Yulvi zaika

 

Macam batuan dan siklus batuan Pelapukan, Transportasi, Erosi dan Sedimentasi

 batuan metamorf .  batuan sedimen.Di bumi ada tiga jenis batuan yaitu  batuan beku.

Igneous rock = batuan beku .

Pelapukan secara biologi: Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. . salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi.  Pelapukan secara fisika: perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Pelapukan secara kimia: beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar.

Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Setelah batuan mengalami pelapukan. batuan-batuan tersebut akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat. .

Akibat angin: selain air. Akibat air: air yang melewati pecahan-pecahan kecil batuan yang ada dapat mengangkut pecahan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain. Akibat glasier: sungai es atau yang sering disebut glasier seperti yang ada di Alaska sekarang juga mampu memindahkan pecahan-pecahan batuan yang ada . angin pun dapat mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ukurannya seperti halnya yang saat ini terjadi di daerah gurun.   Akibat grafitasi: akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah. Salah satu contoh yang dapat diamati dengan jelas adalah peranan sungai dalam mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ini.

Tanah aluvial Terbentuk karena produk pelapukan terangkut oleh air dan terdeposisi sepanjang sungai .

Tanah aeolian Terbentuk karena produk pelapukan terangkut dan terdeposisi oleh angin .

.TANAH SEDIMEN/TRANSPORTED SOIL a. Tanah glacial Terbentuk karena produk pelapukan terangkut dan terdeposisi oleh es atau oleh gletser (sungai es).

dan juga glasier akan meleleh. maka pecahan batuan yang terbawa akan terendapkan. Proses pengendapan ini akan membentuk perlapisan pada batuan yang sering kita lihat di batuan sedimen saat ini. Pecahan-pecahan batuan yang terbawa akibat erosi tidak dapat terbawa selamanya. Akibat semua ini. pecahan batuan akan diendapkan secara berlapis dimana pecahan yang berat akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diikuti pecahan yang lebih ringan dan seterusnya. Selama proses pengendapan. angin akan berkurang tiupannya. . Seperti halnya sungai akan bertemu laut. Proses ini yang sering disebut proses pengendapan.

Akibat pertambahan tekanan ini. Pada saat perlapisan di batuan sedimen ini terbentuk. tekanan yang ada di perlapisan yang paling bawah akan bertambah akibat pertambahan beban di atasnya. Proses ini sering disebut kompaksi . air yang ada dalam lapisan-lapisan batuan akan tertekan sehingga keluar dari lapisan batuan yang ada.

partikelpartikel yang ada dalam lapisan mulai bersatu. Proses ini sering disebut sementasi . atau kalsit diantara partikel-partikel yang ada membuat partikel tersebut menyatu membentuk batuan yang lebih keras. Adanya semen seperti lempung. Pada saat yang bersamaan pula. silika.

dan juga adanya fosil yang ikut terendapkan saat pecahan batuan dan fosil mengalami proses erosi. . dan batu gamping dapat dibedakan dari batuan lainnya melalui adanya perlapisan. kompaksi dan akhirnya tersementasikan bersamasama. perlapisan sedimen yang ada sebelumnya berganti menjadi batuan sedimen yang berlapis-lapis. Setelah proses kompaksi dan sementasi terjadi pada pecahan batuan yang ada. butiran-butiran sedimen yang menjadi satu akibat adanya semen. Batuan sedimen seperti batu pasir. batu lempung.

. Semua batuan yang ada dapat mengalami proses metamorfisme. Apakah batuan tersebut mengalami perubahan bentuk. Kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi seperti ini dapat mengubah mineral yang dalam batuan. Tingkat proses metamorfisme yang terjadi tergantung dari: Apakah batuan yang ada terkena efek tekanan dan atau suhu yang tinggi.    Pada kerak bumi yang cukup dalam. Berapa lama batuan yang ada terkena tekanan dan suhu yang tinggi. tekanan dan suhu yang ada sangatlah tinggi. Proses ini sering disebut proses metamorfisme.

Ini karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi pada kedalaman yang sangat dalam. maka magma tersebut akan mencoba kembali ke permukaan menembus kerak bumi yang ada. Akibat densitas dari magma yang terbentuk lebih kecil dari batuan sekitarnya. Magma juga terbentuk di bawah kerak bumi yaitu di mantle bumi. Magma ini juga akan berusaha menerobos kerak bumi untuk kemudian berkumpul dengan magma yang sudah terbentuk sebelumnya dan selanjutnya berusaha menerobos kerak bumi untuk membentuk batuan beku baik itu plutonik ataupun vulkanik. Dengan bertambahnya dalam suatu batuan dalam bumi. . kemungkinan batuan yang ada melebur kembali menjadi magma sangatlah besar.

Pada saat magma mampu menembus permukaan bumi. maka kadang terbentuk ledakan atau sering disebut volcanic eruption. Kadang-kadang magma mampu menerobos sampai ke permukaan bumi melalui rekahan atau patahan yang ada di bumi. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada . Proses ini sering disebut proses ekstrusif. Batuan yang terbentuk dari magma yang keluar ke permukaan disebut batuan beku ekstrusif. Basalt dan pumice (batu apung) adalah salah satu contoh batuan ekstrusif.

 Umumnya memperlihatkan adanya rongga-rongga yang terbentuk akibat gas yang terkandung dalam batuan atau yang sering disebut “gas bubble . Butirannya sangatlah kecil. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat cepat sehingga mineralmineral yang ada sebagai penyusun batuan tidak mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.

Batuan beku intrusif dapat tersingkap di permukaan membentuk pluton. maka magma yang ada mengalami proses pendinginan yang relatif lambat dan membentuk kristalkristal mineral yang akhirnya membentuk batuan beku intrusif. Salah satu jenis pluton terbesar yang tersingkap dengan jelas adalah batholit seperti yang ada di Sierra Nevada – USA yang merupakan batholit granit yang sangat besar. Batuan yang meleleh akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi sering membentuk magma chamber dalam kerak bumi. Magma ini bercampur dengan magma yang terbentuk dari mantle. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. . Karena letak magma chamber yang relatif dalam dan tidak mengalami proses ekstrusif. Gabbro juga salah satu contoh batuan intrusif.

Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat lambat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang. . Biasanya mineral-mineral pembentuk batuan beku intrusif memperlihatkan angular interlocking.  Butirannya cukup besar.