P. 1
Penentuan Harga Pokok Produksi

Penentuan Harga Pokok Produksi

|Views: 16,561|Likes:
Published by ucok&utet

More info:

Published by: ucok&utet on Sep 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

Akuntansi biaya tradisional didesain pada waktu tehnologi manual

digunakan untuk pencatatan transaksi keuangan. Pen and ink journal

dan general ledger dan subsidiary ledger dalam bentuk buku atau kartu

menjadi alat utama untuk menangkap dan mengklasifikasikan data biaya,

dan akuntansi biaya ini difokuskan untuk menyajikan informasi kos

produk. Akuntansi biaya tradisional didesain untuk perusahaan

manufaktur. Oleh karena itu, menurut Hansen and Mowen (2000) biaya

dibagi berdasarkan 3 fungsi pokok yaitu:

a.Fungi Produksi

b.Fungsi Pemasaran

c.Fungsi Administrasi dan Umum

Akuntansi biaya tradisional hanya memperhitungkan biaya

produksi ke dalam kos produk. Biaya pemasaran serta administrasi dan

umum tidak diperhitungkan ke dalam kos produk, namun diperlakukan

sebagai biaya usaha dan dikurangangkan langsung dari laba bruto untuk

menghitung laba bersih usaha.

Tujuan kalkulasi biaya produk pada sistem akuntasi biaya

tradisional secara khusus dicapai melalui pembebanan biaya produk ke

persediaan dan harga pokok penjualan untuk tujuan pelaporan keuangan

eksternal. Definisi biaya produk yang lebih komprehensif, seperti rantai

nilai dan definisi biaya operasi tidak tersedia bagi keperluan manajemen.

Namun, sistem akuntansi biaya tradisional sering menyediakan varian

yang berguna bagi definisi biaya utama tradisional (biaya utama dan

biaya manufaktur variabel per unit dapat dilaporkan).

Akuntansi biaya tradisioanl dibagi menjadi 2 tipe : (1) Akuntansi

biaya dengan fokus ke perhitungan kos produk dan (2) Akuntansi

pertanggung jawaban. Dalam akuntansi pertanggung jawaban, biaya

dihubungkan dengan manajer yang memiliki wewenang atas biaya

tertentu, agar manajer dapat merencanakan dan mengendalikan biaya

yang menjadi tanggung jawabnya. Kinerja diukur dengan

membandingkan hasil aktual dan hasil standar atau yang dianggarkan.

Penekanannya adalah ukuran kinerja keuangan (biasanya non keuangan

diabaikan). Para manajer diberi imbalan atas dasar kemampuan mereka

mengendalikan biaya. Sistem imbalan digunakan untuk memotivasi

individu mengelola biaya. Pendekatan tersebut mengasumsikan bahwa

memaksimalkan kinerja keseluruhan organisasi dicapai dengan

memaksimumkan kinerja sub unit organisasi secara individu.

Sistem manajemen biaya tradisional saat ini lebih luas digunakan

daripada sistem kontemporer. Namun, penggunaan sistem manajemen

biaya kontemporer sedang mengalami peningkatan terutama di organisasi

yang menghadapi keragaman produk yang bertambah, produk yang lebih

kompleks, siklus hidup yang lebih pendek, persyaratan peningkatan

mutu, dan tekanan persaingan yang kuat.

4.Pengertian Activity Based Costing System

Activity Based Costing (ABC) System merupakan suatu sistem

yang menyediakan data biaya produk dan informasi biaya lainnya untuk

manajemen dalam pembuatan keputusan. Dasar pikiran yang melandasi

sistem informasi biaya ini adalah "Biaya ada penyebabnya, dan penyebab

biaya dapat dikelola (cost is caused, and the coused of cost can be

managed)." Jika manajer berkeinginan untuk mengurangi biaya, ia harus

melakukan pengelolaan terhadap penyebab timbulnya biaya, yaitu

aktivitas. Biaya hanya dapat dikurangi melalui pengelolaan berbasis

aktivitas (Activity-Based Management).

ABC System memberikan informasi bagi manajemen yang

digunakan sebagai dasar untuk mengarahkan menjadi cost-effective.

Pengertian ABC System menurut Mulyadi (2003: 96) adalah:

"Sistem informasi biaya yang berbasis aktivitas yang didesain
untuk memotivasi personal dalam melakukan pengurangan biaya
dalam jangka panjang melalui pengelolaan aktivitas".

Garrison, Noreen (2000 :342) ABC System memiliki pengertian yaitu:

"Suatu metode costing yang dirancang untuk rnenyediakan
informasi biaya bagi manajer untuk keputusan strategik dan
keputusan lainnya yang mungkin akan mempengaruhi kapasitas
dan juga biaya tetap".

Menurut Hasen and Mowen (2000: 321) ABC System memiliki

pengertian yaitu:

"Sistem yang pertama kali menelusuri biaya pada kegiatan
kemudian kepada produk".

ABC System membebankan biaya kegiatan-kegiatan berdasarkan

besarnya pemakaian sumber daya dan membebankan biaya kegiatan-

kegiatan bersadarkan besarnya pemakaian sumber daya dan membebankan

biaya pada objek biaya, seperti produk atau pelanggan berdasar biaya

pemakaian kegiatan. ABC System merupakan system akuntansi yang

memfokuskan pada aktivitas untuk memproduksi produk.

a.Pengalokasian Biaya Pada ABC System

Dalam ABC System dasar pengalokasian biaya adalah berdasar

pada aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan produk. Konsep

dasar ABC System menurut Mulyadi (2003) adalah:

1.Coused is coused. Biaya ada penyebabnya dan penyebab biaya

adalah aktivitas. ABC System berangkat dari keyakinan dasar

bahwa sumberdaya menyediakan kemampuan untuk melaksanakan

aktivitas, bukan sekedar menyebabkan timbulnya biaya yang harus

dialokasikan.

2.The caused, of the cost can be managed. Penyebab terjadinya

biaya (yaitu aktivitas) dapat dikelola. Melalui pengelolaan

terhadap aktivitas yang menjadi penyebab terjadinya biaya,

personel perusahaan dapat mempengaruhi biaya. Pengelolaan

aktivitas ditujukan untuk mengerahkan seluruh aktivitas organisasi

ke penyediaan produk atau jasa bagi kepentingan pemuasan

kebutuhan customer. Pengelolaan terhadap aktivitas memerlukan

berbagai informasi tentang aktivitas.

Dua konsep dasar tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2. Konsep Dasar ABC System
Sumber. Mulyadi (2003)

Berdasar konsep dasar tersebut, maka biaya yang merupakan

konsumsi sumber daya (seperti bahan baku, sumber daya manusia,

tehnologi, dan modal) dihubungkan dengan aktivitas yang

mengkonsumsi sumber daya tersebut. Aktivitas-aktivitas berproduksi

dalam perusahan manufaktur mulai dari penyiapan bahan baku sampai

produk dijual ke pasar akan mengkonsumsi sumber daya, sehingga

menimbulkan biaya aktivitas. Biaya dialokasikan ke produk dengan

cara menelusur terjadinya biaya tersebut ke aktivitas-aktivitas yang

menyebabkannya. Dengan demikian identifikasi aktivitas yang

dilakukan oleh perusahaan dalam pembuatan merupakan kunci utama,

merancang dan menerapkan ABC System.

Rerangka proses penentuan Harga Pokok produksi dalam

Activity Based Costing System adalah sebagai berikut:

1.Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang ada, biaya dikaitkan

dengan masing-masing aktivitas dan aktivitas serta biaya yang

berkaitan dibagi kedalam kumpulan yang sejenis (homogen).

2.Activity-based process costing, yaitu pembebanan sumber daya

(employee resource dan expense resource) ke aktivitas.

3.Activity-based object yaitu pembebanan activity cost ke cost object.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->