Fibroadenoma Mammae

A. PENGERTIAN TINDAKAN OPERASI

Fibroadenoma Mammae Nodul Fibroadenoma sering soliter, mudah digerakkan dengan diameter 1 hingga 10 cm. Jarang terjadinya tumor yang multiple dan diameternya melebihi 10 cm (giant fibroadenoma). Walau apa pun ukurannya, fibroadenoma ini sering “shelled out”. Gambaran makroskopik dari fibroadenoma yang telah dipotong adalah padat dengan warna uniform tank-white disertai dengan tanda softer yellow-pink yang menunjukkan area glandular. Gambaran histologi menunjukkan stroma fibroblastik longgar yang terdiri dari ruang seperti saluran (ductlike) dilapisi epithelium yang terdiri dari berbagai ukuran dan bentuk. Ductlike atau ruang glandular ini dilapisi dengan lapisan sel tunggal atau multiple yang regular dan berbatas tegas serta membran basalis yang intak. Walaupun pada sebagian lesi, ruang duktal ini terbuka, bulat sampai oval dan regular (pericanaliculi fibroadenoma), sebagian yang lain dikompresi dengan proliferasi ekstensif dari stroma dan oleh karena itu, pada cross section Fibroadenoma terlihat seperti irregular dengan struktur berbentuk bintang (intracanaluculi fibroadenoma)15 Biopsi eksisi : yaitu mengambil seluruh tumor. Untuk tumor jinak, tindakan ini sekaligus sebagai terapi.

asal dari tumor tidak diangkat secara menyeluruh sewaktu operasi dan mungkin karena presentasi dari tumor phyllodes yang tidak terdiagnosa. fungsi endokrin. Biopsy insisi durante operionam dan pemeriksaan histapatologi jaringan dilakukan untuk mengetahui sifat tumor (jinak/ganas) B. Eksisi ini bisa dilakukan dibawah pengaruh anestesi lokal atau general. Sebelum kita melakukan wide lokal eksisi. terdapat beberapa faktor yang diduga berpengaruh. pembentukan dari truly metachronous fibroadenoma. dan lokasinya dimana. karena dengan istirahat dan tidur yang cukup pasien tidak akan mengalami stres fisik. riwayat kesehatan keluarga. dan lain-lain. C. grade. eksisi dilakukan 2-3 cm diluar pseudocapsul (reactive zone). Status kesehatan fisik secara umum Sebelum dilakukan pembedahan. tubuh lebih rileks sehingga bagi pasien yang memiliki riwayat hipertensi. .Pada wide lokal eksisi. fungsi imunologi. Sekiranya berlaku rekurensi. Untuk tumor jinak. ukuran tumor. Fibroadenoma residif setelah pengangkatan jarang terjadi. Selain itu pasien harus istirahat yang cukup. penting dilakukan pemeriksaan status kesehatan secara umum. fungsi ginjal dan hepatik. Prosedur pengambilan dengan jalan operasi kecil exsisi atau insisi yang dilakukan sebagai diagnosis pre operasi atau durante operationam. status kardiovaskuler. bila kita ingin menyelamatkan saraf dan pembuluh darah maka eksisi bisa dilakukan lebih sempit lagi. pemeriksaan fisik lengkap. riwayat penyakit seperti kesehatan masa lalu. Pertama. tindakan ini sekaligus sebagai terapi. tekanan darahnya dapat stabil dan bagi pasien wanita tidak akan memicu terjadinya haid lebih awal. status pernafasan. TUJUAN TINDAKAN OPERASI Mengambil seluruh tumor. antara lain status hemodinamika. Kedua. PERSIAPAN PERIOPERATIF DI RUANGAN Persiapan Fisik Berbagai persiapan fisik yang harus dilakukan terhadap pasien sebelum operasi antara lain: a. kita harus memperhatikan tipe histologi. meliputi identitas klien.

demam dan penyembuhan luka yang lama. lipat kulit trisep. Kecuali pada kasus-kasus yang mengancam jiwa. nefritis akut maka operasi harus ditunda menunggu perbaikan fungsi ginjal.00 WIB). Tujuan dari pengosongan lambung dan kolon adalah untuk menghindari aspirasi (masuknya cairan lambung ke paru-paru) dan menghindari kontaminasi feses ke area pembedahan sehingga menghindarkan terjadinya infeksi pasca pembedahan. Lamanya puasa berkisar antara 7 sampai 8 jam (biasanya puasa dilakukan mulai pukul 24. Status Nutrisi Kebutuhan nutrisi ditentukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan. Keseimbangan cairan dan elektrolit terkait erat dengan fungsi ginjal. Keseimbangan cairan dan elektrolit Balance cairan perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan input dan output cairan. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi pasca operasi.5-5 mmol/l) dan kadar kreatinin serum (0. Pada kondisi yang serius pasien dapat mengalami sepsis yang bisa mengakibatkan kematian. Intervensi keperawatan yang bisa diberikan diantaranya adalah pasien dipuasakan dan dilakukan tindakan pengosongan lambung dan kolon dengan tindakan enema/lavement. kadar kalium serum (normal: 3.70 – 1. lingkar lengan atas. insufisiensi renal akut. kadar protein darah (albumin dan globulin) dan keseimbangan nitrogen. Kebersihan lambung dan kolon Lambung dan kolon harus di bersihkan terlebih dahulu. Jika fungsi ginjal baik maka operasi dapat dilakukan dengan baik. d. Demikaian juga kadar elektrolit serum harus berada dalam rentang normal. Kadar elektrolit yang biasanya dilakuakan pemeriksaan diantaranya dalah kadar natrium serum (normal: 135 – 145 mmol/l). Kondisi gizi buruk dapat mengakibatkan pasien mengalami berbagai komplikasi pasca operasi dan mengakibatkan pasien menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit. c. Khusus pada pasien yang menbutuhkan . Namun jika ginjal mengalami gangguan seperti oliguri/anuria.50 mg/dl). Dimana ginjal berfungsi mengatur mekanisme asam basa dan ekskresi metabolit obat-obatan anastesi. dehisiensi (terlepasnya jahitan sehingga luka tidak bisa menyatu). Segala bentuk defisiensi nutrisi harus di koreksi sebelum pembedahan untuk memberikan protein yang cukup untuk perbaikan jaringan.b.

Daerah yang dilakukan pencukuran tergantung pada jenis operasi dan daerah yang akan dioperasi. h. Tindakan pencukuran (scheren) harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menimbulkan luka pada daerah yang dicukur. seperti pada pasien kecelakaan lalu lintas. e. Latihan Pra Operasi . Personal Hygiene Kebersihan tubuh pasien sangat penting untuk persiapan operasi karena tubuh yang kotor dapat merupakan sumber kuman dan dapat mengakibatkan infeksi pada daerah yang dioperasi. Selain terkait daerah pembedahan. Pencukuran daerah operasi Pencukuran pada daerah operasi ditujukan untuk menghindari terjadinya infeksi pada daerah yang dilakukan pembedahan karena rambut yang tidak dicukur dapat menjadi tempat bersembunyi kuman dan juga mengganggu/menghambat proses penyembuhan dan perawatan luka. Pada pasien yang kondisi fisiknya kuat diajurkan untuk mandi sendiri dan membersihkan daerah operasi dengan lebih seksama. pencukuran pada lengan juga dilakukan pada pemasangan infus sebelum pembedahan. Maka pengosongan lambung dapat dilakukan dengan cara pemasangan NGT (naso gastric tube). Pengosongan kandung kemih Pengosongan kandung kemih dilakukan dengan melakukan pemasangan kateter. Biasanya daerah sekitar alat kelamin (pubis) dilakukan pencukuran jika yang dilakukan operasi pada daerah sekitar perut dan paha. Sering kali pasien di berikan kesempatan untuk mencukur sendiri agar pasien merasa lebih nyaman. misalnya pada pasien luka incisi pada lengan. f. Sebaliknya jika pasien tidak mampu memenuhi kebutuhan personal hygiene secara mandiri maka perawat akan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan personal hygiene. Meskipun demikian ada beberapa kondisi tertentu yang tidak memerlukan pencukuran sebelum oprasi.operasi CITO (segera). Selain untuk pengongan isi bladder tindakan kateterisasi juga diperluka untuk mengobservasi balance cairan. g.

Cystoscopy. natrium. seperti: Foto thoraks.Berbagai latihan sangat diperlukan pada pasien sebelum operasi. hal ini sangat penting sebagai persiapan pasien dalam menghadapi kondisi pasca operasi. limfosit. dll. USG (Ultra Sono Grafi). elektrolit (kalium. dan chlorida). MRI (Magnrtic Resonance Imagine). Uji KGD biasanya dilakukan dengan puasa 10 jam (puasa jam 10 malam dan diambil darahnya jam 8 pagi) dan juga dilakukan pemeriksaan KGD 2 jam PP (ppst prandial). jumlah trombosit. BUN. EEG (Electro Enchephalo Grafi). CT scan (computerized Tomography Scan). Dan lain-lain  PEMERIKSAAN STATUS ANASTESI . Biopsi biasanya dilakukan untuk memastikan apakah ada tumor ganas/jinak atau hanya berupa infeksi kronis saja. Bisa juga dilakukan pemeriksaan pada sumsun tulang jika penyakit terkaut dengan kelainan darah. angka leukosit. batuk dan banyak lendir pada tenggorokan. ureum kretinin. CIL (Colon in Loop). CT BT. seperti: nyeri daerah operasi. dll.  Pemeriksaan Laboratorium. Mammografi.  Biopsi. ECHO. abdomen. foto tulang (daerah fraktur).  Pemeriksaan Kadar Gula Darah (KGD) Pemeriksaan KGD dilakukan untuk mengetahui apakah kadar gula darah pasien dalan rentang normal atau tidak. BNO-IVP. EKG/ECG (Electro Cardio Grafi). berupa pemeriksan darah: hemoglobin. Latihan yang diberikan pada pasien sebelum operasi antara lain:  Latihan nafas dalam  Latihan batuk efektif  latihan gerak sendi Pemeriksaan penunjang antara lain:  Pemeriksaan Radiologi dan diagnostik. protein total (albumin dan globulin). Renogram. LED (laju enap darah). yaitu tindakan sebelum operasi berupa pengambilan bahan jaringan tubuh untuk memastikan penyakit pasien sebelum operasi.

Misal: penderita dengan herinia ingunalis tanpa kelainan lain. Pemeriksaan ini dilakukan karena obat dan teknik anastesi pada umumnya akan mengganggu fungsi pernafasan. Mortality: 4. biokimia dan psikiatri. Misalnya penderita diabetes mellitus dengan komplikasi pembuluh darah dan datang dengan appendisitis akut. Misal: penderita dengan obesitas. Mortality: 0. ASA grade Status Fisik Mortality (%) I: Tidak ada gangguan organik.5% IV: Penyakit/gangguan sistemik berat yang menbahayakan jiwa yang tidak selalu dapat diperbaiki dengan pembedahan Misalnya : insufisiensi koroner atau infark miokard.Pemeriksaan yang biasa digunakan adalah pemeriksaan dengan menggunakan metode ASA (American Society of Anasthesiologist).05% II: Gangguan sistemik ringan sampai sedang yang bukan diseababkan oleh penyakit yang akan dibedah. Mortality: 50%  INFORM CONSENT .4% III: Penyakit sistemik berat. penderita dengan bronkitis dan penderita dengan diabetes mellitus ringan yang akan mengalami appendiktomi. orang tua sehat. pembedahan dilakukan sebagai pilihan terakhir. Mortality: 25% V: Keadaan terminal dengan kemungkinan hidup kecil. bayi muda yang sehat. Mortality: 0. Berikut adalah tabel pemeriksaan ASA. Misal: penderita syok berat karena perdarahan akibat kehamilan di luar rahim pecah. peredaran darah dan sistem saraf.

Jika petugas belum menjelaskan secara detail. Tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun aktual pada integeritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres fisiologis maupun psikologis (Barbara C. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda dalam menghadapi pengalaman operasi sehingga akan memberikan respon yang berbeda pula. sehingga operasi terpaksa harus ditunda. Pasien wanita yang terlalu cemas menghadapi operasi dapat mengalami menstruasi lebih cepat dari biasanya. Takut nyeri setelah pembedahan . keluarga mengetahui manfaat dan tujuan serta segala resiko dan konsekuensinya. Artinya apapun tindakan yang dilakukan pada pasien terkait dengan pembedahan. Pasien maupun keluarganya sebelum menandatangani surat pernyataan tersut akan mendapatkan informasi yang detail terkait dengan segala macam prosedur pemeriksaan. 2. Pasien dengan riwayat hipertensi jika mengalami kecemasan sebelum operasi dapat mengakibatkan pasien sulit tidur dan tekanan darahnya akan meningkat sehingga operasi bisa dibatalkan. pembedahan serta pembiusan yang akan dijalani. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena jika tidak meka penyesalan akan dialami oleh pasien/keluarga setelah tindakan operasi yang dilakukan ternyata tidak sesuai dengan gambaran keluarga. akan tetapi sesungguhnya perasaan takut dan Cemas selalu dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan. Long) Contoh perubahan fisiologis yang muncul akibat kecemasan/ketakutan antara lain: 1. Berbagai alasan yang Dapat menyebabkan ketakutan/kecemasan pasien dalam menghadapi pembedahan antara lain: a. maka pasien atau orang yang bertanggung jawab terhdap pasien wajib untuk menandatangani surat pernyataan persetujuan operasi.  PERSIAPAN MENTAL/PSIKIS Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak siap atau labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya.Inform Consent sebagai wujud dari upaya rumah sakit menjunjung tinggi aspek etik hukum. maka pihak pasien/keluarganya berhak untuk menanyakan kembali sampai betul-betul paham.

Disamping itu perawat perlu mengkaji hal-hal yang bisa digunakan untuk membantu pasien dalam menghadapi masalah ketakutan dan kecemasan ini. . Takut operasi gagal.  Pengetahuan pasien tentang situasi/kondisi kamar operasi dan petugas kamar operasi. g. f. tingkat perkembangan pasien. Ketakutan dan kecemasan yang mungkin dialami pasien dapat dideteksi dengan adanya perubahan-perubahan fisik seperti:  Meningkatnya frekuensi nadi dan pernafasan  Gerakan-gerakan tangan yang tidak terkontrol  Telapak tangan yang lembab  Gelisah  Menayakan pertanyaan yang sama berulang kali  Sulit tidur  Sering berkemih. post operasi)  Pengetahuan tentang latihan-latihan yang harus dilakukan sebelum operasi dan harus dijalankan setalah operasi. menjadi buruk rupa dan tidak berfungsi normal (body image) c. Takut mati saat dibius/tidak sadar lagi. faktor pendukung/support sistem. intra. Takut/ngeri menghadapi ruang operasi. batuk efektif.  Pengetahuan pasien tentang prosedur (pre. perawat dapat menanyakan hal-hal yang terkait dengan persiapan operasi. peralatan pembedahan dan petugas. antara lain:  Pengalaman operasi sebelumnya  Pengertian pasien tentang tujuan/alasan tindakan operasi  Pengetahuan pasien tentang persiapan operasi baik fisik maupun penunjang. 2. seperti: latihan nafas dalam. Takut keganasan (bila diagnosa yang ditegakkan belum pasti) d. dll. seperti adanya orang terdekat. Perawat perlu mengkaji mekanisme koping yang biasa digunakan oleh pasien dalam menghadapi stres.b. Takut terjadi perubahan fisik. Takut/cemas mengalami kondisi yang dama dengan orang lan yang mempunyai penyakit yang sama. Untuk mengurangi dan mengatasi kecemasan pasien. e. ROM.

menunjukkan tempat kamar operasi. pasien perlu diberikan penjelasan tujuan dari pemeriksaan darah yang dilakukan. Mengoreksi pengertian yang saah tentang tindakan pembedahan dan hal-hal lain karena pengertian yang salah akan menimbulkan kecemasan pada pasien. Membantu pasien mengetahui tentang tindakan-tindakan yang dialami pasien sebelum operasi. seperti valium dan diazepam tablet sebelum pasien tidur untuk menurunkan kecemasan dan pasien dapat tidur sehingga kebutuhan istirahatnya terpenuhi. Kolaborasi dengan dokter terkait dengan pemberian obat pre medikasi. 3. Memberi kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk menanyakan tentang segala prosedur yang ada. Memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum setiap tindakan persiapan operasi sesuai dengan tingkat perkembangan. 5. dan jika diambil darahnya. . Dan memberi kesempatan pada pasien dan keluarga untuk berdoa bersamasama sebelum pasien di antar ke kamar operasi. Kehadiran dan keterlibatan keluarga sangat mendukung persiapan mental pasien. kecemasan yang dialami oleh pasien akan dapat diturunkan dan mempersiapkan mental pasien dengan baik. memberikan doa dan dukungan pasien dengan kata-kata yang menenangkan hati pasien dan meneguhkan keputusan pasien untuk menjalani operasi. Dengan mengetahui berbagai informasi selama operasi maka diharapkan pasien mejadi lebih siap menghadapi operasi. hal-hal yang akan dialami oleh pasien selama proses operasi. Oleh karena itu persiapan mental pasien menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dan didukung oleh keluarga/orang terdekat pasien. 2. Persiapan mental dapat dilakukan dengan bantuan keluarga dan perawat. Misalnya: jika pasien harus puasa. Keluarga hanya perlu mendampingi pasien sebelum operasi. meskipun demikian ada keluarga yang tidak menghendaki pasien mengetahui tentang berbagai hal yang terkait dengan operasi yang akan dialami pasien. dll.Persiapan mental yang kurang memadai dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pasien dan keluarganya. manfaatnya untuk apa. memberikan informasi pada pasien tentang waktu operasi. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Sehingga tidak jarang pasien menolak operasi yang sebelumnya telah disetujui dan biasanya pasien pulang tanpa operasi dan beberapa hari kemudian datang lagi ke rumah sakit setalah merasa sudah siap dan hal ini berarti telah menunda operasi yang mestinya sudah dilakukan beberapa hari/minggu yang lalu. 4. dll. Peranan perawat dalam memberikan dukungan mental dapat dilakukan dengan berbagai cara: 1. perawat akan menjelaskan kapan mulai puasa dan sampai kapan. Diharapkan dengan pemberian informasi yang lengkap.

Antibiotik profilaksis yang diberikan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya infeksi selama tindakan operasi. keluarga juga diberikan kesempatn untuk mengantar pasien samapi ke batas kamar operasi dan diperkenankan untuk menunggu di ruang tunggu yang terletak di depan kamar operasi. Semua anggota tim operasi harus memahami konsep tersebut diatas untuk dapat .  Obat-Obatan Pre Medikasi Sebelum operasi dilakukan pada esok harinya. Antibiotik profilaksis biasanya di berikan sebelum pasien di operasi. petugas kesehatan di situ akan memperkenalkan diri sehingga membuat pasien merasa lebih tenang.3 kali.d tindakan operatif atau pembedahan yang akan dilakukan 3. baju. tindakan mekanis atau tindakan fisik. Kurang pengetahuan tentang implikisi pembedahan b. yaitu : Scrubbing (cuci tangan steril). seluruh sarana kamar operasi. dan Gloving (teknik pemakaian sarung tangan steril). baik secara kimiawi. ketidakefektifan koping keluarga menurun b. Antibiotik yang dapat diberikan adalah ceftriakson 1gram dan lain-lain sesuai indikasi pasien. Untuk memberikan ketenangan pada pasien. semua implantat. topi dan lain-lainnya) dan juga cara membersihkan/melakukan desinfeksi dari kulit/tangan  Asepsis personel Teknik persiapan personel sebelum operasi meliputi 3 tahap. Termasuk dalam cakupan tindakan antisepsis adalah selain alat-alat bedah. Obat-obatan premedikasi yang diberikan biasanya adalah valium atau diazepam. celana. Pasien akan diberikan obat-obatan permedikasi untuk memberikan kesempatan pasien mendapatkan waktu istirahat yang cukup. antibiotika profilaksis biasanya di berikan 1-2 jam sebelum operasi dimulai dan dilanjutkan pasca bedah 2.  DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gowning (teknik peggunaan gaun operasi). alat-alat yang dipakai personel operasi (sandal. PERSIAPAN ATAU PROSEDUR DI RUANG OPERASI  Asepsis ruangan Antisepsis dan asepsis adalah suatu usaha untuk agar dicapainya keadaan yang memungkinkan terdapatnya kuman-kuman pathogen dapat dikurangi atau ditiadakan. masker.Pada saat pasien telah berada di ruang serah terima pasien di kamar operasi.d perubahan sementara pada peran klien D. Cemas b.d kurang pemahaman tentang operasi 2.

Tindakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah perawatan dan sterilisasi alat.memberikan penatalaksanaan operasi secara asepsis dan antisepsis sehingga menghilangkan atau meminimalkan angka kuman. mempertahankan kesterilan alat pada saat pembedahan dengan menggunakan teknik tanpa singgung dan menjaga agar tidak bersinggungan dengan benda-benda non steril. cairan peritoneum. dll) seperti HIV/AIDS. TINDAKAN PEMBEDAHAN :         Tentukan letak FAM yg akan di lakukan pembedahan Pasang duk sterile pd lokasi Disinfektan dengan betadine Lakukan tindakan insisi pd mammae puting sekitar 3-4 cm Menyingkirkan jaringan lemak Klem pembuluh darah agar tidak terjadi perdarahan Eksisi keseluruhan fam ambil dgn hati2 Bersihkan luka insisi . teknik-teknik tersebut juga digunakan untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan terhadap bahaya yang didapatkan akibat prosedur tindakan. Bahaya yang dapat muncul diantranya penularan berbagai penyakit yang ditularkan melalui cairan tubuh pasien (darah. Hal ini diperlukan untuk meghindarkan bahaya infeksi yang muncul akibat kontaminasi selama prosedur pembedahan (infeksi nosokomial). desinfeksi lapangan operasi dan tindakan drapping (penutupan pasien dengan menggunakan peralatan alat tenun (duk) steril dan hanya bagian yang akan di insisi saja yang dibiarkan terbuka dengan memberikan zat desinfektan seperti povide iodine 10% dan alkohol 70%)  Asepsis instrumen Instrumen bedah yang digunakan untuk pembedahan pasien harus benar-benar berada dalam keadaan steril. Maksudnya adalah dengan melakukan berbagai macam prosedur yang digunakan untuk membuat medan operasi steril. Prosedur-prosedur itu antara lain adalah kebersihan pasien. Hepatitis dll  Asepsis pasien Pasien yang akan menjalani pembedahan harus diasepsiskan. Disamping sebagai cara pencegahan terhadap infeksi nosokomial.

Resiko infeksi b.d keseterilan alat2 selama operasi 3.d terapi pascaoperatif atau paksaan menghadapi pembedahan 4.d efek anestesi dan kelemahan 2. resiko kerusakan integritas kulit b.d penumpukan sekret E. PERAWATAN PASCA OPERASI          Menjaga kestabilan jalan nafas Mengawasi keadaan umum pasien Mengawasi tanda-tanda vital Mengatur posisi sesuai kebutuhan jondisi pasien Mengawasi intake dan output cairan Menilai aldrette skor Melaksanakan serah terima pasien dengan petugas ruangan Bila ada kegawatan segera melapor dokter anestesi DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Resiko cidera b. ketidakefektifan pola nafas b.d gangguan mobilitas 5. Resiko aspirasi b.d efek analgesik pada ventilasi 3. ketidakefektifan koping individu b. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d panumpukan sekresi atau hilangnya batuk 2.    Jahit dalam Jahit luar Bersihkan dgn betadine dan balut luka DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.d tindakan pembedahan . resiko infeksi b.