BUCKET ELEVATOR

MATERIAL HANDLING

MAKALAH

Oleh: Imam bahrudin NIM 091910101097

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER 2013

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Seiring dengan perkembangannya suatu zaman, banyak perusahaanperusahaan sekala menengah sampai yang sekala besar saat melakukan pemindahan suatu barang atau produk, sudah meninggalkan cara yang lama, seperti saat pemindahan bahan dulu mungkin masih menggunakan dengan tangan manusia itupun sangat terbatas apabila pada saat pemindahan bahan dengan berat tertentu, maka tangan manusia tidak akan biasa, maka pada saat pemindahan bahan yang sanggat berat mungkin masih kesulitan. Pada era globalisasi sekarang ini sudah banyak ditemukan dengan teknologi-teknologi yang sangat canggih yaitu bisa disebut dengan material handling, segala jenis material yang akan diangkat mungkin bisa dilakukan dengan jenis-jenis tertentu material handling yang akan digunakan seperti, konveyor, screw konveyor, bucket elevator dan sebagainya. Bucket elevator adalah salah satu jenis material handling yang biasanya digunakan untuk mengangkut material berbentuk curah atau butiran, material tersebut diangkut secara vertikal terdiri dari rangkaian bucket yang ditumpuk pada suatu chain atau belt dan dua buah katrol yang terletak di atas dan di bawah yang digerakkan menggunakan sebuah motor. Bucket elevator memungkinkan suatu material yang kasar atau berat dapat dibawa secara vertikal. Dalam makalah ini akan membahas bagaimana merancang suatu material handling yaitu bucket elevator yang diperuntukkan oleh suatu industri. Dengan menggunakan jenis material handling bucket elevator tersebut maka sangat memudahkan operator untuk memindahkan suatu barang ke satu tempat ke tempat lain yaitu dengan ketelitian dalam pengontrolan (quality control) yang tinggi.

1.2 Rumusan masalah 1. Bagaimana pengertian dari material handling? 2. Bagaimana penjelasan tentang klasifikasi material handling? 3. Bagaimana dasar dalam pemilihan mesin pemindah bahan? 4. Bagaimana pengertian dari bucket elevator? 5. Bagaiman merancang sebuah bucket elevator?

1.3 Tujuan 1. Mengetahui pengertian tentang material handling. 2. Mengetahui tentang klasifikasi material handling. 3. Mengetahui tentang jenis material handling bucket elevator. 4. Mengetahui pengertian tentang bucket elevator. 5. Mengetahui cara merancang sebuah bucket elevator.

1 Mesin Pemindah Bahan (Material Handling) Mesin pemindah bahan merupakan bagian terpadu perlengkapan mekanis dalam setiap industri modern. pabrik. dan pembongkaran muatan. Perlengkapan pengangkat.Pemilihan mesin pemindah bahan yang tepat dan sesuai pada tiap-tiap ktivitas diatas. Desain mesin pemindah bahan yang beragam disebabkan oleh banyaknya jenis dan sifat muatan yang dipindahkan serta banyaknya operasi pemindahan yang akan mendukung produksi. 2. pengetahuan yang sempurna tentang ciri operasi dan desain mesin ini dan metode desainnya serta penerapan praktisnya sangat diperlukan. lokasi konstruksi.2 Klasifikasi Mesin Pemindah Bahan (Material Handling) Berdasarkan desainnya mesin pemindah bahan diklasifikasikan atas : 1. Perlengkapan pemindah. Dalam setiap perusahaan. akan meningkatkan effisiensi dan daya saing dari aktivitas tersebut. tempat penyimpanan.BAB 2. . Jadi. Mesin pemindah bahan pada prakteknya hanya memindahkan muatan dalam jumlah dan besar serta jarak tertentu. TINJAUAN PUSTAKA 2. Mesin pemindah bahan merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan dilokasi atau area. tempat penumpukan bahan. Untuk operasi bongkar muatan tertentu. mekanisme mesin pemindah bahan dilengkapi dengan alat pemegang khusus yang dioperasikan oleh mesin bantu atau secara manual. proses produksi secara keseluruhan sangat ditentukan oleh pemilihan jenis mesin pemindah bahan yang tepat pemilihan parameter utama yang tepat dan efisiensi operasinya. 2. yaitu kelompok mesin dengan peralatan pengangkat yang bertujuan untuk memindahkan muatan dalam satu batch. yaitu kelompok mesin yang tidak mempunyai peralatan pengangkat tetapi memindahkan muatan secara berkesinambungan. Jarak ribuan meter hanya dilakukan untuk perpindahan yang konstan antara dua lokasi atau lebih yang dihubungkan oleh kegiatan produksi yang sama. departemen.

Penggolongan bisa berdasarkan pada berbagai karakteristik.3. Salah satu jenis mesin pengangkat dapat dilihat pada gambar 2. Mesin pengangkat. tujuan. Penggolongan menurut tujuan penggunaan yang ditentukan dengan memperhatikan kondisi operasi khasnya Jenis-jenis perlengkapan pengangkat diklasifikasikan berdasarkan ciri khas desainnya. seperti desain. atau untuk mengangkat dan memindahkan muatan. Perlengkapan permukaan dan overhead. beban dianggap terpusat pada titik berat beban tersebut dan penggolongan mesin ditentukan oleh lintasan perpindahan muatan yang berpindah pada bidang horizontal.1 dibawah ini Gambar 2. Setiap kelompok mesin dibedakan oleh ciri khas dan bidang penggunaan yang khusus. Bila diklasifikasikan menurut jenis gerakannya (karakterisrik kinematik). yaitu kelompok mesin yang tidak dilengkapi dengan peralatan pengangkat dan biasanya menangani muatan dalam satu batch dan kontinu. yaitu kelompok mesin yang bekerja secara periodic yang didesain sebagai perlatan swa-angkat.1 Dongkrak dan ikatan . membuat sulitnya secara tepat. jenis gerakan dan sebagainya. arah gerakan kerja dan keadaan proses penanganannya. yaitu : 1. Banyaknya penggolongan jenis perlengkapan pengangkat. Perbedaan dalam desain kelompok ini juga ditentukan oleh keadaan muatan yang akan ditangani.

Crane. Gambar 2.2. Salah satu jenis crane dapat diihat pada gambar 2. yaitu gabungan mekanisme pengangkat secara terpisah dengan rangka untuk mengangkat sekaligus memindahkan muatan yang dapat digantungkan secara bebas atau diikatkan pada crane.2 dibawah ini. Elevator (Lift). yaitu kelompok mesin yang bekerja secara periodik untuk mengangkat muatan pada jalur pandu tertentu. Gambar 2.2 Hoisting Crane 3.3 Elevator .

Ada beberapa alat yang dapat bergerak mengikuti jalur yang berliku dan ada yang hanya dapat bergerak lurus dalam satu arah. karena beberapa jenis mesin dapat memuat secara mekanis. saat kemungkinan longsor dipindahkan. akan dapat beroperasi secara efisien jika alat ini mempunyai kapasitas angkat dan kecepatan yang cukup tinggi dalam kondisi kerja yang berat.4 Dasar Pemilihan Mesin Pemindah Bahan Faktor-faktor teknis penting yang digunakan dalam menentukan pilihan jenis peralatan yang digunakan dalam proses pemindahan bahan : 1. dan sifat kimia. Jenis dan sifat muatan yang akan diangkat. Berbagai jenis peralatan dapat memindahkan muatan ke arah horizontal. Untuk gerakan vertikal diperlukan pengangkat seperti : crane. Karakteristik proses produksi yang terlibat dalam pemindahan muatan. Kapasitas per jam yang dibutuhkan. Arah dan jarak perpindahan. 2. 4. akhir. Cara menyusun muatan pada tempat asal. bucket elevator. atau dalam sudut tertentu. volume. vertikal. 3. sedangkan pada mesin lainnya membutuhkan alat tambahan khusus atau bantuan operator. dan temperatur. seperti konveyor yang bekerja secara kontinu. berat jenis gumpalan. seperti truk dan crane jalan. Gerakan penanganan bahan berkaitan erat. Untuk muatan curah (bulk load): ukuran kecenderungan menggumpal. Misalnya: crane khusus pada pengecoran logam. Sedangkan pada peralatan lain yang mempunyai siklus kerja dengan gerak balik muatan kosong. Untuk muatan satuan (unit load): bentuk. dan antara. 5. temperatur. kerapuhan. keliatan. Dan untuk gerakan horizontal diperlukan crane pada truk yang digerakkan mesin atau tangan. sifat mudah remuk (friability). dan berbagai jenis konveyor. Kapasitas pemindahan muatan per jam yang hampir tak terbatas dapat diperoleh pada peralatan. penempaan . Pemuatan ke kendaraan dan pembongkaran muatan ditempat tujuan sangat berbeda.2. crane penggerak tetap. berat. bahkan terlibat langsung dengan proses produksi.

Hal ini mungkin karena setiap mangkuk bebas tidak bergeseran dengan dinding. Bucket elevator adalah alat angkut yang sangat efisien. tidak seperti konveyor scraper. Kemudian material tersebut akan diangkut secara vertikal menggunakan katrol yang digerakan dengan motor.dan pengelasan. Sebagai tambahan beberapa versi digunakansebagai bagian dari proses. Material yang diumpankan akan disimpan dalam bucket-bucket yang tersusun sedemikian rupa dengan interval jarak tertentu. Hal ini meliputi luas dan bentuk lokasi. pada permesinan dan pengecatan. dan temperatur. Ketika bucket yang mengangkut material sudah sampai di atas maka dilakukan proses pengosongan dengan menuang material ke suatu wadah. adanya uap dan berbagai jenis gas lainnya. untuk pengangkutan vertical bahan lepas. 6. konveyor pada pengecoran logam dan perakitan. debu. 2. keadaan permukaan tanah. 1984). bagian . tetapi lebih mahal dabanding dengan konveyor scarper (carukan). malalui tinggi terbatas. beberapa bentuk bucket elevator meerupakan system yang tepat. Menurut Brook (1971). Kecepatan rata-rata dari bucket elevetor pada industri semen antara 1. susunan yang mungkin untuk unit proses. Bucket elevator memungkinkan suatu material yang kasar atau berat dapat dibawa secara vertikal. Bucket elevator lebih efisien karena tidak terjadi gesekan antara bahan olah dengan wadahnya. Kondisi lokal yang spesifik.2 dan 2 m/s. Bucket elevator juga dilengkapi dengan overspeed monitor yang dapat mengetahui keadaan bucket elevator untuk menghindari chain atau belt bucket elevator dari resiko kelebihan panas yang dapat menyebabkan slip pada chain atau belt tersebut (Duda. jenis dan desain gedung.5 Bucket Elevator Bucket elevator digunakan untuk pengangkutan material atau semen secara vertikal terdiri dari rangkaian bucket yang ditumpuk pada suatu chain atau belt dan dua buah katrol yang terletak di atas dan di bawah yang digerakkan menggunakan sebuah motor. kelembaban lingkungan.

Sabuk berputar menggerakkan mangkuk berisi biji-bijian dari bawah dan membawanya ke atas.4 Cara kerja bucket a. kemudian oleh bucket dibawa keatas. grafity (Zainuri 2006) Jenis bucket yang sering digunakan adalah adalah : 1. dimana mangkuk berlubang digunakan untuksaluran keluar cairan. d. Bucket elevator terdiri dari mangkuk-mangkuk dengan jarak yang seimbang yang dikaitkan pada sabuk/belt. sehingga mangkuk dapat mengumpulkan digunakan. b. Material curah ditangkap bucket yang bergerak. Setelah sampai pada roda gigi atas. centrifugal. Sabuk membungkus sepanjang dua pully yang diletakkan diatas dan dibawah. material dikeluarkan kea rah corong keluar (discharge spout).4 bahan dan bermacam-macam bentuk pengeluaran yang Gambar 2. Deep bucket yaitu sudut potong 650 digunakan untuk bahan yang kering . buket elevator umumnya digunakan untuk pengangkutan vertikal bahan-bahan aliran bebas seperti: biji-bijian kecil dan pellet. Cara kerja bucket elevator yaitu material curah bulk material) masuk ke corong pengisi (feed hopper) pada bagian bawah elevator (boot). Selanjutnya Srivastava et al (1993) menambahkan. c. Pemasukan pada bucket elevator biasnya dilakukan pada bagian yang terendah.untuk pemisahan padatan dari campuran cairan dan padatan. direct fill bucket. hal ini dapat dilihat pada gambar 2. scooping bucket .

Tipe perfect discharge Mangkuk biasanya pada rantai dijalankan dengan kecepatan lambat. ditambang batubara. pengangkutan pasir dan sebagainya. shallow bucket c. agak sukar mengalir 3. Tipe penyedokan yang terus menerus. Analisany dapat dilihat pada uraian berikut : . Mangkuk dipasang pada sabuk b.5 Jenis-jenis bucket a.2. V-type bucket Sedangkan menurut Henderson and Perry (1989) ada tiga macam tipe pengeluaran bucket elevator : a. Digunakan untuk tugas-tugas berat. deep bucket b. Sahllow bucket yaitu sudut potong 450 untuk bahan yang mengandung uap air. juga bagi perusahaan pertanian yang menginginkan biaya permulaan yang rendah c. Pada bagan pelepasan bahan dihitung mendahului mangkuk. Alat ini dipergunakan untuk bahan yang mudah rusak atau tidak dapat diangkut bila menggunakan kecepatan tinggi. Tipe pengeluaran centrifugal Banyak digunakan untuk penanganan biji-bijian yang berukuran kecil pada elevator dan pabrik pengolahan. V-bucket untuk material berat Gambar 2. Pelepasan centrifugal membutukan sabuk atau transmisi yang tepat sehingga bahan jatuh tercurah pada tempat yang inginkan.

gambar 2. Pada saat mangkuk berada di sekeliling roda bagian atas. Gaya-gaya tersebut adalah gaya berat W dan dan gaya sentrifugal S yang bekerja dengan arah radial. Pelepasan dimulai pada titik ini. m/menit g : Percepatan grvitasi.Gambar 2. gaya ini menentukan titik di mana penumpahan terjadi. maka bahan olah yang berada di dalamnya dipengaruhu oleh gaya. m/detik2 r : jari-jari efektif. Dapat dilihat. gaya S dan W sama besar tetapi saling berlawanan arahnya. Jari-jari efektif mangkuksendokan saat pelepasan.6 Diagram gaya yang dialami biji-bijian sewaktu berada pada mangkuk sendokan saat pelepasan. sehingga di dapat persamaan gaya sentrifugal Di mana W : berat bahan olah dalam mangkuk. bahwa R pada posisi 1 dan 2 dengan berbagai arahnya menunjukkan bahwa bahan olah masih berada dalam mangkuk. Jarijari efektif mangkuk sendokan saat pelepasan berkisar dari r1 ke r2 Gambar 2. kg V : Kecepatan tangensial. Pada puncak gaya S dan W harus sama besarnya yaitu : .3. Pada posisi 5. yang menunjukkan bahwa tidak ada gaya yang bekerja pada bahan. dimana kecepatan permulaan dan arah lintasan dapat diduga dengan menggunakan kecepatan proyek putaran puli di titik ini. m Resultan kedua gaya tersebut adalah R.3 menunjukkan bagian atas mangkuk-mangkuk pada saat dia berada di atas. sehingga R sama dengan 0 (nol).

bucket elevator dibedakan menjadi 2 macam yaitu : menggunakan transmisi sabuk (belt) dan menggunakan transmisi rantai (chain). Tabel.Sehingga Jika Dimana Maka N = jumlah putaran pully setiap menit Berdasarkan system transmisi. 2 kelebihan dan kelemahan sabuk dan rantai . transmisi yang dihantarkan. Untuk memilih salah satu dari kedua tipe tersebut. pertimbangan utamanya adalah factor temperature material yang diangkut. perawatan dan umur pakai.

untuk memindahkan keseluruhan udara dan menahan gesekan berlebih dalam bearing dan komponen bergerak lainya. Berikut persamaan yang digunakan untuk mendapatkan kebutuhan daya teoritis. jarak antar bucket.6 Kapasitas Bucket Elevator Kapasitas bucket elevator tergantung pada kapasitas masing-masing bucket. Pada prakteknya ditemukan kebutuhan daya kuda teoritis untuk pengangkatan bahan membutuhkan penigkatan 10-15% mencapai kebutuhan daya actual. untuk pengeluaran bahan. Jarak antar bucket ditentukan oleh bentuk bucket dan sifat pengeluaranya. Pada umumnya bucket elevator memiliki efisien yang tinggi. 2.2. Kapasitas bucket dipertimbangkan menjadi 85%-90% dari volume pembongkaran untuk kecepatan tinggi. kapasitas menjadi berkuarng 80% dari volume pembongkaran. . Jika bahan di bawah.7 Daya Bucket Elevator Kebutuhan daya untuk mengoperasikan bucket elevator adalah meliputi : kebutuhan untuk mengangkat bahan. dan kecepatan sabuk (belta) atau rantai yang membawa bucket. jika bahan disusun terhadap beban di atas pusat poros kaki. Pada kecepatan sedang bucket diharapkan mengisi 90% volume pembongkaran. Berikut persamaan yang digunakan untuk menentukankapasitas bucket elevator. untuk menggayung bahan masuk ke dalam bucket.

perancangan adalah kegiatan awal dari usaha merealisasikan suatu produk yang keberadaanya dibutuhkan oleh masyarakat untuk meringankan hidupnya. desain konsep dan desain produk Menurut Harsokoesoemo (1999).2. yaitu : perencanaan spesifikasi. Kegiatan-kegiatan dalam dalam proses perancangan disebut fase. Salah satu deskripsi proses perancangan adalah deskripsi yang menyebutkan bahwa proses perancangan terdiri dari fase-fase seperti pada gambar 2.7 . Perancangan itu sendiri terdiri dari serangkaian kegiatab yang berurutan. oleh karena itu perancangan kemudian disebut sebagai proses perancangan yang mencakup seluruh kegiatan yang terdapat dalam proses perancangan tersebut.8 Desain Menurut Ullman (1992) membangun suatu produk yang dapat dirakit dari suatu kebutuhan awal bukanlah pekerjaan mudah. Ada tiga fase penting selama proses desain suatu produk. Prosesnya berbeda dari produk ke produk dan dari industry ke industry.

7 diagram alir proses perancangan .Gambar 2.

volume bucket 0............... Perlakuan uji kinerja kedua dilakukan pada tiga tingkatan kadar air yang meliputi: kadar air kering panen (28 %)........BAB 3.. dan jarak antar bucket 0..... kadar air setengah kering (18 %) dan kadar air kering/aman untuk penyimpanan (14 %). b) tingkat biji tersisa... Kapasitas Untuk menghitung kapasitas kerja bucket elevator diperlukan data jumlah biji jagung yang dipindahkan dan waktu yang diperlukan dalam satu siklus tersebut............ Kapasitas kerja bucket elevator diperoleh dengan persamaan : ..5 liter.................1 m... a... Unit tersebut digerakkan oleh sebuah motor listrik bertenaga 550 Watt.3 m.... 3..1 Perancangan Bucket Elevator Unit bucket elevator dirancang untuk memindahkan biji jagung dari unit pengering ERK-Hybrid ke ISD dengan kapasitas yang diharapkan 1........... Pengujian yang dilakukan meliputi : a) kapasitas.... dan dilengkapi sistem transmisi berupa sebuah gear box (rasio transmisi 1 : 30) dan sistem sabukpuli (rasio transmisi 2 : 1)....(1) di mana : q : kapasitas kerja bucket elevator (kg/jam) n : jumlah biji jagung yang dipindahkan (kg) t : waktu yang diperlukan untuk satu siklus pemindahan biji jagung (jam) .. c) tingkat biji rusak dan d) kebutuhan daya listrik..... Hasil perancangan melalui analisis untuk pemenuhan kondisi yang ditetapkan tersebut menghasilkan spesifikasi unit : jumlah bucket 26 buah........ METODOLOGI PERANCANGAN 3.........400 kg/ jam pada perbedaan elevasi 5..2 Metode Uji Kinerja Perlakuan uji kinerja pertama dilakukan secara curah pada kecepatan putar yang direncanakan 92 rpm dan 184 rpm......

.(3) di mana : Brusak : persen biji jagung yang rusak (%) mr : bobot biji jagung yang rusak (gram) mt : bobot biji jagung sampel awal keseluruhan (gram) d............................. Tingkat biji tersisa diperoleh dengan persamaan : ....... Pengukuran tegangan listrik dilakukan dengan multimeter dan pengukuran arus dilakukan dengan menggunakan clampmeter... Tingkat biji tersisa Untuk mengukur biji tersisa... arus dan waktu penggunaannya.....(2) di mana : Btersisa : persen biji yang tercecer atau tidak terangkut (%) n1 : bobot biji jagung yang tercecer di luar lantai bucket elevator (kg) n2 : bobot biji jagung yang tetinggal di bagian dasar bucket elevator (kg) n tot : bobot biji jagung keseluruhan yang diangkut (kg) c..... Kebutuhan daya listrik Hal-hal yang mempengaruhi konsumsi daya motor listrik untuk bucket elevator adalah tegangan...........b................. Tingkat kerusakan biji dihitung dengan persamaan: ......... (3) bobot biji yang tertinggal di bagian dasar bucket elevator............................ Perhitungan daya listrik diperoleh dengan persamaan: .. Dari sampel tersebut dipilah dan ditimbang biji rusaknya.......... Tingkat biji rusak Biji rusak akibat pemindahan bahan dengan bucket elevator diukur dengan mengambil sampel (270 gram) dari biji jagung yang telah dipindahkan......... dilakukan penimbangan (1) bobot keseluruhan biji yang akan diangkut. (2) bobot biji yang tercecer di lantai luar bucket elevator (setelah proses pemindahan)......... sedangkan pengukuran waktu didasarkan pada lamanya proses pemindahan biji jagung dengan menggunakan stopwatch............................

...........................(4) di mana P : daya (Watt) V : tegangan (Volt) I : arus (Ampere) ..................................................................................

1 Hasil Rancangan Bucket Elevator Gambar bucket elevator untuk pemindah bahan (biji jagung) hasil rancangan dapat dilihat dalam Gambar 1. Untuk memenuhi . Gambar 1 Bucket elevator hasil rancangan Tabel 1 Spesifikasi bucket elevator hasil rancangan a. Spesifikasinya disajikan pada Tabel 1.400 rpm.BAB 4. Karena sulit didapat motor penggerak dengan daya tersebut maka dipilih motor penggerak berdaya 550 Watt dengan putaran 1. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Daya Penggerak dan Sistem Transmisi Setelah dilakukan perhitungan kebutuhan daya. maka dibutuhkan daya penggerak sebesar 308 Watt dengan putaran yang direncanakan sebesar 92 rpm.

analisis rancangan menghasilkan spesifikasi bucket elevator sebagai berikut. Volume bucket adalah 0. Karena hasil pengujian dengan sistem transmisi tersebut masih lebih rendah dibandingkan kapasitas yang diharapkan. menghasilkan data seperti pada Tabel 2. .433 m/detik dan dengan menggunakan puli atas berdiameter 9 cm.5 liter dan dengan spasi (jarak) antar bucket 0. Tabel 2 Hasil uji kinerja untuk pengujian pada kecepatan putar 92 rpm Uji kinerja secara curah yang dilakukan pada kecepatan putar 184 rpm. menghasilkan data seperti pada Tabel 3. kecepatan putar puli atas 92 rpm.3 m.2 Hasil Uji Kinerja secara Curah Uji kinerja secara curah yang dilakukan pada dua kecepatan putar puli atas. diperlukan sejumlah 26 buah bucket untuk memenuhi ketinggian pengangkutan 5.400 kg/jam. Untuk sistem ini. maka kecepatan putar ditingkatkan menjadi 184 rpm dengan mengganti rasio transmisi puli-sabuk V. b. 4. yaitu 92 rpm dan 184 rpm. Pengujian dengan kecepatan putar 92 rpm pada dua kali pengujian.kecepatan putar puli atas yaitu 92 rpm. daya penggerak yang diperlukan 324 Watt yang dapat dipenuhi dengan menggunakan motor listrik yang sama.1 m. Kapasitas Untuk memenuhi kapasitas pengangkutan biji jagung yang diharapkan yaitu 1. Kecepatan sabuk hasil perhitungan adalah 0. maka dirancang sistem transmisi daya menggunakan sebuah gear box dengan perbandingan putaran 1:30 dan transmisi puli sabuk V.

11%.Tabel 3 Hasil uji kinerja untuk pengujian pada kecepatan putar 184 rpm a.1 rpm) dan 945. lebih rendah dari yang diharapkan. Selain itu.22 kg/jam (pada kecepatan putar puli atas 58. Kecepatan putar puli atas (penggerak) yang direncanakan 92 rpm. Hal lainnya disebabkan oleh kecepatan putar puli atas (penggerak) bucket elevator yang dihasilkan lebih rendah dari yang direncanakan.400 kg/jam. Laju pengumpanan dipengaruhi sifat-sifat bahan seperti kadar air.1 rpm. Kapasitas Kapasitas yang direncanakan adalah 1. Hal ini terjadi karena slip pada sistem transmisi pulisabuk dari gear box (keluaran) ke puli atas (penggerak) bucket elevator. ternyata yang dihasilkan hanya 58. Sedangkan untuk kecepatan putar yang direncanakan 184 rpm. kadar air dan koefisien gesekan besar menyebabkan laju pengumpanan kecil dan demikian sebaliknya. Nilai ini berbeda cukup signifikan.47 kg/jam (pada kecepatan putar puli atas 147 rpm). Densitas kamba kecil. Slip yang terjadi pada kecepatan putar 92 rpm sebesar 36. kapasitas tidak tercapai karena jumlah bahan yang diangkut masingmasing bucket tidak penuh atau hanya setengah sampai tiga per empat volume bucket sehingga dibutuhkan waktu pemindahan yang lebih lama. sedangkan kapasitas yang dihasilkan dari pengamatan sebesar 612. . ternyata yang dihasilkan hanya 147 rpm. densitas kamba dan koefisien gesekan. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dimasukkan faktor slip dalam perancangan sistem transmisi puli-sabuk V.85% dan slip yang terjadi pada kecepatan putar 184 rpm sebesar 20. Penyebab dominan kapasitas tidak tercapai adalah laju pengumpanan bahan dari bak penampung ke corong pemasukan lebih rendah dari laju pemindahan.

27% dan ketika kecepatan putar 147 rpm sebesar 0.73%.b. .1%. biji rusak setelah dikeringkan dengan pengering ERK-Hybrid adalah 3. Biji rusak ini sudah merupakan akumulasi kerusakan dari proses-proses sebelumnya.1 rpm adalah 308 Watt dan energi 665 Watt/jam dan ketika kecepatan putar 147 rpm membutuhkan daya sebesar 324 Watt dan energi 415 Watt/jam. Setelah dipindahkan dengan bucket elevator pada kecepatan putar 58. kecepatan gravitasi. Biji Tersisa Biji tersisa rata-rata dari penggunaan mesin bucket elevator ketika kecepatan putar 58. biji rusak rata-rata setelah dikeringkan dengan pengering ERK-Hybrid adalah 29.83%.1 rpm adalah 29. d. Hal ini disebabkan oleh corong pemasukan yang terlalu kecil dan sudut kemiringan kurang curam. hal ini menunjukkan bahwa penggunaan bucket elevator sesuai untuk pemindahan bahan. Sedangkan pada pengujian kedua. Daya Listrik Daya listrik rata-rata dari hasil pengamatan pada penelitian ketika kecepatan putar 58. Biji Rusak Pada pengujian pertama. Sehingga terjadi penambahan biji rusak akibat penggunaan mesin bucket elevator ketika kecepatan putar puli atas 58. Penambahan biji rusak yang dihasilkan sangat kecil.54% dan setelah dipindahkan dengan bucket elevator pada kecepatan putar 147 rpm adalah 3. Biji tersisa dari penggunaan bucket elevator disebabkan dua hal : 1) tercecer di lantai luar bucket elevator dan 2) tertinggal di bagian dasar bucket elevator. di mana kapasitas yang besar membutuhkan daya besar pula.1 rpm sebesar 0.44%. Daya hasil pengamatan sudah sesuai.17%. Namun penyebab yang terbesar karena tercecer di lantai luar bucket elevator.98%.1 rpm adalah sebesar 0. c. Sehingga terjadi penambahan biji rusak akibat penggunaan mesin bucket elevator pada kecepatan putar puli atas 147 rpm adalah sebesar 0. Cara mengatasinya adalah dengan memperbesar corong pemasukan dan membuat sudut lebih curam serta menutup saluran dari bak penampung sehingga tidak ada celah ke luar bucket elevator. Hal ini didukung oleh Srivastava et al (1993) yang menyatakan bahwa daya dipengaruhi densitas kamba.

63 jam. Dari Tabel 4.630 dan bahan dengan kadar air 28%. maka energi yang terpakai 4754 Watt/jam. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran sudut curah pada tiga tingkat kadar air.kapasitas dan tinggi pengangkutan. 3. yaitu 25. Tabel 4 Hasil pengujian pada tiga tingkatan kadar air a. dan 28% disajikan pada Tabel 4. 18%. yaitu 36.089 Watt/jam. Hal ini dikarenakan bahan dengan kadar air 14% mempunyai kemampuan mengalir sangat bebas dibanding dengan bahan dengan kadar air 18% dan 28% yang hanya mengalir bebas. Sudut curah merupakan parameter yang dapat digunakan untuk menentukan kemampuan aliran. Jika dibanding dengan energi pemakaian bucket elevator 665 Watt/jam.410. didapatkan sudut curah bahan dengan kadar air 14% kecil. yaitu 31.500 kkal dan dibutuhkan tenaga 2 orang serta proses pemindahan biji jagung berlangsung 1. maka terjadi penghematan energi sebesar 4. Dengan asumsi energi manusia per orang 2. Sudut Curah (Angle of Repose) Definisi sudut curah adalah sudut permukaan bebas tumpukan bahan terhadap bidang horizontal. . Interaksi kadar air terhadap sudut curah dapat dilihat pada Gambar 2.110 dibanding dengan bahan dengan kadar air 18%. Hasil Pengujian pada Tiga Tingkatan Kadar Air Hasil pengujian pada tiga tingkatan kadar air yaitu: rata-rata 14%.

Daya Listrik Kebutuhan daya listrik untuk menggerakkan motor penggerak puli atas. kehadiran jamur dan metode pengisian dan pengosongan bahan. kadar bahan baik atau asing. untuk kasus bahan dengan kadar air tinggi.Gambar 2. Sudut curah ini berpengaruh pada laju aliran pengumpanan. Gambar 3. tidak memberikan perbedaan yang nyata. saat pembebanan (pemindahan bahan jagung) untuk ketiga tingkat kadar air bahan yang diuji. Interaksi kadar air terhadap daya . diperlukan sudut curah yang besar untuk memudahkan laju aliran pengumpanan. kadar air.12 Watt. Hal ini dibenarkan oleh Wilcke B (1999) yang menyatakan sudut curah tergantung pada : ukuran dan bentuk biji. b. Interaksi kadar air terhadap daya dapat dilihat pada Gambar 3. yaitu rata-rata 345. Interaksi kadar air terhadap sudut curah Gambar 2 menunjukkan semakin besar kadar air maka sudut curah yang dihasilkan semakin besar.

sehingga konsumsi energinya adalah 69 Watt. Grafik interaksi kadar air terhadap biji tersisa dapat di lihat pada Gambar 5.jam. Gambar 4. maka kebutuhan energi untuk memindahkan bahan berkadar air lebih tinggi memerlukan energi yang lebih besar. bila dihitung kebutuhan energi untuk pemindahan bahan yang sama (dengan daya yang sama). sedangkan untuk kadar air 18% dan 14% masing-masing 57 Watt. Gambar 5.Namun demikian.jam. Interaksi kadar air terhadap energi dapat dilihat pada Gambar 4. biji tersisa yang terjadi lebih besar pada tingkat kadar air bahan yang lebih tinggi. Biji Tersisa Biji tersisa pada kasus pengangkatan 100 kg bahan hanya disebabkan oleh bahan yang tertinggal di bagian dasar bucket elevator. Untuk memindahkan 100 kg bahan berkadar air 28% dibutuhkan waktu 12 menit. Hal ini dikarenakan .jam dan 34 Watt. Interaksi kadar air terhadap energi c. Interaksi kadar air terhadap biji tersisa Dari hasil pengamatan seperti pada Gambar 5.

. e.bahan dengan kadar air kering (14 %) dengan mudah dapat mengalir dengan bebas ke masing-masing bucket sehingga hanya sedikit yang tertinggal di bagian dasar bucket elevator. Kapasitas Kapasitas dengan tingkat kadar air berbeda menghasilkan nilai yang berbeda secara signifikan. Sebaliknya bahan dengan kadar air setengah kering (18%) dan bahan dengan kadar air kering panen (28 %) mempunyai sifat kohesi sehingga menyebabkan bahan tidak dapat mengalir dengan bebas ke masing-masing bucket.98 %. 1.31 % dan 2. Interaksi kadar air terhadap biji rusak Gambar 6 menunjukkan bahwa biji jagung dengan kadar air lebih tinggi menyebabkan tingkat kerusakan yang lebih besar. dibandingkan dengan bahan berkadar air setengah kering (18%) dan bahan berkadar air kering panen (28%). Hal ini dapat dilihat pada Gambar 6. Biji Rusak Tingkat kerusakan biji pada pengujian dengan kadar air 14.18 dan 28 % berturut–turut adalah 0. Hal ini dikarenakan bahan dengan kadar air kering (14%) tidak mudah retak ketika berbenturan dengan bagian bucket dan dicurahkan. Gambar 6. Hal ini dapat dilihat pada gambar 7.25 %. d.

Selain itu. Laju pemindahan tidak sama dengan laju pengumpanan dari ERK-Hybrid. Hal ini karena terjadi slip pada sistem transmisi puli-sabuk V dari gear box (keluaran) ke puli atas (penggerak) bucket elevator.22-17. khususnya pada kasus pemindahan bahan berkadar air tinggi. sehingga kapasitas yang direncanakan belum tercapai.Gambar 7. . kapasitas tidak tercapai karena volume bucket tidak terisi penuh. Kapasitas pengangkutan dengan kadar air kering tersebut lebih besar dibandingkan dengan bahan yang berkadar air setengah kering (18%) dan berkadar air kering panen (28%). ternyata yang dihasilkan hanya 147 rpm. Interaksi kadar air terhadap kapasitas Kecepatan putar puli atas yang direncanakan 184 rpm.39%. Slip yang terjadi pada kecepatan putar 184 rpm berkisar antara 15. dimana laju pengumpanan dari ERK-Hybrid lebih kecil dari laju pemindahannya. di mana bahan yang terangkut hanya seperempat sampai setengah volume bucket sehingga waktu angkut untuk 100 kg bahan lebih lama. yaitu masing-masing 10 menit dan 12 menit. Bahan dengan kadar air kering (14%) terangkut setengah sampai tiga per empat volume bucket dan waktu angkutnya lebih cepat yaitu 6 menit untuk 100 kg bahan.

BAB 5. Kerusakan biji lebih besar terjadi pada kadar air yang lebih tinggi. Biji tersisa akibat penggunaan bucket elevator terbesar disebabkan tercecer di lantai luar bucket elevator. 4.27%.1-0. hanya 945. Biji tersisa berkisar antara 0. . tidak terpenuhinya volume bucket dan jarak antar bibir bucket dengan lubang corong pemasukan yang lebar. Mesin bucket elevator hasil desain secara fungsional dapat memindahkan bahan dari pengering (ERK)–ISD dan dapat menunjang alat pengering Efek Rumah Kaca (ERK)-Hybrid dan In-Store Dryer (ISD).44%. 3. 2. Daya listrik yang dibutuhkan untuk pengoperasian bucket elevator ini adalah rata-rata 345.47 kg/jam. adanya slip pada sistem transmisi puli-sabuk V pada penggerak bucket elevator.400 kg/jam) tidak dapat tercapai sepenuhnya. KESIMPULAN 1. Tingkat kerusakan biji jagung akibat penggunaan bucket elevator relatif rendah berkisar 0. Kapasitas yang diharapkan (1.17%-0. 5.12 Watt dan energi per ton 345Watt/jam. karena laju pengumpanan yang lebih rendah dari laju pemindahan.

Badan Litbang Pertanian. University of Minnesota. 1993. Perkembangan Sistem Usahatani Jagung.id.Risk identification and priolitalitation Checklist for manual material Handling.DAFTAR PUSTAKA Di Martino. [6 April 2008]. http://www. USDA and Minnesota Counties Coorperating. 1999. Wilcke B.38 Juta Ton. Faisal K. Nizwar S. go. Calculating Bushels. Prosiding Ekonomi Jagung Indonesia. Goering CE. Simatupang P. 2007. Srivastava AK. Work organization and ergonomics. Exxon Chemical. 2003. Engineering Principles of Agricultural Machines. Produksi Jagung 2007 Diperkirakan Mencapai 12. Geneva:International Labour office (ILO) Djulin A. USA : American Society of Agricultural Engineers. Badan Litbang Pertanian. Vittorio and Nigel Corlett. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Rohrbach RP. kominfo. Exxon Chemical Kominfo. 2003. Daya Saing dan Efisiensi Usahatani Jagung Hibrida di Indonesia. 1994. (1998). .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful