P. 1
Yang harus dilakukan sebelum, pada saat, dan sesudah terjadi gempa dan/ tsunami

Yang harus dilakukan sebelum, pada saat, dan sesudah terjadi gempa dan/ tsunami

|Views: 14,239|Likes:
Published by skywalker76
Yang harus dilakukan sebelum, pada saat, dan sesudah terjadi gempa dan/ tsunami

sumber: http://www.budpar.go.id/page.php?ic=552&id=1472
Yang harus dilakukan sebelum, pada saat, dan sesudah terjadi gempa dan/ tsunami

sumber: http://www.budpar.go.id/page.php?ic=552&id=1472

More info:

Published by: skywalker76 on Sep 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

sumber: http://www.budpar.go.id/page.php?

ic=552&id=1472 Apa yang harus dilakukan sebelum, pada saat, dan sesudah terjadi gempa dan/ tsunami? SEBELUM TERJADI GEMPA Kunci Utama 1. Mengenali apa yang disebut gempa bumi. 2. Memastikan bahwa struktur dan letak rumah anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan gempa bumi (longsor dll). 3. Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan anda agar terhindar bahaya gempa bumi. Kenali Lingkungan Tempat Anda Bekerja dan Tinggal 1. Memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung. 2. Belajar melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. 3. Belajar menggunakan Pemadam Kebakaran. 4. Mencatat Nomor Telpon Penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi. Persiapan Rutin pada Tempat Anda Bekerja dan Tinggal 1. Perabotan (Lemari, Cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (dipaku/ diikat dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi. 2. Menyimpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah, agar terhindar dari kebakaran. 3. Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak digunakan Penyebab Celaka yang Paling Banyak Pada Saat Gempa Bumi adalah Akibat Kejatuhan Material 1. Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. 2. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi (mis: lampu dll) Alat yang Harus Ada Disetiap Tempat 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Helm Senter/ lampu Battery, Lilin, atau Korek Api Radio Makanan Suplemen yang tahan lama seperti biskuit. Air Minum (kebutuhan air minum biasanya 2-3 liter sehari untuk satu orang)

Mencari tahu lokasi tempat evakuasi dan rumah sakit terdekat. Jika pemerintah setempat tidak mempunyai tempat evakuasi, pastikan Anda tidak pergi ke tempat yang lebih rendah atau tempat yang dekat dengan pinggir laut/ sungai untuk menghindari tsunami.

SAAT TERJADI GEMPA Hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi Gempa Bila Berada di Luar Ruangan Di Jalan Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, jendela kaca dan sebagainya. Bila merasakan getaran kuat, lindungi kepala dengan tas dan berlarilah ke areal yang terbuka. Perhatikan tempat anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah. Di Mal, Pasar Swalayan atau Tempat Umum lainnya Hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik dan jangan tergesa-gesa berlari keluar karena kemungkingan dipenuhi orang. Lindungi kepala dengan tas atau keranjang belanja, menjauhlah dari barang-barang yang mudah tergelincir seperti rak barang, jendela kaca atau etalase. Sandarkan tubuh pada tiang atau dinding sambil menunggu getaran berkurang. Bila membawa anak, senantiasa memegang erat tangan anak. Ikuti panduan karyawan toko atau petugas lainnya dan jangan berdesakan ke tangga darurat atau tangga jalan karena berbahaya. Hindari penggunaan lift karena bila terjadi mati listrik, lift akan terhenti di tengah jalan, gunakan tangga darurat. Siapkan senter atau alat penerangan untuk berjalan di tangga darurat. Di Basement Lantai basement pada umumnya aman karena guncangannya kecil. Jangan bertindak tergesa-gesa, bergeraklah dengan tenang. Lindungi kepala dengan tas sambil merunduk dan mendekatkan badan ke tembok. Bila listrik mati, biasanya terdapat lampu darurat. Meskipun gelap, tetaplah berjalan menyusuri dinding sehingga sampai ke pintu keluar. Tetaplah bersikap dengan tenang. Di Dalam Bioskop Berdiri dari tempat duduk, kemudian berjongkok sambil melindungi kepala dengan tas. Bergeraklah sesuai panduan petugas dan tidak berdesakan ke pintu keluar. Di Stasiun Berpegangan erat-erat pada tiang. Berhati-hatilah agar tidak jatuh dari peron. Menjauhlah dari papan pengumuman, lampu neon, kipas angin, mesin atau alat besar. Lindungi kepala dengan tas atau merunduk ke bawah kursi untuk melindungi kepala dari benda-benda yang berjatuhan.

Di Dalam Mobil Untuk kecepatan mobil > 60 km/jam segera kurangi kecepatan, cari jalan yang aman, yang jauh dari gedung tinggi lalu berhenti. Sedangkan untuk kecepatan < 60 km/jam, tetap tenang cari lapangan atau tinggalkan mobil di tepi jalan, lari ke tempat yang terbuka. Jangan berhenti di dekat pompa bensin, di bawah kabel tegangan tinggi, di atas jembatan atau di bawah jembatan layang/ jembatan penyeberangan. Di Pantai Oleh karena ada kemungkinan terjadi tsunami, bila merasakan getaran segeralah berlindung ke tempat yang lebih tinggi. Di Daerah Pegunungan Jika anda tinggal di daerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran. Bila Berada di Dalam Rumah Hal yang paling penting adalah jangan panik dan jangan berlari ke luar dengan tergesa-gesa. Pastikan kondisi pintu keluar, ada kalanya pintu maupun jendela tidak dapat di buka karena terjadi perubahan bentuk. Selain itu ukur jarak posisi anda dari pintu keluar rumah, apabila jarak anda dari pintu keluar < 12 m penyelamatan masih mungkin dilakukan dalam waktu 3 menit dengan cara merangkak. Jangan berlari karena akan terjatuh-jatuh dan waktu yang dibutuhkan untuk keluar jadi lebih lama. Sedangkan apabila jarak anda dari pintu keluar > 12 m, maka berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur. Bila tidak ada meja lindungilah kepala dengan bantal atau buku. Jauhi rak buku, lemari dan jendela kaca. Berhati-hatilah dengan langit-langit rumah yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding, pecahan genting atau kaca. Apabila rumah anda memiliki 2 lantai, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur. Jangan berlari-lari menuju tangga dan turun ke lantai 1 karena waktu yang dibutuhkan untuk lari dan turun melalui tangga sekitar lebih dari 5 menit. Dan kemungkinan pada saat itu reruntuhan sudah terjadi. Jika guncangan atau gempa terjadi pada saat kita sedang menggunakan api, segera matikan. Namun demikian, utamakan keselamatan diri anda. Bila guncangannya besar, matikan api setelah guncangan reda. Jangan lupa perhatikan pula katup gas agar berada dalam kondisi tertutup meskipun tidak ada api. Putuskan seluruh koneksi ke listrik untuk mencegah terjadinya kebakaran pada saat listrik menyala kembali. Pastikan keselamatan orang-orang di dalam rumah dengan memanggil dan menanyakan keadaan mereka. Kemungkinan terjadinya gempa susulan masih ada tapi lebih kecil. Hindari lemari, tembok retak ataupun bagian rumah yang retak karena dengan gempa

yang lebih kecil pun rumah bisa runtuh. Carilah informasi yang benar melalui radio atau televisi. SESUDAH TERJADI GEMPA Jika Anda Berada Dalam Bangunan 1. Keluar dari bangunan tesebut dengan tertib. 2. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. 3. Periksa apa ada yang terluka, lakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. 4. Telepon/ minta pertolongan apabila terjadi luka parah pada anda atau sekitar anda. Periksa Lingkungan Sekitar Anda 1. Periksa 2. Periksa 3. Periksa 4. Periksa 5. Periksa api dll) apabila terjadi apabila terjadi apabila terjadi aliran dan pipa segala hal yang kebakaran. kebocoran gas. arus pendek. air. dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan

Jangan masuk ke dalam bangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkian masih terdapat reruntuhan. Jangan berjalan di sekitar daerah gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada. Mendengarkan informasi mengenai gempa dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Mengisi angket yang diberikan oleh Instansi Terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.(berbagai sumber) Hal-hal yang Harus Dilakukan Apabila Terjadi Tsunami Dalam menyelamatkan diri dari tsunami kita berpacu dengan waktu. Kecepatan tsunami dapat mencapai 100 km sehingga kita tidak akan sempat lari bila tsunami sudah terlihat. Ada kalanya tsunami tiba sebelum peringatan kita terima. Kenalilah dengan baik tanda-tanda akan datangnya tsunami yaitu sebagai berikut. a. Air laut yang surut secara tiba-tiba. b. Terciumnya bau garam atau bau amis yang menyengat secara tiba-tiba. c. Munculnya buih-buih air yang sangat banyak secara tiba-tiba.. d. Terdengar suara ledakan keras seperti suara pesawat jet atau pesawat supersonik atau suara ledakan bom runtuh. e. Terlihat gelombang hitam tebal memanjang di garis cakrawala. Jika anda melihat salah satu atau beberapa dari tanda tersebut lakukanlah hal-hal sebagai berikut. a. Apabila anda berada di atas kapal di tengah laut, segera pacu kapal anda ke arah laut yang lebih dalam.

b. Dan apabila anda sedang berada di pantai atau dekat pantai, segera panjat bangunan atau pohon yang tinggi. Pada saat berlindung ingatlah untuk mencari tempat yang lebih tinggi dan bukan yang lebih jauh. Ingat waktu kita untuk berlalri dari kejaran gelombang tsunami hanya kurang dari 20 menit. c. Bila tsunami datang dengan cepat sehingga tidak sempat untuk berlindung, usahakan untuk berlari ke bangunan yang kuat dengan ketinggian lebih dari 3 lantai. d. Jangan lengah meskipun guncangan kecil. Getaran gempa yang dapat kita rasakan berbeda antargetaran seismik dengan magnitude (skala richter). Meskipun getaran yang dirasakan kecil, tapi tidak menjamin tsunami yang terjadi akan kecil pula. Bila getaran lemah dalam waktu yang panjang, jangan lengah dan segeralah berlindung. e. Jangan sekali-kali mendekat ke arah pantai sampai peringatan bahaya dicabut. Sering kali tsunami datang dalam 2 atau 3 gelombang dan ada kalanya yang ke-2 dan ke-3 lebih besar dari yang pertama. Jangan lengah setelah gelombang pertama. f. Mencari informasi yang tepat dan benar melalui radio, televisi dan sebagainya. Yang paling penting adalah tetap bersikap tenang. SUMBER : 1. Badan Meterologi dan Geofsica (BMG) http://www.bmg.go.id/antisipasi.asp 2. Badan Koordinasi Nasional (BAKORNAS) 3. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 4. Terjemahan dari website Divisi Manajemen Krisis dan Penanggulangan Bencana Direktorat Penanggulangan Bencana Prefektur Aichi, Nagoya, Jepang. 5. Tanya Jawab Gempa Yogyakarta " Jawa Tengah oleh Ikatan ahli Geologi Indonesia DIY/ Jateng, LSM Harindjing Lestari AMC (Adventurers & Mountain Climbers) Madang " Jakarta dan PERHIMAGI " Yogyakarta. 6. WIKIPEDIA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->