P. 1
Definisi Operasional Indikator Kia

Definisi Operasional Indikator Kia

|Views: 1,225|Likes:
Published by Anisa Arum

More info:

Published by: Anisa Arum on Jan 07, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2015

pdf

text

original

DEFINISI OPERASIONAL INDIKATOR KIA 1.

AKI Angka kematian ibu (AKI) adalah banyaknya wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan,

melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100 000 kelahiran hidup. AKI diperhitungkan pula pada jangka waktu 6 minggu hingga setahun setelah melahirkan. Definisi Operasional Kematian Ibu adalah Kematian yang terjadi pada ibu karena peristiwa kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Rumus :
Jumlah ibu hamil yang meninggal karena hamil, bersalin dan nifas di suatu wilayah tertentu selama 1 tahun AKI = ________ x 100.000 Jumlah kelahiran hidup di wilayah dan pada kurun waktu yang sama

1

FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA

Indikator AKI tercantum dalam dokumen sebagai berikut: a. PWS KIA b. Kohort Bumil

2. AKB Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate) merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam

mendeskripsikan tingkat pembangunan manusia di sebuah negara dari sisi kesehatan masyarakatnya. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. AKB cenderung lebih menggambarkan kesehatan reproduksi.

Definisi Operasional Angka Kematian Bayi (AKB) adalah banyaknya kematian bayi berusia dibawah satu tahun, per 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu. Rumus
D 0 - < 1 th AKB = ∑ Lahir Hidup xK

2

FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA

Pelayanan antenatal disebut lengkap apabila dilakukan oleh tenaga kesehatan serta memenuhi standar tersebut.Dimana : AKB Mortality Rate (IMR) D 0-<1th ∑ lahir hidup = Jumlah Kematian Bayi (berumur = Angka Kematian Bayi / Infant kurang 1 tahun) ada satu tahun tertentu di daerah tertentu. = Jumlah Kelahiran Hidup pada satu tahun tertentu di daerah tertentu lihat modul fertilitas untuk definisi kelahiran hidup). pelayanan dilaksanakan yang sesuai ditetapkan dengan dalam standar Standar antenatal Pelayanan Kebidanan (SPK). Pelayanan Antenatal Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya. PWS KIA b. Kohort bayi 3. K = 1000 Indikator AKB tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. 3 Ditetapkan pula bahwa frekuensi pelayanan antenatal FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA .

K1 Cakupan K1 adalah cakupan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan dan tidak tergantung usia kehamilan. Laporan evaluasi pelaksanaan P4K kesehatan kabupaten Demak Puskesmas Guntur II FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 4 . K1 : Kunjungan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan. Situasi pelaksanaan P4K ditingkat puskesmas d.adalah minimal 4 kali selama kehamilan. dengan ketentuan waktu pemberian pelayanan yang dianjurkan sebagai berikut: a. Indikator K1 tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. PWS KIA b. Registrasi kohort bumil c.

K2 : kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya kepada tenaga kesehata pada trimester II (usia kehamilan 12 – 28 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T ( Timbang berat badan. Lakukan tes penyakit menular seksual. Ukur tinggi fundus uteri. Pemberian imunisasi TT lengkap. Pemberian tablet besi (Fe).e. Indikator K2 tercantum dalam dokumen sebagai berikut : FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 5 . Laporan monitoring pelaksanaan P4K kesehatan kabupaten demak puskesmas Guntur II b. temu wicara dalam rangka persiapan rujukan) setelah melewati K1. Ukur tekanan darah. K2 K2 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester II (usia kehamilan 12 – 28 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah melewati K1.

K4 Adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar. Indikator K3 tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. PWS KIA Kohort Bumil c. Kohort Bumil d. PWS KIA b. Kunjungan ini adalah kunjungan pertama di trisemester ke-3. K3 Kunjungan ibu hamil K-3 adalah kunjungan ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya pada trimester III (usia kehamilan 28 – 36 minggu) dan mendapatkan pelayanan 7T setelah melewati K1 dan K2. dilihat ibu yang berkunjung yang ke-tiga kalinya di usia kehamilan 7-9 bulan. Dari data kohort ibu hamil perhitungan K3 dilihat pada kolom bulan kunjungan. paling sedikit empat kali dengan distribusi waktu 1 kali pada FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 6 .a. Sumber perhitungan K3 adalah kohort ibu hamil.

trimester ke-1. Laporaan monitoring pelaksanaan P4K kesehatan Kabupaten Deamak Puskesmas Guntur II 4. Cakupan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan (Pn) Adalah cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki 7 kompetensi kebidanan. Kohort Bumil c. Situasi pelaksanaan P4K di tingkat puskesmas d. FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . PWS KIA b. 1 kali pada trimester ke-2 dan 2 kali pada trimester ke-3 disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. Indikator K4 tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. Laporan evaluasi pelaksanaan P4K kesehatan Kabupaten Demak Puskesmas Guntur II e.

Indikator cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn) tercantum dalam beberapa dokumen sebagai berikut : a. nadi. Buku Partus c. b. Pemeriksaan tinggi fundus uteri (involusi uterus). PWS KIA b. Pemeriksaan tekanan darah. Kohort ibu hamil 5. Data Pelayanan Ibu Bersalin d. Pelayanan kesehatan ibu nifas sesuai standar yang diberikan. sekurang – kurangnya meliputi: a. 8 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . Cakupan Pelayanan Nifas Oleh Nakes (KF3) Adalah cakupan pelayanan kepada ibu pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca bersalin sesuai standar paling sedikit 3 kali dengan distribusi waktu 6 jam s/d hari ke-3 (KF1). hari ke-4 s/d hari ke-28 (KF2) dan hari ke-29 s/d hari ke-42 (KF3) setelah bersalin di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. respirasi dan suhu.

c. Pemeriksaan lokhia dan pengeluaran per vaginam lainnya.000 IU sebanyak dua kali. Pelayanan KB pasca salin (Depkes. Laporan menitoring p4k 6. pertama segera setelah melahirkan.2012) Indikator Kf3 tercantum dalam dokumen sebagai berikut : 1. PWS KIA 2. Sutuasi pelaksanaan p4k ditingkat puskesmas 4. Register kohort bumil 3. Pemeriksaan payudara dan anjuran ASI eksklusif 6 bulan. kedua diberikan setelah 24 jam pemberian kapsul Vitamin A pertama. e. d. Laporan evaluasi pelaksanaan p4k 5. Pemberian kapsul Vitamin A 200. f. Data program KIA FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 9 .

Deteksi faktor risiko dan komplikasi oleh masyarakat Adalah kegiatan yang dilakukan untuk menemukan faktor risiko dan komplikasi pada ibu hamil dan ibu bersalin sedini mungkin yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi kejadian resiko tinggi. Kohort nifas 6. Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendeteksi dini adanya faktor risiko dan kompliksi terhadap ibu hamil dan bersalin. Data sasaran bufas dan KB dalam jampersal dan jamkesmas 8. Kohort bayi FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 10 . Indikator deteksi risiko dan komplikasi oleh masyarakat tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. Kohort bumil 10. Laporan kegiatan p4k 9. PWS KIA 2013 b.7.

Cakupan Penanganan Komplikasi Obstetrik (PK) Cakupan penanganan komplikasi obstetri adalah cakupan ibu dengan komplikasi kebidanan disuatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani secara definitif sesuai dengan standart oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan. permasalahan setiap kasus komplikasi Indikator PK obstetrik lengkap tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. Laporan risti ibu hamil c. Kohort bumil b. Cakupan penanganan obstetri 11 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA .7. Penanganan definitif adalah penanganan/pemberian tindakan terakhir untuk menyelesaikan kebidanan.

paling sedikit 3 kali pada satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator CPR tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. baik di sarana pelayanan kesehatan maupun melalui kunjungan rumah.8. CPR Cakupan peserta Keluarga Berencana (KB) aktif adalah jumlah peserta KB aktif dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Proporsi peserta KB aktif menurut jenis kontrasepsi kumulatif 9. Proporsi peserta KB baru menurut jenis kontrasepsi kumulatif b. Cakupan peserta keluarga berencana aktif adalah Perbandingan antara pengguna alat dan obat kontrasepsi aktif dengan jumlah pasangan usia subur di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Cakupan Kunjungan Neonatus (KN) Cakupan Kunjungan Neonatus (KN) adalah pelayanan kesehatan kepada bayi umur 0-28 hari sesuai dengan standar oleh Bidan desa yang memiliki kompetensi klinis kesehatan neonatal. Cakupan pelayanan KB c. FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 12 .

Rumah Sakit pemerintah/ swasta. Polindes. KN3). KN2. dengan ketentuan : 1. baik di dalam maupun di luar gedung puskesmas (termasuk bidan di desa. Polindes. baik di dalam maupun di luar gedung puskesmas (termasuk bidan di desa. RB. kunjungan rumah. kunjungan rumah. dan Bidan Praktek Swasta di wilayah kerja puskesmas) 3. Rumah Sakit pemerintah/ swasta. Kunjungan neonatal hari ke-1 (KN 1) adalah jumlah neonatus umur ≥ 24 jam – 2 hari yang kontak dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan neonatal sesuai dengan standar. Kunjungan neonatal hari ke 8-28 (KN 3) adalah jumlah kunjungan neonatus umur 8-28 hari yang kontak 13 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . Kunjungan neonatal hari ke-3 (KN 2) adalah jumlah kunjungan neonatus umur 3-7 hari yang dengan tenaga kesehatan untuk kontak mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan neonatal sesuai standar. RB. dan Bidan Praktek Swasta di wilayah kerja puskesmas) 2.Kunjungan Neonatal Lengkap (KN Lengkap) adalah jumlah neonatal yang mendapatkan pelayanan sesuai standar 3 kali (KN1.

Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatus (Pkn) Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani adalah neonatus dengan komplikasi di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan (Kepmenkes Nomor: 828/MENKES/SK/X/2008). Indikator Kn lengkap tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. Kohort bayi b. Cakupan pelayanan neonatal FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 14 .dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan neonatal pelayanan dan pemeriksaan kesehatan sesuai standar. dan Bidan Praktek Swasta di wilayah kerja puskesmas). KN3 (kumulatif) c. KN2. kunjungan rumah. Indikator cakupan pelayanan komplikasi neonatal (Pkn) lengkap tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. baik di dalam maupun di luar gedung puskesmas (termasuk bidan di desa. PWS KIA 2013 10. RB. Data kelahiran hidup KN1. Polindes. Rumah Sakit pemerintah/ swasta.

PWS KIA 2013 b. Kohort bumil c. Standar pelayanan minimal :     Satu kali pada umur 29 hari sampai 2 bulan Satu kali pada umur 3-5 bulan Satu kali pada umur 6-8 bulan Satu kali pada umur 9-11 bulan Indikator cakupan pelayanan bayi tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. di sarana pelayanan kesehatan maupun di rumah. satu kali pada umur 3-6 bulan. satu kali pada umur 69 bulan dan satu kali pada umur 9-12 bulan. Kohort bayi 15 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . posyandu.b. dll melalui kunjungan petugas kesehatan. Cakupan pelayanan bayi Cakupan kunjungan bayi adalah cakupan bayi (umur 1-12 bulan) yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standard paling sedikit 4 kali. yaitu satu kali pada umur 1-3 bulan. Laporan kegawatdaruratan maternal atau neonatal 11.

Indikator cakupan pelayanan balita tercantum dalam dokumen sebagai berikut: a. Indikator MTBS tercantum dalam dokumen sebagai berikut : a. meliiiputi pemantauan pertumbuhan minimal 8X setahun. pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun. PWS KIA b.12. PWS KIA 2013 b. Register by name (PKD atu yang lainnya menyesuaikan catatan bides masing-masing) c. Register kohort balita 13. Cakupan pelayanan balita Cakupan pelayanan balita yaitu cakupan anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan sesuai standart. MTBS MTBS adalah cakupan anak usia 1-5 tahun yang berobat dan mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar MTBS di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. pemberian vit A 2x setahun. Form tatalaksana MTBS 16 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA .

KN 2. Data kelahiran hidup. bayi dan balita (Kemenkes RI 2013). Kohort Ibu Hamil Pencatatan proses pengamatan prospektif. 17 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . 2. KN 3. meliputi program pelayanan ibu hamil. survei prospektif terhadap bayi. bersalin. 4. KN2. bayi baru lahir dengan komplikasi. KN1.DEFINISI OPERASIONAL DOKUMEN 1. bayi baru lahir. Kohort Bayi Pencatatan proses pengamatan prospektif. agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. KN3 Data yang didalamnya terhadap angka kelahiran hidup. KN1. ibu dengan komplikasi kebidanan dan keluarga berencana. 3. PWS KIA alat management yang melakukan pemantauan program KIA di satu wilayah kerja secara terus menerus. survei prospektif terhadap ibu hamil. nifas.

Laporan evaluasi pelaksanaan P4K kesehatan kabupaten Demak Puskesmas Guntur II Adalah dokumen rekapituasi penilaian suatu program yang dicanangkan dalam upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu dengan cara memantau. Situasi pelaksanaan P4K ditingkat puskesmas Adalah form rekapan bidan desa sebagai tugas komponen pelaksanaan desa/kelurahan siaga yang tertera dalam rencana strategis Kementrian Kesehatan tahun 2010. mencatat serta menandai setiap ibu hamil dalam kurun waktu tertentu kabupaten Demak Puskesmas Guntur II. 18 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . 6. Laporan monitoring pelaksanaan P4K kesehatan kabupaten demak puskesmas Guntur II Adalah dokumen rekapituasi hasil pemantauan suatu program yang dicanangkan dalam upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu dengan cara memantau. mencatat serta menandai setiap ibu hamil dalam kurun waktu tertentu kabupaten Demak Puskesmas Guntur II.5. 7.

dan pelayanan KB pasca bersalin. pemeriksaan payudara dan anjuran ASI eksklusif 6 bulan. pemberian kapsul Vitamin A 200. 11. pemeriksaan tinggi fundus uteri (involusi uterus). Data Pelayanan Ibu Bersalin Data yang memuat pelayanan ibu yang melakukan persalinan di tenaga kesehatan serta mendapatkan jaminan persalinan (jampersal) dan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas). pertama segera setelah melahirkan. Data sasaran Bufas dan KB dalam jampersal dan jamkesmas puskesmas guntur II FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 19 . 9.8. pemeriksaan lokhia dan pengeluaran per vaginam lainnya. kedua diberikan setelah 24 jam pemberian kapsul Vitamin A pertama. respirasi dan suhu. Buku Partus Buku yang mencatat data mengenai ibu yang mengalami persalinan yang didampingi oleh tenaga kesehatan di satu wilayah tertentu.000 IU sebanyak dua kali . Kohort Nifas Sumber data pelayanan ibu nifas yang meliputi pemeriksaan tekanan darah. nadi. 10.

Laporan risti ibu hamil Adalah laporan yang berisi pengelompokan faktor resiko kehamilan ibu hamil hingga memerlukan pengawasan lebih intensif dan tindakan proaktif untuk memperkecil kemungkinan komplikasi. Dengan adanya laporan ini. 12. 14.Adalah data ibu yang melahirkan dengan menggunakan bantuan jampersal / jamkesmas untuk mendapatkan pelayanan nifas normal dan pelayanan KB pasca persalinan. Cakupan penanganan obstetri Adalah laporan penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara professional kepada ibu hamil dan nifas dengan komplikasi. diharapkan akan didapatkan hasil well born baby dan well mother. 20 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . Proporsi peserta KB baru menurut jenis kontrasepsi kumulatif Presentase yang menyatakan suatu perbandingan jumlah peserta KB baru dibandingkan dengan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 13.

16. Cakupan pelayanan KB Pelayanan Kontrasepsi sesuai dengan standar kepada pasangan usia subur di satu wilayah kerja tertentu oleh tenaga kesehatan terlatih pada kurun waktu tertentu. pemberian vitamin K1 injeksi bila tidak diberikan pada saat lahir. Laporan kegawatdaruratan maternal atau neonatal Laporan yang memuat kasus komplikasi yang dialami ibu selama kehamilan hingga nifas serta yang mendapat rujukan ke pelayanan kesehatan. Proporsi peserta KB aktif menurut jenis kontrasepsi kumulatif Presentase yang menyatakan suatu perbandingan Antara PUS yang salah satu pasangannya masih menggunakan alat kontrasepsi dan terlindungi oleh alat kontrasepsi tersebut dibandingkan dengan jumlah PUS disuatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA 21 . Cakupan pelayanan neonatal Pelayanan kesehatan pada bayi yang baru lahir (0-28 hari) yang meliputi ASI ekslusif. pemberian imunisasi hepatitis B1. pencegahan infeksi berupa perawatan mata. 17. tali pusat. 18.15.

5 tahun. Register by name (PKD atu yang lainnya menyesuaikan catatan bides masing-masing) Buku pencatatan kejadian sakit bayi muda (0-2 bulan) maupun balita umur 2 bulan .19. Form tatalaksana MTBS formulir MTBS/MTBM merupakan ceklist pengamatan untuk membimbing petugas dalam pencatatan formulir pencatatan baik bagi bayi muda (0-2 bulan) maupun balita umur 2 bulan5 tahun. 20. 22 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA .

id/wpcontent/uploads/downloads/2012/04/Definisi-VariabelSIM-Gizi-KIA-Terintegrasi. Definisi Variabel SIM Gizi KIA Terintegrasi. Depkes RI. Data Statistik. http://www. Depkes RI. 2013.id/wpcontent/uploads/downloads/2013/08/Pedoman-PWSKIA.php?option=com_content&tas k= view&id=420&Itemid=420&limit=1&limitstart=2 Depkes RI. 2009.gizikia. 2013. Pedoman PWS KIA. http://www. Depkes RI. http://www.gizikia.mdgspolman.com/portal/index. 2000. 2007.go.DAFTAR PUSTAKA Arsad Rahim Ali. 2012.pdf 23 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . Pedoman Pelayanan Antenatal.datastatistikindonesia. Definisi dan Konsep : Angka Kematian Ibu (AKI). Pedoman Pengawasan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak. Depkes RI. 2009.org/definisi-dan- konsep-angka-kematian-ibu-aki/ . Jakarta: Depkes pp.depkes.28 – 35. http://www.go. Pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit. Angka Kematian Bayi.pdf.depkes.

pp 1-2.undip.id/18689/1/SUPARTO_HARY_WIBOWO. pdf Diakses pada 2 Des 2013.id/dokumen/manajemen_i nformasi/SPM/spm2011. 2011. DO SPM Propinsi Jawa Timur. 2010. http://www. Analisis Manajemen Mutu MTBS Yang Terkait Dengan Mutu Penerapan Kegiatan MTBS Puskesmas Di Kabupaten Brebes.dinkesjatengprov.go. http://www.ac. Suparto.Dinkes Jateng . 2008.id/images/datainfo/2005041109 15DO%20SPM%20PROPINSI%20JAWA%20%20TIMUR. 24 FKM UNDIP | Definisi Operasional Indikator KIA . Lampiran Kepmenkes Nomor : 828/MENKES/SK/IX/2008. 2005. Definisi Operasional Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota. Diakses pada 2 desember 2013.dinkesjatim. Diunduh dari eprints. Pencapaian Standar Pelaanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten / Kota 2011 Provinsi Jawa Tengah.go. Departemen Kesehatan : Jakarta Menkes.pdf. Pedoman Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu Dan Anak. Dinkes Jatim. 2008.p df Kemenkes RI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->