P. 1
Kaitan+Antara+Filsafat+Ilmu+Dan+Filsafat

Kaitan+Antara+Filsafat+Ilmu+Dan+Filsafat

|Views: 143|Likes:
Published by Edison Mohammad Zun

More info:

Published by: Edison Mohammad Zun on Jan 12, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2014

pdf

text

original

KAITAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Apakah Pengertian Filsafat Itu?

Barang siapa menelusuri pengertian filsafat akan memperoleh jumlah pengertian filsafat yang banyak dan berbeda antara pengertian filsafat yang satu dan lainnya. Kondisi tersebut, seolah tidak terjadi permufakatan terhadap jawaban apakah filsafat itu. Bahkan tampak filsafat mengarah pada hasil manusia kritis terhadap fenomena alam dan hasil pemikirannya, termasuk diri sendiri. Sehingga terpikir untuk balik bertanya, apakah filsafat merupakan pembelajaran untuk memahami pendapat yang berbeda? Apakah mempelajari filsafat merupakan pemahaman mengenai proses perenungan dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang analisis (lebih kritis) dan sintesis (spakulatif)? Kondisi tersebut, mungkin saja bagi pemula yang mempelajari filsafat merasa suatu kendala. Menurut Kattsoff. LO. (2004:66): “Tidak banyak keuntungan yang diperoleh dari membuat daftar pengertian filsafat. Kecuali pengertian berikutnya memberikan kejelasan sebagai sudut pandang yang lain”. Namun, cara menjawab atas pertanyaan apakah filsafat itu. Ternyata ada tiga tafsiran, yaitu subyektif, operasional dan obyektif. Tafsiran subyektif merujuk pada apakah pandangan orang mengenai filsafat. Tentu setiap orang berhak membuat pengertian filsafat, baik langsung maupun dari hasil karyanya. Tafsiran operasional mengacu pada kegiatan yang dilakukan para filsuf. Tafsiran obyektif dengan mengacu pada lingkup lapangan penyelidikan filsafat (Kattsoff. LO. 2004).
PEMIKIRAN RASIONAL

Yunani ditengarai sebagai tempat lahir filsafat. Konon berawal dari perantau suku Ionia ke pulau Miletus di kepulauan Asia Kecil. Para perantau tersebut, khawatir eksistensinya terancam dengan munculnya peristiwa fenomena alam yang teramati acapkali mengundang masalah. Sementara bentuk penanggulangan masalah yang bergantung pada pendekatan mitos tidak memuaskan lagi. Seiring dengan itu, sikap mereka pun merasa belum puas dengan hanya berpikir mengenai fenomena alam yang teramati serta semesta alam dengan segala ketakjubannya. Sehingga berkembang pencarian bentuk penanggulangan lain. Upaya awal dengan berani bertanya tentang mengapa acapkali muncul masalah fenomena alam di dunia dan segala isinya itu? Bertanya tersebut dalam kerangka mencari penanggulangan masalah dengan konsekwensi mengundang jawaban yang berdasarkan pada akal. Karena itu, sikap perantau itu tidak lagi seperti orang Yunani yang ketika menghadapi masalah fenomena alam dengan menjawabnya berdasarkan pendekatan bergantung pada mitos, tapi mereka berdasarkan pada akal atau dengan cara berpikir tertentu. Pertumbuhan olah pikir itu, kemudian disebut filsafat. Filsafat (philosophy) dalam bahasa Yunani (kuno), yaitu gabungan kata philein atau philare dan sophia. Philein atau philare artinya cinta (love) sementara sophia artinya kebijaksanaan (wisdom), sehingga pengertian filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Secara etomologi, cinta kebijaksanaan, terdiri atas kata cinta dan kebijaksanaan. Cinta mengandung makna sangat suka atau suka sekali terhadap sesuatu, sementara kata kebijaksanaan merupakan sintesis dari kebenaran, keadilan, kebaikan dan keindahan. Sehingga filsafat merupakan pemikiran yang sangat menyukai terhadap kebijaksanaan. Ia 1

Seiring hasrat manusia yang selalu ingin mengembangkan diri. (f) renungan dan penghayatan mengenai kebijaksanaan. kebaikan dan keindahan. Pikiran digunakannya untuk melakukan renungan dan penghayatan. Ia berusaha untuk memperoleh pandangan/konsepsi tentang segala sesuatu yang ada dan makna dari segala sesuatu yang ada itu. Filsafat diapresiasikan manusia. kebaikan dan keindahan atas segala yang ada dalam kehidupan manusia. keadilan.jatuh cinta pada apa yang dikatakan orang dengan kebenaran. maka wahana olah-pikir rasional digunakan manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaannya tersebut. filsafat diakui secara umum sebagai wahana yang mengawali titik tolak pembicaraan/pembahasan mengenai segala sesuatu yang ada di dunia (alam semesta) ini melalui olah-pikir secara rasional. yang kemudian lahir apa yang disebut dengan pengetahuan dan selanjutnya ilmu. Ia mempunyai kepentingan untuk mengetahui pedoman/arah bagi kehidupannya. tetapi sadar mencari tahu alam semesta. c. keadilan. (e) asumsi dasar (basic assumption) ilmu yang paling dasar/dalam. b. keadilan. (b) renungan tentang akar kenyataan. Ia menghadapi masalah delematis antara hak individu yang berbeda mengenai pandangan hidupnya dengan hak bekerjasama dengan orang lain walaupun secara pandangan hidup individu berbeda. Filsafat merupakan proses berpikir. d.. e. Ia ingin memperluas cakrawala/horison pandangan dengan memahami kehidupan yang kemudian berguna untuk mengatur hidup dengan arah yang disadarinya sendiri atau tanpa intervensi orang lain. merenung dan menghayati mengenai segala sesuatu kenyataan/yang ada. sehingga yakin bahwa sintesis darinya adalah kebijaksanaan. Fitrah manusia sebagai animal rational dan homo sapiens diapresiasikan dengan berpikir teliti dan teratur untuk memecahkan masalah umum/komprehensif hingga menemukan esensi dari yang dipikirkannya itu. pengertian filsafat adalah: (a) berpikir radikal/kritis (lawan dari apatis/ skeptis). spekulatif dan komprehensif. Kebijaksanaan merupakan suatu konvergensi harmonis antara sudut-sudut pandang kebenaran. berhubung khawatir terombang-ambingkan berbagai kejadian yang dialami yang menjadi bingung dan cemas dalam hidupnya. Manusia mengajukan pertanyaan terhadap realita. Berfikir yang mengungkap tentang esensi sesuatu yang dibahas secara radikal (mengkritisi keakarnya). (c) induk dari ilmu-ilmu (the mother of sciences/science of sciences). dan (g) berpikir secara menyeluruh/ komprehensif. Sehingga usaha pemikiran manusia berikutnya mencari dan menemukan serta menciptakan alat untuk menelaah obyek keberadaan (benda). keindahan dan sebagainya. tidak sekedar pasif dengan naluriahnya. Alasan mengapa manusia bertanya-tanya? a. Manusia berani bertanya lebih jauh tentang apakah yang diketahui itu? Apa sajakah yang mungkin diketahui itu? Bagaimanakah saling keterkaitan di antara pengetahuan itu? Jawaban dari pertanyaan tersebut. Berpikir filsafat bukan berpikir hanya tentang “permukaan” atas fakta 2 . Ia berspekulasi mencari dan menemukan jawaban yang hakiki untuk menanggulangi masalah delematis yang dihadapinya. (d) ideologi dan pandangan/sikap hidup (welt-anschauung). Selain itu. kebaikan. Kemudian Ia memotivasi kemauannya melalui aksi/kegiatan pemahaman tentang kebenaran. Karena itu.

filsafat merupakan pendalaman lebih lanjut dari ilmu. Permukaan Bawah Permukaan Ide/Gagasan Kenyataan/Praktek Filsafat GB 7. Ilmu berkembang pesat dan melepas diri dari filsafat. tetapi berbeda. Antara filsuf dengan ilmuwan atau antara filsafat dengan ilmu memiliki hubungan erat/ berkorelasi positif. Di antaranya Descartes dan Leibnitz dari ahli matematika serta Immanuel Kant dari ahli fisika dan geografi. maka segala fanatisme (negatif) dapat dijauhi. filsafat sebagai wahana berpikir yang dasar/landasan/fundamen tentang segala sesuatu yang menyangkut lapangan kehidupan manusia. Pada Sejarah Filsafat dicatat bahwa sepanjang pengalaman manusia memberikan jawaban atas problematik filsafat yang mendasar tentang alam semesta. Bahkan jawaban tersebut bertentangan satu sama lain tergantung temperamen keyakinannya. Filsafat dihadapkan kepada problematik dasar yang abadi atau masalahnya sama dan itu-itu saja. fisika. tapi merupakan berpikir seni atau seni berpikir (the art of thinking). biologi. Penanggulangan perselisihan dengan memperluas cakrawala pandangan. Usaha 3 . Gambar: Pola Berpikir Filsafat Seiring perjalanan waktu cukup panjang. Pemikiran sistematis tentang obyek keberadaan benda-benda di alam semesta ini melahirkan apa yang belakangan disebut sebagai ilmu. tetapi tidak pernah terpecahkan tuntas. Ia mengarifi dan bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan.1. Permasalahan delematis yang tak berujung mengakibatkan perselisihan paham. Urutan berikutnya astronomi. Jawaban demikian itu merupakan suatu pilihan spekulatif. maka berkembang berbagai unsur dan/atau aliran filsafat. yaitu berpikir tentang akar esensi/hakekat yang ada di “bawah” fakta dan ide (gagasan) tersebut. Pada era kontemporer. dan mengenai penjelasan yang comprehensive/ universal tentang hakekat benda. Sehingga filsuf yang termashur.dan/atau ide (gagasan) belaka. terdapat yang memulai dari karier ilmuwan. Sementara tempat menggantungkan jawaban yang belum terjangkau oleh filsafat dan ilmu kepada agama dengan cara meyakininya. Fanatisme diakibatkan kurangnya horison pandangan yang luas. PEMIKIRAN KOMPREHENSIVE Sejak dahulu. berpikir filsafat ada yang mengawalinya dengan memetik hasil-hasil studi ilmiah. matematika sebagai ilmu paling awal yang melepaskan diri dari filsafat. Sejalan dengan pilihan spekulatif tersebut. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. Untuk memudahkannya. agar masingmasing dapat menempatkan diri dalam pandangan orang lain. Akal dan pengalaman manusia tidak mampu menjawab masalah tersebut dengan satu kesepakatan (sama). Sedangkan prosesnya disebut prosedur ilmiah. Sehingga antara filsafat dan ilmu terdapat kesamaan dan perbedaan. Tercatatlah. Filsafat membahas segala sesuatu melalui spektrum pengalaman manusia mengenai pandangan yang komprehensif tentang alam. Dengan toleransi. kimia. psikologi dan sebagainya.

filsafat dilihat dari segi fungsinya. yaitu tidak ada sesuatu pun di luar jangkauannya. jelas dan benar mengenai realita dunia. ia sebagai metode dan sebagai suatu pandangan. Sikap hidup merupakan bagian dari filsafat. Cara berpikir deduktif dengan mencari hakekat. Selain itu. Pertama. menganalisis dan menyusun sistematika suatu pandangan secara utuh. Bahkan penting juga secara populer. filsafat dilihat dari segi pembahasannya. ia sebagai cara berpikir deduktif dan induktif.S. filsafat berarti usaha menggambarkan dan menyatakan pandangan secara menyeluruh dan sistematis tentang alam semesta tempat manusia. berpikir filsafat secara berspekulasi jauh ke depan meliput nilai yang baik untuk dijadikan pegangan hidup. Sementara cara berpikir induktif dengan mengamati gejala sosial budaya masyarakat dan merefleksikannya dalam rangka menarik makna hakiki dari gejala itu. seperti agama. konsep ilmu. (1984) mengatakan bahwa: “Barang siapa yang mempelajari filsafat dapat mengetahui adanya mutiara-mutiara yang cemerlang dan menggunakannya sebagai pedoman serta pegangan hidup bijaksana”.menjauhkan fanatisme dan menyelesaikan perselisihan dengan cara menciptakan dasar koherensi pemikiran yang logis. Menerangkan dunia (fenomena) dengan deduksi secara benar. Persoalan yang menyeluruh atau yang dilihat dari semua dimensi secara radikal dan spekulatif dapat dianggap sebagai kawasan yang tidak tersentuh kawasan ilmu. bahwa filsafat berarti pandangan hidup. Setiap orang memiliki kebebasan meyakini filsafat hidupnya atau disebut filsafat hidup seseorang yang sangat spesifik dengan fokus pada sikap hidup seseorang (welt-anschauung). melainkan dapat ditarik ke dalam fokus filsafat. perbedaan pendapat disebabkan masing-masing meragukan validitas argumentasi. PEMIKIRAN PANDANGAN HIDUP Uraian di atas menyiratkan bahwa secara etimologis. dan ideologi. apabila berbicara tentang filsafat ada 2 (dua) hal yang patut diperhatikan. Filsafat sebagai suatu metode yaitu yang menunjuk pada cara berpikir dan cara mengadakan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. Filsafat merupakan pemikiran rasional melalui perenungan/kontemplasi untuk menyusun bagan (system yang koheren dan konsisten) konsepsional yang rasional secara cermat. Filsafat merupakan pemikiran comprehensive. Sementara filsafat sebagai suatu pandangan hidup yaitu suatu nilai dan pemikiran mengenai persepsi. Pandangan hidup yaitu asas atau pendirian yang kebenarannya diterima/ 4 . Menurut Poespowardojo. (1989). landasan dan pedoman tingkah laku seseorang atau masyarakat dalam seluruh kehidupan mencapai cita-citanya. yaitu memahami kenyataan dengan menyusun pandangan dunia dengan memberi keterangan tentang semua hal tentang dunia tersebut. Pandangan hidup diekuivalensikan dengan filsafat sebagaimana di negara tertentu yang terdapat ungkapan tiap orang berfilsafat dan berpikir. Kedua.I. Secara akademis. Filsafat adalah suatu pandangan dunia. yaitu segi fungsi dan segi pembahasannya. sehingga tiap orang mempunyai pandangan sendiri tentang filsafat. filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Karena itu. Hal ini disebut juga kebenaran atau kebijaksanaan. Sikap hidup berupa sesuatu yang dianut oleh seseorang. aliran politik. dimaksudkan bahwa setiap orang memiliki filsafat hidup sendiri-sendiri. Barnadib. Bahkan terjadinya sengketa metodologik ilmiah diharapkan dapat berpaling kepada kawasan filsafat. Filsafat berusaha memperoleh penyelesaian jawaban terhadap pertanyaan agar dapat dipahami.

Sifat yang dimiliki filsafat. Contoh: Cerita Gunung Tangkuban Perahu di Jawa barat. Sehubungan dengan itu. filsafat tersirat terdiri atas ide/gagasan. tapi juga menyiratkan ciri filsafat yang menjelaskan tentang karakteristik filsafat dari segi sifat. rohani. sifat subyektif adalah deskripsi/gambaran sesuatu yang bila disimpulkan akan menghasilkan kasus demi kasus (kasual). Kedua. ia tampak cemas dan gelisah (galau). betapa penting peduli pada filsafat. 5 . filsafat tersurat terdiri atas ide/gagasan yang terdapat dalam pustaka/ literature/buku serta hasil karya (pemikiran) seseorang atau filsuf. aturan dan norma sosial yang terdapat/hidup di masyarakat seperti cerita/dongeng (legenda). dogmatis) dan berpihak pada tematik (materi. Subyektif. Strategi keberpihakan terdiri atas berpihak pada keberadaan (skeptis.diyakini dan dipilih menjadi dasar pedoman hidup untuk menjawab masalah kehidupannya. artinya suatu keadaan menurut pandangan/perasaan sendiri yang tidak langsung mengenai pokok/esensinya. yakni: Apa ? Mengapa ? Bagaimana? Sementara obyek material filsafat adalah sasarannya yaitu berupa sasaran atas pertanyaan di atas. Sementara kemanfaatan merupakan dorongan yang menimbulkan tekad kehendak untuk diwujudkan. dualis. normatif adalah suatu keadaan yang berpegang teguh pada kaidah yang berlaku. nilai dan manusia. Pertama. Obyek yang dimiliki filsafat. Manusia menyadari betapa kompleksitas kehidupan. dan teknik sajian. Strategi yang dimiliki filsafat. rekonstruksi dan fenomenologi. sehingga betapa penting pedoman hidup. Manusia menjelajahi jawaban atas pertanyaan sendiri dalam rangka mencari dan menemukan kebenaran yang berguna bagi pedoman hidup. Sebagaimana diketahui bahwa kaidah berpikir filsafat terdiri atas sistematis. pengetahuan. sinoptik/komprehensif. rasional. yaitu formal dan material. Cerita tersebut antara lain berisi pepatah kepada khalayak (masyarakat) tentang perlunya anak berbakti kepada ibunya. yakni: kenyataan. yaitu subyektif dan normative. Obyek formal filsafat adalah keseluruhan lingkup yang menjadi tugas/disiplin filsafat. merupakan pedoman dalam pembangunan bangsa dan negara termasuk sektor pendidikan. dialog dan cerita. yaitu sikap/keberpihakan. Hal tersebut berhubung filsafat merupakan pemikiran. modus operandi. Kedua. Kebenaran merupakan suatu koherensi pemikiran atas dasar logika yang memiliki sifat kejujuran dalam mencari kebenaran. obyek dan strateginya. Yaitu berupa pertanyaanpertanyaan yang sifatnya mendasar. CIRI FILSAFAT Dengan menyimak uraian di atas. perenungan dan penghayatan seseorang tentang segala sesuatu yang ada atau alam semesta. selain menemukan berbagai definisi filsafat. Sementara teknik sajian terdiri atas analitis. Bentuk yang dimiliki filsafat. Modus operandi terdiri atas reduksi (mono. Cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat. yaitu tersirat dan tersurat. radikal dan spekulatif. Manusia yang tidak menyadari pentingnya pedoman hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. pepatah. oluralis). Pandangan hidup merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang diyakini memiliki/ mengandung kebenaran dan kemanfaatan. Pertama. elektis. absolut).

pengertian filsafat berasal dari gabungan kata philare (cinta) dan sophia (kebijaksanaan) atau cinta kebijaksanaan. (c) dimensi operasional. 6 . Secara hakikat. PEMIKIRAN/IDE BERSIFAT SUBYEKTIF TERSIRAT BERBENTUK TERSURAT FILSAFAT UMUM/MURNI BERJENIS KHUSUS/ TERAPAN FORMAL BEROBJEK MATERIAL VISI CABANG Gambar: Ciri Filsafat KESIMPULAN Bertolak dari uraian di atas. pengertian filsafat memiliki tiga dimensi. 2. ternyata pengertian filsafat dipahami dengan berbagai dimensi sudut pandang. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. (b) dimensi obyektif. Secara etimologis. yaitu pengertian filsafat berdasarkan penggunaan kata filsafat oleh filsufnya. di antaranya sebagai berikut. 1. yaitu pengertian filsafat berdasarkan lapangan kegiatan filsafat. Secara umum (akademis dan popular). 3. pengertian filsafat sebagai usaha mencari/mengetahui sebab-sebab kepemilikan nilai/makna (hakikat) pada sesuatu untuk tuntunan konsep yang dijadikan pandangan keyakinan seseorang/manusia. yaitu pengertian filsafat berdasarkan kegiatan yang dilakukan filsuf.Untuk memudahkannya. (a) dimensi subyektif.

teologi antropologi dan kosmologi. dan lain-lain. hidup.Berapa Cabangkah Filsafat itu? Manusia berkembang secara berbeda berhubung mengalami factor perbedaan potensi. kejadian. logika dan kritik ilmu. filsafat 7 . f. pengertian dan persepsi tentang alam. Trendi tersebut dapat memicu munculnya aliran filsafat. Perbedaan bakat. Perbedaan pengalaman. termasuk pendidikan. jaman. renungan. Khususnya. filsafat kenyataan terdiri atas ontology. Perkembangan teknologi dan ilmu pun membawa impact terhadap perubahan dan perkembangan masyarakat dan kebudayaannya. keyakinan/kepercayaan. tuhan. untuk menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak ada metode tertentu. bergantung pada jawaban yang diberikan pasen tersebut. b. Berapa cabangkah filsafat itu? Sangat mungkin terkait dengan factor perbedaan sudut pandang tersebut. dua atau beberapa hal sebagai berikut : a. Buku “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” karya Suriasumantri. Begitu pun dalam pembagian cabang filsafat. Perbedaan jawaban atas pertanyaan tentang metafisika. geografi. pendidikan. Ketika berobat biasanya dokter bertanya kepada pasen mengenai penyakitnya. benda. Perbedaan pengaruh alam sekitar. lingkungan. Demikian pula pertanyaan tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Diperoleh jawaban yang berbeda-beda pula dan berpengaruh terhadap perumusan cabang filsafat. Sehingga dalam menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak terikat metode tertentu (Kattsoff. minat dan kegiatan manusia. g. Buku “Pintu Masuk ke Dunia Filsafat” karya Hamersma. LO. problematika. Selain itu. Kemudian dokter menyimpulkan jenis penyakit apakah yang diderita pasen. Perbedaan aspirasi. H (1992) menyebut empat induk cabang filsafat dan kemudian berkembang menjadi sepuluh anak cabang filsafat. etika yang membahas apa yang baik dan mana yang dianggap buruk serta estetika yang membahas ukuran keindahan. peluang tantangan. pengalaman. mati. e. yaitu: logika yang membahas apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah. jaman dan pandangan hidup. 2004). h. d. CABANG FILSAFAT Pada literature pun tampak pembahasan cabang filsafat menunjukkan perbedaan atau persamaan antara yang satu dan lainnya. Perbedaan faktor alam dan problematika yang dihadapi. Perbedaan perkembangan sejarah/jaman. salah satu metodenya menggantungkan pada pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diperoleh. c. buruk. Sehingga sudut pandang terhadap hakikat kenyataan/yang ada ditafsirkan dengan berbeda-beda. JS (1996) membagi tiga cabang utama filsafat. situasi dan kondisi. baik. Di antaranya dapat saja disebabkan oleh satu. Yaitu filsafat pengetahuan terdiri atas epistemology. aliran filsafat pendidikan yang membawa isu-isu pendidikan sesuai dengan tuntutan kebudayaan masyarakat modern yang sedang berubah.

yaitu ontology dan kosmologi. Tabel: Cabang Filsafat LAPANGAN FILSAFAT Logika Metodologi (Filsafat) Metafisika Ontologi Kosmologi Epistemologi Biologi Kefilsafatan Psikologi Kefilsafatan Antropologi Kefilsafatan Sosiologi Kefilsafatan Etika Estetika Filsafat Agama PERTANYAAN YANG UTAMA Apakah hokum-hukum penyimpulan itu? Apakah teknik-teknik penyelidikan itu? (Apakah hakekat kenyataan itu?) Apakah kenyataan itu? Bagaimanakah keadaannya sehingga kenyataan itu dapat teratur? Apakah kebenran itu? Apakah hidup itu? Apakah jiwa itu? Apakah manusia itu? Apakah masyarakat dan Negara itu? Apakah yang baik itu Apakah yang indah itu? Apakah yang keagamaan (abadi) itu? Logika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang aturan penyimpulan yang absah. susunan dan metode serta keabsahan ilmu. LO. 8 .tindakan terdiri atas etika dan estetika. hukum. penurunan sifat dan hubungan antara hidup dan tempat hidup dengan penafsiran alam semesta. Terutama mempel. acapkali pertanyaan epistemology sama dengan metafisika. Kosmologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asasasas rasional keteraturan dan tata tertib alam semesta. evolusi. Ontology merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asas-asas rasional esensi terdalam (hakekat) sesuatu yang ada.ajari pertanyaan mengenai apa sumber ilmu dan menyangkut bagaimana hubungan antara ilmu dengan obyek/sasaran ilmu. (2004:81) mendeskripsikan cabang filsafat sebagai berikut. Metafisika dipilah menjadi dua bagian. Seperti bagaimana mengetahui kenyataan dapat menyimpulkan apa yang diketahui sekaligus apa kenyataan itu. teleology. Sementara sejarah filsafat membahas sejarah filsafat dunia. dan sebagainya. baik yang nyata ada (reality). Buku “Pengantar Filsafat” karya Kattsoff. Metafisika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apa hakikat yang ada. Metodologi (Filsafat) merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang cara observasi. rambu-rambu hipotesis. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asal usul. adaptasi. teori. Biologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian hidup. hipotesis. eksperimen. penalaran yang logis dan penyusunan definisi yang baik. maupun yang ada bersifat penampakkan (appearance). Namun.

Contoh: pendirian plato mengenai ide. susunan jiwa. ego. maka Plato tergolong realisme. kesusilaan (etika) dan norma. Sementara kosmologi (keteraturan alam semesta) membicarakan asas-asas rasional dari keteraturan/ susunan yang ada.Psikologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang jiwa atau kumpulan jalur urat syaraf. Pertanyaan dan jawaban mengenai metafisika. Estetika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian. kebebasan. bila pendirian Plato dipandang dari cara memahami melalui ide bersifat nyata. Ontologi (yang ada) membicarakan asas-asas rasional dari yang ada. (2) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat alam semesta atau kosmologi. Tapi pendirian atas hasil jawaban metafisiska menggambarkan pula pertanyaan epistemology mengenai bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Sehingga jawaban tersebut menggambarkan pula corak system filsafat berdasarkan epistemology. filsafat politik (Negara). Meskipun corak system filsafat dibedakan atas dasar jawabannya. sejak di Yunani (kuno) telah menggunakan istilah metafisika. kejahatan. Bila dipandang bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah ide. yaitu: (1) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat yang ada atau ontology. susunan. praanggapan sociologi dan ilmu politik. khususnya dalam seni. kebajikan. Apakah hubungan antara yang indah dan yang benar dan yang baik? Apakah seni suatu ungkapan perasaan seseorang. nafsu dan dogma. Seperti pertanyaan apakah hakikat kenyataan itu yang memperoleh jawaban mengenai corak system filsafat berdasarkan metafisika. penglihatan ataukah reproduksi kodrat alam? Filsafat agama merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah agama? Apakah bukti adanya Tuhan? Apakah keabadian hidup? apakah filsafat merupakan abdi teologi atau pelengkapnya? VARIAN CABANG FILSAFAT Obyek pertanyaan dan jawaban mengenai hakikat kenyataan/yang ada. peran dan fungsi keindahan. Hubungan jiwa dan tubuh. Sehingga metafisika menjadi cabang filsafat yang mempelajari hakekat kenyataan/yang ada serta merupakan bagian pengetahuan manusia mengenai pertanyaan dan jawaban hakikat kenyataan/yang ada. maka pendirian Plato bercorak system filsafat idealisme. Pendirian Berkeley bahwa kenyataan (yang ada) yang 9 . buruk. Kosmologi adalah pengetahuan mengenai ketertiban dan susunan alam semesta. massa. akal dan apakah psikologi sebagai ilmu? Antropologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah manusia itu? Sejarah manusia (asal-usul) akan ke mana manusia itu? Kaitan manusia dengan alam. mengarahkan kepada dua klasifikasi. proletariat. bagaimanakah mengenai demokrasi. perasaan dan kehendak. Kemudian metafisika (hal yang terdapat sesudah fisika) untuk mengetahui asal usul kenyataan/yang ada. Ontologi adalah pengetahuan mengenai esensi/hakikat terdalam dari yang ada. Sosiologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang filsafat social (masyarakat). perbedaan antara mind dan soul. dan individu. Etika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang baik. Namun.

monisme netral. Karena itu. maka digolongkan monisme. maka konsekwensi pengetahuan berasal dari pengalaman. Andaikata jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah materi. Bagi jawaban hakekat kenyataan/yang ada adalah rohani. Bagi jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah bersifat tunggal. personalistik dan mutlak. maka Locke digolongkan system filsafat empirisme. Selain itu. realisme kritik. Materialisme Dialektis dan Empirisme logis. Demikian pula dengan bertanya tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan yang lainnya. maka digolongkan system filsafat idealisme. setiap corak sitem filsafat memiliki bawahan atau sub system filsafatnya. Sementara John Locke menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. neo-realisme. urutannya adalah system filsafat Realisme. maka digolongkan system filsafat materislisme.dapat ditangkap. Idelisme memiliki bawahan yang terdiri atas: idealisme subyektif. maka Descartes tergolong system filsafat rasionalisme. realisme materialisme/realisme konseptual. CABANG FILSAFAT LOGIKA METAFISIKA (ONTOLOGI. bertanya tentang bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan lainnya. sehingga dari sudut epistemology digolongkan empirisme. Naturalisme. Andaikata Descartes menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui akal. Corak ragam system filsafat dilihat dari luas liputan pengaruhnya atau posisi system filsafat mulai dari yang berpengaruh luas sampai kepada yang berpengaruh kurang luas. KOSMOLOGI) EPISTEMOLOGI BIOLOGI FILS PSIKOLOGI FILS ANTROPOLOGI FILS SOSIOLOGI FILS ETIKA ESTETIKA AGAMA FILS 10 . Contoh: realisme memiliki bawahan yang terdiri atas: realisme naïf. energisme. Sementara jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah banyak/berjumlah maka digolongkan pluralisme.

maupun kepada yang belum diketahui. sehingga syaraf penting bagi penangkapan pengetahuan. pengetahuan inderawi tergantung pada struktur organ inderawi.. yang kemudian dikenal geometri. hakikat pengetahuan berasal usul dari upaya ingin tahu. SEBAGAI PIONIR BERPIKIR ILMIAH Mempunyai pengetahuan berarti mempunyai kepastian bahwa apa yang dinyatakan di dalam pernyataan sungguh benar atau sungguh merupakan halnya. Hakikat berfilsafat berasal usul dari rasa igin tahu dan ragu-ragu. rangsangan 11 . Satuan pokok syaraf disebut neurone. Karena itu. kalau mulai dengan kebimbangan akan berakhir dengan keyakinan” adalah ungkapan termasyhur filsuf Francis Bacon (1561-1626).Bagaimanakah Posisi Filsafat Ilmu di dalam Filsafat? “Kalau mulai dengan keyakinan akan berakhir dengan kebimbangan. Sementara mempunyai pengalaman tiada lain merupakan akibat suatu obyek merangsang alat inderawi yang dapat menimbulkan rangsangan syaraf untuk diteruskan ke otak. yaitu penetapan dasar yang handal (asumsi dasar) untuk penjelajahan ilmiah. (b) saluran dari otak menuju otot. Proses memperoleh pengetahuan dimulai dari terjadinya rangsangan terhadap organ inderawi yang menimbulkan rangsangan pada syaraf. Di dalam otak. Penemuan pengalaman tersebut ditindak lanjuti oleh Euklides. AH. Terdiri atas: sel dan bagian sel yang disebut processus. Di dalam otak sumber rangsangan di pahami dan dibuatlah tanggapan untuk merespon rangsangan. Sehingga posisi filsafat sebagai pionir berpikir bagi berpijaknya kegiatan ilmiah atau pengetahuan berasal usul dari filsafat. baik terhadap apa yang telah diketahui. membau. Saluran syaraf ada dua. Poisi filsafat bertugas merumuskan pernyataan yang sejelas-jelasnya agar dapat menetapkan dasar yang handal untuk penjelajahan ilmiah. begitu mengetahui orang Mesir (purba) dari pengalamannya menemukan pengetahuan mengenai luas tanah berbentuk segi tiga sama dengan luas setengah persegi panjang yang panjang dan lebarnya sama dengan alas dan tinggi segi tiga. terutama pada bagian cortex-serebri timbul pengindraan melihat. Sehingga pengetahuan mengenai dunia diperoleh dengan menyimpulkan tangkapan inderawi tentang dunia. Bahkan diketahui pula mengenai jumlah besar sudut ketiga sudut suatu segitiga sama dengan 180 derajat (Nasoetion. saluran syaraf dan tindakan otak yang melakukan penafsiran.1992). mencicipi dan merasai. Ungkapan tersebut. Melalui syaraf. (a) saluran yang memuat rangsangan ke otak. Sementara otak merupakan organ yang bertindak mengkoordinasikan dan penunjuk jalan penyaluran timbulnya reaksi. mendengar. Sehingga pengetahuan inderawi tidak langsung. Salah satu ciri berfilsafat ialah berpikir spekulatif. kiranya untuk menegaskan bahwa keingin-tahuan yang belum diketahui biasanya muncul setelah mendapatkan pengalaman yang mengesankan. Euklides dari Yunani yang sengaja datang ke kota Iskandariyah. Yaitu. Syaraf dan otak sebagai alat untuk memperoleh informasi mengenai dunia. Hakikat kebenaran berasal usul setelah mengalami keraguan.

kosmologi. Paling tidak mencakup mengenai: apa yang telah dan yang belum diketahui tentang ilmu? Apa yang membedakan antara ilmu dan bukan ilmu (pengetahuan)? Apakah ilmu yang dikatahu itu sudah benar? Bagaimana asal usul ilmu? Apakah kegunaan ilmu? . Epistemologi menggambarkan kerangkan pemikiran yang bersifat logis. yaitu mana masalah. Contoh: pertanyaan bagaimana mengetahui kenyataan akan memperoleh kesimpulan mengenai apa yang diketahui dari kenyataan dan apa kenyataan itu. kritis. 12 . Sifat terbuka melakukan verifikasi menggambarkan adanya kemungkinan kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. ontology. hipotesis. Contoh: masa peralihan ilmu ekonomi. Selanjutnya konseptual filsafat moral menjadi pengembangan ilmu ekonomi. terbuka dan pragmatis. pada saat cabang filsafat epistemology melepas ilmu terjadi masa peralihan. Cabang filsafat epistemology mempelajari pertanyaan mengenai asal-usul. antropologi kefilsafatan. Sifat kritis menggambarkan keterbukaan secara system umpan balik dan korektif. Di dalam otak ditafsirkan dan tafsiran itu kemudian di salurkan ke syaraf otot agar timbul reaksi. Tujuan epistemologi untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui sumber ilmu dan hubungan ilmu dengan obyeknya. etika. susunan dan metodologi serta absahnya ilmu. kemudian secara bertahap berdasarkan pada empiris. obyektif. yaitu agar mampu berpikir rasional dan berpikir logis serta empiris. biologi kefilsafatan. Sementara sifat pragmatis menggambarkan kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru yang prosesnya secara berulang berdasarkan cara berpikir kritis. sikap dan keterampilan siswa untuk penalaran ilmiah. epistemology. Fungsi filsafat ilmu untuk menemukan tujuan pendidikan dan model kegiatan belajar mengajar. estetika dan filsafat agama. kemudian disebut filsafat ilmu. Filsafat ilmu adalah sarana pengembangan penalaran ilmiah. Aspek yang dilepas mengalami penyempitan cakupan. psikologi kefilsafatan. Epistemology pun acapkali mempelajari pertanyaan yang sama dengan metafisika. Bagian dari filsafat tentang pengetahuan. Filsafat ilmu mencoba mengevaluasi segenap ilmu baik yang telah maupun yang belum diketahui. Materi filsafat ilmu menjelaskan pengetahuan yang benar mengenai hakikat keilmuan. Selain itu. Sehingga memungkinkan kegiatan perumusan ulang mengenai tujuan pendidikan dan metode belajar mengajar tersebut yang relevan dengan hakikat keilmuan. Epistemologi merupakan kajian mengenai bagaimana mendapatkan ilmu secara ilmiah atau dengan prosedur metodologi ilmiah. kerangka berpikir. MELIPUT EPISTEMOLOGI SECARA LEBIH LUAS DAN DALAM Cabang filsafat terdiri atas: metafisika. Sifat logis menggambarkan argumentasi bersifat rasional dalam mengembangkan peristiwa alam (masalah). pembuktian dan kesimpulan. Sehingga sifat ilmu ekonomi memiliki penalaran ilmiah yang jelas. Sifat obyektif menggambarkan kegiatan verifikasi empiris dan evaliasi dari pernyataan hipotesis terhadap kenyataan factual. khususnya mengkaji hakekat ilmu. yaitu ketika moral philosophy tidak dapat menjelajahi keseluruhan moral melainkan menyempit hanya kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidup. Verifikasi factual membuka diri terhadap kerangka pemikiran yang mendasari hipotesis.disalurkan ke otak. Posisi awal di dasarkan pada normative dan deduktif. sosiologi kefilsafatan. Bahkan sekaligus mendorong berkembangnya perubahan pengetahuan.

diilustrasikan secara visual/gambar sebagai berikut. POSISI FILSAFAT ILMU FILSAFAT CABANG FILS: Logika. Proses) TEKNOLOGI 67 Bagaimanakah Implikasi Cabang Filsafat pada Pendidikan dan Sistem Pendidikan Berdasarkan Pancasila? Filsafat melakukan perenungan secara analitis dan sintesis untuk menyusun suatu bagan konsepsional dan sitematik mengenai makna dunia. Proses belajar bersifat hapalan dan tidak bertujuan untuk penguasaan ilmu sebagai alat berpikir analisis. merupakan sikap rendah hati dengan mengakui bahwa tidak akan semua diketahui mengenai alam semesta yang tak terbatas ini. Sehingga 13 . Tapi tidak dapat dilakukan filsuf untuk mencoba memberitahu ilmuwan mengenai apa yang harus ditemukannya. keterampilan dan kepribadian ilmiawan. Filsafat harus memperhatikan hasil ilmu sedang ilmu dalam penyeledikan alam harus mengetahui anggapan/pandangan filsafat mengenai alam. Onto logi. Metode Metafisika. Untuk memudahkan. filsafat dalam sisdiknas kiranya kurang dikaitkan dengan eksistensi pembelajaran. yaitu: apa yang harus dikatakan ilmuwan mungkin penting bagi filsuf. Hubungan antara filsafat dan ilmu menunjukkan simbiosis mutualistis. Orientasi peserta didik cenderung menganggap ilmu sebagai produk yang berupa teori. Namun. Bangunan.Berfilsafat merupakan proses koreksi diri dengan berani berterus terang mengakui seberapa jauh telah menjangkau kebenaran yang dicari. Pendidikan keilmuan pun tampak bersifat pengembangan intelektual semata yang kurang mendorong perubahan sikap. Hal tersebut dalam kerangka memperoleh kenjelasan dan pernyataan kebenaran yang paling umum. Kosmologi EPISTEMOLOGI: Epistemologi Biologi Fils Psikologi Fils Antropologi Fils Etika Estetika Fils Agama Metode/Sumber Makna Kebenaran Aksiologi Metafisika ILMU (Kerangka. Selain itu.

Sehingga pengalaman tersebut diorganisasikan sedemikian rupa. (c) segala hal yang dilakukan guru di kelas. Kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) yang diyakini guru/ pendidik akan mendasari (base line) segala hal yang berhubungan dengan: (a) produk sikap dan pemikirannya. Sumber untuk kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) sangat banyak.Bahan pertimbangan untuk menentukan dangan mengenai nilai kehidupan tujuan pendidikan NO 1 2 3 4 IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA GURU DAN LEMBAGA PENDIDIKANNYA Unuk menjadi pendidik (termasuk menjadi guru) akan memiliki filsafat hidup (disadari atau tidak) dan filsafat pendidikan. menjadi suatu keyakinan (kemandirian) dan wawasan. maka ia akan membangun kondisi pengajaran/sekolah yang menyenangkan juga. (b) perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kurang mendorong proses berpikir nalar. maka ia akan mengubah kondisi pengajaran/sekolah ke arah yang lebih baik. wawasan pengalamannya tampak dijadikan dasar pengembangan pengajaran di sekolah. (b) filsafat secara spekulatif menetapkan hakikat dunia dan makna hidup untuk dijadikan landasan konseptual tentang penyusunan tujuan. Bila ia memperoleh pengalaman yang tidak menyenangkan.dipandang kurang menunjukkan keseimbangan dalam proses berpikir ilmiah antara aspek kognitif. Gambaran pendidikan menggunakan konsep yang dihasilkan oleh cabang filsafat dan saling hubungan keduanya sebagai berikut. Filsafat membantu mengorganisir pemilihan filsafat pendidikan dari berbagai sumbernya. pandangan filsafat terhadap filsafat pedidikan sebagai sumber renungan filsafat pendidikan bagi pendidik/guru. metode dan pengalaman belajar untuk menumbuh-kembangkan peserta didik. afektif dan psikomotorik. guru yang diperolehnya dan lingkungan sosio-kultural yang merasa memberi penghargaan kepadanya. mencakup semua pengalaman seseorang dalam berhubungan dengan orang/ media lain. sekolah. terutama mengenai dan jenis-jenisnya pengetahuan dan ilmu serta metode ilmiah Logika menghasilkan ukuran benar Prosedur berpikir dalam mengutarakan dan tepat dalam keterkaitan gagasan gagasan yang benar dan tepat Aksiologi (etika) menghasilkan pan. Karena itu. Yaitu: (a) filsafat mengajukan pertanyaan filosofis terhadap realita dan pengalaman/praktek pendidikan. Filsafat hidup yang dipercayai guru/pendidik memiliki dampak penting terhadap penetapan pilihan filsafat pendidikan yang akan dianutnya. Gambar: Saling Hubungan Filsafat-Pendidikan CABANG FILSAFAT PENDIDIKAN Metafisika mengasilkan pandangan Pendirian dalam memilih pendangan tentang kenyataan yang benar tentang kenyataan yang benar Epistemologi menghasilkan Bahan pertimbangan untuk penyusunan prosedur memperoleh pengetahuan kurikulum. Bila ia memperoleh pengalaman di sekolahnya menyenangkan. Termasuk pengalaman seseorang pada lingkungan keluarga. IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA PENDIDIKAN Antara filsafat dan pendidikan memiliki hubungan problematika yang ada pada kedua disiplin tersebut. Untuk profesi guru/pendidik. 14 . bahkan substansi pengarahan kepada orang lain (siswa).

Filsafat Pendidikan akan menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan bagi bangsa itu. Bila praktek pendidikan terlepas dari filsafat pendidikan yang mendasarinya akan menuai bahaya. Sehingga muncul Teori Pendidikan versi Indonesia yang melahirkan praktek (pedoman) pendidikan.” IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA SISTEM PENDIDIKAN BERDASARKAN PANCASILA Filsafat merupakan dasar perilaku suatu bangsa yang direfleksikan dalam perilaku warga negaranya. maka keduanya perlu diberikan dengan baik di lembaga pendidikan tenaga kependidikan kita. Filsafat Negara dengan Per-Undangannya mampu menurunkan Filsafat Pendidikan Nasional. disiplin ilmu. 15 . (biasanya) wibawanya sangat besar. bila dunia pendidikan ingin dibangun secara lebih sempurna yaitu agar Anak Indonesia memiliki keutuhan dan kemartabatan sebagai warga negara yang dicita-citakan. S.Z. Kondisi pendidikan tanpa memperhatikan Filsafat Pendidikan sebagai dasarnya. yaitu terjadi penyalahgunaan pendidikan untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan cita-cita negara. kewibawaan”. maka suatu kemutlakan praktek penyelenggaraan pendidikan di Indonesia harus di dasarkan atas Filsafat Pendidikan versi negaranya. seperti: kode etik. komitmen dan tanggung jawab profesionalnya. memang masih dapat memproduksi tenaga pembangunan yang dibutuhkan. di samping terdapat “kaki” (tambahan) penopang lainnya. Filsafat Pendidikan merupakan pedoman dan arah berpikir bagi para penyelenggara pendidikan untuk mewujudkan hasil pendidikan yang dicita-citakan. organisasi. ialah kewibawaan dan kedua. S. (1988): “Baik filsafat pendidikan maupun pedagogik dapat secara langsung menyumbang kepada unsur . Rangkaian elaborasi yang ditempuh seharusnya mengikuti alur berikut. Peningkatan kompetensi guru disumbang filsafat secara tidak langsung. Artinya. terutama agar guru memiliki kepercayaan diri.. ialah kompetensi. Menurut Arbi. goals are destroyed. kemudian diturunkan menjadi Teori Pendidikan.Menurut Arbi. dan sebagainya.Z. Guru yang wawasannya luas. komitmennya tinggi dan sangat bertanggung jawab. “Kaki” penopang pertama.. Paling dominan penopang profesi guru ialah “dua kaki”. Sehingga tidak mengalami kondisi goals disappeared. Karena itu. Namun. Filsafat Pendidikan dirumuskan berdasarkan pada (dijabarkan) Filsafat Negara. (1988): “sekiranya penting filsafat pendidikan dan paedagogik untuk profesionalisme guru dapat disepakati. Pentingnya kompetensi guru. Unsur-unsur kewibawaan guru meliputi wawasan. Dari Filsafat Pendidikan.

Yogyakarta.MN. Komar. Filsafat Pancasila: Sebuah Pendekatan Sosio-Budaya. Kuhn. Syam. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Sudarto (1995) Metodologi Penelitian Filsafat. Bandung. Pustaka Filsafat. Jakarta. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. Jakarta: Raja Grasindo Persada. Gramedia.). Filsafat Ilmu dan Pendidikan. (1988). Tuntutan Profesionalisme Guru Dilihat dari Sudut Ilmu Pendidikan.(1981) Ilmu dalam Perspektif. PT. --------. 16 . Pascasarjana UPI. (1992). TS (1970) The Structure of Scientific Revolution. Hamersma. Surabaya. (2006).DAFTAR PUSTAKA Arbi. Bandung: (Cetakan I) Grafika. Pustaka Sinar Harapan. Yogyakarta. Jakarta. (1996). Pintu Masuk ke Dunia Filsafat (Cetakan II). KONASPI. AH (1992). Jakarta: Ditjen Dikti. O.(2006).S. Filsafat Pendidikan Nonformal. (Cetakan II) Pustaka Setia -------. Pengantar Filsafat (Alih Bahasa Soejono. Gramedia Poespowardojo. Jakarta: Gramedia. (1984). Yogyakarta. Yasbit FIP. Depdikbud. SZ. Kattsoff. Jakarta. The University of Chicago Nasoetion. Tiara Wacana. Suriasumantri. (1984) Filsafat pendidikan: Pengantar mengenai Sistem dan Metode. S. Bandung. (1981) Filsafat Ilmu.I.LO. (1989). H. Usaha Nasional. Panduan Berpikir dan Meneliti secara Ilmiah bagi Remaja.JS. (2004). Barnadib.

Logika Metode penalaran yang tepat. Estetika Hakekat nilai keindahan. Aksiologi Teori tentang nilai. Kosmologi Bagian dari metafisika yang membicarakan tentang ruang.jahat. Ontologi Bagian dari metafisika yang membahas tentang eksistensi/keberadaan/substansi/ esensi. Epistemologi Membahas asal usul dan proses ilmu.SINERAI KATA (GLOSSARY) Metafisika Berasal dari kata meta dan fisika yang artinya sesuatu yang berada dibelakang fisika. Etika Hakekat baik . 17 . Aposteori Pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman dan observasi. waktu dan gerak/ struktur alam. Apriori Pengetahuan yang terbukti dengan sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->