Makalah Total Quality Management. A.

Latar Belakang Kebutuhan pengendalian kualitas timbul setelah masa revolusi industri, dimana proses produksi yang dilakukan oleh mesin menimbulkan dua persoalan utama, yaitu: 1. Penggunaan mesin mulai menggantikan kedudukan tenaga kerja manusia. 2. Produksi barang dilakukan secara besar-besaran sehingga memerlukan keseragaman komponen dalam proses assembling dimana hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh mesin. Agar proses produksi berjalan dengan lancar, dibutuhkan tenaga kerja untuk menyortir barang yang memiliki kualitas dibawah standar, sehingga pada saat itu mulai dikenal usaha pengendalian kualitas. Namun adanya perkembangan sistem mekanisasi industri yang lebih maju menyebabkan keadaan industri menjadi tidak beraturan, sehingga para produsen menjadi berkurang perhatiannya dalam menghasilkan barang-barang yang bermutu tinggi. Sehingga timbul anggapan bahwa petugas yang melaksanakan pengawasan merupakan penghalang bagi pekerja dan supervisor untuk dapat melaksanakan kegiatan produksi. Namun seiring dengan perkembangan penerangan dan komunikasi, maka keadaan tersebut mulai berubah dimana pentingnya peranan pengendalian kualitas semakin dibutuhkan sehingga prosedur dan metode pengendalian mutu mulai dikembangkan kearah yang lebih baik. a. Maksud dan Tujuan Pengendalian Kualitas Maksud dari pengendalian kualitas adalah mengusahakan produk akhir yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi produk dan standar yang ditetapkan. Selain itu terdapat beberapa tujuan dilakukannya usaha pengendalian kualitas, yaitu: 1. Untuk memperbaiki adanya proses yang tidak terkendali. 2. Untuk mengendalikan produk jadi, dalam hal ini dilakukan dengan sampling penerimaan. 3. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 4. Mengusahakan biaya inspeksi atau pemeriksaan dapat ditekan seminimal mungkin. 5. Mengusahakan agar biaya desain produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat menjadi seminimal mungkin. 6. Mengusahakan agar biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin. Dengan mengarah kepada pencapaian tujuan diatas berarti akan terjadi peningkatan kualitas produk akhir, pengendalian kualitas terhadap proses produksi yang berlangsung sehingga dapat dilakukan tindakan-tindakan apabila terjadi perubahan yang tidak diharapkan. B. Pembahasan a. Pengertian Kualitas Pengertian kualitas mengandung banyak definisi dan makna, tergantung pada tujuan dan penggunaannya. Adapun beberapa befenisi kualitas yang banyak digunakan, antara lain: 1. Kualitas merupakan kesesuaian dengan persyaratan atau tuntutan.

4. Ongkos pembuatan. Kondisi dimana produk dibuat. Kualitas merupakan perbaikan dan penyempurnaan yang berkelanjutan. 4. 6. 5. Pada umumnya syarat-syarat kondisi yang diinginkan oleh konsumen sebagai hal yang paling utama adalah harga produk dan manfaat produk. Umur produk dan keandalan. karena semua aspek yang mempengaruhi kualitas harus diperhatikan. sehingga walaupun pihak produsen telah menghasilkan suatu produk yang dianggap telah tepat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kualitas merupakan sesuatu yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. pengendalian kualitas dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan . Pengendalian Kualitas Secara Umum Pada dasarnya kegiatan pengendalian kualitas mempunyai ruang lingkup yang sangat luas. 2.2. ataupun dapat diartikan sebagai suatu keadaan terbaik dalam batas-batas kondisi tertentu sesuai dengan keinginan konsumen. Kualitas secara umum dapat diartikan sebagai sejumlah karakter terukur yang menunjukkan derajat kebaikan suatu produk. namun konsumenlah yang menilai manfaat serta kualitas dari produk tersebut. Sehingga secara singkat kualitas dapat didefinisikan sebagai kepuasan dalam pemakaian produk yang mencakup aspek: Quality of product Quality of cost Quality of delivery Quality of safety Quality of morale : Kualitas produk atau jasa : Kualitas dari biaya : Kualitas pengiriman produk : Kualitas keamanan : Kualitas dalam melayani konsumen Berdasarkan pengertian kualitas diatas. Spesifikasi dari karakteristik operasi. memproduksi dan menjual suatu produk pihak produsen harus berorientasi pada kepentingan konsumen. Kedua hal tersebut menyangkut: 1. Kualitas merupakan kecocokan dengan pemakaian. b. Sehingga dalam mendesain. Adapun karakteristik dari produk yang diinginkan oleh konsumen pada umumnya dapat berupa keadaan dan keindahan bentuk dari produk. 3. Kualitas merupakan usaha pemenuhan kebutuhan konsumen sejak awal dan setiap saat. Secara garis besar. maka yang menjadi penentu bagi karakteristik mutu produk adalah konsumen. Kualitas merupakan usaha untuk melakukan sejak awal secara tepat. 5. Pemasangan dan perawatan produk serta fasilitas di lapangan. 3.

berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat TQM juga diterjemahkan sebagai pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses. pengendalian kualitas selama proses berlangsung dan pengendalian kualitas terhadap produk yang dihasilkan. Dengan demikian akan dapat dikurangi penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi. Perusahaan/organisasi yang ingin mengikuti perlombaan/ bersaing untuk meraih laba/manfaat tidak ada jalan lain kecuali harus menerapkan Total Quality Management. dan pelayanan suatu organisasi. Dimana TQM ini mengintegrasikan semua level di atas menjadi satu kesatuan untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas. c. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh masyarakat. diklaim sebagai orang pertama yang mempopulerkan TQM. . Sejak tahun 1950-an pola pikir mengenai mutu terpadu atau TQM sudah muncul di daratan Amerika dan Jepang dan akhirnya Koji Kobayashi. Dengan demikian. khususnya masyarakat bisnis. Quality Control dan Quality Assurance dikembangkan dan disempurnakan menjadi Total Quality Management (TQM). Total Quality Management Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu sistem perkembangan di Amerika Serikat. juga Quality Management sendiri yang harus dilaksanakan secara terus-menerus. dan harapan pelanggan). kebutuhan. produk. mentransformasi (memproses) input dalam organisasi untuk memproduksi barang atau jasa yang pada gilirannya memberikan kepuasan kepada pelanggan (output). yang dia lakukan pada saat memberikan pidato pada pemberian penghargaan Deming prize di tahun. Perkembangan Kualitas Pada mulanya sistem untuk memonitor dan memanager kualitas hanya berupa pengukuran (inspection). d. Proses TQM memiliki input yang spesifik (keinginan. Tujuan utama Total Quality Management adalah perbaikan mutu pelayanan secara terus-menerus. beberapa dari mereka merupakan pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. Banyak perusahaan Jepang yang memperoleh sukses global karena memasarkan produk yang sangat bermutu. yang akhirnya banyak mengalami perkembangan sehingga dikenal dengan adanya sistem pengendalian kualitas (Quality Control) serta jaminan kualitas (Quality Assurance). Sejak 1980 keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telah dihargai di seluruh dunia. salah satu CEO of NEC. our strongest defence against foreign competition and the only path to sustair growth and earnings”. Sejak tahun 1970. Philip Kolter (1994) mengatakan “Quality is our best assurance of custemer allegiance. Namun.yaitu pengendalian kualitas pra proses. TQM adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi. sistem-sistem tersebut diatas yaitu Inspection.

4. perakitan. yang sering disebut “alat TQM”. diskusi. 4. 2. 2. antara lain untuk menyusun gambar proses tahap demi tahap untuk tujuan analisis. Penilaian Kritis Penilaian kritis adalah alat bantu analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa setiap proses manufaktur. repeatable (dapat dilakukan secara berulang-ulang). atau jasa. Atarimae Hinshitsu: berfokus pada efek intangible pada proses dan optimisasi dari efek tersebut. Kansei: meneliti cara penggunaan produk oleh konsumen untuk peningkatan kualitas produk itu sendiri. atau komunikasi dan menemukan wilayah-wilayah perbaikan dalam proses. Weaknesses (kelemahan). 3. yaitu sebagai berikut: 1. Penerapan Total Quality Management dipermudah oleh beberapa piranti. dan measurable (dapat diukur). Miryokuteki Hinshitsu: manajemen taktis yang digunakan dalam produk yang siap untuk diperdagangkan. antara lain untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dan menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proses. Curah pendapat dipakai. dan apakah ada alternatif yang lebih baik. Opportunities (peluang). 5. 6. TQM dirangkum menjadi empat langkah. tepat. Analisis Tulang Ikan Analisis tulang ikan (juga dikenal sebagai diagram sebab-akibat) merupakan alat analisis.Di Jepang. Delapan alat TQM yang diuraikan adalah sebagai berikut: 1. . Alat ini membantu kita untuk memikirkan apakah proses itu memang dibutuhkan. Alat-alat ini membantu kita menganalisis dan mengerti masalah-masalah serta membantu membuat perencanaan. Diagram Alur (Bagan Arus Proses) Bagan arus proses adalah satu alat perencanaan dan analisis yang digunakan. dan Threats (ancaman). Analisis SWOT Analisis SWOT adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menganalisis masalah-masalah dengan kerangka Strengths (kekuatan). Ranking Preferensi Alat ini merupakan suatu alat interpretasi yang dapat digunakan untuk memilih gagasan dan pemecahan masalah di antara beberapa alternatif. Kaizen: difokuskan pada improvisasi proses berkelanjutan (continuous Improvement) sehingga proses yang terjadi pada organisasi menjadi visible (dapat dilihat). antara lain untuk menentukan sebab-sebab yang mungkin dari suatu masalah atau merencanakan langkah-langkah suatu proyek. 3. Curah Pendapat (Sumbang Saran) – Brainstorming Curah pendapat adalah alat perencanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas kelompok.

periode perintisan dan penelitian.Deming menyampaikan seminar 8 hari mengenai kualitas pada para ilmuwan. Memberikan kepuasan kepada pemilik. dan para eksekutif perusahaan Jepang. baru berdasarkan pengalaman/ pendapat. antara lain untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam mencapai suatu sasaran dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mungkin serta pemecahan dari suatu masalah atau peluang. 7. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu. pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah. Hasil dari proses ini akan menjadi patokan untuk memperbaiki organisasi kita secara terus menerus. Fokus utama ditujukan pada proses.E. Diperkenalkan istilah CWQC ( Company Wide Quality Control ) . Sejarah TQM 1. 9. Tujuan benchmarking adalah bagaimana organisasi kita bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik. 5.7. 1946 – 1950. Rela memberikan ganjaran. Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu. 4. 8. karyawan. insinyur.W. Diagram Analisa Medan Daya (Bidang Kekuatan) Diagram medan daya merupakan suatu alat analisis yang dapat digunakan. 1951 – 1954. pemasok. Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengan cara otoriter sehingga diperoleh suasana kondusif bagi lahirnya ide-ide baru. periode pengendalian mutu sistematik. 2. Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas sehingga pengawasan lebih mudah. 2. Benchmarking Benchmarking adalah proses pengumpulan dan analisis data dari organisasi kita dan dibandingkan dengan keadaan di dalam organisasi lain. 10. dan para pemegang saham. 6. Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan sehingga dapat memuaskan para pelanggan. 3. periode pengendalian mutu statistik (Statistical Quality Qontrol) 3. 8. Dr. Setiap keputusan harus berdasarkan pada data. Syarat-syarat pelaksanaan TQM dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut: 1. baru menyusul hasil. Memiliki wawasan jauh ke depan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan. 1955 – 1960. e.

Prinsip TQM 1. Pendidikan dan Pelatihan 8. peranan manajer senior sebagai penasihat. menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. Unsur-unsur TQM: 1. Obsesi terhadap kualitas 3. Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri atas tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing. memberikan informasi yang mereka butuhkan . Prof. Manajemen berdasar fakta 4. menggunakan alat dan bahan yang komunikatif.4. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan h. Pendidikan dan Pelatihan Mutu didasarkan pada keterampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan. guru.Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil. Elemen Pendukung Dalam TQM Elemen-elemen pendukung TQM dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Kerjasama tim 6. maupun proses manajemen. dan pimpinan tidak bisa diremehkan. Partisipasi 3. baik misi. 2. Kepemimpinan Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan.Kaoru Ishikawa memperkenalkan Gugus Kendali Mutu (Quality Control Circle) f. Ketika memutuskan untuk menggunakan MMT/TQM sebagai kunci proses manajemen. paling mampu.DR. Kepuasan pelanggan 2. Kebebasan terkendali 9. Kesatuan tujuan 10. Pendekatan Ilmiah 4. yang dapat mereka gunakan untuk mencapai keduanya. visi. Perbaikan sistem berkelanjutan 7. dan paling hebat pendidikannya di dunia harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat. 1961 – sekarang. periode pemantapan dan pengembangan. Pelanggan (internal dan eksternal) 2. Komitmen jangka panjang 5. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif. Perbaikan berkesinambungan g.

and trust. Teamwork / kerja sama 6. 2. Pelatihan tambahan pada bench marking. perencanaan. 4. termasuk di dalamnya ethics. Elemen Kunci TQM Model TQM di atas menunjukkan suatu philosophy bahwa mutu yang diinginkan didapat dari kekuatan kepemimpinan. Building Bricks. 3. 3. Kedelapan elemen kunci tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. teamwork. Communication / komunikasi j. dan teknik lainnya juga digunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna. termasuk di dalamnya training. i. statistik. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan. Training /diklat 5. . design. Leadership / kepemimpinan 7. Trust / kepercayaan 4. membantu melalui “network” dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi. dan peningkatan inisiatif. yaitu sebagai berikut. Ethics / etika 2. lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. Foundation. Binding Mortar. Integrity / integritas 3. 1. Recognition / akredibilitas 8. 4.untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. memberikan pengarahan. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu. termasuk di dalamnya adalah communication. Akan tetapi. Model TQM Salah satu kerangka model TQM: 1. Struktur Pendukung Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu dalam melaksanakan strategi pencapaian mutu. integrity. dan membantu sebagai narasumber mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior. and leadership. dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan. Roof adalah recognition. Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. Komunikasi Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu.

maka pilar penyangga akan lebih kuat lagi dalam mencapai “atap“ yang menjadi tujuan TQM. Suatu perusahaan hendaknya mampu menilai apa yang konsumen harapkan dan apa yang pantas diberikan kepada konsumen berdasarkan nilai-nilai tersebut. Bricks terdiri atas hal hal berikut: a) Training–Diklat sangat penting bagi karyawan untuk meningkatkan produktivitasnya. Jadi. Biasanya bentukan tim ini digunakan dalam kurun waktu tiga sampai dengan dua belas bulan. keadilan. ketulusan dan memberikan peluang bagi semua orang untuk ikut serta dalam proses pelaksanaannya.Adapun penjabaran serta pengertian dari ke empat elemen diatas adalah sebagai berikut 1. Tim ini juga biasanya digunakan lagi ketika permasalahan yang sama timbul pada periode waktu berikutnya. dan keahlian teknis lainnya sehingga akan mampu mendapatkan karyawan yang efektif. Ada dua jenis etika perusahaan. dan trust. Ada tiga tipe tim yang disarankan dalam TQM. c) Trust kepercayaan di antara karyawan dan pihak-pihak terkait dengan perusahaan akan memudahkan proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan. Foundation TQM dibangun di atas suatu fondasi yang terdiri atas ethics. Adapun sebagai berikut : a) Ethics adalah suatu bentuk kedisiplinan akan menjalankan halhal yang dianggap baik oleh perusahaan dan menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang dianggap buruk. yaitu yang berkaitan dengan etika bisnis dan etika personal. nilai. ekonomi dan bisnis. kemampuan untuk bekerja aktif dalam tim. Ketiganya berjalan beriringan. keadilan. yaitu recognition. dan ketulusan. b) Integrity termasuk di dalamnuya adalah kejujuran. tetapi memberikan kontribusi yang berbeda dan saling melengkapi dalam TQM. pembuatan keputusan. etika dari individual SDM terhadap perusahaan dan sesama SDM. Pada dasarnya diklat yang dibutuhkan karyawan di antaranya keahlian personal sesuai dengan pekerjaan masing-masing. yaitu sebagai berikut: 1) Quality Improvement Teams or Excellence Teams (QITS) – Ini adalah bentukan tim yang sifatnya temporer yang bertugas untuk menyelesaikan problem yang spesifik. 2. Tugas diklat biasanya dibebankan pada supervisor atau badan tersendiri dari Human Resources Departement. pemecahan masalah. Semuanya harus terwujud dalam hubungan antara komponen perusahaan terhadap konsumen. b) Teamwork–Kekuatan tim akan lebih hebat dari individu. moralitas. Dengan tim permasalahan akan lebih cepat diselesaiakan dengan lebih banyak solusi yang dapat saling mengisi. kepercayaan akan mendatangkan lingkungan yang kooperatif terhadap TQM. . Bricks Setelah memiliki fondasi yang kuat.Ketiga elemen kunci pada grup ini akan membuka potens TQM yang luar biasa. Ini akan menumbuhkan keterbukaan. Tim juga akan mampu mingimprovisasi proses dan pelaksanaan TQM. integrity.

Binding Mortar Binding Mortar merupakan elemen kunci yang melingkupi keseluruhan model dari TQM. dipegang. 3. dan dipimpin oleh perangkat top management yang harusmemiliki komitmen tinggi terhadap hal tersebut. yaitu sebagai berikut: a) Downward communication – Aliran komunikasi dari atas ke bawah. Komunikasi yang baik dalam TQM diperlukan antara seluruh elemen organisasi. Pemimpin di sini juga berarti mampu membuat arah strategi yang dapat dipahami oleh semua komponen yang ada dengan nilai-nilai yang mewakili seluruh kepentingan. Dari top manajemen yang menyampaikan informasi ke supervisor. Dalam TQM juga dibutuhkan supervisor yang berkomitmen untuk memimpin karyawan. . Konsep yang terdapat di dalam tim yang melibatkan karyawan. Tim ini berkesinambungan tanpa ada batas waktu dengan jam kerja kurang lebih satu sampai dengan dua jam setiap minggunya. Komunikasi yang tidak tepat dan tidak tertuju ke sasaran akan mengakibatkan rubuhnya model TQM. Komunikasi ini tergolong dominan dalam organisasi. Sosok kepemimpinan ini biasanya dipegang oleh seorang manajer. Dengan tingkat permasalahan yang lebih rendah daripada permasalahan yang dihadapi QITS.2) Problem Solving Teams (PSTs) – Tim ini juga bersifat temporer dengan tugas menyelesaikan permasalahan yang juga spesifik dan mengidentifikasi serta menangani penyebab permasalahan dengan kurun waktu satu minggu sampai dengan tiga bulan. kesanggupan memanage tim secara professional. 3) Natural Work Teams (NWTs) – Bentukan tim ini terdiri atas sekelompok kecil SDM ahli di bidangnya dengan tiap-tiap anggota tim memikul tugas dan tanggug jawab sendiri-sendiri yang dibagi berdasarkan kapabilitasnya. c) Leadership – Bisa dikatakan sebagai kunci utama dalam TQM. yang tepat sasaran dan tepat ide. supplier. Dalam kondisi apa pun seorang supervisor harus peka terhadap aliran informasi yang ada di sekitarnya yang kemudian disampaikan ke manajemen untuk diolah sedemikian rupa menjadi suatu keputusan terhadap suatu kondisi berupa informasi untuk kemudian disampaikan ke pihak-pihak yang terkait. Communication – Komunikasi adalah suatu jembatan yang menentukan keberhasilan TQM. b) Upward communication – Dapat berupa kritikan karyawan terhadap manajemen atau hasil mata-mata karyawan dan pengetahuan lainnya dari karyawan yang disampaikan ke atas. TQM dengan seperangkat nilai dan philosophy yang terkandung di dalamnya dan mampu mengkomunikasikannya ke seluruh elemen yang berada di bawahnya. Intinya keseluruhan TQM harus dipahami. Sosok kepemimpinan dalam TQM hendaknya yang memiliki visi ke depan dan mampu menginspirasi anggotanya. dan kesatuan di antara anggota tim yang berupa lingkaran berkualitas. Seorang supervisor harus paham betul. Nilai obyektivitas harus dijunjung tinggi karena top management bertindak dari planer sampai measurement. demi kesempurnaan TQM. Kesatuan dari keseluruhan elemen kunci ini disatukan dengan suatu komunikasi yang tepat. dan konsumen. Ada beberapa macam komunikasi. selanjutnya dari supervisor ke karyawan adalah contoh dari komunikasi ini.

b) Tempat – Penampilan yang baik dapat dilihat dari kondisi kerja departemen. Model TQM Yang Disederhanakan Untuk membuat dan mengaplikasikan sebuah model dari Total Quality Management. tim. antara lain sebagai berikut: a) Cara – Berupa sertifikat penghargaan. Seharusnya elemen ini mampu memberikan sugesti dan achivement bagi tim dan karyawan individual.c) Sideways communication – Komunikasi ini sangat penting karena memecah dinding pembatas antara satu departemen dengan departemen lainnya. b) Mengetahui cara cara agar keseluruhan elemen tersebut dapat terkoneksi satu dengan yang lain sehingga dapat mencapai tujuan. terjadi pada tempat serta terjadi pada waktu. 4. Pengakuan di sini terjadi di kalangan departemen. f) Belajar untuk menghilangkan kesan cambukan SDM dalam peningkatan produktivitas sebagai upaya mereka untuk menjadi karyawan pilihan dalam satu bulan. akredibilitas. ataupun di kalangan karyawan c) Waktu – Pengakuan dapat diberikan pada waktu tertentu. Roof atau Recognition Recognition adalah elemen terakhir dari TQM. maka secara otomatis akan terjadi perubahan yang luar biasa dalam kepercayaan diri. c) Membuat pilihan-pilihan proses yang dapat dipilih dalam mecapai tujuan dari manajemen kualitas. Dengan seseorang memperoleh suatu pengakuan. k. penghargaan yang sifatnya rutin. Pengakuan atau kredibilitas dapat terjadi dengan cara. dan kualitas kerja yang sesuai dengan mutu yang diharapkan perusahaan. Tanpa kom d) unikasi ini TQM akan terpecah dari satu departemen dengan yang lainnya. . tetapi membuat mereka melakukannya secara tulus.hari. plakat. panitia. dan sebagainya. Secara tidak langsung hal inilah yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada konsumen berupa produk dengan mutu yang tinggi sebagai hasil dari pemberdayaan SDM yang berkualitas. self esteem. top manajemen. d) Mempelajari keahlian dan pengetahuan untuk menyeimbangankan perencanaan startegik perusahaan yang akan dilakukan dengan rutinitas proses operasional sehari. produktivitas. maka dilakukan langkahlangkah awal sebagai berikut: a) Mengidentifikasi elemen-elemen yang diperlukan untuk kesuksesan pendekatan manajemen kualitas. dan sebagainya. seperti rapat staf. dan top manajemen. trofi. e) Mempelajari keahlian dan pengetahuan yang akan digunakan oleh tiap-tiap sumber daya manusia dan sumber daya perusahaan untuk peningkatan aktivitas produksi sehari-hari.

. d) TQM. Pelaksanaan Model TQM harus berpegang pada prinsip-prinsip kesuksesan model TQM berikut: a) Kesuksesan TQM membutuhkan perubahan tingkah laku dan budaya b) Manajemen TQM harus dipisah dari HRD dan Manajemen Organisasional (OM). dengan kata lain divisi TQM hendaknya dibuat tersendiri. Hal ini berarti bahwa pimpinan tidak berdampingan dengan HRD dan OM dalam merancang TQM itu sendiri. Tingkat keberhasilan sangat tinggi mengingat akan disesuaikan antara tingkat keberhasilan yang diinginkan perusahaan dengan kemampuan dan kemauan para pelaksana. tanpa adanya rasa saling dirugikan dan mereka akan berkinerja lebih baik tanpa perlu merasakan aura kompetisi yang tidak sehat seperti Rat Race dan Runs end. kesepahaman. Hal itu terjadi karena yang terkesan dari TQM dengan pendekatan ini adalah Rat Race atau perburuan hadiah yang akan menimbulkan cara-cara tidak sehat atau Run end atau kinerja yang mendadak berhenti ketika seorang karyawan merasa tidak mampu ataupun sudah puas. c) Kesuksesan sistem TQM adalah kemampuan untuk memadukan manajemen organisasi dengan Departemen Human Resource Development. b) Integrated Management Approach (Model Pendekatan Terpadu) TQM adalah perpaduan dan penyeimbangan antara budaya kerja yang telah ada di OM dan HRD dengan budaya yang akan diciptakan oleh TQM sehingga tercipta suatu garis tengah yang menjembatani semua kebutuhan dan kebudayaan HRD dan OM dengan alur dari TQM dengan tujuan yang dibawa oleh TQM. Akibatnya adalah pendekatan ini dapat mengalami kegagalan sebanyak 80%. yaitu pimpinan perusahaan membuat suatu pendekatan TQM dengan memaksakan penerapan TQM yang akan diberlakukan ke HRD dan OM. h) Menghindari titik kepuasan karyawan yang akan menyebabkan mereka berhenti untuk meningkatkan produktivitas dan justru sebaliknya harus mempelajari hal-hal yang membakar semangat mereka pada saat proses TQM berlangsung.g) Mempelajari keahlian manajemen dengan baik dan mengetahui kebutuhan karyawan dan sumber daya perusahaan lainnya agar semua elemen yang berperan dalam TQM dapat bekerja sampai pada titik tertinggi. dan OM haruslah memiliki satu kesatuan pandangan dan berkesinambungan. HRM. di antara ketiganya akan tercipta suatu integritas. Dua macam pendekatan Model TQM adalah sebagai berikut: a) Traditional Management Approach (Model Pendekatan Tradisional) Model ini adalah model yang paling sering digunakan. Dengan demikian.

Universitas Atmajaya Yogyakarta. D. 2000. Kesimpulan Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa yang dianggap merupakan kualitas saat mi mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang). pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan yang sangat erat hubungannya dengan proses produksi. 1999. Manajemen Kualitas. Kemudian dengan analisis akan didapatkan sebab-sebab terjadinya penyimpangan. and Service. sebagai dasar untuk mengambil tindakan perbaikan dan pencegahan. dimana pada pengendalian kualitas ini dilakukan pemeriksaan atau pengujian atas karakteristik kualitas yang dimiliki produk guna penilaian atas kemampuan proses produksinya yang dikaitkan dengan standar spesifikasi produk. Prentice Hall. Goetsch. L. W. berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat. D. Ohio. Total Quality Management . Harjodipuro. Daftar Pustaka Dorothea. Total Quality Management adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi. 1997. New Jersey Colombus. A.C. Processing. Upper Saddle River. Quality Management : Introduction to Total Quality Management for Production. Siswoyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful