P. 1
Statistik Konsep Dasar Statistik & Data

Statistik Konsep Dasar Statistik & Data

|Views: 7,065|Likes:
Published by Tri Cahyono
Tri Cahyono tricahyono37@yahoo.co.id Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Depkes Semarang

KONSEP DASAR STATISTIK & DATA

ETIOLOGI STATISTIK
• Kata statistik berasal dari bahasa Latin "Ratio Status" yang dalam bahasa Itali ekivalen dengan kata "Region di stato". Istilah tersebut muncul pada awal abad pertengahan, biasa digunakan untuk menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran tentang kenegaraan. • Kemudian berkembang istilah "statistia" yang berarti orang
Tri Cahyono tricahyono37@yahoo.co.id Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Depkes Semarang

KONSEP DASAR STATISTIK & DATA

ETIOLOGI STATISTIK
• Kata statistik berasal dari bahasa Latin "Ratio Status" yang dalam bahasa Itali ekivalen dengan kata "Region di stato". Istilah tersebut muncul pada awal abad pertengahan, biasa digunakan untuk menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran tentang kenegaraan. • Kemudian berkembang istilah "statistia" yang berarti orang

More info:

Published by: Tri Cahyono on Sep 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

Tri Cahyono tricahyono37@yahoo.co.

id Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Depkes Semarang

KONSEP DASAR STATISTIK & DATA

ETIOLOGI STATISTIK
• Kata statistik berasal dari bahasa Latin "Ratio Status" yang dalam bahasa Itali ekivalen dengan kata "Region di stato". Istilah tersebut muncul pada awal abad pertengahan, biasa digunakan untuk menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran tentang kenegaraan. • Kemudian berkembang istilah "statistia" yang berarti orang yang berkecimpung dalam urusan keadaan kenegaraan atau ahli negara.

SEJARAH STATISTIK KESEHATAN
• • • • • • • • Kegiatan statistik sejak 3000 SM di Babylonians, catatan orang, binatang, pertanian di kulit, kayu. Tahun 2000 SM di Cina sudah mulai ada catatan angka Raja Ramses II sekitar tahun 1250 SM, sudah mulai melakukan pencatatan secara sederhana mengenai kelahiran dan kematian. Di Yunani tahun 594 sudah mulai digunakan sensus. Mulai abad pertengahan (XV) statistik mulai berkembang di dataran Eropa. Sekitar tahun 1538 pada zaman Raja Henry VIII juga telah ada catatan secara teratur tentang peristiwa kesakitan dan kematian. Sedangkan statistik vital sendiri di Inggris mulai dikembangkan sekitar tahun 1594. Pada tahun 1603 Graunt dan Petty menerbitkan mingguan berkala mengenai kehidupan yang ditemukan dalam masyarakat, mereka melakukan analisis mengenai peristiwa prevalensi, epidemi penyakit kronis. Secara tersendiri John Graunt pada tahun 1662 menerbitkan suatu laporan "Natural and Political Observation Mentioned Following Index and Made Upon The Bill of Mortality". Sehingga John Graunt mendapat julukan bapak statistik kesehatan. Beberapa pokok kesimpulan tulisan beliau tentang perikehidupan : – The regurality of vital phenomena - human being are born, live and die. – Male births axceed female births. – The mortality rate in the earliest years of life is relatively high, age influences mortality. – Urban death rates are higher than rural death rates.

• • • • • • • • • • •

Quetelet (1796-1874) yang juga dikenal sebagai bapak statistik adalah orang yang pertama memperkenalkan bagaimana mengumpulkan informasi secara modern. Karyanya antara lain meliputi statistik terapan, pelaksanaan sensus, pengembangan keragaman pengumpulan data, studi perbanding antar bangsa. Laplace (1749) memgembangkan Teori probabilitas. Teori ini dikembangkan dari model permainan judi yang marak di Perancis maupun Inggris pada abad XVII. Gauss (1777-1853) menemukan Normal Curve of Error Galton (1822-1911) menemukan dasar teori tentang korelasi dan regresi. Pearson (1857-1936) menemukan teori Chi-Square Distribution. Gosset (1876-1937) dan Fisher (1890-1962) berturt-turut menemukan Student t Distribution dan Distribusi F. William Farr (1839) di Inggris adalah orang yang pertama merintis pelaksanaan analisis data register dan sensus, sehingga diketahui penyebab kematian secara alamiah. Disamping itu juga banyak mempelopori dalam bidang sanitasi serta kedokteran Samuel Shattuck (USA) membuat analisis statistik terhadap masalah kesehatan masyarakat di USA. Bukunya antara lain Census of The City of Boston (1845), Report of The Sanitari Commision of Massachusetts (1850). Tahun 1875 di Inggris dan Wales ditentukan kewajiban pencatatan tentang peristiwa kelahiran hidup, kematian dan perkawinan. Tahun 1893 mulai dibuat suatu klasifikasi penyebab kematian internasional (The International List of Causes of Death). Tahun 1897 di Ceylon telah dilakukan kewajiban pencatatan tentang peristiwa kelahiran hidup, kematian dan lahir mati (still birth). Tahun 1965 dilaksanakan revisi yang kedelapan klasifikasi penyakit secara internasional (International Classification of Desease)

PENGERTIAN STATISTIK • Statistik didefinisikan sebagai faktafakta berbentuk angka yang terangkum dalam tabel-tabel atau kumpulan angka pada tabel yang menerangkan suatu fenomena.

STATISTIK -STATISTIKA • Arti luas statistik (statistika) adalah metoda atau alat untuk :
– Pengumpulan data. – Pengolahan data. – Penyajian data. – Analisis data. – Penarikan simpulan data.

PENGERTIAN MENURUT AHLI
• • • Statistical methods are methods specially adapted for elucidation of numerical data = Statistik adalah metoda yang digunakan secara khusus untuk menjelaskan data numerik yang dipengaruhi banyak sebab. (Jule dan Kendall). Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan/penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisaan yang dilakukan (Sujana). Statistika adalah sekumpulan konsep dan metoda yang digunakan untuk mengumpulkan dan menginterpretasi data kuantitatif tentang bidang kegiatan tertentu dan mengambil keputusan dalam situasi dimana ada ketidakpastian dan variasi (Zanzawi Soejoeti). Statistics is technique used to collect, summarize, and analyze or interpret numerical data ≈ Statistik adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpulkan dan menganalisis/mengadakan penafsiran data yang berbentuk angka (Margueritte. F. Hall). Kumpulan dari cara-cara dan aturan-aturan mengenai pengumpulan, pengolahan, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data berupa angka. (Amudi Pasaribu). Statistik juga diartikan sebagai angka-angka yang menerangkan sifat atau karakteristik sampel sebagai pembanding dari pengertian parameter yaitu angka yang diperoleh dari populasi. Jadi angka statistik menerangkan sifat sampel, sedangkan parameter menerangkan populasi. Statistik hanya sebagai alat untuk memberikan keterangan atau menjelaskan fenomena fakta yang abstrak.

• •

Ruang Lingkup Statistik • • Statistik Deskriftip (Statistik Deduktif) Statistik Analitik / Inferensial (Statistik Induktif)

Statistik Deskriftip (Statistik Deduktif)
– Bidang statistik yang meliputi : pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data dan analisis data secara sederhana. – Tujuan untuk menggambarkan keadaan atau karakteristik populasi/sampel yang dikaji. – Alat yang digunakan biasanya dalam bentuk tabel, grafik, diagram, peta, gambar, dll. – Hasil perhitungan analisis yang dapat dihadirkan, yaitu, proporsi, modus, median, mean, variansi dan standar deviasi.

Statistik Analitik/Inferensial (Statistik Induktif)

– Bidang statistik yang mencakup semua kegiatan statistik secara utuh mulai dari kegiatan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, analisis data dan penarikan simpulan berdasarkan data yang ada. – Tujuan akhir untuk membuat inference atau menggeneralisasi hasil pengukuran sampel ke populasi. – Alat yang digunakan pada statistik analitik adalah teori estimasi, pengujian hipotesis, dll.

TUJUAN STATISTIK
– Memahami, menganalisis record registrasi – Menggambar keadaan objek yang dikaji – Menjelaskan faktor yang mendasar terhadap objek yang dikaji – Melihat hubungan antar variabel – Melihat perbedaan – Membantu menyusun kebenaran suatu teori – Menafsirkan keadaan – Mengendalikan

KEGUNAAN STATISTIK KESEHATAN
– – – – – – – – – – Memberi keterangan tentang masalah-masalah kesehatan masyarakat yang dihadapi serta hal-hal perlu mendapat prioritas. Memberikan keterangan penyebaran penyakit berdasarkan orang yang diserang, waktu penyerangan, luasnya wilayah serang dan kecenderungannya. Memperkirakan perkembangan suatu penyakit dengan berdasarkan periodisasinya / trend. Memperkirakan faktor-faktor penyebab masalah, fakta yang akan dan telah terjadi. Memperkirakan sumber daya dan potensi pemanfaatan serta pengembangannya dalam upaya mengansipasi permasalahan yang terjadi. Merencanakan upaya yang efektif, efisien berdasarkan kenyataan, prioritas dan sumber daya yang tersedia. Menganalisis hambatan pelaksanaan program kesehatan serta alternatif pemecahannya. Menilai hasil-hasil kegiatan yang telah dicapai. Mendokumentasikan semua data kesehatan, untuk dapat dibandingkan dengan daerah lain atau keadaan yang akan datang. Dll.

Pengertian Data
• • • • • Data berasal dari kata Latin, yaitu datum, yang merupakan bentuk jamak, datum adalah data, yang dapat mewakili jamak maupun tunggal. Kejad ian --->F akt a----> Dat a- --> In forma si Kenyataan : kejadian sesuatu yang terjadi. Fakta : suatu gejala hasil penginderaan yang dapat berupa benda, peristiwa, pengukuran, pernyataan tentang kejadian / kenyataan. Data : himpunan angka-angka yang teratur menurut kaidah-kaidah tertentu dan menunjukkan nilai suatu obyek atau fakta yang dinyatakan dengan angka. Informasi : data setelah mengalami suatu proses tertentu, sehingga dapat berkomunikasi / menjelaskan dengan mudah dipahami.

KEJADIAN STATISTIK
• Stokastik
– Hubungan kejadian yang tidak pasti

• Determinan
– Hubungan kejadian yang pasti

Ciri-Ciri Data
• • Berbentuk angka atau simbol angka, tidak berbentuk kalimat. Tersusun teratur. Berurutan sesuai dengan aturan-aturan, kaidah-kaidah, hukumhukum, rumus-rumus, dalil-dalil tertentu. Agregat. Seluruh kumpulan nilai-nilai pengukuran yang merupakan suatu kesatuan dan setiap nilai pengukuran hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan tersebut.

Klasifikasi Data
• Data Diskrit (data anumeration) : kumpulan angka-angka yang tidak memiliki desimal atau pecahan di antara dua bilangan bulatnya, diperoleh dari menghitung. Tiap objek memiliki satu satuan yang utuh, yang tidak memungkinkan untuk terjadinya secara sebagian. – Misalnya : jumlah rumah 34 rumah, jumlah penduduk 3657 jiwa, jumlah mobil 29 mobil, jumlah meja 56 meja, dsb. Pada perhitungan dimungkinkan ada desimal, namun kesimpulan akhir merupakan angka tanpa desimal. Pembulatan selalu naik, berapapun angka di belakang koma. Data Kontinue (data measurement) adalah kumpulan angkaangka yang masih dimungkinkan memiliki bilangan desimal atau pecahan di antara dua bilangan bulatnya yang banyaknya tak terhingga, biasanya didapatkan dari proses pengukuran. – Contoh : tinggi badan 175,5 cm, berat badan 67,75 kg, jarak 10,7 km, kecepatan 23 m/dt, temperatur 370C, volume 35,2 l, dll.

Data Menurut Sifatnya
• Data Kualitatif : adalah kenyataan yang menunjukkan sifat-sifat objek yang tidak memungkinkan secara langsung dapat diubah menjadi angka, sehingga menggunakan pendekatan dalam bentuk kategori. – Contoh : lukisan indah, pemandangan bagus, wajah cantik, penataan rapi, kebijaksanaan tepat, perkataannya benar, tariannya indah. • Data Kuantitatif : adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. – Misalnya : 60 rumah, 2.345 jiwa, 23 km, 19 gr.

Data Menurut Sumbernya
 Data Primer : data yang diperoleh secara langsung dengan melakukan sendiri pengumpulan terhadap obyek.  Data Sekunder : data yang diperoleh dari olahan data primer  Data Tersier : data yang diperoleh dari olahan data sekunder.  Data Kuarter : data yang diperoleh dari data tersier yang telah diolah terlebih dahulu.

Skala data • Skala • Skala • Skala • Skala nominal ordinal interval ratio

Skala Nominal
• • • Ciri : dibedakan. Operasional matematis : = dan ≠ . Contoh :
– – – – – mata pencaharian (pedagang, petani, swasta, dll) suku bangsa (Sunda, Jawa, Madura, Batak, dll) Bahasa (Melayu, Jawa, Bugis, Minang, dll) jenis kelamin (laki-laki, wanita) jenis penyakit (ispa, diare, kulit, TB, dll)(

Skala Ordinal • • • Ciri ; dapat dibedakan, dapat diurutkan. Operasional matematis : =, ≠, >, dan < Contoh :
– – – – tingkat pendidikan(SD, SLTP, SLTA, PT), peringkat (I, II, III), mutu (baik, sedang, jelek), tingkatan (tinggi, sedang, rendah).

Skala Interval
• Ciri : dapat dibedakan, dapat diurutkan, interval yang sama tiap satuan alat ukur, besarnya interval tidak menunjukkan arti yang sebenarnya, antara satuan alat ukur yang satu dengan lainnya memiliki skala angka nol yang tidak sama. Operasional matematis : =, ≠, >, <, +, dan − . Contoh : data temperatur (0C, 0F, 0R), tahun (th jawa, th masehi, th hijriah, th cina), sikap (skala begardus, skala likert), IQ, konsentrasi (ph), umur (th).

• •

Skala Rasio
• Ciri : dapat dibedakan, dapat diurutkan, memiliki interval yang sama tiap satuan alat ukur, lebar interval tiap satuan alat ukur menunjukkan nilai yang sebenarnya dan antara satuan alat ukur yang satu dengan lainnya memiliki skala angka nol yang absolut. • Operasional matematis : =, ≠, >, <, +, −, x, dan : • Contoh : data berat (kg, pound), data jarak (km, yard, mile, kaki), volume (m3, liter, gallon), tinggi badan, luas (m2, hektar, ubin)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->