P. 1
sptk halusinasi

sptk halusinasi

|Views: 57|Likes:
Published by Irwan Afriandi
sp
sp

More info:

Published by: Irwan Afriandi on Jan 01, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2014

pdf

text

original

1.

HALUSINASI

a. Halusinasi penglihatan Diagnosa keperawatan: Gangguan sensori persepsi: halusinasi penglihatan. Tujuan khusus: Klien dapat mengendalikan halusinasinya. Tindakan keperawatan: (SP1) 1. Mengidentifikasi jenis halusinasi 2. Mengidentifikasi isi halusinasi 3. Mengidentifikasi waktu halusinasi 4. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi 5. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi 6. Mengidentifikasi responnya terhadap halusinasi 7. Mengajarkan klien menghardik halusinasi 8. Memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan

Proses Pelaksanaan Tindakan Orientasi 1. Salam terapeutik: “Selamat pagi S!” 2. Evaluasi/validasi: ”Bagaimana perasaan S saat ini? Masih ingat kan sama suster?” 3. Kontrak: a. Topik : “Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang halusinasi yang S alami dan cara mengendalikannya?” b. Waktu : “Kita akan bercakap-cakap selama 20 menit saja” c. Tempat: “Bagaimana kalau kita berbincang-bincang di ruang ini saja?” Kerja ”Apakah S sering mengalami sesuatu?”

Yang pertama dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa ini tidak nyata. sehingga hal itu bisa sedikit menghilang. Yang kedua adalah dengan menemui orang lain untuk menceritakan masalah halusinasi S.” “Menurut S dari tiga cara yang saya sebutkan mana yang bisa S lakukan?” “Mari kita diskusikan cara yang lebih baik untuk mengontrol halusinasi S. apakah S sudah lebih memahami?” Evaluasi objektif: ” Coba S sebutkan lagi cara yang bisa kita pakai untuk mengontrol halusinasi?” ”Bagus sekali. Dan yang terakhir S bisa meminta orang lain untuk menyapa jika halusinasi S sedang muncul.”Apa yang sering S alami? Apakah bapak sering melihat sesuatu hal yang aneh?” “Saya mengerti S melihat sesuatu hal itu. ternyata S mampu menyebutkan cara mengontrol halusinasi?” . namun saya tidak bisa melihatnya?” ”Ada juga klien lain yang sering mengalami hal yang sama seperti S” ”Biasanya apa yang S lihat? ” ”Kapan biasanya sesuatu hal itu muncul?” ”Seberapa sering itu muncul?” ”Kondisi atau situasi apa yang menyebabkan sesuatu hal itu muncul?” ”Apa yang biasanya S rasakan jika sesuatu hal itu muncul?” ”Apa yang biasanya S lakukan untuk mengatasi perasaan itu?” ”Menurut S. Yang ketiga S bisa melakukan jadwal kegiatan yang sudah disusun. apa yang akan terjadi jika S selalu melihatkan sesuatu hal itu?” “Biasanya cara apa yang S lakukan?” “Ada beberapa cara yang bisa S lakukan jika hal itu muncul lagi.” “Menurut S. ada 4 cara untuk mengontrol halusinasi. bisa dengan tidur. Evaluasi subjektif: ”Bagaimana perasaan S setelah kita berbincang-bincang. marah atau menyibukkan diri. cara mana yang bisa kita gunakan?” “ wah. bagus sekali S sudah bisa memilih cara yang akan S gunakan untuk mengurangi halusinasi?” Terminasi 1.

Kontrak: a. Memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan Proses Pelaksanaan Tindakan Orientasi 1. Mengidentifikasi waktu halusinasi 4. Waktu : “S kapan mau bertemu lagi dengan saya?” Bagaimana kalau nanti jam setengah 2?” c. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi 6. Topik: Bagaimana kalau nanti kita berbincang-bincang lagi mengenai obat yang harus S minum untuk membantu mengatasi halusinasi yang S alami?” b. Topik : “Bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang halusinasi yang S alami dan cara mengendalikannya?” . 3. Halusinasi dengar Diagnosa keperawatan: Gangguan sensori persepsi: halusinasi dengar. Kontrak yang akan datang: a. Rencana tindak lanjut: ”Setelah saya tinggal. Mengidentifikasi isi halusinasi 3. Mengidentifikasi jenis halusinasi 2. dan mengulang-ulang apa yang baru saja kita pelajari.2. Apakah S bersedia?” b. Mengidentifikasi responnya terhadap halusinasi 7. Tujuan khusus: Klien dapat mengendalikan halusinasinya. S bisa latihan untuk mengontrol halusinasi. Mengidentifikasi frekuensi halusinasi 5. Tempat : ”S mau ngobrol-ngobrol di mana? Bagaimana kalau di sini lagi saja. Mengajarkan klien menghardik halusinasi 8. Tindakan keperawatan: (SP1) 1. Salam terapeutik: “Selamat pagi S!” 2. Evaluasi/validasi:”Bagaimana perasaan S saat ini? Masih ingat kan sama suster?” 3.

sehingga suara itu bisa sedikit menghilang. Dan yang terakhir S bisa meminta orang lain untuk menyapa jika halusinasi S sedang muncul. Yang pertama dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa ini tidak nyata. Evaluasi objektif: ” Coba S sebutkan lagi cara yang bisa kita pakai untuk mengontrol halusinasi?” . apakah S sudah lebih memahami?” 2. Waktu : “Kita akan bercakap-cakap selama 20 menit saja” c. Yang ketiga S bisa melakukan jadwal kegiatan yang sudah disusun. Evaluasi subjektif: ”Bagaimana perasaan S setelah kita berbincang-bincang.b. Tempat: “Bagaimana kalau kita berbincang-bincang di ruang ini saja?” Kerja ”Apakah S sering mengalami sesuatu?” ”Apa yang sering S alami? Apakah bapak sering mendengar suara-suara yang aneh?” “Saya percaya S mendengar suara-suara itu. Yang kedua adalah dengan menemui orang lain untuk menceritakan masalah halusinasi S. bagus sekali S sudah bisa memilih cara yang akan S gunakan untuk mengurangi halusinasi?” Terminasi 1.” “Menurut S. namun saya tidak bisa mendengarnya?” ”Ada juga klien lain yang sering mengalami hal yang sama seperti S” ”Biasanya apa yang S dengar? ” ”Kapan biasanya suara-suara itu muncul?” ”Seberapa sering suara itu muncul?” ”Kondisi atau situasi apa yang menyebabkan suara-suara itu muncul?” ”Apa yang biasanya S rasakan jika suara-suara itu muncul?” ”Apa yang biasanya S lakukan untuk mengatasi perasaan itu?” ”Menurut S. cara mana yang bisa kita gunakan?” “ wah.” “Menurut S dari tiga cara yang saya sebutkan mana yang bisa S lakukan?” “Mari kita diskusikan cara yang lebih baik untuk mengontrol halusinasi S. bisa dengan tidur. apa yang akan terjadi jika S selalu mendengarkan suara-suara itu?” “Biasanya cara apa yang S lakukan?” “Ada beberapa cara yang bisa S lakukan jika suara itu muncul lagi. ada 4 cara untuk mengontrol halusinasi. marah atau menyibukkan diri.

Klien dapat menilai kemampuan pasien yang dapat digunakan c. S bisa latihan untuk mengontrol halusinasi. Tempat : ”S mau ngobrol-ngobrol di mana? Bagaimana kalau di sini lagi saja. HARGA DIRI RENDAH Diagnosa Keperawatan : Gangguan konsep diri: harga diri rendah Tujuan Khusus a. Kontrak yang akan datang: a. Waktu : “S kapan mau bertemu lagi dengan saya?” Bagaimana kalau nanti jam setengah 2?” c. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien b. Topik: Bagaimana kalau nanti kita berbincang-bincang lagi mengenai obat yang harus S minum untuk membantu mengatasi halusinasi yang S alami?” b. Klien dapat pujian yang wajar terhadap keberhasilan yang dicapai f. dan mengulang-ulang apa yang baru saja kita pelajari. ternyata S mampu menyebutkan cara mengontrol halusinasi?” 3.”Bagus sekali. Rencana tindak lanjut: ”Setelah saya tinggal. Klien dapat memasukkan kegiatannya ke dalam jadwal harian pasien Tindakan Keperawatan SP1 HDR 1) Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien 2) Membantu pasien menilai kemampuan pasien yang dapat digunakan 3) Membantu pasien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien 4) Melatih pasien sesuai kemampuan yang dipilih 5) Memberikan pujian yang wajar terhadap keberhasilan pasien 6) Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan . Klien dapat memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan pasien d. Apakah S bersedia?” 2. Klien dapat berlatih sesuai dengan kemampuan yang dipilih e. 4.

Bagaimana kalau kita ngobrol tentang kegiatan yang ibu sukai?” Kerja ”Bu R. Salam terapetik ”Selamat pagi. olahraga. Ibu R. Selain itu ada lagi tidak? Ayo coba ibu ingat-ingat lagi. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan 1) Evaluasi Subjektif ”Bagaimana perasaan Ibu setelah ngobrol-ngobrol tadi?” 2) Evaluasi Objektif ”Bu tadi kita sudah bicara banyak tentang kegiatan yang disukai Ibu. Kontrak yang akan datang (topik.” 2. Hari ini saya yang akan menemani ibu. Evaluasi/validasi ”Apa yang Ibu rasakan sekarang?” 3. kegiatan apa yang ibu senangi? Apa ibu suka memasak dan merapikan tanaman? ”Ya. Ibu bisa melakukannya dengan baik. Rencana lanjut klien ”Nah. Kita masukin ke daftarnya yuk. Ibu bisa melakukan semua kegiatan ini sesuai dengan jadwal yang kita susun tadi. waktu.” Terminasi 1. bagus sekali kegiatannya. Iya. Kontrak (topik. kita buat lagi jadwal kegiatan yang baru. Saya suster Amye Hutagalung. hari ini kita akan ngobrol-ngobrol. Kita buat samasama yuk. Suster akan liat ya.” ”Ayo. tempat) ”Ibu.Orientasi 1. kita coba sekarang nyapu ya. tempat) . Nyapu.” 3.” ”Nah. Bisa Ibu sebutkan lagi?” 2. dan nyuci piring bisa lho. bagus sekali ibu. kegiatan itu bisa dilakukan di sini lho.” ”Sekarang. waktu.

Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang keluarga dan teman-teman X?” b. Kontrak: a.” 3. Berdiskusi dengan klien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain 3. Menganjurkan klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam jadwal kegiatan harian. Tindakan keperawatan: (SP 1) 1. Waktu : “Kita akan selama 20 menit saja. X!” 2.” c. Tempat: “Bagaimana kalau kita berbincang-bincang di bangku taman saja?” Kerja . Berdiskusi dengan klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain 4. Topik : “Apakah ada keluhan hari ini? Bagus.”Bagaimana kalau nanti kita ketemu lagi seperti ini? Kita latihan merapikan tanaman ya. Salam terapeutik: “Selamat pagi. Evaluasi/validasi: ”Bagaimana perasaan X saat ini? Masih ingat khan sama suster?” 3. Bagaimana apa X setuju? Baiklah. Proses Pelaksanaan Tindakan Orientasi 1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial klien 2. ISOS Diagnosa keperawatan : Isolasi sosial Tujuan khusus: Klien dapat bersosialisasi/berinteraksi dengan orang lain yang ada di lingkungannya. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang 5. Kita akan ketemu lagi jam setengah 2 ya.

Coba sekali lagi! Bagus. X menanyakan balik kepada teman. Saya senang dipanggil Amye. Hobi saya adalah membaca dan menyanyi. Saya berasal dari Medan.” “Nah. Wah. X? Ya. Sumatera Utara. misalnya perawat atau pasien lain?” “Menurut X. X. baiklah. Apa lagi? (sampai klien dapat menyebutkan lebih dari 5 keuntungan). lalu sebutkan dahulu nama kita. bagus sekali. tentang keluarga. Misalnya X belum kenal dengan saya. Contohnya : Nama Anda siapa? Senang dipanggil apa? Asal Anda dari daerah mana? Hobi apa yang Anda miliki?” “Ayo. Kalau begitu. Evaluasi subjektif : ”Bagaimana perasaan S setelah kita latihan berkenalan hari ini? Bagaimana kalau kita masukkan cara ini ke dalam jadwal kegiatan harian X? Evaluasi objektif : ” Coba X sebutkan lagi tahap-tahap cara berkenalan dan bercakap-cakap dengan orang lain.” “Setelah X kenal dengan orang tersebut. benar. Bagaimana kalau sekarang kita belajar berkenalan dengan orang lain? Tn AA setuju. Contoh : (sampaikan kalau mau kenalan sambil mengulurkan tangan untuk menjabat) Nama saya Amye Hutagalung. apakah X ingin belajar berteman dengan orang lain? Bagus. tentang olahraga.” “Begini cara berkenalan dengan orang lain : kita sampaikan kalau kita mau kenalan sambil mengulurkan tangan untuk menjabat. Rencana tindak lanjut : . Selanjutnya. X bisa melanjutkan percakapan tentang topik yang menyenangkan untuk X bicarakan bersama dengan teman. nama panggilan kita. ada teman bercakap-cakap. tentang cuaca mendung. Misalnya.” Terminasi 1. kalau kerugiannya bila kita tidak memiliki teman apa ya. Coba berkenalan dengan saya. Bagus sekali. asal daerah/suku kita.” “Iya. Tapi. apa saja keuntungannya kalau kita mempunyai teman? Coba sekarang kita catat ya. dan lain sebagainya. apa lagi? (sampai klin dapat menyebutkan beberapa).“Apa yang X rasakan selama dirawat di sini? Ada tidak yang X kenal di ruangan ini? Coba sebutkan siapa saja orang-orang yang X kenal di ruangan ini!” “Apa saja kegiatan yang biasa X lakukan dengan teman-teman yang X kenal?” “Apa yang menghambat X dalam berteman dengan orang lain. pekerjaan.” “X bisa lihat sekarang.” 2. dan hobi kita. jika kita punya teman maka keuntungannya akan lebih banyak. ternyata kerugian tidak memiliki teman sangat banyak.

”Setelah saya tinggal. X lebih siap untuk berkenalan langsung dengan orang lain. Tindakan keperawatan : (SP 1) 1. Kontrak yang akan datang : a. Defisit Perawatan Diri Diagnosa keperawatan :Defisit perawatan diri Tujuan khusus : Klien mampu melakukan kebersihan diri sendiri secara mandiri. Sehingga.” Kerja . Tempat : ”X mau ngobrol-ngobrol di mana? Bagaimana kalau di sini lagi saja. X mau mempraktekkan berkenalan dan bercakap-cakap dengan orang lain? Baiklah. sekarang kita ketemu lagi. tempat): ”Sesuai janji kita kemarin. Sampai ketemu lagi. Mau mengobrol berapa lama? 20 menit? Mau mengobrol di mana? Di teras? Baiklah.” b. waktu. Evaluasi/ validasi: ”Bagaimana perasaan S hari ini?” 3. Menjelaskan pentingnya kebersihan diri 2.30 WIB?” c. Kita mau bicara masalah kebersihan diri ya.” 4. Membantu klien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri 4. Waktu : “X kapan mau bertemu lagi dengan saya? Bagaimana kalau nanti jam 11. Menganjurkan klie memasukkan dalam jadwal kegiatan harian Proses Pelaksanaan Tindakan Orientasi 1.” 2. Menjelaskan cara menjaga kebersihan diri 3. Kontrak (topik. 08 Februari 2010. Topik: “Bagaimana kalau pada pertemuan selanjutnya Senin. X bisa mengingat-ingat apa yang kita pelajari tadi selama saya tidak bersama X ya. kita berbincangbincang lagi mengenai latihan/praktek berkenalan dan bercakap-cakap dengan orang lain.” 3. Salam terapetik : ”Selamat pagi S. Apakah X bersedia? Baiklah.

Apa lagi?” “Apa yang S lakukan untuk merawat rambut? Kapan saja S keramas? Pakai samphoo tidak? Berapa kali S ikat gigi dalam sehari? Kapan saja waktunya? Di mana biasanya S BAB dan BAK? Setelahnya disiram tidak? Berapa gayung air untuk memnyiramnya? Menurut S. kulit berminyak.“Berapa kali S mandi dalam sehari? Apakah S sudah mandi hari ini? Menurut S apa kegunaan mandi? Apa alasan S sehingga tidak bisa merawat diri dengan bersih? Menurut S. kudis. Kumur-kumurlah. Kita akan latihan cara menggosok gigi dengan benar dan bersih hasilnya ya.. sikat gigi dengan arah dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. sekarang kita ke kamar mandi. waktu. Lalu. ketombe. dll. Bagaimana? Kita akan mengobrol selama 20 menit dan membicarakan lagi jadwal kegiatan perawatan diri S ya. kepala berketombe. .. kalau mau mandi apa saja yang perlu dipersiapkan?” “Nah. Selamat pagi. Bagus. tempat) ”Nanti kita ketemu lagi jam 11. apa manfaatnya kalua kita menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa ya? Gatal. Mau mengobrol di mana nanti? Di sini lagi? Baiklah sampai ketemu nanti ya.. Sekarang siapkan sikat gigi S. Ambil pasta gigi. penyakit apa yang akan muncul? Betul. Sekarang kumur-kumur lagi sampai bersih ya.” 3) Kontrak yang akan datang (topik.30. Apa lagi? Kalau kita tidak menjaga kebersihan diri. mulut bau. (dst)” Terminasi 1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan : a) Evaluasi Subjektif ”Bagaimana perasaan S setelah kita bercakap-cakap dan latihan tentang perawatan diri tadi?” b) Evaluasi Objektif ”Coba sebutkan lagi cara-cara mandi yang benar dan bersih seperti yang S sudah lakukan? Bagus!” 2) Rencana lanjut klien ”Mari kita masukkan ke dalam jadwal kegiatan harian S ya. panu.

Membantu pasien memenuhi kebutuhannya 5. tempat): “ Hari ini kita akan bincang-bincang untuk lebih saling mengenal. waktu. b. Salam terapeutik: “Hallo. WAHAM Diagnosa Keperawatan : Waham Tujuan Khusus : Membantu Orientasi realita Tujuan Umum 1. perkenalkan nama saya Amye Hutagalung. Dimana kita bicara? Bagaimana kalau sambil duduk di teras?” . Kontrak (topik. Bina hubungan saling percaya 2. Membantu klien menyusun kegiatan harian B. selamat pagi pak. saya bertugas disini selama 5 kali pertemuan. Membantu klien kembali ke realita 3.Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan (SP1) Orientasi a. panggil saya Amye saja. waktunya ± 15 menit cukup tidak pak?”.5. saya mahasiswa Keperawatan Universitas Indonesia. Evaluasi/validasi: Bagaimana kabar bapak hari ini? Aduh bapak hari ini tampak segar sekali? Sudah makan pagi apa belum? Menunya masih ingat apa tadi ?” c. Mendiskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi 4.

jadi Bapak tidak perlu sungkan lagi bila ada masalah bisa diceritakan pada saya. sampai bertemu besok ya?” 6.” “Saya sangat senang bisa berkenalan dengan Bapak dan Bapak sudah bisa mengungkapkan perasaan dengan baik dan mau berkenalan dan berteman dengan saya. RESIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK) Diagnosa keperawatan: Resiko mencederai orang lain berhubungan dengan perilaku kekerasan. Saya dan perawat-perawat di sini akan selalu menjadi teman dan membantu Bapak” “Bapak. terimakasih. 2. tempatnya disini lagi.Kerja “Bagaimana perasaan dan keadaan pak hari ini?” “Apakah ada yang dikeluhkan atau ditanyakan sebelum kita berbincang-bincang?” “ Pak tidak usah kawatir karena kita berada di tempat yang aman. Bapak mau kan mendengarkan?” “Nah karena kita sudah saling mengenal maka sekarang kita berteman. Membantu Klien mengidentifikasikan penyebab perilaku kekerasan. bagaimana bapa parmin setuju?” “Baiklah. bisa saya tahu sekarang identitas Bapak.” “Besok kita ketemu lagi ya? Dan bincang-bincang lagi tentang cara mempraktekkan membina hubungan dengan orang lain dan membicarakan kemampuan yang bapak miliki . nama saya siapa?” “ Wah. baik alamat.30 WIB. hobi atau mungkin keinginan sekarang?” “Wah terima kasih Bapak karena sudah mau berkenalan dengan saya dan sekarang saya akan memberitahu identitas saya. Membantu Klien mengidentifikasikan tanda-tanda dan gejala perilaku kekerasan. bagus sekali Pak bisa ingat nama saya. Bapak mau kan berteman dengan saya?” Terminasi “Sementara itu dulu yang kita bicarakan ya Pak?” “Coba bisa diulang tadi. . jam 10. saya minta pamit dulu. Tujuan khusus: Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan Tindakan Keperawatan 1. keluarga.

mungkin tidak akan lama sekitar 15 menit.... “ Saya ingin berbincang-bincang dengan bapak .. Klien dapat mengidentifikasi cara yang konstruktif dalam merespon terhadap kemarahan 6.. Membantu pasien mempraktekkan latihan cara mengontrol PK secara fisik 1 7. hadapi. saya biasa dipanggil Amye. bapak maukan ?” . hari ini ?” “ Kalau boleh tahu.3.. 4.. Menganjurkan pasien memasukkan dalam kegiatan harian Proses Pelaksanaan Tindakan Orientasi “ Selamat pagi Pak ! ” ( disertai mengulurkan tangan untuk berjabat tangan)..00 “ Kita akan bersama-sama menyelesaikan masalah yang bapak .. saya rasa sudah cukup percakapan kita kali ini....... Membantu Klien mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.00-14..... boleh ? “ “ Bagaimana kalau sambil barbincang-bincang kita duduk di kursi dekat ruang makan itu ? “ “ Saya mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan yang sedang bertugas disini.” Kerja “ Bagaimana perasaan bapak . apa yang terjadi selama ini sampai bapak . dibawa kemari ?” “ Apa yang menyebabkan bapak . kalau boleh saya menyimpulkan perilaku yang bapak lakukan tersebut adalah termasuk perilaku kekerasan karena bapak sangat kesal pada istri bapak. saya ingin kita ketemu lagi siang ini setelah makan siang untuk mendiskusikan tanda-tanda yang termasuk perilaku kekerasan dan perilaku kekerasan apa yang telah bapak lakukan.“ “ Nama bapak siapa ? “ “ Nama panggilannya siapa pak ? “. saya akan merawat bapak dari jam 08. “ Nama saya Amye Hutagalung. Mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan 5. berperilaku seperti itu ?” Terminasi “ Baik pak .

?” “ Bapak bisa sebutkan lagi penyebab kenapa berperilaku seperti itu ?” “ Silahkan bapak . mungkin ada yang ingin bapak .. Melatih cara mengendalikan dorongan bunuh diri . silahkan bapak istirahat.. 2. “ “ Oh iya. Klien dapat membina hubungan saling percaya. sampaikan lagi sebelum saya pergi keruang perawatan untuk menuliskan bahan diskusi kita nanti siang ? “ “ Baik pak .. Klien akan mengimplementasikan dua respons protektif diri yang adaptif 5.. Melakukan kontrak treatment 4. Mengamankan benda-benda yang dapat membahayakan pasien 3. RESIKO BUNUH DIRI Diagnosa Keperawatan : Resiko Bunuh Diri Tujuan Khusus : Klien tidak akan membahayakan dirinya sendiri secara fisik Tujuan Umum 1. Klien tidak akan melakukan aktivitas yang mencederakan dirinya 3.. istirahat sambil menunggu makan siang karena saya lihat bapak kelihatan lelah...” 7. Mengajarkan cara-cara mengendalikan dorongan bunuh diri 5... Klien akan mampu menguraikan rencana pengobatan dan rasionalnya Tindakan Keperawatan 1... Klien akan mengidentifikasikan aspek-aspek positif yang ada pada dirinya 4. Mengidentifikasi benda-benda yang dapat membahayakan pasien 2..“ Sekarang bagaimana perasaan bapak . Klien akan mengidentifikasi dua sumber dukungan sosial yang bermanfaat 6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->