P. 1
Sistem Peradilan Pidana Terpadu dalam Penyelenggaraan Peradilan Di Indonesia

Sistem Peradilan Pidana Terpadu dalam Penyelenggaraan Peradilan Di Indonesia

|Views: 2,068|Likes:
ARIANI YESTATI

ARIANI YESTATI

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

Jurnal Ranying Bunu, Vol.2, No.

3, Nopember 2007

Sistem Peradilan Pidana...(Ariani Yestati) 57-65

Sistem Peradilan Pidana Terpadu Dalam Penyelenggaraan Peradilan Di Indonesia Oleh : Ariani Yestati Dosen Fakultas Hukum, Universitas Palangka Raya

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah Banyak aspek-aspek terpenting dari pergaulan masyarakat sebagian bergantung pada fungsi profesi-profesi hukum. Terdapat beberapa masalah penting dalam filsafat hukum salah satunya adalah etika dan kode etik profesi-profesi di bidang hukum dikarenakan sekarang banyak kemerosotan etika profesi tadi dalam kegiatan pengembanannya sebagai akibat dilanggarnya etika dan kode profesi oleh sebagian pengembannya. Sesuai dengan pendapat Rescoe Pound, seorang filusuf tokoh aliran sociological jurispridence yang terkenal dengan gagasannya tentang hukum sebagai “ a tool of social engineering”, maka profesi hukum berkaitan dengan masalah mewujudkan dan memelihara ketertiban yang berkeadilan di dalam kehidupan masyarakat, untuk mewujudkannya perlu adanya hukum sebagai sarana untuk mewujudkan berbagai kaidah masyarakat yang disebut kaidah hukum. Keseluruhan kaidah hukum positif yang berlaku dalam suatu masyarakat tertata dalam suatu sistem yang disebut tata hukum. Ada dan berfungsinya tata hukum dengan kaidah hukum serta penegakannya merupakan produk dari perjuangan manusia salam
ISSN : 1904 - 4107

upaya mengatasi masalah-masalah kehidupan. Dalam dinamika kesejahteraan manusia, hukum dan tatanannya tercatat sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam proses pengadapan dan penghalusan budi manusia. Dalam penyelesaian konflik kepentingan yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat yang nantinya dapat terselesaikan dengan teratur dan tertib yang berkedamaian dalam masyarakat, maka diperlukan adanya institusi (kelembagaan) yang mampu menyelesaikan masalah secara tidak memihak dengan berlandaskan patokan yang bersifat objektif. Untuk merealisasikan hal tersebut maka diperlukan suatu sistem peradilan pidana terpadu. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai sistem pidana terpadu dengan berbagai isu dan permasalahannya merupakan suatu proses atau hanya retrorika semata. Berlakunya UndangUdang No. 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana telah membawa perubahan yang mendasar dalam proses penyelesaian perkara pidana baik dalam konsepsi maupun implementasi sebagai konsekuensi 57

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->