P. 1
Pf Abdomen Scribd

Pf Abdomen Scribd

|Views: 5,316|Likes:
Published by saturnamethyst

More info:

Published by: saturnamethyst on Sep 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

Palpasi dalam dipakai untuk identifikasi kelainan / rasa
nyeri yang tidak didapatkan pada palpasi superfisial
dan untuk lebih menegaskan kelainan yang didapat
pada palpasi superfisial

Yang terpenting adalah untuk palpasi organ secara
spesifik misalnya palpasi hati, limpa, ginjal. Palpasi
dalam juga penting pada pasien yang gemuk atau
pasien dengan otot dinding yang tebal.

PALPASI DALAM

Proceed to
deep
palpation after
surveying the
abdomen
lightly.
Try to identify
abdominal masses or
areas of deep
tenderness.

Bertujuan menemukan massa dalam
abdomen
Bila ditemukan suatu massa perhatikan
lokasinya, ukuran, bentuk, konsistensi, nyeri
atau tidak, mobilitas dan pulsasinya
Massa di abdomen dapat dikategorikan
sebagai inflamasi (divertikulitis kolon),
fisiologis (uterus hamil), vaskuler ( aneurisma
aorta abdominalis), neoplasma (kanker
kolon), obstruktif ( retensi urin atau usus
yang berdilatasi), kelenjar getah bening para
aorta.

Bila palpasi dalam sukar dilakukan maka
lakukan palpasi dengan kedua tangan,
tangan kanan di permukaan perut, tangan
kiri di pinggang kanan pasien

Tangan kiri menekan pinggang ke atas,
tangan kanan mencari dan merasakan massa
hepar

Palpasi dengan satu tangan disebut cara
manual, palpasi dengan dua tangan disebut
cara bimanual.

REBOUND TENDERNESS

This is a test for
peritoneal
irritation.
Palpate deeply
and
then quickly
release
pressure.
If it hurts more
when you
release,
the patient has
rebound
tenderness.

PALPATION OF THE AORTA

The aorta is easily
palpable on most
individuals.
You should feel it
pulsating with
deep
palpation of the
central abdomen.
An enlarged aorta
may be a sign of
an
aortic aneurysm.

ANEURISMA AORTA

PERKUSI

PERKUSI

Perkusi abdomen dilakukan dengan cara tak
langsung, sama seperti pada perkusi di
rongga toraks tetapi dengan penekanan
yang lebih ringan dan ketokan yang lebih
perlahan.

BUNYI PERKUSI PADA ABDOMEN

Bunyi

Deskripsi

Lokasi

Timpani

Bunyi bernada lebih tinggi
daripada resonan

Di atas viscera
yang terisi oleh
udara

HiperresonanNada antara timpani
dengan resonan

Pada basal paru-
paru kiri

Resonan

Nada moderat yang samaDi atas jaringan
paru dan kadang-
kadang di abdomen
di atas organ padat

Dullness

Nada yang tinggi dan
singkat dan sedikit
resonan

TUJUAN PERKUSI ABDOMEN

1.Untuk konfirmasi pembesaran hati dan
limpa,
2.Untuk menentukan ada tidaknya nyeri
ketok,
3.Untuk diagnosis adanya cairan atau massa
padat.

Membantu dalam menentukan apakah rongga
abdomen berisi lebih banyak cairan atau udara.

Keadaan normal suara perkusi abdomen adalah
timpani, kecuali di daerah hati suara perkusinya
adalah pekak.

Hilangnya sama sekali daerah pekak hati dan
bertambahnya bunyi timpani di seluruh abdomen
harus dipikirkan kemungkinan adanya udara bebas di
dalam rongga perut, misalnya pada perforasi usus.

Dalam keadaan adanya cairan bebas di dalam rongga
abdomen, perkusi di atas dinding perut mungkin
timpani dan di sampingnya pekak.

Dengan memiringkan pasien ke satu sisi, suara pekak
ini akan berpindah-pindah (shifting dullness).

Suatu keadaan yang disebut fenomena papan catur
(chessboard phenomenon) di mana pada perkusi
dinding perut ditemukan bunyi timpani dan redup
yang berpindah-pindah, sering ditemukan pada pasien
peritonitis tuberkulosa.

SHIFTING DULLNESS

AUSKULTASI

AUSKULTASI ABDOMEN BERTUJUAN
UNTUK MENDENGARKAN :

1.Suara peristaltik
2.Suara pembuluh darah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->