:

a.

2

2

2

2

3

3

3
(2)(2)4
33

9





b.

3

3

333

4

444
33327
44464



http://koleksiku.net

64

Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

b.Sifat-sifat bilangan pecahan berpangkat

Coba kalian ingat kembali sifat-sifat pada bilangan bulat
berpangkat bilangan bulat positif. Sifat-sifat tersebut juga berlaku
pada bilangan pecahan berpangkat sebagai berikut.

Untuk sebarang bilangan bulat p,q dengan q 0 dan m,n
bilangan bulat positif berlaku sifat-sifat berikut.

:

m

m

m

m

n

m

n

m

n

m

n

n

m

m

n

p

p

q

q

p

p

p

q

q

q

p

p

p

q

q

q

p

p

q

q

















Tentukan nilai perpang-
katan berikut.

1.

5

2

2

2

:

3

3



2.

3

2

3
5







Penyelesaian:

1.

5

2

52

3

2

2

2

:

3

3

3

2
3
2

2

2

8

3

3

3

27











2.

3

2

23

6

3

3

5

5

3
5
729
15.625









(Berpikir kritis)

Diskusikan dengan
temanmu.
Dengan mengamati
pembuktian pada
sifat-sifat bilangan
bulat berpangkat di
halaman 28–29,
tunjukkan berlakunya
sifat-sifat
perpangkatan pada
bilangan pecahan
berpangkat bilangan
bulat positif di
samping.

5.Operasi Hitung Campuran pada Bilangan Pecahan

Coba ingat kembali aturan-aturan yang berlaku pada operasi
hitung campuran bilangan bulat berikut.

http://koleksiku.net

65

Pecahan

Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat
tidak terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat
operasi hitung berikut.

a.Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat,
artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih
dahulu.

b.Operasi perkalian ( ) dan pembagian (:) sama kuat, artinya
operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu.

c.Operasi perkalian ( ) dan pembagian (:) lebih kuat daripada
operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi
perkalian ( ) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu
daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–).

Aturan tersebut juga berlaku pada operasi hitung campuran
pada bilangan pecahan.

Sederhanakanlah bentuk-
bentuk berikut.

1.5

2

1

4

1

3

9

3

6

2.1

3

2

2

5

1

2

5

7


Penyelesaian:

1.5

2

1

521

4

1

3

(413)

9

3

6

936

10123

6

181818
1

6

18

1

6

18



2.

1

3

2

5

289

2

5

1

2

5

7

2

57
519645
2

3535

5241
235
1.205
70

15

17

70
3

17

14




http://koleksiku.net

66

Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

6.Operasi Hitung pada Pecahan Desimal

a.Penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal

Penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal dilakukan
pada masing-masing nilai tempat dengan cara bersusun. Urutkan
angka-angka ratusan, puluhan, satuan, persepuluhan, perseratusan,
dan seterusnya dalam satu kolom.

Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu.

b.

3

4
5



e.

3

2

5
8







c.

3

2

3

2

4

3




f.

3

2

2

2

3

3




4.Tentukan nilai p dan q dari persamaan-
persamaan berikut.

a.8p

= 64

b.216 32 = 6p – 1

2q

c.1.331 92

= 11p + 1

32q

d.

4

2

3

2

3

2

2312

2

3

49

p

q

5.Diketahui a = 1

3,b = 3

4, dan c = 2

5.

Tentukan nilai dari

a.b c;

d. (b – c) a;

b.abc;

e. 2

1

3

2

b

c;

c.ab – ac;

f.2ab : c.

1.Tentukan hasil pembagian bilangan
berikut.

a.

2

3:

5

d.35

:
86

b.

3

5:

4

e.1

2

:
67

c.

2

3:

9

f.34

:
79

2.Tentukan hasil pembagian bilangan
berikut.

a.11

4:

23

d.32

3:2
73

b.

21

2:

36

e.1

1

5:3
3

5

c.11

2:

42

f.

1

1

4:2
4

2

3.Tentukan hasil perpangkatan berikut.

a.

2

7
8



d.

5

2

3

3

:

5

5




Hitunglah hasil operasi
hitung berikut.

1.28,62 + 2,27

2.54,36 – 36,68 + 8,21

Penyelesaian:

1.28,62
2,27

30,89+

2.54,36
36,68

17,68
8,21

25,89

+

http://koleksiku.net

67

Pecahan

b.Perkalian pecahan desimal

Untuk menentukan hasil perkalian bilangan desimal, per-
hatikan contoh berikut.

Hitunglah hasil perkalian
berikut.

1.1,52 7,6

2.0,752 4,32

Penyelesaian:

1.Cara 1

152761527611.552

1,527,6

11,552

10010

1.000

1.000

Cara 2

1,52
7,6

912

1064

11,552+

+

(2 angka di belakang koma)
(1 angka di belakang koma)

(2 + 1 = 3 angka di belakang koma)

2.Cara 1

752432

0,7524,32

1.000100
752432
100.000
324.864

3,24864

100.000


Cara 2

0,752
4,32

1504
2256
3008

3,24864+

+

(3 angka di belakang koma)
(2 angka di belakang koma)

(3 + 2 = 5 angka di belakang koma)

Dari contoh di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

Hasil kali bilangan desimal dengan bilangan desimal diperoleh
dengan cara mengalikan bilangan tersebut seperti mengalikan
bilangan bulat.

Banyak desimal hasil kali bilangan-bilangan desimal diperoleh
dengan menjumlahkan banyak tempat desimal dari pengali-
pengalinya.

Hasil perkalian bilang-
an desimal dengan
10, 100, 1.000, dan
seterusnya diperoleh
dengan cara mengge-
ser tanda koma ke ka-
nan sebanyak angka
nol bilangan pengali.

http://koleksiku.net

68

Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

Hasil pembagian bi-
langan desimal de-
ngan 10, 100, 1.000,
dan seterusnya diper-
oleh dengan cara
menggeser tanda ko-
ma ke kiri sebanyak
angka nol dari bilang-
an pembagi.

c.Pembagian pecahan desimal

Perhatikan contoh berikut.

Hitunglah hasilnya.

1.0,96 : 1,6

2.4,32 : 1,8

Penyelesaian:

1.Cara 1

9616

0,96:1,6

:
10010
9610
10016
960
1.600
0,6


Cara 2

0,96

0,96:1,6

1,6
0,96100
1,6100
96
160
6

0,6

10

2.Cara 1

Cara 2

43218

4,32:1,8

:
10010
43210
10018
4.320

2,4

1.800

4,32

4,32:1,8

1,8
4,32100
1,8100
432

2,4

180


Dari contoh di atas, diskusikan dengan temanmu cara
menentukan hasil bagi dua bilangan desimal.

Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu.

4.Selesaikanlah operasi hitung berikut.

a.11

0,25

34




b.31

:0,05

25




c.2

0,251,4

5


d.

1

0,9:

0,05

8

1.Selesaikanlah operasi hitung berikut.
a.0,75 + 0,83 + 1,24
b.32,5 – 5,44 + 3,62
c.9,13 – 2,04 + 1,49
d.12,3 + 6,45 – 2,87

2.Tentukan hasilnya.
a.12,5 0,3

c.5,36 1,44

b.6,4 2,52

d.0,45 0,73

3.Hitunglah hasilnya.
a.0,48 : 3,2

c.1,086 : 0,3

b.26,5 : 2,5

d.7,44 : 2,4

http://koleksiku.net

69

Pecahan

Untuk menghindari kesalahan dalam pembulatan, jangan
membulatkan bilangan dari hasil pembulatan sebelumnya.
Perhatikan contoh berikut.

3,63471= 3,635(benar, pembulatan sampai 3 tempat desimal)

= 3,64(salah, seharusnya pembulatan dilakukan dari bi-
langan semula)

3,63471 = 3,63(pembulatan sampai 2 tempat desimal)

2.Menaksir Hasil Operasi Hitung Pecahan

Pada Bab 1, kalian telah mempelajari cara menaksir hasil
perkalian dan pembagian pada bilangan bulat. Hal tersebut juga
berlaku untuk menaksir hasil perkalian dan pembagian pada
bilangan desimal.

Perhatikan contoh berikut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->