Jurnal Ilmu Hukum, Vol.4, No.1, Juli 2009 Kebebasan pers ataukah trial...

(Heriamariaty) 28-37

KEBEBASAN PERS ATAUKAH TRIAL BY THE PRESS DALAM HUBUNGANNYA
DENGAN PERADILAN

Oleh: Heriamariaty
(Staf Pengajar Fakultas Hukum Universitas Palangkaraya)

Abstrak

Maraknya kasus yang melibatkan pers ke pengadilan, seperti Kasus harian Rakyat Merdeka,
Majalah Trust dan Tempo, dan adanya pemberitaan-pemberitaan yang cenderung bersifat
sepihak dapat menggambarkan bahwa adanya kesan Pers Indonesia mulai kebablasan. Pers
mempunyai kewenangan untuk mengadakan komentar terhadap jalannya peradilan, akan
tetapi pemberitaan itu harus dengan penuh tanggung jawab, sehingga pemberitaan itu tidak
merupakan rintangan bagi jalannya peradilan yang fair dan obyektif.. Kebebasan ini tidak
boleh mempengaruhi the fair administration of justice. Yang dapat dikenakan terhadap
perusahaan pers hanya apabila pers tidak memberitakan peristiwa dan opini dengan
menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga
tidak bersalah dan pers tidak melayani hak jawab. Perusahaan iklan memuat iklan yang
berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup
antar umat beragama, serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat, minuman
keras, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, peragaan wujud rokok dan atau penggunaan rokok.
Serta perusahaan pers tidak berbentuk badan hukum Indonesia. Serta perusahaan pers tidak
mengumumkan nama, alamat dan penanggungjawab secara terbuka melalui media yang
bersangkutan. Menurut Pasal 153 ayat (3) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang
Hukum Acara Pidana bahwa dalam pemeriksaan persidangan pengadilan tidak dapat
dilepaskan dari fungsi pers untuk mengadakan pemberitaan, reportage tentang jalannya
peradilan. Hal ini berkaitan dengan asas hukum persidangan terbuka untuk umum, kecuali
untuk perkara yang berkaitan dengan kesusilaan atau terdakwanya anak-anak.

PENDAHULUAN
Kebebasan mengemukakan pendapat
(freedom of expression) merupakan refleksi universal oleh konstitusi negara-negara
praktis dan kebebasan berpikir (freedom of di dunia sesuai dengansistem politik yang
thought) yang bersifat individual dan dianutnya (when studying laws governing
merupakan salah satu bentuk Hak Asasi public information, it is by definition
Manusia (HAM) yang sangat fundamental. imposible to ignore the political factors
Hal ini diatur secara which in effect, shipe them.1
1
Muladi, Delik Pers dalam RUU KUHP,
Makalah Disampaikan Pada Seminar Sehari

ISSN : 2085-4757 28
Jurnal Ilmu Hukum, Vol.4, No.1, Juli 2009 Kebebasan pers ataukah trial...(Heriamariaty) 28-37

Tentang Delik Pers Dalam Perkembangan Hukum
Indonesia, Yogyakarta, 4 September 1993, Hal 2.

ISSN : 2085-4757 29

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful