Jurnal Ilmu Hukum, Vol.3, No.2, Agustus 2008 Perspektif Budaya Dalam Sistim...

(Suwarno) 1-7

PERSPEKTIF BUDAYA DALAM SISTIM SOSIAL

Oleh : Suwarno

Staf Pengajar Jurusan IPS FKIP Universitas Palangka Raya

Mempelajari tentang perubahan nilai- khas dari kelompok-kelompok manusia,
nilai sosial budaya suatu masyarakat tentu termasuk perwujudannya dalam benda-
saja juga mempelajari kebudayaannya, benda materi.
karena tidak ada masyarakat tanpa budaya Kata kebudayaan berasal dari kata
dan tidak ada budaya tanpa masyarakat Sanskerta buddhayah yaitu bentuk jamak
sebagai wadah dan pendukungnya. dari buddhi yang berarti budi atau akal.
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Dengan demikian kebudayaan dapat
dalam Soekanto S, (1999) merumuskan diartikan hal-hal yang bersangkutan
kebudayaan sebagai semua hasil karya, dengan akal, Koentjaraningrat (1990:181).
rasa, dan cipta masyarakat. Karya P.J. Zoetmulder (1951) mengupas kata
masyarakat menghasilkan teknologi dan budaya sebagai suatu perkembangan dari
kebudayaan kebendaan atau kebudayaan majemuk budi-daya, yang berarti “daya
jasmaniah (material culture) yang dari budi”. Oleh karena itu dibedakan
diperlukan oleh manusia untuk menguasai antara budaya dan kebudayaan. Budaya
alam sekitarnya, agar kekuatan serta adalah daya dari budi yang berupa cipta,
hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan karsa dan rasa, sedangkan kebudayaan
masyarakat. Koentjaraningrat, (1990:180) adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa.
mendefinisikan kebudayaan adalah Walter Goldschmidt (1990:20-21)
keseluruan sistem gagasan, tindakan dan menyebutkan bahwa untuk memahami
hasil karya manusia dalam rangka perilaku manusia fokus perhatian
kehidupan masyarakat yang dijadikan hendaknya lebih ditujukan kepada
milik diri manusia dengan belajar. kemampuan individu sepanjang hidupnya
Kebudayaan dan tindakan kebudayaan berbuat untuk tujuan tertentu dan dengan
adalah segala tindakan yang dibiasakan motivasi tertentu pula. Setiap orang
oleh manusia dengan belajar (learned memiliki perbedaan dalam hal sifat,
behavior), (A. Hoebel, 1958:152-153). Jika kemampuan fisik, serta mental. Setiap
dikaji tentang konsep kebudayaan tersebut orang memiliki motivasi, dorongan
di atas, maka terdapat dua hal penting, internal yang menuntunnya kearah suatu
yaitu aktivitas manusia, baik itu aktivitas tindakan atau perbuatan tertentu.
pikir maupun fisik dan kegiatan belajar. Lebih jauh Walter Goldschmidt
A.L Krober dan C. Kluckhohn (1990:20-21) menjelaskan terdapat tiga
(1952) mengatakan bahwa kebudayaan model dasar pendekatan dalam teori sosial,
adalah keseluruhan pola tingkah laku, baik yakni biologi, kebudayaan dan sosial
eksplisit maupun implisit yang diperoleh dianggap kurang mampu menjelaskan
dan diturunkan melalui simbol, yang perilaku manusia yang sangat rumit dan
akhirnya mampu membentuk sesuatu yang penuh keanekaragaman. Pandangan yang

ISSN : 1904 - 4107 1

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful