BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. KONSEP DASAR MEDIK 1. Definisi  Appendicitis adalah suatu peradangan pada appendix,yang merupakan saluran tersembunyi yang memanjang dari bagian depan sekum.(Lewis,2000,hal.1150)   Appendicitis adalah inflamasi akut pada kuadran bawah kanan dari rongga abdomen.(Brunner and Suddarth,2000,hal.1097) Appendictomi adalah pengangkatan appendix melalui cara pembedahan insisi paramedical-kanan(capital Selekta Kedokteran,Edisi 2,2000)

2. Klasifikasi Appendicitis dibagi menjadi 2 yaitu appendicitis akut dan appendicitis Kronik. 2.1 Appendicitis akut dibagi atas: 1. Appendicitis acute focalis atau segmentalis Biasanya hanya bagian distal yang meradang,tetapi seluruh rongga appendix 1/3 distal berisi nanah. Untuk diagnose yang penting ialah ditemukannya nanah dalam lumen bagian itu. 2. Appendicitis acute purulenta (sopporativa) diffusa Disertai pembentukan nanah yang berlebihan. Jika radangan lebih mengeras,dapat terjadi nekrosis dan pembusukan disebut appendicitis gngrenosa. Pada appendicitis gangrenosa dapat terjadi perforasi akibat nekrosis kedalam rongga perut dengan akibat peritonitis. 2.2 Appendicitis chronic dibagi atas: 1. Appendicitis chronic focalis secara mikroskopik tampak fibrosis setempat yang melingkar,sehingga dapat menyebabkn stenosis. 2. Appendicitischronic obliterativa

subileal.terletak posteromedial sekum. Tonjolan appendix pada neonates berbentuk kerucut yang menonjol dari apeks secum sepanjang 4. 3.memberikan gambaran klinis yangb tidak sama.5 cm.batas appendix dari sekum semakin jelas dan bergeser kea rah dorsal kiri.di bawah titik Mc. Anatomi Fisiologi Appendicitis merupakan organ berbentuk tabung yang buntu.atau dipelvis. Diperkirakan appendix mempunyai peranan dalam mekanisme imunologik. Lumennya sempit di bagian proksimal dan melebar di bagian distal. Pada orang dewasa panjang appendix rata-rata 9-10 cm. Titik tengah garis itu merupakan pangkal appendix.dicari dengan menarik garis dari spina iliaka superior kanan ke umbilikalis.retroileal.terjadi fibrosis dan kebanyakan kasus timbul konstriksi lumen atau obliterasi. Posisi appendix bisa retosekal. Kadang-kadang appendix disebut”tonsil abdomen” Karena ditemukan banyak jaringan limfoid.panjanganya kira-kira 10 cm (beranjak 3-15 cm) atau berukuran sekitar jari kelingking dan berpangkal di sekum.terutama di bagian distal dengan menghilangnya sela[put lendirb pada bagian itu. Fungsi appendix tidak diketahui.Burney. Pada posisi normalnya appendix terletak pada dinding abdomen. . Pada kanak-kanak. Appendix diperdarahi oleh arteria appendikularis yang merupakan end artery. Dengan berkurangnya jaringan limfoid.Terjadi fibrosis yang luas sepanjang appendix pada jaringan submukosa dan subserosa hingga terjadi obliterasi(hilangnya lumen).

streptokokus d) Tumor atau keganasan pada sekum e) Makanan yang sulit dicerna seperti: Biji-bijian 5.4. Etiologi Faktor utama penyebab appdencitis adalah akibat penyumbatan pada lumen appendix. Akan tetapi karena berbagai sebab seperti terkumpulnya fekalit.hal ini biasanya disebabkan oleh: a) Fekalit atau feses yang mengeras b) Cacing atau parasit c) Infeksi bakteri misalnya:E.coli. Secara normal appendix dapat berisi makanan dan mengosongkan diri secara normal.dengan menyalurkan isinya ke dalam sekum. Patofisiologi Sebenarnya sampai saat ini appendix belum diketahui fungsinya secara pasti.bakteri yang tertahan di appdenix dapat menyebabkan appdenix tersebut terinfeksi dan mengalami .cacing/parasit.makanan biji-bijian.

Dinding appdenix ini akan menipis.mengakibatkan terjadinya kelamaan menimbulkan gangrene. Akibat hipoksia timbul iskemia nekrosis.penyumbatan lumen appdenix. Pada proses peradamngan ini. Pada proses peradangan ini menyebabkan appendix melakukan pembentukan mucus yang berlebihan. menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal menyebabkan oklusi end artey apendikularis.rapuh dan pecah akan terjadi appendicitis perforasi. Bila proses ini berjalan lambat maka organ disekitar ileum terminalis.mual.lama akibat thrombosis vena intramural.muntah.sekum dan omentum akan membentuk dinding mengitari appendix sehingga berbentuk abses yang terlokalisasi. Ini mengakibatkan terjadinya hipoksia atau kekurangan oksigen dalam jaringan. . Appendix ini mengeluarakan cairan yang berupa secret mukut akibat obstruksi dinding appdenix mempunyai keterbatasan sehingga mengakibatkan mudah infeksi dan dari penyumbatan ini lama kelamaan akan menyebabkan terjadinya peradangan pada appdenix dengan tanda dan gejala nyeri pada titik MC.dan suhunya meningkat. biasanya pasien dilakukan apendictomi. Pada gangrene inin akan terjadi mukosa edema dan dapat terlepas sehingga berbentuk tukak. Seringkali perforasi ini terjadi dalam waktu 24 -36 jam.Burney.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful