P. 1
Studi Kasus

Studi Kasus

|Views: 5|Likes:
Published by idarotunnafiah

More info:

Published by: idarotunnafiah on Jan 04, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2015

pdf

text

original

TIDAK RESPEK TERHADAP TEMAN/ORANG LAIN

Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Seminar Masalah BK Dosen Pengampu : Yovitha Yuliejatiningsih

Disusun Oleh Kelas 5D Idarotun Nafi'ah ( 10110160 )

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI SEMARANG 2012

I.

LATAR BELAKANG Sekelompok remaja kelas VIII di sekolah menengah tepatnya di SMP N 1

Gringsing, yang termasuk dalam kategori remaja awal. Berdasarkan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik, pada usia ini umumnya para remaja mampu bersikap respek terhadap orang lain, yakni sikap menghormati atau menghargai orang lain, sikap didasarkan kepada kesadaran bahwa setiap manusia memiliki harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. sikap saling menghormati antar sesama, merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kehidupan bersama yang sejahtera, dan mengeratkan rasa persatuan dan kesatuan. (Syamsu yusuf, 2009, BK di Sekolah) Pada umumnya, sikap respek terhadap orang lain itu dapat diwujudkan dalam perilaku sebagai berikut : a. Menghormati agama yang dianut teman atau orang lain. b. Menjalin persahabatan dengan orang lain, tanpa melihat perbedaan suku ras, agama, atau budaya. c. Menghargai keadaan orang lain sebagaimana adanya. d. Menghargai pendapat teman (orang lain). e. Bertutur kata yang sopan. f. Tidak mencemoohkan atau melecehkan orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, sikap ini sangat penting dimiliki oleh setiap warga, apalagi bila mengingat bahwa masyarakat kita terdiri dari multi (keragaman) etnis, agama, dan budaya. Namun, harapan ini berbeda dalam kenyataanya yang terbukti masih banyak remaja yang tidak dapat menanamkan nilai respek terhadap teman atau orang lain, seperti halnya masalah yang dialami oleh sekelompok siswa SMPN 1 Gringsing. Yakni beberapa siswa yang membuat kelompok persahabatan yang memiliki fisik dan status ekonomi yang diatas rata-rata. Karena mereka merasa kuat mereka sering berbuat onar dikelas dan dilingkungan sekolah. mereka sering mengganggu teman yang lebih lemah dari mereka, mengejek temantemannya yang mempunyai fisik (berambut keriting, berkulit hitam, bertubuh pendek, dan kekurangan-kekurangan lainnya), serta yang berada dalam status ekonomi rendah. Jika dalam diskusi kelompokpun mereka selalu ingin mendominasi, tidak mau mendengarkan pendapat teman lainnya. Sehingga banyak teman-teman yang tersakiti

oleh perkataan-perkataan mereka. Dan kondisi ini membuat siswa-siswa yang lain sungkan untuk bergaul dengan mereka bahkan ada sebagian siswa yang lain membenci mereka. Mereka berbuat demikian karena mereka merasa kuat dan memiliki kelebihan dari teman-teman yang lain. Dan mereka rata-rata memiliki orangtua yang sibuk dan jarang memperhatikan mereka. Sedangkan dari sekolah terutama guru BK belum melakukan tindakan apapun karena disana guru BK pun tidak mengetahui kondisi tersebut.

II.

IDENTIFIKASI MASALAH ketidakrespekan terhadap teman atau orang lain yang dialami oleh siswa tersebut

disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : a. Pribadi siswa : merasa kuat dan lebih dari teman yang lain. b. Pola asuh orang tua : meskipun dari latarbelakang keluarga yang kaya namun kurang adanya perhatian dan didikan dari orang tua. c. Sekolah (guru BK) : kinerja guru BK yang masih kurang optimal sehingga permasalahan tidak diketahui.

III.

RUMUSAN MASALAH Bagaimana pengaruh pola asuh orang tua terhadap sikap respek yang dimiliki

siswa terhadap teman/orang lain ?

IV.

DAFTAR PUSTAKA

Yusuf, Syamsu. 2009. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung : Rizqi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->