P. 1
Ketentuan ilmiah khusus

Ketentuan ilmiah khusus

|Views: 1,188|Likes:
Published by rahmaniaa

More info:

Published by: rahmaniaa on Sep 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

KETENTUAN/KESEPAKATAN ILMIAH

Bahan bacaan [CBE] Council of Biology Editors, Style Manual Committee. 1994. Scientific Style and Format: The CBE Manual for Authors, Editors, and Publishers. Ed ke-6. Cambridge: Cambridge Univ Pr. hlm 183-554. Kotyk A. 1999. Quantities, Symbols, Units, and Abbreviations in the Life Sciences: A Guide for Authors and Editors. Totowa (NJ): Humana Pr. hlm 1-130. Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian Karya Ilmiah. Bogor: IPB Pr. hlm 37-65.

Ketentuan ilmiah: cara menyatakan kuantitas, lambang, dan satuan serta tata nama ilmiah.  Umum Angka  Angka Romawi I, i V, v X, x L, l C, c D, d M, m Angka Arab 1 5 10 50 100 500 1000

X = 10.000

 Bilangan kardinal: 1, 2, 3, ......... dst.  Bilangan ordinal (tingkat): bab IV (ke-4; keempat) abad XXI (ke-21)

Penulisan bilangan  Bilangan dengan 2 sampai 4 digit 35 253 4000 3.659.284 6525,23 55.261,7 5843  Bilangan dengan ≥ 4 digit 25.435  Bilangan dengan angka desimal 4,75 0,57 3.255.630,8 P = 0,05  Kisaran bilangan 15 sampai 20 kg 450 sampai 900 V Panjang larva berkisar dari 2,1 sampai 2,5 cm (bukan “dari 2,1-2,5 cm”) Suhu optimum antara 23 dan 28 °C (bukan “antara 23-30 °C”)

Penulisan bilangan (lanjutan)  Bilangan bulat yg besar, tidak diikuti satuan ukuran ilmiah 6,5 juta buah (bukan “6.500.000 buah”) 125 juta rupiah (bukan “Rp125.000.000,00; bukan Rp125 juta)  Bilangan bulat yang besar atau sangat kecil, diikuti satuan satuan ukuran ilmiah 1,25 x 108 kg (bukan “125.000.000 kg” atau “125 juta kg”) 5,21 x 10-4 g (bukan “0,000521 g”)  Kisaran bilangan dengan notasi ilmiah 2,5 x 106 sampai 4,3 x 106 [atau] (2,5 - 4,3) x 106 (bukan “2,5 - 4,3 x 106) 8,9 x 109 ± 0,7 x 109 [atau] (8,9 ± 0,7) x 109 (bukan “8,9 ± 0,7 x 109”)

Penulisan bilangan (lanjutan)  Rincian bilangan dengan desimal Lama stadium rata-rata instar I, II, dan III berturutturut 2,1; 2,5; dan 3,2 hari.  Persentase 25% (tanpa jarak) 15% sampai 95% (kedua batas kisaran diberi satuan %) Sistem ukuran  Satuan dasar: Satuan Sistem Internasional (SI = Système international d’unités)

 Satuan dasar SI Besaran Besaran dasar Panjang Massa Waktu Arus listrik Suhu termodinamika Kuantitas zat Intensitas cahaya Besaran tambahan Sudut datar Sudut ruang radian steradian sr rad meter kilogram second (detik) ampere kelvin mole (mol) candela (kandela) m kg s (detik) A K mol cd Satuan Lambang

 Contoh besaran turunan SI Besaran Kelajuan Percepatan Frekuensi Gaya Energi, usaha, jml panas Daya Beda potensial Tekanan Fluks cahaya Iluminans Satuan meter/detik meter/detik2 hertz newton joule watt volt pascal lumen lux Lambang m/s atau m s-1 m/s2 atau m s-2 Hz, s-1 N, (m·kg)/s2 J, N·m W, J/s V, W/A Pa, N/m2 lm, cd·sr lx, lm/m2

 Contoh satuan non-SI dan statusnya • Sering digunakan derajat (°, = [π/180] rad) menit (min, = 60 s) ton (t, = 103 kg) • Kadang-kadang digunakan angstrom (Å, = 10-8 m) bar (bar, = 105 Pa) • Tidak dianjurkan atmosfer (atm, = 101.325 Pa) kalori (cal, = 4,18 J) mikron (μ, = 10-6 L) are (a, = 100 m2) hektar (ha, = 104 m2) liter (L atau l, = 1 dm3) menit (’, = [π/10.800] rad)

 Awalan satuan SI tera (T) = 1012 kilo (k) = 103 desi (d) = 10-1 mikro (μ) = 10-6  Contoh penulisan • Bilangan dan satuan di awal kalimat ditulis lengkap. Lima kilogram buah jeruk dijual dengan harga .... Satu liter media dituang ke dalam labu erlenmeyer. • Bobot buah jeruk lokan berkisar dari 116 sampai 150 g. • 3 jam • μL 25 °C mg kV 335 Pa MJ 12,5 m GHz 60 Hz 450 W • N·m atau N m, bukan Nm m/s2 atau m s-2, bukan ms-2 giga (G) = 109 hekto (h) = 102 senti (c) = 10-2 nano (n) = 10-9 mega (M) = 106 deka (da) = 10 mili (m) = 10-3 piko (p) = 10-12

• GHz atau gigahertz (bukan Ghertz atau gigaHz) • J mol-1 K-1 atau J/(mol·K), bukan J/mol/K

Matematika  Contoh fungsi matematika exp x atau ex logax logex sin x arcsin x atau sin-1 x  Contoh lambang dalam kalkulus ∑ : notasi penjumlahan ∫ : notasi integral  Contoh operator aritmetik, aljabar, dan teori bilangan + ≤ − > x atau · ≥ ≠ / atau ÷ ~ a cos x
x2 - 1

∏ : notasi penggandaan

= !

±

<

 Contoh penulisan y = a + bx log(4a – 1) (ab)sin23x log x (a – b)½ bukan √(a – b)

exp(x2 – 1) bukan e

Statistika  Contoh lambang dalam statistika Statistik Nisbah ragam Hipotesis nol Jumlah subjek Peluang Koefisien korelasi Simpangan baku Ragam Statistik pada uji t Student Statistik pada uji chi-square Taraf nyata; peluang salah jenis I H0 N n P r s s2 t χ2 Data populasi Data contoh F

ρ σ σ2

α

 Khusus Biologi  Tata nama tanaman  Berdasarkan International Code of Botanical Nomenclature  Taksonomi: studi dan deskripsi ttg keragaman pada organisme – sebab dan akibatnya. Data disusun dalam suatu sistem klasifikasi.  Tata nama (nomenclature): sistem penamaan organisme serta penetapan, penafsiran, dan penerapan peraturan yg mengatur sistem tersebut.  Klasifikasi: penyusunan kategori organisme secara tersistem, setiap kelompok memiliki sejumlah tertentu organisme.  Tingkat (rank): tingkatan dalam klasifikasi berhirarki.  Takson: nama kelompok organisme pada tingkat tertentu dalam suatu klasifikasi.

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Singkatan tingkat yg digunakan dalam taksonomi tanaman, cendawan, dan bakteri Singkatan bv. comb. nov. corrig. cv. emend. fam. nov. f.a f. sp. gen. nov. nom. approb. nom. cons. Tingkat biovar combinatio nova corrigendum cultivar emendavit familia nova formaa forma specialis genus novum nomen approbatum nomen conservandum Makna varietas biologi kombinasi baru dikoreksi varietas budi daya ia mengoreksi famili baru bentuk bentuk khusus genus baru nama disetujui nama dipertahankan

 Singkatan tingkat (lanjutan) Singkatan nom. nov. nom. nud. nom. rej. nom. rev. pv. sp. sp. nov. spp. subsp. var.a var. nov.a
a

Tingkat nomen novum nomen nudum nomen rejiciendum nomen revictum pathovar spesies (tunggal) species novum spesies (jamak) subspesies varietasa varietas novuma

Makna nama baru bukan nama ilmiah yg sebenarnya nama ditolak nama direvisi varietas patogen spesies spesies baru spesies subspesies varietas varietas baru

Tidak digunakan utk bakteri.

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Nama ilmiah tanaman mengikuti sistem binom, terdiri atas dua kata (nama genus + spesies), dicetak miring. Pada penerbitan yg bersifat spesifik untuk bidang tertentu, nama spesies biasanya juga disertai nama author (orang yg pertama kali menerbitkan nama ilmiah suatu spesies dan menjelaskan ciri-ciri spesies tsb.). Momordica charantia L. - paria [L. = Linnaeus] Ipomoea aquatica Forsskal - kangkung Allium sativum L. - bawang putih  Bila author terdiri atas dua orang, nama kedua author ditulis dengan menggunakan perangkai “&” atau kata Latin “et”. Curcuma mangga Valeton & Van Zijp (atau “Valeton et Van Zijp”) - temu mangga

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Nama author ditulis tanpa tanda kurung bila klasifikasi spesies tanaman tersebut tidak mengalami perubahan sejak nama spesies tersebut pertama kali diterbitkan.  Penulisan nama author untuk spesies tanaman yang klasifikasinya telah mengalami perubahan sejak nama spesies tersebut pertama kali diterbitkan. - Nama pakar awal ditulis di dlm tanda kurung diikuti oleh nama pakar yg merevisi. Abelmoschus esculentus (L.) Moench (okra) Pertama kali diterbitkan dengan nama Hibiscus esculentes L. (1753); diklasifikasi ulang oleh Moench (1794).

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Bila seorang author menerbitkan nama spesies secara sah dan nama tsb sebelumnya sudah diberikan oleh orang lain tetapi tidak diterbitkan secara sah, nama pakar awal ditulis sebelum kata “ex” diikuti oleh nama pakar yg menerbitkan. Allium tuberosum Rottler ex Sprengel (kucai) Sprengel secara sah menerbitkan nama spesies tsb yg sebelumnya sudah diberikan oleh Rottler. Bila nama author disingkat, nama orang yg secara sah menerbitkan nama spesies tsb yg dipertahankan. Allium tuberosum Sprengel Contoh lain: Hibiscus acetosella Welwitsch ex Hiern Hibiscus acetosella Hiern

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Bila seorang author menerbitkan nama spesies dan mengesahkan deskripsi yg terdapat di dalam karya orang lain (yg belum diterbitkan), nama pakar yg menerbitkan ditulis sebelum kata “in” diikuti nama pakar yg tidak menerbitkan. Solanum sarrachoides Sendt. in Mart Sendt menerbitkan nama spesies yg pernah dideskripsikan di dalam karya Mart. Bila nama author disingkat, nama orang yg menerbitkan nama spesies tsb yg dipertahankan. Solanum sarrachoides Sendt.

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Nama tingkat di bawah spesies (misal subspesies, varietas, dan forma) juga perlu dilengkapi dg nama author pada waktu pertama kali disebut di dalam teks, kecuali untuk forma specialis (f. sp.) dan autonim (nama tingkat di bawah spesies yg sama dg nama spesiesnya). Brassica rapa L. subsp. campestris (L.) Clapham Brassica rapa L. subsp. pekinensis (Lour.) Hanelt Brassica rapa L. subsp. rapa [autonim] Allium cepa L. var. aggregatum G. Don Allium cepa L. var. ascalonicum Backer Allium cepa L. var. solanina Alef. Allium cepa L. var. cepa [autonim] Eleusine indica (L.) Gaertner f. coracana (L.) Hook.f. ex Backer

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Nama ilmiah harus ditulis lengkap pada judul dan pada waktu disebut pertama kali di dalam abstrak dan teks. Bila diperlukan, nama author juga dituliskan pada waktu nama ilmiah disebut pertama kali di dalam teks, tetapi tidak perlu dicantumkan pada judul dan abstrak. Pada penyebutan selanjutnya cukup dituliskan kombinasi singkatan nama genus + tanda titik & nama spesies atau nama umumnya. Kelor, Moringa oleifera Lamk kelor/M. oleifera Jengkol, Archidendron jiringa (Jack) Nielsen jengkol/ A. jiringa Bawang merah, Allium cepa L. var. ascalonicum Backer bawang merah/A. cepa var. ascalonicum Seledri daun, Apium graveolens L. var. secalinum Alef. seledri daun/A. graveolens var. secalinum

 Tata nama tanaman (lanjutan)  Penulisan nama kultivar (varietas budi daya): nama ilmiah atau nama umum spesies tanaman, diikuti “cv.” dan nama kultivar atau nama spesies diikuti nama kultivar yg diapit oleh tanda petik tunggal (‘...’). Cucumis melo L. var. reticulatus Naudin [varietas botani] Allium sativum L. cv. Sanur [atau] Allium sativum L. ‘Sanur’ [varietas budi daya] Oryza sativa L. ‘Cisadane’ [atau] padi ‘Cisadane’ [atau] Oryza sativa L. cv. Cisadane [atau] padi cv. Cisadane [varietas budi daya] Brassica oleracea L. var. italica Plenck ‘Liberty’ - brokoli [varietas botani italica, varietas budi daya ‘Liberty’]  Nama tanaman yg sudah sangat dikenal dapat tidak disertai nama ilmiahnya, misal padi, kedelai, kubis, kentang.

 Tata nama cendawan  International Code of Botanical Nomenclature yg berlaku utk tanaman juga berlaku utk cendawan nama ilmiah mengikuti sistem binom. Ketentuan penulisan seperti pada penulisan nama ilmiah tanaman. Aspergillus flavus Link Phytophthora capsici Leonian  Nama author terdiri atas dua orang. Cersospora capsici Heald & Wolf (atau Heald et Wolf) Cercospora nicotianae Ellis & Everh. (atau Ellis et Everh.)  Klasifikasi suatu spesies cendawan telah mengalami perubahan sejak nama spesies tersebut pertama kali diterbitkan. Vermicularia capsici Syd. Colletotrichum capsici (Syd.) E.J. Butler & Bisby

 Tata nama cendawan (lanjutan)  Contoh lain spesies cendawan yg telah mengalami klasifikasi ulang: Alternaria porri (Ellis) Cif. Phytophthora infestans (Mont.) de Bary  Anamorf dan teleomorf dpt diberikan nama yg berbeda Rhizoctonia solani Kühn Thanatephorus cucumeris (Frank) Donk [anamorf] [teleomorf]

 Tingkat di bawah spesies, yaitu forma (f.), biasanya didasarkan pada ciri morfologi. Nama forma disertai dengan nama author. Tingkat lain di bawah spesies yg perlu dilengkapi dengan nama author ialah subspesies dan varietas. Colletotrichum dematium (Pers.) Grove f. circinans

 Tata nama cendawan (lanjutan)  Tingkat lain di bawah spesies ialah forma specialis (f. sp., tunggal) atau formae speciales (ff. sp., jamak), yg didasarkan pada ciri fisiologi (adaptasi inang, bukan ciri morfologi). Nama f. sp. tidak harus disertai dengan nama author. Fusarium oxysporum Schlechtend f. sp. lycopersici (Sacc.) Snyder & Hansen atau cukup ditulis Fusarium oxysporum Schlechtend f. sp. lycopersici Penulisan nama cendawan di atas pada penyebutan berikutnya: F. oxysporum f. sp. lycopersici [tidak dapat dituliskan sebagai Fusarium oxysporum lycopersici atau F.o. lycopersici]

 Tata nama cendawan (lanjutan)  Ketentuan penggunaan kata “ex” pada nama author sama seperti pada tata nama tanaman. Mycosphaerella musicola R. Leach ex J.L. Mulder J.L. Mulder pertama kali secara sah menerbitkan nama dan menjelaskan ciri-ciri spesies yg sebelumnya nama spesies tsb sudah diberikan oleh R. Leach.  Nama genus sering digunakan sebagai bagian dari nama penyakit tanaman. Dalam hal ini, nama genus tsb juga harus dicetak miring. Layu Fusarium Rebah kecambah Pythium Layu Verticillium Hawar daun Phytophthora Bercak daun Septoria Bercak daun Cercospora

 Tata nama bakteri  “Bakteri” mencakup riketsia, klamidia, mikoplasma, sianobakteri, dan aktinomiset.  Tidak ada sistem klasifikasi bakteri yg resmi baik di tingkat nasional maupun internasional. Nama takson dianggap sah bila mengikuti ketentuan internasional yg diatur oleh International Committee on Systematic Bacteriology.  Sistematika bakteri serupa dg sistematika tanaman, tetapi pada sistematika bakteri semua nama takson dicetak miring.  Nama takson dari tingkat ordo sampai subtribe dibentuk dengan menambahkan akhiran tertentu pada nama genus yg melandasi klasifikasi tsb.  Penamaan bakteri diatur dalam International Code of Nomenclature of Bacteria.

 Tata nama bakteri (lanjutan)  Akhiran dan keterangan untuk tingkat takson bakteri Singkatan Ordo Subordo Famili Subfamili Tribe Subtribe Genus Spesies Patovar Akhiran / keterangan ales ineae aceae oideae eae inae sp. (tunggal) spp. (jamak) pv. Contoh Pseudomonadales Pseudomonadineae Pseudomonadaceae Pseudomonadoideae Pseudomonadeae Pseudomonadinae Pseudomonas Pseudomonas sp. Pseudomonas spp. P. syringae pv. tabaci

 Tata nama bakteri (lanjutan)  Cara penulisan nama ilmiah bakteri serupa dg pada tanaman: nama genus dan spesies dicetak miring dan ditulis lengkap pada waktu pertama kali disebut di dlm abstrak dan teks (di dlm teks disertakan nama author & thn publikasi). Serratia marcescens Bizio 1823  Kata “dan” (bukan “et” atau “&”) untuk 2 author: Xanthomonas axonopodis Starr dan Garces 1950  Kata “et al.” (bukan “et” atau “&”) untuk lebih dari 2 author: Pseudomonas syzigii Roberts et al. 1990  Ada perubahan klasifikasi: Xanthomonas albilinieans (Ashby 1929) Dowson 1943 Pertama kali diterbitkan dengan nama Bacterium albilineans Ashby (1929); diklasifikasi ulang oleh Dowson (1943).

 Tata nama bakteri (lanjutan)  Penulisan nama subspesies: Erwinia carotovora (Jones 1901) Bergey et al. 1923 subsp. atroseptica (van Hall 1902) Dye 1969  Kategori di bawah subspesies: Kelompok Ciri pembeda patovar (pv.) biovar (bv.) sifat-sifat patogen sifat-sifat

biokimia/fisiologi

serovar (sv.) sifat-sifat antigen fagovar kerentanan thd fage kemovar sifat-sifat kimia khusus morfovar ciri-ciri morfologi khusus  Penulisan nama kategori tsb di atas tidak harus disertai

 Tata nama bakteri (lanjutan)  Nama fagovar dapat berupa gabungan angka atau huruf, dan dicetak miring bila berupa nama Latin atau nama gen.  Contoh penulisan nama kategori bakteri di bawah subspesies Xanthomonas axonopodis Starr dan Garces 1950 pv. citri Agrobacterium tumifaciens (Smith dan Townsend) Conn bv. 3 Erwinia chrysanthemi Burkholder et al. sv. IV Azotobacter vinelandii Lipman phagovar A41 ATCC 12518B10 Bacillus cereus Frankland dan Frankland phagovar Phagus pertinax ATCC 12826-B1 Escherichia coli (Migula) Castellani dan Chambers phagovar Alpha 3 ATCC 13706-B2

 Tata nama hewan (termasuk serangga)  Tata nama hewan diatur dalam International Code of Zoological Nomenclature.  Tujuh takson dasar: kingdom (dunia), filum, kelas, ordo, famili, genus, spesies. Nama takson di bawah kingdom dapat diberi awalan “sub” atau “super”. Contoh tingkat takson untuk ulat daun kubis Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : : : : : : Hewan Arthropoda Insecta Lepidoptera Yponomeutidae Plutella xylostella

 Tata nama hewan (lanjutan)  Di dalam teks, istilah takson ditulis dengan huruf kecil. ”... ordo Coleoptera” ”... famili Noctuidae”  Cara penulisan nama ilmiah serangga serupa dg pada tanaman: nama genus dan spesies dicetak miring pada waktu pertama kali disebut di dalam abstrak dan teks (di dalam teks disertai nama author). Pada penyebutan selanjutnya cukup dituliskan kombinasi singkatan nama genus + tanda titik dan nama spesies atau nama umumnya. Aspidiotus destructor Signoret A. destructor/kutu perisai kelapa

Nama umum berbagai jenis serangga di Indonesia telah diterbitkan oleh Perhimpunan Entomologi Indonesia [Sosromarsono S, Wardojo S, Adisoemarto S, Suhardjono YR. 2007. Nama Umum Serangga. Bogor: PEI.]

 Tata nama hewan (lanjutan)  Nama spesies serangga dapat terdiri atas tiga kata. Papilio ulysses joesa Butler (Lepidoptera: Papilionidae)  Bila suatu spesies serangga telah mengalami perubahan klasifikasi (misal dipindah ke genus lain), nama orang yg pertama kali menerbitkan nama tsb ditulis di dalam tanda kurung sedangkan nama author yg merevisi tidak perlu dicantumkan (berbeda dengan tata nama tanaman). Prodenia litura F. Spodoptera litura (F.) Pertama kali diterbitkan oleh Fabricius dengan nama Prodenia litura; diklasifikasi ulang sebagai anggota genus Spodoptera. Contoh lain: Calandra oryzae L. Sitophilus oryzae (L.) Tryporyza incertulas Wlk. Scirpophaga incertulas (Wlk.)

 Tata nama hewan (lanjutan)  Pada penerbitan khusus dalam bidang entomologi/akarologi, pada waktu pertama kali disebut di dalam teks, nama ilmiah spesies serangga/tungau beserta nama author-nya biasanya disertai dengan nama ordo dan famili yang ditulis di dalam tanda kurung. Nama ordo dan famili dipisahkan dengan tanda “titik dua” Plutella xylostella (L.) (Lepidoptera: Yponomeutidae) Nezara viridula (L.) (Hemiptera: Pentatomidae) Nilaparvata lugens (Stål) (Hemiptera: Delphacidae) Panonychus citri (McGregor) (Acarina: Tetranychidae) Tetranychus urticae Koch (Acarina: Tetranychidae) Pada penyebutan berikutnya cukup dituliskan singkatan (huruf pertama) nama genus + tanda titik dan nama spesies atau nama umumnya.

 Tata nama virus  Nama famili, genus & spesies virus ditulis dg huruf miring. Famili Contoh genus : Geminiviridae : Begomovirus

Contoh spesies (dicetak miring): Bean golden yellow mosaic virus (BGYMV) Chilli leaf curl virus (ChiLCuV) Tomato chlorotic mottle virus (ToCMoV) Contoh spesies tentatif (tidak dicetak miring dalam artikel berbahasa Inggris dan di dalam teks kata pertama tidak perlu diawali dengan huruf besar bila tidak terletak di awal kalimat; dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta tidak dicetak miring): (MLCuV) melon leaf curl virus/virus daun keriting melon tomato crinkle virus/virus daun berkerut tomat

 Tata nama virus (lanjutan)  Nama spesies virus yg secara resmi telah disetujui oleh International Committee on Taxonomy of Viruses dicetak miring. Nama spesies virus tentatif, nama alternatif, strain atau serotipe tidak dicetak miring. [lihat Fauquet CM, Mayo MA, Maniloff J, Desselberger U, Ball LA, editor. 2005. Virus Taxonomy: Classification and Nomenclature of Viruses. Eight Report of the International Committee on Taxonomy of Viruses. Amsterdam: Elsevier].  Untuk ketentuan khusus lain dalam berbagai bidang ilmu, lihat bab Special Scientific Conventions dalam buku Scientific Style and Format: The CBE Manual for Authors, Editors, and Publishers (CBE 1994), hlm 245-554.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->