P. 1
Satuan Acara Penyuluhan Imunisasi

Satuan Acara Penyuluhan Imunisasi

|Views: 535|Likes:
Published by ойе мое
SAP Imunisasi
SAP Imunisasi

More info:

Published by: ойе мое on Jan 09, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2015

pdf

text

original

SATUAN ACARA PENYULUHAN Imunisasi SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik : Imunisasi Pokok bahasan :Imunisasi untuk balita Target

/sasaran : Orang tua serta pengasuh anak didesa binaan Hari / Tanggal : agustus 2011 Waktu : 30 menit Tempat :Desa binaan labuapi I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu diharapkan dapat memotivasi keluarga untuk membawa anak balitanya ke posyandu guna mebdapatkan imunisasi lengkap. II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) 1. Setelah mendapatkan penjelasan tentang imunisasi ibu-ibu dapat : 2. Menjelaskan pengertian imunisasi / vaksinasi. 3. Menjelaskan tujuan imunisasi. 4. Menjelaskan penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. 5. Menjelaskan jenis-jenis imunisasi. 6. Mnejelaskan jadwal pemberian imunisasi. 7. Menjelaskan cara pemebrian imunisasi. 8. Menjelaskan kapan imunisasi tidak boleh diberikan. 9. Menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi. 10. Menjelaskan tempat pelayanan imunisasi. III. MATERI PELAJARAN 1. Pengertian imunisasi 2. Tujuan imunisasi 3. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. 4. Jenis-Jenis imunisasi. 5. Sasaran imunisasi. 6. Jadwal pemberian imunisasi. 7. Cara pemeberian imunisasi. 8. Kapan imunisasi tidak boleh diberikan. 9. Keadaan yang timbul setelah imunisasi. 10. Tempat pelayanan imunisasi. 11. Perawatan yang diberikan setelah imunisasi. IV. PESERTA 1. orang tua, balita dan 2.ibu hamil V. METODE 1. Ceramah 2. Diskusi 3. Demonstrasi VI. MEDIA 1. Poster 2. Leaflet 3. Flip Chart VII. EVALUASI 1. Ibu-ibu dapat menyebutkan pengertian imunisasi.

6. Menjelaskan tentang je-nis imunisasi yang harus diberikan.2. Memberikan kesempatan pada ibu unutk bertanya 7. 10. Ibu-ibu dapat menyebutkan jenis-jenis imunisasi. 3. 4. Ibu-ibu dapat menjelaskan keadaan yang timbul setelah imunisasi. Ibu-ibu dapat menjelaskan tempat pelayanan imunisasi. KEGIATAN PENYULUHAN NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA 1 5 Menit Pembukaan: 1. Ibu-ibu dapat menjelaskan kapan imunisasi tidak boleh diberikan.Mendengarkan . Ibu-ibu dapat menjelaskan cara pemberian imunisasi. 9. Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya 9.dengarkan . 8. 4. Melakukan kontrak waktu. Menjelaskan tentang efek samping imunisasi 10.Mendengarkan . Menjelaskan tentang Jad-wal pemberian imunisasi 6. 5. Menjelaskan tentang tuju an pemberian imunisasi 4. Memberi kesempatan pa-da ibu bertanya. Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya 5.Menyambut sa lam dan men. Menyebutkan materi pe-nyuluhan ya ng akan diberi kan . Ibu-ibu dapat menyebutkan tujuan imunisasi. Ibu . 7. VIII. Ibu-ibu dapat menyebutkan sasaran imunisasi. 3. Memperkenalkan diri 2. Ibu-ibu dapat menyebutkan jadwal pemberian imunisasi. Memperhatikan .ibu dapat melakukan perawatan setelah pemberian imunisasi. Memberikan kesempatan pada ibu untuk bertanya 3.Mendengarkan 2 15 Menit Pelaksanaan : 1. 8. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan. Menjelaskan tentang peng ertian Imunisasi 2.

Mengucapkan terimaka-sih kepada ibu-ibu 2. d. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan. alamat dan jumlah peserta. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.Menanyakan pada ibu te ntang materi yang dibe-rikan dan reinforcement kepada ibu bila dpt men. 2. Membuka acara penyuluhan. b. Observer Uraian tugas : a. b. Penyuluh / Pengajar Uraian tugas : a. Memotivasi peserta untuk bertanya. Fasilitator Uraian tugas : a. c. memperkenalkan diri dan tim kepada peserta. b. Menutup acara penyuluhan. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS 1. Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta. 4. Mengucapkan salam Mendengarkan dan membalas salam IX. serta menempatkan diri sehingga memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan. Protokol / Pembawa acara Uraian tugas : a.Menjawab& menjelaskan pertanyaan 4 5 Menit Teriminasi : 1. 3. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan Memperhatikan 3 5 Menit Evaluasi : . c. .jawab & menjelas kan kem bali pertanyaan/materi . b. Mencatat nama. Mengatur proses dan lama penyuluhan. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta. c.

otot badan dan kaki terasa kaku. Penyakit Polimielitis Polimielitis sanagt cepat menular di daerah perumahan padat dan lingkungan kumuh. Penyakit TBC Penyakit TBC sangat menular dan menyerang semua umur. panas dan batuk. Materi Imunisasi I. Ditandai dengan : .c. Penyakit Tetanus Penyakit Tetanus menyerang semua umur. Refrensi 1. punggung kaku dan melengkung. Ditandai dengan : . Jakarta. Penyakit Difteri Difteri merupakan penyakit menular. Departemen Kesehatan. Ditandai dengan : . Pelaksanaan Imunisasi Modul Latihan Petugas Imunisasi. II.Batuk lebih dari 2 minggu. . sakit kepala. e. (1985 2. III.14 hari. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan. Kemudian diikuti batuk hebat yaitu lebih keras dan menyambung terus 10 .Kejang dirasakan sangat sakit. Tim Pengelola UPGK Tk.Leher bengkak.Nafsu makan menurun. Pengertian Imunisasi adalah suatu usaha untuk memberikan kekebalan kepada bayi dan anak serta ibu hamil terhadappenyakit tertentu. Jakarta. .Mulut kaku dan sukar dibuka. * Tes Mantoux : untuk menguji apakah pernah terinfeksi kuman TBC. pingsan sampai terjadi kematian. Tujuan Imunisasi Membentuk daya tahan tubuh sehingga bayi/anak terhndar dari penyakit tertentu dan kalau terkena penyakit tidak menyebabkan kecacatan atau kematian. 1988 3.Diawali batuk pilek biasa yang berlangsung sekitar 7 . 2. muka merah sampai biru dan mata berair. yang menyebabkan masalah yang cukup besar di Indonesia karena banayk bai yang baru lahir mati akibat penyakit tersebut.Anak gelisah karena sesak napas yang makin berat. .Kejang / kaku seluruh tubuh. Ditandai dengan : . 3. .28 hari) mendadak tidak dapat menetek karena mulutnya kaku dan mencucu seperti mulut ikan. 5.Anak rewel. .Berkeringat malam tanpa aktifitas. Direktorat Jenderal PPM dan PLP. . dua hari kemudian leher kaku. Jakarta. d. Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) 1. Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat. 1988. . teutama menyerang anak kecil. 4. terbentuk selaput putih kelabu dikerongkongan dan hidung sehingga menyumbat jalan napas. kurang gizi dan pada daerah perumahan padat. Bercakap Dengan Ibu-Ibu-Petunjuk Bagi Kader Dalam Rangka Promosi Posyandu. Buku petunjuk Untuk Latihan Kader. dahak dapat bercampur darah. Ditandai dengan : .30 kali disertai tarikan napas dan berbunyi. kemudian muntah. Penyakit Batuk Rejan / Batuk Seratus Hari Batuk Rejan adalah penyakit menular yang menyerang anak-anak. . BB menurun. Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.Batuk batuk berlangsung beberapa minggu kemudian berkurang. .Anak tekak dan amandel membengkak dan merah.Pada bayi yang baru lahir (5 . Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai dengan rencana penyuluhan. Banyak terdapat pada masyarakat dengan ekonomi rendah. Penyakit ini dapat menyebabkan radang apru-paru dan terjadi kerusakan otak sehingga dapat menyebabkan kejang. Pusat.

. BCG : memberi kekebalan pada penyakit TBC 2. HB I. VI. . IV.Badan panas. 7. diare dan menyebabkan radang paru-paru serta radang otak yang dapat menyebabkan kematian. Jadwal Pemberian Imunisasi Jenis Imunisasi Waktu pemberian Keterangan 1. 6. DPT. Tanda-tanda campak : . Hepatitis Virus B Penyakit ini adalah penyakit menular yang menyerang semua umur. pilek. 5. TT umur 2 bulan umur 3 bulan umur 4 bulan umur 9 bulan untuk SD kelas I untuk SD kelas VI untuk Catin untuk Bumil . leher muka.radang mata sampai terjadi kebutaan. Polio I. DPT I 2. Jenis-Jenis Imunisasi 1. Polio : memberi kekebalan pada penyakit poliomielitis. 3. DT 6. V. Akibat lanjut dari penyakit ini adalah radang telinga sampai tuli. . Sasaran Imunisasi 1. 2. Campak: memberi kekebalan pada penyakit campak. batuk. HB III. TT : memberi kekebalan pada penyakit tetanus 7. Tanda-tanda : . Penyakit Campak Penyakit ini sangat menular dan menyerang hampir semua bayi. DT : memberi kekebalan pada penyakit difteri dan tetanus. muntah serta nafsu makan menurun. HB..Nyeri sendi. mata merah dan berair. DPT : memberi kekbalan pada penyakit difteri. 4. nyeri kepala dan badan panas. batuk rejan dan tetanus. Polio II. H B : memberi kekbalan pada penyakit hapatitis B 6. Calon pengantin dan ibu hamil untuk imunisasi TT. dan campak. 3.9 bulan untuk imunisasi BCG. Penyakit ini dapat menyerang otot pernapasan dan otot menelan yang dapat menyebabkan kematian. BCG. DPT II 3. Bayi 0 . DPT III 4.Mual. Polio IV.Beberapa hari kemudian keluar bercak-bercak di kulit dimulai di belakang telinga.Mulut dan bibir kering serta merah. Polio III. HB II.Lumpuh anggota badan tetapi biasanya hanya satu sisi. dahi dan seluruh tubuh. polio. Campak 5. Anak SD kelas I untuk imunisasi DT.

sedang sakit TBC dan panas tinggi. Perawatan Yang Diberikan Setelah Imunisasi 1. 5.2 hari. Campak. DT / TT: suntikan ke dalam otot pada lengan. Puskesmas 3.10 hari setelah penyuntikan. Posyandu 2. 2. Tempat Pelayanan Imunisasi Pelayanan imunisasi dapat diperoleh pada : 1. 2. VIII. tidak diberikan bila bayi sedang sakit parah. . 4. paha ataupun punggung. tidak diberikan bila bayi sakit mendadak dan panas tinggi. Campak : suntikan ke bawah kulit di lengan kiri atas. seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.khusus wanita 2x bila saat Catin hanya 1x VII. DPT. panas tinggi dan kejang. HB : suntikan pada lengan. Campak. DPT. Rumah bersalin 5. bila timbul panas berikan obat yang didapat dari posyandu. 3. 1. Rumah sakit XI. tetapi akan turun dalam 1 . 3. umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi. seperti yang diuraikan di bawah ini. 3. 1. tidak diberikan pada bayi yang menderita sakit kulit lama. BCG : dengan suntikan ke dalam kulit pada lengan atas sebelah dalam. 4. Polio. Di tempat suntikan merah dan bengkak serta sakit. Campak. walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri. X. 2. Cara Pemberian Imunisasi Pemberian imunisasi dapat diberikan secara suntikan maupun diteteskan ke dalam mulut. IX. BCG. 2. Keadaan-Keadaan Yang Timbul Setelah Imunisasi Keadaan-keadaan yang timbul setelah imunisasi berbeda pada masing-masing imunisasi. bila panas berikan obat penurun panas yang diperoleh dari posyandu dan berikan kempres dingin. BCG. tidak diberikan bila diare dan sakit parah. Kapan Imunisasi Tidak Boleh Diberikan Keadaan-keadaan di mana imunisasi tidak dianjurkan : 1. DPT. luka tidak perlu diobati tetapi bila luka besar dan bengkak di ketiak anjurkan ke puskesmas. DPT : suntikan ke dalam otot di pangkal paha. panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 . 3. BCG. Bidan / dokter praktek 4. dua minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->