P. 1
Fibroadenoma Mammae

Fibroadenoma Mammae

|Views: 27|Likes:
Published by Putra Irak Azmi

More info:

Published by: Putra Irak Azmi on Jan 03, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/10/2014

pdf

text

original

Fibroadenoma Mammae

A. PENGERTIAN TINDAKAN OPERASI

Fibroadenoma Mammae Nodul Fibroadenoma sering soliter, mudah digerakkan dengan diameter 1 hingga 10 cm. Jarang terjadinya tumor yang multiple dan diameternya melebihi 10 cm (giant fibroadenoma). Walau apa pun ukurannya, fibroadenoma ini sering “shelled out”. Gambaran makroskopik dari fibroadenoma yang telah dipotong adalah padat dengan warna uniform tank-white disertai dengan tanda softer yellow-pink yang menunjukkan area glandular. Gambaran histologi menunjukkan stroma fibroblastik longgar yang terdiri dari ruang seperti saluran (ductlike) dilapisi epithelium yang terdiri dari berbagai ukuran dan bentuk. Ductlike atau ruang glandular ini dilapisi dengan lapisan sel tunggal atau multiple yang regular dan berbatas tegas serta membran basalis yang intak. Walaupun pada sebagian lesi, ruang duktal ini terbuka, bulat sampai oval dan regular (pericanaliculi fibroadenoma), sebagian yang lain dikompresi dengan proliferasi ekstensif dari stroma dan oleh karena itu, pada cross section Fibroadenoma terlihat seperti irregular dengan struktur berbentuk bintang (intracanaluculi fibroadenoma)15 Biopsi eksisi : yaitu mengambil seluruh tumor. Untuk tumor jinak, tindakan ini sekaligus sebagai terapi.

eksisi dilakukan 2-3 cm diluar pseudocapsul (reactive zone). fungsi ginjal dan hepatik. TUJUAN TINDAKAN OPERASI Mengambil seluruh tumor. fungsi endokrin. karena dengan istirahat dan tidur yang cukup pasien tidak akan mengalami stres fisik. tindakan ini sekaligus sebagai terapi. antara lain status hemodinamika. Selain itu pasien harus istirahat yang cukup. meliputi identitas klien. penting dilakukan pemeriksaan status kesehatan secara umum. pembentukan dari truly metachronous fibroadenoma. C. dan lokasinya dimana. Pertama. Eksisi ini bisa dilakukan dibawah pengaruh anestesi lokal atau general. dan lain-lain. status kardiovaskuler. riwayat kesehatan keluarga. Biopsy insisi durante operionam dan pemeriksaan histapatologi jaringan dilakukan untuk mengetahui sifat tumor (jinak/ganas) B. Kedua. PERSIAPAN PERIOPERATIF DI RUANGAN Persiapan Fisik Berbagai persiapan fisik yang harus dilakukan terhadap pasien sebelum operasi antara lain: a. ukuran tumor.Pada wide lokal eksisi. riwayat penyakit seperti kesehatan masa lalu. tekanan darahnya dapat stabil dan bagi pasien wanita tidak akan memicu terjadinya haid lebih awal. Prosedur pengambilan dengan jalan operasi kecil exsisi atau insisi yang dilakukan sebagai diagnosis pre operasi atau durante operationam. asal dari tumor tidak diangkat secara menyeluruh sewaktu operasi dan mungkin karena presentasi dari tumor phyllodes yang tidak terdiagnosa. Sekiranya berlaku rekurensi. tubuh lebih rileks sehingga bagi pasien yang memiliki riwayat hipertensi. terdapat beberapa faktor yang diduga berpengaruh. Status kesehatan fisik secara umum Sebelum dilakukan pembedahan. bila kita ingin menyelamatkan saraf dan pembuluh darah maka eksisi bisa dilakukan lebih sempit lagi. Untuk tumor jinak. . status pernafasan. Sebelum kita melakukan wide lokal eksisi. fungsi imunologi. pemeriksaan fisik lengkap. Fibroadenoma residif setelah pengangkatan jarang terjadi. kita harus memperhatikan tipe histologi. grade.

Namun jika ginjal mengalami gangguan seperti oliguri/anuria.50 mg/dl). Lamanya puasa berkisar antara 7 sampai 8 jam (biasanya puasa dilakukan mulai pukul 24. Status Nutrisi Kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan. c. insufisiensi renal akut. Kecuali pada kasus-kasus yang mengancam jiwa. Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai komplikasi pasca operasi dan mengakibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit. Keseimbangan cairan dan elektrolit terkait erat dengan fungsi ginjal. nefritis akut maka operasi harus ditunda menunggu perbaikan fungsi ginjal. kadar kalium serum (normal: 3. Intervensi keperawatan yang bisa diberikan diantaranya adalah pasien dipuasakan dan dilakukan tindakan pengosongan lambung dan kolon dengan tindakan enema/lavement. Segala bentuk defisiensi nutrisi harus di koreksi sebelum pembedahan untuk memberikan protein yang cukup untuk perbaikan jaringan.70 – 1. Kadar elektrolit yang biasanya dilakuakan pemeriksaan diantaranya dalah kadar natrium serum (normal: 135 – 145 mmol/l).5-5 mmol/l) dan kadar kreatinin serum (0. Demikaian juga kadar elektrolit serum harus berada dalam rentang normal. Keseimbangan cairan dan elektrolit Balance cairan perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan input dan output cairan. kadar protein darah (albumin dan globulin) dan keseimbangan nitrogen.b. Dimana ginjal berfungsi mengatur mekanisme asam basa dan ekskresi metabolit obat-obatan anastesi. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi pasca operasi. Pada kondisi yang serius pasien dapat mengalami sepsis yang bisa mengakibatkan kematian. Kebersihan lambung dan kolon Lambung dan kolon harus di bersihkan terlebih dahulu. lingkar lengan atas. Tujuan dari pengosongan lambung dan kolon adalah untuk menghindari aspirasi (masuknya cairan lambung ke paru-paru) dan menghindari kontaminasi feses ke area pembedahan sehingga menghindarkan terjadinya infeksi pasca pembedahan. d. Jika fungsi ginjal baik maka operasi dapat dilakukan dengan baik. dehisiensi (terlepasnya jahitan sehingga luka tidak bisa menyatu). lipat kulit trisep. demam dan penyembuhan luka yang lama. Khusus pada pasien yang menbutuhkan .00 WIB).

e. Selain terkait daerah pembedahan. Pada pasien yang kondisi fisiknya kuat diajurkan untuk mandi sendiri dan membersihkan daerah operasi dengan lebih seksama. Biasanya daerah sekitar alat kelamin (pubis) dilakukan pencukuran jika yang dilakukan operasi pada daerah sekitar perut dan paha. Latihan Pra Operasi . f. pencukuran pada lengan juga dilakukan pada pemasangan infus sebelum pembedahan. Meskipun demikian ada beberapa kondisi tertentu yang tidak memerlukan pencukuran sebelum oprasi. seperti pada pasien kecelakaan lalu lintas. Maka pengosongan lambung dapat dilakukan dengan cara pemasangan NGT (naso gastric tube). Pencukuran daerah operasi Pencukuran pada daerah operasi ditujukan untuk menghindari terjadinya infeksi pada daerah yang dilakukan pembedahan karena rambut yang tidak dicukur dapat menjadi tempat bersembunyi kuman dan juga mengganggu/menghambat proses penyembuhan dan perawatan luka. Sebaliknya jika pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan personal hygiene secara mandiri maka perawat akan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan personal hygiene. misalnya pada pasien luka incisi pada lengan.operasi CITO (segera). h. g. Tindakan pencukuran (scheren) harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menimbulkan luka pada daerah yang dicukur. Personal Hygiene Kebersihan tubuh pasien sangat penting untuk persiapan operasi karena tubuh yang kotor dapat merupakan sumber kuman dan dapat mengakibatkan infeksi pada daerah yang dioperasi. Daerah yang dilakukan pencukuran tergantung pada jenis operasi dan daerah yang akan dioperasi. Selain untuk pengongan isi bladder tindakan kateterisasi juga diperluka untuk mengobservasi balance cairan. Sering kali pasien di berikan kesempatan untuk mencukur sendiri agar pasien merasa lebih nyaman. Pengosongan kandung kemih Pengosongan kandung kemih dilakukan dengan melakukan pemasangan kateter.

angka leukosit. berupa pemeriksan darah: hemoglobin.Berbagai latihan sangat diperlukan pada pasien sebelum operasi. elektrolit (kalium. foto tulang (daerah fraktur). Latihan yang diberikan pada pasien sebelum operasi antara lain:  Latihan nafas dalam  Latihan batuk efektif  latihan gerak sendi Pemeriksaan penunjang antara lain:  Pemeriksaan Radiologi dan diagnostik. dan chlorida). abdomen. protein total (albumin dan globulin). Renogram. LED (laju enap darah). dll. Cystoscopy. limfosit. ureum kretinin. Bisa juga dilakukan pemeriksaan pada sumsun tulang jika penyakit terkaut dengan kelainan darah.  Biopsi. EEG (Electro Enchephalo Grafi). batuk dan banyak lendir pada tenggorokan. natrium.  Pemeriksaan Laboratorium. Mammografi.  Pemeriksaan Kadar Gula Darah (KGD) Pemeriksaan KGD dilakukan untuk mengetahui apakah kadar gula darah pasien dalan rentang normal atau tidak. Uji KGD biasanya dilakukan dengan puasa 10 jam (puasa jam 10 malam dan diambil darahnya jam 8 pagi) dan juga dilakukan pemeriksaan KGD 2 jam PP (ppst prandial). seperti: nyeri daerah operasi. CT BT. Biopsi biasanya dilakukan untuk memastikan apakah ada tumor ganas/jinak atau hanya berupa infeksi kronis saja. jumlah trombosit. EKG/ECG (Electro Cardio Grafi). dll. seperti: Foto thoraks. Dan lain-lain  PEMERIKSAAN STATUS ANASTESI . BNO-IVP. ECHO. hal ini sangat penting sebagai persiapan pasien dalam menghadapi kondisi pasca operasi. CIL (Colon in Loop). CT scan (computerized Tomography Scan). MRI (Magnrtic Resonance Imagine). yaitu tindakan sebelum operasi berupa pengambilan bahan jaringan tubuh untuk memastikan penyakit pasien sebelum operasi. BUN. USG (Ultra Sono Grafi).

ASA grade Status Fisik Mortality (%) I: Tidak ada gangguan organik.Pemeriksaan yang biasa digunakan adalah pemeriksaan dengan menggunakan metode ASA (American Society of Anasthesiologist). Misalnya penderita diabetes mellitus dengan komplikasi pembuluh darah dan datang dengan appendisitis akut. Pemeriksaan ini dilakukan karena obat dan teknik anastesi pada umumnya akan mengganggu fungsi pernafasan.4% III: Penyakit sistemik berat. penderita dengan bronkitis dan penderita dengan diabetes mellitus ringan yang akan mengalami appendiktomi. Mortality: 50%  INFORM CONSENT . bayi muda yang sehat. Misal: penderita dengan herinia ingunalis tanpa kelainan lain. pembedahan dilakukan sebagai pilihan terakhir. Berikut adalah tabel pemeriksaan ASA. Misal: penderita syok berat karena perdarahan akibat kehamilan di luar rahim pecah. Mortality: 4. Mortality: 0. biokimia dan psikiatri. Mortality: 25% V: Keadaan terminal dengan kemungkinan hidup kecil.05% II: Gangguan sistemik ringan sampai sedang yang bukan diseababkan oleh penyakit yang akan dibedah. peredaran darah dan sistem saraf. orang tua sehat. Mortality: 0.5% IV: Penyakit/gangguan sistemik berat yang menbahayakan jiwa yang tidak selalu dapat diperbaiki dengan pembedahan Misalnya : insufisiensi koroner atau infark miokard. Misal: penderita dengan obesitas.

pembedahan serta pembiusan yang akan dijalani.Inform Consent sebagai wujud dari upaya rumah sakit menjunjung tinggi aspek etik hukum. Pasien wanita yang terlalu cemas menghadapi operasi dapat mengalami menstruasi lebih cepat dari biasanya. Long) Contoh perubahan fisiologis yang muncul akibat kecemasan/ketakutan antara lain: 1. sehingga operasi terpaksa harus ditunda. maka pasien atau orang yang bertanggung jawab terhdap pasien wajib untuk menandatangani surat pernyataan persetujuan operasi. akan tetapi sesungguhnya perasaan takut dan Cemas selalu dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan. Pasien maupun keluarganya sebelum menandatangani surat pernyataan tersut akan mendapatkan informasi yang detail terkait dengan segala macam prosedur pemeriksaan. maka pihak pasien/keluarganya berhak untuk menanyakan kembali sampai betul-betul paham. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda dalam menghadapi pengalaman operasi sehingga akan memberikan respon yang berbeda pula.  PERSIAPAN MENTAL/PSIKIS Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena jika tidak meka penyesalan akan dialami oleh pasien/keluarga setelah tindakan operasi yang dilakukan ternyata tidak sesuai dengan gambaran keluarga. Berbagai alasan yang Dapat menyebabkan ketakutan/kecemasan pasien dalam menghadapi pembedahan antara lain: a. Tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integeritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis (Barbara C. Pasien dengan riwayat hipertensi jika mengalami kecemasan sebelum operasi dapat mengakibatkan pasien sulit tidur dan tekanan darahnya akan meningkat sehingga operasi bisa dibatalkan. keluarga mengetahui manfaat dan tujuan serta segala resiko dan konsekuensinya. 2. Jika petugas belum menjelaskan secara detail. Artinya apapun tindakan yang dilakukan pada pasien terkait dengan pembedahan. Takut nyeri setelah pembedahan .

Untuk mengurangi dan mengatasi kecemasan pasien. seperti: latihan nafas dalam. Takut keganasan (bila diagnosa yang ditegakkan belum pasti) d. g. tingkat perkembangan pasien. faktor pendukung/support sistem. Takut mati saat dibius/tidak sadar lagi. Takut/ngeri menghadapi ruang operasi. peralatan pembedahan dan petugas. Perawat perlu mengkaji mekanisme koping yang biasa digunakan oleh pasien dalam menghadapi stres. Takut/cemas mengalami kondisi yang dama dengan orang lan yang mempunyai penyakit yang sama. e. Takut operasi gagal. antara lain:  Pengalaman operasi sebelumnya  Pengertian pasien tentang tujuan/alasan tindakan operasi  Pengetahuan pasien tentang persiapan operasi baik fisik maupun penunjang. menjadi buruk rupa dan tidak berfungsi normal (body image) c. intra. ROM. post operasi)  Pengetahuan tentang latihan-latihan yang harus dilakukan sebelum operasi dan harus dijalankan setalah operasi.b. perawat dapat menanyakan hal-hal yang terkait dengan persiapan operasi. dll. batuk efektif. Ketakutan dan kecemasan yang mungkin dialami pasien dapat dideteksi dengan adanya perubahan-perubahan fisik seperti:  Meningkatnya frekuensi nadi dan pernafasan  Gerakan-gerakan tangan yang tidak terkontrol  Telapak tangan yang lembab  Gelisah  Menayakan pertanyaan yang sama berulang kali  Sulit tidur  Sering berkemih. Takut terjadi perubahan fisik. seperti adanya orang terdekat. . Disamping itu perawat perlu mengkaji hal-hal yang bisa digunakan untuk membantu pasien dalam menghadapi masalah ketakutan dan kecemasan ini.  Pengetahuan pasien tentang prosedur (pre.  Pengetahuan pasien tentang situasi/kondisi kamar operasi dan petugas kamar operasi. 2. f.

memberikan informasi pada pasien tentang waktu operasi. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas. manfaatnya untuk apa. Memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum setiap tindakan persiapan operasi sesuai dengan tingkat perkembangan. dll. . dan jika diambil darahnya. 3. Mengoreksi pengertian yang saah tentang tindakan pembedahan dan hal-hal lain karena pengertian yang salah akan menimbulkan kecemasan pada pasien. meskipun demikian ada keluarga yang tidak menghendaki pasien mengetahui tentang berbagai hal yang terkait dengan operasi yang akan dialami pasien. Keluarga hanya perlu mendampingi pasien sebelum operasi. dll. Peranan perawat dalam memberikan dukungan mental dapat dilakukan dengan berbagai cara: 1. 4. seperti valium dan diazepam tablet sebelum pasien tidur untuk menurunkan kecemasan dan pasien dapat tidur sehingga kebutuhan istirahatnya terpenuhi. Kehadiran dan keterlibatan keluarga sangat mendukung persiapan mental pasien.Persiapan mental yang kurang memadai dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pasien dan keluarganya. Sehingga tidak jarang pasien menolak operasi yang sebelumnya telah disetujui dan biasanya pasien pulang tanpa operasi dan beberapa hari kemudian datang lagi ke rumah sakit setalah merasa sudah siap dan hal ini berarti telah menunda operasi yang mestinya sudah dilakukan beberapa hari/minggu yang lalu. Kolaborasi dengan dokter terkait dengan pemberian obat pre medikasi. Persiapan mental dapat dilakukan dengan bantuan keluarga dan perawat. pasien perlu diberikan penjelasan tujuan dari pemeriksaan darah yang dilakukan. Membantu pasien mengetahui tentang tindakan-tindakan yang dialami pasien sebelum operasi. memberikan doa dan dukungan pasien dengan kata-kata yang menenangkan hati pasien dan meneguhkan keputusan pasien untuk menjalani operasi. 5. kecemasan yang dialami oleh pasien akan dapat diturunkan dan mempersiapkan mental pasien dengan baik. Diharapkan dengan pemberian informasi yang lengkap. hal-hal yang akan dialami oleh pasien selama proses operasi. 2. Dan memberi kesempatan pada pasien dan keluarga untuk berdoa bersamasama sebelum pasien di antar ke kamar operasi. Memberi kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk menanyakan tentang segala prosedur yang ada. Misalnya: jika pasien harus puasa. Dengan mengetahui berbagai informasi selama operasi maka diharapkan pasien mejadi lebih siap menghadapi operasi. perawat akan menjelaskan kapan mulai puasa dan sampai kapan. menunjukkan tempat kamar operasi. Oleh karena itu persiapan mental pasien menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dan didukung oleh keluarga/orang terdekat pasien.

dan Gloving (teknik pemakaian sarung tangan steril). baju. tindakan mekanis atau tindakan fisik. Untuk memberikan ketenangan pada pasien. ketidakefektifan koping keluarga menurun b. Antibiotik yang dapat diberikan adalah ceftriakson 1gram dan lain-lain sesuai indikasi pasien.Pada saat pasien telah berada di ruang serah terima pasien di kamar operasi. baik secara kimiawi. keluarga juga diberikan kesempatn untuk mengantar pasien samapi ke batas kamar operasi dan diperkenankan untuk menunggu di ruang tunggu yang terletak di depan kamar operasi. Termasuk dalam cakupan tindakan antisepsis adalah selain alat-alat bedah. semua implantat. Semua anggota tim operasi harus memahami konsep tersebut diatas untuk dapat . yaitu : Scrubbing (cuci tangan steril). Obat-obatan premedikasi yang diberikan biasanya adalah valium atau diazepam. Kurang pengetahuan tentang implikisi pembedahan b.  Obat-Obatan Pre Medikasi Sebelum operasi dilakukan pada esok harinya. Antibiotik profilaksis biasanya di berikan sebelum pasien di operasi.d kurang pemahaman tentang operasi 2. antibiotika profilaksis biasanya di berikan 1-2 jam sebelum operasi dimulai dan dilanjutkan pasca bedah 2. topi dan lain-lainnya) dan juga cara membersihkan/melakukan desinfeksi dari kulit/tangan  Asepsis personel Teknik persiapan personel sebelum operasi meliputi 3 tahap. celana. Antibiotik profilaksis yang diberikan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi selama tindakan operasi.3 kali. Gowning (teknik peggunaan gaun operasi). PERSIAPAN ATAU PROSEDUR DI RUANG OPERASI  Asepsis ruangan Antisepsis dan asepsis adalah suatu usaha untuk agar dicapainya keadaan yang memungkinkan terdapatnya kuman-kuman pathogen dapat dikurangi atau ditiadakan.  DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Cemas b.d perubahan sementara pada peran klien D. Pasien akan diberikan obat-obatan permedikasi untuk memberikan kesempatan pasien mendapatkan waktu istirahat yang cukup. alat-alat yang dipakai personel operasi (sandal. masker. seluruh sarana kamar operasi.d tindakan operatif atau pembedahan yang akan dilakukan 3. petugas kesehatan di situ akan memperkenalkan diri sehingga membuat pasien merasa lebih tenang.

teknik-teknik tersebut juga digunakan untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan terhadap bahaya yang didapatkan akibat prosedur tindakan. Disamping sebagai cara pencegahan terhadap infeksi nosokomial. desinfeksi lapangan operasi dan tindakan drapping (penutupan pasien dengan menggunakan peralatan alat tenun (duk) steril dan hanya bagian yang akan di insisi saja yang dibiarkan terbuka dengan memberikan zat desinfektan seperti povide iodine 10% dan alkohol 70%)  Asepsis instrumen Instrumen bedah yang digunakan untuk pembedahan pasien harus benar-benar berada dalam keadaan steril. Maksudnya adalah dengan melakukan berbagai macam prosedur yang digunakan untuk membuat medan operasi steril. mempertahankan kesterilan alat pada saat pembedahan dengan menggunakan teknik tanpa singgung dan menjaga agar tidak bersinggungan dengan benda-benda non steril. TINDAKAN PEMBEDAHAN :         Tentukan letak FAM yg akan di lakukan pembedahan Pasang duk sterile pd lokasi Disinfektan dengan betadine Lakukan tindakan insisi pd mammae puting sekitar 3-4 cm Menyingkirkan jaringan lemak Klem pembuluh darah agar tidak terjadi perdarahan Eksisi keseluruhan fam ambil dgn hati2 Bersihkan luka insisi . cairan peritoneum. dll) seperti HIV/AIDS. Prosedur-prosedur itu antara lain adalah kebersihan pasien.memberikan penatalaksanaan operasi secara asepsis dan antisepsis sehingga menghilangkan atau meminimalkan angka kuman. Bahaya yang dapat muncul diantranya penularan berbagai penyakit yang ditularkan melalui cairan tubuh pasien (darah. Hal ini diperlukan untuk meghindarkan bahaya infeksi yang muncul akibat kontaminasi selama prosedur pembedahan (infeksi nosokomial). Tindakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah perawatan dan sterilisasi alat. Hepatitis dll  Asepsis pasien Pasien yang akan menjalani pembedahan harus diasepsiskan.

PERAWATAN PASCA OPERASI          Menjaga kestabilan jalan nafas Mengawasi keadaan umum pasien Mengawasi tanda-tanda vital Mengatur posisi sesuai kebutuhan jondisi pasien Mengawasi intake dan output cairan Menilai aldrette skor Melaksanakan serah terima pasien dengan petugas ruangan Bila ada kegawatan segera melapor dokter anestesi DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.d efek analgesik pada ventilasi 3. Resiko cidera b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b. Resiko infeksi b. Resiko aspirasi b. resiko infeksi b. ketidakefektifan koping individu b.d efek anestesi dan kelemahan 2.d keseterilan alat2 selama operasi 3.    Jahit dalam Jahit luar Bersihkan dgn betadine dan balut luka DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. resiko kerusakan integritas kulit b. ketidakefektifan pola nafas b.d tindakan pembedahan .d penumpukan sekret E.d panumpukan sekresi atau hilangnya batuk 2.d gangguan mobilitas 5.d terapi pascaoperatif atau paksaan menghadapi pembedahan 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->