KAITAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Apakah Pengertian Filsafat Itu?

Barang siapa menelusuri pengertian filsafat akan memperoleh jumlah pengertian filsafat yang banyak dan berbeda antara pengertian filsafat yang satu dan lainnya. Kondisi tersebut, seolah tidak terjadi permufakatan terhadap jawaban apakah filsafat itu. Bahkan tampak filsafat mengarah pada hasil manusia kritis terhadap fenomena alam dan hasil pemikirannya, termasuk diri sendiri. Sehingga terpikir untuk balik bertanya, apakah filsafat merupakan pembelajaran untuk memahami pendapat yang berbeda? Apakah mempelajari filsafat merupakan pemahaman mengenai proses perenungan dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang analisis (lebih kritis) dan sintesis (spakulatif)? Kondisi tersebut, mungkin saja bagi pemula yang mempelajari filsafat merasa suatu kendala. Menurut Kattsoff. LO. (2004:66): “Tidak banyak keuntungan yang diperoleh dari membuat daftar pengertian filsafat. Kecuali pengertian berikutnya memberikan kejelasan sebagai sudut pandang yang lain”. Namun, cara menjawab atas pertanyaan apakah filsafat itu. Ternyata ada tiga tafsiran, yaitu subyektif, operasional dan obyektif. Tafsiran subyektif merujuk pada apakah pandangan orang mengenai filsafat. Tentu setiap orang berhak membuat pengertian filsafat, baik langsung maupun dari hasil karyanya. Tafsiran operasional mengacu pada kegiatan yang dilakukan para filsuf. Tafsiran obyektif dengan mengacu pada lingkup lapangan penyelidikan filsafat (Kattsoff. LO. 2004).
PEMIKIRAN RASIONAL

Yunani ditengarai sebagai tempat lahir filsafat. Konon berawal dari perantau suku Ionia ke pulau Miletus di kepulauan Asia Kecil. Para perantau tersebut, khawatir eksistensinya terancam dengan munculnya peristiwa fenomena alam yang teramati acapkali mengundang masalah. Sementara bentuk penanggulangan masalah yang bergantung pada pendekatan mitos tidak memuaskan lagi. Seiring dengan itu, sikap mereka pun merasa belum puas dengan hanya berpikir mengenai fenomena alam yang teramati serta semesta alam dengan segala ketakjubannya. Sehingga berkembang pencarian bentuk penanggulangan lain. Upaya awal dengan berani bertanya tentang mengapa acapkali muncul masalah fenomena alam di dunia dan segala isinya itu? Bertanya tersebut dalam kerangka mencari penanggulangan masalah dengan konsekwensi mengundang jawaban yang berdasarkan pada akal. Karena itu, sikap perantau itu tidak lagi seperti orang Yunani yang ketika menghadapi masalah fenomena alam dengan menjawabnya berdasarkan pendekatan bergantung pada mitos, tapi mereka berdasarkan pada akal atau dengan cara berpikir tertentu. Pertumbuhan olah pikir itu, kemudian disebut filsafat. Filsafat (philosophy) dalam bahasa Yunani (kuno), yaitu gabungan kata philein atau philare dan sophia. Philein atau philare artinya cinta (love) sementara sophia artinya kebijaksanaan (wisdom), sehingga pengertian filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Secara etomologi, cinta kebijaksanaan, terdiri atas kata cinta dan kebijaksanaan. Cinta mengandung makna sangat suka atau suka sekali terhadap sesuatu, sementara kata kebijaksanaan merupakan sintesis dari kebenaran, keadilan, kebaikan dan keindahan. Sehingga filsafat merupakan pemikiran yang sangat menyukai terhadap kebijaksanaan. Ia 1

Berpikir filsafat bukan berpikir hanya tentang “permukaan” atas fakta 2 . Seiring hasrat manusia yang selalu ingin mengembangkan diri. Kemudian Ia memotivasi kemauannya melalui aksi/kegiatan pemahaman tentang kebenaran. Manusia berani bertanya lebih jauh tentang apakah yang diketahui itu? Apa sajakah yang mungkin diketahui itu? Bagaimanakah saling keterkaitan di antara pengetahuan itu? Jawaban dari pertanyaan tersebut. Berfikir yang mengungkap tentang esensi sesuatu yang dibahas secara radikal (mengkritisi keakarnya). Ia berusaha untuk memperoleh pandangan/konsepsi tentang segala sesuatu yang ada dan makna dari segala sesuatu yang ada itu. keindahan dan sebagainya. sehingga yakin bahwa sintesis darinya adalah kebijaksanaan. merenung dan menghayati mengenai segala sesuatu kenyataan/yang ada.jatuh cinta pada apa yang dikatakan orang dengan kebenaran. pengertian filsafat adalah: (a) berpikir radikal/kritis (lawan dari apatis/ skeptis). d. keadilan. Kebijaksanaan merupakan suatu konvergensi harmonis antara sudut-sudut pandang kebenaran. filsafat diakui secara umum sebagai wahana yang mengawali titik tolak pembicaraan/pembahasan mengenai segala sesuatu yang ada di dunia (alam semesta) ini melalui olah-pikir secara rasional. keadilan. Sehingga usaha pemikiran manusia berikutnya mencari dan menemukan serta menciptakan alat untuk menelaah obyek keberadaan (benda). c. Filsafat merupakan proses berpikir. yang kemudian lahir apa yang disebut dengan pengetahuan dan selanjutnya ilmu. b. (c) induk dari ilmu-ilmu (the mother of sciences/science of sciences). (d) ideologi dan pandangan/sikap hidup (welt-anschauung). keadilan. Ia berspekulasi mencari dan menemukan jawaban yang hakiki untuk menanggulangi masalah delematis yang dihadapinya. Ia mempunyai kepentingan untuk mengetahui pedoman/arah bagi kehidupannya. Ia ingin memperluas cakrawala/horison pandangan dengan memahami kehidupan yang kemudian berguna untuk mengatur hidup dengan arah yang disadarinya sendiri atau tanpa intervensi orang lain. e. Fitrah manusia sebagai animal rational dan homo sapiens diapresiasikan dengan berpikir teliti dan teratur untuk memecahkan masalah umum/komprehensif hingga menemukan esensi dari yang dipikirkannya itu. kebaikan. (e) asumsi dasar (basic assumption) ilmu yang paling dasar/dalam. maka wahana olah-pikir rasional digunakan manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaannya tersebut. (b) renungan tentang akar kenyataan. spekulatif dan komprehensif. (f) renungan dan penghayatan mengenai kebijaksanaan. Alasan mengapa manusia bertanya-tanya? a. tidak sekedar pasif dengan naluriahnya. tetapi sadar mencari tahu alam semesta. kebaikan dan keindahan atas segala yang ada dalam kehidupan manusia. dan (g) berpikir secara menyeluruh/ komprehensif. Selain itu. Pikiran digunakannya untuk melakukan renungan dan penghayatan. Ia menghadapi masalah delematis antara hak individu yang berbeda mengenai pandangan hidupnya dengan hak bekerjasama dengan orang lain walaupun secara pandangan hidup individu berbeda. kebaikan dan keindahan. Karena itu.. Filsafat diapresiasikan manusia. Manusia mengajukan pertanyaan terhadap realita. berhubung khawatir terombang-ambingkan berbagai kejadian yang dialami yang menjadi bingung dan cemas dalam hidupnya.

Pada era kontemporer. Sedangkan prosesnya disebut prosedur ilmiah.dan/atau ide (gagasan) belaka. Akal dan pengalaman manusia tidak mampu menjawab masalah tersebut dengan satu kesepakatan (sama). Bahkan jawaban tersebut bertentangan satu sama lain tergantung temperamen keyakinannya. Dengan toleransi. Filsafat dihadapkan kepada problematik dasar yang abadi atau masalahnya sama dan itu-itu saja. Permasalahan delematis yang tak berujung mengakibatkan perselisihan paham. biologi. tetapi berbeda. Pemikiran sistematis tentang obyek keberadaan benda-benda di alam semesta ini melahirkan apa yang belakangan disebut sebagai ilmu. Di antaranya Descartes dan Leibnitz dari ahli matematika serta Immanuel Kant dari ahli fisika dan geografi. filsafat merupakan pendalaman lebih lanjut dari ilmu. Fanatisme diakibatkan kurangnya horison pandangan yang luas. Ilmu berkembang pesat dan melepas diri dari filsafat. Usaha 3 . dan mengenai penjelasan yang comprehensive/ universal tentang hakekat benda. Jawaban demikian itu merupakan suatu pilihan spekulatif. maka berkembang berbagai unsur dan/atau aliran filsafat. Gambar: Pola Berpikir Filsafat Seiring perjalanan waktu cukup panjang. Sehingga antara filsafat dan ilmu terdapat kesamaan dan perbedaan. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. PEMIKIRAN KOMPREHENSIVE Sejak dahulu. Penanggulangan perselisihan dengan memperluas cakrawala pandangan. Sejalan dengan pilihan spekulatif tersebut.1. Sementara tempat menggantungkan jawaban yang belum terjangkau oleh filsafat dan ilmu kepada agama dengan cara meyakininya. matematika sebagai ilmu paling awal yang melepaskan diri dari filsafat. maka segala fanatisme (negatif) dapat dijauhi. terdapat yang memulai dari karier ilmuwan. Urutan berikutnya astronomi. yaitu berpikir tentang akar esensi/hakekat yang ada di “bawah” fakta dan ide (gagasan) tersebut. tapi merupakan berpikir seni atau seni berpikir (the art of thinking). Antara filsuf dengan ilmuwan atau antara filsafat dengan ilmu memiliki hubungan erat/ berkorelasi positif. filsafat sebagai wahana berpikir yang dasar/landasan/fundamen tentang segala sesuatu yang menyangkut lapangan kehidupan manusia. Ia mengarifi dan bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan. kimia. berpikir filsafat ada yang mengawalinya dengan memetik hasil-hasil studi ilmiah. psikologi dan sebagainya. tetapi tidak pernah terpecahkan tuntas. Untuk memudahkannya. Filsafat membahas segala sesuatu melalui spektrum pengalaman manusia mengenai pandangan yang komprehensif tentang alam. fisika. agar masingmasing dapat menempatkan diri dalam pandangan orang lain. Tercatatlah. Permukaan Bawah Permukaan Ide/Gagasan Kenyataan/Praktek Filsafat GB 7. Sehingga filsuf yang termashur. Pada Sejarah Filsafat dicatat bahwa sepanjang pengalaman manusia memberikan jawaban atas problematik filsafat yang mendasar tentang alam semesta.

S. Menurut Poespowardojo. Pertama. Filsafat adalah suatu pandangan dunia. ia sebagai cara berpikir deduktif dan induktif. Secara akademis. (1984) mengatakan bahwa: “Barang siapa yang mempelajari filsafat dapat mengetahui adanya mutiara-mutiara yang cemerlang dan menggunakannya sebagai pedoman serta pegangan hidup bijaksana”. Hal ini disebut juga kebenaran atau kebijaksanaan. (1989). yaitu memahami kenyataan dengan menyusun pandangan dunia dengan memberi keterangan tentang semua hal tentang dunia tersebut. Selain itu. PEMIKIRAN PANDANGAN HIDUP Uraian di atas menyiratkan bahwa secara etimologis. aliran politik. dimaksudkan bahwa setiap orang memiliki filsafat hidup sendiri-sendiri. Bahkan terjadinya sengketa metodologik ilmiah diharapkan dapat berpaling kepada kawasan filsafat. Persoalan yang menyeluruh atau yang dilihat dari semua dimensi secara radikal dan spekulatif dapat dianggap sebagai kawasan yang tidak tersentuh kawasan ilmu. filsafat berarti cinta kebijaksanaan. filsafat berarti usaha menggambarkan dan menyatakan pandangan secara menyeluruh dan sistematis tentang alam semesta tempat manusia. Pandangan hidup yaitu asas atau pendirian yang kebenarannya diterima/ 4 . Pandangan hidup diekuivalensikan dengan filsafat sebagaimana di negara tertentu yang terdapat ungkapan tiap orang berfilsafat dan berpikir.I. sehingga tiap orang mempunyai pandangan sendiri tentang filsafat. perbedaan pendapat disebabkan masing-masing meragukan validitas argumentasi. yaitu segi fungsi dan segi pembahasannya. Sementara filsafat sebagai suatu pandangan hidup yaitu suatu nilai dan pemikiran mengenai persepsi. Cara berpikir deduktif dengan mencari hakekat. Barnadib. Filsafat merupakan pemikiran rasional melalui perenungan/kontemplasi untuk menyusun bagan (system yang koheren dan konsisten) konsepsional yang rasional secara cermat. landasan dan pedoman tingkah laku seseorang atau masyarakat dalam seluruh kehidupan mencapai cita-citanya. Karena itu. Filsafat sebagai suatu metode yaitu yang menunjuk pada cara berpikir dan cara mengadakan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. Sikap hidup merupakan bagian dari filsafat. melainkan dapat ditarik ke dalam fokus filsafat. jelas dan benar mengenai realita dunia. yaitu tidak ada sesuatu pun di luar jangkauannya. Bahkan penting juga secara populer. Filsafat merupakan pemikiran comprehensive.menjauhkan fanatisme dan menyelesaikan perselisihan dengan cara menciptakan dasar koherensi pemikiran yang logis. berpikir filsafat secara berspekulasi jauh ke depan meliput nilai yang baik untuk dijadikan pegangan hidup. Setiap orang memiliki kebebasan meyakini filsafat hidupnya atau disebut filsafat hidup seseorang yang sangat spesifik dengan fokus pada sikap hidup seseorang (welt-anschauung). filsafat dilihat dari segi pembahasannya. dan ideologi. menganalisis dan menyusun sistematika suatu pandangan secara utuh. Sementara cara berpikir induktif dengan mengamati gejala sosial budaya masyarakat dan merefleksikannya dalam rangka menarik makna hakiki dari gejala itu. Filsafat berusaha memperoleh penyelesaian jawaban terhadap pertanyaan agar dapat dipahami. seperti agama. bahwa filsafat berarti pandangan hidup. Sikap hidup berupa sesuatu yang dianut oleh seseorang. apabila berbicara tentang filsafat ada 2 (dua) hal yang patut diperhatikan. filsafat dilihat dari segi fungsinya. ia sebagai metode dan sebagai suatu pandangan. Menerangkan dunia (fenomena) dengan deduksi secara benar. konsep ilmu. Kedua.

Subyektif. yaitu subyektif dan normative. nilai dan manusia. Cerita tersebut antara lain berisi pepatah kepada khalayak (masyarakat) tentang perlunya anak berbakti kepada ibunya. Bentuk yang dimiliki filsafat. Manusia menyadari betapa kompleksitas kehidupan. Obyek formal filsafat adalah keseluruhan lingkup yang menjadi tugas/disiplin filsafat. merupakan pedoman dalam pembangunan bangsa dan negara termasuk sektor pendidikan. Pertama. obyek dan strateginya. rohani. normatif adalah suatu keadaan yang berpegang teguh pada kaidah yang berlaku. pengetahuan. rekonstruksi dan fenomenologi. Modus operandi terdiri atas reduksi (mono. Pertama. yaitu formal dan material. Contoh: Cerita Gunung Tangkuban Perahu di Jawa barat. CIRI FILSAFAT Dengan menyimak uraian di atas. Sehubungan dengan itu. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. 5 .diyakini dan dipilih menjadi dasar pedoman hidup untuk menjawab masalah kehidupannya. artinya suatu keadaan menurut pandangan/perasaan sendiri yang tidak langsung mengenai pokok/esensinya. yaitu tersirat dan tersurat. Sifat yang dimiliki filsafat. rasional. ia tampak cemas dan gelisah (galau). sehingga betapa penting pedoman hidup. yakni: Apa ? Mengapa ? Bagaimana? Sementara obyek material filsafat adalah sasarannya yaitu berupa sasaran atas pertanyaan di atas. Yaitu berupa pertanyaanpertanyaan yang sifatnya mendasar. yakni: kenyataan. filsafat tersurat terdiri atas ide/gagasan yang terdapat dalam pustaka/ literature/buku serta hasil karya (pemikiran) seseorang atau filsuf. Obyek yang dimiliki filsafat. Strategi yang dimiliki filsafat. Sebagaimana diketahui bahwa kaidah berpikir filsafat terdiri atas sistematis. dialog dan cerita. elektis. sifat subyektif adalah deskripsi/gambaran sesuatu yang bila disimpulkan akan menghasilkan kasus demi kasus (kasual). Manusia yang tidak menyadari pentingnya pedoman hidup. Kedua. yaitu sikap/keberpihakan. Kedua. radikal dan spekulatif. Cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat. dualis. oluralis). Hal tersebut berhubung filsafat merupakan pemikiran. filsafat tersirat terdiri atas ide/gagasan. pepatah. Kebenaran merupakan suatu koherensi pemikiran atas dasar logika yang memiliki sifat kejujuran dalam mencari kebenaran. perenungan dan penghayatan seseorang tentang segala sesuatu yang ada atau alam semesta. Sementara kemanfaatan merupakan dorongan yang menimbulkan tekad kehendak untuk diwujudkan. selain menemukan berbagai definisi filsafat. Sementara teknik sajian terdiri atas analitis. Strategi keberpihakan terdiri atas berpihak pada keberadaan (skeptis. betapa penting peduli pada filsafat. Manusia menjelajahi jawaban atas pertanyaan sendiri dalam rangka mencari dan menemukan kebenaran yang berguna bagi pedoman hidup. sinoptik/komprehensif. modus operandi. dan teknik sajian. dogmatis) dan berpihak pada tematik (materi. tapi juga menyiratkan ciri filsafat yang menjelaskan tentang karakteristik filsafat dari segi sifat. Pandangan hidup merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang diyakini memiliki/ mengandung kebenaran dan kemanfaatan. absolut). aturan dan norma sosial yang terdapat/hidup di masyarakat seperti cerita/dongeng (legenda).

6 . (b) dimensi obyektif.Untuk memudahkannya. pengertian filsafat berasal dari gabungan kata philare (cinta) dan sophia (kebijaksanaan) atau cinta kebijaksanaan. PEMIKIRAN/IDE BERSIFAT SUBYEKTIF TERSIRAT BERBENTUK TERSURAT FILSAFAT UMUM/MURNI BERJENIS KHUSUS/ TERAPAN FORMAL BEROBJEK MATERIAL VISI CABANG Gambar: Ciri Filsafat KESIMPULAN Bertolak dari uraian di atas. yaitu pengertian filsafat berdasarkan lapangan kegiatan filsafat. ternyata pengertian filsafat dipahami dengan berbagai dimensi sudut pandang. 1. pengertian filsafat sebagai usaha mencari/mengetahui sebab-sebab kepemilikan nilai/makna (hakikat) pada sesuatu untuk tuntunan konsep yang dijadikan pandangan keyakinan seseorang/manusia. (c) dimensi operasional. Secara etimologis. yaitu pengertian filsafat berdasarkan kegiatan yang dilakukan filsuf. Secara umum (akademis dan popular). pengertian filsafat memiliki tiga dimensi. Secara hakikat. 2. yaitu pengertian filsafat berdasarkan penggunaan kata filsafat oleh filsufnya. (a) dimensi subyektif. di antaranya sebagai berikut. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. 3.

Perkembangan teknologi dan ilmu pun membawa impact terhadap perubahan dan perkembangan masyarakat dan kebudayaannya. jaman dan pandangan hidup. Buku “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” karya Suriasumantri. CABANG FILSAFAT Pada literature pun tampak pembahasan cabang filsafat menunjukkan perbedaan atau persamaan antara yang satu dan lainnya. JS (1996) membagi tiga cabang utama filsafat. filsafat kenyataan terdiri atas ontology. 2004). Yaitu filsafat pengetahuan terdiri atas epistemology. d. Perbedaan bakat. problematika. pengalaman. buruk. baik. keyakinan/kepercayaan. Sehingga dalam menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak terikat metode tertentu (Kattsoff. c. jaman. b. mati.Berapa Cabangkah Filsafat itu? Manusia berkembang secara berbeda berhubung mengalami factor perbedaan potensi. Perbedaan perkembangan sejarah/jaman. untuk menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak ada metode tertentu. teologi antropologi dan kosmologi. kejadian. Berapa cabangkah filsafat itu? Sangat mungkin terkait dengan factor perbedaan sudut pandang tersebut. g. f. Buku “Pintu Masuk ke Dunia Filsafat” karya Hamersma. salah satu metodenya menggantungkan pada pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diperoleh. termasuk pendidikan. Perbedaan pengaruh alam sekitar. peluang tantangan. logika dan kritik ilmu. Di antaranya dapat saja disebabkan oleh satu. minat dan kegiatan manusia. Trendi tersebut dapat memicu munculnya aliran filsafat. Perbedaan pengalaman. dan lain-lain. aliran filsafat pendidikan yang membawa isu-isu pendidikan sesuai dengan tuntutan kebudayaan masyarakat modern yang sedang berubah. hidup. filsafat 7 . Selain itu. bergantung pada jawaban yang diberikan pasen tersebut. Perbedaan aspirasi. Ketika berobat biasanya dokter bertanya kepada pasen mengenai penyakitnya. situasi dan kondisi. yaitu: logika yang membahas apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah. etika yang membahas apa yang baik dan mana yang dianggap buruk serta estetika yang membahas ukuran keindahan. Demikian pula pertanyaan tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Diperoleh jawaban yang berbeda-beda pula dan berpengaruh terhadap perumusan cabang filsafat. lingkungan. Perbedaan jawaban atas pertanyaan tentang metafisika. Khususnya. renungan. H (1992) menyebut empat induk cabang filsafat dan kemudian berkembang menjadi sepuluh anak cabang filsafat. pendidikan. Kemudian dokter menyimpulkan jenis penyakit apakah yang diderita pasen. Sehingga sudut pandang terhadap hakikat kenyataan/yang ada ditafsirkan dengan berbeda-beda. dua atau beberapa hal sebagai berikut : a. h. Begitu pun dalam pembagian cabang filsafat. LO. pengertian dan persepsi tentang alam. tuhan. e. Perbedaan faktor alam dan problematika yang dihadapi. benda. geografi.

susunan dan metode serta keabsahan ilmu. penurunan sifat dan hubungan antara hidup dan tempat hidup dengan penafsiran alam semesta. maupun yang ada bersifat penampakkan (appearance). rambu-rambu hipotesis. 8 .ajari pertanyaan mengenai apa sumber ilmu dan menyangkut bagaimana hubungan antara ilmu dengan obyek/sasaran ilmu. LO. Terutama mempel. teori. Biologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian hidup. Ontology merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asas-asas rasional esensi terdalam (hakekat) sesuatu yang ada. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asal usul. (2004:81) mendeskripsikan cabang filsafat sebagai berikut. teleology. Namun. Kosmologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asasasas rasional keteraturan dan tata tertib alam semesta. Metafisika dipilah menjadi dua bagian. yaitu ontology dan kosmologi. acapkali pertanyaan epistemology sama dengan metafisika. Sementara sejarah filsafat membahas sejarah filsafat dunia. hukum. adaptasi. dan sebagainya. Tabel: Cabang Filsafat LAPANGAN FILSAFAT Logika Metodologi (Filsafat) Metafisika Ontologi Kosmologi Epistemologi Biologi Kefilsafatan Psikologi Kefilsafatan Antropologi Kefilsafatan Sosiologi Kefilsafatan Etika Estetika Filsafat Agama PERTANYAAN YANG UTAMA Apakah hokum-hukum penyimpulan itu? Apakah teknik-teknik penyelidikan itu? (Apakah hakekat kenyataan itu?) Apakah kenyataan itu? Bagaimanakah keadaannya sehingga kenyataan itu dapat teratur? Apakah kebenran itu? Apakah hidup itu? Apakah jiwa itu? Apakah manusia itu? Apakah masyarakat dan Negara itu? Apakah yang baik itu Apakah yang indah itu? Apakah yang keagamaan (abadi) itu? Logika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang aturan penyimpulan yang absah. Seperti bagaimana mengetahui kenyataan dapat menyimpulkan apa yang diketahui sekaligus apa kenyataan itu. Buku “Pengantar Filsafat” karya Kattsoff. eksperimen. Metafisika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apa hakikat yang ada. hipotesis. Metodologi (Filsafat) merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang cara observasi. penalaran yang logis dan penyusunan definisi yang baik.tindakan terdiri atas etika dan estetika. baik yang nyata ada (reality). evolusi.

Bila dipandang bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah ide. Estetika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian. Ontologi adalah pengetahuan mengenai esensi/hakikat terdalam dari yang ada. Meskipun corak system filsafat dibedakan atas dasar jawabannya. Pertanyaan dan jawaban mengenai metafisika. sejak di Yunani (kuno) telah menggunakan istilah metafisika. Kemudian metafisika (hal yang terdapat sesudah fisika) untuk mengetahui asal usul kenyataan/yang ada. nafsu dan dogma. dan individu. mengarahkan kepada dua klasifikasi. khususnya dalam seni. Etika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang baik. Pendirian Berkeley bahwa kenyataan (yang ada) yang 9 .Psikologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang jiwa atau kumpulan jalur urat syaraf. filsafat politik (Negara). kebebasan. Contoh: pendirian plato mengenai ide. Namun. buruk. Apakah hubungan antara yang indah dan yang benar dan yang baik? Apakah seni suatu ungkapan perasaan seseorang. proletariat. maka pendirian Plato bercorak system filsafat idealisme. Seperti pertanyaan apakah hakikat kenyataan itu yang memperoleh jawaban mengenai corak system filsafat berdasarkan metafisika. ego. praanggapan sociologi dan ilmu politik. akal dan apakah psikologi sebagai ilmu? Antropologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah manusia itu? Sejarah manusia (asal-usul) akan ke mana manusia itu? Kaitan manusia dengan alam. bagaimanakah mengenai demokrasi. Hubungan jiwa dan tubuh. Tapi pendirian atas hasil jawaban metafisiska menggambarkan pula pertanyaan epistemology mengenai bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Sehingga jawaban tersebut menggambarkan pula corak system filsafat berdasarkan epistemology. kebajikan. massa. perbedaan antara mind dan soul. kejahatan. Sementara kosmologi (keteraturan alam semesta) membicarakan asas-asas rasional dari keteraturan/ susunan yang ada. Kosmologi adalah pengetahuan mengenai ketertiban dan susunan alam semesta. kesusilaan (etika) dan norma. Sosiologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang filsafat social (masyarakat). Sehingga metafisika menjadi cabang filsafat yang mempelajari hakekat kenyataan/yang ada serta merupakan bagian pengetahuan manusia mengenai pertanyaan dan jawaban hakikat kenyataan/yang ada. penglihatan ataukah reproduksi kodrat alam? Filsafat agama merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah agama? Apakah bukti adanya Tuhan? Apakah keabadian hidup? apakah filsafat merupakan abdi teologi atau pelengkapnya? VARIAN CABANG FILSAFAT Obyek pertanyaan dan jawaban mengenai hakikat kenyataan/yang ada. susunan jiwa. perasaan dan kehendak. Ontologi (yang ada) membicarakan asas-asas rasional dari yang ada. peran dan fungsi keindahan. (2) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat alam semesta atau kosmologi. yaitu: (1) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat yang ada atau ontology. susunan. bila pendirian Plato dipandang dari cara memahami melalui ide bersifat nyata. maka Plato tergolong realisme.

Contoh: realisme memiliki bawahan yang terdiri atas: realisme naïf. setiap corak sitem filsafat memiliki bawahan atau sub system filsafatnya. Demikian pula dengan bertanya tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan yang lainnya. neo-realisme. Sementara John Locke menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Sementara jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah banyak/berjumlah maka digolongkan pluralisme. maka konsekwensi pengetahuan berasal dari pengalaman.dapat ditangkap. Idelisme memiliki bawahan yang terdiri atas: idealisme subyektif. urutannya adalah system filsafat Realisme. Corak ragam system filsafat dilihat dari luas liputan pengaruhnya atau posisi system filsafat mulai dari yang berpengaruh luas sampai kepada yang berpengaruh kurang luas. maka digolongkan monisme. maka digolongkan system filsafat materislisme. Bagi jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah bersifat tunggal. KOSMOLOGI) EPISTEMOLOGI BIOLOGI FILS PSIKOLOGI FILS ANTROPOLOGI FILS SOSIOLOGI FILS ETIKA ESTETIKA AGAMA FILS 10 . Selain itu. energisme. realisme kritik. Andaikata jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah materi. realisme materialisme/realisme konseptual. sehingga dari sudut epistemology digolongkan empirisme. maka Descartes tergolong system filsafat rasionalisme. Naturalisme. maka digolongkan system filsafat idealisme. maka Locke digolongkan system filsafat empirisme. Materialisme Dialektis dan Empirisme logis. monisme netral. bertanya tentang bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan lainnya. personalistik dan mutlak. CABANG FILSAFAT LOGIKA METAFISIKA (ONTOLOGI. Bagi jawaban hakekat kenyataan/yang ada adalah rohani. Karena itu. Andaikata Descartes menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui akal.

Satuan pokok syaraf disebut neurone. (b) saluran dari otak menuju otot. Hakikat kebenaran berasal usul setelah mengalami keraguan.. (a) saluran yang memuat rangsangan ke otak. AH. Sehingga pengetahuan inderawi tidak langsung. begitu mengetahui orang Mesir (purba) dari pengalamannya menemukan pengetahuan mengenai luas tanah berbentuk segi tiga sama dengan luas setengah persegi panjang yang panjang dan lebarnya sama dengan alas dan tinggi segi tiga. Melalui syaraf. Sementara otak merupakan organ yang bertindak mengkoordinasikan dan penunjuk jalan penyaluran timbulnya reaksi. Euklides dari Yunani yang sengaja datang ke kota Iskandariyah. pengetahuan inderawi tergantung pada struktur organ inderawi. Terdiri atas: sel dan bagian sel yang disebut processus. Saluran syaraf ada dua. Sehingga posisi filsafat sebagai pionir berpikir bagi berpijaknya kegiatan ilmiah atau pengetahuan berasal usul dari filsafat. mendengar. terutama pada bagian cortex-serebri timbul pengindraan melihat. yaitu penetapan dasar yang handal (asumsi dasar) untuk penjelajahan ilmiah. Syaraf dan otak sebagai alat untuk memperoleh informasi mengenai dunia. Sementara mempunyai pengalaman tiada lain merupakan akibat suatu obyek merangsang alat inderawi yang dapat menimbulkan rangsangan syaraf untuk diteruskan ke otak. hakikat pengetahuan berasal usul dari upaya ingin tahu. rangsangan 11 . kalau mulai dengan kebimbangan akan berakhir dengan keyakinan” adalah ungkapan termasyhur filsuf Francis Bacon (1561-1626). Karena itu. Hakikat berfilsafat berasal usul dari rasa igin tahu dan ragu-ragu. mencicipi dan merasai. maupun kepada yang belum diketahui. yang kemudian dikenal geometri. Di dalam otak sumber rangsangan di pahami dan dibuatlah tanggapan untuk merespon rangsangan. sehingga syaraf penting bagi penangkapan pengetahuan. Salah satu ciri berfilsafat ialah berpikir spekulatif. Poisi filsafat bertugas merumuskan pernyataan yang sejelas-jelasnya agar dapat menetapkan dasar yang handal untuk penjelajahan ilmiah. Ungkapan tersebut. Bahkan diketahui pula mengenai jumlah besar sudut ketiga sudut suatu segitiga sama dengan 180 derajat (Nasoetion.1992). Sehingga pengetahuan mengenai dunia diperoleh dengan menyimpulkan tangkapan inderawi tentang dunia. kiranya untuk menegaskan bahwa keingin-tahuan yang belum diketahui biasanya muncul setelah mendapatkan pengalaman yang mengesankan. Di dalam otak. SEBAGAI PIONIR BERPIKIR ILMIAH Mempunyai pengetahuan berarti mempunyai kepastian bahwa apa yang dinyatakan di dalam pernyataan sungguh benar atau sungguh merupakan halnya. Proses memperoleh pengetahuan dimulai dari terjadinya rangsangan terhadap organ inderawi yang menimbulkan rangsangan pada syaraf. Penemuan pengalaman tersebut ditindak lanjuti oleh Euklides. membau. Yaitu.Bagaimanakah Posisi Filsafat Ilmu di dalam Filsafat? “Kalau mulai dengan keyakinan akan berakhir dengan kebimbangan. baik terhadap apa yang telah diketahui. saluran syaraf dan tindakan otak yang melakukan penafsiran.

ontology. pembuktian dan kesimpulan. Selanjutnya konseptual filsafat moral menjadi pengembangan ilmu ekonomi. kemudian secara bertahap berdasarkan pada empiris. kritis. epistemology. yaitu mana masalah. Paling tidak mencakup mengenai: apa yang telah dan yang belum diketahui tentang ilmu? Apa yang membedakan antara ilmu dan bukan ilmu (pengetahuan)? Apakah ilmu yang dikatahu itu sudah benar? Bagaimana asal usul ilmu? Apakah kegunaan ilmu? . Sifat obyektif menggambarkan kegiatan verifikasi empiris dan evaliasi dari pernyataan hipotesis terhadap kenyataan factual. Posisi awal di dasarkan pada normative dan deduktif. Sehingga sifat ilmu ekonomi memiliki penalaran ilmiah yang jelas. Epistemologi merupakan kajian mengenai bagaimana mendapatkan ilmu secara ilmiah atau dengan prosedur metodologi ilmiah. 12 . Bagian dari filsafat tentang pengetahuan. terbuka dan pragmatis. sosiologi kefilsafatan. estetika dan filsafat agama. Contoh: masa peralihan ilmu ekonomi. Fungsi filsafat ilmu untuk menemukan tujuan pendidikan dan model kegiatan belajar mengajar. Epistemologi menggambarkan kerangkan pemikiran yang bersifat logis. MELIPUT EPISTEMOLOGI SECARA LEBIH LUAS DAN DALAM Cabang filsafat terdiri atas: metafisika. Filsafat ilmu adalah sarana pengembangan penalaran ilmiah. kerangka berpikir. Epistemology pun acapkali mempelajari pertanyaan yang sama dengan metafisika. susunan dan metodologi serta absahnya ilmu. antropologi kefilsafatan. Selain itu. Cabang filsafat epistemology mempelajari pertanyaan mengenai asal-usul. Aspek yang dilepas mengalami penyempitan cakupan. kemudian disebut filsafat ilmu. Bahkan sekaligus mendorong berkembangnya perubahan pengetahuan. Sifat kritis menggambarkan keterbukaan secara system umpan balik dan korektif. Tujuan epistemologi untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui sumber ilmu dan hubungan ilmu dengan obyeknya. khususnya mengkaji hakekat ilmu.disalurkan ke otak. Filsafat ilmu mencoba mengevaluasi segenap ilmu baik yang telah maupun yang belum diketahui. Di dalam otak ditafsirkan dan tafsiran itu kemudian di salurkan ke syaraf otot agar timbul reaksi. Sifat terbuka melakukan verifikasi menggambarkan adanya kemungkinan kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. yaitu agar mampu berpikir rasional dan berpikir logis serta empiris. Verifikasi factual membuka diri terhadap kerangka pemikiran yang mendasari hipotesis. Contoh: pertanyaan bagaimana mengetahui kenyataan akan memperoleh kesimpulan mengenai apa yang diketahui dari kenyataan dan apa kenyataan itu. hipotesis. etika. Materi filsafat ilmu menjelaskan pengetahuan yang benar mengenai hakikat keilmuan. Sehingga memungkinkan kegiatan perumusan ulang mengenai tujuan pendidikan dan metode belajar mengajar tersebut yang relevan dengan hakikat keilmuan. psikologi kefilsafatan. pada saat cabang filsafat epistemology melepas ilmu terjadi masa peralihan. yaitu ketika moral philosophy tidak dapat menjelajahi keseluruhan moral melainkan menyempit hanya kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidup. obyektif. Sementara sifat pragmatis menggambarkan kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru yang prosesnya secara berulang berdasarkan cara berpikir kritis. sikap dan keterampilan siswa untuk penalaran ilmiah. kosmologi. biologi kefilsafatan. Sifat logis menggambarkan argumentasi bersifat rasional dalam mengembangkan peristiwa alam (masalah).

diilustrasikan secara visual/gambar sebagai berikut. Selain itu. Proses) TEKNOLOGI 67 Bagaimanakah Implikasi Cabang Filsafat pada Pendidikan dan Sistem Pendidikan Berdasarkan Pancasila? Filsafat melakukan perenungan secara analitis dan sintesis untuk menyusun suatu bagan konsepsional dan sitematik mengenai makna dunia. Bangunan. merupakan sikap rendah hati dengan mengakui bahwa tidak akan semua diketahui mengenai alam semesta yang tak terbatas ini. Proses belajar bersifat hapalan dan tidak bertujuan untuk penguasaan ilmu sebagai alat berpikir analisis. Hal tersebut dalam kerangka memperoleh kenjelasan dan pernyataan kebenaran yang paling umum. Filsafat harus memperhatikan hasil ilmu sedang ilmu dalam penyeledikan alam harus mengetahui anggapan/pandangan filsafat mengenai alam. Kosmologi EPISTEMOLOGI: Epistemologi Biologi Fils Psikologi Fils Antropologi Fils Etika Estetika Fils Agama Metode/Sumber Makna Kebenaran Aksiologi Metafisika ILMU (Kerangka.Berfilsafat merupakan proses koreksi diri dengan berani berterus terang mengakui seberapa jauh telah menjangkau kebenaran yang dicari. Namun. yaitu: apa yang harus dikatakan ilmuwan mungkin penting bagi filsuf. filsafat dalam sisdiknas kiranya kurang dikaitkan dengan eksistensi pembelajaran. POSISI FILSAFAT ILMU FILSAFAT CABANG FILS: Logika. Metode Metafisika. Tapi tidak dapat dilakukan filsuf untuk mencoba memberitahu ilmuwan mengenai apa yang harus ditemukannya. Sehingga 13 . Untuk memudahkan. Pendidikan keilmuan pun tampak bersifat pengembangan intelektual semata yang kurang mendorong perubahan sikap. Onto logi. keterampilan dan kepribadian ilmiawan. Orientasi peserta didik cenderung menganggap ilmu sebagai produk yang berupa teori. Hubungan antara filsafat dan ilmu menunjukkan simbiosis mutualistis.

(b) perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. metode dan pengalaman belajar untuk menumbuh-kembangkan peserta didik. Bila ia memperoleh pengalaman yang tidak menyenangkan. Termasuk pengalaman seseorang pada lingkungan keluarga. terutama mengenai dan jenis-jenisnya pengetahuan dan ilmu serta metode ilmiah Logika menghasilkan ukuran benar Prosedur berpikir dalam mengutarakan dan tepat dalam keterkaitan gagasan gagasan yang benar dan tepat Aksiologi (etika) menghasilkan pan.dipandang kurang menunjukkan keseimbangan dalam proses berpikir ilmiah antara aspek kognitif. IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA PENDIDIKAN Antara filsafat dan pendidikan memiliki hubungan problematika yang ada pada kedua disiplin tersebut.Bahan pertimbangan untuk menentukan dangan mengenai nilai kehidupan tujuan pendidikan NO 1 2 3 4 IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA GURU DAN LEMBAGA PENDIDIKANNYA Unuk menjadi pendidik (termasuk menjadi guru) akan memiliki filsafat hidup (disadari atau tidak) dan filsafat pendidikan. Sehingga pengalaman tersebut diorganisasikan sedemikian rupa. sekolah. guru yang diperolehnya dan lingkungan sosio-kultural yang merasa memberi penghargaan kepadanya. Bila ia memperoleh pengalaman di sekolahnya menyenangkan. 14 . Sumber untuk kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) sangat banyak. (b) filsafat secara spekulatif menetapkan hakikat dunia dan makna hidup untuk dijadikan landasan konseptual tentang penyusunan tujuan. menjadi suatu keyakinan (kemandirian) dan wawasan. maka ia akan mengubah kondisi pengajaran/sekolah ke arah yang lebih baik. Gambaran pendidikan menggunakan konsep yang dihasilkan oleh cabang filsafat dan saling hubungan keduanya sebagai berikut. mencakup semua pengalaman seseorang dalam berhubungan dengan orang/ media lain. pandangan filsafat terhadap filsafat pedidikan sebagai sumber renungan filsafat pendidikan bagi pendidik/guru. (c) segala hal yang dilakukan guru di kelas. Kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) yang diyakini guru/ pendidik akan mendasari (base line) segala hal yang berhubungan dengan: (a) produk sikap dan pemikirannya. Filsafat hidup yang dipercayai guru/pendidik memiliki dampak penting terhadap penetapan pilihan filsafat pendidikan yang akan dianutnya. Yaitu: (a) filsafat mengajukan pertanyaan filosofis terhadap realita dan pengalaman/praktek pendidikan. afektif dan psikomotorik. Bahkan kurang mendorong proses berpikir nalar. Karena itu. bahkan substansi pengarahan kepada orang lain (siswa). wawasan pengalamannya tampak dijadikan dasar pengembangan pengajaran di sekolah. Filsafat membantu mengorganisir pemilihan filsafat pendidikan dari berbagai sumbernya. Untuk profesi guru/pendidik. maka ia akan membangun kondisi pengajaran/sekolah yang menyenangkan juga. Gambar: Saling Hubungan Filsafat-Pendidikan CABANG FILSAFAT PENDIDIKAN Metafisika mengasilkan pandangan Pendirian dalam memilih pendangan tentang kenyataan yang benar tentang kenyataan yang benar Epistemologi menghasilkan Bahan pertimbangan untuk penyusunan prosedur memperoleh pengetahuan kurikulum.

Peningkatan kompetensi guru disumbang filsafat secara tidak langsung.” IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA SISTEM PENDIDIKAN BERDASARKAN PANCASILA Filsafat merupakan dasar perilaku suatu bangsa yang direfleksikan dalam perilaku warga negaranya. ialah kompetensi. goals are destroyed. Dari Filsafat Pendidikan. seperti: kode etik. (biasanya) wibawanya sangat besar. Filsafat Negara dengan Per-Undangannya mampu menurunkan Filsafat Pendidikan Nasional. komitmen dan tanggung jawab profesionalnya. Menurut Arbi. Namun.Z. Kondisi pendidikan tanpa memperhatikan Filsafat Pendidikan sebagai dasarnya. S. ialah kewibawaan dan kedua. Sehingga tidak mengalami kondisi goals disappeared. Guru yang wawasannya luas. Karena itu. Filsafat Pendidikan dirumuskan berdasarkan pada (dijabarkan) Filsafat Negara. (1988): “Baik filsafat pendidikan maupun pedagogik dapat secara langsung menyumbang kepada unsur . yaitu terjadi penyalahgunaan pendidikan untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan cita-cita negara. (1988): “sekiranya penting filsafat pendidikan dan paedagogik untuk profesionalisme guru dapat disepakati.Z. Sehingga muncul Teori Pendidikan versi Indonesia yang melahirkan praktek (pedoman) pendidikan. maka suatu kemutlakan praktek penyelenggaraan pendidikan di Indonesia harus di dasarkan atas Filsafat Pendidikan versi negaranya. memang masih dapat memproduksi tenaga pembangunan yang dibutuhkan. “Kaki” penopang pertama. organisasi. Bila praktek pendidikan terlepas dari filsafat pendidikan yang mendasarinya akan menuai bahaya. komitmennya tinggi dan sangat bertanggung jawab. maka keduanya perlu diberikan dengan baik di lembaga pendidikan tenaga kependidikan kita. dan sebagainya. Unsur-unsur kewibawaan guru meliputi wawasan.. Paling dominan penopang profesi guru ialah “dua kaki”. 15 .. disiplin ilmu. Pentingnya kompetensi guru. terutama agar guru memiliki kepercayaan diri. bila dunia pendidikan ingin dibangun secara lebih sempurna yaitu agar Anak Indonesia memiliki keutuhan dan kemartabatan sebagai warga negara yang dicita-citakan.Menurut Arbi. Filsafat Pendidikan merupakan pedoman dan arah berpikir bagi para penyelenggara pendidikan untuk mewujudkan hasil pendidikan yang dicita-citakan. Filsafat Pendidikan akan menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan bagi bangsa itu. kemudian diturunkan menjadi Teori Pendidikan. di samping terdapat “kaki” (tambahan) penopang lainnya. Artinya. Rangkaian elaborasi yang ditempuh seharusnya mengikuti alur berikut. S. kewibawaan”.

(2006). (1989). Usaha Nasional. Gramedia Poespowardojo. Bandung. H.MN. Depdikbud.LO. PT. Filsafat Pendidikan Nonformal. KONASPI. Pustaka Filsafat. Syam. Surabaya. Barnadib. Tiara Wacana. Panduan Berpikir dan Meneliti secara Ilmiah bagi Remaja.I. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Kuhn. Filsafat Pancasila: Sebuah Pendekatan Sosio-Budaya. TS (1970) The Structure of Scientific Revolution. Pintu Masuk ke Dunia Filsafat (Cetakan II).(1981) Ilmu dalam Perspektif. (1984) Filsafat pendidikan: Pengantar mengenai Sistem dan Metode. S. Jakarta: Ditjen Dikti. Jakarta. Yasbit FIP. (1988).). AH (1992). Pengantar Filsafat (Alih Bahasa Soejono. --------. (2004). Suriasumantri. Sudarto (1995) Metodologi Penelitian Filsafat. (1992). Kattsoff. (1984). 16 . Tuntutan Profesionalisme Guru Dilihat dari Sudut Ilmu Pendidikan.S. Bandung. Yogyakarta. The University of Chicago Nasoetion. (1996). (1981) Filsafat Ilmu. Yogyakarta. SZ. Pustaka Sinar Harapan. (Cetakan II) Pustaka Setia -------. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila.DAFTAR PUSTAKA Arbi.JS. Komar. Yogyakarta. (2006). Jakarta. Hamersma. Gramedia. Bandung: (Cetakan I) Grafika. Filsafat Ilmu dan Pendidikan. Jakarta: Gramedia. O. Jakarta. Jakarta: Raja Grasindo Persada. Pascasarjana UPI.

waktu dan gerak/ struktur alam. Aposteori Pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman dan observasi. Ontologi Bagian dari metafisika yang membahas tentang eksistensi/keberadaan/substansi/ esensi.jahat. Epistemologi Membahas asal usul dan proses ilmu. Etika Hakekat baik . Logika Metode penalaran yang tepat. Kosmologi Bagian dari metafisika yang membicarakan tentang ruang. Apriori Pengetahuan yang terbukti dengan sendiri. Aksiologi Teori tentang nilai.SINERAI KATA (GLOSSARY) Metafisika Berasal dari kata meta dan fisika yang artinya sesuatu yang berada dibelakang fisika. Estetika Hakekat nilai keindahan. 17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful