P. 1
Jenis-Jenis Metode Penelitian

Jenis-Jenis Metode Penelitian

|Views: 145|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Ricky Julian Adhetia on Jan 10, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/01/2014

pdf

text

original

 . Adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan membuat gambaran deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Sering digunakan dalam program pelayanan kesehatan  bertujuan mengadakan perbaikan dan peningkatan program pelayanan kesehatan.

Memilih masalah yang akan diteliti Merumuskan dan mengadakan pembatasan masalah Membuat asumsi  sbg dasar hipotesis Merumuskan hipotesis penelitian Merumuskan dan memilih tehnik pengumpulan data .

Menentukan kriteria atau kategori untuk klasifikasi data Menentukan tehnik dan alat pengumpul data yang akan digunakan Melaksanakan penelitian atau pengumpulan data untuk menguji hipotesis Melakukan pengolahan dan analisis data Menarik kesimpulan atau generalisasi Menyusun dan mempublikasikan laporan penelitian .

Survey Adalah cara penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam waktu tertentu.Tujuan : membuat penilaian terhadap penyelenggaraan suatu program dimasa sekarang. kemudian hasilnya digunakan untuk menyusun perencanaan perbaikan program tersebut. . .  .Selain mendeskripsikan suatu keadaan.1.variabel yang diteliti. juga menjelaskan hubungan antara variabel.

Pengumpulan data  wawancara kepala rumah tangga (informasi keseluruhan. keadaan anggota keluarga dan informasi tentang rumah dan lingkungannya ) . Survei Rumah tangga Adalah survey yang ditujukan kepada rumah tangga. .a.

kondisi kerja. c. . Survey analisis jabatan (fungsional analysis survey) Adalah survey deskrioptif yang bertujuan mengetahui tugas dan tanggung jawab para petugas kesehatan serta kegiatan – kegiatan para petugas tersebut sehubungan dengan pekerjaan mereka .Untuk mengetahui prevalensi atau insiden suatu penyakit. ex atasan dengan bawahan. serta fasilitas yang ada untuk melaksanakan tugas .b. .Mengetahui status hubungan. Survey morbiditas (morbidity survey) Adalah survei deskriptif yang bertujuan mengetahui kejadian dan distribusi penyakit didalam masyarakat atau populasi.

.d. Survey Pendapat umum Adalah survey ini dilakukan bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pendapat umum terhadap suatu program pelayanan kesehatan yang sedang berjalan. dan yang menyangkut seluruh lapisan masyarakat.

bisa sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah ex. keracunan pada sekelompok masyarakat di suatu daerah. . .Analisis : faktor – faktor yang mempengaruhi. Studi atau penelaahan Kasus (Case Study) Studi kasus dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri daru unit tunggal  bukan berarti satu orang. tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan.2. kejadian2 khusus yang muncul sehubungan dengan kasus.

atau situasi yang bagaimana yang menyebabkan timbulnya suatu peristiwa tertentu. 3. . Langkah2 : pengumpulan fakta tentang faktor – faktor yang menyebabkan timbulnya suatu gejala tertentu  membandingkan dengsn situasi lain (bisa 2 atau lebih kel sampel)  mengetahui persamaan dan perbedaan penyebab menetapkan faktor yang menyebabkan munculnya suatu gejala pada objek yang diteliti. Studi Perbandingan (Comparativ Study) Adalah metode studi perbandingan dilakukan dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan sebagai fenomena untuk mencari faktor2 apa. atau objek yang dibandingkan.

Biasanya dilakukan uji statistik.Ex : penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat bayi lahir dengan jumlah paritas dari ibu. .  Bertujuan untuk melihat hubungan gejala satu dengan gejala lain. Study Korelasi ( Correlation Study) Study korelasi ini merupakan penelitian atau penelaahan hubungan antara 2 variabel pada suatu situasi dan sekelompok subjek. atau hubungan antara pendidikan ibu dan status gizi anak balita.4. - . hubungan angka kematian bayi dengan kelengkapan imunisasi. atau variabel satu dengan variabel lain. . dll.

Ex : memperkirakan kemungkinan keberhasilan menurunkan angka kematian bayi berdasarkan pada besarnya cakupan imunisasi. . .Ada uji statistik  analisis regresi  .5. Studi Prediksi ( Prediction Study) Memperkirakan tentang kemungkinan munculnya suatu gejala berdasarkan gejala lain yang sudah muncul dan diketahui sebelumnya.

6. penelitian tentang program pemberantasan penyakit menular.  .Ex : penelitian evaluasi tentang perkembangan pelayanan puskesmas. . Penelitian Evaluasi (Evalution Study) Penelitian evaluasi dilakukan untuk menilai suatu program yang sedang atau sudah dilakukan. dll.

.

antara faktor risiko dengan faktor efek. Analisis korelasi antara fenomena. Ex : Merokok adalah suatu faktor risiko untuk terjadinya penyakit kanker paru-paru (efek). sedangkan faktor risiko adalah suatu fenomena yang mengakibatkan terjadinya efek (pengaruh). . Yang dimaksud faktor efek adalah suatu akibat dart adanya faktor risiko. maupun antar faktor efek.    Survei analitik adalah survei atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. antarafaktor risiko. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit jantung (efek).

 1. Survey analitik cross sectional  2. Survey analitik cohort (prospective) . Survey analitik case control (retrospective)  3.

Tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja.  .  Hal ini tidak berarti bahwa semua subjek penelitian diamati pada waktu yang sama. observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). dengan cara pendekatan. Survey cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek.

 Faktor nutrisi.  Faktor jenis kelamin dan usia  Faktor anatomi atau konstitusi tertentu. dan sering digunakan dalam penelitian-penelitian epidemiologi Pengertian-pengertian yang perlu dipahami : 1. Penyakit. kimiawi. Ada dua macam yaitu: a. Faktor risiko yang berasal dari lingkungan (faktor risiko ekstrinsik) yang memudahkan seseorang terjangkit suatu penyakit tertentu. Berdasarkan jenisnya. Faktor risiko yang berasal dari organisme itu sendiri (faktor risiko intrinsik). faktor ekstrinsik ini dapat berupa: keadaan fisik. Faktor risiko untuk terjadinya penyakit tersebut. psikologik.  2. Sering juga disebut penelitian tranversal. ialah faktor-faktor atau keadaan-keadaan yang mempengaruhi perkembangan suatu penyakit atau status kesehatan tertentu. atau efek. b. biologik. maupun sosial budaya dan perilaku .

Hubungan antara Agen. Agen penyakit (penyebab penyakit) Agen penyakit adalah mikro organisms atau kondisi lingkungan yang bereaksi secara langsung pada individu sehingga individu tersebut menjadi sakit.3. Faktor Risiko. dan Efek (Penyakit) Faktor risiko Internal Agen penyakit Manusia (sebagai host) Eksternal Sakit .

 Rancangan Penelitian Cross Sectional Populasi (sampel) Faktor resiko + Faktor risiko Efek + Efek - Efek + Efek - .

Mengidentifikasi variabel-variabel penelitian dan mengidentifikasi faktor risiko dan faktor efek Menetapkan subjek penelitian Melakukan observasi atau pengukuran variabel-variabel yang merupakan faktor risiko dan efek sekaligus berdasarkan status keadaan variabel pada saat itu (pengumpulan data) Melakukan analisis korelasi dengan cara membandingkan proporsi antar kelompok-kelompok hasil observasi (pengukuran) .

. memeriksa Hb darah ibu. Tahap ketiga: Melakukan pengumpulan data. umur ibu. • Mengukur berat badan bayi yang sedang dilahirkan. • Variabel independen (risiko) yang dikendalikan: paritas. Tahap pertama : Mengidentifikasi variabel-variabel yang akan diteliti • • • • Tahap kedua: Menetapkan subjek penelitian atau populasi dan sampelnya Subjek penelitian : ibu-ibu yang barn melahirkan Batasan dari daerah mana mereka ini akan diambil. dan sebagainya. perawatan kehamilan. observasi atau pengukuran terhadap variabel dependen-independen dan variabel-variabel yang dikendalikan secara bersamaan (dalam waktu yang sama). menanyakan umur. • Variabel dependen (efek): BBL. Bagaimana cara pengambilan sampeinya. Contoh sederhana: Ingin mengetahui hubungan antara anemia besi pada ibu hamil dengan Berat Badan Bayi Lahir (BBL). berdasarkan teknik random atau non-random. dan variabel-variabel kendali lain Tahap keempat: • Dengan cara membandingkan antara BBL dari ibu-ibu yang Hb Mengolah dan darah ibu. paritas. • Variabel independen (risiko): anemia bes). dengan menggunakan rancangan atau pendekatan cross sectional. KESIMPULAN : bukti adanya atau tidak adanya menganalisis hubungan antara anemia dengan BBL. data. Demikian pula batas waktunya juga ditentukan.

 Tidak valid untuk meramalkan suatu kecenderungan.  Kesimpulan korelasi faktor risiko dengan faktor efek paling lemah bila dibandingkan dengan dua rancangan epidemiologi yang lain.  . Kekurangan : Diperlukan subjek penelitian yang besar. hasilnya dapat diperoleh dengan cepat.Kelebihan :      Mudah dilaksanakan Sederhana ekonomis dalam hal waktu.  Tidak dapat menggambarkan perkembangan penyakit secara akurat. baik variabe risiko maupun variabel efek. Dalam waktu yang bersamaan dapat dikumpulkan variabel yang banyak.

kemudian faktor risiko diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu yang lalu  .  Efek (penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi pada saat ini.Penelitian "case control" adalah suatu penelitian (survey) analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajart dengan menggunakan pendekatan "retrospective ".

FAKTOR RESIKO (+) RETROSPEKTIF FAKTOR RESIKO (-) EFEK (+) KASUS POPULASI SAMPEL FAKTOR RESIKO (+) RETROSPEKTIF EFEK (+) FAKTOR RESIKO (-) KONTROL .

Melakukan analisis dengan membandingkan proporsi antara variabel-variabel objek penelitian dengan variabel-variabel kontrol .Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor risiko dan efek). Menetapkan objek penelitian (populasi dan sampel). Identifikasi kasus Pemilihan subjek sebagai kontrol Melakukan pengukuran "retrospektif'(melihat ke belakang) untuk melihat faktor risiko.

 .• Pemilihan subjek sebagai kontrol? pasangan ibu-ibu dengan anak balita mereka.Tahap pertama: Mengidentifikasi variabel dependen (efek) dan variabel-variabel independen (faktor risiko) ?  Tahap kedua: Menetapkan objek penelitian. yaitu populasi dan sampel penelitian?  Tahap ketiga: Mengidentifikasi kasus?  anak balita yang menderita malnutrisi  Tahap keempat.

dengan proporsi perilaku ibu yang sama pada kelompok kontrol. KESIMPULAN : bukti atau tidak adanya hubungan antara perilaku pemberian makanan dengan malnutrisi pada anak balita. .   Tahap kelima: Melakukan pengukuran secara restrospektif ?  yaitu dari kasus (anak balita yang malnutrisi) itu diukur atau ditanyakan kepada ibunya dengan menggunakan metode "recall " mengenai perilaku atau kebiasaan memberikan makanan kepada anaknya. Tahap keenam: Melakukan pengolahan dan analisis data? Dilakukan dengan membandingkan proporsi perilaku ibu yang baik dan yang kurang baik dalam hal memberikan makanan kepada anaknya pada kelompok kasus.

Adanya pembatasan atau pengendalian faktor risiko sehingga hasil penelitian lebih tajam dibanding dengan hasil rancangan cross sectional. Tidak menghadapi kendala etik seperti pada penelitian eksperimen atau cohort. Tidak memerlukan waktu lama (lebih ekonomis). 1. . Kelebihan : Adanya kesamaan ukuran waktu antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol. 4. 2. 3.

dan reliabilitasnya kurang karena subjek penelitian harus mengingat kembali faktorfaktor resikonya. Kadang-kadang sulit memilih kontrol yang benarbenar sesuai dengan kelompok kasus karena banyaknya faktor risiko yang harus dikendalikan. Tidak dapat diketahui efek variabel luar karena secara teknis tidak dapat dikendalikan. 2.Kekurangan : 1. Pengukuran variabel yang retrospective. 3. objektivitas.  .

Faktor risiko yang akan dipelajari diidentifikasi dulu. yaitu penyakit atau salah satu indikator status kesehatan. Mempelajari dinamika korelasi antara faktor risiko dengan efek melalui pendekatan longitudinal ke depan atau prospektif . kemudian diikuti ke depan secara prospektif timbulnya efek.    Penelitian cohort /penelitian prospektif  suatu penelitian survey (non eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji hubungan antara faktor risiko dengan efek (penyakit). Kesimpulan : membandingkan proporsi subjek yang menjadi sakit (efek positif) antara kelompok subjek yang diteliti dengan faktor risiko positif dengan kelompok subjek dengan faktor risiko negatif (kelompok kontrol) .

Efek + Faktor resiko +  Prospektif Efek Populasi (Sampel) Efek + Faktor resiko  Prospektif Efek - .

Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas waktu yang ditentukan.ldentifikasi faktor-faktor rasio dan efek. Menetapkan subjek penelitian (menetapkan populasi dan sampel) Ldentifika pemilihan subjek dengan faktor risiko positif dari subjek dengan efek negatifsi faktor-faktor rasio dan efek Memilih subjek yang akan menjadi anggota kelompok kontrol. . selanjutnya mengidentifikasi timbul tidaknya efek pada kedua kelompok. Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek yang mendapat efek positif dengan subjek yang mendapat efek negatif baik pada kelompok risiko positif maupun kelompok kontrol.

Tahap pertama?  Tahap kedua?  Tahap ketiga?  Tahap keempat ?  Tahap kelima ?  TUGAS ! .

3. 1. Memerlukan sarana dan pengelolaan yang rumit. 2. 4.  1. 3. Kemungkinan adanya subjek penelitian yang drop out dan akan mengganggu analisis hasil. Beberapa Keunggulan Penelitian Cohort Dapat mengatur komparabilitas antara dua kelompok (kelompok subjek dan kelompok kontrol) sejak awal penelitian. 2. Ada keseragaman observasi. Karena faktor risiko yang ada pada subjek akan diamati sampai terjadinya efek (mungkin penyakit) maka hal ini berarti kurang atau tidak etis. Dapat secara langsung menetapkan besarnya angka risiko dari suatu waktu ke waktu yang lain. . baik terhadap faktor risiko maupun efek dari waktu ke waktu Keterbatasan Penelitian Cohort Memerlukan waktu yang cukup lama.

.

A. SEBAGAI AKIBAT DARI ADANYA PERLAKUAN TERTENTU. PENDAHULUAN KEGIATAN PERCOBAAN YANG BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI SUATAU GEJALA ATAU PENGARUH YANG TIMBUL. CIRI KHUSUS DARI PENELITIAN EKSPERIMEN ADANYA PERCOBAAN ATAU TRIAL .

TUJUAN PENELITIAN EKSPERIMEN MEMBANDINGKAN PERLAKUAN SATU ATAU LEBIH KELOMPOK EKSPERIMEN DENGAN KELOMPOK YANG TIDAK DIKENAKAN PERLAKUAN .

Melakukan pengumpulan data tahap pertama (pretest) 1. Memilih desain eksperimen dan alat ukur c. Menyusun prosedur pengumpulan data f. . Persiapan alat eksperimen dan alat ukur e. PERUMUSAN HIPOTESIS 4. Menentukan variabel bebas dan terikat b. Menyusun hipotesis statistik 5.TINJAUAN LITERATUR 2. INDENTIFIKASI DAN PEMBATASAN MASALAH 3. MENYUSUN RENCANA EKSPERIMEN a. Menentukan sampel d.

8. Menyusun laporan. 7. Mengumpulkan data tahap kedua (posttest). Melakukan eksperimen. 9. KECERMATAN DAN KETELITIAN SAAT EKSPERIMEN DAN UJI STATISTIK YANG TEPAT ADALAH KUNCI KEBERHASILAN METODE INI .6. Mengolah dan menganalisis data.

PENGERTIAN SUATU KELOMPOK ATAU INDIVIDU YANG TIDAK DIKENAI PERLAKUAN ATAU PERCOBAAN Penelitian eksperimen ini sangat penting untuk melihat perbedaan perubahan variabel terpengaruh antara kelompok yang dikenai perlakuan dengan yang tidak dikenai perlakuan (kontrol). .

.       Sasaran atau objek yang diteliti (diamati). yaitu kondisi munculnya variabel terikat. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Variabel terikat (independent variable). Variabel bebas (dependent variable). Populasi dan sampel. Peneliti atau orang yang melakukan percobaan. Skor rata-rata (mean) hasil test. yaitu variabel yang akan terpengaruh/berubah setelah dikenakan perlakuan atau percobaan.

 Untuk menggambarkan secara kuantitatif hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.  .  Untuk membedakan berbagai variabel yang tidak diperlukan dari variabel yang diperlukan.Untuk mencegah munculnya faktor-faktor yang sebenarnya tidak diharapkan berpengaruh terhadap variabel terikat. dan sejauh mans tingkat hubungan antara kedua variabel tersebut.

cenderung tidak ekstrem pada pengukuran selanjutnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi validitas (ancaman-ancaman validitas internal) : a. . Prosedur tes  pengalaman pada pretes = postes jawabannya e. Regresi ke arah nilai rata – rata  ekstrem tinggi pada pengukuran pertama . Seleksi (Selection)  dari segi pendidikan dll d.1. Validitas Internal Validitas internal berhubungan dengan ketepatan mengiden tifikasi perubahan variabel variabel keluaran (hasil eksperimen) tersebut hanya sebagai akibat dari adanya perlakuan (eksperimen). Instrument  alat pengumpul data f. Kematangan (Maturitas)  perubahan pada manusia terkait proses kematangan. baik secara biologis maupun psikologis c. Mortalitas  drop out karena pindah atau meninggal dunia g. Sejarah (History)  faktor sejarah b.

Validitas Eksternal Mengontrol  apakah hasil eksperimen tersebut terjadi pula.2. Efek pelaksanaan pretes  harus dilakukan kontrol yg cermat dalam pemilihan pretest c. apabila eksperimen yang sama dilakukan pads populasi lain ? a. menyebabkan generalisasi tdk berlaku krn adanya perbedaan pengalaman d. Efek prosedur eksperimen  anggota sampel yang sadar dieksperimen . Efek seleksi berbagai "bias“  kekeliruan dalam memilih anggota sample b. Gangguan penanganan perlakuan berganda perlakuan berturut2 menyebabkan efek pada perlakuan berikutnya .

yakni : 1. - - Rancangan-rancangan eksperimen sungguhan (true experiment designs) Rancangan Pretes-Postes dengan Kelompok Kontrol (PretestPostest with Control Group) Rancangan "Randomized Salomon Four Group" Rancangan Postes dengan Kelompok Kontrol (Postest Only Control Group Design) .Rancangan penelitian eksperimen dikelompokkan menjadi 3 (tiga). Rancangan-rancangan pra-eksperimen (pre-experiment designs) Rancangan “Poster Only Design “ Rancangan "One Group Pretest-Postest" Perbandingan Kelompok Statis (Static Group Comparison) 2.

Rancangan Rangkaian Waktu dengan Kelompok Pembanding (Control Time Series Design) .3.Rancangan "Non-Equivalent Control Group“ .Rancangan "Separate Sample Pretest-Posttest" .Rancangan Rangkaian Waktu (Time Series Design) .Rancangan "Separate Sample Pretest-Postest" . Rancangan-rancangan eksperimen semu (quasi experiment designs) .

melainkan dengan pendekatan kelompok .Penelitian Intervensi adalah penelitian eksperimental yang dikenakan pada masyarakat sebagai kesatuan himpunan subjek. Peneliti melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan bukan dengan pendekatan subjek secara individual seperti pada penelitian klinik.

Penelitian Intervensi Preventif Penelitian ini mencoba mempelajari hubungan faktorfaktor risiko dengan kejadian suatu penyakit dengan memberikan perlakuan atau mampulasi terhadap faktor risiko tersebut pada subjek.Penelitian Intervensi terbagi 2 : 1. Penelitian Intervensi Kuratif Penelitian eksperimental/intervensi ini mencoba memberikan perlakuan terhadap perkembangan suatu penyakit. . 2.

.

Eksperimen  dilakukan dengan mengatur kondisi tertentu terhadap objek  terhadap perubahanperubahan Nan` terjadi pada objek tersebut.Perkembangan penelitian klinik atau clinical trial  sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran.Observasi  mencatat sifat-sifat dan gejala-gejala yang terjadi secara alamiah  diperoleh informasi tentang perjalanan alamiah penyakit dan faktorfaktor yang mempengaruhinya. .  .  Ilmu kedokteran sebagai ilmu alamiah (natural science) berkembang melalui dua cara : .

Kelemahan-kelemahan metode observasi antara lain: faktor-faktor yang terlibat dalam menimbulkan dan mengubah riwayat atau perjalanan penyakit itu sangat kompleks, sehingga dengan cara observasi saja mungkin sama sekali tidak dapat ditentukan apa yang sesungguhnya. Karena kelemahannya, dikembangkan penelitian klinik.

Penelitian klinik harus memenuhi 3 kriteria, yakni: 1. Kegiatan penelitian klinik itu mencakup pemberian obat oleh dokter kepada pasien. 2. Ada bukti-bukti yang menyatakan bahwa obat tersebut mempunyai efek yang bermanfaat bagi pasien. 3. Pemberian obat tersebut bertujuan untuk menentukan berapa besar dan sampai berapa jauh suatu obat mempunyai efek-efek yang menguntungkan atau merugikan.

Penelitian klinik sebagai metode penelitian adalah suatu penelitian yang bersifat prospektif dan komparatif.

Obat  untuk penyembuhan penyakit, juga mempunyai berbagai efek negatifterhadap kehidupan manusia  bahkan dapat menimbulkan kematian pada manusia.  Dalam usaha pengembangan dan evaluasi obat ini harus melalui berbagai tahap penelitian, yang pada umumnya dibagi dalam tiga tahap, yakni: a). Penelitian farmakologi preklinis b). Penelitian farmasi c ). Penelitian klinik.

Sebelum obat tersebut dicobakan pada manusia terlebih dahulu harus dicobakan pada binatang percobaan  . Bertujuan : untuk menguji efektivitas obat pada manusia.

dan dilakukan di luar tempat penelitian tahap kedua. . Penelitian yang dilakukan setelah obat dipasarkan (post marketing drug surveillance) tujuannya  mengatasi kekurangan informasi yang ada pada penelitian tahap sebelumnya. dan hasil penelitian ini dapat memperkuat atau menolak hal-hal yang ditemukan pada penelitian tahap kedua misal  insiden efek samping yang frekuensinya rendah.Pemberian obat untuk pertama kali pada manusia  memperlihatkan efek farmakologi klinik suatu obat pada sekelompok kecil penderita atau sukarelawan sehat Menentukan apakah kerja farmakologi yang telah dibuktikan pada tahap pertama tersebut berguna untuk pengobatan  Indikator dari pengukuran penelitian tahap ini adalah penyembuhan penyakit Diperlukan orang percobaan atau penderita yang lebih banyak.

Antisipasi prognostik  stadium penyakit dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pengobatan 1. Demarkasi diagnostik  membedakan orang sehat dengan orang sakit. dan membedakan berbagai penderita dari penyakit yang mempunyai gejala yang sama. . Mencakup 2 hal : a. b.Tujuan  untuk membuktikan derajat dan keamanan obat yang digunakan pada manusia 2. Seleksi  untuk menentukan efektivitas suatu obat terhadap penyakit tertentu.

Kedua macam seleksi ini dapat digunakan untuk mengelompokkan penderita yang akan dimasukkan ke dalam kelompok trial (percobaan). keparahan penvakit. yakni : 1. Kriteria komorbit  penjelasan tentang penyakit lain yang menyertai /yang menyulitkan diagnosis. 2. Penderita yang memenuhi semua persyaratan harus dimasukkan. dan berpengaruh terhadap riwayat penyakit dan pengobatannya. dan dengan kriteria diagnostik yang sama untuk setiap penderita akan diperoleh penderita yang sama. 3. dan pengobatan yang sudah diterima oleh penderita. status ekonomisosial. Kriteria diagnostik  persyaratan untuk menegakkan diagnosa. geografis.Kriteria Preterapi  persyaratan tentang umur. Untuk seleksi penderita ini ada tiga kelompok kriteria. .

2. . Selalu terdiri dari 2 kelompok : Kelompok treatment (T)  menerima percobaan obat Kelompok kontrol (K) yang tidak menerima obat / menerima placebo atau obat standar. 1. Membandingkan antara 2 kelompok untuk mengetahui obat mana yang lebih efektif dan aman.

2. dilakukan cara al: 1. memperoleh kelompok sebanding  mencari literatur dari pengalaman yang lalu (kelompok kontrolnya = historical kontrol/ literature kontrol)  . Kelompok kontrol tidak mungkin diadakan. Desain diharapkan dapat menjamin adanya 2 kelompok yang sebanding dalam demarkasi dan antisipasi diagnostiknya. Pembagian kelompok trial dan kontrol secara acak. Untuk memperoleh kelompok yg sebanding.

dikelompokkan menjadi : 1. umur. Data klinis dan pra klinik. yang mencakup geiala penyakit. berat badan. pekerjaan. keluhan penderita baik yang dirasakan maupun yang diperoleh melalui alatalat diagnostik. Data komorbid. tinggi badan. 3. 2. dan sebagainya. yang mencakup jenis kelamin. yaitu penyakit lain yang menyertai atau komplikasi dari penyakit pokok .Untuk menilai respons penderita ini diperlukan berbagai macam data penunjang. Data demografis.

observasi. observasi dan interpretasinya secara subjektif. posing. Data /informasi-informasi dapat diperoleh melalui cara wawancara. sesak nafas.  . tekanan darah dan sebagainya yang diperoleh dengan observasi dan interpretasi secara objektif. maupun pemeriksaan. Data keras (hard data)  umur. Data lunak (soft data)  nyeri. Selanjutnya data tersebut diklasifikasikan menjadi dua. dan sebagainva. yakni 1. kadar gula darah. berat badan. 2. jenis kelamin.

selama dan sesudah pengobatan. 2. dan sebagainya. yakni : 1. toleransi. semua data penting dikelompokkan dalarn tiga golongan.Untuk menilai penderita terhadap pengobatan . Data Farmakologi dan Terapi Mengukur perubahan yang timbul  perbedaan respons antara sebelum. reaksi alergi. Data ini dicatat selama pemberian obat dan atau sesudah obat dihentikan . dosis yang berlebihan (over dosis). Data Periterapi dan Efek Samping Data periterapi  kemudahan penderita untuk menerima pengobatan Data efek samping  farmakologik ikutan.

misalnya penyakit-penyakit lain (komorbit). faktor psikis dan genetik yang terutama berpengaruh terhadap efek periterapi dan efek samping. . Data Prognostik Data ini berasal dari faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan.3. lama penyakit.

yang bersifat prospektif. 6. Validitas dari pembandingan tergantung pada relevansi. 3. . Metode penelitian klinik adalah eksperimen. Tujuan penelitian klinik adalah untuk mendapatkan kesimpulan (inference) yang dapat berlaku untuk seluruh penderita (populasi). 5. dan bukan bersifat retrospektif. 2. Penelitian klinis bukanlah survei. ketepatan pengukuran. Kepercayaan (reliability) terhadap kesimpulan yang diambil tergantung pada validitas pembandingan.1. Esensi penelitian klinik adalah pembandingan (comparison). 4. Tujuan penelitian klinik ialah untuk menilai manfaat dan bahaya obat-obatan yang digunakan atau akan digunakan pada manusia. dan bebas dari segala macam praduga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->