P. 1
Metode Dalam Sistem Pendukung Keputusan

Metode Dalam Sistem Pendukung Keputusan

|Views: 307|Likes:
Published by Tony Gunawan
3 metode dalam SPK
3 metode dalam SPK

More info:

Published by: Tony Gunawan on Dec 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2015

pdf

text

original

Metode dalam SPK (Sistem Pendukung Keputusan) A.

AHP Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah teknik untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang bertujuan untuk menentukan pilihan terbaik dari beberapa alternatif yang dapat diambil. AHP dikembangkan oleh Thomas L.Saaty pada tahun 1970-an, dan telah mengalami banyak perbaikan dan pengembangan hingga saat ini. Kelebihan AHP adalah dapat memberikan kerangka yang komprehensif dan rasional dalam menstrukturkan permasalahan pengambilan keputusan. AHP merupakan salah satu metode untuk menyelesaikan masalah Multi Criteria Decision Making (MCDM). Zimmermann (Kusumadewi dkk, 2006:69) mengemukakan bahwa MCMM adalah suatu metode pengambilan keutusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah

alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Kriteria biasanya berupa ukuran-ukuran, aturan-aturan atau standar yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Kenapa AHP ? AHP menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. Gambaran umum dari proses AHP dapat dilihat pada gambar berikut:

Perikanan Rakyat. SAW Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. dsb). pemberian bobot berdasarkan persepsi verbal seperti (Sangat penting. yaitu tahap pemberian nilai atau bobot terhadap variabel. Verbal Assessment. Eco-Tourism. Metode ini . Pada Tahap Structuring. sub-variabel. dan apa saja alternative yang tersedia. dan Alternatif yang dapat diambil untuk memenuhi tujuan. dan alternatif. Pemberian bobot ini dapat berupa Direct Assessment atau pemberian bobot secara langsung. Proses Structuring pada AHP adalah penyusunan kerangka AHP yang terdiri dari Tujuan Utama. Metode ini merupakan metode yang paling dikenal dan paling banyak digunakan orang dalam menghadapi situasi MADM (multiple attribute decision making). B. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Tahap berikutnya pada AHP adalah Assessment. apa saja variabel dan sub-variabel yang digunakan. Dengan menggunakan AHP. dan Konservasi. kita bisa menilai berdasarkan pendapat responden. Tutorial di bawah ini menunjukkan contoh AHP. yaitu menstrukturkan alur pengambilan keputusan berdasarkan dua komponen utama. Ada 4 alternatif yang dapat diambil. dimana tujuan penyusunan AHP adalah untuk menilai bentuk pemanfaatan ruang apa yang paling sesuai untuk dikembangkan di Kawasan Pesisir. Variabel yang digunakan sebagai pertimbangan. yaitu pengembangan Industri Perikanan.Tahapan pertama dari AHP adalah Structuring. Komponen pertama adalah tujuan dari AHP dan variabel yang digunakan. Tidak penting. akan ditentukan apa tujuan dari AHP. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada. Resort Tourism. dan juga dapat dengan menggunakan Visual Assessment. alternatif mana yang paling cocok untuk dikembangkan di kawasan pesisir. yaitu pemberian bobot dengan bantuan visualisasi grafik. sedangkan komponen kedua adalah alternatifalternatif yang dapat diambil untuk memenuhi tujuan AHP tersebut.

METODE WEIGHTED PRODUCT Metode Weighted Product (WP) menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut.. kemudian melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut (atribut keuntungan ataupun atribut biaya) sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R. Preferensi untuk alternatif Ai diberikan sebagai berikut: dengan i=1. Langkah Penyelesaian SAW 1. . Skor total untuk sebuah alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating (yang dapat dibandingkan lintas atribut) dan bobot tiap atribut. Menentukan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria. Menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan.mengharuskan pembuat keputusan menentukan bobot bagi setiap atribut. Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Ai)sebagai solusi. dan bernilai negatif untuk atribut biaya.Proses ini sama halnya dengan proses normalisasi. dimana wj = 1.. Membuat matriks keputusan berdasarkan kriteria(Ci).m. dimana rating setiap atribut harus dipangkatkan dulu dengan bobot atribut yang bersangkutan. 3. 4. .. C. Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi yang artinya telah melewati proses normalisasi sebelumnya. yaitu Ci. 2.2.wj adalah pangkat bernilai positif untuk atribut keuntungan..

3. yaitu: A1 = Panam. 2) memberikan bobotpreferensi sebagai: Kategori setiap kriteria: Kriteria C2 (kepadatan penduduk di sekitar lokasi)dan C4 (jarak dengan gudang yang sudah ada)adalah kriteria keuntungan. A3 = Rumbai. 4. 4. C4 = jarak dengan gudang yang sudah ada (km). yaitu: Tingkat kepentingan setiap kriteria.Contoh: Suatu perusahaan di Daerah Pekanbaru ingin membangun sebuahgudang yang akan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sementara hasil produksinya. C5 = harga tanah untuk lokasi (x1000 Rp/m2). Kriteria C1 (jarak dengan pasar terdekat). yaitu: 1 = Sangat rendah. 2 = Rendah. Ada 5 kriteria yang dijadikan acuan dalampengambilan C1 = jarak dengan pasar terdekat (km). C2 = kepadatan penduduk di sekitar lokasi(orang/km2). Ada 3 lokasi yang akan menjadi alternatif. C3(jarak dari . Pengambil keputusan W = (5. 3 = Cukup. juga dinilaidengan 1 sampai 5. A2 = Marpoyan. 4 = Tinggi. C3 = jarak dari pabrik (km). 5 = Sangat Tinggi. Nilai setiap alternatif di setiap kriteria: keputusan.

w4 = 0. Kemudian vektor S dapat dihitung sebagaiberikut: Nilai vektor V yang akan digunakan untuk perankingandapat dihitung sebagai berikut: Nilai terbesar ada pada V2 sehingga alternatif A2 adalahalternatif yang terpilih sebagaialternatif terbaik. w3=0. Suatu alternatif dikatakan mendominasi alternatif yang lainnya jika suatu atau lebih kriteria melebihi(bandingkan dengan kriteria dari alternatif yang lain) dan sama dengan kriteria lain yang tersisa (Kusimadewi dkk. dan C5 (harga tanah untuklokasi) adalah kriteria biaya. diperoleh w1 =0.17. w2 = 0.11.Metode Elektre dapat digunakan dalam melakukan penilaian dan perankingan berdasarkan kelebihan dan kekurangan melalui perbandingan berpasangan pada kriteria yang sama.28. ELECTRE merupakan salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan menggunakan perbandingan berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap kriteria yagn sesuai ELECTRE digunakan untuk kasus-kasus dengan banyak alternatif namun hanya sedikit kriteria yang dilibatkan. Marpoyan akan terpilih sebagai lokasiuntuk mendirikan gudang baru D. Menurut Janco dan Bernoider (2005:11).22. dan w5 =0. 2009) .pabrik). ELECTRE berasal dari kata Elimination Et Choix Traduisant la Realité (ELimination and Choice Expressing Reality).22. ELECTRE Electre merupakan salah satu metode dari sistem pendukung keputusan yang berbasis multi kriteria yang berasal dari EROPA sekitar tahun 1960-an.Dengan kata lain.Sebelumnya dilakukan perbaikan bobot terlebihdahulu seperti sehingga w = 1.

Langkah-langkah penyelesaian masalah MADM dengan TOPSIS: 1. C3 = jarak dari pabrik (km). 5. Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif Contoh: Suatu perusahaan di Kota Medan ingin membangun sebuah gudang yang akan digunakan sebagai tempat untuk menyimpan sementara hasil produksinya. Menentukan jarak antara nilai setiap alternatif dengan matriks solusi ideal positif & matrikssolusi ideal negatif. Menentukan matriks solusi ideal positif & matriks solusi ideal negatif. C2 = kepadatan penduduk di sekitar lokasi (orang/km2). C5 = harga tanah untuk lokasi (x1000 Rp/m2). 4. 2) . yaitu: A1 = Tanjung Morawa. Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi. Tingkat kepentingan setiap kriteria. 2. yaitu: C1 = jarak dengan pasar terdekat (km). C4 = jarak dengan gudang yang sudah ada (km). 2 = Rendah. sehingga para konsumen merasa kesulitan untuk menentukan pilihan. 3 = Cukup. A3 = Pancur Batu Ada 5 kriteria yang dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan. A2 = Belawan. oleh karena itu dianggap perlu untuk membuat suatu sistem pendukung keputusan dengan metode ELECTRE.Pengambil keputusan memberikan bobot preferensi sebagai: W = (5.Konsep ini banyak digunakan pada beberapa model MADM karena konsepnya sederhana dan mudah dipahami. dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja alternatif. Membuat matriks keputusan yang ternormalisasi terbobot. 3. yang diharapkan dapat membantu pembeli speda motor dalam hal menentukan pilihan secara tepat dari beberapa alternatif pilihan yang ada.Salah satu studi kasus yang pernah dilakukan yaitu dilatarbelakangi banyaknya varian sepeda motor lengkap dengan keunggulan masing-masing. 1981)(Zeleny. 4. Ada 3 lokasi yang akan menjadi alternatif. TOPSIS(Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution) TOPSIS didasarkan pada konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif. 3. 1982). yaitu: 1 = Sangat rendah. juga dinilai dengan 1 sampai 5. komputasinya efisien. E. 4. 4 = Tinggi. tetapi juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negatif (Hwang. 5 = Sangat Tinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->