P. 1
SMP Kelas 7 - Kompetensi Berbahasa Indonesia

SMP Kelas 7 - Kompetensi Berbahasa Indonesia

2.0

|Views: 35,649|Likes:
Published by Priyo Sanyoto
Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah Kelas 7
Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Pertama / Madrasah Tsanawiyah Kelas 7

More info:

Published by: Priyo Sanyoto on Sep 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2015

pdf

text

original

Pada awal pelajaran ini kamu diajak mendengarkan pembacaan puisi
dan menanggapinya, bukan? Materi di bawah ini mengajak kamu membaca
puisi dengan teknik yang benar dan tepat, sehingga puisi tersebut menjadi
indah didengarkan. Perhatikan contoh puisi di bawah ini!

1.Memahami Isi Puisi

Ayah

Kutahu kau teramat penat
Setelah seharian peras keringat
Bau debu jalanan juga asap kendaraan
Menempel di badan lekat-lekat

Ayah...
Pekerjaanmu sungguh mulia
Membersihkan jalan yang kotor
Akibat daun rontok dan sampah
Walaupun upah sering terlambat
Engkau tetap sabar dan tawakal

Ayah
Berkat jasamu ku bisa sekolah
Bagiku Ayah seorang pahlawan
Iringan doaku kepada Tuhan
Semoga Ayah sehat walafiat
Selama hayat dikandung badan

Karya: Adryan Ardan
(Sumber: Bobo, Tahun XXXV, 9 Agustus 2007, hlm. 17)

http://koleksiku.net

129

Seni Itu Indah

Setelah mencermati contoh puisi pada halaman sebelumnya, apakah
kamu telah mengetahui teknik membaca puisi? Untuk itu, ikuti uraian materi
di bawah ini.

2.Teknik Membaca Puisi

Membaca puisi merupakan kegiatan membaca nyaring untuk
kepentingan seni. Membaca puisi sering dikenal dengan mendeklamasikan
puisi. Saat membacakan puisi, si pembaca dituntut menyaringkan suaranya
untuk membaca untaian kata dari puisi tersebut. Selain itu, juga harus
memerhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi. Dengan demikian, dapat
membaca puisi dengan penuh perasaan sesuai pesan dari puisi tersebut.
Hal ini karena mampu memengaruhi penampilan seseorang dalam
membacakan sebuah puisi.
Dengan memahami isi puisi saat membacakannya, seseorang dapat
mengetahui perasaan penyair atau penulis puisi tersebut. Melalui ungkapan
yang ditulisnya, dapat diketahui nada kekaguman, kesedihan, kebanggaan,
keharuan, dan sebagainya. Lebih dari itu, pembaca juga harus
mengomunikasikan ekspresi perasaan penyair. Untuk sampai pada tahapan
seperti itu, hendaknya seorang pembaca puisi memahami hal-hal berikut.
a.Keutuhan makna puisi.
b.Ketepatan irama.
c.Kesesuaian lagu kalimat dengan makna dan nuansa.
d.Kesesuaian ekspresi.
e.Penjiwaan peran dan nuansa dalam puisi.
f.Ketepatan dalam pelafalan.
g.Pembawaan yang meyakinkan.

3.Gaya Bahasa dalam Puisi

Sebelum melakukan kegiatan bersastra, pahami tentang penggunaan
gaya bahasa dalam sebuah puisi tersebut. Tahukah kamu yang dimaksud
dengan gaya bahasa? Gaya bahasa sering disebut dengan majas. Pada puisi,
majas sangat penting untuk memberi andil dalam membangun konsentrasi
dan intensifikasi dari sebuah puisi. Seringkali majas dapat membuat sebait
puisi menjadi padat dengan makna dan imajinasi serta memberi warna
emosi tertentu pada perasaan yang mendengarkan pembacaannya.
Gaya bahasa yang sering dipakai dalam sebuah puisi adalah sebagai

berikut.
a.Personifikasi, yaitu gaya bahasa yang membuat suatu benda mati
bertingkah seperti manusia.
Contoh: - Pucuk-pucuk teh yang menggeliat

http://koleksiku.net

130

Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII

b.Metafora, yaitu gaya bahasa yang membuat suatu benda tidak
mempunyai sifatnya yang biasa, melainkan sifat yang lain.
Contoh: - Batang usiaku sudah tinggi
c.Pengulangan, yaitu penjajaran beberapa kata, frasa, atau kalimat yang

sama.
Contoh: - Tak perlu sedu sedan itu
d.Hiperbola, yaitu gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang
berlebihan dengan maksud untuk memperhebat, meningkatkan kesan,
dan daya pengaruh.
Contoh: - Pekik merdeka berkumandang di angkasa
e.Litotes, yaitu kebalikan dari hiperbola, yaitu mengecilkan atau
mengurangi keadaan yang sebenarnya.
Contoh: - Aku bukanlah manusia yang berada
f.Ironi, yaitu gaya bahasa yang menyatakan makna yang bertentangan
dengan maksud untuk mengolok-olok.
Contoh: - Bagus benar kelakuanmu, adikmu kau pukuli

1.Gaya bahasa atau majas akan muncul jika pikiran mempertautkan hal
yang satu dengan yang lain.
2.Arti atau makna kata yang digunakan dalam majas, berbeda dari arti
harfiahnya untuk menghasilkan gambar angan atau imajinasi di benak
pembaca atau pendengar.
3.Gaya bahasa dapat dijadikan alat untuk menunjang gaya dalam berpuisi.

1.Temukan gaya bahasa atau majas dalam puisi Ayah pada halaman
sebelumnya dan tulislah bukti yang mendukung!
2.Gunakan tabel di bawah ini untuk mengerjakannya!

No.

Jenis Majas

Bukti Pendukung

http://koleksiku.net

131

Seni Itu Indah

4.Latihan

1.Sebagai bentuk latihan, bacalah puisi di bawah ini dengan intonasi,
lafal, dan ekspresi yang tepat!

Doa

Kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintu-Mu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling

Karya: Charil Anwar

Berikan penilaian terhadap temanmu dengan menggunakan tabel di

bawah ini!

Nama Teman: ___________________
Nama Penilai: ___________________

No.

Aspek yang Dinilai

Penilaian

Keterangan

BS

B

C

K

1.Penghayatan dalam membaca
2.Ketepatan intonasi
3.Penampilan dan ekspresi
4.Kejelasan artikulasi

Keterangan:

BS=

Baik Sekali

C

=

Cukup

B=

Baik

K

=

Kurang

2.Jelaskan latar belakang yang dirasakan penyair dalam puisi di atas!
3.Sebutkan tema dalam puisi di atas!
4.Jelaskan majas/gaya bahasa yang digunakan dalam puisi di atas!
5.Analisislah pilihan kata yang digunakan dalam puisi di atas!

http://koleksiku.net

132

Kompetensi Berbahasa Indonesia SMP/MTs VII

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->