P. 1
Anamnesa Dan Pemeriksaan Fisik

Anamnesa Dan Pemeriksaan Fisik

5.0

|Views: 31|Likes:
Published by Andy Nurmansyah

More info:

Published by: Andy Nurmansyah on Jan 04, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2014

pdf

text

original

Sections

  • Keluhan Utama
  • Riwayat Penyakit Sekarang
  • III. Riwayat Penyakit Dahulu
  • IV. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK)
  • V. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH )
  • VI. Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS )
  • Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan
  • Sistem Gastrointestinal
  • Sistem Genito – urinarius
  • Sistem Saraf
  • PEMERIKSAAN FISIK KEPALA
  • Bentuk:
  • Bibir :
  • Lidah:
  • Uvula:
  • Pharynx:
  • Tonsil:
  • Bau nafas:
  • PEMERIKSAAN FISIK LEHER
  • Pemeriksaan Fisik
  • I. ANATOMI
  • II. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK
  • Massa leher
  • Nyeri leher
  • Suara serak
  • III. PEMERIKSAAN FISIK
  • C. Auskultasi
  • D. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis
  • IV. PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER
  • NERVI CRANIALIS
  • A. Nervus Olfaktorius (N.I)
  • B. Nervus Optikus (N.II)
  • C. Nervus Occulomotorius (N.III)
  • D. Nervus Trokhlearis (N.IV)
  • E. Nervus Abducens (N.VI)
  • Mucle Innervation Primary
  • F. Nervus Trigeminus (N.V)
  • G. Nervus Fasialis (N.VII)
  • H. Nervus Vestibulokokhlearis (N.VIII)
  • I. Nervus Glossopharingeus (N.IX)
  • J. Nervus Vagus (N.X)
  • K. Nervus Aksesorius (N.XI)
  • L. Nervus Hypoglossus (N.XII)
  • PEMERIKSAAN FISIK THORAX
  • A. Pemeriksaan Fisik Paru
  • B. Pemeriksaan Fisik Jantung
  • Inspeksi
  • Evaluasi Penampilan Umum
  • Inspeksi Kulit
  • Inspeksi Kuku
  • Inspeksi Wajah
  • Inspeksi Mata
  • Inspeksi Mulut
  • Inpeksi Leher
  • Inspeksi Konfigurasi Dada
  • Inspeksi Ekstremitas
  • Pengukuran Tekanan Darah
  • Prinsip
  • Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi
  • Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi
  • Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik
  • Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular
  • Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta
  • Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung
  • Denyut Arteri
  • Penentuan Kecepatan Denyut Jantung
  • Penentuan Irama Jantung
  • Palpasi Arteri Karotis
  • Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis
  • Denyut Vena Jugularis
  • Penentuan Bentuk Gelombang Jugular
  • Internal Denyut Karotis
  • Denyut Jugularis Internal Denyut Karotis
  • Mengukur Tekanan Vena Jugularis
  • Perkusi
  • Perkusi batas-batas jantung
  • Palpasi
  • Palpasi Gerakan Setempat
  • Palpasi Gerakan Umum
  • Auskultasi
  • Teknik
  • Auskultasi Daerah-Daerah Jantung
  • Posisi Auskultasi Standar
  • Pengaruh Pernapasan
  • Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung
  • Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat
  • Posisi Evaluasi
  • Uraian Mengenai Bising Jantung
  • Uraian Mengenai Gesekan Perikardial
  • Tujuan Auskultasi
  • Pemeriksaan Edema
  • Uji adanya Edema
  • KORELASI KLINIKOPATOLOGIK
  • Kelainan Bunyi Jantung Pertama
  • Kelainan Bunyi Jantung Kedua
  • Kelainan Intensitas 2
  • Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting)
  • Opening Snap Diastolik
  • Bising Jantung (Murmur)
  • TINJAUAN GEJALA SPESIFIK
  • Nyeri Dada
  • Palpitasi
  • Dispnea
  • Penyebab Lazim Sinkop
  • Kelelahan
  • Edema
  • Sianosis
  • PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN
  • Anatomi
  • Bentuk Abdomen
  • Kulit Dinding Perut dan Umbilicus
  • Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas
  • Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut
  • Palpasi abdomen
  • Limpa
  • Ginjal
  • Massa
  • Aorta
  • Pemeriksaan palpasi abdomen :
  • Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen
  • Perkusi abdomen
  • Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen
  • Auskultasi Abdomen
  • Gejala-gejala daerah abdomen
  • Pendekatan Diagnostik
  • Diare Akut
  • Diare Kronik
  • Etiologi
  • Dugaan sumber penyakit berdasarkan lokasi nyeri
  • PEMERIKSAAN FISIK GENITALIA
  • A. Pemeriksaan fisik Genitalia wanita
  • 1. Anatomi Alat Reproduksi
  • 2. Pemeriksaan Pelvis
  • B. Pemeriksaan Fisik Genitalia Pria
  • Riwayat kesehatan
  • Pemeriksaan Fisik Genitalia Eksterna
  • PENIS
  • SKROTUM DAN ISINYA
  • INSPEKSI
  • PALPASI
  • Keluhan-keluhan yang sering dijumpai pada genitourinarius pria :

ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK

ANAMNESA Mengumpulkan data-data dalam anamnesis biasanya ialah hal yang pertama dan sering merupakan hal yang terpenting dari interaksi dokter dengan pasien. Dokter mengumpulkan banyak data yang menjadi dasar dari diagnosis, dokter belajar tentang pasien sebagai manusia dan bagaimana mereka telah mengalami gejala-gejala dan penyakit, serta mulai membina suatu hubungan saling percaya Ada beberapa cara untuk mencapai sasaran ini. Cobalah untuk memberikan lingkungan yang bersifat pribadi, tenang, dan bebas dari gangguan. Dokter berada pada tempat yang dapat diterima oleh pasien, dan pastikan bahwa pasien dalam keadaan nyaman. Panggil pasien dengan nama dan statusnya; mis., Ibu Lina, dan memperkenalkan diri Dengan anamnesis yang baik dokter dapat memperkirakan penyakit yang diderita pasien. Anamnesis yang baik harus lengkap, rinci (detail), dan akurat sehingga dokter bukan saja dapat mengenali organ atau sistem apa yang terserang penyakit , tetapi juga kelainan yang terjadi dan penyebabnya . Anamnesis dilakukan dan dicatat secara sistematis. Ia harus mencakup semua hal yang diperkirakan dapat membantu untuk menegakkan diagnosis. Mulailah mengumpulkan anamnesis dengan pertanyaan terbuka: "Apa yang membawa anda ke rumah sakit?... Ada hal lain?.. Coba ceritakan pada saya tentang hal tersebut.". Cara yang lain untuk mendorong pasien mengungkapkan riwayat mereka termasuk: Fasilitasi- postur, tindakan, atau kata-kata yang mengkomunikasikan minat, seperti menjorokkan badan , membuat kontak mata, atau mengucapkan "Ya-ya" atau "Teruskan". Refleksi-pengulangan kata-kata atau frase yang pasien katakana. Klarifikasi-menanyakan apa maksud dai kata-kata atau kalimat yang pasien ucapkan. Respons-Respons empati-mengenali melalui tindakan atau kata-kata tentang perasaan pasien, seperti dengan mengucapkan "Saya mengerti" atau "Pastinya hal tersebut menakutkan anda." Menanyakan tentang perasaan yang berkenaan dengan gejala-gejala, peristiwa, atau hal-hal lain yang dialami pasien. Konfrontasi- menyebutkan sesuatu tentang perilaku atau perasaan pasien yang tidak diungkapkan secara verbal atau terlihat tidak konsisten dengan cerita pasien.

Interpretasi-mengungkapkan dengan kata-kata tentang apa yang anda terka tentang perasaan-perasaan pasien atau tentang arti dari gejala-gejala, peristiwa, atau hal lainnya bagi pasien. Untuk mendapatkan detail yang khusus, sering dibutuhkan pertanyaan langsung. Ucapkan dalam kata-kata yang dapat dipahami oleh pasien. Ungkapkan dengan keadaan netral sehingga tidak menimbulkan bias bagi pasien. Tanyakan hanya satu hal pada waktu tertentu. Berlanjut dari hal-hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus. Tanyakan sesuatu untuk menghasilkan respons-respons yang bertahap ketimbang hanya ya atau tidak. Pertanyaan pilihan berganda juga kadang-kadang digunakan. Beberapa topik mungkin pada awalnya bisa sukar bagi praktisi untuk ditanyakan atau bagi pasien untuk dibicarakan, tetapi sangat penting untuk tercakup dalam setiap anamnesis. Hal ini mencakup penyiksaan dan penyalahgunaan, depresi dan pikiran bunuh diri, penggunaan alkohol atau obat-obat terlarang, praktik seksual, dan penyakit hubungan kelamin.Ulaslah dan latihlah pendekatan-pendekatan untuk topik-topik tersebut dengan efektif. Adapun sistematika anamnesis terdiri dari: Keluhan Utama Keluhan utama yang dinyatakan oleh pasien merupakan dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien atau dapat disebut sebagai keluhan pasien yang mendorongnya untuk berobat. Kebanyakan keluhan utama ditandai dengan nyeri, gangguan fungsi, perubahan dari keadaan normal sebelumnya, atau observasi pasien. Bantulah pengungkapan keprihatinan utama pasien dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan tidak terbatas dan membiarkan pasien memakai kata-katanya sendiri. Kata-kata yang dipergunakan oleh pasien dicatat di dalam rekam medis. Mula-mula, jangan meminta penjelasan. Anjurkanlah pasien unutuk melanjutkan keterangannya dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan persetujuan dan membesarkan hati, seperti mengangguk-anggukkan kepala atau instruksi-instruksi sederhana untuk melanjutkan keterangannya. Anda dapat mengulangi pernyataan-pernyataan pasien, secara singkat dan disertai dengan instruksi-instruksi yang agak terarah untuk melanjutkan keterangannya. Ini akan sangat efektif selama bagian wawancara ini. Bila pasien telah menyelesaikan pertanyaan pertamanya ini, buatlah ringkasan tentang apa yang telah anda dengar dan beritahukanlah bagaimana anda akan melakukan wawancara selanjutnya. Pernyataan ini kembali memperlihatkan perhatian anda terhadap persepsinya dan perhatian yang

anda berikan terhadapnya. Ia juga menunjukkan permulaan perubahan yang dilakukan secara berangsur-angsur dalam gaya wawancara dimana anda akan menjadi lebih terpusatkan Yang dicatat dalam keluhan utama hanya 1 (satu) keluhan dan lama keluhan itu telah dideritanya. Riwayat Penyakit Sekarang Penyakit yang sekarang diderita merupakan alasan untuk perawatan di rumah sakit atau kunjungan pasien ke tempat praktek pribadi dokter. Perhatian anda mula-mula dipusatkan pada persoalan-persoalan penting yang menyebabkan pasien datang kepada anda dan kemudian kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan keadaan pasien sekarang. Susunan wawancara anda dan riwayat penyakit tertulis yang dibuat harus mencerminkan prinsip ini dengan jelas. Kalau seorang pasien datang dengan komplikasi yang berkaitan dengan masalah kronis, tekanlah kecenderungan anda untuk segera memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian di masa lalu. Mula-mula, tentukanlah perubahan-perubahan penting pada keadaan pasien dewasa ini. Penyakit yang sekarang diderita merupakan hal yang paling penting dalam pikiran pasien dan mudah diselidiki. Pasien biasanya telah menyusun kata-kata yang akan diucapkan, dan mereka harus mendapat kesempatan untuk mengungkapkan persepsi mereka. Kalau mungkin , riwayat penyakit sekarang harus dapat menentukan suatu diagnosis. Ia hampir selalu menunjuk ke bidang-bidang patologi dan mengarah kepada sejumlah kecil pertimbangan atau mekanisme patofisiologi. Secara aktif, dengarkanlah pasien anda. Berikanlah perhatian pada sikap pasien , petunjuk-petunjuk non-verbal, emosi, nada suara, dan faktor-faktor lain. Analisis riwayat penyakit sekarang dimulai dari suatu dasar yang kuat, keluhan utama, dan kemudian menuju pada tiap gejala. Wawancara hanya dipusatkan pada delapan ciri tiap gejala. Dokter harus menginterpretasikan informasi dan merumuskan gagasan-gagasan ketika pasien berbicara. Mula-mula, dengarkanlah dengan penuh perhatian dan pertimbangkanlah berbagai macam kemungkinan – sebagian serius atau jarang terjadi, sebagian lagi sepele dan sering terjadi. Pilihlah faktor-faktor yang akan diberikan perhatian terbesar dan yang akan membantu anda menyusun analisis tentang masalah tersebut secara paling efektif. Ada dua macam faktor yang akan dapat membantu anda- faktor-faktor yang paling spesifik dan terjadi pada relatif sedikit penyakit, dan faktor-faktor yang paling sensitif, yang sering terjadi terutama pada penyakit-penyakit yang paling berat. Dalam evaluasi anda, berikanlah bobot tambahan pada gejala-gejala yang menimbulkan perasaan tidak enak- baik secara fisik maupun emosional-yang paling besar pada diri pasien. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terbatas memungkinkan pasien untuk berbicara sebanyak mungkin pada awal wawancara, Pemakaian bentuk pertanyaan ini sangat penting, karena mempermudah identifikasi penemuan-penemuan penting yang berkaitan yang kalau tidak mungkin luput dari perhatian kita. Dokter membuat penafsiran yang tepat tentang kemungkinan penyakit spesifik yang mendasari keluhan pasien bedasarkan pada delapan ciri gejala, dan kombinasi gejala dan tanda non-spesifik. Jika anda menemukan bahwa anda tidak dapat membuat diagnosis dengan tepat, kemungkinan besar anda tidak cermat dalam definisi anda tentang delapan ciri tiap gejala penyakit.

Ciri pertama tiap gejala yang membantu anda mempersempit perhatian anda adalah lokasi yang tepat. Nyeri, gangguan fungsi, dan observasi biasanya mengarah kepada suatu daerah tertentu. Nyeri dada jelas menarik perhatian terhadap struktur-struktur di dada. Perubahan dari keadaan stabil sebelumnya tidak mempunyai lokalisasi yang tepat. Demam, rasa tidak enak badan, penurunan berat badan, atau labilitas emosional mungkin tidak mempunyai lokalisasi anatomik. Kalau gambaran umumnya sudah jelas, mentalah pasien utnuk sedapat mungkin menunjukkan lokasi gejala-gejala dan organ atau sistem organ yang terlibat. Tanyakanlah kaitan antara gejala atau strukturnya atau fungsi normal organ yang dibicarakan ("Apakah rasa sakit tersebut paling hebat di bagian tengah dada anda atau pada bahu anda?") Ciri berguna kedua ialah penilaian setiap gejala secara kualitatif dan kuantitatif. Mintalah pasien anda unutk melukiskan kualitas dan kuantitas gejala dan tanda dalam suatu referensi umum. Pastikanlah bahwa anda memahami dengan jelas apa yang disebutkan oleh pasien tersebut. Anda harus menentukan keluhan dengan tepat. Mungkin penting sekali untuk membimbing sumber informasi yang memberikan keterangan yang samar-samar dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup langsung yang memberikan ukuran spesifik tentang beratnya gejala, frekuensi dan intensitasnya. ("Apakah nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu jam, lima belas menit, lima menit? Apakah nyeri tersebut bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar atau nyeri tumpul?") Urutan kronologis setiap kejadian adalah sangat penting. Perjelaslah keluhan mana yang timbul pertama kali dan urutan timbulnya keluhan lain. Hubungan waktu antara gejala-gejala yang berkaitan juga sangat berguna. Terjadinya gejala-gejala yang sama hebatnya secara serentak atau berkembangnya beberapa gejala ketika beberapa gejala lainnya berkurang menyarankan mekanisme patofisiologi yang menunjukkan diagnosis spesifik tertentu. Ciri berikutnya berkaitan dengan faktor-faktor dan keadaan-keadaan yang memperburuk atau mengurangi gejala-gejala. Di sini, struktur dan fungsi organ atau sistem organ mengarah kepada diagnosis. ("Bagaimana pengaruh makan terhadap nyeri lambung anda?"). Hubungan waktu sangat berguna. Lama penyakit sekarang membedakan penyakit akut dan kronis. Gejala-gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun kemnungkinan besar tidak disebabkan oleh keganasan atau infeksi. Perubahan gejala dengan berlalunya waktu membantu menentukan kemajuan penyakit. Apakah gejala-gejala tersebut menetap, berulang, memburuk , atau membaik? Jika berlangsung secara periodik, apakah panjang siklusnya berubah? Pasien secara sukarela sering menyampaikan gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan. Ini harus selalu diperhatikan secara serius, walaupun hal tersebut kelihatannya sangat aneh atau tidak fisiologis. Sikap anda menerima pengamatan pasien secara begitu saja memperlihatkan penghargaan terhadap pasien sebagai seorang pengamat dan mungkin bermanfaat dalam menemukan penyakit yang tersembunyi. Suatu kesalahan yang sering terjadi pada pihak dokter ialah secara pematur menganggap bahwa mereka mengetahui diagnosisnya. Mereka mengabaikan informasi yang berkaitan yang diberikan oleh pasien. Jangan berharap bahwa pasien dapat menghubungkan semua hubungan yang mungkin. Di sini kebebasan anda untuk mengikuti berbagai macam pertanyaan adalah berguna. Hindarilah

Informasi ini membantu memperjelas diagnosis. Selidikilah hubungan gejala-gejala penyakit dengan gaya hidup pasien dan aktivitas pribadinya. memberitahukan sesuatu tentang beratnya masalah. Tanyakanlah tentang dampak emosional atau psikologis suatu penyakit dengan menanyakan bagaimana reaksi pasien terhadap gejala penyakit dan tentang ketakutan dan keprihatinannya terhadap penyebab gejala tersebut. kegiatan di waktu senggang dan aktivitas sexual. Banyak pasien datang dengan gejala-gejala fisik dan memusatkan pembicaraan pada persoalanpersoalan ini. Pertanyaanpertanyaan terarah yang anda ajukan akan dipusatkan pada dan membantu memperjelas keterangan rinci yang diberikan oleh pasien. pekerjaan. Riwayat Penyakit Dahulu . Tanyakanlah gejala dan tanda gangguan sistem organ yang terlibat sebelum anda menutup bagian wawancara ini. padahal kebutuhan primer mereka berkaitan dengan penyakit psikologik atau psikiatrik yang penting. Penyajian yang tidak langsung ini mencerminkan tekanan sosial dan usaha pasien untuk mengatasi stress pribadi yang sulit. Riwayat penyakit sekarang harus mencakup dua komponen tambahan.mengembangkan suatu bentuk hafalan yang sedemikian restriktifnya sehingga anda tidak dapat mengikuti petunjuk-petunjuk yang timbul dalam pembicaraan dengan pasien. Perjalanan/perkembangan penyakit/keluhan pasien sejak keluhan itu timbul sampai pasien datang berobat/ bertemu dengan dokter. Ciri terakhir yang perlu ditanyakan ialah respons gejala terhadap intervensi terapeutik pasien. termasuk hubungan pribadi dan antar perorangan. Hal ini secara ringkas dapat diperoleh apabila mencakup secara rinci (detail) tentang: Keadaan pasien sebelum menderita keluhan/penyakitnya sekarang Keluhan yang timbul pertama kali dan keadaan pasien pada saat itu. Wawancara anda harus meneliti riwayat kejadian medis di masa lalu yang berkaitan dengan sistem organ yang kelihatannya terutama berkaitan dengan keluhan pasien. karena dapat memberikan gambaran jelas tentang penyakit yang diderita pasien. Riwayat penyakit sekarang dapat dikatakan sebagai bagian anamnesis yang terpenting. Kalau anda tidak memperluas pertimbangan anda dengan mencakup faktor-faktor sosial dan psikologis. dan menyarankan kebutuhan teraupetik pasien. Yang penting ajukanlah persoalan dan pertanyaan tentang gejala-gejala yang belum disebutkan oleh pasien tetapi yang harus dipertimbangkan dengan mengingat cerita pasien. anda akan kehilangan banyak faktor yang sangat mempengaruhi hasil perawatan kebanyakan pasien. Keadaan keluhan saat pasien bertemu dengan dokter sekarang Alasan mengapa pasien berobat sekarang III.

sifat tindakan.Tuberkulosis. gejalagejala yang diderita hingga memerlukan tindakan pembedahan tersebut . Pakailah kejadian-kejadian penting dalam hidup ini untuk membantu pasien merekontruksi kejadian medis secara kronologis dan tepat.Catat penyakit masa kanak-kanak.partus dan postnatal relevan untuk meneliti penyakit congenital atau herediter. diagnosis akhir. padahal sebenarnya mereka hanya menderita efek samping yang umum Penyakit-penyakit masa lampau berjangka panjang yaitu : Penyakit-penyakit yang menghilang dengan pengobatan atau dengan sendirinya. PerAwatan lainnya di rumah sakit.alkoholisme dan depresi berat misalnya termasuk dalam kategori ini.Pertanyaan tentang kejadian-kejadian hidup yang berkaitan berguna sebagai pertanda dan membantu mengingat kembali. reaksi terhadap tes tuberculin.penyakit-penyakit masa dewasa. Tindakan-tindakan bedah yaitu : Setiap pembedahan yang pernah dialami oleh penderita.alergi. tanyakanlah apakah pasien pernah menderita dua atau tiga penyakit umum yang menyerang tiap system tubuh. keganasankeganasan tertentu (limfoma atau leukemia limfositik akut). dan adanya sekuele akibat tindakan tersebut.hepatitis B.siapa yang mengobati. Berusahalah untuk memperoleh rincian tentang alergi obat dan uraian khusus tentang gejala.bagaimana keadaan penyakit itu sekarang. tetapi mempunyai potensi untuk kambuh lagi atau menimbulkan sekuele.alasan dan hasil dari perawatan di rumah sakit. Setelah menanyakan penyakit dengan urutan kronologis. tanda. perawatan kesehatan dan catatan kondisi fisik juga harus diperiksa dan dicatat. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit sekarang atau memperberat penyakit sekarang. dan kronologi kejadian. penyakit psikiatri.Banyak pasien menganggap bahwa mereka alergi terhadap obat. . yang pernah diderita pasien dahulu. Periksalah riwayat penyakit dahulu secara kronologis.keracunan. bagaimana diobati . Catat kapan penyakit itu diderita.adakah reaksi terhadap pembiusan yang tidak diinginkan( terutama jika ada pembedahan tambahan dipertimbangkan).operasi. kecelakaan dan cedera. yaitu meliputi tanggal. termasuk tanggal pembedahan.Ialah penyakit-penyakit yang jelas diagnosisnya bagi pasien maupun dokternya.Imunisasi.alergi terhadap obat dan alergen lain.Informasi prenatal.

Oleh karena tersebarnya derivat penisilin dan frekuensi alergi yang bermakna terhadap bahab-bahan tersebut.Jika terdapat riwayat alergi terhadap obat atau unsur apapun yang dipergunakan dalam diagnosis dan pengobatan. difteria. adalah bijaksana untuk hkhusus menanyakan reaksi terhadap penisilin. Status imunisasi: Data esensial berubah dengan perubahan umur penderita. aspirin. . oleh karena penderita jaran menganggap obat-obatan yang tidak diresepkan ini sebagai ’pengobatan" atau " obat" sehingga tidak menyebutkan pengunaannya Alergi : Alergi musiman.reaksi histamin seperti sembab muka dan mulut.rubela( German measles). antihistamin dan vitamin. maka elemen yang akan dicakup adalah infeksi-infeksi virus umumnya: Parotitis.Adalah penting untuk membedakan reaksi alergi sesungguhnya (misalnya ruam kulit.Semua anak dan dewasa muda harus mempunyai catatan imunisasi yang lengkap. Pengobatan yaitu semua obat-obatan yang dipergunakan saat ini atau pernah dipergunakan secara teratur di masa lampau. termasuk obat bebas seperti laksatif.rubeola(campak biasa).Cedera berat yang sebelumnya tidak disebutkan yaitu : Sifat dari cedera. Jika dalam riwayat mengindikasikan.varisela.Tanggal suntikan tetanus yang terakhir harus dipastikan. lingkungan atau makanan dengan manifestasi dan pengobatannya didokumentasikan.nefritis interstitial alergika atau syok anafilaktik) dengan efek sampingan yang bukan alergi seperti mual dan tinja encer. Yang paling penting adalah adanya riwayat reaksi alergi obat-obatan. pertusis dan tetanus(DPT pada kanak-kanak) dan Hemophilus influenzae tipe B (HiB).parotitis.dan penyakit demam reumatik.Cara yang paling ekonomis adalah dengan bertanya :" apakah anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap penisilin atau obat-obat lainnya?" Penyakit masa kanak-kanak : Informasi ini mengandung arti penting dalam riwayat penyakit seseorang yang lebih muda dibandingkan dengan yang lebih tua.dan rubela(MMR).hepatitis B.Orang-orang yang lebih tua dan penderita-penderita dari semua golongan umur yang menderita penyakit menahun memerlukan vaksin influenza setiap tahun dan imunisasi terhadap pneumokok setiap 6 tahun. polio. pengobatan yang diberikan dan setiap kecacatan yang diakibatkannya. maka rincian tentang reaksi dan nama bahan yang bersangkutan harus dipastikan. termasuk imunisasi dari campak (measles).

paman dan bibi."Saya ingin mempelajari tentang kesehatan dan masalah kesehatan dari anggota keluarga anda yang dekat. dan setiap masalah kesehatan besar yang mereka alami. Tingkatan yang ketiga adalah anak-anak penderita jika ada. saudara kandung. lahir hidup. tanyakan adanya anggota keluarga lainnya dengan masalah yang identik atau mirip.batu ginjal/empedu.Genogfram niasanya merupakan sebuah tabulasi tiga generasi. kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayah. akan sangat menolong bila menanyakan penyakit jantung lainnya atau kematian mendadak pada kakek-nenek.Contohnya jika adanya kanker payudara pada ibu atau saudara wanita. begitu pula dengan dokumentasi tipe persalinan (melalui vagina atau seksio saesar) dan setiap komplikasi dari kehamilan dan persalinan."Setelah orang tua berikutnya adalah saudara kandung.bibi.dsb.cek silang untuk melihat apakah penderita mengetahui adanya kaanker payudara pada anak perempuan. Jelaskan bagian RPK dari riwayat medik sebelum memulai tabulasi. IV. V. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Ialah penyakit keturunan atau familier.atau nenek.bibi dan paman.penyakit jantung.umur kematian bila sudah meninggal.Jika terlihat serangan jantung. dan (2) pencarian terhadap pola familial rekuren yang umum.Riwayat kehamilan dan persalinan yaitu: Menentukan jumlah kehamilan.hipertensi. sekali lagi tanyakan tentang informasi yang sama.Penyakit keturunan dan penyakit-penyakit penting lainnya dalam keluarga antara lain DM. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH ) Kita perlu mengetahui orang macam apakah penderia tersebut. dia biasanya akan mampu mengikuti pola dengan mudah. Tanyakanlah tentang kesehatan atau penyebab kematian anggota keluarga yaitu orang tua. Kita memperoleh . ceritakan kepada saya tentang umurnya jika masih hidup. abortus spontan atau induksi. saudara sepupu.Jika penderita diberikan instruksi yang memadai.karena pasien kemungkinan dapat menderita penyakit yang sama. Bagian riwayat hidup ini berkesinambungan dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang pasien. yang terdapat dalam keluarga pasien (sedarah) atau penyakit menular pada orang-orang yang amat dekat hidupnya atau berhubungan dengan pasien (isteri/suami).Mulailah dengan orang tua anda. Terdapat dua komponen dalam RPK : (1) sebuah genogram yang membentuk "pohon keluarga" dari kesehatan dan penyakit.Jika penderita mempunyai potensi penyakit turunan.

penyalahgunaan obat. " profil pasien " . Sekarang kita memperluas pengertian kita dengan pertanyaan – pertanyaan tambahan. dan pasien mungkin dapat menghargai kesempatan untuk membicarakan kekuatirannya. dan pertolongan diperlukan ? Kita juga harus tau cara pasien bereaksi terhadap lingkungan hidupnya. Keluarga " Apakah segala sesuatunya baik – baik saja di rumah ? " " Apakah anda mempunyai masalah keluarga ? " Mungkin memadai dengan bertanya " Bagaimana dengan pernikahan anda ? Apakah tidak terdapat masalah dalam seks ? " Masalah ini mungkin ada karena alasan fisik atau emosi. latar belakang pendidikan.. Tugas kita adalah untuk dapat mengerti penyakit pasien dalam konteks kepribadian dan lingkungan rumahnya. dan kebiasaan sehari – hari semuanya mencerminkan keadaan pasien dan lingkungannya. Apakah pasien dapat sembuh dengan memuaskan di rumah dan pada tahap mana. Sebagian informasi ini kita peroleh selama " percakapan kecil " sepanjang kontak kita dengan pasien. Sebagian diantarannya merupakan informasi yang sensitif untuk pasien dan mungkin memerlukan beberapa wawancara untuk mendapatkan evaluasi yang lengkap. Informasi ini dapat ditempakan dalam permulaan rekaman medis di bawah judul Profil Pasien atau digabungkan dalam suatu bagian yang berjudul Riwayat Sosial.sebagian kecil informasi riwayat hidup pasien selama saat – saat pertama wawancara dengan pasien. dan pemaparan terhadap toksin potensial. Pisahkanlah informasi ini agar mendapat perhatian khusus. catatan pekerjaan. isi riwayat hidup di beri tempat yang menonjol.penjelasan. Wawancara dengan keluarga atau teman mungkin akan sangat membantu. Apakah konsekuensi dari penyakitnya ? apakah nasehat. tempat dalam keluarga. Buatlah catatan khusus tentang kebiasaan – kebiasaan : Jumlah dan lama merokok. keadaan keuangan. Dalam sistem pencatatan. status perkawinan. minum alkohol. Tempat tinggal " di mana anda tinggal ? " " Apakah disana baik – baik saja ?" " Apakah perumahan anda padat ?" " Bagaimana ventilasi rumah anda? " "Penggunaan kamar mandi pribadi atau menggunakan kamar mandi umum ? " " Apa rumah anda serih terkena banjir ?" " dekat pabrik dengan ?" Pekerjaan "Apakah pekerjaan anda ?" .

Mungkin membantu untuk melacaknya sepanjang hari." Dapatkah anda menjelaskan kepada saya dengan tepat apa yang anda kerjakan ?" . Bila relevan. bepergian ke luar negri pada waktu bekerja berkontak dengan misalnya debu arang. dan lain – lain. Obat – obatan " Obat apa saja yang anda minum sekarang ? " " Apakah anda minum obat lain dalam beberapa bulan terakhir ?" " apa anda minum Jamu ?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. harus selalu ditanyakan. tanyakan tentang binatang peliharaan. . kita dapat menanyakan " Apakah anda pernah minum pada pagi hari ?" " Apakah anda kuatir untuk membatasi keniasaan minum anda ? " Apakah akibatnya sampai mempengaruhi pekerjaan. Bila terdapat kecurigaan terhadap masalah minum. Daftar semua obat dan dosisnya yang lengkap sebisa mungkin diketahui. asbetosis. " Apakah penyakit anda mempengaruhi pekerjaan anda ? " Hobi " Apakah yang anda lakukan dalam waktu luang ? " " Apakah anda melakukan kegiatan sosial ? " Alkohol " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Pecandu alkohol biasanya meremehkan jumlah alkohol yang diminumnya tiap hari. " Apakah memuaskan anda ? " . baik dahulu maupun sekarang. Tetapi bagaimanapun. rumah tangga atau kehidupan sosial anda ? " Merokok " Apakah anda merokok ? " " apakah anda pernah merokok ? " " Mengapa anda berhenti merokok ? " " Berapa batang rokok yang anda hisap tiap hari ? " Hal – hal ini terutama relevan untuk penyakit jantung dan paru.

Pertanyaan Umum . Kita juga bisa melakukan tinjauan sistem ini bersamaan saat fisik diagnostik. Bila pasien hanya mempunyai sedikit symptoms hal ini bisa efektif. Kebanyakan pertanyaan pada tinjauan sistem ini berdasarkan gejala . dan diagnosa klinis sementara kita. Mulai dengan pertanyaan ringan dan umum tentang tiap sistem.pertanyaan mulai dari kepala sampai jari kaki. karena pemeriksaan sistem tubuh ini bertujun untuk menemukan gejala – gejala yang belum disadari sebagai gejala oleh pasien dan gejala –gajala yang telah dilupakannya atau dianggapnya tidak penting. hal – hal yang terinci harus juga diberikan Tanda (*) menunjukkan pertanyaan –pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan. namun itu sangat penting karena saya ingin memeriksa anda secara keseluruhan dan teliti ". namun terkadang ada yang menanyakan penyakit. Ini merupakan suatu daftar ( ’check list’ ) gejala yang belum disebutkan. Namu bila ada banyak symptoms. Jangan menanyakan keluhan yang telah masuk dalam keluhan sekarang. jalannya anamnesa dan fisik diagnostik akan terganggu dan hal –hal yang penting menjadi tidak terdeteksi dan tercatat. Pertanyaan – pertanyaan tersebut berkisar sekitar susunan dan sistem yang diperiksa. Akan sangat membantu untuk menyiapkan pasien denyan mengatakan " Pertanyaan – paetanyaan saya selanjutnya akan sangat banyak . keluhan pasien. Bila pada waktu melakukan tinjauan sistem – sistem ini didapatkan jawaban yang positif. contohnya seperti pneumonia atau tuberculosis. Contoh untuk memulai pertanyaan adalah : " Bagaimana pengelihatan dan pendengaran anda ?" " Bagaimana paru –paru dan pernafasan anda ? " " Apa ada masalah dengan jantung anda ? " " Bagaimana pencernaan anda ? " " Bagaimana kencing anda ? " Kita juga bisa menambahkan dan memfariasikan pertanyaan tergantung dari usia pasien.VI. Hal ini memfokoskan perhatian pasien dan memudahan kita untuk memikirkan pertanyaan yang lebih spesifik terhadap sistem yang ingin lebih kia perhatikan. tanyakan tentang mata. telinga. keadaan umum pasien. Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS ) Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ini dalah keluhan – keluhan pasien yang lain.Pikirkan rangkaian pertanyaan . Untuk mengerti dan melakukan Tinjauan Sistem sering merupakan hal yang cukup sulit. yang tidak termasuk keluhan yang sekarang hendak diobati. dan lainnya saat kita memeriksa.

Sebaliknya bagi pasien yang tidur di kamar dengan AC. Sebaliknya jika penderita sudah tidak suka makan. Biasanya bila nafsu makan baik. pederita juga akan merasa segar – bergairah. Karena makin tidak memenuhi syarat kamar tidurnya maka pertanyaan keringat malam akan kehilangan maknannya . Ruam ( ’Rash’ ) Apakah anda pernah mengalami ruam kulit akhir – akhir ini ? Apakah gatal ? . Penurunan nafsu makan dan berat badan karena diet dan olah raga intensif juga harus ditanyakan. mka keluhan keringat malam akan mempunyai makna yang penting. maka kesegaran jasmani juga akan terasa menurun. Maka tanyakan kemudian tentang kesegarannya. Tanyakan sejak kapan penurunan nafsu atau rasa lapar terus muncul. *Kesehatan umum / kesegaran " Apakah anda merasa diri anda sehat ? " Lelah " Apakah anda merasa lebih atau kurang merasakan lelah dibandingkan sebelumnya ? " Demam atau menggigil " Apakah anda perhatikan adanya penyakit akhir – akhir ini ? " Berkeringat pada malam hari " Apakah anda perhatikan adanya keringat pada malam hari atau pada waktu lain ? " namun perlu ditanyakan perihal kondisi kamar tidur pasien.Tanyakan tentang gejala –gejala berikut : *Berat badan " Berapa berat badan anda sebelum sakit ? " " Apakah berat badan anda turun atau naik akhir –akhir ini ? " " Apakah baju anda lebih sempit atau lebih longgar dari sebelumya ? *Nafsu makan " Bagaimana nafsu makan anda ? Perihal nafsu makan adalah hal yang penting.

menjalar ke leher rahang dan lengan kiri. biasanya lateral .Pembengkakan atau benjolan Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan Tanyakan tentang gejala – gejala berikut : *Nyeri dada " Apakah anda mengalami nyeri atau rasa tidak enak pada dada akhir – akhir ini ? " Penyebab paling sering dari nyeri dada adalah : o Penyakit jantung iskemik : Nyeri dada hebat di tengah dada seperti diikat. *Napas pendek " Apakah anda selalu merasa sesak napas ? " Ortopnoe " Apakah anda mengalami sesak nafas bila berbaring ? " " Berapa banyak bantal yang anda gunakan ? " Dyspnoe nokturnal paroksismal " Apakah anda terbangun malam hari karena menderita kesukaran bernafas ? " Sesak nafas ( Dyspnoe ) dan nyeri dada harus dilukiskan dengan tepat dan derajat aktifitas fisik yang menyebabkan timbulnya harus dicatat ( misalnya menaiki tangga. Pada infark miokard nyeri mungkin terjadi pada waktu istirahat. lebih hebat dan dapat barlangsung berjam –jam. setelah berjalan 100 meter ). Angina adalah nyeri yang dicetuskan oleh aktifitas fisisk atau emosi .. memburuk pada waktu ispirasi atau batk. Sering pada gagal jantung kongestif ( gagal jantung kanan ) Palpitasi . Ortopnoe ( sesak nafas bila berbaring datar ) dan dyspnoe nocturnal paroksismal merupakan gajala gagal jantung kiri. hilang bila beristirahat. o Nyeri pleuritik : Nyeri seempat dan tajam. *Pembengkakan pergelangan kaki.

" Apakah anda merasakan debar jantung anda ? " Palpitasi mungkin : Denyut tunggal ( ektopik ?) Lambat atau cepat Teratur atau tidak Minta pada pasirn untuk menunjukkan tempatnya. Takikardi paroksismal biasanya mulai dan berakhir secara mendadak. Penyebabnya antara lain : o Karsinoma bronkhus o Emboli Paru o Stenosis Mitral o Tuberkulosis o Bronkiektasis Sinkop ( ’syncope’ ) . *Batuk " Apakah anda menderita batuk ? " " Apakah batuk kering atau anda membatukkan dahak / lendir ? " Kapan saja anda batuk ? Sputum " Apa warna dati dahak / lendir yang anda batukkan ? Sputum berwarna hijau biasanya menunjukkan infeksi saluran napas akut. Sputum yang jernih tiap hari pada waktu bulan – bulan musim dingin menjurus ke bronkhitis kronik. *Hemoptisis " Apakah ada batuk darah ? " Hemoptisis harus dianggap serius.

Bila darah dimntahkan. Bila terlihat makanan yang lama. terdapat stenosis pilorus. bagaimana warnanya galap atau merah terang ? Dysfagia " Apakah anda mengalami kesukaran menelan ? " Untuk makanan padat : sering obstruksi organik Untuk makanan cair : sering akibat kelainan neurologik atau psikologik Indigesti " Apakah anda merasa tidak enak dalam lambung setelah makan ? " Nyeri Abdominal " Dimanakah yang terasa nyeri ? " ." Pernahkah anda mengalami pendangan gelap ? " ( ’blackouts’ ) *Merokok " apakah anda merokok ? " " Berapa banyak / bungkus rokok yang anda hisap tiap hari ? " "Sudah berapa lama anda merokok ? " " Apa alasan anda berhenti merokok ?" Sistem Gastrointestinal Tanyakan tentang hal –hal berkut : Mual " Apakah terjadi pada waktu anda merasa sakit ? " " Apa munculnya setelah makan ? " Muntah " Apakah anda muntah ? " " Seperti apa muntah tersebut ? " Muntahan seperti bubuk kopi mungkin tercampur darah.

Kotoran mungkin pucat. berhubungan dengan obat. Darah yang berada pada permukaan kotoran mungkin dari hemoroid. transfusi ( hepatitis serum )." Apakah berhubungan dengan makanan atau buang air besar ? " " Apakah yang menyembuhkan nyeri tersebut " *Kebiasaan buang air besar " Apakah buang air besar anda normal ? " Bila terdapat kecurigaan terhadap diare. banayk dan berbusa ( steatore ) atau hitam seperti ter dari darah yang tercerna ( melena ). Ikterus " Apakah urin anda berwarna gelap ? " " Apakah kotoran anda pucat " " Obat apa yang anda minum akhir – akhir ini ? " " Apakah anda pernah mendapat suntikan atau transfusi akhir –akhir ini ? " " Apakah akhir – akhir ini anda pergi ke luar kota atau ke luar negri ? " " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Ikterus mungkin bersifat obstruktif ( urin berwarna gelap. sedangkan darah yang bercamur dalam kotoran mungkin merupakan tanda tumor ganas atau penyakit inflamasi usus. berapa kali buang air besar tiap hari dan sifatnya ( darah ? pus ? mukus ? ) harus ditanyakan. kotoran pucat ). atau infeksi ( berpergian ke luar kota / keluar negri ) Sistem Genito – urinarius Tanyakan tentang hal – hal berikut : Nyeri pinggang " Adakah nyeri pada punggung anda ? " Nyeri pada pinggang menjurus pada pielonefritis *Urin " Apakah buang air kecil anda baik ? " " Apakah anda banyak kencing di malam hari ? " . alohol.

Sekret vagina Nyeri pada waktu bersetubuh ( dispareunia ) Sistem Saraf Tanyakan tentang hal –hal berikut : *Sakit kepala " Apakah anda menderita sakit kepala ? " " Dimana sakitnya ? " Sakit kepala sering merupakan akibat ketegangan dan terdapat di daerah frontal atau oksipital." Apakah anda mengalami kesulitan dalam berkemih ? " " Apakah ada darah dalam kencing anda ? " Poliuria dan nokturia terdapat pada diabetes Prostatisme mengakibatkan urinasi yang lambat.aliran yang buruk dan menetes Seks " Apakah terdapat masalah seksual ? " *Menstruasi " Apakah ada masalah dalam menstruasi anda ? " " Apakah sangat banyak darah yang keluar ? " " Apakah anda mengeluarkan darah diantara masa – masa haid ? " Perdarahan vagina diantara masa – masa haid atau setelah menopause meningkatkan kemungkinan tumor ganas serviks atau uterus. Sakit kepala oksipital terdapat pda waktu bangun tidur pagi – pagi mungkin akibat tekanan intrakranial meningkat ( misalnya karena tumor atau hipertensi maligna ) Penglihatan " Apakah anda megalami penglihatan yang kabur atau kembar ? " .

iritabilitas. konsentrasi. Cara berjalan yang tidak mantap " Adakah kesulitan dalam nerjalan atau berlari ? ’ Lemah Perasaan baal atau sensasi berlebihan " Adakah daerah – daerah yang dirasakan baal ( kebal ) ? " Rasa sakit seperti tertusuk paku atau jarum Gangguan Sfingter " Adakah kesulitan menahan buang air kecil / besar ? " *Depresi " Bagaimana perasaan anda ’mood’ Apakah gembira atau sedih ? " Bila mengalami depresi.Pendengaran Pusing " Apakah anda mengalami pusing atau episode dimana dunia terasa berputar ’ vertigo’ ? " Pusing mungkin berasal dari kelainan jantung sehingga palpitasi harus selalu ditanyakan pada keadaan seperti itu. perasaan bersalah. *Rasa kuatir dan anxietas " Apakah anda cenderung kuatir ? " " Adakah waktu tertentu dimana anda merasa galisah atau tegang ? " " Adakah rasa kuatir dalam pekerjaan atau keluarga anda ? " . seberapa dalam ? " " Bagaimana perasaan anda tentang masa depan ? " " Apakah seperti ini yang sering anda rasakan ? " " Sudah berapa lama ?" " Menurut anda apakah penyebabnya ? " Selidiki tentang perhatian ’ interest ’.

pada malam hari o Cara terjadi dan berakhirnya o Tanda – tanda sebelumnya atau aura o Menggigit lidah. menyerang persendian – persendian yang menyokong berat badan misalnya panggul atau lutut. dan sering asimetris. cedera dan lain – lain Epilepsi grand mal yang klasikmenunjukkan pingsan ( tidak sadar ) terjadi mendadak tanpa danya peringatan dan pada waktu sadar kembali. Pada tangan. pembengkakan sendi –sendi interfalang hingga membentuk kumparan. atau pembengkakan sendi. kekakuan. penderita merasa pusing dengan sakit kepala. dan tidak dapat menahan buang air. lidah nyeri. Kejang atau pingsan Hal – hal terinci berikut harus dicari dari penderita atau orang yang mengetahui : o Lamanya o Frekuensi dan lama serangan o Waktu serangan misalnya bila berdiri. disertai pembengkakan sendi –sendi meta – karpo falangea. Gout biasanya menyerang satu sendi." Ada kekhawatiran dalam keuangan ? " Tidur " Adakah kesulitan tidur ? " " Apa anda bangun terlalu pagi ?" " apakah anda gelisah ketika tidur atau sering terbangun di malam hari ? ’ Kesulitan tidur biasanya berkaitan dengan depresi atau anxietas. pertama. Terdapat banyak penyebab dari atritis ( sendi membengkak. seperti sendi metatarsofalangea. Sistem Lokomotor Tanyakan tentan nyeri. Atritis reumatoid merupaan penyakit autoimun umum dengan sendi – sendi yang terserang simetris. nyeri tekan dan sakit ) dan atralgia ( nyeri pada persendian ). Osteoatritis merupakan sendi yang seolah " habis terpakai ". tetapi kemudian dapat berkembang menyerang tangan secara luas dengan benjolan asam urat (9 tophi ) pada beberapa sendi yang asimetris. . kontrol sfingter hilang.

Wajah: . Trauma. Deformitas kepala dijumpai pada: Penyakit paget→frontal bossing: menonjolnya tulang-tulang frontal. d. dan tampak matanya menunjukkan "the setting sun sign"). . Mikrosefali atau anencefali karena kelainan congenital. c.Rickets (berbentuk kotak).Penyakit Paget (disertai pembesaran pembuluh darah. Nyeri ketuk: pada daerah sinus/ mastoid yang terkena pada sinusitis dan mastoiditis.Syphilis congenital (dengan benjolan/ penebalan simetris pada dahi yang disebut Parrot’s node). b.PEMERIKSAAN FISIK KEPALA Bentuk: Kepala normal : ukuran rata-rata dan bentuknya bulat. . Pada waktu bayi tidur hanya pada satu sisi. deformitas). . Kraniostosis→bila suatu sutura menutup secara premature. Makrosefali pada : -Hydrocephalus (dengan sutura lebar. Tumor. orbita seolah tenggelam. Kepala abnormal : a.

hitam. mulut selalu terbuka. . Warna muka : Pucat : pada penderita AI. Merah seperti buah ceri : fase akut keracunan CO atau CN. lubang hidung besar. mata cekung. hipertrofi tonsil dan adenoid : "facies Adenoid"  tampak seperti orang bodoh. wajah penderita kelihatan berwarna hijau. Kemerahan: pada orang yang menderita penyakit katup mitral. teregang. mengering dan terasa panas. payah jantung. Sianosis : nyata ditemukan pada orang yang mempunyai cacat jantung bawaan disertai shunt dari kanan ke kiri. kebiruan atau kelihatan seperti warna timah. warna. c. keadaan hipoksia lainnya. a. PPOK. Ikterik : pada orang yang mempunyai gangguan pada hati yang berat. bentuk. Dehidrasi: "facies Hipocrates"  hidung tajam.Periksa : ekspresi. cuping telinga memanjang dan pengerutan wajah premature. Ekspresi wajah dapat menunjukkan watak dan emosi atau keadaan sakit. pelipis di sekitar dahi kasar. b. lepra : "facies Leonina" (wajah seperti wajah seekor singa)  alis mata rontok.

myxedema. lensa. Rambut: Periksa warna. hipertiroidisme. Sindroma Cushing : muka bulat seperti bulan purnama "moon face". pupil. tidak berkilat. Paralisis N. cornea. kekeringan. anemia perniciosa. kelebatan. distribusi Perubahan warna rambut terjadi pada: malnutrisi atau kwarshiorkor menjadi pirang seperti rambut jagung. bila tadinya keriting menjadi lurus. mudah rontok hingga menjadi tipis. Kalau diminta mengerutkan dahi maka sisi yang terkena tetap licin dan kelopak mata pada sisi yang terkena tidak dapat di tutup. Pada hipertiroidisme: wajah hyperalert. sindrom horner. iris. disertai alis mata meninggi dan imobilitas wajah. Pada lepra alis dan bulu mata rontok sama sekali ("madarosis") Pada malnutrisi bulu mata panjang-panjang. penyakit Simmond atau karena trauma emosionil yang berat. conjungtiva. sclera. kelopak mata.VII satu sisi : asimetris. . Pada myxedema: seperti mengantuk. alis mata menipis terutama bagian sisi pada orang tua.kering. alopesia. syphilis tampak menjadi botak terutama di bagian belakang seperti dimakan ngengat "moth eaten appearance". Rambut yang mudah rontok pada DM. menonjol pada kelopak mata terutama di bagian medial dihubungkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. otot wajah pada sisi yang terkena mengalami kelumpuhan dan penderita tidak mampu bersiul. myxedema. Penderita penyakit berat : wajah toksik demam tifoid berat. Uban yang timbul di usia muda mungkin karena keturunan. juga pada demam tifoid. atau belang-belang seperti bendera –"flag sign". Kelopak mata ptosis pada kelumpuhan NIII. Xanthelasma yaitu bercak kekuningan. tak bermimik. Myasthenia gravis. bola mata. Mata: Periksa alis mata.Penyakit Parkinson: wajah seperti memakai topeng. atau karena jamur pada rambut atau kulit kepala.

glaucoma. Jarak yang jauh antara kedua bola mata disebut hypertelotrismus terdapat pada sindroma down.Oedema kelopak mata pada orang yang habis menangis hebat.unilateral : tumor. sinusitis. alergi. bila: . penyakit cacing. meningocele . radang mata. pada hipertiroidisme (tanda dari Enroth) dan pada trombosis sinus cavernosus Pada glomerulonefritis. Bola mata yang menonjol disebut exophtalmus atau proptosis. perdarahan. sindroma nefrotik. pilek hebat. oedem kelopak mata terutama tampak pada saat waktu bangun tidur pagi-pagi. Pada fractura basis cranii timbul hematoma di sekitar mata hingga seolah memakai kacamata(brill hematome).

conjunctiva palpebra inferior tampak pucat pada anemia.tanda Stellwag : mata jarang berkedip .pterygiuum (penebalan conjunctiva bulbi berbentuk segitiga yang puncaknya dapat mencakup sampai pada cornea.tanda moebius : ketidakmampuan mata untuk berkonvergens pada sebuah objek yang diletakkan di depan hidung .tanda dalrympel : retraksi kelopak mata atas .tanda Riesman : bila kelopak mata ditutup didengar dengan stetoskop terdengar arterial bruit j. Pada penyakit basedow selain exophtalmus dan tanda enroth juga dijumpai: .tanda von graefe : bila melirik ke bawah kelopak mata atas tertinggal .. biasanya terdapat pada bagian nasal) .tanda Rosenbach : kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna . Tampak petechie/ purpura pada endokarditis bakterialis.bilateral : kemungkinan trombosis sinus cavernosus atau penyakit basedow i. Bola mata : tekanan dalam bola mata diperiksa dengan 2 jari pada bola mata yang ditutup dan melirik ke bawah * tekanan tinggi (terasa keras) terdapat pada glaucoma dan hipoglikemi * tekanan rendah (terasa lunak) terdapat pada hiperglikemi k. memerah dan berair pada radang.tanda Joffroy : tidak ada kerutan dahi pada waktu melirik ke atas . Pada conjunctiva bulbi mungkin terdapat: .

Bila annulus/ arcus senilis (pada limbus cornea) berwarna hijau kecoklatan atau merah atau kuning kehijauan disebut cincin Kayser Fleischer yang dijumpai pada penderita penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler) Pupil mata .midriasis : pupil melebar misalnya: berada di tempat gelap.phlycten (benjolan putih kekuningan dikelilingi zona merah.normal : bentuknya bulat. cincin atau setengah lingkaran berwarna putih keruh agak di sebelah medial daripada limbus cornea disebut arcus senilis.. terdapat pada trachoma) .penyinaran pada pupil yang satu akan menyebabkan pupil satunya lagi akan ikut mengecil  reflex cahaya tidak langsung dan reflex konsensuil pupil juga akan mengecil bila mata berkonvergensi dan berakomodasi tes dengan menyeluruh pasien melihat dengan kedua mata ujung jari dokter pada jarak kira-kira setengah meter di depan hidung pasien kemudian digerakkan perlahan –lahan mendekati ujung hidung pasien . Pada osteogenesis imperfecta sclera berwarna kebiru-biruan Kornea. kekuningan akibat hyperpigmentasi berupa bercak-bercak tidak merata. regular (tepinya rata) dan isokor (diameter pupil dan kanan sama) . pada keadaan ikterus berwarna kuning merata. sering terdapat pada orang tua terutama yang berkulit warna.pannus (neovaskularisasi dan infiltrasi di conjungtiva bulbi. Pada orang tua. mungkin reaksi alergi terhadap protein kuman Mycobacterium Tuberculosis atau cacingan) Sclera. atau diberi atropine atau pada seorang morfinis (pinpoint pupil) .

daerah sekitar telinga. liang telinga. biasanya pada penderita gout pada tetani.Lensa mata tampak keruh pada katarak misalnya pada orang tua (katarak senilis) atau pada DM. hypoparatiroidisme. . terdapat tanda Chvostek yaitu bila daerah pipi tepat di depan daun telinga diketuk dengan satu jari. membrane tympani daun telinga seorang cretin relative besar tophi : benjolan (nodul) keras. putih kekuningan merupakan deposit asam urat. sinar UV atau sinar x. menyebabkan kontraksi/ spasme otot-otot muka sisi tersebut. dapat juga terjadi sejak lahir karena saat di dalam kandungan ibunya menderita Rubella atau karena mata sering terkena panas. Telinga : Periksa daun telinga.

. ukuran.Hidung : Periksa bentuk. kental. keruh. liang hidung dan mukosa pada syphilis bentuk hidung seperti pelana "saddle nose" cairan yang keluar dari liang hidung bisa: lendir: pada sinusitis banyak. keruh. berbau.

dll mukosa hidung merah. DHF. demam tifoid. trauma. benda asing. warna. Labioschizis : bibir terbelah biasanya congenital. neoplasma. . difteri. kelainan a. Bibir : Periksa bentuk. hipertensi. pucat pada alergi. penyakit perdarahan.ada nyeri tekan/ ketuk pada daerah sinus darah (epistaxis) mungkin disebabkan peradangan. bengkak pada peradangan. lepra.

kedinginan. linear seperti lipatan-lipatan Bibir jarang menderita neoplasma Gigi dan gusi: Periksa kebersihan oral. sering terdapat pyorrhea alveolaris (retraksi gusi. anemia sianotik pada decompensatio cordis. alergi bibir kering pada dehidrasi. jumlah dan kelainan gigi. pneumonia/ Pada defisiensi vit B12 mungkin dijumpai cheilosis yaitu lecet-lecet pada sudut mulut.a. oedem angioneurotik. pocket dengan pus berbau di . kelainan bronchopneumonia. demam bibir pucat pada shock. DM. jantung congenital. warna mukosa dan pembengkakan gusi pada DM. yang bila meradang/ terkena infeksi misalnya oleh candida disebut perleche Pada syphilis congenital pada sudut mulut mungkin terdapat raghades yaitu parut kecil-kecil. bibir bengkak mungkin karena trauma. asthma bronchiale berat.

5ppm) terjadi mottled enamel pada giginya (bintikbintik pada gigi berwarna kuning kecoklatan) Warna mukosa gusi sehat adalah merah jambu (pink) Gingivitis menyebabkan warnanya menjadi merah disertai pembengkakan. gigi longgar/goyang. mudah berdarah dan terasa nyeri. pada skorbut (def vit C) gusi bengkak. banyak caries lubang. nyeri pada perabaan serasa seperti spon. karang gigi.dalamnya). letak antara gigi agak berjauhan (gigi jarang) Caries dentis sering terdapat pada orang yang kekurangan unsur fluor. pada orang yang unsure fluornya berlebihan missal dalam air minumnya (>1. Pada hypopituitarisme. gigi longgar pada penderita epilepsy yang diberi . mudah berdarah.

gusi bengkak. Lidah: Periksa ikuran.pengobatan dilantin (diphenylhydantoin). sering disertai bercak keputihan seperti bekas susu pada kandidiasis. misalnya pada wanita hamil. merah. myxedema. mudah berdarah pada gusi mungkin dijumpai tumor (fibroma). warna dan kelainan pada cretin. gusi bengkak. akromegali. mudah luka. kenyal. Pada dehidrasi lidah mengecil. karena terjadi hyperplasia pada leukemia. bentuk. terasa seperti terbakar. nekrotis. tanpa rasa nyeri. keriput Pada DM lidah kering. . lidah relative besar hingga menonjol keluar. Selain DM bercak kandidiasis dapat ditemnukan pada leukemia dan AIDS. kering.

Pada pellagra.Lidah kering. lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera. bengkak. Pada AIDS bercak merah coklat kehitaman sedikit menonjol di permukaan (sarcoma Kaposi). berkilat. kotor umumnya pada penderita demam. Pada scarlet fever. Pada kelumpuhan N XII lidah mencong ke sisi yang sakit bila dijulurkan. lidah seperti gambaran peta (geographical tongue). CO. atau yang bernafas melalui mulutnya. Pada neurosis. CN. sulfHB. anxietas.kiri atau saluran penafasan (misalnya PPOK) atau keracunan darah. . misalnya metHb. lidah merah. Pada penyakit Addison lidah kecil dengan bercak-bercak datar berbentuk bulat atau oval berwarna coklat kehitaman pada sindrom peutz-jegher. Tremor lidah pada penyakit Parkinson. licin. Pada demam tifoid. lidah pucat. lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. Jika seperti kerut-kerut scrotum (scrotal tongue) mungkin menderita defisiensi vitamin B. warna lidah merah magenta. Lidah sianotik pada kelainan jantung misalnya decomp. Pada anemia perniciosa. licin. hypertiroidisme. Sikatriks npada lidah mungkin dijumpai pada penderita epilepsy.

pucat pada anemia. Noma adalah gangrene progressif destruktif pada mukosa buccal hingga menyebabkan perforasi. dan saluran nafas. kelainan normal berwarna pink. Bercak koplik (bercak sebesar ujung jarum pentul. Ulkus atau perforasi pada palatum mungkin . tanda dini morbili. bercak/eflorosensi.Mukosa mulut dan palatum: Periksa warna. dijumpai pada anak-anak malnutrisi berat. sianotik pada kelainan jantung. warna putih kelabu dikelilingi zona merah di mukosa bukal berhadapan dengan gigi molar bawah. merah pada radang.

berwarna merah dan memanjang Pada AI tampak pulsasi yang sunkron dengan denyut jantung Pharynx: Periksa warna. warna. merah dengan bercak-bercak kotoran (detritus) difteri. kelainan normal: T1. ukuran. kelainan peradangan. seperti membrane putih kelabu yang melekat erat (sulit dilepaskan dari dinding pharynx dan mudah berdarah. T1bila . Tonsil: Periksa: ukuran.disebabkan syphilis Uvula: Periksa warna. gerak/pilsasi Pada peradangan.

sinus. merah. lidah.setelah diangkat T0 T0- Peradangan tonsil membesar. paru. mungkin ada detritus Bau nafas: pada uremia : bau seperti urin / amoniak pada asidosis (DM tidak terkontrol) : bau aseton pada kegagalan hati : berbau busuk (foetor hepatikus) pada difteri. berbau tikus (mousy smell) bau nafas dapat disebabkan oleh kelainan pada gigi. misal: bronkiektasis. . lambung:CA lambung. hidung. gusi. merokok.

Apabila ada tanda-tanda dan gejala-gejala sistemik yang mencerminkan efek hormon yang berasal dari leher (tiroid dan paratiroid) dan penurunan berat badan. dan trigonum posterior atau lateral untuk pencatatan dan interpretasi penemuan.Garis tengah dibatasi oleh incisura kartilago thyroidea dan incisura suprasternal. dan gejala-gejala pernafasan berupa stridor atau suara serak. sinkop. I. nyeri leher. vena jugularis interna. dan nervus vagus. kelenjar limfe. pusing.PEMERIKSAAN FISIK LEHER Pemeriksaan Fisik Keluhan pasien yang menunjukkan kemungkinan adanya penemuan penting di leher adalah : riwayat adanya massa atau benjolan . maka perlu dievaluasi dengan teliti. faring. ANATOMI Leher dibagi oleh muskulus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial. Sedangkan trigonum posterior hanya berisi kelenjar limfe. Sarung ini mengandung arteri karotis komunis. laring. . kelenjar submandibula. Muskulus sternokleidomastoideus juga menutupi vagina karotis yang terletak lateral terhadap laring. Trigonum anterior terdiri dari kelenjar tiroid. demam atau anoreksia (yang memberi kesan tumor atau infeksi). dan lemak. gangguan neurologis sementara.

membungkus trakea bagian atas dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus. . Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh. Fungsinya menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh.Kelenjar tiroid yang terdapat pada trigonum anterior.

.

Riwayat perjalanan penyakit dan tanda-tanda serta gejala yang berhubungan adalah penting. Jika suara serak tadi disertai dengan adanya benjolan tiroid. memberi kesan adanya peralisis pita suara oleh penekanan nervus laringeus rekuren oleh tumor. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Massa leher Pasien sering merasa bahwa benjolan atau massa di leher sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. . Letak massa dan sifat fisiknya memberikan informasi diagnostik tambahan yang berguna. III. Oleh karena itu mereka sering gelisah. massa leher harus dicurigai ganas. Nyeri leher Letak. Suatu massa yang timbul setelah makan atau minum adalah khas untuk kantong faringeal atau divertikulum esophagus letak tinggi. Tiroiditis menyebabkan rasa nyeri pada bagian anterior leher yang bertambah berat bila daerah tersebut. Nyeri yang timbul pada gerakan kepala berasal dari struktur musculoskeletal. Rasa nyeri yang disebabkan peradangan faring dapat dialihkan ke daerah submandibularis dekat angulus mandibula. sifat. Suatu massa yang membesar lebih bermakna kerimbang massa yang telah ada selama bertahun-tahun. sampai terbukti demikian. terjepit pakaian atau pada waktu menelan. Jika benjolan di leher tersebur disertai nyeri kemungkinan besar terdapat infeksi akut. Benjolan di leher seorang pasien di bawah 20 tahun kemungkinan suatu pembesaran kelenjar getah bening tonsilar atau massa kongenital. tumor. Diantara umur 20-40 tahun. dan keadaan nyeri leher memberi petunjuk yang berguna tentang kemungkinan penyebabnya. Diatas 40 tahun. meskipun dipertimbangkan juga kemungkinan limfoma. Jika massa itu terletak di garis tengah kemungkinan besar suetu kista tiroglossus. lebih umum penyakit tiroid.II. Hubungan antara infeksi saluran nafas bagian atas dengan benjolan pada leher biasanya menunjukkan bahwa kelenjar limfe berfungsi normal. atau gangguan neurologist pada pita suara dan kotak suara. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan leher: Inspeksi Kulit efloresensi leher. Umur pasien juga ada hubungannya dengan penilaian massa leher. Suara serak Suara serak menujukkan adanya peradangan. Nyeri yang berasal dari jantung dapat dialihkan ke leher bagian depan tengah atau rahang.

spasme otot Rentang gerakan leher Pembesaran kelenjar (tiroid. KGB) Palpasi Trakea Tiroid dari anterio r dan posteri or KGB dan arteri karotis Auskultasi Jika perlu Bruit (dari tiroid. parotis.Sikap kepala. trakea dan arteri karotis ) Tes Rentan g geraka n .

Palpasi dilakukan baik dari depan maupun dari belakang pasien. Misalnya pada tuberculosis vertebra servikalis. ke ujung rahang untuk kelenjar submentalis. tetanus. limfoma malignum. ke dalam trigonum anterior. sepanjang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba untai servikalis superfisialis. Tortikolis. dan keatas ke untai aurikularis anterior di depan telinga. yang terdapat superficial terhadap prosesus mastoideus. Palpasi Untuk memastikan keterangan yang telah diperoleh dari inspeksi. yang mana pada keadaan ini leher miring pada arah yang sakit dan sukar digerakkan karena rasa nyeri. Dari depan. leukemia. konsisstensi. konsistensi. Kelenjar limfe. misalnya kaku kuduk pada meningitis.Pengisi an vena (tentuk an nilai JVP) Inspeksi Pada inspeksi leher tentukan adakah: Asimetri karena pembengkakan. gagal jantung kanan. ke atas tepian rahang untuk meraba kelompok tonsilaris. maka dilakukan palpasi. Palpasilah suatu massa untuk menentukan letak. Jika terdapat bendungan aliran darah ke vena torakalis. melintasi muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba rantai servikalis profunda di sebelah dalam muskulus. Pulsasi yang abnormal atau bendungan vena. vena-vena jugularis akan menonjol. Kelenjar tiroid (struma). Bila didapati. Pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. Terbatasnya gerakan leher yang dapat disebabkan adanya pembengkakan leher. yang dapat disebabkan aneurisma arteri karotis. dituliskan besarnya. Kekakuan pada leher. palpasi dapat dimulai dari daerah oksipital. . serta nyeri tekan. Perhatikan ada tidaknya pembesaran. Untuk memastikannya dilakukan palpasi. ukuran dan mobilitasnya. lalu perkirakan berapa besarnya. sepanjang rahang untuk meraba kelompok submaksilaris. Pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar. tangan pemeriksa digerakkan kea rah aurikularis posterior. Misalnya pada tumor intratorakal (sindrom vena jugularis). ke bawah ke trigonum posterior untuk merba untai servikalis posterior.

sternokleidomastoideus ke lateral dan kartilago thyroidea ke medial. Penyakit metastasis memberi kesan keras seperti batu pada jari yang meraba. Letakkan tiga jari anda di sisi kartilago thyroidea. Kartilago tiroidea merupakan struktur yang paling menonjol di garis tengah. Bila digerakkan ke lateral teraba krepitasi sewaktu ia menggeser melewati bagian anterior vertebra servikalis. . Kartilago hyoidea terletak di atas kartilago tiroidea. Pembesaran fisiologis kelenjar limfe sebagai respon terhadap fungsi penyaring yang aktif. tidak nyeri atau ada nyeri tekan. Dengan hatihati geserlah m. bisa bebas atau melekat. yang dapat digerakkan bebas ke kanan dan ke kiri tapi tidak dapat ke atas dan ke bawah.Kelenjar limfe dapat terpisah atau menyatu. Bila kelenjar mengandung limfosit polimorfonuklear (limfadenitis). Selanjutnya palpasi arteri karotis. kenyal dan tidak melekat. kornu lateral kartilago hyoidea mungkin mengalami osifikasi dan teraba seperti kelenjar limfe yang keras seperti batu. Jika tidak ada krepitasi seperti itu mungkin menunjukkan adanya suatu massa pada ruang retrofaringeal. menyebabkan kelenjar limfe bersatu karena biasanya terjadi perluasan penyakit ke periskapular. Pada orang tua. terdapat nyeri tekan. biasanya menyebabkan pembesaran yang tersendiri. Limfoma dan kadang-kadang karsinoma. bisa seperti karet atau keras seperti batu.

kemudian tentukanlah garis bentuk lobus lateral. Bila tidak. lakukanlah palpasi dengan jari menyilang trakea.sternokleidomastoideus.Periksalah kelenjar tiroid dari depan dan rabalah dari depan dan dari belakang. kemungkinan tumor yang bukan berasal dari kelenjar tiroid. kedua tangan dapat melakukan palpasi secara serentak. sekali lagi rabalah kelenjar tiroid yang membesar. . Tiroid normal tidak mudah teraba. Suruh pasien menelan. waktu menelan akan teraba sebagai jaringan yang berjalan ke atas di bawah jari anda. Mula-mula.sternokleidomastoideus dan ujung jari anda pada garis tengah tepat di atas incisura sternalis. Mulamula pasien diminta untuk sedikit fleksi leher. kemudian letakkan jari-jari anda medial terhadap m. Jika anda pindah ke belakang pasien. dalam posisi ini. Bila kelenjar tiroid membesar. Letakkan ujung jari anda pada pinggir lateral m.

maupun suatu keadaan hipertiroid. Auskultasi Auskultasi dilakukan pada tiroid yang membesar. Bising . yang cenderung untuk suatu keadaan vaskularisasi yang bertambah (misalnya pada suatu keganasan. Bahan ateromatosa yang menonjol ke lumen mengganggu aliran lamellar dan menimbulkan arus yang turbulen yang terdengar sebagai bising sistolik.C. dengarkan di tiap sinus karotis kemungkinan adanya aliran turbulen pada pembuluh darah atau bising karotis (carotid bruit). Jika pasien berusia diatas 50 tahun. tirotoksikosis). untuk mengetahui adakah bruits pada kelenjar tiroid tersebut. Auskultasi dilakukan dari arah depan. Pada arteri karotis sering terjadi suatu proses aterosklerosis.

Hentikanlah aliran darah vena dari kepala dengan jari anda. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis Pemeriksaan dilakukan pada vena jugularis eksterna kanan karena ia merupakan hubungan (sambungan) langsung dari vena kava superior. menuju ke angulus mandibula. yang ditemukan secara kebetulan karena dengung vena (venous hum) dapat didengar pada dasar leher dan incisura suprasternalis.sistolik dan diastolic. melewati m. Pada gagal jantung kanan. Pasien berbaring dengan kepala pada tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat. kosongkan vena di bawah jari anda yang menekan tersebut dan perhatikan pengisian vena jugularis dari bawah. IV. Periksalah vena jugularis eksterna yang berjalan ke medial dari pertengahan klavikula. Pada gagal jantung kiri. Dengan jari lainnya. bendungan di ventrikel kanan diteruskan ke atrium kanan dan vena kava superior sehingga tekanan vena jugularis meninggi. Pakailah senter kecil untuk menerangi leher dari sudut tangensial. D. Tindakan ini akan menimbulkan bayangan yang akan membantu anda melihat fluktuasi dalam kolom darah pada vena jugularis.sternokleidomastoideus. bendungan di ventrikrl kiri diteruskan ke atrium kiri dan vena pulmonalis dan kemudian tertampung di dalam paru. PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER .

Kelenjar limfe yang lunak. Wajah pasien. nodularitas. nodul multiple. keras seprti kayu menandakan adnya tiroiditis kronis. dan ukuran. demikian pula kelenjar yang baru membesar.sifat yang membantu menentukan arti pembesaran adalah tekstur. Gerakan leher dihambat oleh spasme hebat pada otot-otot leher (kaku kuduk). dank eras. Fleksi kepala dengan menyentuhkan dagu ke dada akan menimbulkan nyeri hebat. dan tekstur. tunggal. periksalah tiga sifatnya: limfadenpati yang berhubungan. Kelenjar limfe yang keras seperti karet melekat satu sama lain menandakan adanya limfoma. Kelenjar yang teraba pada trigonum servikalis anterior. Goiter atau pembesaran tiroid menandakan adanaya hiper atau hipoaktif dari kelenjar. Biasa juga disebabkan oleh kanker laring. Benjolan di garis tengah tidak pernah berasal dari kelenjar limfe. lobus piramidalis yang terletak di garis tengah dapat diraba dengan mudah. Benjolan lateral yang bukan berasal dari kelenjar limfe mencakup aneurisma arteri karotis. faring. Nodul multiple menandakan adanya goiter. higroma kistik dan celah kista brankialis. sedangkan pembesaran kelenjar yang nyeri tekan menyarankan adanya tiroiditis akut. Kelenjar yang membesar.Meningitis menyebabkan spasme leher dan nyeri. Kelenjar yang membesar disebut goiter. menandakan kemungkinan adanya gangguan. . faringitis dan tonsilitis yang tersering. Goiter ditandai pada palpasi teksturnya difus (homogen) atau nodular (teraba massa multiple). atau tiroid. Kelenjar limfe yang nyeri tekan menandakan adanya peradangan. penampilan fisik (habitus) dan sifat lainnya dapat memberikan petunjuk khusus akan adanya gangguan fungsi tiroid. Limfadenopati kenyal yang berhubungan menandakan adanya tumor. tidak nyeri dan teraba menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan. Pada penyakit tiroid yang menyebabkan pembesaran difus. Bila anda meraba nodul tiroid.kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor.

.

NERVI CRANIALIS Saraf otak ada 12 pasang. Lesi dapat terjadi pada serabut saraf atau bagian perifer (infranuklir). A. dan biasanya dinyatakan dengan angka romawi I-XII. Nervus Olfaktorius (N. sedangkan saraf otak lainnya (III-XII) mempunyai bangunan dan fungsi mirip saraf spinal dan bereaksi mirip dengan saraf spinal terhadap proses penyakit. Bila inti rusak akan diikuti oleh degenerasi saraf perifernya. Saraf I dan II berfungsi mirip jaringan otak.I) . pada inti (nuklir) atau hubungannya ke sentral (supranuklir). Memeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit.

cuka. B. Tiap lubang hidung diperiksa satu persatu dengan jalan menutup lubang hidung yang lainnya dengan tangan. tembakau. Juga untuk mengetahui apakah gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit hidung lokal.V) seperti mentol. jeruk. the. Cara pemeriksaan: periksa lubang hidung apakah ada sumbatan atau kelainan setempat misalnya polip. Nervus Optikus (N. alkohol. Pemeriksaan: Tujuan: untuk mendeteksi adanya gangguan menghidu. menghidu (penciuman. yaitu mencium bau. zat pengetes didekatkan ke hidung pasien dan suruh menciumnya. Jangan menggunakan zat yang dapat merangsang mukosa hidung (N. amoniak. Kerusakan saraf ini menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia). Dengan mata pasien tertutup. Zat pengetes yang digunakan sebaiknya zat yang dikenali sehari-hari misalnya kopi.II) . atau berkurangnya penciuman (hiposmia).Nervus Olfaktorius merupakan saraf sensorik yang fungsinya hanya satu. pembauan).

III) Superior Trochlear (N. Mucle Innervation Primary function elevation Secondary function intorsion extorsion Tertiary function adduction adduction Superior rectus Occulomotor (N.IV) E. Nervus Trokhlearis (N. Jika ada gangguan kampus penglihatan. Dari khiasma optikus. Kemudian pasien disuruh melihat terus (memfiksasi matanya) pada mata kiri pemeriksa dan pasien harus selalu melihat ke mata kanan pemeiksa. Jika hendak memeriksa mata kanan pasien.III) Inferior rectus Occulomotor depression (N. Setelah itu pemeriksa menggerakkan jari tangannya dibidang pertengahan antara pemeriksa dan pasien. serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikus ke korpus genikulatum lateral dan setelah bersinap disini rangsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optik kemudian berakhir di korteks yang disebut korteks striatum. Pemeriksaan: Tujuan: mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan apakah kelainan pada visus disebabkan kelainan okuler lokal atau oleh kelainan saraf.ia harus memberitahu dan hal ini dibandingkan dengan pemeriksa. Nervus Abducens (N.III) D. Gerakan dilakukan dari arah luar ke dalam. karena kesatuan fungsinya yaitu mengurus otototot ekstrinsik dan instrinsik bola mata. maka mata kiri pasien harus ditutup dengan tangannya atau dengan kertas. menyilang ke sisi lainnya di khiasma optikus. Jika pasien mulai melihat gerakan jari-jari pemeriksa. maka pemeriksa akan melihat gerakan tersebut lebih dahulu.IV) intorsion depression abduction . C.VI) Ketiga saraf otak ini diperiksa bersama-sama. Cara pemeriksaan: dilakukan dengan jalan membandingkan dengan kampus penglihatan pemeriksa yaitu dengan metoda konfrontasi dari donder. Sebagian dari serabut ini. Nervus Occulomotorius (N.III) Lateral rectus Abducens abduction (N.VI) Medial rectus Occulomotor adduction (N.Alat penangkap rangsang cahaya ialah sel batang dan kerucut yang terletak di retina. Penderita disuruh berdiri atau duduk berhadapan dengan pemeriksa dengan jarak kira-kira 1 meter. Impuls kemudian dihantarkan melalui serabut saraf yang membentuk nervus optikus. sedangkan pemeriksa harus menutup mata kanannya. yaitu serabut yang menghantarkan rangsang yang datang dari bagian medial retina.

Gerakan bola mata . Refleks pupil Perhatikan besarnya pupilpada mata kiri dan kanan apakah sama (isokor) atau tidak sama (anisokor). 4. kita tahan gerakan ini dengan jalan memegang (menekan) kelopak mata.oblique Inferior oblique Occulomotor (N. apakah ikut mengecil oleh penyinaran mata yang lainnya. misalnya jari kita yang ditempatkan dekat matanya. Ptosis Kelumpuhan nervus III dapat menyebabkan terjadinya ptosis. mata tertutup. dan tidak dapat dibuka. 5. 3. Otot polos yang mengecilkan pupil dipersarafi oleh saraf parasimpatis dan nervus III. 2. Refleks akomodasi Pasien disuruh melihat jauh kemudian ia disuruh melihat dekat. Juga perhatikan bentuk pupil apakah bundar dan tepinya rata (normal) atau tidak. sedangkan yang melebarkan pupil disarafi serabut simpatis (torakolumbal). yaitu klopak mata yang terjatuh. Refleks pupil terdiri dari reaksi cahaya langsung dan tak langsung (konsensual). Bila demikian disebut refleks cahaya tidak langsung (konsensual) positif. Pada kelumpuhan nervus III refleks ini negatif. Hal ini disebabkan kelumpuhan m. Kedudukan (posisi) bola mata Perhatikan apakah bola mata menonjol (eksoftalmus) atau selah-olah masuk kedalam (enoftalmus). eksoftalmus. Mata pasien difiksasi pada benda yang jauh letaknya.III) extorsion elevation abduction Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: selagi berwawancara dengan pasien perhatikan celah matanya. Positif bila terlihat pupil mengecil. 1. levator palpebra pasien disuruh memejamkan matanya. levator palpebra. Untuk menilai tenaga m. dan apakah ada strabismus. Waktu ia membuka mata. kemudian ia disuruh membukanya. Bila demikian disebut refleks cahaya langsung positif. setelah itu mata di senter dan dlihat apakah ada reaksi pada pupil. Perhatikan juga pupil mata yang tidak disinar. apakah ada ptosis. Pada keadaan normal pupil mengecil. Besarnya pupil dipengaruhi banyak faktor terutama intensitas cahaya.

rasa nyeri. Bagian motorik mengurusi otot mengunyah. Nervus Oftalmikus Nervus Maksilaris Nervus Mandibularis Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: untuk memeriksa bagian motoris. . atas medial.V) Terdiri dari dua bagian yaitu bagian sensorik (porsio mayor) dan bagian motorik (porsio minor). Bagian sensorik mengurus sensibilitas dari muka melalui ketiga cabangnya yaitu. F. pasien disuruh merapatkan giginya sekuat mungkin dan kemudian perhatikan besarnya tonus dan konturnya. medial. dengan menyelidiki rasa raba.Pasien disuruh melihat mengikuti jari pemeriksa yang digerakkan ke arah lateral. Untuk memeriksa bagian sensorik. Kemudian pasien disuruh membuka mulut dan perhatikan apakah ada deviasi rahang bawah. bawah lateral. atas. bawah medial. bawah dan ke arah miring yaitu atas lateral. Perhatikan apakah mata pasien dapat mengikutinya dan bagaimana gerakan bola mata. Nervus Trigeminus (N. tanyakan juga apakah telihat benda kembar (diplopia). Kekuatan otot dapat dinilai dengan menyuruh pasien menggigit suatu benda. suhu daerah-daerah yang disarafinya. apakah lancar dan mulus atau kaku.

VII) Nervus Fasialis merupakan saraf motorik yang menginervasi otot-otot ekspresi wajah (UMN dan LMN). dan sudut mulut. Bila ringan maka tenaga pejaman kurang kuat. Dalam hal ini kerutan dahi menghilang. Bila asimetris wajah jelas. plika nasolabialis. simetris atau tidak. pasien dapat mengangkat alis dan mengkerutkan dahinya. Suruh pula pasien memejamkan mata satu persatu. sebab mendapat persarafan bilateral.G. maka disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer (LMN). Fungsi motorik perhatikan muka pasien. Pemeriksaan: 1. kerutan dahi. mengembungkan pipi. Pada kelumpuhan jenis LMN jelas adanya asimetris. Termasuk sensasi pengecapan 2/3 bagian anterior lidah. Cara pemeriksaan: Menyuruh pasien mengangkat alis dan mengkerutkan dahi Kelumpuhan UMN sesisi. mata kurang dipejamkan. Perhatikan apakah asimetris sudut mulut. plika nasolabialis mendatar dan sudut mulut menjadi rendah. Fungsi pengecapan Kerusakan N. Pada kelumpuhan jenis sentral (UMN) muka dapat simetris saat istirahat. .VII sebelum percabangan khorda timpani dapt menyebabkan ageusi (hilangnya pengecapan) 2/3 bagian anterior lidah. baru nyata bila pasien melakukan gerkan misalnya menyeringai. apakah dapat bersiul. Juga membawa serabut parasimpatis ke kelenjar ludah dan lakrimalis. Nervus Fasialis (N. mencucurkan bibir. bila tidak dapat memejamkan mata berarti matanya pada sisi yang parese. Menyuruh pasien menyeringai (menunjukkan gigi geligi). Menyruh pasien memejamkan mata Bila berat maka pasien tidak dapat memejamkan mata. pejaman mata.

Pemeriksaan saraf kokhlearis. Tes ini berguna menilai adanya disfungsi sistem vestibular.H. Pada tuli konduktif. Kemudian disuruh menentukan pada telinga mana yang terdengar lebih keras. Tes Schwabach Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa.VIII) Terdiri dari dua bagian yaitu saraf kokhlearis (pendengaran) dan saraf vestibularis (keseimbangan). Garpu tala dibunyikan kemudian ditempatkan didekat telinga pasien. Setelah pasien tidak mendengar lagi. Bila masih tedengar oleh pemeriksa disebut tes schwabach memendek.IX) . Salah tunjuk pointing) (past Pasien disuruh merentangkan tangannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa. Hal ini didaptkan pada tuli perseptif (tuli saraf). Pada telinga normal konduksi udara lebih baik dari pada konduksi tulang. mengangkat lengannya tinggi-tinggi (sampai vertikal) dan kemudian kembali ke posisi semula. Pemeriksaan saraf vestibularis Tes romberg dipertajam yang Pada tes ini pasien berdiri dengan satu kaki yang satu didepan kaki lainnya. garpu tala didekatkan ke telinga pemeriksa. Tes Rinne Membandingkan konduksi tulang dan konduksi udara. Kemudian ia disuruh menutup mata. Garpu tala dibunyikan ditekankan pangkalnya pada dahi pasien tepat dipertengahan. demikian juga dengan gangguan serebelar. Nervus Vestibulokokhlearis (N. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup. Nervus Glossopharingeus (N. Orang normal mampu berdiri dalam sikap romberg yang dipertajam selama 30 detik atau lebih. I. tumit yang satu berada didepan jari-jari kaki yang lain. Pada gangguan vestibular didapatkan salah tunjuk atau deviasi. Tes Weber Membandingkan pendengaran telinga kiri dan kanan (lateralisasi). konduksi tulang lebih baik dari pada konduksi udara.

Pemeriksaan m. Pemeriksaan m. yaitu pengecapan 1/3 bagian posterior lidah. serak (disfoni). Kemudian disuruh mengangkat bahunya dan kita tahan. Nervus Vagus (N. Untuk ini pasien menyebutkan: aaaaaaa. . kita gerakkan bagian badan pasien dan disuruh ia menahannya. sternocleidomastoideus dan m. karena kedua saraf ini berhubungan erat satu sama lain.XI) Saraf XI menginervasi m. atoni. Untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukuan cara yaitu: pasien disuruh menggerakkan bagian badan yang digerakkan oleh otot yang ingin kita periksa dan kita tahan gerakan ini. Apakah normal. sternocleidomastoideus: Perhatikan keadaan m. Fungsi pengecapan Nervus Glossopharingeus mengandung serabut aferen khusus untuk pengecapan. dan ditahan dengan tangan pemeriksa diletakkan didagu. Tempatkan tangan kita di atas bahu pasien. trapezius: Perhatikan keadaan m. trapezius pada saat istirahat dan bergerak. sternocleidomastoideus pada saat istirahat dan bergerak. Nervus Aksesorius (N. Pemeriksaan: Fungsi motorik Perhatikan kualitas suara pasien.X) Nervus IX dan X diperiksa bersamaan.J.. K. Selain itu pasien juga dapat disuruh menoleh ke kiri atau kanan. trapezius menyebabkan gerakan menoleh (rotasi) pada kepala.

Bila lidah digerakkan atau dijulurkan. Nervus Hypoglossus (N.L. Pemeriksaan Fisik Paru . Pada parese satu sisi. perhatikan apakah julurannya mencong. lidah dijulurkan mencong ke sisi yang lumpuh PEMERIKSAAN FISIK THORAX A.XII) Saraf ini mengandung serabut somato sensorik yang menginervasi otot intrinsik dan otot ekstrinsik lidah. Pemeriksaan: Suruh pasien membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak.

Pada pasien wanita perlu diterangkan untuk membuka bagian dada tersebut untuk dapat memeriksa jantung dan paru secara jelas. Pasien sebaiknya terbaring lurus terlentang. Pemeriksa sabar dan tenang. terang. berdiri di samping kanan pasien. Bila tidak dapat terbaring terlentang bias dilakukan sambil duduk dengan kaki tergantung ke bawah di pinggir bangku pemeriksaan. PALPASI. Pemeriksaan thorax ini perlu dilakukan secara berurutan dan untuk memudahkan kita melokalisasi kelainan. PERKUSI. Tapi sebelum melakukan keempat tahap di atas ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemeriksa. Pasien sebaiknya telanjang pada bagian atas dada sampai batas pinggang. pada dinding thorax ditetapkan garis-garis / linea-linea imajiner sebagai berikut : Garis-garis vertikal : .Pemeriksaan fisik paru terdiri atas INSPEKSI. yaitu : Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang. dan AUSKULTASI. dan usahakan ada di ruang tertutup agar pasien tidak merasa malu serta usahakan ada pendamping.

Di Depan ( ventral ) : o Garis midsternalis o Garis sternalis kanan dan kiri o Garis midclaviculari s kanan dan kiri o Garis parasternalis kanan dan kiri Di Sisi ( lateral ) : o Garis axillaris anterior o Garis axillaris media o Garis axillaris posterior Di Belakang ( dorsal ) : o Garis midspinalis o Garis scapularis kanan dan kiri o Garis midscapularis kanan dan kiri Garis-garis horizontal : .

Di Depan dan sisi adalah sela-sela iga Di belakang adalah garis-garis horizontal setinggi vertebrae thorakal .

Proyeksi permukaan struktur tulang thorax dan lobus pulmonary dengan tempat-tempat garis thorax anterior. Proyeksi permukaan lobus paru kanan terhadap garis thorax lateral .

Proyeksi permukaan visera paru posterior terhadap garis thorax posterior Urutan Pemeriksaan Dada (Bila pasien duduk selama pemeriksaan) Posisi Pemeriksa Berhadapan dengan pasien Manuver Inspeksi dinding dada anterior Inspeksi dan palpasi posisi trakea Inspeksi gerakan pernafasan Hitung pernafasan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis Perkusi angulus costo vertebralis Palpasi gerakan pernafasan Perkusi peranjakan diafragma Perkusi paru (posterior) Auskultasi paru (posterior) Pada sisi kanan dan kiri pasien berurutan Inspeksi dinding dada lateral Menghadap punggung pasien .

lihat apakah : a. Abnormal: Dada paralitikum o Dada kecil. diameter anteroposterior besar o Sela iga lebar. gepeng. angulus costae 70o – 90o b. iga lebih horizontal o Pada potongan melintang jadi membulat o Tulang punggung melengkung ( kifosis ) Berhadapan dengan pasien . Normal Simetris. potongan melintang bentuk elips. diameter anteroposterior pendek o Sela iga sempit. Perhatikan bentuk dada atau thoraks dalam keadaan tidak bergerak ( statis ). iga lebih miring / vertical o Angulus costae < 70o o Scapula menonjol ke belakang o Terdapat pada pasien malnutrisi tuberculosis o Sinonim : Pthisic – chest Dada tong o Dada mengembung.Perkusi paru (lateral) Auskultasi paru (lateral) Auskultasi paru (anterior) Perkusi paru (anterior) I. iga-iga tidak terlalu horizontal / vertical. INSPEKSI Pada inspeksi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan : 1. sela iga tidak terlalu lebar / sempit. diameter anteroposterior : diameter lateral = 5 : 7.

Kelainan ini terlihat pada pemeriksaan dari samping. o Sinonim : Barrel – chest atau dada emfisematikus Kifosis : Melengkungnya ( lordosis ) kurvatura vertebra pada posisi anterior posterior secara berlebihan dari normal. emfisema. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari belakang. . Kemungkinan karena kebiasaan berposisi jelek sejak kecil atau poliomyelitis. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). proses penuaan. Kifosis dorsalis ringan Kifosis dorsalis berat (gibbus) Scoliosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke lateral.o Angulus costae > 90 o o Terdapat pada : bayi ( normal ). Jika berbentuk anguler ( sudut ) = gibbus. Jika seperti busur ( arkuer ) kemungkinan karena osteoporosis. yang terdapat pada penderita spondilitis TBC.

Kompresi pada jantung atau pembuluh darah yang besar dapat menyebabkan murmur. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. Sinonim : Funnel . Pectus excavatum : Dada dengan tulang sternum yang mencekung ke dalam. Perubahan letak ke arah posterior dari sternum bawah. . atau tumor intra abdominal.chest Pectus carinatum : Dada dengan tulang sternum menonjol ke depan. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. Perubahan letak ke arah anterior dari sternum.Lordosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke anterior. Sinonim : Pigeon – chest atau dada burung. Kemungkinan karena hamil tua. Perbatasan kartilago kosta terhadap sternum relatif tertekan. ascites.

Area yang mengalami cedera bergerak ke dalam selama inspirasi dan ke arah luar saat expirasi. C ) .Flail – chest : Gerakan pernafasan abnormal yang berkaitan dengan fraktur iga multiple. Terdapat pada penderita rachitis. Rachitic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan rawan iga di dada membentuk benjolan sehingga menyerupai untaian biji tasbih. Scorbutic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan tulang dada seolah menonjol karena tulang dada mengalami depresi sehingga tampak juga seperti untaian biji tasbih. Terdapat pada penderita skorbut ( defisiensi vit.

Ben dungan vena Emf isema subkuti s Gine komast ia ( pada pria ) atau mamm ae atrofi / tumor Pen yempit .Kelainan lain pada dada yang sering ditemukan: Kuli t : warna. tonjola n tumor. spider nevi (sirosis hepatic ). luka operasi . bekas jaringa n parut. bintikbintik.

dan pada . Dada dalam keadaan bergerak / dinamis : Frekue nsi pernafa san : Frekue nsi pernafa san normal pada pria 14-18 x / menit sedang kan pada wanita adalah 16-20 x / menit.an sela iga Pele baran sela iga saat expiras i (obstuk si mekani sme pentil pada bronku s) 2.

pneum onia. anxieta . kelaina n serebra l. misaln ya pada pemak aian overdo sis obatobat narkoti k. misaln ya pada decom pensati o cordis. Bradip noe : frekue nsi nafas <14x / menit. Takipn oe : frekue nsi nafas >20x / menit.bayi adalah 30-50 x / menit.

Sifat pernafasan : . asidosi s.s.

.

bila terbali k mungk in ada .Pada wanita sehat umum nya pernafa san thoraka l lebih domina n dan disebut thorak oabdomi no.

kelaina n pada rongga thorax atau dindin gnya. pernafa san abdomi nal lebih domina n dan disebut abdomi nothorak al. bila terbali k kemun gkinan mender ita periton itis atau paralys is diafrag ma. Kelain an ini diseba bkan bentuk anatom i dada dan perut . Sedang kan pada pria sehat.

Di sampin g itu adakah terlihat bagian dada yang terting gal dalam pernafa san. . misaln ya pada pasien TBC lanjut atau PPOK. misalnya pada pasien PPOK dan asma. Perhati kan juga apakah terdapa t pemak aian otototot bantu pernafa san. pernafasan seperti menghembus sesuatu lewat mulut. Jenis pernafasan lain adalah : Pernafasan dengan pursed lips.wanita yang berbed a dari pria.

pemeriksa hendaknya juga mendengar kelainan yang langsung dapat didengar tanpa bantuan alat pemeriksa : Suara batuk ( kering dan berdah ak ) menunj ukkan adanya ganggu an dalam saluran . tekanan intracranial meninggi. Terdapat pada asidosis ( misalnya pada DM tidak terkontrol dan gagal ginjal ). Bentuk kelainan irama pernafasan tersebut kadang-kadang dapat ditemukan pada orang normal tapi gemuk ( obesitas ) atau pada waktu tidur. Normal : Dilakukan secara teratur dengan fase-fase inspirasi-ekspirasi yang teratur secara bergantian. Pernafasan cuping hidung ( lebih terlihat pada pasien anak kecil ) B. Hal ini terjadi karena terlambatnya respon reseptor klinis medulla otak terhadap pertukaran gas. kemudian makin mengecil hingga apnoe ( tidak bernafas ) beberapa saat lalu mulai lagi dengan amplitude yang kecil. barbiturat.Pernafasan dengan mengambil nafas lewat mulut dan mengeluarkan lewat hidung. makin lama makin besar dan kembali lagi seperti tadi dan seterusnya. Pernafasan Biot : irama pernafasan yang sama sekali tidak teratur. atau uremia. ii. Terdapat pada kerusakan otak. Keadaan ini biasanya merupakan pertanda kurang baik. Terdapat pada : decompensatio cordis kiri. Pernafasan Kussmaul : pernafasan cepat dan dalam (takipnoe disertai hiperpnoe). Sinonim : pernafasan ataxic. keracunan opium. hypoxia kronik. Irama pernafasan i. Di samping melihat keadaan-keadaan tersebut di atas. misalnya pada pasien pneumonia. Abnormal : Pernafasan Cheyne – Stokes : amplitudo pernafasan mulai dari kecil makin lama makin besar sampai mencapai yang tertinggi.

Suara mengi ( wheezi ng ) yaitu suara nafas berbun yi ngikk yang terdeng ar selama fase inspira si dan ekspira si karena terjadi penye mpitan jalan udara. . Stridor adalah suara nafas ngorok secara teratur. Terjadi karena adanya penyu mbatan daerah laring.bronku s / bronki olu.

atau ada benda asing di trakea. Suara serak ( hoarse ness ) yang terjadi karena kelump uhan pada saraf .Stridor dapat berupa inspirat oir ( ganggu an pada saluran nafas atas ) dan ekspira toir ( gangua n pada saluran nafas bawah) . misaln ya pada tumor. perada ngan pada trakea.

pada penyak it paru suppur atif dan kanker paru Sia nosis perifer pada ujungujung kuku jari tangan menunj ukkan hipoks emia Kar at nikotin pada peroko k berat Oto t-otot . Setelah memperhatikan hal-hal di atas. pemeriksa hendaknya juga memeriksa apakah ada kelainan pada ekstremitas atas yang berhubungan dengan penyakit paru seperti : Jari tabuh (clubbi ng).laring atau perada ngan pita suara.

tangan dan lengan yang megeci l karena peneka nan nervus thoraci c I eloh tumor paru di apeks paru ( Sindro m Pancoa st ) Kelainan kepala yang menunjukkan gangguan pada paru seperti : m ata yang menge cil pada Sindro ma Horner sia nosis pada ujung lidah pada hipoks emia. Hal lain yang perlu diperhatikan pada gangguan paru adalah sputum ( dahak ) : sputum banyak dan purulen terdapat pada bronkiektasis .

fibrosis pada satu sisi. konsolidasi. kanker paru.90o 2. sudut yang dibentuk oleh kedua ibu jari pemeriksa ditetapkan.sputum warna merah muda dan berbusa ( pink frothy ) terdapat pada oedema paru (gagal jantung) sputum berdarah ( hemoptisis ) terdapat pada penyakit tuberculosis paru. normalnya 70o . Normal akan dirasakan sama kuatnya. efusi pleura. Tentukan amplitude gerak nafas hemithorax kiri dan kanan serta bandingkan. submandibula dan kedua axilla. emfisema. Trakea. Normal amplitudonya sama. pneumothorax. atau tumor. atau atelektasis. bronkiektasis. Bila mengeras pada satu sisi kemungkinan ada infiltrat. misal ‘tujuh puluh tujuh’ berulang-ulang dan getarannya pada kedua dinding thorax diraba oleh kedua telapak tangan yang masing-masing diletakkan pada hemithorax secara simetris. Bila trakea bergerak ke kiri atau ke kanan perhatikan apakah karena pendorongan oleh tumor atau tertarik ke bagian yang sakit ( scwharte / fibrosis apeks paru oleh tuberculosis ) Diraba apakah ada penonjolan pada dinding dada. Bila membesar  limfadenopati yang menunjukkan terdapatnya proses di daerah paru seperti kanker paru. Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada tempat-tempat yang simetris. Bila melemah pada salah satu sisi mungkin penyebabnya adalah efusi pleura. . PALPASI 1. normalnya terletak di tengah. Angulus subcostae : dengan kedua telapak tangan pada masing-masing arcus costae. atau atelektasis obstruktif. atelektasis kompresif. kemungkinan terdapat emfisema. II. Atau pada kedua sisi terdapat kelainan yang tidak sama. Dalam keadaan statis : Apakah ada kelenjar getah bening yang membesar di daerah supraklavikula. Bila tidak sama. o Vocal fremitus Pasien diminta untuk mengucapkan kata-kata apa saja. Dalam keadaan dinamis : o Gerak dinding thorax saat inspirasi dan ekspirasi.

PERKUSI Teknik perkusi dinding thorax dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Perkusi langsu ng adalah pemeri ksaand imana . Sinkron saat gerak inspirasi-ekspirasi dan teraba amat halus. III.o Friction fremitus Mungkin dapat teraba getaran pada dinding thorax akibat gesekan permukaan kedua pleura ( parietalis dan viseralis ) yang meradang / pleuritis.

dindin g dada diketuk ringan dengan ujung jari tengah. Perkusi tidak langsu ng, bagian distal jari tengah dan telunju kdari tangan yang satu kita tempel kan dengan erat pada dindin g dada, kemudi an jari tengah tangan yang lain kita gunaka n untuk menget uk dengab n kuat jari

yang ditemp elkan pada dindin g dada.

Tujuan perkusi adalah untuk memperlihatkan keadaan pekak pada tempat dimana seharusnya ada resonansi. Macam-macam bunyi perkusi : Bunyi perkusi tympan i adalah bunyi yang amat nyarin

g seperti menget uk abdom en yang kosong . Misaln ya pada perkusi yang dilakuk an pada pneum othora x. Bunyi perkusi hiperso nor adalah bunyi perkusi yang kurang nyarin g disban ding dengan bunyi timpan i. Misaln ya pada paru yang mengal ami

emfise ma. Bunyi perkusi sonor adalah bunyi yang kurang nyarin g disban ding bunyi hiperso nor. Merup akan bunyi perkusi dindin g thorax yang normal . Bunyi perkusi redup adalah bunyi perkusi yang kurang nyarin g disban ding dengan bunyi sonor.i ni timbul pada

Misaln ya pada paru dengan tumor yang besar atau atelekt asis. . Bunyi pekak ialah bunyi perkusi pada thorax bila jaringa n paru didala mnya tidak lagi terdapa t udara.paru yang terdapa t infiltrat e atau konsoli dasi. atau paru normal dengan efusi pleura.

Pada kedua hemith orax dilakuk an secara simetri s dan asimetr is. Bunyi perkusi sonor berarti kedua hemi thorax .Pemeriksaan perkusi digunakan untuk : Memer iksa keadaa n paru dan cavum pleura.

berarti kedua paru dan cavum pleura dalam keadaa n normal . Bunyi perkusi hiperso nor mungk in adanya emfise ma. . tumor atau efusi pleura. Bunyi perkusi pekak mungk in adanya suatu tumor yang besar. Bunyi perkusi redup mungk in terdapa t infiltrat e.

Norma l. Bunyi perkusi tympan i mungk in adanya pneum othora x yang besar. Meneta pkan batas paru hepar Perkusi dari atas ke bawah garis midcla vikular is kanan. batas antara bunyi sonor (paru) dan redup (hati yang .pneum onia kecil atau kavitas dalam paru.

Meneta pkan batas paru- .diliputi paru) adalah pada sela iga ke IV. dan batas redup ke pekak (hati yang tidak diliputi jaringa n paru) pada sela iga ke VI. Ini disebut peranja kan. Bila pasien dalam keadaa n inspira si dalm maka batas ini normal nya 2 jari lebih rendah.

lambun g Perkusi dari atas kebaw ah pada garis axillari es anterio r kiri dengan pasisi pasien tegak. AUSKULTASI Terdapat 2 cara untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh paru: Aunsk ultasi langsu ng terdiri . Batas bawah paru dan batas atas jantung nor5m alnya pada sela iga ke VIII IV. dan perut kosong .

Stetoskop mempunyai 2 macam ujung yaitu : Ujung bell digunakan untuk mendengar suara yang bernada rendah.dari menem pelkan telinga langsu ng pada dindin g dada Auskul tasi tidak langsu ng mengg unakan stetosk op. . Ujung membrane digunakan agar dapat mendengar suara bernada tinggi.

vesikuler tidak pada tempatnya. Suara nafas abnormal Suara nafas trakeal. Fase inspirasi:ekspirasi 3:1 2. Suara nafas normal Suara nafas trakeal Suara inspirasi ekspirasi di trachea (didengar di daerah leher) Fase inspirasi:ekspirasi 1:3 Suara nafas brnchial Berasal dari bronchus besar.Pemeriksaan ini digunakan untuk : 1. didengar pada dada bagian tengah. Keadaan ini mungkin disebabkan olehkarana bronkus/bronkiolus dan alveolus mengalami infiltrasi/konsolidasi Suara nafas vesikuler memanjang (fase ins:eks 3:2/3:3) .didengar di seluruh daerah perifer dada. Fase inspirasi:ekspirasi 1:2 Suara nafas vesikuler Barasal dari bronchus kecil/bronchiolus. bronchial.

efusi pleura. pneumo thorax. Vocal resonance . Terjadi peda perangan pada pleura. Suara nafas asmatik Ekspirasi memanjang dengan wheezing pada penderita asma bronchial. Suara tambahan Ronkhi Disebabkan adanya cairan di dalm lumen bronkus. 4. sedang dan halus. Suara nafas yang lemah Pada empiema. Suara nafas yang mengeras Pada keadaan infiltrasi/konsolidasi paru dan atelektasis Suara nafas amforik Seperti meniup kedalam botol kosong pada kavitas besar pada paru. 3. Suara nafas metamorphosing Inspirasi yang berubah mendadak dari halus menjadi kasar pada sumbatan bronkus yang mendadak lepas/hilang. karena adanya cairan pada alveolus. atau obstuksi bronkus.Terdengar bila bronkus kecil/bronkiolus mengalami penyempitan. Ronkhi basah bila cairan bersifat encer dan kering bila cairannya agak kental tergantung lumennya (bronkus besar/sedang/kecil_) ronkhi basah dapat bersifat kasar. Krepitasi Suara seperti menggesek rambut dekat telinga. Suara gesek pleura Karena gesekan kedua permukaan pleura. Pernapasan cog-wheel Suara nafas tersendat-sendat pada pleuritis adhesive.

Bila vocal resonance mengeras disebut aegophoni. Bila vocal resonance mengeras disebut whispered pectoriloquy. .Sama seperti vocal fremitus hanya didengarkan dengan stetoskop.

Tempat-tempat baik untuk perkusi dan auskultasi ditandai dengan lingkaran .

tetapi bagian ini sangat penting. Pemeriksaan Fisik Jantung Sebelum memulai melakukan pemeriksaan fisik jantung. karena bagian depan ventrikel kiri inilah yang menimbulkan impuls apeks. terlebih dahulu pemeriksa sudah dapat memperkirakan/membayangkan proyeksi posisi jantung ke dinding toraks depan. . atau kira-kira 7-9 cm dari garis midsternal.B. dan hanya 1/3 terletak di sebelah kanan sternum. Sedangkan ventrikel kiri yang terletak di kiri dan belakang ventrikel kanan hanya menempati sebagian kecil permukaan jantung anterior. Sebagian besar jantung ( 2/3 bagian) terletak pada sebelah kiri sternum. Sebagian permukaan depan (anterior) jantung terdiri atas ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang berdekatan langsung dengan dinding toraks depan. merupakan denyut sistolik yang singkat. yang terdapat di sela iga kelima sedikit medial dari garis midklavikula kiri.

pemeriksa juga sudah dapat membayangkan aliran darah di dalam keempat rongga jantung. Pemeriksaan fisik jantung meliputi : Inspek si pasien Penguk uran tekana n darah Pemeri ksaan denyut arteri Pemeri ksaan denyut vena jugular is Perkusi jantung Palpasi jantung Auskul tasi jantung Pemeri ksaan edema depend en . Saat akan melakukan pemeriksaan fisik jantung. Bagian atas jantung terdiri dari beberapa pembuluh darah besar aorta dan arteri pulmonalis. sedangkan atrium kiri berada di bagian posterior.Sisi kanan jantung berasal dari atrium kanan. dan tidak dapat dideteksi secara langsung. kapan membuka dan menutupnya katup-katup jantung tersebut.

dengan pemeriksa berdiri di sisi kanan tempat tidur. Inspeksi Wajah Kelainan jantung dapat pula dikaitkan dengan kelainan pada wajah dan kepala. Tendo Achilles dan tendo plantar telapak kaki juga merupakan lokasi umum untuk xantomata tendo. hidung yang menengadah. strabismus. Bagian kepala tempat tidur dapat sedikit ditinggikan jika pasien merasa lebih nyaman dengan posisi ini. bahkan termasuk trauma setempat pada kuku. Perdarahan ini berjalan dari tepi bebas proksimal dan secara klasik dikaitkan dengan endokarditis bacterial subakut. dan hipoplasia mandibula. dijumpai bersama-sama dengan mata yang terletak berjauhan. klaudikasio intermiten berkaitan dengan rasa dingin pada ekstremitas inferior jika dibandingkan dengan ekstremitas superior. spinter hemorrhage dapat terlihat sebagi garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku. Apakah ada xantomata? Xantomata tendo adalah massa agak kekuningan sekeras batu yang biasanya ditemukan melekat pada tendo ekstensor jari tangan adalah patognomonik untuk hiperkolesterolemia familial. Apakah ada ruam kulit? Adanya eritema marginatum ( eritema dimana daerah kemerahan berbentuk cakram dengan tepi yang menonjol ) pada pasien demam mengarah kepada demam reumatik akut. Apakah ada sianosis? Jika ya. beri-beri. suatu kelainan congenital. Tetapi penemuan ini tidak spesifik karena ditemukan pula pada banyak keadaan lain. telinga letak rendah. dan tirotoksikosis cenderung membuat kulit lebih hangat. Apakah pasien berada dalam distres akut? Sepeti apa pernapasan pasien? Apakah ia bernapas dengan susah payah? Apakah memakai obat pernapasan tambahan? Inspeksi Kulit Kulit dapat mengungkapkan banyak perubahan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Anemia berat. Stenosis aorta supravalvula. Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah kepada stenosis pulmonal. Pasien dengan konsentrasi kolesterol total di atas 450 mg/100 cc dengan xantomata tendo pada permukaan ekstensor jari tangannya diperlihatkan dalam gambar IX C. Inspeksi Evaluasi Penampilan Umum Inspeksi umum pasien sering memberikan petunjuk berharga untuk diagnosis penyakit jantung.Pasien harus berbaring terlentang. Inspeksi Kuku Sering kali. apakah sentral atau perifer? Suhu dapat mencerminkan penyakit jantung. Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luas alis dijumpai . Jari tangan dengan splinter hemorrhage pada pasien dengan endokarditis diperlihatkan pada Gambar IX D.

Stenosisi pulmonal merupakan kelainan jantung yang menyertai keadaan ini. Pemeriksaan mata dapat memperlihatkan arkus senilis. juga berkaitan dengan sindrom Marfan. Pectus carinatum. Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada sarkoidosis yang mungkin menjadi penyebab cor pulmonale atau gangguan miokard. dan aterosklerosis. Hipertelorisme. Inspeksi Konfigurasi Dada Inspeksi dada seringkali mengungkapkan informasi mengenai jantung. Webbing dijumpai pada orang dengan sindrom Turner. yang mungkin mengalami koarktasio aorta. Arkus (lihat Gambar VI A) yang dijumpai pada pasien di bawah 40 tahun harus membangkitkan kecurigaan terhadap hiperkolesterolemia. Inpeksi Leher Pemeriksaan leher dapat memperlihatkan webbing. Inspeksi Mata Adanya plak kekuningan pada kelopak mata. Pemeriksaan retina dapat memberikan informasi yang berguna mengenai diabetes. . berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. Apakah palatumnya melengkung tinggi? Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung kongenital seperti prolaps katup mitral. Inspeksi Mulut Mintalah pasien untuk membuka mulutnya lebar-lebar. seringkali bilateral. Individu-individu ini mungkin menderita kardiomiopati. adalah lipatan melintang. suatu penyebab penting regurgitasi aorta. Pectus excavatum. atau mata yang berjarak lebar. tidak mengherankan bahawa segala sesuatu yang mengganggu perkembangan dada dapat mengganggu perkembangan jantung pula. hipertensi. meskipun lesi ini kurang spesifik ketimbang xantoma. Pasien dengan xantelasma dan hiperkolesterolemia diperlihatkan dalam gambar IX F. atau pula sindrom Noonan. Apakah ada petekiae pada palatum? Endokarditis bakterial subakut sering disertai dengan petekia di palatum seperti terlihat pada pasien Gambar X A. terutama stemosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular. terlalu banyak hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga penemuan ini kurang dapat diandalkan. Karena dada dan jantung berkembang pada waktu yang hampir bersamaan selama embriogenesis. Lipatan daun telinga. atau tanda Lichstein. harus membagkitkan kecurigaan akan hiperlipoproteinema. Pindahnya lensa mata sering dijumpai pada pasien dengan sindrom Marfan. Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif.pada hipotiroldisme. Meskupun ini merupakan tanda yang berguna. Inspeksi palatumnya. sering dijumpai pada pasien diatas usia 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria yang bermakna. atau dada burung. dijumpai pada sindrom Marfan dan para prolaps katup mitral. atau da da cekung ke dalam. yang disebut xantelasma.

karena ada batas ketepatan ± 3 mmHg bagi semua sfigmomanometer. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sampai 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan sampai 95 mmHg untuk tekanan darah diastolik. atau jari kaki ekstra. Fase 3 terjadi bila tekanan penyumbat turun cukup banyak sehingga sejumlah besar volume darah dapat mengalir melalui arteri yang tersumbat sebagian. Bunyinya serupa dengan bunyi fase 2 kecuali bahwa hanya terdengar bunyi ketukan. 1976). Tekanan darah sistolik adalah 125. Ada beberapa fase yang terjadi secara berurutan ketika tekanan penyumbat turun. Fase 1 terjadi bila tekanan penyumbat turun sampai tekanan darah sistolik. Tekanan darah sebaiknya dicatat hanya pada 5 mmHg terdekat. Tetapi. Pembuluh darah tidak tertekan lagi oleh manset penyumbat. Pasien dengan defek septum atrium mungkin mempunyai falang ekstra. jika titik hilangnya lebih dari 10 mmHg di bawah titik meredup. Suara mengetuknya jelas dan secara berangsur-angsur intensitasnya meningkat ketika tekanan penyumbat turun. jari tangan ekstra. Fase 5 terjadi bila bunyi sama sekali menghilang. Pengukuran darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi Korotkoff secara auskultatoris di atas arteri yang ditekan. Pengukuran Tekanan Darah Prinsip Tekanan darah dapat diukur secara langsung dengan kateter intra-arterial atau secara tidak langsung dengan sfigmomanometer. Pencatatan titik meredup dan menghilangnya bunyi ini seringkali membantu komunikasi. titik meredup mungkin lebih akurat (Freis.Apakah ada gerakan jantung yang dapat dilihat? Inspeksi Ekstremitas Sebagai kelainan kongenital jantung berkaitan dengan kelainan ekstremitas. Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah kepada sindrom Marfan dan kemungkinan regurgitasi aorta. Titik hilangnya bunyi Korotkoff mungkin lebih cepat ketimbang titik meredupnya untuk penentuan tekanan darah diastolik (London dan London. Fase 2 terjadi pada tekanan kira-kira 10-15 mmHg di bawah fase 1 dan terdiri dari suara mengetuk yang diikuti dengan bising. Tekanan darah dapat dicatat sebagai 125/75-67. titik menghilang 65 (tekanan darah diastolik). 1968). dan manometer untuk mengukur tekanan di dalam kantong karet. Sekarang tidak ada lagi aliran turbulensi. Fase 4 terjadi bila intensitas suara tiba-tiba melemah ketika tekanan mendekati tekanan darah diastolik. Bunyi Korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah. Disamping itu perubahan tekanan darah normal terjadi . Sfigmomanometer terdiri dari kantong karet yang dapat digembungkan di dalam suatu penutup kain. bola karet untuk memompa kantong. titik meredup 75.

Manset ini harus dilingkarkan dengan sempit disekeliling lengan dengan tepi bawah 1 inci di atas fosa antekubiti. arteri brakialis atau radialis kanan dipalpasi sementara manset dipompa di atas tekanan yang diperlukan untuk menghilangkan denyut nadi. . seperti ditemukan pada hipertensi dan stenosis aorta. Kantong karet harus terletak di atas arteri. Kepentingan klinis hal ini adalah tekanan darah sistolik dapat ditentukan secara keliru pada tingkat yang lebih rendah. sekrup itu dibuka untuk mengurangi tekanan kantong karet dengan cepat. Kantong manset diletakkan di atas arteri brakialis kanan. Sekrup yang dapat diputar dibuka perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan di dalam kantong karet secara lambat. Prosedur ini diperlihatkan dalam Gambar 11-11. Pemakaian manset yang terlalu kecil untuk lengan berukuran besar akan menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi daripada sebenarnya. Manset ini sebaiknya 20% lebih lebar ketimbang diameter ekstremitas. Menurut prosedur ini. Ini adalah tekanan darah sistolik. Jika lengan terlalu gemuk. Celah auskultasi adalah keadaaan hening yang disebabkan oleh lenyapnya bunyi korotkoff setelah muncul untuk pertama kali dan timbulnya kembali bunyi pada tekanan yang lebih rendah. Celah auskultasi ada sewaktu terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas. Segera setelah denyut diraba.dari waktu ke waktu dan pengukuran sampai kurang dari 5 mmHg memberikan perasaan ketepatan yang semu. yaitu titik timbulnya bunyi Korotkoff. tekanan darah mula-mula diperiksa dengan palpasi. Lengan sedikit difleksikan. Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan pasien berbaring dalam posisi supinasi dengan nyaman. pakelah manset paha. Ukuran manset penting untuk penentuan tekanan darah yang tepat. Untuk menentukan tekanan darah sistolik secara memadai dan untuk menyingkirkan kesalahan karena celah auskulasi. Tekanan sistolik diketahui dengan timbulnya kembali denyut brakial. dan disokong kira-kira setinggi jantung.

Jika tekanan darahnya tinggi. Diafragma stetoskop harus diletakkan di atas arteri sedekat mungkin dengan tepi manset. ketika pasien mungkin lebih tenang. Tekanan darah sistolik adalah titik dimana terdengar bunyi mengetuk pertama. Tekanan darah sistolik.Gambar 11-11. sementara anda mengevaluasi bunyi Korotkoff. Teknik menentukan tekanan darah secar auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-12. . Mansetnya dikempiskan secara perlahan-lahan. Teknik Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi Tekanan darah diukur secara auskultasi di lengan kanan dengan memompa manset kira-kira 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang ditentukan dengan palpasi. dan titik menghilangnya bunyi Korotkoff ditentukan. sebaiknya tepat di tepi bawah manset itu. titik meredup. sebaiknya diperiksakan kembali pada akhir pemeriksaan fisik.

Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg atau lebih merupakan tanda hipotensi ortostatik. Stetoskop diletakkan diatas arteri tibialis posterior atau dorsalis pedis. Pada kebanyakan pasien juga terjadi peningkatan denyut jantung ketika pasiennya duduk. Ada banyak kekacauan mengenai defenisi denyut parodoks (dikenal pula sebagai pulsus paradoksus). Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular Jika hipertensi ditemukan dilengan kanan. Tanda klinis yang berguna yang mengarah kepada tamponade jantung adalah adanya denyut paradoks yang bermakna. kita perlu menyingkirkan kemungkinan tamponade jantung. diletakkan mengelilingi aspek posterior bagian pertengahan paha. Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung Bila tekanan darah arteri yang rendah dan denyut nadi cepat dan lemah. Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta Jika tekanan darah meningkat dikedua lengan. Pada stenosis aorta supravalvular. Denyut paradoks harus didefenisikan sebagai penurunan normal (kira-kira 5 mmHg) dalam tekanan arteri sistolik selama inspirasi (Henkind et al. Bunyi Korotkoff ditentukan seperti pada ekstremitas inferior dengan tepi bawah tepat pada maleolus. Teknik Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik diperiksa dengan meminta pasien duduk sementara tekanan manset ditinggikan. 6 cm lebih lebar dari manset lengan. terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan. Kemudian tekanan darah diukur kembali untuk melihat adanya penurunan yang berkaitan dengan posisi duduk. Anda tidak perlu mengukur tekanan darah secara palpasi atau memeriksa terjadinya perubahan ortostatik. dan tentukan tekanan secara auskultasi saja. atau postural. 1987). Pasien diminta berbaring pada perutnya sementara manset paha. penentuan tekanan darah pada ekstremitas inferior penting untuk mrnyingkirkan kemungkinan koarktasio aorta. dan lakukanlah pengukuran tekanan darah dengan auskultasi. yang ditandai dengan penurunan tekanan sistolik selam inspirasi lebih besar daripada normal. Besarnya penurunan tekanan sistoliklah yang menentukan apakah pulsus paradoksus normal atau abnormal. Stetoskop diletakkan diatas arteri di fosa poplitea. .Gambar 11-12. hipertensi mungkin ditemukan dilengan kanan sedangkan hipotensi ada dilengan kiri. Tekanan darah sistolik ditungkai yang lebih rendah daripada di lengan mengarah kepada koarktasio aorta. lakukanlah pemeriksaan berikut ini: Pasang manset pada lengan kiri.

yaitu perbedaan antara denyut apikal (prekordial) dengan denyut radial. sebagian kontraksi mungkin sangat lemah dan tidak dapat menimbulkan gelombang denyut yang memadai meskipun terjadi kontraksi ventrikel. mungkin ada pulsus defisit Pada fibrilasi atrilim. Jari kedua. Pemeriksa harus berdiri di depan pasien dan memegang kedua arteri radialis. dikatakan ada pulsus paradoksus yang bermakna. Tamponade jantung timbul bila ada peningkatan tekanan intraperikardial yang mengganggu pengisian diastolic yang normal. pada perikarditis konstriktif.bukan denyut radial . Metode ini tepat untuk kebanyakan irama teratur. seperti diperlihatkan pada Gambar 11-13. seperti pada fibrilasi atrium. ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis.yang akan memberikan hasil yang akurat untuk kecepatan denyut jantung. Dengan demikian terjadi pulsus defisit. Karena lamanya periode pengisian diastolik berbeda-beda. dan pada keadaan yang berkaitan peningkatan usaha ventilasi.Teknik menentukan besarnya denyut paradoks adalah sebagai berikut: Mintalah pasien untuk bernafas senormal mungkin. Secara berangsur-angsur kurangi tekanan di dalam manset sampai bunyi terdengar pada waktu ekspirasi saja. Lanjutkan mengurangi tekanan di dalam manset secara perlahan-lahan sampai bunyinya terdengar selama inspirasi. seperti asma dan emfisema. yang mungkin disebabkan oleh tamponade jantung. Denyut Arteri Informasi berikut ini diperoleh dari palpasi denyut arteri: Kecepa tan dan irama jantung Kontur denyut itu Amplit udo denyut Penentuan Kecepatan Denyut Jantung Kecepatan denyut jantung secara rutin ditentukan berdasarkan palpasi denyut radial. hanya auskultasi jantung . Pulsus paradoksus yang berlebihan bukan merupakan fenomena spesifik untuk tamponade jantung karena juga dijumpai pada efusi perikardial yang besar. banyak impuls membombardir nodus atrioventrikular dan ventrikel. Jika perbedaan di antara kedua tekanan ini melebihi 10 mmHg. Pompa manset tekanan darah sampai tidak terdengar bunyi. Catat tekanan ini. Pada kasus seperti itu. . Jika pasien mempunyai irama yang tidak teratur. Pemeriksa harus menghitung denyut selama 30 detik dan mengalikan jumlah denyut dengan angka 2 untuk memperoleh jumlah denyut per menit. Catatlah tekanan ini.

Denyut pertama adalah denyut sinus. tidak teratur secara teratur. Denyut prematur mungkin dapat dikenali dengan adanya denyut ekstra tersendiri selama suatu irama yang teratur. Irama tidak teratur secara teratur adalah denyut yang tidak teratur dalam pola tertentu. Denyut tidak teratur secara tidak teratur tidak mempunyai pola. apakah ada pola dalam ketidakteraturannya itu? Irama jantung dapat dibagi menjadi teratur. pcriksalah dengan cermat iramanya. biasanya ventrikular. Jika denyut prematurnya timbul sangat dini . atau tidak teratur secara tidak teratur. tetapi diagnosis fisik dapat memberikan sejumlah petunjuk. Bigeminus adalah denyut yang timbul sccara berpasangan. yang diikuti dengan denyut prematur. Anda harus mempalpasinya lebih lama. Jika iramanya tidak teratur. Makin lambat kecepatannya. Teknik memeriksa denyut arteri radialis Penentuan Irama Jantung Sewaktu mempalpasi denyut arteri radialis. Elektrokardiogram sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis irama jantung.Gambar 11-13.

Irama yang timbul secara sangat tidak teratur tanpa pola disebut "tidak teratur secara tidak teratur" dan merupakan denyut yang dijumpai pada pasien dengan fibrilasi atrium. Palpasi harus dilakukan pada bagian bawah leher untuk menghindari penekanan pada sinus karotis.selama periode diastolik. Letakkanlah jari telunjuk dan jari tengah anda pada kartilago tiroid dan geserkanlah ke arah lateral di antara trakea dan muskulus sternokleidomastoideus. Jangan menekan kedua karotis pada saat yang sama! Setelah memeriksa karotis kanan. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-14. yang akan menyebabkan refleks penurunan tekanan darah dan denyut jantung. . berdirilah dalam posisi yang sama dan letakkan jari-jari yang sama pada trakea dan geserkanlah ke kiri untuk meraba arteri karotis sinistra. Tiap arteri karotis diperiksa secara tersendiri. dengan pasien dalam posisi telentang. denyut arteri karena kontraksi jantung ini mungkin tidak ditemukan jika pemeriksa memeriksa irama jantung berdasarkan palpasi saja. Anda harus dapat meraba denyut karotis tepat di sebelah medial muskulus sternokleidomastoideus. Palpasi Arteri Karotis Periksalah denyut arteri karotis dengan berdiri di sisi kanan pasien.

atau berpuncak ganca. yang lebih mudah dilihat. yang memegang lampu senter kecil. meningkat. gelombang jugular. gelombang menurun. dengan kaki gelombang yang menaik lebib curam dan lebih cepat ketimbang kaki gelombang yang menurun. hiperkinetik. Kontur adalah bentuk gelombang. Gelombang denyut karotis yang normal adalah halus. makin besar elevasi yang diperlukan. dan lamanya gelombang itu. Denyut Vena Jugularis Vena jugularis interna memberikan informasi mengenai bentuk gelombang dan tekanan atrium kanan. Bayangan pulsasi dapat ditangkap di atas kertas di belakang pasien. Vena itu sendiri tidak terlibat. makin rendah tekanannya. Penentuan Bentuk Gelombang Jugular Untuk menampakkan bentuk. Denyut yang berkurang adalab denyut yang kecil dan lemah. . Kontur seringkali dilukiskan sebagai kecepatan gelombang menarik. Karena vena jugularis interna kanan lebih lurus daripada yang kiri. Jari yang melakukan palpasi merasakan bertambah besarnya kaki asendens dan ketukan yang kuat pada puncaknya. Dengan berdiri di sisi kanan pasien pemeriksa harus meletakkan tangan kanannya.Gambar 11-14. (Ringkasan kelainan denyut arteri dapat dilihat pada Gambar 11-29). Jari yang melakukan palpasi merasakan tekanan yang lemah dengan puncak yang jelas. Teknik memeriksa pulsasi arteri karotis Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis Arteri karotis dipakai untuk memeriksa kontur dan amplitudo denyut arteri. Pada saat ini bentuk gelombang seharusnya sudah dapat diketahui Denyutnya dapat dilukiskan sebagai norma. Kepala pasien diputar sedikit ke kanan dan agak ke bawah untuk merelaksasikan muskulus sternokleidomastoideus. Makin tinggi tekanan venanya. Denyut yang meningkat adalah denyut yang besar. dengan atau tanpa gelombang dikrotik. kurang akurat dan jangan dipakai. kuat. Kepala pasien kira-kira 250 dengan bidang horizontal. hanya vena jugularis intema kanan yang diperiksa. Pulsasivena jugularis interna ditemukan di bawah muskulus sternokleidomastoideus dan dapat dilihat ketika dibantarkan ke jaringan sekitarnya. Sinar dan bayangan itu berfungsi memperbesar bentuk gelombang. Pemeriksa harus meletakkan tangannya dengan kuat pada arteri karotis sampai meraba kekuaten maksimal. berkurang. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-15. Sistem jugularis eksterna. makin kecil elevasi yang dibutuhkan. Pasien barus berbaring telentang tanpa bantal sehingga leher tidak fleksi dan mengganggu pulsasi. pada sterum pasien dan mengarahkan sinarnya ke sisi kanan leher pasien. Denyut berpuncak ganda mempunyai gelombang perkusi dan tidak yang menonjol.

Denyut jangular harus dibedakan dari pulsasi arteri karotis. cenderung lebih jelas terlihat. Tabel 11-6.Gambar 11-15. Jika vena-vena leher dapat terlihat pada batas rahang ketika pasien sedang duduk. bukannnya gelombang itu sendiri. Penurunannya. Tabel 11-16 memuat daftar perbedaan penting antara kedua denyut tersebut. Untuk membantu mengenali bentuk-bentuk gelombang . pemeriksa dapat menentukan siklus jantung dengan meraba impuls karocis kiri dengan tangan kirinya. Perbedaan Bentuk Gelornbang Jugular dan Karotis Denyut Jugularis . sudut elevasi kepala tempat tidur harus dikurangi. pemeriksa harus memperhatikan bentuk gelombang pada angulus mandibula dengan pasien dalam posisi duduk tegak. Teknik memriksa bentuk gelombang jugular Jika tidak ada gelombang yang terlihat.

Pemeriksaan Refluks Hepatojugular .. tekanan vena biasanya normal. jika pasien pada 30 . Satu-satunya pernyataan tepat yang dapat dibuat adalah bahwa tekanan atrium kanan meninggi bila terjadi distensi vena leher sampai tepi rahang ketika pasien duduk 90 . sehigga membuat pemeriksaan ini menjadi tidak tepat dalam meramalkan peninggian tekanan. Pada setiap elevasi. Rujukan standar adalah angulus manubriosternal. denyut jangula 7 cm di atas angulus sternal dalam posisi telentang. Usaha menentukan tekanan atrium kanan dengan manometer jungular memberikan hasil yang sangat tidak tepat. Garis horizontal imaginer kemudian ditarik dari angulus sterna. Mula-mula pemeriksa harus menentukan tingginya distensi vena dengan memperhatikan puncak bentuk gelombang di dalam pulsasi vena jugularis interna. tekanan vena biasanya normal. Pada 45 . tekanan atrium kanan biasanya melbihi 15 mmHg. posisi ini dipakai untuk mengukur tekanan di dalam sistem jugularis interna. kita perlu menentukan tingkat rujukan. Pasien yang terlihat dalam Gambar X B mempunyai distensi vena lehersamapi angulus mandibula ketika duduk tegak. Bila tinggi kolom vena samam atau lebih rendah daripada angulus sternal dalam posisi telentang. batas atas yng normal adalah 6 cm.Palpasi Bentuk gelombang Kualitas Penekanan Inspirasi Internal Tidak dapat dipalpasi Multi formasi: 2 atau 3 komponen Halus berombak Bentuk gelombang hilang Tinggi gelombang Denyut Jugularis Internal Tinggi gelombang berkurang Tinggi gelombang meninggi Denyut Karotis Dapat dipalpasi Tunggal Kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Denyut Karotis Tidak ada efek Duduk Tindakan Valsava Tidak ada efek Mengukur Tekanan Vena Jugularis Untuk menilai tekanan dalam jantung kanan. batas atas yang normal adalah 4-5 cm di atas annulus sternal. Pada saat ini. Tekanan atrium kanannya adalah 21 mmHg. Kalimat pernyataannya dapat sebagai berikut: "pada elevasi 45 . Pemeriksa kemudian mengukur jarak dari angulus sternal ke garis imaginer ini. Sudut elevasi kepala tempat tidur juga dihitung. Berkali-kali telah diperlihatkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini rendah.

Impuls apikal. Redup ini disebabkan adanya jantung. Jika pemeriksaan ini dilakukan secara tidak tepat yaitu dengan mulut pasien tertutup. Beberapa peneliti merasa bahwa pemeriksaan refluks hapatojugular adalah teknik dengan sensitivitas dan spesifitas rendah. ketika dilihat dari bawah. Kebanyakan klinikus merasa bahwa perkusi untuk memperkirakan ukuran jantung hanya sedikit membantu. Penekanan dilakukan selama 20-30 detik. menyebabkan bertambahnya distensi vena leher. bernafas biasa. Biasanya ada perubahan dari perkusi dari sonor ke redup kira-kira 6 cm disebelah lateral kiri sternum. Perkusi Perkusi batas-batas jantung Teknik perkusi telah diuraikan dalam bab terdahulu. perkusi mungkin berguna. Jika dilakukan dengan tepat seperti diuraikan di atas. Ini mencakup dekstrokardia dan tension pneumotoraks dada kiri. mulut terbuka. Palpasi Palpasi dilakukan untuk mengevaluasi impuls apikal. Pemeriksaan ini dikenal pula sebagi kompresi abdominal. arteri pulmonalis. yang turun tibatiba kalau tangan yang menekan dilepas. akan terjadi tindakan valsava yang akan memberikan hasil pemeriksaan refluks hepatojugular yang tidak tepat. Ini biasanya berkaitan dengan teknik yang tidak tepat. ini untuk mencegah tindakan Valsava. Pemeriksa meletakkan tangan kananya di atas hati di kuadran kanan atas dan melakukan tekanan yang progresif menguat. yang diikuti dengan penurunan tingkat akhir selama bagian penekanan. gerakan ventrikel kanan. angka ketepatannya seharusnya cukup baik. atau titik impuls maksimum (PMI) melukiskan gerakan keluar apeks jantung ketika berotasi berlawanan arah dengan jarum jam. Pada keadaan-keadaan ini dapat ditemukan redup pada sisi kanan sternum. Prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam posisi berbaring di tempat tidur. Respons normalnya adalah bertambahnya distensi sementara dari vena jugularis interna dan eksterna selama beberapa siklus jantung. perkusi dilakukan pada sela iga ketiga. Palpasi Titik Impuls Maksimum . memukul dinding dada anterior selama kontraksi isovolumetrik. Ada tidaknya thrill juga ditentukan dengan palpasi. Pada gagal ventrikel kanan distensi vena leher tetap ada selama seluruh periode penekaan. Pada beberapa keadaan klinis. dan ventrikel kiri. fungsi ventrikel kanan secara kasar dapat dinilai. keempat dan kelima dari garis aksilaris anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan.Pemeriksaan yang berguna untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi adalah refluks hepatojugular. Penekanan pada hati mendorong darah keluar dari sinusoid ini masuk ke dalam vena kava inferior dan jantung kanan. Dengan menekan di atas hati. Pasien dengan gagal ventrikel kanan mempunyai hati dengan sinusoid yang berdilatasi. karena sensitivitas ini rendah.

dengan tinggi tempat tidur disesuaikan dengan kenyamanan pemeriksa. Teknik memriksa titik impuls maksimum Titik impuls maksimum teraba pada kira-kira 70% orang normal dalam posisi duduk. Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk. pemeriksa harus menggerakkan ujung jari tangannya di daerah apeks jantung. penilaian pasti tidak dapat dibuat. Jika impuls apikal pindah ke lateral. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga kelima. Jika impuls apikal tidak teraba. Posisi titik impuls maksimum dalam posisi dekubitus lateral kiri harus dinilai dengan pemahaman bahwa impuls jantung normal sekarang sedikit berpindah ke kiri. Gambar 11-16. maksimurn tidak berpindah ke lateral. Titik impuls maksimum yang pindah ke lateral atau teraba dalam 2 sela iga selama fase respirasi yang sama mengarah kepada kardiornegali. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-16. Titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan diameternya tidak lebih dari 2-3 cm. pasien harus diperiksa kembali dalam posisi berbaring telentang dan posisi dekubitus lateral kiri. Titik impuls maksimum harus dicatat. Jika pada posisi dekubitus lateral kiri titik impuls. Jika titik impuls maksimum tidak dapat diraba dalam posisi duduk. karena ujung jari paling sensitif untuk menilai gerakan setempat. dapat diperkirakan bahwa pasien tidak menderita kardiomegali. garis midklavikular. .Pemeriksa harus berdiri di sisi kanan pasien.

Meskipun titik impuls maksimum biasanya sesuai dengan apeks ventrikel kiri. Palpasi Gerakan Setempat Sekarang pasien disuruh berbaring sehingga palpasi keempat daerah jantung utama dapat dilakukan. titik impuls maksimum yang berada pada lokasi normal mengarah kepada kardiomegali. Pada pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-17. Titik impuls maksimum pada pasien seperti itu teraba di daerah epigastrium. jika dilihat dari bawah. Impuls ini disebabkan oleh penutupan katup pulmonal dengan tekanan yang meningkat. Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif menahun. Impuls apikal yang disebabkan oleb ventrikel kanan lebih tersebar daripada yang dihasilkan oleh ventrikel kiri. pengembangan paru-paru yang berlebihan memindahkan titik impuls maksimum ke bawah dan ke kanan. yang cenderung lebih terbatas tempatnya. pada pasien dengan pembesaran ventrikel kanan. . Pemeriksa memakai ujung-ujung jari untuk memeriksa adanya gerakan setempat. Adanya impuls ini mengarah kepada dilatasi arteri pulmonal. dan titik impuls maksimum mungkin benar-benar dihasilkan oleh ventrikel kanan. tetapi hal ini dapat teraba pula pada orang tanpa hipertensi pulmonal. Rotasi ini memutar ventrikel kiri ke arah posterior dan membuatnya sulit untuk dipalpasi. pada ujung bawah sternum. jantung berotasi searah jarum jam. Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah kiri sternum mengarah kepada hipertensi pulmonal.

. yang disebut heave atau lift. Adanya RV rock. Teknik pemeriksaan heave diperlihatkan dalam Gambar 11-18. yaitu impuls parasternal kiri yang terus-menerus yang disertai dengan retraksi lateral. pemeriksa memakai bagian proksimal tangannya untuk meraba adanya gerakan ke luar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas. mengarah kepada ventrikel kanan yang besar. Teknik memeriksa gerakan jantung setempat Palpasi Gerakan Umum Setelah mempalpasi dada dengan ujung jari. Pemeriksa kembali mempalpasi masing-masing dari empat daerah jantung utama.Gambar 11-17.

Gambar 11-18. Gambar 11-19. Teknik ini diperlihatkan pada Gambar 11-19. Pemakaian spatula lidah atau lidi kapas dapat membantu memperkuat secara visual apa yang telah dipalpasi. Ujung lidi diletakkan tepat di atas daerah itu dan dipegang oleh jari pemeriksa. Teknik memeriksa gerakan jantung umum Setiap keadaan yang memperbesar laju pengisian ventrikel selama fase awal diastol dapat menimbulkan impuls yang dapat dipalpasi yang terjadi setelah impuls utama ventrikel kiri. dan gerakannya diperbesar oleh gerakan lidi kapas. Impuls Kedua di daerah titik impuls maksimum ini biasanya teraba bersama-sama dengan S3. Teknik memperkuat gerakan jantung agar lebih mudah terdeteksi Palpasi Thrill . Sering kali S3 lebih mudah diraba daripada didengar. Ini bekerja sebagai titik tumpu.

Bunyi yang lebih sulit didengar sebenarnya akan terdengar lebih kuat. dan bising regurgitasi. Seperti dijelaskan dalam bab terdahulu. bukannya dengan ujung jari. Masukan sensoris terpenting berikutnya adalah masukan auditoris. Bunyi bernada tinggi. seperti irama gallop atau bising karenastenosis atrioventrikular. . Bagian telinga stetoskop diarahkan ke anterior. Bagian telinga stetoskop harus cukup pas dengan ukuran telinga pemeriksa sehingga masih dapat dipakai dengan nyaman. Palpasi thrill biasanya kurang penting karena auskultasi akan memperlihatkan adanya bising kuat yang menimbulkan thrill tersebut. Masukan daii mata kita kelihatannya paling penting. tetapi juga harus cukup ketat untuk menyingkirkan bunyi eksternal. dan ditekankan dengan sangat ringan pada kulit. sedangkan diafragma. lebib baik didengar dengan bel . seperti penutupan katup. Pemeriksa seharusnya mulai pada salah satu daerah dan menggerakkan stetoskopnya sedikit demi sedikit dari satu daerah ke daerah lainnya di perikordium. kejadian sistolik. Auskultasi Teknik Auskultasi yang baik memerlukan ruangan yang tenang. Ini berkaitan dengan fakta bahwa otak kita dibanjiri dengan berbagai macam masukan sensoris. thrill tidak akan dapat diraba. trikuspid dan mitral. lebib baik didengar dengan diafragma. Tetapi pemeriksa tidak boleh membatasi auskultasinya pada daerah-daerah ini saja. Jika memakai tekanan yang terlalu besar. konsentrasi otak akan lebib dicurahkan kepada masukan auditoris dan bunyi yang terdengar akan menjadi lebih jelas. atau sejajar dengan arah kanan auditoris eksternal. dan sebagainya.Thrill adalah sensasi getaran superfisial yang teraba pada kulit di atas daerah turbulensi. Pemeriksa harus mendengarkan di daerah aorta. televisi. Thrill paling baik diraba dengan memakai kepala tulang metakarpal. Oleh karena itu penemuan thrill hanya menambah informasi sedikit untuk diagnosis. lubangnya akan mengenai dinding kanal eksternal dan menurunkan intensitas bunyi jantung. tempat tidur harus disesuaikan sehingga pemeriksa berada pada posisi yang nyaman. Daerah-daerah ini telah ditentukan untuk memberikan standarisasi. Setiap usaha harus dilakukan untuk menghilangkan bunyi tambahan dari radio. Jika bagian telinganya mengarah ke belakang. tetapi ini merupakan suatu tanda fisik yang menarik yang harus membuat pemeriksa menjadi waspada akan apa yang akan didengar.stetoskop. Jangan sekali-kali mendengarkan melalui pakaian apa saja! Auskultasi Daerah-Daerah Jantung Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien sementara pasien berbaring telentang. Jika Anda menghilangkan gangguan rangsangan visual. harus ditekan kuat-kuat pada kulit. Bunyi bernada rendah. Adanya thrill menunjukkan bising (murmur) yang kuat. bel stetoskop harus diletakkan secara ringan pada kulit. pulmonal. Jika tidak pada ketinggian yang tepat. Sering kali berguna jika Anda inenutup mata sementara mendengarkan bunyi jantung. diikuti dengan masukan taktil.

pemeriksa harus menetukan apakah ada S3 dan S4. Bising jantung dapat tersebar luas. kanan dan kiri. Tidak ada dinding akustik di dada. Setelah semua daerah diperik sa. yaitu : Telentang Dekubitus lateral kiri Duduk tegak lurus Duduk. Sekarang pemeriksa harus meletakkan stetoskopnya di apeks untuk mendengarkan adanya bissng diastolik bernada rendah karena stenosis mitral. yang paling baik didengar dengan bel stetoskop. Dalam contoh ini bising itu mungkin terdengar paling kuat di apeks dan aksila. pasien disuruh untuk berbaring pada sisi kiri tubuhnya. membungkuk ke depan Semua daerah prekordial diperiksa ketika pasien telentang. Posisi Auskultasi Standar Empat posisi standar untuk auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-20. .Ketika mendengarkan pada apeks dan batas sternal bawah kiri dengan bel stetoskop. Akhirnya pasien diminta untuk membungkuk ke depan. Pasien diminta untuk mengeluarkan napas dan kemudian menahannya ketika pemeriksa dengan memakai diafragma. Dengan memakai cara sistematis pemeriksa mulai pada daerah aorta atau apeks dan dengan cermat mendengarkan bunyi jantung. mendengarkan bising diastolik bernada tinggi kerena regurgitasi aorta pada sela iga kedua dan ketiga. Kemudian pasien diminta untuk duduk tegak dan semua daerah diperiksa dengan diafragma stetoskop. Bising yang khas terdengar di apeks dengan penyebaran ke aksila dapat terdengar di leher. jika cukup kuat. Observasi yang penting adalah untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar.

.

B. Sementara tangan kanan pemeriksa mengubah-ubah posisi stetoskop. Posisi dekubitas lateral kiri. Pemeriksa harus mencurahkan waktunya pada setiap daerah sebelum melanjutkan ke daerah selanjutnya. Posisi untuk uegak. pemeriksa harus dapat menetukan waktu peristiwa-peristiwa dalam siklus jantung. A. Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat Sampai pemeriksa berpengalaman dalam pemeriksaan jantung. Posisi auskultasi. ia harus memeriksa bunyi-bunyi jantung dengan cara yang diuraikan dalam Tabel 11-7. Posisi telentang.Gambar 11-20. tangan kiri diletakkan pada arteri karotis pasien. dipakai untuk mendengarkan semua daerah. dipakah untuk mendengarkan semua daerah. Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung Untuk menafsirkan bunyi-bunyi jantung dengan tepat. Posisi duduk membungkuk ke depan. Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan menguat dengan inspirasi. C. Yang paling penting adalah anda harus memakai denyut karotis bukan denyut radial. Di samping itu. S3 atau S4 yang berasal dari jantung kanan juga akan menguat selama inspirasi . dipakai untuk mendengarakn dearah basis Pengaruh Pernapasan Pemeriksa harus memberikan perhatian khusus kepada intesitas bunyi jantung. Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang terjadi dengan inspirasi yang mangakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan. sehingga akan terjadi kesalahan dalam penentuan waktu ini. dipakai untuk mendengarkan dengan bel stetoskop di daerah mitral. Ia harus mendengarkan beberapa siklus jantung pada tiap posisi untuk membuatnya yakin mengenai observasi yang dilakukan. Pendekatan Auskultasi Jantung Posisi Telentang Evaluasi S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada Dekubitus lateral kiri . Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1. S2 terdengar setelah denyut tersebut. yang mencakup efek pernapasan. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-21. D. TABEL 11-7. Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengenali S1 dan S2 adalah menentukan waktu terjadinya bunyi itu dengan mempalpasi arteri karotis. Keterlambatan waktu dari S1 sampai denyut radial adalah bermakna.

Duduk tegak

aspek dengan memakai bel stetoskop S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Bising atau bunyi siastolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada basis jantung Memakai diagram stetoskop

Duduk tegak, bungkuk ke depan

Uraian Mengenai Bising Jantung Jika terdapat bising jantung, perhatian harus diarahkan kepada cirri-ciri berikut :

Waktu bising dipandang dari sudut sistol atau diastol adalah sangat penting: Apakah bising sistolik mulai timbul bersama-sama dengan, atau setelah S1? Apakah ia berakhir sebelum, bersama-sama dengan, atau setelah S2? Apakah bising itu menempati seluruh periode sistolik? Bising terjadi sepanjang sistol disebut holosistolik atau pansistolik. Bising ini mulai timbul bersama-sama dengan S1 dan berakhir setelah S2. Bising ejeksi sistolik mulai timbul setelah S1 dan berakhir setelah S2. Apakah bising itu hanya terjadi pada awal sistol, mid-sistole, atau bagian akhir sistole? Apakah bisisng itu menetap sepanjang seluruh periode sistolik. Bising seperti itu disebut holodiastolik. Di daerah mana bising paling baik didengar? Penyebaran bising dapat memberi petunjuk mengenai penyebabnya. Apakah bising itu menyebar ke aksila? leher? punggung?

biasan ya dapat dideng ar oleh pemeri ksa yang belum berpen galama n. berfungsi sebagai alat komunikasi dengan orang lain mengenai intensitas bising I Intensit as terenda h.Intensitas bising digolongkan dari I sampai VI. II Intensit as rendah. meskipun kuno. III Intensit as sedang tanpa thrill . Sistem penggolongan berikut ini. sering tidak terdeng ar oleh pemeri ksa yang belum berpen galama n. berdasarkan kekuatan yang makin bertambah.

Tiap bising yang berkaitan dengan thrill paling sedikit mempunyai derajat IV/VI. sebagai derajat "II/VI. VI Intensit as terkuat : dapat dideng ar sewakt u stetosk op diangk at dari dada.IV Intensit as sedang dengan thrill V Bising terkuat yang dapat dideng ar bila stetosk op diletak kan di dada. "derajat IV/VI". Bising dapat dilukiskan. "derajat II-III/VI". misalnya. Perlu diketahui bahwa bising derajat IV/VI lebih kuat daripada bising II/VI hanya karena ada turbulensi yang . Berkait an dengan thrill. Berkait an dengan thrill.

atau "kasar seperti manggarut" (scratchy). "meniup" (blowing). Gesekan perikardial paling baik didengar pada pasien dalam posisi duduk sementara menahan napasnya selama ekspirasi. dua komponen diastolik terjadi selama pengisian cepat dan kontraksi atrium. kedua-duanya mungkin mempunyai makna klinis. Tujuan Auskultasi Tujuan pada akhir auskultasi adalah agar dapat melukiskan hal-hal berikut ini: Intensit as S1 di semua daerah Intensit as S2 di semua daerah Ciriciri setiap bunyi sistolik Ciriciri setiap bunyi . Kualitas bising dapat dilukiskan sebagai "bergemuruh" (rumbling). Gesekan ini dapat disebabkan oleh iritasi pleura (yaitu gesekan pleura). Pasien dengan gesekan perikardial biasanya mengalami nyeri dada yang berkurang dengan duduk membungkuk ke depan. atau perikardium (yaitu gesekan perikardial).lebih besar. Uraian Mengenai Gesekan Perikardial Gesekan friksi (friction rub) adalah bunyi ekstrakardial yang berlangsung singkat yang mempunyai sifat khas seperti bunyi gesekan pada ampelas. "kasar". "seperi bunyi mesin" (machinery). Gesekan perikardial khas mempunyai tiga komponen: satu sistolik dan dua diastolik. Gesekan yang menghilang apabila pasien menahan napas berasal dari pleura. mungkin pula tidak. Komponen sistolik terjadi selama ejeksi. "musikal". Penulisan "IV" dipakai karena ada sistem penggolongan lain yang kurang populer yang memakai hanya empat kategori.

seperti pada gagal jantung kongestif. hal ini meningkatkan aliran balik vena dan memperlebar pemisahan A 2P2. Peningkatan cairan jaringan ini menimbulkan edema yang "cekung" kalau ditekan. Pada pasien seperti ini pemeriksa harus memeriksa kemungkinan adanya edema di sakrum. tekanan di dalam vena disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih kecil. Pemeriksaan Edema Bila tekanan vena perifer tinggi. Splitting S2 menjadi A2 dan P2 selama inspirasi paling jelas terdengar di daerah pulmonal dengan pasien berbaring telentang. jari-jari akan terbenam ke dalam jaringan. pemeriksa akan dapat mendengarkan semua bagian siklus jantung pada satu daerah dan membandingkan bunyi dan peristiwa yang terjadi dengan daerah lain. seperti daerah pretibial. yang mengakibatkan timbulnya edema di daerah dependen. Terjadi transudasi cairan. Seperti telah diuraikan di atas. Biasanya. Pitting edema biasanya digolongkan dari 1+ sampai 4+. yang menyebabkan hal-hal berikut ini: Kelainan bunyi jantung pertama Kelainan bunyi jantung kedua Systolic click Opening snap diastolic Bising jantung (murmur) Kelainan Bunyi Jantung Pertama Kelainan Intensitas Sl .diastoli k Dengan pengalaman. Uji adanya Edema Untuk memeriksa adanya pitting edema. Jika ada pitting edema. jari ditekankan kepada daerah dependen. tergantung pada lamanya cekungan tadi bertahan. Pada pasien yang terbaring di tempat tidur. Yang paling jelas adalah 4+. KORELASI KLINIKOPATOLOGIK Perhatian sekarang akan dipusatkan kepada perubahan patologis. dan bila jari itu diangkat. bekas tekanan jari akan tetap ada. S1 paling kuat di apeks dan S2 paling kuat di basis. selama 2-3 detik. daerah dependen biasanya sakruin dan bukan pretibia.

makin kuat komponen mitral dari S1. makin lebar arc of coaptation. selama fase cepat kenaikan tekanan di dalam ventrikel.Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas S1 adalah sebagai berikut : Laju kenaik an tekana n ventrik el Keadaa n katup Posisi katup Jarak jantung dari dindin g dada Makin cepat laju kenaikan tekanan ventrikel kiri. Jika interval PR memendek. . Posisi katup pada waktu kontraksi ventrikel mempengaruhi intensitas S1. Penurunan kontraktilitas akan memperlemah S1. Katup yang mengalami defonnasi secara patologis (pada stenosis mitral) akan menghasilkan S1 yang lebih kuat atau lebih jelas. Setelah bertahun-tahun. jarak yang ditempuhnya lebih sedikit ketimbang jarak yang ditempuh dari posisi terbuka lebar. yang memperkeras S1. ia tidak akan dapat bergerak. Makin besar terbukanya. Katup mitral tetap terbuka lebih lama dan menutup lebih lambat ketimbang normal. Jika katup dalam posisi pertengahan. penutupannya akan lebih kuat. dan makin kuat S1. yang meninggikan tekanan atrium kiri (gelombang "a" pada perekaman atrium kiri). kontraksi ventrikel terjadi sedemikian cepatnya setelah kontraksi atrium sehingga tekanan atrium masih tinggi ketika tekanan ventrikel kiri melebihinya. Meningkatnya kontraktilitas akan meningkatkan intensitas Sl. ketika katup mengalami lebih banyak kalsifikasi. Gelombang P pada elektrokardiogram sesuai dengan kontraksi atrium. sehingga S1 melemah. Katup mitral terbuka normal selama diastol untuk pengisian ventrikel. Hal itu dapat dilihat pada keadaau-keadaan di mana ada interval PR yang memendek pada elektrokardiogram. Arc of coaptation adalah sudut melalui mana katup menutup. yang lebih membuka lagi katup mitral pada masa diastolik akhir. Ini berhubungan langsung dengan tekanan di dalam atrium kin pada saat di mana tekanan ventrikel kiri melebihinya dan menutup katup. Bila katup atrioventrikular menjadi kaku karena fibrosis atau kalsifikasi.

Bila jarak jantung dengan dinding dada menjadi lebih besar. makin lemah S1. demikian pula akan terjadi splitting yang lebar. fibrosis tidak menimbulkan peningkatan intensitas. fibrotik. Pemanjangan interval PR. Karena katup semilunar merupakan tipe katup yang secara morfologis berbeda. menghasilkan S1 yang melemah sampai terjadinya dropped beat. Sebaliknya. Pada pasien dengan efusi perikardium yang besar. atau duktus arteriosus yang paten akan mempersingkat . baik secara elektris maupun mekanis. Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting) Bunyi jantung kedua yang terpisah (Splitting) secara fisiologis normal telah diuraikan pada bab mengenai anatomi dan fisiologi. keadaan yang menurunkan tekanan sistolik akan mem perlemah S2. Pada pasien yang sangat gemuk atau menderita penyakit paruparu obstruktif kronis. Tiap keadaan yang memperlambat sistole ventrikel kanan. St akan lebih lemah daripada normal. Komponen pulmonal S2 akan diperlambat selama inspirasi dan ekspirasi. seperti pada penutupan katup atrioventrikular yang. Hipertensi meningkatkan tekanan sistolik aorta dan menimbulkan A2 yang keras dari komponen S2. defek septum ventrikel.Pada umumnya. seper[i dijumpai pada fenomena Wenekebach . Pengisian ventrikel kanan akan diperlambat oleh blok cabang berkas kanan atau stenosis pulmonal. sehingga akan terjadi splitting S2 yang lebar. Tiap keadaan yang mempersingkat sistole ventrikel kiri akan membuat A2 terjadi lebih awal ketimbang normal. Kelainan Bunyi Jantung Kedua Kelainan Intensitas 2 Keadaan-keadaan yang mengubah intensitas S2 adalah sebagai berikut: Peruba han tekana n sistolik Keadaa n katup Tiap keadaan yang menimbulkan peningkatan tekanan sistolik akan memperbesar intensitas S2. akan melemah pula. Kalsifikasi atau fibrosis katup senulunar akan menyebabkan melemahnya penutupan katup tersebut. intensitas Sl akan lebih lemah daripada normal. Bab ini akan nienguraikan splitting yang abnormal. makin panjang interval PR. akan memperlambat P2 dan menimbulkan pelebaran splitting S2. Keadaan-keadaan seperti regurgitasi mitral.

splitting lebar dan lidak berubah dengan pernapasan: Ini karena peningkatan aliran balik vena ke atrium kanan selama inspirasi secara normal meningkatkan tekanannya. Midsystolic click bukanlah ejection click. yang memperlambat pengosongan ventrikel kiri akan menimbulkan splitting paradoks S2. oleh karena itu splitting normal tidak terjadi. tekanan atrium kanan lebih rendah.A2 melebar. mobilitas katup berkurang dan ejection click lenyap. Splittingnya dikatakan menyempit. baik elektris maupun mekanis. sedangkan ejection click aorta terdengar di daerah aorta. P2 biasanya bergerak menjauhi S1 menuju A2. dan posisinya dalam siklus jantung dapat berubah bergantung gerakan yang mengubah geometri ventrikel. Ini kira-kira sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengatakan "ma-ma" dengan cepat. Mereka timbul pada pertengahan sistole. Tiap keadaan. Bila kalsifikasi bertambah. Bunyinya singkat dan terdengar seperti bunyi "klik". kedua faktor ini menjadi kunci dalam timbulnya splitting S2 yang lebar. . opening snap trikuspid pada stenosis trikuspid terjadi setelah P2. Ejection click pulmonal paling baik didengar di daerah pulmonal. Selama ekspirasi. dan interval Sl sampai A2 akan lebih singkat ketimbang normal. Opening snap mitral pada stenosis mitral terjadi setelah A2. seperti gagal ventrikel kiri dan hipertensi berat. Pada defek septum ventrikel dengan jalan pintas kiri ke kanan. Selama inspirasi. memperlambat ejeksi ventrikel kiri dan menyebabkan splitting paradoks S2. Splitting menetap pada S2 adalah tanda auskultasi untuk adanya defek septum atrium. tetapi juga sistole ventrikel kanan akan memanjang. tidak hanya sistole ventrikel kiri yang akan lebih singkat. Keadaan lain. Blok cabang berkas kiri atau stenosis aorta akan memperlambat pengosongan ventrikel kiri. Pada keadaan ini.. Ejection Click adalah bunyi bernada tinggi yang terjadi pada awal sistole pada permulaan ejeksi dan dihasilkan oleh pembukaan katup semilunar yang mengalami deformasi secara patologis. tetapi jalan pintas atrium kiri ke kanan membuat volume atrium kanan tetap konstan selama pernapasan. Mungkin tunggal atau multipel. Pelebaran selama ekspirasi ini adalah paradoks. "saluran keluar" ventrikel kiri ada dua. oleh karena itu sistolenya akan lebih singkat. Stenosis pulmonal atau aorta dapat menimbulkan ejection click. Opening Snap Diastolik Pembukaan katup atrioventrikular biasanya tidak menimbulkan bunyi dan terjadi kira-kira 100 mdetik setelah S2. Pada keadaan ini. Keadaan -yang paling sering berkaitan dengan midsystolic click adalah prolaps katup mitral atau trikuspid. Opening snap adalah suatu kejadian diastolik yaitu bunyi terbukanya katup atrioventrikular yang mengalami deformasi secara patologis. Keadaan ini memperlambat penutupan katup aorta setelah terjadinya sistole ventrikel kanan dan P2. P2 bergerak normal dan mendekati Sl splitting P2 .sistole ventrikel kiri. Dengan ekspirasi. Bunyi ini tajam dan bernada tinggi. Urutan normal A2 – P2 menjadi terbalik.

Tekanan di dalam atrium kiri akan meningkat. Suatu S3-yang menunjukkan beban volume berlebihan pada ven-trikel--sering terdengar. Bising ini berlangsung sampai setelah S2 karena tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan atrium bahkan setelah penutupan katup semilunar. Bising systolic regurgitan dihasilkan oleh aliran retrograd dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah selama sistole. tahanan dan sumbatan terhadap alirau makin besar. Sumbatan terhadap aliran atau adanya aliran dari diameter kecil ke diameter yang lebih besar akan menimbulkan turbulensi.OS akan memendek kalau beratnya keadaan ini bertambah. "inkompetensi". Bising ini bernada tinggi dan paling jelas didengar dengan diafragMa. Bertambahnya aliran melintasi katup aorta yang menyempit secara minimal akan menimbulkan bising yang kuat. Bising ini disebut holosistolik atau pansistolik. ketika tekanan ventrikel kiri turun di bawah tekanan atrium kiri. Bising "meniup" (blowing) terjadi kalau ada perbedaan yang besar dengan volume aliran -yang berbeda-beda. Bising yang "kasar" (harsh) disebabkan oleh perbedaan tekanan yang besar dan aliran yang besar pula.Interval di antara S2 dan opening snap disebut interval S2 . Bising Jantung (Murmur) Bising jantung timbul kalau ada energi turbulen di dalam dinding jantung dan pembuluh darah. Setiap peningkatan aliran atau volume dapat menimbulkan ejection murmur meskipun katupnya normal. Ejection murmur berbentuk wajik dan dilukiskan sebagai "kresendo-dekresendo". Ejection click karena stenosis katup semilunar mungkin mendahului bising itu. dan "insufisiensi" sering dipakai sebagai sinonim untuk jenis bising in~. Bising ini bernada sedang dan paling baik didengar dengan diafragma stetoskop. Ejection murmur sebagai tanda stenosis aorta merupakan penemuan dengan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah. Bising dapat pula timbul bila sejumlah besar darah mengalir melalui lubang normal. Turbulensi menyebabkan arus berlawanan (eddies) yang memukul dinding dan menimbulkan getaran yang didengar pemeriksa sebagai bising. Bising holosistolik pada regurgitasi katup atrioventrikular adalah penemban d. vitas tinggi. .engan sensiti. Mereka mulai segera setelah S1 dan berakhir sebelum S2. berkurangnya aliran melalui katup aorta yang mengalami stenosis berat dapat menimbulkan bising yang hampir tidak dapat didengar. Bising "gemuruh" (rumbling) disebabkan oleh daerah dengan perbedaan tekanan kecil yang tergantung pada aliran. Interval ini kira-kira 50-60 mdetik dan kira-kira sama dengan interval S2 OS yang sangat pendek. Istilah ejection murmur ditujukan untuk bising yang dihasilkan oleh turbulensi melintasi katup semilunar selama sistol seperti pada stenosis aorta atau stenosis pulmonal. Ketika stenosis mitral memburuk. dan perbedaan tekanan di antara kedua sisi katup uiitral akan bertambah. Istilah "regurgitasi". Oleh karena itu katup mitral akan membuka lebih dini ketimbang normal. Ia mulai bersama-sama dengan Sl dan berakhir setelah S2. Waktu S2 . seperti pada regurgitasi mitral atau trikuspid. Karena berdasarkan aliran. intensitas bising ini tidak mencerminkan beratnya penyakit. Berusahalah mengatakan "mada" secepat mungkin. Istilah yang lebih disukai adalah "regurgitasi". seperti terdengar pada stenosis mitral yang berat.OS dan mempunyai arti spesifik dalam hal beratnya stenosis. karena Imenunjukkan arah aliran yang retrograd. Dalam keadaan ini lubang normal relatif stenotik untuk volume yang bertambah itu.

Bising ini bernada rendah dan paling je. jika katupnya mobil.Bising atrioventrikular diastoli. Relaksasi isovolumetrik sedang terjadi selama periode ini. dan akan terjadi peningkatan bising pada saat ini. Ada jeda di antara S2 dan permulaan bising. Bising atrioventrikular diastolik merupakan tanda yang sensitif dan spesifik untuk stenosis katup atrioventrikular. dan dimulai dengan opening snap. Pembukaannya sebanding dengan ejection click. pengisian cepat tidak terjadi dan ada perbedaan tekanan di sepanjang diastole. penutupannya adalah suatu S2 "prostetik". Miksoma atrium yang bertangkai dapat keluar masuk cincin mitral. atau presistole.k dimulai pada waktu tertentu setelah S2 dengan membukahya katup atrioventrikular. menyerupai tanda stenosis mitral. Bisingnya berbentuk dekresendo. Stenosis mitral dan stenosis trikuspid merupakan contoh bising jenis ini. Pembukaan dan penutupan katup mitral prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. kontraksi atrium akan memperbesar perbedaan tekanan pada akhir diastole. . Karena katup atri ventrikular mengalami stenosis.jas didengar dengan bel stetoskop dan pasien berbaring dalam posisi dekubitus lateral kiri. Bunyi Jantung Sikius Jantung Bunyi Sistolik awal Ejection click Bunyi pembukaan katup pretesa aorta Sistole pertengahan/akhir Midsystolic click Rub Diastoli k awal Opening snap S3 Bunyi pembukaan katup protesa mitra Deburan tumor Diastolik pertengahan S3 Summation gallop Akhir diastolik S4 kadang-kadang Bunyi pacu jantung disebut presistolik) Pembukaan dan penutupan katup aorta prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. Pembukaannya sebanding dengan opening snappenutupannya adalah suatu S1 "prostetik". Jika pasien mempunyai irama sinus yang normal.

Bising semilunar diastolik ditnulai segera setelah S2. RISING SISTOLIK Stenosis Regurgitast Aorta Mitral Lokasi Daerah aorta Apeks Penyebaran Leher Aksila Bentuk Wajik Holosistolik Nada Sedang Tinggi Kualitas Kasar Meniup Tanda terkait A2 melemah S1 Ejection click S3 S4 Titik impuls maksi Tekanan denyut mum (PMI) difus sempit dan pindah ke lateral Denyut meningkat dengan perlahan dan terlambat Berbeda dengan bising atrioventrikular diastolik. setelah S2 tidak ada keterlambatan sampai mulai tirubulnya bising itu. Jika ada S3 dan Sq bunyinya mungkin "disumasi" menjadi bunyi tunggal yang disebut summation gallop.§ Pada denyut jantung yang cepat periode diastole memendek. dengan pasien dalam posisi duduk membungkuk ke depan. . seperti terdengar pada regurgitasi aorta atau pulmonal. Bising semilunar diastolik adalah suatu tanda dengan sensitivitas rendah tetapi spesifisitas tinggi. Bising bernada tinggi berbentuk dekresendo dan paling jelas didengar dengan diafragma stetoskop.

kandung empedu.. ... .. tumpul? .. Telah diketahui bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru. ... memeras? .TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Gejala-gejala penting penyakit jantung mencakup berikut ini: • Nyeri dada • Ketidakteraturan irama jantung (palpitasi) • Dispnea (sesak napas) • Sinkop (pingsan) • Kelelahan • Edema dependen (pembengkakan tungkai) • Hemoptisis (batuk darah) • Sianosis (kulit berwarna kebiruan) Nyeri Dada Nyeri dada mungkin merupakan gejala penyakit jantung yang paling penting.. usus. menekan? . ... Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut ini kepada setiap pasien dengan nyeri dada: "Di mana nyerinya?" "Sudah berapa lama Anda menderita nyeri itu?" "Apakah episode nyerinya berulang?" "Berapa lama Anda menderita nyeri itu ?" "Berapa seringAnda mengalami nyeri itu?" "Apa yangAnda lakukan untuk membuatnya lebih baik?" 'Apa yang membuat nyeri itu memburuk? . rasa panas? • . menggerakkan lengan atau leher?" "Bagaimana deskprisi nyerinya?• . bernapas? . Tetapi ia tidak patognomonik untuk penyakit jantung... berbaring? . . dan muskuloskeletal.

Ciriciri yang tertera di sini merupakan ciri-ciri yang lazim ditemukan. . "seperti diperas". nitrogliserin Apa saja oleh Angina dan nyeri dada lain mungkin timbul dalam berbagai cara.dingin tubuh.. batuk darah? . ditusuk-tusuk". Tetapi daftar ini tidak mutlak.. Pernapasao.. berhari-hari Dicetuskan Usaha fisik.. nausea atau vomitus? . ketika menggerakkan lengan? .... berdenyut?.. ketika tidur?. .. . .. Lengan kanan punggung Deskripsi "Nyeri terus menerus"... sesudah makan? . Daftar ini dipakai hanya dipakai sebagai petunjuk.sikap oleh makan. batuk? .. seperti ditusuk pisau? . berjam jam. tajam? . demam? .... "seperti "tumpul"... emosi... "tertekan". melalaukan aktivitas ftsik? .. . rahang. "seperti di sayat" " seperti dijepit" Intensitas Ringan sampai berat Menyiksa Lamanya Bermenit-menit Beberapa detik..gerakan Dihilangkan Istirahat. waklu rriengalami stres emosional? . difus Di bawah payudara kiri... palpitasi? ... .. setempat Penyebaran Lengan kiri. "Tajam". nyeri tungkai?" Ciri-Ciri Nyeri Dada' Angina Bukan Angina Lokasi Retrosternal.. selama koitus?" 'Apakalt nyerinya berkaitan dengan sesak napas? . menjepit? .. menusuknusuk?" 'Apakah nyerinya timbul pada waktu beristirahat? .nyeri terus-menerus? .

Penyebab Lazim Nyeri Dada Sistem organ Penyebab Jantung Penyakit arteri koronaria Penyakit katup aorta Hipertensi pulmonal Prolaps katup mitral Perikarditis Stenosis subaorta hipertrofik idiopatik (IHSS) Vaskular Diseksi aorta Pulmonal Emboli paru Pneumonia Pleuritis Pneumotoraks Muskuloskeletal Kostokondritis Artritis Spasme otot Tumor tulang Neural Herpes zoster Gastrointestinal Penyakit tukak Penyakit kolon Hiatus Hernia Pankreatitis .

Kolesistitis Emosional Ansietas Depresi Sindrom Tietze. Ini adalah tanda patognomonik angina yang biasanya disebut tanda Levine. Angina pektoris merupakan gejala sejati penyakit arteri koronaria. Sangat sering pasien melukiskan anginanya dengan mengepalkan tinjunya dan meletakkannya di atas sternum. Palpitasi Palpitasi adalah sensasi tidak nyaman di dada yang berkaitan dengan berbagai macam aritmia. seraagan virus pada saraf tepi dalam distribusi dermatom. Herpes zoster. Angina merupakan akibat hipoksia miokard yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai koroner dan kebutuhan miokard. Pasien mungkin Penyebab Lazim Palpitasi Ekstrasistole Denyut prematur atrium (APB) Denyut prematur nodal Denyut prematur ventrikel (VPB) Takiaritmia Takikardia supraventrikel paroksismal (PSVT) Flutter atrium (AFI) . aterosklerosis koroner dan penyakit katup aorta merupakan penyebab tetsering. Bila nyeri dada berkaitan dengan etiologi jantung. suatu peradangan tulang tawan kosta.

Dikenal pula sebagai kontraksi prematur ventrikel (VPC) atau kontraksi ventrikel prematur (PVC). Bi1a seorang pasien mengeluh palpitasi. seperti pada regurgitasi aorta. "denyut yang melompat". atau "tidak teratur". Penting untuk ditentukan apakah pasien pernah mengalama episode yang sama di masa lalu dan apa yang dilakukan untuk menghilangkannya. "mengetuk-ngetuk". mungkin berkaitan dengan sensasi "kontraksi yang kuat". Setiap keadaan di mana terjadi peningkatan isi sekuncup (stroke volume). penting untuk menanyakan pertanyaan berikut ini: "Berap a lama Anda sudah mengal ami palpita .Fibrilasi atrium (AF) Takikardia atrium multifokal (MAT) Takikardia ventrikel (VT) Bradiaritmia Blok jantung Henti sinus Obat-obatan Bronkodilator Digitalis Antidepresan Merokok Kafein Tirotoksikosis Dikenal pula sebagai kontraksi prematur atrium (APC) atau kontraksi atrium prematur (PAC). "berhenti". Palpitasi sangat lazim dan tidak perlu menunjukkan penyakit jantung yang serius. "meloncatloncat". Pasien mungkin melukiskan palpitasi sebagai "berdebar-debar".

si?" 'Apaka h serang an palpita sinya terjadi secara berula ngulang? "Jika ya. "Berap a sering? " "Kapa n dimula inya serang an ini?" "Berap a lama serang an ini 6erlan gsung? " "Bagai mana rasany a?" 'flpaka h tindaka n atau posisi tertent u mengh .

. .entikan nya?" 'Elpak ah serang an ini berhen ti secara tibatiba?" 'Apaka h Anda dapat menghi tung denyut nadi Anda selama serang an?" "Dapat kah Anda menget ukkan irama tersebu t di meja ini?" 'Apaka h Anda mengal ami palpita si setelah latihan fisik berat?. .

mengal ami nyeri dada?" 'Apaka h palpita si diserta i dengan muka kemera han.ketika melaku kan aktivita s fisik? .. atau berkeri .. bila lelah?" 'Apaka hAnda pernah pingsa n selama palpita si? . sesuda h makan ?.. .... nyeri kepala. ketika berbari ng pada sisi kiri tubulz? ..

..ngat?" 'Apaka hAnda tidak tahan panas? . dingin ?" "Obatobatan apa yang sedang Anda gunaka n?" 'Apaka h Anda minum obat untuk paru paru Anda ?" 'Apaka h Anda minum obat untuk kelenja r tiroid? " 'Apaka h Anda pernah diberit ahu bahwa ada ganggu an pada .

kelenja r tiroid Anda? " "Berap a banyak teh, kopi, atau soda cola yang Anda minum setiap hari?" 'Apaka h Anda meroko k?" 'Apaka h Anda minum minum an yang menga ndung alkohol ?" 'Apaka hAnda mempe rhatika n bahwa setelah palpita siAnda harus buang

air kecil?" Di samping sebab primer kardiovaskular, keadaaan yang lazim berkaitan dengan palpitasi adalah tirotoksikosis, hipoglikemia, demam, anemia, feokromositoma, dan ansietas. Hipertiroidisme merupakan penyebab penting gangguan irama yang berasal dari luar jantung. Kafein, tembakau dan obat-obatan juga merupakan faktor penting dalam aritmogenisitas. Amine simpatomimetik yang dipakai dalam pengobatan bronkokonstriksi juga merupakan perangsang kuat untuk terjadinya aritmia. Pada pasien dengan gangguan panik dan keadaan ansietas lainnya, sensasi palpitasi dapat terjadi selama periode laju dan irama jantung yang normal. Pasien yang pernah mengalami serangan palpitasi harus ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: "Bagaimana serangan terdahulu berakhir?" "Berapa seringAnda mengalami serangan ini?" . 'Apakah Anda dapat mengakhirinya sendiri?" Jika ya, "Bagaimana caranya?" 'Apaka h Anda pernah diberit ahukan bahwa Anda mender ita sindro m WolffParkin sonWhite? "4 Dispnea Keluhan dispnea sangat penting. Pasien akan melukiskan bahwa ia "sesak napas" atau bahwa ia "tidak mendapat udara dalam jumlah yang cukup". Dispnea biasanya berhubungan dengan penyakit jantung atau paru-paru. Dispnea nokturnal paroksismal (PND) terjadi di malam hari atau bila pasien telentang. Posisi ini meningkatkan volume darah intratorakal, dan jantung yang lemah mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan beban ini; sebagai akibatnya dapat timbul gagal jantung kongestif. Pasien terbangun kira-kira 2 jam setelah tertidur, sangat sesak, sering kali batuk, dan mengurangi rasa sesak dengan berlari ke jendela untuk "mendapatkan lebih banyak udara." Episode PND relatif spesifik untuk gagal jantung kongestif.

Gejala PND sering berkaitan dengan gejala ortopnea. Ortopnea adalah keadaan di mana pasien memerlukan lebih banyak bantal untuk tidur. Penting untuk bertanya ke pada semua pasien: "Berapa banyak bantal yang Anda perlukan untuk tidur?" Untuk membantu mengukur beratnya ortopnea, dapat dinyatakan, misalnya, "ortopnea 3 bantal selama 4 bulan terakhir." Dispnea aktivitas fcsik (DOE) biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif kronis atau penyakit paru berat. Penting untuk mengukur beratnya dispnea dengan menanyakan,"Berapa blok rumah yang dapat Anda tempuh sekarang ?

Sebab-sebab Umum Dispnea
Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Gagal ventrikel kiri Stenosis mitral Paru-paru Penyakit paru obstruktif Asma Penyakit paru restriktif Emboli paru Hipertensi pulmonal Emosional Ansietas Pemaparan tempat tinggi Berkurangnya tekanan oksigen Anemia Berkurengnya kapasitas pengangkut oksigen "Berapa blok rumah yang dapat Anda lalui 6 bulan yang lalu?" Pemeriksa sekarang dapat berusaha mengukur beratnya dispnea. Misalnya, "Pasien mengalami DAF 1 blok rumah selama 6 bulan terakhir. Sebelum 6 bulan yang lalu, pasien dapat berjalan melalui 4 blok rumah taripa menjadi sesak napas. Di samping itu, selama 3 bulan yang lalu pasien mengalami ortopnea 4 bantal." Trepopnea adalah bentuk jarang dispnea posisional di mana pasien dispnea berkurang sesaknya bila berbaring pada sisi kiri atau kanannya. Patofisiologi trepopnea tidak diketahui dengan baik. Sinkop

Pingsan, atau sinkop, adalah hilangnya kesadaran untuk sementara yang disebabkan oleh perfusi serebral yang inadekuat. Penting untuk menanyakan kepada pasien apa yang dimaksudkannya dengan "pingsan" atau "pusing". Sinkop mungkin berkaitan dengan penyebab jantung atau pun bukan jantung. Bila pasien menyebutkan pingsan, penting untuk menanyakan pertanyaanpertanyaan berikut: "Apa yang sedang Anda lakuka n tepat sebelu m Anda pingsa n ?" 'Apaka h Anda mender ita serang an pingsa n berula ng?" Jika ya, "Berap a sering Anda mender ita serang an ini?" "Apaka h pingsa n timbul secara

nausea ?. nyeri dada? . .tibatiba?" 'Apaka h Anda kehilan gan kesada ran?" 'Anda berada dalam posisi apa ketika pingsa n?" 'Apaka h pingsa n didahu lui oleh gejala lain? . bingun g?... . .. lapar? " 'Apaka h ada tanda pering atan .... .. palpita si? .. mad rasa? .

Jika pasien menyebutkan palpitasi sebelum sinkop. stenosis subaorta hipertrofik idiopatik. mungkin ada penyebab aritmogenik. misalnya stenosis katup aorta.lain yang menunj ukkan bahwa Anda akan pingsa n?" 'Apaka h tinja Anda berwar na hitam seperti ter setelah pingsa n?" Aktivitas yang dilakukan sebelum sinkop penting karena beberapa etiologi kardiak berkaitan dengan sinkop selama aktivitas Ssik. Curah jantung mungkin berkurang oleh aritmia atau lesi obstruktif. dan hipertensi pulmonal primer. Posisi pasien tepat sebelum pingsan penting karena informasi ini dapat membantu menentukan penyebab Penyebab Lazim Sinkop Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Berkurangnya perfusi serebral karena gangguan irama jantung Obstruksi keluaran ventrikel kiri Metabolik Hipoglikemia Hiperventilasi .

seperti donor darah. Hipotensi ortostatik adalah suatu bentuk sinkop postural dan disebabkan oleh keterbatasan otonom perifer. Misalnya. Tahanan vaskular sistemik mendadak turun tanpa diimbangi dengan peningkatan curah jantung sebagai akibat peningkatan vagotonia. Sinkop vasovagal adalah jenis pingsan yang paling sering ditemukan. rasa tidak enak di epigastrium. Keadaan ini biasanya terjadi setelah minum alkohol dalam jumlah cukup banyak. sehingga terjadi sinkop. jika pasien pingsan setelah bangun tiba-tiba dari tempat tidur di tengah malam untuk berlari menjawab telepon. Keadaan ini sering didahului oleh nausea. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik secara tiba-tiba. atau suatu "perasaan tenggelam".ini. Beberapa mekanisme telah dipostulasikan untuk menjelaskan terjadinya hal. Sinkop vasovagal terjadi selama periode ketegangan emosional. Ada dua macam hipersensitivitas sinus karotis: jenis kardioinhibisi (bradikardia). atau keadaan stres. dan jenis vasodepresor (hipotensi tanpa bradikardia). Umumnya diterima . menerima kabar buruk. Sinkop post-tusif biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis. penyebabnya mungkin hipotensi ortostatik. kelemahan.Hipoksia Psikiatrik Histeria Neurologik Epilepsi Penyakit serebrovaskular Hipotensi ortostatik Berkurangnya volume darah Obat antidepresan Obat antihipertensi Vasovagal Vasodepresi Miksi Refleks viseral (vasodepresor) Batuk Penyakit paru kronis Sinus karotis Respons vasodepresor terhadap sensitivitas sinus karotis sinkop. Sinkop sinus karotis berkaitan dengan sinus karotis yang hipersensitif dan lebih sering dijumpai pada orang berusia lanjut. terjadi peningkatan rangsangan pada sinus karotis. Sinkop miksi adala6 sinkop yang biasanya terjadi selama mengejan pada waktu buang air kecil di malam hari. perspirasi. Bila pasien dengan sinkop sinus karotis memakai baju dengan kerah baju sempit atau memutar lehernya ke arah tertentu. Tekanan darah sistemik tiba-tiba turun karena kegagalan refleks adaptif untuk mengkompensasi sikap tubuh tegak.

Mungkin terjadi pula peningkatan tekanan cairan serebrospinal yang menyebabkan berkurangnya perfusi ke otak. Ada sejumlah pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan kepada pasien dengan sinkop yang mengarahkan perhatian kita kepada etiologi neurologik... Keadaan lain yang berkaitan dengan kelelahan adalah anemia dan penyakit kmnis. Penyebab tersering kelelahan adalah ansietas dan depresi. di malam hari?" "Bilam ana Anda . Arah pertanyaan harus berusaha membedakan kelelahan organik dari kelelahan psikogenik.. Kelelahan Kelelahan adalah gejala umum berkurangnya curah jantung. Pasien dengan gagal jantung kongestif dan penyakit katup mitral sering kali mengeluh lelah. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut: "Sudah berapa lama Anda merasa lelah?" 'Apaka h timbul nya secara tibatiba?" "Apaka h Anda merasa lelah sepanj ang hari? .bahwa batuk menyebabkan peningkatan tekanan intratoraks sehingga mengurangi aliran balik vena dan menurunkan curah jantung.. Tetapi kelelahan tidak spesifik untuk penyakit jantung. di pagi hari? .

Mereka mungkin merasa paling sehat di penghujung hari.merasa paling lairang lelah?" 'Apaka h Anda merasa lebila lelah di rumah ketim6 ang di tempat kerja?" 'Apaka h rasa lelahny a hilang dengan beristir ahat?" Pasien dengan lelah psikogenik merasa lelah "sepanjang waktu". Pewawancara harus menanyakan: "Bilam ana Anda menget ahui pertam a kali adanya edema ?" . suatu bentuk edema dependen. ketika kebanyakan pasien dengan penyebab organik merasa paling kurang sehat. Mereka seringkali merasa lebih lelah di rumah ketimbang di tempat kerja. tetapi kadang-kadang menyebutkan lebih lelah di pagi hari. sangat sering dikeluhkan pasien. Edema Pembengkakan tungkai.

'Apaka h kedua tungkai sama bengka knya?" "Apaka h bengka k timbul tibatiba?" 'flpaka h bengka k membu ruk pada suatu waktu dalam satu hari?" 'Apaka h bengka k hilang setetah tidur malam hari?" 'Apaka h pening gian tungkai membu at bengka .

k berkur ang?" 'Anda sedang memin um obat apa saja?" 'flpaka h ada riwaya t penyak it ginjal. edema atau sesak napas ?" 'Apaka h Anda mengal ami rasa . atau hati?" 'Apaka h Anda mengal ami sesak napas? " Jika yq "Mana yang lebih dahulu . jantun g.

Keadaan ini berkaitan dengan pintas kanan ke kiri melalui patent ductus arteriosus (PDA). yang terletak di bawah tingkat arteti karotis dan subklavia kiri. Keadaan paling baik di pagi hari setelah tidur dengan meninggikan tungkai di tempat tidur. adalah berguna untuk menentukan mana yang timbul lebih dahulu. 'Apaka h Anda minum pil ' KB?" 'Apaka h edema berkait an dengan peruba han daur haid?" Pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami edema simetris pada tungkai bawah yang memburuk dengan berjalannya hari.nyeri di tungkai ?" 'Apaka h ada ulkus di tungkai Anda? " Jika pasien nya wanita. Pada pintas kanan ke kiti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal. darah yang kurang mengandung oksigen hanya dipompa ke ekstremitas inferior untuk . Jika pasien juga mengeluh dispnea. Pada pasien dengan dispnea dan edema yang disebabkan oleh gadgguan jantung. Sianosis Terkadang mungkin dijumpai sianosis hanya pada ekstremitas inferior. darah di dalam arteri pulmonal melintasi PDA. dispnea biasanya timbul lebih dahulu sebelum terjadinya edema. Ini disebut sianosis diferensial.

Ginjal adalah organ profunda retroperitoneal didaerah pinggang. menonjol ketepi bawah iga kanan. Tepi bawahnya yang biasanya tipis dan halus. Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Hati memiliki dua lobus utama. Sedangkan vena renalis menyalurkan darah kedalam vena cava superior yang terletak disebelah kanan garis tengah. kesembilan dan kesepuluh. Tepi bawah hati dengan lebar normal ( 8-12 cm ) dapat dipalpasi pada sebagian orang normal yang melakukan inspirasi dalam. Uterus dan Vesika urinaria yang membesar dapat dipalpasi pada simpisis pubis. Limpa terletak dibagian posterior kanan didepan iga kedelapan. Ginjal diperdarahi oleh arteri renalis. Bagian bawah hati adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan. PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Anatomi Hati terletak dibawah diafragma dan dilindungi oleh iga-iga bawah. Uterus dan vesika urinaria merupakan struktur-struktur digaris tengah yang biasanya tidak dapat dipalpasi kecuali kalau telah membesar. Sudut costo vertebral adalah sudut yang dibentuk oleh batas bawah iga kedua belas dan prosesus transverses vertabra lumbalis.menimbulkan sianosis hanya pada lokasi tersebut. lambung pancreas dan usus. Aorta yang berdenyut dengan diameter kira-kira 2 cm. Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis. Karena gambaran anatomis ini maka ahli bedah transplantasi biasanya lebih suka memilih ginjal kiri donor yang kemudian diputar dan ditempatkan pada pelvis kanan resipien. Kubah diafragma dimulai kira-kira pada sela iga keenam digaris midclavicula. Karena aorta terletak disebelah kiri garis tengah. Normalnya tidak dapat dipalpasi Promontorium sacrum dapat dipalpasi pada pasien kurus dikutub atas sector hipogastrium selama inspirasi dalam. maka arteri renalis kanan lebih panjang dari arteri renalis kiri. Kandung empedu dan porta hepatikus terletak dibawah kulit hipokondrium kanan. Hal ini menunjukan daerah nyeri tekan ginjal Duodenum dan pancreas terletak didalam abdomen bagian atas. kanan dan kiri. . Akibatnya vena renalis kiri kira-kira dua kali lebih panjang dari vena renalis kanan. Ujung limpa sedikit dapat dipalpasi pada 5% pasien normal yang sudah mencapai umur akademis. dan sering kali tidak dapat dipalpasi. dapat teraba sebagai struktur digaris tengah. kecuali daerah kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. Hati memiliki dua sumber suplai darah yaitu dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta dan dari aorta melalui arteri hepatica. Sebagian darah masuk ke paru-paru untuk mengalami oksigenisasi dan akhirnya dipompa melalui aorta untuk menghasilkan warna kulit yang normal di ekstremitas superior.

. dan region inguinalis (iliaca) kanan dan kiri. region hypogastrika (supra pubik). region umbilicalis.Abdomen dibagi dalm sembilan regio yaitu : regio epigastrium. region lumbalis kanan dan kiri. regio hypokondrium kanan dan kiri.

tumor intra abdominal. . Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. dan retensio urine. dan auskultasi. mendatar. ascites. Periksa : Bentuk abdomen Kulit dinding perut dan umbilicus Gerak dinding perut pada pernafasan Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut Bentuk Abdomen Normal simetris.Inspeksi Pemeriksaan abdomen dapat dilakukan dalam posisi pasien telentang atau tegak. Pada anak-anak agak membuncit hingga masa pubertas. perkusi. Perut yang tampak membuncit pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh obesitas. Vesika urinaria lebih baik dalam keadaan kosong. Dinding perut penderita harus dalam keadaan ‘relax’. Kedua tungkai jika perlu dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. palpasi. kehamilan. meteorismus. Sebaiknya penderita bernafas melalui mulut atau diajak bercakap-cakap.

Linea nigra. secum. umbilicus menonjol ( tidak ‘smiling’ ). Jika setempat. Perdarahan abdominal. atau sigmoid mungkin abnormal. Bentukperut yang seperti perut kodok yaitu buncit. limpa atau hati mungkin menyebabkan distensi pinggang sedangkan aorta. dan tanyakanlah riwayat penyakit yang berkaitan. Jika ditemukan didaerah supra pubis. menunjukan bahwa wanita tersebut pernah hamil. Bila pasien ascites diinspeksi dalam posisi tegak. disertai dengan umbilicus yang tertarik kekiri dan kekanan (‘smiling umbilicus’) terdapat pada ascites. garis hiperpigmentasi yang berjalan dari umbilicus sampe simfisis. atau pancreas dapat menimbulkan pembengkakan epigastrium. Kadang-kadang. . Periksalah apakah pasien anda mempunyai jaringan parut. Stria karena baru saja mengalami perubahan berat badan dan stria berpigmen pada sindrom cushing terlihat dengan jelas pada dinding abdomen. Kelainan hati dan limpa dapat menimbulkan pembengkakan didaerah hipokondrium. Kelainan ini sering ditemukan dan menunjukan kelemahan dan terpisahnya musculus rectus. dengan sagging pada pinggang (bila bebaring telentang). pelvis atau retroperitoneal dapat bermanifestasi sebagai ekimosis setempat didaerah pinggang atau disekitar umbilicus. pada keadaan ini darah akan mengalir kearah bawah untuk memintasi obstruksi pada vena cava superior. lambung. Kulit Dinding Perut dan Umbilicus Kulit abdomen perlu diperhatikann secara khusus. mungkin disebabkan oleh distensi kandung kemih atau pembesaran uterus. Didaerah iliaka. Caput medusae adalah lingkaran vena-vena yang berdilatasi menyebar dari umbilicus dan merupakan aliran kolateral vena pada sirosis dan hipertensi portal. Diastesis recti adalah suatu tonjolan digaris tengah yang dapat diperlihatkan dengan meminta pasien mengangkat kepalanya. tampak perut buncit. Pada kehamilan atau adanya tumor intra abdominal. pada posisi tegak maupun telentang perut tampak buncit tanpa ‘sagging’ pada pinggang dan tanpa ‘smiling’ pada umbilicus. Jaringan parut bekas operasi memberikan petunjuk tentang kelainan abdomen. Tentukanlah apakah pembengkakan tersebut meliputi seluruh abdomen atau setempat saja. Distensi harus dibedakan dari lemak.Perut yang ‘schapoid’ (cekung) adalah perut dimana konturnya menyerupai lunas perahu yang turun secara tiba-tiba dari prosesus xipoideus. Keadaan ini dapat dijumpai pada orang yang kekurangan makan atau dehidrasi. perhatikanlah daerah anatomiknya. ovarium. Bentuk perut asimetris dapat disebabkan oleh adanya penonjolan pada salah satu sisi misalnya karena adanya tumor atau pembesran hepar/lien. Ginjal.

Pada ascites yang amat besar. Juga terdapat pada keadaan dehidrasi.. disebabkan oleh dilatasi venae yang mungkin disebabkan oleh adanya obstruksi vena porta (misalnya pada sirosis hati). atrau obstruksi vena cava superior atau interior pada obstruksi vena porta. Pada obesitas. umbilikus dapat menonjol. Vena kulit mungkin tampak tetapi tidak menonjol dan berkelok-kelok. semua aliran darah dalam vena dari bawah ke atas. kulit dinding perut akan tampak tegang . Pulsasi dapat tampak pada dinding perut di daerah epigastrium yang mungkin disebabkan oleh hipertropi ventrikel kanan atau pada orang normal yang amat kurus. Pada kelumpuhan diafragma. walau perut buncit umbilicus tidask menonjol. Pulsasi tampak jelas yang berasal dari denyut aorta abdominalis yang diteruskan ke dinding perut. Pada waktu bernapas normal dinding perut mengembang pada waktu inspirasi dan mengempis pada ekspirasi secara simetris. maka denyut itu tampak walau pada orang yang tidak kurus sekalipun dan bersifat ekspansif berdenyut kesegala arah). akan tampak gerak peristaltic disebelah proksimal dari temapt obstruksi traktus digestivus. Arah aliran darah didalam vena pada obstruksi vena porta ialah vena yang teletak diatas umbilikus dari atas kebawah sedangkan pada vena yang terletak dibawah umbilikus dari bawah ke atas. . Pada tumor intra abdominal atau kehamilan. licin dan mengkilap. Normal tidak tampak gerak peristaltic. Pada obstruksi vena cava superior. Pada penderita tumor lambung pulsasi didaerah epigastrium pun akan tampak lebih menonjol.Kulit yang keriput menandakan bahwa dinding perut mengalami distensi seperti misalnya karena kehamilan. Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas. Tapi pada obstruksi usus. vena yang berdilatasi adalah vena yang terdapat di daerah perifer dinding abdomen. bila tampak demikian. Tapi bila aorta abdominalisnya mengalami aneurysma. Pada pembesaran perut. Pulsasi didaerah hipokondrium kanan dapat berasal dari hepar pada pasien yang menderrita insufisiensi katup trikusfpidalis. atau pernah ascites. pergerakan dinding perut saat bernapas juga tidak tampak. vana yang berdilatasi terutama vena dibagian tengah dinding perut sedangkan pada obstruksi vena cava. Pada umbilikus dapat terjadi hernia atau neoplasma. Pada peritonitis tidak ada pergerakan dinding perut sama sekali. Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut. gerakan dinding perut menjadi sebaliknya. arah aliran darah dalam vena yang berdilatasi itu semua keaarah bawah. misalnya pada abses subdiafragma. sedangkan pada obtruksi vena cava interior.

Abdomen – hernia Abdomen-ascites .

caput medusae Abdomen-obese .Abdomen.

struktur vaskuler. dan posisi ini dipertahankan sampai ekspirasi berikutnya. dimana tangan dimasukkan lebih dalam lagi.Periksalah abdomen dengan hati-hati. mintalah pasien untuk bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam. Jika anda merasa perlu memeriksa lebih dalam lagi. Palpasi bimanual yang sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui garis bentuk organ. secara perlahan-lahan tingkatkanlah tekanan tangan yang memeriksa sampai anda puas dengan hasilnya. letakkanlah tangan lainnya pada tangan yang melakukan palpasi untuk menambah tekanan. Ballotement bermanfaat. Perhatikanlah wajah pasien untuk melihat tanda-tanda perasaan tidak enak selama palpasi.Abdomen-hepatomegaly Palpasi abdomen Informasi yang diperoleh dengan palpasi berbeda-beda tergantung pada perhatian dan ketelitian yang dicurahkan. Pada tiap daerah pemeriksaan. palpasilah daerah tersebut pada saat terakhir. atau massa dengan mempalpasi kedua sisi berlawanan struktur tersebut. Palpasi yang dilakukan secara tergesa-gesa. . Ini dilakukan dari depan kebelakang melalui pinggang atau dengan menekan kedua sisi struktur tersebut di bagian anterior. dan tidak tergesa-gesa. Untuk membantu mencapai bagian dalam abdomen. Pada tiap ekspirasi abdomen turun. Cara ini dapat memperlihatkan adanya massa atau pembesaran organ yang tidak dapat diketahui dengan palpasi biasa. mula-mula palpasilah tiap sektor dengan perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut. lemah-lembut. atau pemeriksaan yang dilakukan secara sepintas lalu akan menggagalkan usaha anda. Ujung jari tangan ditekankan dengan gerak menusuk yang cepat kedalam abdomen. yang untuk sementara memindahkan cairan yang berada diatasnya. Pemeriksa yang berpengalaman akan mengalihkan perhatian pasien selama pemeriksaan dengan membicarakan hal-hal ringan. Dengan memakai bantalan jari-jari dan tangan yang sejajar dengan abdomen. Jika ada alasan untuk mencurigai kelainan atau nyeri di suatu daerah.tangan yang dingin. Seorang pasien yang tegang dapat menjadi lebih santai jika sendi panggul dan sendi lututnya difleksikan dan hanya tumitnya yang berada pada meja periksa. terutama kalau abdomen tersebut besar atau penuh dengan cairan.

Letakkanlah satu tangan anda di pinggang dan ketuklah pinggang yang berlawanan dengan ujung jari tangan anda. nyeri tekan. tangan yang melakukan palpasi akan merasakan adanya benturan gelombang cairan. Mintalah asisten anda untuk menekan garis tengah dengan pinggir tangannya. Kalau timbul kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit akut pada kandung empedu. Secara progresif. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam ketika anda berusaha menjepit kandung empedu yang sedang meradang di antara ibu jari anda dan margo kosta. dan lemak. Tangan yang melakukan palpasi secara perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut ditekankan dalam –dalam ke dalam abdomen dan kemudian secara tiba-tiba dilepaskan. Sebagai teknik alternatif. lakukanlah palpasi lebih rendah sampai anda mencapai krista iliaka. Demikian pula. pasien dapat menggerenyit atau berteriak. Tepi hati akan terasa menyentuh ujung jari tangan anda ketika ia turun pada waktu inspirasi. perhatikanlah apakah tepinya tidak nyeri. hanya cairan yang akan menghantarkan gelombang tekanan. Pada palpasi hati. cairan. Ketika peritoneum kembali ke posisi semula. Gelombang peristaltik dapat teraba dimana saja di dalam abdomen dan biasanya menunjukkan obstruksi mekanis. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam. Yang terakhir ini merupakan tanda pembengkakan yang merata. dan lakukanlah penekanan. baik persial maupun hamper lengkap. Pada palpasi yang dilakukan di daerah hipokondrium kanan mungkin ditemukan pembesaran hati atau kandung empedu. lebarnya harus ditentukan dengan perkusi. Kalau teraba. tajam. Nyeri tekan pantulan adalah suatu tanda penting untuk adanya iritasi peritoneum. dan ditemukan sebagai suatu massa yang . atau tumpul. Diantara ketiga keadaan ini. Tepi hati mungkin dapat diraba pada orang normal. dan ia akan mengalami nyeri tekan kalau anda mempalpasi kandung empedu tersebut. tanyakanlah dengan segera tempat iritasi maksimum. anda dapat meletakkan tumit tangan kiri anda pada margo kosta dan melengkungkan jari-jari tangan anda di atas tepi hati ketika pasien sedang menarik nafas. Hati yang sangat membesar lebih sering tidak di temukan ketimbang hati yang sedikit membesar. nyeri tekan pada kuadran kanan atas dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. Pembesaran lobus kiri hati dapat melintasi garis tengah dan sampai ke hipokondrium kiri. Kalau hati teraba. Lobus kiri hati dapat membesar dan mencapai daerah ini.Palpasi abdomen yang menggelembung membantu dalam membedakan dilatasi usus. Tanda Murphy diperoleh dengan meletakkan tangan kiri pada iga kanan pasien dan menyangkutkan ibu jari anda di atas margo kosta. Palpasi dalam pada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada pasien normal. Jika demikian. Penarikan umbilikus kadang-kadang dapat dipakai untuk memperlihatkan peradangan peritoneum. Jika ada cairan bebas. Pasien akan tersendat-sendat ketika ia menarik nafas dalam.Anda dapat menggetarkan hati dengan melakukan perkusi dengan telapak tangan anda pada iga dan memperlihatkan nyeri tekan di daerah hati tersebut. nyeri tekan dapat diperlihatkan dengan palpasi dalam secara langsung dengan jari tangan anda ketika pasien sedang menarik nafas dalam. Kadang-kadang letaknya jauh sekali dari jari-jari anda yang melakukan palpasi. letakkan tangan kiri anda pada iga kanan bawah dan arahkanlah jari-jari tangan kanan anda ke arah bahu kanan.

Pulsasi lateral merupakan tanda bahwa anda memang memegang kedua sisi pembuluh darah ini dan tidak di atasnya. yang dapat di palpasi kalau mengalami pembesaran patologik. ginjal tidak bergerak pada waktu inspirasi. Pada palpasi bimanual. sigmoid atau ovarium kiri dapat di temukan di daerah fosa iliaka kiri. seringkali anda dapat meraba ginjal kanan pada orang kurus dan. Pankreas bersilangan dengan tulang belakang di daerah ini. Sokonglah margo kosta kiri dengan tangan kiri anda dan masukkanlah secara perlahan-lahan jarijari tangan anda ke dalam daerah subkosta ketika pasien menarik nafas secara perlahan-lahan dan dalam-dalam. Pada orang yang berusia lanjut. meskipun untuk kepastiannya perlu di lakukan pemeriksaan pelvis. Aorta abdominal terletak di bawah dan sedikit di atas dan di sebelah kiri umbilikus. Tepat di bawah umbilikus. Tekankanlah jari tangan anda ke dalam pusat. anda akan meraba suatu cincin fasia yang berbatas tegas di sekitar suatu depresi lunak di bagian tengah.Jika anda merasa tidak pasti tentang pembesaran limpa. Ia akan teraba seperti massa berbentuk sosis lunak dan mungkin nyeri tekan kalau di guling-gulingkan di antara ujung-ujung jari tangan. dan lambung terletak di antaranya dan jari-jari yang melakukan palpasi. Lordosis yang menonjol dan abdomen yang tipis dapat membuat promontorium ini jelas kelihatan. Pinggang mengandung ginjal. ektasia mungkin sulit dibedakan dari aneurisma sejati. Daerah umbilikus perlu mendapat perhatian khusus. Juga.teraba pada palpasi. limpa dan ginjal kiri. Di daerah iliaka kanan sering di temukan dilatasi sekum. yang kalau membesar dapat di tentukan garis bentuknya dengan palpasi.kutub bawah ginjal kiri. Tepat di sebelah medialnya terdapat ovarium kanan. gulingkanlah tubuh pasien kearah anda sehingga berada dalam posisi dekubitus lateral kanan untuk mendorong organ tersebut ke arah lebih superior dan anterior. Hipogastrium mengandung kandung kemih dan uterus. kadangkadang. Mungkin sangat sulit untuk membedakan limpa yang besar dengan ginjal yang besar. Palpasilah secara bimanual pada kedua sisi aorta untuk mengetahui diameter lateralnya. Pembesaran limpa paling baik di deteksi dengan palpasi yang dilakukan dengan cara yang sama seperti palpasi hati. kira-kira di pertengahan antara umbilikus dengan spina iliaka anterior superior. Pada hernia. Demikian pula di sebelah kiri. Umbilikus lazim menjadi tempat hernia. Hipokondrium kiri mengandung fundus lambung. Palpasi Hati . Keganasan intraabdomen dapat menjalar ke daerah ini sebagai Sister Mary Joseph node. Yang terakhir ini biasanya akan turun menjauhi jari-jari tangan anda ketika anda berusaha mendekati margo kosta. aorta bercabang di atas promontorium sakrum. satu tangan terletak di belakang dan satu lagi di depan. Daerah iliaka kanan mengandung titik Mc Burney – daerah dengan nyeri tekan maksimum pada apendisitis.

Lukiskan posisi tepi hati dalam cm di bawah tepi iga pada garis midklavikular. Raba tepi hati untuk menentukan : K o n s i s t e n s i R e g u . saat penderita bernapas agak dalam.Palpasi dengan jarijari yang fleksi pada sendi metakarpofala ngea dengan sisi telunjuk sejajar dengan hati. Mulai kira-kira 10 cm di bawah tepi iga dan kemudian ke atas ke arah tepi iga-iga.

l a r a t a u i r e g u l a r N y e r i t e k a n P u l s a s i Perkusi tepi atas dan tepi bawah hati setelah palpasi untuk memastikan kelainan yang dijumpai.Bila .

hati mungkin meluas ke hipogastrium.hati tidak teraba dan hipokondrium kanan pekak. Bila hati membesar: K e r a s I r e g u l a r ? M e t a s t a s i s T i d a k . Palpasi tepi bawah kea rah bawah.

n y e r i t e k a n M e m b e s a r K e r a s l i c i n T i d a k n y e r i t .

e k a n ? S i r o s i s M e m b e s a r ? L i m f o m a L i c i n ? G a g a l j .

a n t u n g k o n g e s t i f N y e r i t e k a n ? A l k o h o l M e m b e s a r .

Bila terdapat kecurigaan bahwa limpa. Minta penderita untuk menarik napas dalam. untuk mendorong limpa ke bawah sehingga dapat di palpasi.? I n f e k s i Limpa Seperti pada hati. palpasi 10 cm di bawah pinggir iga pada hipokondrium. Bila limpa tidak teraba. lakukan ke atas kea rah iga-iga. sedikit membesar. baringkan penderita pada sisi kanan dengan lengan kiri tergantung bebas di depan dan raba kembali pada inspirasi dalam. periksa daerah pekak dari limpa dengan perkusi-limpa dapat membesar hingga ke daerah hipogastrium. Sifat-sifat dari limpa : .

T e m p a t B e n t u k ( ? c e k u n g a n ) T i d a k d a p a t m e r a b a b .

a g i a n a t a s n y a B e r g e r a k p a d a r e s p i r a s i P e k a k p a .

d a p e r k u s i Lukiskan seperti pada hati. Limpa sangat membesar : ? L e u k e m i a m y e l o i d k r o n i k ? M i e l o .

teliti seluruh .f i b r o s i s Ginjal Palpasi bimanual Dorong ke atas dengan tangan kiri pada sudut ginjal dan raba ginjal dari anterior dengan menggunakan tangan kanan. Nyeri pada ginjal sering bila terdapat infeksi. lukiskan : Tempat. Ukuran. penyakit polikistik. Massa Palpasi dengan abdomen Bila di temukan massa. atau hidronefrosis. Minta penderita untuk bernapas dalam supaya ginjal berada di antara kedua tangan. Konsistensi-feses mungkin mencekung (indented) dengan penekanan. Bentuk. Ginjal yang besar mungkin menunjukkan suatu tumor.

Apakah berubah setelah defekasi atau miksi? Aorta Palpasi pada garis tengah di atas umbilikus untuk massa yang berpulsasi. Bila dengan mudah teraba.Terfiksasi atau dapat di gerakkan-apakah bergerak pada respirasi? Nyeri tekan. Pulsasi-penyebaran pulsasi dari aorta atau pembengkakan yang berpulsasi. Pekak pada perkusiterutama penting dalam penentuan apakah usus terdapat di depan massa. Pemeriksaan palpasi abdomen : Tepi hati Ujung limpa Semua massa Perhatikan nyeri tekan Nyeri pantulan Defense musculare . mungkin normal pada penderita kurus atau aneurisma besarekspansif-bruit.

Ingatlah bahwa lobus kiri hati normal dapat mencapai epigastrium dan menjadi massa yang dapat di palpasi. Pada keadaan ini. Dalam keadaan seperti itu. yang secara refleks menyebabkan spasme pada otot-otot abdomen. . demikian pula palpasi aorta dan daerah hipogastrium pada banyak wanita. Jangan kacaukan dengan varian normal. Pasien yang mengalami nyeri tekan dapat menegangkan otot-otot perutnya secara volunteer atau involunter. daerah yang sakit akan teraba seperti kayu atau papan.Pemeriksaan gelombang kalau perlu Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen untuk cairan Nyeri tekan setempat atau umum harus dibedakan. sedangkan defense musculare yang sejati atau rigiditas tidak berada di bawah kendali kesadaran. Penegangan otot-otot perut yang terjadi secara volunter dapat di atasi dengan mengalihkan perhatian pasien. Nyeri tekan pantulan adalah tanda penting peradangan peritoneum yang biasanya menyertai Defense musculare sejati dan rigiditas. penarikan umbilikus dapat membantu menentukan adanya peritonitis. Abdomen yang benar-benar kaku menunjukkan peradangan peritoneum di bawahnya. Palpasi dalam dada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada orang normal. Ini adalah daerah di mana peritoneum melekat pada kulit tanpa di halangi oleh otot. karena akan timbul nyeri tekan yang jelas.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

anda harus menentukan apakah ia benar-benar membesar atau hanya terdorong ke bawah. perkusi menggambarkan batas-batas statik antara jaringanjaringan dengan kepadatan yang berbeda-beda. Jari pasif yang di letakkan dengan hati-hati di abdomen di ketuk oleh jari pleksor dengan ketukan stakato. Adanya massa tanpa timpani di kuadran kanan atas mengarah pada pembesaran limpa. Tekniknya sama seperti pada perkusi thoraks.Perkusi abdomen Seperti di tempat-tempat lainnya. dan cairan peritoneal yang terlokalisir . Perkusi memastikan dan memperjelas banyak penemuan pada palpasi. lokasi timpani dapat menentukan tempat obstruksi. mulailah perkusi di garis tengah dan bergeraklah ke kedua pinggang. Tandailah dengan pena anda tempat di mana resonansi berubah menjadi pekak. dan kenyataan ini di manfaatkan dengan perkusi. Pekak limpa seringkali di temukan di antara sela iga kesembilan dan kesebelas. Gulingkanlah tubuh pasien ke salah satu sisi dan ulangilah prosedur itu pada sisi yang lebih rendah. Jika tepi hati telah teraba di hipokondrium kanan. Pembesaran limpa yang ringan bermanifestasi sebagai perubahan timpani menjadi pekak ketika sela iga terbawah di perkusi dan pasiennya menarik nafas dalam – tanda perkusi limpa. Ingatlah bahwa fleksura lienika kolon terletak di belakang limpa tapi di depan ginjal. Pembesaran limpa dan ginjal dapat lebih di bedakan dengan bantuan perkusi.Lebarnya berbeda-beda dari pasien ke pasien. Nyeri pekak pantulan dapat diperoleh dengan perkusi dan juga dengan palpasi. Lakukanlah perkusi pada paru-paru anterior yang resonan dan bergeraklah ke bawah sampai pekak hati menunjukkan batas atas. Hal ini di sebut shifting dullness.Jarak antara garis-garis yang di buat ketika pasien telentang dan ketika tubuhnya di gulingkan menunjukkan jumlah cairan karena permukaan cairan akan selalu rata. bersama-sama dengan massa yang dapat di palpasi. Ada dua sumber kesalahan potensial. Cairan bebas menunjukkan usus yang mengandung udara terapung-apung di bagian paling atas. ada atau tidak adanya timpani. Timpani menunjukkan udara. Pekak yang berpindah menunjukkan asites. Bersama-sama dengan cara-cara lainnya. Massa dengan timpani menunjukkan pembesaran ginjal. Seringkali terisi dengan udara. dan bunyi serta resistensinya di perhatikan. di garis aksila anterior. tetapi ukuran yang melebihi 12 cm mungkin abnormal. memberikan petunjuk yang jelas. Gulingkanlah tubuh pasien ke sisi lainnya dan ulangi. Kadang-kadang perpindahan usus yang relative tidak mengandung udara akan memberikan hasil positif palsu. Udara tersebut mungkin berada di dalam gelung usus yang mengalami distensi atau terdapat bebas di dalam abdomen. Perkusi di daerah epigastrium dan hipokondrium kiri menimbulkan bunyi timpani karena adanya gelembung gas di dalam lambung. Pada pasien yang berbaring.

pekak cairan tetap terdapat di bagian anterior pada pasien yang berada dalam posisi berbaring. Meskipun demikian. Kista ini dapat berukuran besar sekali dan terlihat sebagai distensi abdomen yang sangat menyolok. cairannya trdapat di dalam suatu ruang tertentu. Suruhlah pasien untuk berdiri di atas empat anggota tubuhnya. di mana anda akan dapat menemukan daerah yang pekak.akan memberikan hasil negative palsu. Pada kasus asites yang meragukan. Pada keadaan ini di jumpai dua petunjuk : pertama. dan kedua. berusahalah menemukan puddle sign (tanda genangan). Pemeriksaan perkusi abdomen : Ukuran hati dan limpa M a s s a P e m e r i k s a a n p i n d a h n y a p e k a k . Sekarang cairan akan tergenang di umbilikus. umbilikus tidak menonjol keluar. Contoh khas keadaan yang terakhir ini adalah kista ovarium. dan usus yang resonan terdorong ke bawah dan lateral – tepat kebalikan asites bebas.

Pekak alih menunjukkan adanya asites. pekak yang menetap menunjukkan massa. .k a l a u p e r l u Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen Perkusi memastikan penemuan-penemuan yang di peroleh dengan palpasi. dan timpani menunjukkan adanya gas.

Aktivitas peristaltik memancarkan berbagai macam suara bergelembung ketika permukaan antara air dan udara berubah dengan adanya gelombang kontraksi. dan nada berhubungan dengan ketegangan dinding visera. Sumber suara abdomen mencakup peristaltik dan struktur vaskuler. Perubahannya adalah dalam hal intensitas. Intensitas berkaitan dengan kekuatan peristaltik. Pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada abdomen adalah pemeriksaan: Bising usus: Bising usus disebabkan bunyi udara dan cairan dalam usus yang bergerak karena peristaltik usus. Auskultasi memberikan infromasi tentang kejadian dinamik. Auskultasi sebaiknya dilakukan sebelum palpasi atau perkusi agar tidak merangsang timbulnya peristaltik. dengan cara mendengarkan suara melalui stetoskop. frekuensi berkaitan dengan kecepatan gelombang.Auskultasi Abdomen Auskultasi ialah salah satu dari bagian pemeriksaan fisik. frekuensi dan nadanya. Bising usus didengarkan bila terdapat .

didapat nyeri kolik disertai dengan bising usus yang meningkat dan amat nyaring. Setiap arteri besar dalam abdomen dapat menjadi sumber bising. menyempit atau berkelok. Peristaltik usus halus cenderung bernada tinggi ketimbang gemuruh panjang kolon yang bernada rendah. Pada Obstruksi usus memberikan bising usus hiperaktif atau berdenting. Arterial bruit juga harus bisa dibedakan dengan bising jantung yang menyebar dan berasal dari jantung. Bila selama 3-10 menit tidak terdengar sekalipun bising usus. Normal bising usus akan terdengar 13 kali per menit. misalnya nyeri abdomen. Arterial bruit terdengar pada fase sistolik jantung bersamaan atau tepat setelah ictus cordis. Dengarkan pada seluruh abdomen dengan stetoskop diafragma kira-kira 10-15 detik atau 1 menit. Bila peristaltik meningkat seperti pada diare atau gastroenteritis bising usus terdengar 10-15 kali per menit.menunjukan aliran turbulen didalam pembuluh darah yang berdilatasi.tanda abnormal. Aorta abdominalis paling baik didengar tepat diatas . Arterial bruit:Berasal dari arteri. Pada obstruksi usus. misalnya terdapat pada peritonitis dan ileus paralitikus. keadaan ini disebut "silent abdomen".

Gejala-gejala abdomen daerah Keluhan pada abdomen dapat berkaitan dengan kelainan lokal atau dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. Venuos hum mingkin berasal dari vena cava orang normal. tapi terdengar bersamaan dengan inspirasi dan ekspirasi. Bising arteri lienalis penting karena stenosis arteri renalis mungkin merupakan penyebab hipertensi. Terdapat beberapa gejala atau kumpulan gejala yang karakteristik pada suatu penyakit yang sering merupakan masalah bagi pasien untuk memperoleh pertolongan medis. . arteri hepatica di hipokondrium kanan. arteri lienalis di hipokondrium kiri. Paling sering terdengar di daerah umbilikalis atau daerah hepar. Friction rub: Bunyi ini sama kedengarannya seperti bunyi gesekan pleura atau pericardial. atau cholesystisis. Mungkin terdengar di daerh hati atau lien.pembuluh darah di epigastrium. Terdengar sepanjang fase sistolik maupan diastolic jantung. Bunyi gesek yang terdengar di daerah lien mungkin disebabkan oleh peradangan atau infark limpa. tapi mungkin juga terdengar karena pasien menderita sirosis hepatic dengan hipertensi portal. Bunyi gesek yang terdengar didaerah hati mungkin dijumpai pada hepatoma. Venous hum: Lebih halus terdengarnya daripada arterial bruit dan nadanya lebih tinggi.

Gejala atau kumpulan gejala tersebut tak jarang menimbulkan persepsi atau interpretasi yang berbeda diantara yang mengeluh. rasa cepat kenyang. Etiologi Gangguan pada lumen saluran cerna: tukak peptik. tumor. dalam hal ini pasien . diantaranya: DISPEPSIA Merupakan kumpulan gejala/simtom atau sindrom yang terdiri dari keluhan nyeri ulu hati. tanda peritonitis. rasa penuh/begah dan rasa panas di dada/epigastrium. bergantung latar belakang pendidikan . digitalis. Pendekatan Diagnostik Anamnesis akurat untuk menilai apakah keluhan ini local atau berdasarkan gangguan sistemik. muntah. nonsteroid. dan bahkan pada satu pasien pun keluhan dapat bervariasi dari segi jenisnya ataupun kualitasnya dari waktu ke waktu. penyakit tiroid. dengan yang mendengarkan. sosial. teofilin. dan saluran empedu. Keluhan ini tidak perlu selalu semua ada pada setiap pasien. pancreas. fungsional atau DIARE . dalam hal ini dokter. Obat-obatan: anti-inflamasi antibiotic. organomegali. Fungional: dyspepsia dispepsianon-ulkus. Dibawah ini terdapat beberapa simtom yang sering dikeluhkan oleh pasien didaerah abdomen. sendawa. atau budaya pasien. Pemeriksaan fisis untuk mengindentifikasi kelainan intralumen yang padat misalnya massa intraabdomen. penyakit jantung koroner. Sehingga diperlukan tehnik anamnesis yang spesifik untuk menyamakan persepsi. Penyakit sistemik: diabetes melitus. mual. kembung. gastritis. Tidak jarang pula satu gejala medis tertentu diekspresikan secara berbeda-beda. Sindrom dyspepsia ini secara garis besar dapat disebabkan oleh gangguan lokal atau sistemik serta oleh gangguan yang bersifat organik atau fungsional. Penyakit pada hati.

E. sangat mungkin merupakan keracunan makanan yang disebabkan toksin bakteri. Bila muntahnya sangat mencolok. C.cholera. Secara praktis dikatakan diare bila frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi cair. dan muntah. Diare Akut Etiologi Virus Protozoa: Giardia lamblia. Iskemia intestinal. Pendekatan Diagnostik Pada umumnya diare akut disebabkan infeksi atau toksin bakteri. biasanya disebabkan oleh kerusakan mukosa usus yang ditimbulkan oleh . harus dipikirkan kemungkinan diare karena C. lender dan disertai demam.difficile) dan yang menimbulkan inflamasi mukosa usus (Shigella. V.aureus. nyeri perut terutama daerah umbilicus (karena kelainan terutama daerah usus halus). dan perut terasa mules ingin buang air besar.coli).kembung. Colitis radiasi. Bakteri: yang memproduksi enterotoksin (S. Bila diare dalam bentuk bercampur darah. Inflammatory bowel disease.coli. Yersinia). biasanya mempunyai gejala feses benar-benar cair. biasanya disebabkan oleh virus atau S. C.perfringens. tidak ada darah. Adanya makan makanan tertentu (terutama makanan siap santap) dan adanya keadaan yang sama pada orang lain. Adanya riwayat pemakaian antibiotika yang lama. mual. Salmonella sp. Diare yang terjadi tanpa kerusakan mukosa usus (non-inflammatory) dan disebabkan oleh toksin bakteri (terutama E.diffficile.aureus dalam bentuk keracunan makanan.Diare adalah meningkatnya frekuensi buang air besar. Diare digolongkan keadaan akut atau bila telah terjadi lebih dari 2 minggu digolongkan dalam diare kronik. Entamoeba hystolitica. Travelers diarrhea merupakan kejadian daire pada wisatawan. konsistensi feses menjadi cair.

malabsorpsi garam empedu. Penyebab yang klasik adalah irritable bowel syndrome. magnesium sulfat). reseksi sebagian usus. obat laksatif (laktulosa. Pada umumnya disebabkan tumor endokrin. Diare inflamatorik: disebabkan oleh factor inflamasi seperti inflammatory bowel disease. diare osmotic: disebabkan oleh osmolalitas intralumen usus lebih tinggi dari dalam serum. Diare Kronik Etiologi Pada umumnya etiologi diare kronik dapat dikelompokkan dalam 4 kategori patogenesis terjadinya. E. harus diwaspadai kemungkinan suatu keganasan saluran cerna (terutama tumor kolon). Hal ini terjadi pada intoleransi laktosa. obstruksi limfatik. dan pertumbuhan bakteri yang berlebihan. defisiensi enzim pancreas. Malabsorpsi: pada umumnya disebabkan oleh penyakit usus halus.invasi Shigella.lamblia. .hystolitica. Daerah yang terkena adalah kolon. Pendekatan Diagnostik Bila dengan puasa diare berkurang. biasanya disebabkan diare osmotic Adanya penurunan berat badan yang bermakna. Diare karena gangguan motilitas: hal ini disebabkan transit usus yang cepat atau justru karena terjadinya statis yang menimbulkan perkembangan bakteri intralumen yang berlebihan. laksatif katartik. Salmonella atau amebiasis. Infeksi kronik: seperti G. Anamnesis yang akurat pada umumnya akan mendekatkan kita pada kemungkinan patogenesisnya. nematode usus atau pada keadaan immunocompromized. obat (antacid). Pada umumnya diare akut bersifat sembuh sendiri dalam 5 hari dengan pengobatan sederhana yang disertai rehidrasi. Diare sekretorik: terjadinya sekresi intestinal yang berlebihan dan berkurangnya absorpsi menimbulkan diare yang cair dan banyak.

abses perineum. Pemeriksaan fisis untuk menilai keadaan sistemik dan local. NYERI PERUT . megakolon. Kelainan stuktural kolon: tumor. hemoroid. diabetes mellitus. Etiologi Pola hidup: diet rendah serat. Dalam praktek sehari-hari dikatakan konstipasi bila buang air besar berkurang dari 3 kali seminggu atau lebih dari 3 hari tidak buang air besar atau dalam buang air besar harus mengejan secara berlebihan. kurang minum. Pendekatan Diagnostik Anamnesis yang akurat untuk mendeteksi adanya penurunan berat badan. Obat-obatan: antikolinergik. Disepakati bahwa buang air besar yang normal frekuensinya adalah 3 kali sehari sampai 3 hari sekali. terdapat rasa sakit.KONSTIPASI Konstipasi adalah persepsi gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi buang air besar. pseudo-obstruksi kronik. opiate (morfin. riwayat keluarga kanker. terutama tanda adanya massa intra abdomen. pendarahan saluran cerna. Penyakit sistemik: hipotiroidisme. neuropati autonom. sensasi tidak puasnya buang air besar. lesi medulla spinalis. striktur. peristaltic usus dan tidak boleh dilupakan adalah colok dubur. Idiopatik: transit kolon yang lambat. kodein). gagal ginjal kronik. Penyakit neurologis: Hirschprung. kebiasaan buang air besar yang buruk. suplemen besi dan kalsium. atau feses keras. penyekat kalsium. kurang olah raga. harus mengejan. alumunium hidroksida. pola buang air besar sebelumnya. Disfungsi otot dinding dasar pelvis.

divertikulitis. kolik bilier atau renal karena batu. dyspepsia fungsional. Gangguan vascular: iskemia atau infark intestinal. Nyeri viseral ini bersifat tumpul. Referred pain dapat dijelaskan pada keadaan di mana serat nyeri viseral dan serat somatic berada pada satu tingkat di susunan saraf spinal. kolesistitis. spasme) atau kimiawi (seperti inflamasi. pielonefritis. infark miokard dan paru dan lainnya. Dapat berasal dari nyeri viseral abdomen akibat rangsang mekanik (seperti regangan. esofagitis. Pendekatan Diagnostik Berdasarkan lokasi nyeri: . peritonitis. kista ovarium. Kelainan mukosa viseral: tukak peptik. iskemia). Obstruksi visceral: Ileus obstruksi. Etiologi Inflamasi peritoneum parietal: perforasi. Sedangkan nyeri peritoneum parietal lebih bersifat tajam dan lokasinya lebih jelas. Regangan kapsula organ: hepatitis. rasa terbakar dan samara batas lokasinya. Ekstra abdominal: herpes. colitis infeksi.jadi rasa nyeri timbul bila ada regangan karena pembesaran organ. Ujung saraf nyeri pada organ padat seperti hati dan ginjal terbatas pada kapsula-nya. Gangguan motilitas: irritable bowel syndrome. pankreatitis. trauma muskuloskletal.Nyeri perut dapat merupakan variasi kondisi dari yang sangat ringan sampai yang bersifat fatal. apendistis. inflammatory bowel disease.

Usus halus. Factor yang mencetuskan dan factor yang meringankan nyeri: nyeri perut yang dapat . kolik ginjal. rasa panas seperti pada esofagitis. Hal ini tidak mudah. gaster. ileus obstruksi. kolesistitis. apendisitis menimbulkan rasa nyeri tumpul dan menetap.Lokasi nyeri Kuadran kanan atas Kuadran kanan bawah Kuadran kiri atas Kuadran kiri bawah Difus Dugaan sumber Hepar. rasa seperti diremas pada kolesistitis. duodenu Ginjal. terutama di Indonesia. Kantung empedu. perforasi ulkus. tukak peptic. aorta. dan esofagitis. rasa nyeri yang bersifat tumpul seperti pada batu ginjal. Appendik. Intensitas nyeri: pada keadaan akut. Sedangkan pada nyeri kronik lbih sulit menentukannya karena banyak factor psikologis yang turut berperan.ap Kualitas nyeri: perlu diketahui kualitas rasa nyeri tersebut. kolon Pancreas. gastroenteritis. gaster. intensitas nyeri relative dapat diurut berdasarkan intensitas nyeri yang paling hebat sampai ke relative ringan sebagai berikut. pankreastitis akut. ovarium. Pada dasarnya harus dibedakan rasa nyeri kolik seperti pada obstruksi intestinal dan bilier. apendisitis. gi Pankreas. di mana ekspresi bahasa tidak sama untuk menggambarkan rasa nyeri.

rasa nyeri berkurang setelah buang air besar. Nyeri pada penyakit pancreas sering terjadi setelah makan.diringankan dengan minum antacid dapat diperkirakan menderita tukak peptic (terutama tukak duodenum). Harus juga ditelusuri gejala sistemik lain yang menyertainya. Pada penyakit kolon. dan juga pada iskemia intestinal. .

Anatomi Alat Reproduksi Alat reproduksi wanita dibagi menjadi 2: Alat genitalia externa dan Alat genitalia interna. Pada wanita umumnya batas atasnya melintang sampai pinggir atas simfisis. Labia mayora terdiri atas bagian kanan dan kiri. lonjong mengecil ke bawah. Ke bawah dan ke belakang kedua labia . dan terisi oleh jaringan lemak.Dugaan sumber penyakit berdasarkan lokasi nyeri. PEMERIKSAAN FISIK GENITALIA A. Pemeriksaan fisik Genitalia wanita 1. sedangkan ke bawah sampai ke sekitar anus dan paha. Alat Genitalia Externa Mons veneris adalah bagian yang menonjol di atas simfisis dan pada wanita dewasa ditutupi oleh rambut kemaluan.

dan di belakang oleh perineum. Alat Genitalia Interna .mayora bertemu posterior. Perineum yang terletak antara vulva dan anus. panjangnya rata-rata 4 cm. Klitoris kira-kira sebesar kacang hijau dan terdiri dari glans klitoridis. Bulbus vestibuli sinistra et dextra terletak di bawah selaput lendir vulva. kanan dan kiri oleh kedua labia minora. korpus klitoridis. Vulva kurva berbentuk lonjong dengan ukuran panjang dari muka ke belakang dan dibatasi di muka oleh klitoris. dan dua krura yang menggantungkan klitoris ke os pubis. Introitus vagina mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. dan membentuk kommisura Labia minora adalah suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam dari labia mayora. dekat ramus os pubis.

Ligamentum infundibulo-pelvikum. Ligamentum sakro-uterina. Epitel vagina terdiri dari epitel gepeng tidak bertanduk. dibawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Ligamentum rotundum. Ligamentum latum.Vagina adalah suatu penghubung antara introitus dan uterus. Arteria hemoroidalis mediana dan Arteria pudendus interna yang memberikan darah ke bagian sepertiga bawah vagina. kardinale . Uterus berbentuk seperti buah advokat atau buah peer yang sedikit gepeng ke arah muka belakang. Uterus ini sebenarnya terapung-apung dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamenta yang menyokongnya. Ukurannya sebesar telur ayam dan mempunyai rongga. Vagina mendapat darah dari: Arteria uterina yang memberikan darah ke bagian sepertiga atas vagina. Arteria vesikalis inferior yang memberikan darah ke bagian sepertiga tengah vagina. Ligamenta yang menyokongnya adalah: Ligamentum (Mackenrodt). di tengah-tengahnya ada bagian yang lebih keras disebut kolumna rugarum. Di vagina tidak didapatkan kelenjarkelenjar bersekresi. dan serviks uteri. Bentuk vagina sebelah dalam yang berlipat-lipat disebut rugae. Uterus terdiri dari fundus uteri. korpus uteri.

Pembuluh darah ini berasal dari Arteria iliaka interna (Arteria hipogastrika). Jika dapat dilihat. Pembuluh darah lain yang memberi darah ke uterus adalah Arteria ovarika sinistra et dextra. Wanita pada umumnya mempunyai dua ovarium kiri dan kanan. Pastikan bahwa pasien baru saja buang air kecil. dan genitalia externa untuk melihat adanya peradangan dan anatomi abnormal. pars ampullaris. dan vestibulum vagina. pars ismika. periksalah himen. lebar dan tebal kira-kira 1. 2. kelenjar parauretral. atau pembesaran.5 cm. periksalah klitoris yang ditutupi kedua labia mayora untuk melihat tanda-tanda iritasi. membengkak dan nyeri tekan. Periksalah dengan inspeksi rambut pubis. ulkus. kelenjar bartolin.Uterus diberi darah oleh Arteria uterina sinistra et dextra yang terdiri dari ramus asenden dan ramus desenden. Pemeriksaan Pelvis Pemeriksaan pelvis yang dilakukan oleh seorang dokter pria harus ditemani oleh asisten wanita. dan infundibulum. Posisi litotomi merupakan posisi yang terbaik untuk melakukan pemeriksaan. kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi . Ovarium adalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm. Di bawah klitoris di garis tengah. Tuba falloppii terdiri atas pars interstisialis. Di bagian anterior. perineum. Di samping uretra. terdapat meatus uretra. Carilah jaringan yang meradang dan pengeluaran sekret. Usahakanlah agar pasien tetap santai dengan memberitahukannya tentang setiap bagian pemeriksaan dan mengajaknya berpartisipasi sepanjang pemeriksaan dilakukan.

Selain itu. Pemeriksaan bimanual dilakukan dengan tujuan untuk meraba uterus dan adneksa. lakukan penekanan ke arah posterior dan putarlah spekulum tersebut dan bukalah. antara tangan pada vagina dan tangan pada abdomen dan untuk mengkombinasikan palpasi vagina dan rektum dengan palpasi abdominal. Pertama. lumasi spekulum dengan air lalu masukkan jari-jari tangan yang memakai sarung tangan. lakukanlah penekanan ke arah posterior dan masukkan spekulum dalam posisi vertikal. maka perhatikan konsistensi serviks dan adanya lesi-lesi yang telah ada sebelumnya. Satu atau dua jari tangan vaginal kita basahi dengan bahan pelicin dan dengan hati-hati kita masukkan ke dalam introitus vagina. Kemudian letakkan jari anda ke forniks . Rabalah dinding vagina sambil anda terus memasukkan jari anda lebih dalam dan kalau jari anda telah menyentuh serviks. Visualisasikanlah serviks dan dinding vagina.Lanjutkan dengan pemeriksaan spekulum. perhatikan adanya perasaan nyeri atau pergerakan serviks. untuk menggambarkan organ-organ yang terdapat dalam rongga pelvis.

Perhatikan kedudukan. dan untuk menemukan adanya hemoroid dan penyakit rektum lainnya. Kemudian dengan mempergunakan jari vaginal. dan mobilitas uterus. bentuk. lakukan palpasi pada garis tengah abdomen kirakira sepertiga jarak ke umbilikus.sfingter ani dan kompetensinya. nyeri tekan. konsistensi. perhatikan jari rektal anda akan kemungkinan adanya darah dan warna tinja. maka lakukan pemeriksaan gabungan rekto-vaginal untuk menilai tonus m. B. Kalau anda telah selesai melakukan pemeriksaan ini. angkatlah serviks dan uterus ke atas agar anda dapat meraba kedua tangan anda. Pemeriksaan Fisik Genitalia Pria Anatomi Genitalia Pria Penis Batang penis dibentuk oleh 3 kolumna dari jaringan erektil pembuluh darah yaitu korpus spongiosum ( berisi uretra) dan 2 .posterior dan dengan tangan anda yang lain. Setelah melakukan pemeriksaan bimanual. ukuran.

. Korpus spongiosum membentuk bulbus penis yang berakhir pada glans dan bagian yang melebarnya (corona). struktur ini terdiri dari vas deferens. Pada laki-laki yang belum disirkum. Kantong skrotum tidak simetris.korpora kavernosa. glans ditutup oleh preputium dimana smegma terkumpul. Testis sendiri berfungsi menghasilkan spermatozoa an testosteron. epididimis dan kumpulan struktur secara selektif yang dikenal dengan korda spermatika. Normalnya meatus uretra terletak di ventral dari ujung glans Skrotum Skrotum adalah suatu kantong yang terdiri dari 2 kompartemen yang berisi testis. Setiap bagian dari kantong yang terbagi ini terdiri dari testis. Testosteron tersebut yang akan menstimulasi pertumbuhan genetalia dan perkembangan sex sekunder. Kantong skrotum merupakan suatu kantong kulit. sekitar 2 cm dorsal terhadap simfisis pubis. Sedangkan letak uretra adalah di ventral dari batang penis. otot polos dan fasia yang terletak posteroinferior terhadap dasar batang penis. arteri dan vena. Kelenjar Prostat Prostat merupakan struktur glandular yang terletak di dalam pelvis. limfatik dan suplai saraf. Dua lobus lateral dan lobus posterior dari prostat dapat dinilai melalui dinding rektum. sisi kiri tergantung lebih rendah daripada sisi kanan pada kebanyakan pria dan lebih tinggi daripada sisi kanan pada beberapa pria.

gangguan pada inervasi persyarafan. Keluarnya cairan dari penis bisa disebabkan oleh gonococcal bila cairannya berwarna kuning dan non gonococcal uretritis bila cairannya berwarna jernih atau putih. Daerah inguinal dan genital seluruhnya terpapar. Klinisi selalu menggunakan sarung tangan untuk memimpin pemeriksaan. Ejakulasi dini disebabkan oleh obat. orgasme. baik dengan Meminta pasien untuk mengangkat dan memegang gaunnya. menurunnya androgen dan psikogenik. menurunnya hormon testosteron. gangguan neurologik. menurunnya aliran darah pada sistem arteri hypogastrik. Gangguan ereksi disebabkan faktor psikogenik. Pasien diminta untuk berdiri dan pemeriksa duduk berhadapan dengan pasien. orientasi seksual Respon seksual : Libido. atau menurunkan celana dalamnya sampai lutut . Pemeriksaan Fisik Genitalia Eksterna Gaya berat mempermudah pemeriksaan genital pria. pembedahan. ejakulasi Cairan yang keluar dari penis atau lesi di penis Skrotum : Nyeri. bengkak dan lesi Menurunnya libido disebabkan faktor psikogenik seperti depresi.Riwayat kesehatan Gejala yang perlu ditanyakan adalah : Fungsi seksualnya. dan juga disebabkan oleh disfungsi endokrin dan efek samping obat. terutama penilaian untuk hernia inguinalis.

langkah ini penting untuk mengetahui adanya chancre atau carsinoma Pimosis adalah suatu prepusium yang melekat di mana prepusium tidak dapat ditarik melampaui glansnya. perhatikan adanya retraksi prepusium atau anjurkan pasien untuk meretraksi. K u l i t Perhatikan kulit sekitar dasar penis apakah ada ekskoriasi. Glans Perhatikan adanya ulcus. jaringan ikat. tidak dapat dikembalikan sampai bisa terjadi oedem. . Sedangkan parapimosis adalah prepusium yang melekat di mana sekali prepusium ditarik. inflamasi dan perhatikan juga rambut pubis Ekskoriasi genital biasanya disebabkan oleh kutu atau skabies b. nodul atau tanda inflamasi.PENIS Inspeksi Inspeksi penis meliputi : a . Prepusium ( kulit depan) Bila belum disirkum.

periksa adakah tandatanda peradangan atau sekret. Jangan sentuh meatusnya kecuali jika biakan diindikasikan. . Caranya adalah dengan menekan glans di antara dua jari. Normalnya. Buka meatus uretra sehingga meatus terbuka dan memungkinkan kita melihat cairan yang keluar dari meatus. tidak ditemukan sekret.Balanitis adalah radang pada glans sedangkan balanoposthitis adalah radang pada glans dan prepusiumnya Hipospadia adalah kelainan kongenital di mana meatus terletak pada inferior penis Meatus uretra Periksa posisi meatus uretra . Setelah inspeksi glans. perbaiki letak preputium. jari telunjuk di atas dan ibu jari di bawah. karena riwayat atau adanya sekresi yang terlihat. korona dan meatus uretra.

maka suruh dia melakukan gerakan mengurut penis dari pangkal penis ke glans.Jika pasien mengatakan adanya cairan keluar dari uretra tetapi anda tidak melihat. adanya nyeri dan indurasi. sehinnga cairan bisa terdorong keluar melalui meatus uretra dan taruh di slide kaca untuk pemeriksaan kultur. perhatikan adanya kulit kemerahan. Indurasi di sepanjang permukaan ventral penis. Bagian skrotum kiri biasanya lebih panjang daripada yang kanan sebagai akibat dari korda spermatika kiri yang lebih . kista epidermoid dan kemungkinan kanker kulit. akibat sekunder dari striktur uretra. Palpasi Palpasi adanya abnormalitas pada penis. memberi kesan adanya striktur uretra atau karsinoma. Atau bila perlu kita melakukannya sendiri. tebal dan mempunyai rugae kasar. SKROTUM DAN ISINYA Inspeksi Inspeksi skrotum meliputi: Kulit Lipat ke atas untuk melihat bagian permukaan posterior. Kulit kantong skrotum biasanya lebih hiperpigmentasi dibandingkan dengan tempat lain. Rasa nyeri sekitar daerah indurasi berarti adanya suatu peradangan periuretra.

Bentuk perabaan dari skrotum Catat adanya pembengkakan. Adanya gangguan perkembangan skrotum pada satu atau dua sisi. hernia inguinal indirect. orkhitis akut. hernia inguinal strangulasi Palpasi a . dan skrotum yang bengkak. benjolan keras dan vena-vena. Skrotum yang bengkak dapat disebabkan oleh . kemungkinan adanya cryptorchidism( undescensus testikulorum). P a . Kantong skrotum memberikan respons terhadap rangsangan luar dan sebagai contoh dapat terlihat berkontraksi dan menebal jika ruangan dan tangan pemeriksa dingin atau pasien gelisah. hidrokel. Adanya pembengkakan skrotum yang nyeri dapat disebabkan epididimitis akut.panjang sehingga menyebabkan skrotum tidak simetris.

l p a s i m a s i n g m a s i n g t e s t i s d a n e p i d i d i m i s Palpasi masingmasing testis dan epididimis. .

telusuri dari epididimis sampai permukaan kanalis inguinalis. Caranya denganm menggelapkan ruangan. Palpasi masingmasing korda spermatika(saluran sperma) dan vasdeferens Palpasi korda spermatika termasuk vasdeferens. Carilah perubahan sinar yang berupa warna merah. . konsistensi. Adanya nyeri ringan pada nodul dalam pada testis ada kemungkinan suatu kanker testikuler b. sinari bagian belakang skrotum dari arah belakang ke massa yang dituju. Cari adanya nodul atau pembengkakan. Pembengkakan dari skrotum dan testis dapat dievaluasi secara transiluminasi. dan rasa nyeri serta rasakan adanya nodul. Penekanan pada testis normalnya menimbulkan rasa nyeri viseral dalam.menggunakan ibu jari dan dua jari pertama Catat ukuran. bentuk.

mulai dengan titik yang cukup rendah sehingga jari-jari anda mempunyai cukup mobilitas untuk meraih kanalis inguinalis sejauh mungkin. Ikuti korda spermatika ke atas sampai di sebelah atas ligamentum inguinalis dan temukan segitiga pintu dari kanalis inguinalis eksterna. INSPEKSI Observasi daerah inguinal untuk memeriksa adakah tonjolan. yang paling sering. Adanya tonjolan menunjukan adanya hernia PALPASI Untuk mencari hernia inguinalis.Tekan kulit skrotum dengan jari telunjuk. Segitiga tersebut letaknya sedikit di atas dan lateral pons . Hernia inguinalis Terdapat dua tempat yang menunjukkan hernia inguinalis. gunakan tangan kanan untuk sisi kanan pasien dan tangan kiri untuk sisi kiri pasien. Pertama adalah defek kongenital dekat tuberkel pubis (hernia direk) dan kedua. tertawa atau maneuver Valsava dapat menyebabkan tonjolan. Suruh pasien untuk berbaring.HERNIA a. adalah lemahnya integritas cincin abdominal melalui daerah dimana isi korda spermatika keluar dari kavun pelvis (hernia indirek).Batuk .

hal ini adalah kemungkinan adanya hernia. Jika massa tersebut masuk. Lihat adanya pembengkakan atau rasa nyeri . Suruh pasien untuk menejan atau batuk lagi. Transiluminasi massa skrotum. Dengan ruang digelapkan . Bila cincin kanalis melebar. maka anjurkan pasien untuk tidur terlentang. Caranya dengan menyruh pasien untuk mengejan dan batuk. (dari lampu kecil atau cahaya transiluminasi sinus) dipegang di belakang massa yang dipalpasi dan . Pemeriksaan pada hernia scrotalis Inspeksi Jika menemukan pembesaran massa skrotum yang besar. Pemeriksa menaikkan penis dengan tangan yang tidak dominan agar seluruh skrotum tampak. cari lokasi dari cincin kanalis sebelah luar. sorotan lampu yang dikonsentrasikan. b. Dengan jari. maka massa tersebut adalah suatu hernia. memungkinkan jari telunjuk anda masuk ke dalam dan bila mungkin ikuti alur dari kanalis inguinalis ke arah lateral sedikit obliq. Apabila ada hernia maka massa hernia akan tersentuh jari kita Untuk mengevaluasi hernia femoralis. Dengan posisi tersebut diharapkan massa akan kembali sendiri ke dalam abdomen. tempatkan jari-jari pada sebelah anterior paha di regio kanalis femoralis.pubis.

Piuria merupakan respon tubuh terhadap terjadinya radang di dalam saluran kemih. baik hidrokel atau spermatokel. tetapi jika terdengar bising usus berarti suatu hidrokel Keluhan-keluhan yang sering dijumpai pada genitourinarius pria : Sulit buang air kecil Sulit buang air kecil atau disuria adalah tanda peradangan saluran kemih bagian bawah.ditunjukan secara anterior. jika jari dapat masuk berarti suspek hidrokel Auskultasi Dengarkan massa dengan stetoskop. jika terdengar bunyi usus berarti suatu hernia. Palpasi Masukkan jari di atas massa di dalam scrotum. transmisi dari sorotan lampu malalui massa menunjukkan adanya kista yang mengandung cairan. Keadaan ini dapat disebabkan stenosis meatus eksternus atau striktur uretra. . Kegagalan massa untuk mentransmisikan cahaya menunjukkan bahwa itu jaringan padat.

Dorongan urin yang sedemikian kuatnya menyebabkan timbul inkontinentia. Distensi kandung kemih menyebabkan penuhnya perut bawah dan suprapubis dengan keinginan kuat untuk buang air kecil. Inkontinentia urin adalah ketidakmampuan pasien untuk menahan pengeluaran urin secara volunter. pasiennya gelisah dan tidak nyaman dalam posisi apa aja. Sistitis menyebabkan seringnya buang air kecil oleh karena iritasi mukosa kandung kemih.Perubahan frekuensi dan volume urin Terjadi pada inkontinentia dan polakisuria. Hipertroft prostate merupakan penyebab tersering berkurangnya kapasitas kandung kemih yang dapat dipergunakan. Nyeri spasmodik seperti kolik karena dilatasi ureter bagian atas dapat menyebabkan nyeri alih pada testis yang sama. testis. hernia. Biasanya disebabkan berkurangnya ukuran kandung kemih. Nyeri tumpul di sudut kostovertebral berkaitan dengan pegangan kapsul ginjal yang terjadi tiba-tiba. Nyeri di lipat paha dapat disebabkan oleh patologi di korda spermatika. . atau kelenjar prostat. bila terjadi secara berangsur biasanya tidak nyeri. iritasi dinding saluran kemih. atau kandung kemih. herpes zoster atau kelainan neurologis. pelvis ginjal. atau bertambahnya volume urin. didapatkan pasien hipertrofi prostat. nyeri pada distensi ureter sangatlah hebat. Nyeri Terjadi jika ada peregangan secara tiba-tiba pada ureter. limfadenitis. Pembesaran ini dirasakan sakit bila melalui proses yang tiba-tiba. yang disebabkan oleh pielonefritis akut dan hidronefrosis obstruksi. Nyeri pada testis dapat disebabkan penyakit testis atau pada epididimitis. Dilatasi ureter bagian bawah dapat menyebabkan nyeri alih pada skrotum.

Hematuria yang terjadi pada awal berkemih menunjukkan letak di uretra anterior. Warna merah juga bias disebabkan pemakaian obat piridium. atau hidrokel. bila ada pada seluruh urin menunjukkan letak perlukaan di atas kelenjar prostat dan bila didapatkan 10-14 hari post ISPA bias berarti GNA. . zat warna pada tumbuhan dan makan bit secara berlebihan. varikokel. hernia. pada akhir berkemih pada uretra posterior. Pembesaran skrotum Bengkak dalam skrotum dapat berkaitan dengan pembesaran testis atau epididimitis. torsi korda spermatika. atau hernia strangulata. spermatokel. Pembesaran skrotum yang nyeri dapat disebabkan oleh peradangan akut epididimitis atau testis. rifampicin.Urin berwarna merah Gejala yang penting yang harus dievaluasi karena sering menyebabkan hematuria. Varikokel sering menyebabkan ketidaksuburan. Pembesaran testis dapat disebabkan oleh peradangan atau tumor. Hematuria merupakan petunjuk adanya penyalit serius pada saluran kemih. kebanyakan pembesaran bersifat unilateral.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->