KAITAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Apakah Pengertian Filsafat Itu?

Barang siapa menelusuri pengertian filsafat akan memperoleh jumlah pengertian filsafat yang banyak dan berbeda antara pengertian filsafat yang satu dan lainnya. Kondisi tersebut, seolah tidak terjadi permufakatan terhadap jawaban apakah filsafat itu. Bahkan tampak filsafat mengarah pada hasil manusia kritis terhadap fenomena alam dan hasil pemikirannya, termasuk diri sendiri. Sehingga terpikir untuk balik bertanya, apakah filsafat merupakan pembelajaran untuk memahami pendapat yang berbeda? Apakah mempelajari filsafat merupakan pemahaman mengenai proses perenungan dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang analisis (lebih kritis) dan sintesis (spakulatif)? Kondisi tersebut, mungkin saja bagi pemula yang mempelajari filsafat merasa suatu kendala. Menurut Kattsoff. LO. (2004:66): “Tidak banyak keuntungan yang diperoleh dari membuat daftar pengertian filsafat. Kecuali pengertian berikutnya memberikan kejelasan sebagai sudut pandang yang lain”. Namun, cara menjawab atas pertanyaan apakah filsafat itu. Ternyata ada tiga tafsiran, yaitu subyektif, operasional dan obyektif. Tafsiran subyektif merujuk pada apakah pandangan orang mengenai filsafat. Tentu setiap orang berhak membuat pengertian filsafat, baik langsung maupun dari hasil karyanya. Tafsiran operasional mengacu pada kegiatan yang dilakukan para filsuf. Tafsiran obyektif dengan mengacu pada lingkup lapangan penyelidikan filsafat (Kattsoff. LO. 2004).
PEMIKIRAN RASIONAL

Yunani ditengarai sebagai tempat lahir filsafat. Konon berawal dari perantau suku Ionia ke pulau Miletus di kepulauan Asia Kecil. Para perantau tersebut, khawatir eksistensinya terancam dengan munculnya peristiwa fenomena alam yang teramati acapkali mengundang masalah. Sementara bentuk penanggulangan masalah yang bergantung pada pendekatan mitos tidak memuaskan lagi. Seiring dengan itu, sikap mereka pun merasa belum puas dengan hanya berpikir mengenai fenomena alam yang teramati serta semesta alam dengan segala ketakjubannya. Sehingga berkembang pencarian bentuk penanggulangan lain. Upaya awal dengan berani bertanya tentang mengapa acapkali muncul masalah fenomena alam di dunia dan segala isinya itu? Bertanya tersebut dalam kerangka mencari penanggulangan masalah dengan konsekwensi mengundang jawaban yang berdasarkan pada akal. Karena itu, sikap perantau itu tidak lagi seperti orang Yunani yang ketika menghadapi masalah fenomena alam dengan menjawabnya berdasarkan pendekatan bergantung pada mitos, tapi mereka berdasarkan pada akal atau dengan cara berpikir tertentu. Pertumbuhan olah pikir itu, kemudian disebut filsafat. Filsafat (philosophy) dalam bahasa Yunani (kuno), yaitu gabungan kata philein atau philare dan sophia. Philein atau philare artinya cinta (love) sementara sophia artinya kebijaksanaan (wisdom), sehingga pengertian filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Secara etomologi, cinta kebijaksanaan, terdiri atas kata cinta dan kebijaksanaan. Cinta mengandung makna sangat suka atau suka sekali terhadap sesuatu, sementara kata kebijaksanaan merupakan sintesis dari kebenaran, keadilan, kebaikan dan keindahan. Sehingga filsafat merupakan pemikiran yang sangat menyukai terhadap kebijaksanaan. Ia 1

Ia mempunyai kepentingan untuk mengetahui pedoman/arah bagi kehidupannya. Kemudian Ia memotivasi kemauannya melalui aksi/kegiatan pemahaman tentang kebenaran. Filsafat merupakan proses berpikir. (b) renungan tentang akar kenyataan. Ia ingin memperluas cakrawala/horison pandangan dengan memahami kehidupan yang kemudian berguna untuk mengatur hidup dengan arah yang disadarinya sendiri atau tanpa intervensi orang lain. Ia berusaha untuk memperoleh pandangan/konsepsi tentang segala sesuatu yang ada dan makna dari segala sesuatu yang ada itu. Alasan mengapa manusia bertanya-tanya? a. kebaikan dan keindahan atas segala yang ada dalam kehidupan manusia. (f) renungan dan penghayatan mengenai kebijaksanaan. d. Sehingga usaha pemikiran manusia berikutnya mencari dan menemukan serta menciptakan alat untuk menelaah obyek keberadaan (benda). keadilan. b. Kebijaksanaan merupakan suatu konvergensi harmonis antara sudut-sudut pandang kebenaran. kebaikan dan keindahan. tidak sekedar pasif dengan naluriahnya. Karena itu. Manusia berani bertanya lebih jauh tentang apakah yang diketahui itu? Apa sajakah yang mungkin diketahui itu? Bagaimanakah saling keterkaitan di antara pengetahuan itu? Jawaban dari pertanyaan tersebut. (d) ideologi dan pandangan/sikap hidup (welt-anschauung). sehingga yakin bahwa sintesis darinya adalah kebijaksanaan. keindahan dan sebagainya. (c) induk dari ilmu-ilmu (the mother of sciences/science of sciences). Fitrah manusia sebagai animal rational dan homo sapiens diapresiasikan dengan berpikir teliti dan teratur untuk memecahkan masalah umum/komprehensif hingga menemukan esensi dari yang dipikirkannya itu. keadilan. dan (g) berpikir secara menyeluruh/ komprehensif. Selain itu. Manusia mengajukan pertanyaan terhadap realita. e. keadilan.. maka wahana olah-pikir rasional digunakan manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaannya tersebut. yang kemudian lahir apa yang disebut dengan pengetahuan dan selanjutnya ilmu. Pikiran digunakannya untuk melakukan renungan dan penghayatan. tetapi sadar mencari tahu alam semesta. spekulatif dan komprehensif. berhubung khawatir terombang-ambingkan berbagai kejadian yang dialami yang menjadi bingung dan cemas dalam hidupnya. Seiring hasrat manusia yang selalu ingin mengembangkan diri. filsafat diakui secara umum sebagai wahana yang mengawali titik tolak pembicaraan/pembahasan mengenai segala sesuatu yang ada di dunia (alam semesta) ini melalui olah-pikir secara rasional. Ia menghadapi masalah delematis antara hak individu yang berbeda mengenai pandangan hidupnya dengan hak bekerjasama dengan orang lain walaupun secara pandangan hidup individu berbeda. c. Berfikir yang mengungkap tentang esensi sesuatu yang dibahas secara radikal (mengkritisi keakarnya). kebaikan. pengertian filsafat adalah: (a) berpikir radikal/kritis (lawan dari apatis/ skeptis).jatuh cinta pada apa yang dikatakan orang dengan kebenaran. Berpikir filsafat bukan berpikir hanya tentang “permukaan” atas fakta 2 . merenung dan menghayati mengenai segala sesuatu kenyataan/yang ada. Ia berspekulasi mencari dan menemukan jawaban yang hakiki untuk menanggulangi masalah delematis yang dihadapinya. (e) asumsi dasar (basic assumption) ilmu yang paling dasar/dalam. Filsafat diapresiasikan manusia.

maka segala fanatisme (negatif) dapat dijauhi. yaitu berpikir tentang akar esensi/hakekat yang ada di “bawah” fakta dan ide (gagasan) tersebut. Tercatatlah. Bahkan jawaban tersebut bertentangan satu sama lain tergantung temperamen keyakinannya.1. matematika sebagai ilmu paling awal yang melepaskan diri dari filsafat. Pemikiran sistematis tentang obyek keberadaan benda-benda di alam semesta ini melahirkan apa yang belakangan disebut sebagai ilmu. Di antaranya Descartes dan Leibnitz dari ahli matematika serta Immanuel Kant dari ahli fisika dan geografi. Sedangkan prosesnya disebut prosedur ilmiah. Sehingga filsuf yang termashur. Gambar: Pola Berpikir Filsafat Seiring perjalanan waktu cukup panjang. Akal dan pengalaman manusia tidak mampu menjawab masalah tersebut dengan satu kesepakatan (sama). Filsafat membahas segala sesuatu melalui spektrum pengalaman manusia mengenai pandangan yang komprehensif tentang alam. filsafat merupakan pendalaman lebih lanjut dari ilmu. Ia mengarifi dan bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan. Usaha 3 . Untuk memudahkannya. Jawaban demikian itu merupakan suatu pilihan spekulatif. Permukaan Bawah Permukaan Ide/Gagasan Kenyataan/Praktek Filsafat GB 7. filsafat sebagai wahana berpikir yang dasar/landasan/fundamen tentang segala sesuatu yang menyangkut lapangan kehidupan manusia. tetapi berbeda. Pada Sejarah Filsafat dicatat bahwa sepanjang pengalaman manusia memberikan jawaban atas problematik filsafat yang mendasar tentang alam semesta. biologi. PEMIKIRAN KOMPREHENSIVE Sejak dahulu. Dengan toleransi. Sejalan dengan pilihan spekulatif tersebut. Ilmu berkembang pesat dan melepas diri dari filsafat. dan mengenai penjelasan yang comprehensive/ universal tentang hakekat benda. Sehingga antara filsafat dan ilmu terdapat kesamaan dan perbedaan. Permasalahan delematis yang tak berujung mengakibatkan perselisihan paham. psikologi dan sebagainya. terdapat yang memulai dari karier ilmuwan. berpikir filsafat ada yang mengawalinya dengan memetik hasil-hasil studi ilmiah. maka berkembang berbagai unsur dan/atau aliran filsafat.dan/atau ide (gagasan) belaka. tetapi tidak pernah terpecahkan tuntas. Pada era kontemporer. fisika. Sementara tempat menggantungkan jawaban yang belum terjangkau oleh filsafat dan ilmu kepada agama dengan cara meyakininya. Urutan berikutnya astronomi. Antara filsuf dengan ilmuwan atau antara filsafat dengan ilmu memiliki hubungan erat/ berkorelasi positif. Fanatisme diakibatkan kurangnya horison pandangan yang luas. Filsafat dihadapkan kepada problematik dasar yang abadi atau masalahnya sama dan itu-itu saja. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. Penanggulangan perselisihan dengan memperluas cakrawala pandangan. tapi merupakan berpikir seni atau seni berpikir (the art of thinking). kimia. agar masingmasing dapat menempatkan diri dalam pandangan orang lain.

jelas dan benar mengenai realita dunia. landasan dan pedoman tingkah laku seseorang atau masyarakat dalam seluruh kehidupan mencapai cita-citanya. Persoalan yang menyeluruh atau yang dilihat dari semua dimensi secara radikal dan spekulatif dapat dianggap sebagai kawasan yang tidak tersentuh kawasan ilmu. aliran politik.I. bahwa filsafat berarti pandangan hidup. menganalisis dan menyusun sistematika suatu pandangan secara utuh. yaitu tidak ada sesuatu pun di luar jangkauannya. Kedua. Cara berpikir deduktif dengan mencari hakekat. konsep ilmu. Barnadib. Sikap hidup berupa sesuatu yang dianut oleh seseorang. perbedaan pendapat disebabkan masing-masing meragukan validitas argumentasi. sehingga tiap orang mempunyai pandangan sendiri tentang filsafat. Sementara filsafat sebagai suatu pandangan hidup yaitu suatu nilai dan pemikiran mengenai persepsi. dimaksudkan bahwa setiap orang memiliki filsafat hidup sendiri-sendiri. Pandangan hidup yaitu asas atau pendirian yang kebenarannya diterima/ 4 . berpikir filsafat secara berspekulasi jauh ke depan meliput nilai yang baik untuk dijadikan pegangan hidup. Secara akademis. Filsafat berusaha memperoleh penyelesaian jawaban terhadap pertanyaan agar dapat dipahami.menjauhkan fanatisme dan menyelesaikan perselisihan dengan cara menciptakan dasar koherensi pemikiran yang logis. Filsafat adalah suatu pandangan dunia. seperti agama. Filsafat merupakan pemikiran rasional melalui perenungan/kontemplasi untuk menyusun bagan (system yang koheren dan konsisten) konsepsional yang rasional secara cermat. Pandangan hidup diekuivalensikan dengan filsafat sebagaimana di negara tertentu yang terdapat ungkapan tiap orang berfilsafat dan berpikir. Selain itu. (1989). melainkan dapat ditarik ke dalam fokus filsafat. (1984) mengatakan bahwa: “Barang siapa yang mempelajari filsafat dapat mengetahui adanya mutiara-mutiara yang cemerlang dan menggunakannya sebagai pedoman serta pegangan hidup bijaksana”. Filsafat sebagai suatu metode yaitu yang menunjuk pada cara berpikir dan cara mengadakan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. yaitu memahami kenyataan dengan menyusun pandangan dunia dengan memberi keterangan tentang semua hal tentang dunia tersebut. Sikap hidup merupakan bagian dari filsafat. yaitu segi fungsi dan segi pembahasannya. Sementara cara berpikir induktif dengan mengamati gejala sosial budaya masyarakat dan merefleksikannya dalam rangka menarik makna hakiki dari gejala itu. dan ideologi. Filsafat merupakan pemikiran comprehensive. ia sebagai metode dan sebagai suatu pandangan. Hal ini disebut juga kebenaran atau kebijaksanaan. Pertama. Menurut Poespowardojo.S. Bahkan terjadinya sengketa metodologik ilmiah diharapkan dapat berpaling kepada kawasan filsafat. ia sebagai cara berpikir deduktif dan induktif. filsafat dilihat dari segi fungsinya. filsafat dilihat dari segi pembahasannya. PEMIKIRAN PANDANGAN HIDUP Uraian di atas menyiratkan bahwa secara etimologis. apabila berbicara tentang filsafat ada 2 (dua) hal yang patut diperhatikan. Setiap orang memiliki kebebasan meyakini filsafat hidupnya atau disebut filsafat hidup seseorang yang sangat spesifik dengan fokus pada sikap hidup seseorang (welt-anschauung). filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Menerangkan dunia (fenomena) dengan deduksi secara benar. filsafat berarti usaha menggambarkan dan menyatakan pandangan secara menyeluruh dan sistematis tentang alam semesta tempat manusia. Karena itu. Bahkan penting juga secara populer.

yaitu subyektif dan normative. modus operandi. Strategi keberpihakan terdiri atas berpihak pada keberadaan (skeptis. Obyek formal filsafat adalah keseluruhan lingkup yang menjadi tugas/disiplin filsafat. rekonstruksi dan fenomenologi. filsafat tersurat terdiri atas ide/gagasan yang terdapat dalam pustaka/ literature/buku serta hasil karya (pemikiran) seseorang atau filsuf. merupakan pedoman dalam pembangunan bangsa dan negara termasuk sektor pendidikan. obyek dan strateginya. Pertama. sifat subyektif adalah deskripsi/gambaran sesuatu yang bila disimpulkan akan menghasilkan kasus demi kasus (kasual). rasional. Sehubungan dengan itu. Manusia yang tidak menyadari pentingnya pedoman hidup. Manusia menjelajahi jawaban atas pertanyaan sendiri dalam rangka mencari dan menemukan kebenaran yang berguna bagi pedoman hidup. Sifat yang dimiliki filsafat. betapa penting peduli pada filsafat. nilai dan manusia. dualis. tapi juga menyiratkan ciri filsafat yang menjelaskan tentang karakteristik filsafat dari segi sifat. normatif adalah suatu keadaan yang berpegang teguh pada kaidah yang berlaku. oluralis). filsafat tersirat terdiri atas ide/gagasan. Pandangan hidup merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang diyakini memiliki/ mengandung kebenaran dan kemanfaatan.diyakini dan dipilih menjadi dasar pedoman hidup untuk menjawab masalah kehidupannya. ia tampak cemas dan gelisah (galau). Kedua. pengetahuan. Kebenaran merupakan suatu koherensi pemikiran atas dasar logika yang memiliki sifat kejujuran dalam mencari kebenaran. Bentuk yang dimiliki filsafat. Cerita tersebut antara lain berisi pepatah kepada khalayak (masyarakat) tentang perlunya anak berbakti kepada ibunya. sehingga betapa penting pedoman hidup. Sebagaimana diketahui bahwa kaidah berpikir filsafat terdiri atas sistematis. CIRI FILSAFAT Dengan menyimak uraian di atas. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. rohani. Yaitu berupa pertanyaanpertanyaan yang sifatnya mendasar. Contoh: Cerita Gunung Tangkuban Perahu di Jawa barat. artinya suatu keadaan menurut pandangan/perasaan sendiri yang tidak langsung mengenai pokok/esensinya. yakni: kenyataan. perenungan dan penghayatan seseorang tentang segala sesuatu yang ada atau alam semesta. Kedua. 5 . Sementara kemanfaatan merupakan dorongan yang menimbulkan tekad kehendak untuk diwujudkan. Pertama. Strategi yang dimiliki filsafat. pepatah. radikal dan spekulatif. sinoptik/komprehensif. Modus operandi terdiri atas reduksi (mono. Manusia menyadari betapa kompleksitas kehidupan. Sementara teknik sajian terdiri atas analitis. dan teknik sajian. selain menemukan berbagai definisi filsafat. Hal tersebut berhubung filsafat merupakan pemikiran. absolut). Subyektif. aturan dan norma sosial yang terdapat/hidup di masyarakat seperti cerita/dongeng (legenda). yakni: Apa ? Mengapa ? Bagaimana? Sementara obyek material filsafat adalah sasarannya yaitu berupa sasaran atas pertanyaan di atas. Cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat. yaitu tersirat dan tersurat. yaitu sikap/keberpihakan. dogmatis) dan berpihak pada tematik (materi. dialog dan cerita. elektis. yaitu formal dan material. Obyek yang dimiliki filsafat.

yaitu pengertian filsafat berdasarkan kegiatan yang dilakukan filsuf. pengertian filsafat berasal dari gabungan kata philare (cinta) dan sophia (kebijaksanaan) atau cinta kebijaksanaan. pengertian filsafat memiliki tiga dimensi. yaitu pengertian filsafat berdasarkan penggunaan kata filsafat oleh filsufnya. di antaranya sebagai berikut. Secara umum (akademis dan popular). 6 . Secara hakikat. 1. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. 2. yaitu pengertian filsafat berdasarkan lapangan kegiatan filsafat. (a) dimensi subyektif.Untuk memudahkannya. (b) dimensi obyektif. ternyata pengertian filsafat dipahami dengan berbagai dimensi sudut pandang. Secara etimologis. PEMIKIRAN/IDE BERSIFAT SUBYEKTIF TERSIRAT BERBENTUK TERSURAT FILSAFAT UMUM/MURNI BERJENIS KHUSUS/ TERAPAN FORMAL BEROBJEK MATERIAL VISI CABANG Gambar: Ciri Filsafat KESIMPULAN Bertolak dari uraian di atas. pengertian filsafat sebagai usaha mencari/mengetahui sebab-sebab kepemilikan nilai/makna (hakikat) pada sesuatu untuk tuntunan konsep yang dijadikan pandangan keyakinan seseorang/manusia. 3. (c) dimensi operasional.

Sehingga dalam menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak terikat metode tertentu (Kattsoff. peluang tantangan. salah satu metodenya menggantungkan pada pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diperoleh. Kemudian dokter menyimpulkan jenis penyakit apakah yang diderita pasen. g. Trendi tersebut dapat memicu munculnya aliran filsafat. situasi dan kondisi. teologi antropologi dan kosmologi. buruk. aliran filsafat pendidikan yang membawa isu-isu pendidikan sesuai dengan tuntutan kebudayaan masyarakat modern yang sedang berubah. Perbedaan bakat. problematika. pendidikan. Berapa cabangkah filsafat itu? Sangat mungkin terkait dengan factor perbedaan sudut pandang tersebut. pengalaman. Khususnya. Sehingga sudut pandang terhadap hakikat kenyataan/yang ada ditafsirkan dengan berbeda-beda. Ketika berobat biasanya dokter bertanya kepada pasen mengenai penyakitnya. c. untuk menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak ada metode tertentu. Buku “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” karya Suriasumantri. keyakinan/kepercayaan.Berapa Cabangkah Filsafat itu? Manusia berkembang secara berbeda berhubung mengalami factor perbedaan potensi. lingkungan. yaitu: logika yang membahas apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah. H (1992) menyebut empat induk cabang filsafat dan kemudian berkembang menjadi sepuluh anak cabang filsafat. filsafat 7 . Yaitu filsafat pengetahuan terdiri atas epistemology. f. geografi. Perbedaan pengalaman. filsafat kenyataan terdiri atas ontology. h. JS (1996) membagi tiga cabang utama filsafat. minat dan kegiatan manusia. jaman dan pandangan hidup. Di antaranya dapat saja disebabkan oleh satu. tuhan. kejadian. dan lain-lain. mati. logika dan kritik ilmu. CABANG FILSAFAT Pada literature pun tampak pembahasan cabang filsafat menunjukkan perbedaan atau persamaan antara yang satu dan lainnya. Begitu pun dalam pembagian cabang filsafat. b. pengertian dan persepsi tentang alam. Buku “Pintu Masuk ke Dunia Filsafat” karya Hamersma. Perbedaan pengaruh alam sekitar. 2004). etika yang membahas apa yang baik dan mana yang dianggap buruk serta estetika yang membahas ukuran keindahan. d. jaman. hidup. baik. Perkembangan teknologi dan ilmu pun membawa impact terhadap perubahan dan perkembangan masyarakat dan kebudayaannya. benda. Selain itu. termasuk pendidikan. Perbedaan faktor alam dan problematika yang dihadapi. Demikian pula pertanyaan tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Diperoleh jawaban yang berbeda-beda pula dan berpengaruh terhadap perumusan cabang filsafat. Perbedaan perkembangan sejarah/jaman. Perbedaan aspirasi. bergantung pada jawaban yang diberikan pasen tersebut. LO. dua atau beberapa hal sebagai berikut : a. e. Perbedaan jawaban atas pertanyaan tentang metafisika. renungan.

Metafisika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apa hakikat yang ada. penalaran yang logis dan penyusunan definisi yang baik. yaitu ontology dan kosmologi. baik yang nyata ada (reality). Seperti bagaimana mengetahui kenyataan dapat menyimpulkan apa yang diketahui sekaligus apa kenyataan itu. teleology. 8 . Biologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian hidup. LO. (2004:81) mendeskripsikan cabang filsafat sebagai berikut.tindakan terdiri atas etika dan estetika. Buku “Pengantar Filsafat” karya Kattsoff. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asal usul. evolusi. hipotesis. Terutama mempel. Sementara sejarah filsafat membahas sejarah filsafat dunia. maupun yang ada bersifat penampakkan (appearance). penurunan sifat dan hubungan antara hidup dan tempat hidup dengan penafsiran alam semesta.ajari pertanyaan mengenai apa sumber ilmu dan menyangkut bagaimana hubungan antara ilmu dengan obyek/sasaran ilmu. Tabel: Cabang Filsafat LAPANGAN FILSAFAT Logika Metodologi (Filsafat) Metafisika Ontologi Kosmologi Epistemologi Biologi Kefilsafatan Psikologi Kefilsafatan Antropologi Kefilsafatan Sosiologi Kefilsafatan Etika Estetika Filsafat Agama PERTANYAAN YANG UTAMA Apakah hokum-hukum penyimpulan itu? Apakah teknik-teknik penyelidikan itu? (Apakah hakekat kenyataan itu?) Apakah kenyataan itu? Bagaimanakah keadaannya sehingga kenyataan itu dapat teratur? Apakah kebenran itu? Apakah hidup itu? Apakah jiwa itu? Apakah manusia itu? Apakah masyarakat dan Negara itu? Apakah yang baik itu Apakah yang indah itu? Apakah yang keagamaan (abadi) itu? Logika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang aturan penyimpulan yang absah. Kosmologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asasasas rasional keteraturan dan tata tertib alam semesta. teori. Ontology merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asas-asas rasional esensi terdalam (hakekat) sesuatu yang ada. eksperimen. dan sebagainya. hukum. Metafisika dipilah menjadi dua bagian. susunan dan metode serta keabsahan ilmu. rambu-rambu hipotesis. Namun. adaptasi. acapkali pertanyaan epistemology sama dengan metafisika. Metodologi (Filsafat) merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang cara observasi.

perasaan dan kehendak. Apakah hubungan antara yang indah dan yang benar dan yang baik? Apakah seni suatu ungkapan perasaan seseorang. Seperti pertanyaan apakah hakikat kenyataan itu yang memperoleh jawaban mengenai corak system filsafat berdasarkan metafisika. kebajikan. Sosiologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang filsafat social (masyarakat). kejahatan. buruk. Etika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang baik. Ontologi (yang ada) membicarakan asas-asas rasional dari yang ada. Estetika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian. Sementara kosmologi (keteraturan alam semesta) membicarakan asas-asas rasional dari keteraturan/ susunan yang ada. praanggapan sociologi dan ilmu politik. Bila dipandang bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah ide. mengarahkan kepada dua klasifikasi. Tapi pendirian atas hasil jawaban metafisiska menggambarkan pula pertanyaan epistemology mengenai bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Sehingga jawaban tersebut menggambarkan pula corak system filsafat berdasarkan epistemology. susunan. proletariat. nafsu dan dogma.Psikologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang jiwa atau kumpulan jalur urat syaraf. Sehingga metafisika menjadi cabang filsafat yang mempelajari hakekat kenyataan/yang ada serta merupakan bagian pengetahuan manusia mengenai pertanyaan dan jawaban hakikat kenyataan/yang ada. Pendirian Berkeley bahwa kenyataan (yang ada) yang 9 . filsafat politik (Negara). ego. Hubungan jiwa dan tubuh. dan individu. yaitu: (1) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat yang ada atau ontology. kebebasan. Namun. (2) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat alam semesta atau kosmologi. Kosmologi adalah pengetahuan mengenai ketertiban dan susunan alam semesta. Pertanyaan dan jawaban mengenai metafisika. perbedaan antara mind dan soul. susunan jiwa. penglihatan ataukah reproduksi kodrat alam? Filsafat agama merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah agama? Apakah bukti adanya Tuhan? Apakah keabadian hidup? apakah filsafat merupakan abdi teologi atau pelengkapnya? VARIAN CABANG FILSAFAT Obyek pertanyaan dan jawaban mengenai hakikat kenyataan/yang ada. Contoh: pendirian plato mengenai ide. kesusilaan (etika) dan norma. khususnya dalam seni. Meskipun corak system filsafat dibedakan atas dasar jawabannya. bagaimanakah mengenai demokrasi. Ontologi adalah pengetahuan mengenai esensi/hakikat terdalam dari yang ada. peran dan fungsi keindahan. maka Plato tergolong realisme. maka pendirian Plato bercorak system filsafat idealisme. bila pendirian Plato dipandang dari cara memahami melalui ide bersifat nyata. sejak di Yunani (kuno) telah menggunakan istilah metafisika. massa. akal dan apakah psikologi sebagai ilmu? Antropologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah manusia itu? Sejarah manusia (asal-usul) akan ke mana manusia itu? Kaitan manusia dengan alam. Kemudian metafisika (hal yang terdapat sesudah fisika) untuk mengetahui asal usul kenyataan/yang ada.

energisme. maka digolongkan system filsafat materislisme. bertanya tentang bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan lainnya. maka konsekwensi pengetahuan berasal dari pengalaman.dapat ditangkap. realisme kritik. Sementara jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah banyak/berjumlah maka digolongkan pluralisme. Materialisme Dialektis dan Empirisme logis. maka digolongkan system filsafat idealisme. personalistik dan mutlak. neo-realisme. KOSMOLOGI) EPISTEMOLOGI BIOLOGI FILS PSIKOLOGI FILS ANTROPOLOGI FILS SOSIOLOGI FILS ETIKA ESTETIKA AGAMA FILS 10 . Demikian pula dengan bertanya tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan yang lainnya. sehingga dari sudut epistemology digolongkan empirisme. Naturalisme. Selain itu. Karena itu. maka Descartes tergolong system filsafat rasionalisme. maka digolongkan monisme. CABANG FILSAFAT LOGIKA METAFISIKA (ONTOLOGI. Contoh: realisme memiliki bawahan yang terdiri atas: realisme naïf. maka Locke digolongkan system filsafat empirisme. urutannya adalah system filsafat Realisme. Bagi jawaban hakekat kenyataan/yang ada adalah rohani. Corak ragam system filsafat dilihat dari luas liputan pengaruhnya atau posisi system filsafat mulai dari yang berpengaruh luas sampai kepada yang berpengaruh kurang luas. Andaikata jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah materi. Andaikata Descartes menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui akal. monisme netral. Idelisme memiliki bawahan yang terdiri atas: idealisme subyektif. realisme materialisme/realisme konseptual. Bagi jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah bersifat tunggal. Sementara John Locke menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. setiap corak sitem filsafat memiliki bawahan atau sub system filsafatnya.

Hakikat berfilsafat berasal usul dari rasa igin tahu dan ragu-ragu. Sementara mempunyai pengalaman tiada lain merupakan akibat suatu obyek merangsang alat inderawi yang dapat menimbulkan rangsangan syaraf untuk diteruskan ke otak. baik terhadap apa yang telah diketahui. Proses memperoleh pengetahuan dimulai dari terjadinya rangsangan terhadap organ inderawi yang menimbulkan rangsangan pada syaraf. Poisi filsafat bertugas merumuskan pernyataan yang sejelas-jelasnya agar dapat menetapkan dasar yang handal untuk penjelajahan ilmiah. Salah satu ciri berfilsafat ialah berpikir spekulatif. membau. Sehingga posisi filsafat sebagai pionir berpikir bagi berpijaknya kegiatan ilmiah atau pengetahuan berasal usul dari filsafat. mendengar. rangsangan 11 . Penemuan pengalaman tersebut ditindak lanjuti oleh Euklides. Bahkan diketahui pula mengenai jumlah besar sudut ketiga sudut suatu segitiga sama dengan 180 derajat (Nasoetion. terutama pada bagian cortex-serebri timbul pengindraan melihat.Bagaimanakah Posisi Filsafat Ilmu di dalam Filsafat? “Kalau mulai dengan keyakinan akan berakhir dengan kebimbangan. sehingga syaraf penting bagi penangkapan pengetahuan. (b) saluran dari otak menuju otot. (a) saluran yang memuat rangsangan ke otak. Di dalam otak. maupun kepada yang belum diketahui. Satuan pokok syaraf disebut neurone. begitu mengetahui orang Mesir (purba) dari pengalamannya menemukan pengetahuan mengenai luas tanah berbentuk segi tiga sama dengan luas setengah persegi panjang yang panjang dan lebarnya sama dengan alas dan tinggi segi tiga. Hakikat kebenaran berasal usul setelah mengalami keraguan. yang kemudian dikenal geometri. Di dalam otak sumber rangsangan di pahami dan dibuatlah tanggapan untuk merespon rangsangan. Sehingga pengetahuan mengenai dunia diperoleh dengan menyimpulkan tangkapan inderawi tentang dunia. Euklides dari Yunani yang sengaja datang ke kota Iskandariyah.. Syaraf dan otak sebagai alat untuk memperoleh informasi mengenai dunia. SEBAGAI PIONIR BERPIKIR ILMIAH Mempunyai pengetahuan berarti mempunyai kepastian bahwa apa yang dinyatakan di dalam pernyataan sungguh benar atau sungguh merupakan halnya. Saluran syaraf ada dua. mencicipi dan merasai. AH. Yaitu. Melalui syaraf. saluran syaraf dan tindakan otak yang melakukan penafsiran. Karena itu. kalau mulai dengan kebimbangan akan berakhir dengan keyakinan” adalah ungkapan termasyhur filsuf Francis Bacon (1561-1626). Sehingga pengetahuan inderawi tidak langsung. Sementara otak merupakan organ yang bertindak mengkoordinasikan dan penunjuk jalan penyaluran timbulnya reaksi. pengetahuan inderawi tergantung pada struktur organ inderawi. yaitu penetapan dasar yang handal (asumsi dasar) untuk penjelajahan ilmiah. Terdiri atas: sel dan bagian sel yang disebut processus. Ungkapan tersebut. hakikat pengetahuan berasal usul dari upaya ingin tahu. kiranya untuk menegaskan bahwa keingin-tahuan yang belum diketahui biasanya muncul setelah mendapatkan pengalaman yang mengesankan.1992).

psikologi kefilsafatan. ontology. Sifat obyektif menggambarkan kegiatan verifikasi empiris dan evaliasi dari pernyataan hipotesis terhadap kenyataan factual. Contoh: masa peralihan ilmu ekonomi. Posisi awal di dasarkan pada normative dan deduktif. Materi filsafat ilmu menjelaskan pengetahuan yang benar mengenai hakikat keilmuan. Bagian dari filsafat tentang pengetahuan. Verifikasi factual membuka diri terhadap kerangka pemikiran yang mendasari hipotesis. Filsafat ilmu mencoba mengevaluasi segenap ilmu baik yang telah maupun yang belum diketahui. terbuka dan pragmatis. sikap dan keterampilan siswa untuk penalaran ilmiah. Filsafat ilmu adalah sarana pengembangan penalaran ilmiah. Sifat logis menggambarkan argumentasi bersifat rasional dalam mengembangkan peristiwa alam (masalah). kosmologi. Bahkan sekaligus mendorong berkembangnya perubahan pengetahuan. hipotesis. Fungsi filsafat ilmu untuk menemukan tujuan pendidikan dan model kegiatan belajar mengajar. kemudian disebut filsafat ilmu. Sehingga memungkinkan kegiatan perumusan ulang mengenai tujuan pendidikan dan metode belajar mengajar tersebut yang relevan dengan hakikat keilmuan.disalurkan ke otak. Cabang filsafat epistemology mempelajari pertanyaan mengenai asal-usul. khususnya mengkaji hakekat ilmu. epistemology. etika. Sehingga sifat ilmu ekonomi memiliki penalaran ilmiah yang jelas. Sifat terbuka melakukan verifikasi menggambarkan adanya kemungkinan kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. sosiologi kefilsafatan. antropologi kefilsafatan. Sementara sifat pragmatis menggambarkan kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru yang prosesnya secara berulang berdasarkan cara berpikir kritis. Selain itu. 12 . obyektif. yaitu ketika moral philosophy tidak dapat menjelajahi keseluruhan moral melainkan menyempit hanya kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidup. Epistemology pun acapkali mempelajari pertanyaan yang sama dengan metafisika. Di dalam otak ditafsirkan dan tafsiran itu kemudian di salurkan ke syaraf otot agar timbul reaksi. pada saat cabang filsafat epistemology melepas ilmu terjadi masa peralihan. Selanjutnya konseptual filsafat moral menjadi pengembangan ilmu ekonomi. Epistemologi menggambarkan kerangkan pemikiran yang bersifat logis. susunan dan metodologi serta absahnya ilmu. Epistemologi merupakan kajian mengenai bagaimana mendapatkan ilmu secara ilmiah atau dengan prosedur metodologi ilmiah. yaitu mana masalah. Contoh: pertanyaan bagaimana mengetahui kenyataan akan memperoleh kesimpulan mengenai apa yang diketahui dari kenyataan dan apa kenyataan itu. Paling tidak mencakup mengenai: apa yang telah dan yang belum diketahui tentang ilmu? Apa yang membedakan antara ilmu dan bukan ilmu (pengetahuan)? Apakah ilmu yang dikatahu itu sudah benar? Bagaimana asal usul ilmu? Apakah kegunaan ilmu? . kritis. kemudian secara bertahap berdasarkan pada empiris. biologi kefilsafatan. yaitu agar mampu berpikir rasional dan berpikir logis serta empiris. MELIPUT EPISTEMOLOGI SECARA LEBIH LUAS DAN DALAM Cabang filsafat terdiri atas: metafisika. pembuktian dan kesimpulan. estetika dan filsafat agama. kerangka berpikir. Sifat kritis menggambarkan keterbukaan secara system umpan balik dan korektif. Aspek yang dilepas mengalami penyempitan cakupan. Tujuan epistemologi untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui sumber ilmu dan hubungan ilmu dengan obyeknya.

Untuk memudahkan. Metode Metafisika. Selain itu. Proses belajar bersifat hapalan dan tidak bertujuan untuk penguasaan ilmu sebagai alat berpikir analisis. merupakan sikap rendah hati dengan mengakui bahwa tidak akan semua diketahui mengenai alam semesta yang tak terbatas ini. Proses) TEKNOLOGI 67 Bagaimanakah Implikasi Cabang Filsafat pada Pendidikan dan Sistem Pendidikan Berdasarkan Pancasila? Filsafat melakukan perenungan secara analitis dan sintesis untuk menyusun suatu bagan konsepsional dan sitematik mengenai makna dunia. yaitu: apa yang harus dikatakan ilmuwan mungkin penting bagi filsuf. POSISI FILSAFAT ILMU FILSAFAT CABANG FILS: Logika. Sehingga 13 . Kosmologi EPISTEMOLOGI: Epistemologi Biologi Fils Psikologi Fils Antropologi Fils Etika Estetika Fils Agama Metode/Sumber Makna Kebenaran Aksiologi Metafisika ILMU (Kerangka. Tapi tidak dapat dilakukan filsuf untuk mencoba memberitahu ilmuwan mengenai apa yang harus ditemukannya. Hubungan antara filsafat dan ilmu menunjukkan simbiosis mutualistis. diilustrasikan secara visual/gambar sebagai berikut. Namun. keterampilan dan kepribadian ilmiawan. Filsafat harus memperhatikan hasil ilmu sedang ilmu dalam penyeledikan alam harus mengetahui anggapan/pandangan filsafat mengenai alam. Bangunan. Onto logi. filsafat dalam sisdiknas kiranya kurang dikaitkan dengan eksistensi pembelajaran.Berfilsafat merupakan proses koreksi diri dengan berani berterus terang mengakui seberapa jauh telah menjangkau kebenaran yang dicari. Pendidikan keilmuan pun tampak bersifat pengembangan intelektual semata yang kurang mendorong perubahan sikap. Orientasi peserta didik cenderung menganggap ilmu sebagai produk yang berupa teori. Hal tersebut dalam kerangka memperoleh kenjelasan dan pernyataan kebenaran yang paling umum.

mencakup semua pengalaman seseorang dalam berhubungan dengan orang/ media lain. (b) filsafat secara spekulatif menetapkan hakikat dunia dan makna hidup untuk dijadikan landasan konseptual tentang penyusunan tujuan. (c) segala hal yang dilakukan guru di kelas. 14 . Termasuk pengalaman seseorang pada lingkungan keluarga. metode dan pengalaman belajar untuk menumbuh-kembangkan peserta didik. Gambar: Saling Hubungan Filsafat-Pendidikan CABANG FILSAFAT PENDIDIKAN Metafisika mengasilkan pandangan Pendirian dalam memilih pendangan tentang kenyataan yang benar tentang kenyataan yang benar Epistemologi menghasilkan Bahan pertimbangan untuk penyusunan prosedur memperoleh pengetahuan kurikulum. Gambaran pendidikan menggunakan konsep yang dihasilkan oleh cabang filsafat dan saling hubungan keduanya sebagai berikut. Sehingga pengalaman tersebut diorganisasikan sedemikian rupa. Kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) yang diyakini guru/ pendidik akan mendasari (base line) segala hal yang berhubungan dengan: (a) produk sikap dan pemikirannya. Filsafat hidup yang dipercayai guru/pendidik memiliki dampak penting terhadap penetapan pilihan filsafat pendidikan yang akan dianutnya. Karena itu. afektif dan psikomotorik. Bahkan kurang mendorong proses berpikir nalar. maka ia akan mengubah kondisi pengajaran/sekolah ke arah yang lebih baik. wawasan pengalamannya tampak dijadikan dasar pengembangan pengajaran di sekolah. IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA PENDIDIKAN Antara filsafat dan pendidikan memiliki hubungan problematika yang ada pada kedua disiplin tersebut. Bila ia memperoleh pengalaman di sekolahnya menyenangkan. terutama mengenai dan jenis-jenisnya pengetahuan dan ilmu serta metode ilmiah Logika menghasilkan ukuran benar Prosedur berpikir dalam mengutarakan dan tepat dalam keterkaitan gagasan gagasan yang benar dan tepat Aksiologi (etika) menghasilkan pan. guru yang diperolehnya dan lingkungan sosio-kultural yang merasa memberi penghargaan kepadanya. pandangan filsafat terhadap filsafat pedidikan sebagai sumber renungan filsafat pendidikan bagi pendidik/guru. Bila ia memperoleh pengalaman yang tidak menyenangkan. Sumber untuk kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) sangat banyak. (b) perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. sekolah. Filsafat membantu mengorganisir pemilihan filsafat pendidikan dari berbagai sumbernya. maka ia akan membangun kondisi pengajaran/sekolah yang menyenangkan juga. bahkan substansi pengarahan kepada orang lain (siswa). Untuk profesi guru/pendidik.Bahan pertimbangan untuk menentukan dangan mengenai nilai kehidupan tujuan pendidikan NO 1 2 3 4 IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA GURU DAN LEMBAGA PENDIDIKANNYA Unuk menjadi pendidik (termasuk menjadi guru) akan memiliki filsafat hidup (disadari atau tidak) dan filsafat pendidikan. Yaitu: (a) filsafat mengajukan pertanyaan filosofis terhadap realita dan pengalaman/praktek pendidikan. menjadi suatu keyakinan (kemandirian) dan wawasan.dipandang kurang menunjukkan keseimbangan dalam proses berpikir ilmiah antara aspek kognitif.

Artinya. di samping terdapat “kaki” (tambahan) penopang lainnya. kemudian diturunkan menjadi Teori Pendidikan. S. Paling dominan penopang profesi guru ialah “dua kaki”. Kondisi pendidikan tanpa memperhatikan Filsafat Pendidikan sebagai dasarnya. yaitu terjadi penyalahgunaan pendidikan untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan cita-cita negara. Filsafat Pendidikan dirumuskan berdasarkan pada (dijabarkan) Filsafat Negara. Karena itu.. Dari Filsafat Pendidikan. dan sebagainya. ialah kewibawaan dan kedua. Rangkaian elaborasi yang ditempuh seharusnya mengikuti alur berikut.” IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA SISTEM PENDIDIKAN BERDASARKAN PANCASILA Filsafat merupakan dasar perilaku suatu bangsa yang direfleksikan dalam perilaku warga negaranya. maka suatu kemutlakan praktek penyelenggaraan pendidikan di Indonesia harus di dasarkan atas Filsafat Pendidikan versi negaranya. Filsafat Negara dengan Per-Undangannya mampu menurunkan Filsafat Pendidikan Nasional.Z. memang masih dapat memproduksi tenaga pembangunan yang dibutuhkan. Bila praktek pendidikan terlepas dari filsafat pendidikan yang mendasarinya akan menuai bahaya. komitmen dan tanggung jawab profesionalnya.. Unsur-unsur kewibawaan guru meliputi wawasan. ialah kompetensi. 15 . kewibawaan”. (1988): “sekiranya penting filsafat pendidikan dan paedagogik untuk profesionalisme guru dapat disepakati. “Kaki” penopang pertama. seperti: kode etik. (biasanya) wibawanya sangat besar. Namun. organisasi. Menurut Arbi. bila dunia pendidikan ingin dibangun secara lebih sempurna yaitu agar Anak Indonesia memiliki keutuhan dan kemartabatan sebagai warga negara yang dicita-citakan. S. maka keduanya perlu diberikan dengan baik di lembaga pendidikan tenaga kependidikan kita. Filsafat Pendidikan merupakan pedoman dan arah berpikir bagi para penyelenggara pendidikan untuk mewujudkan hasil pendidikan yang dicita-citakan.Z. Sehingga tidak mengalami kondisi goals disappeared. komitmennya tinggi dan sangat bertanggung jawab. Filsafat Pendidikan akan menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan bagi bangsa itu. Peningkatan kompetensi guru disumbang filsafat secara tidak langsung. Guru yang wawasannya luas. Sehingga muncul Teori Pendidikan versi Indonesia yang melahirkan praktek (pedoman) pendidikan. Pentingnya kompetensi guru. goals are destroyed. terutama agar guru memiliki kepercayaan diri.Menurut Arbi. disiplin ilmu. (1988): “Baik filsafat pendidikan maupun pedagogik dapat secara langsung menyumbang kepada unsur .

--------. Yogyakarta. Tiara Wacana. SZ. Pascasarjana UPI. S. (1981) Filsafat Ilmu. Sudarto (1995) Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta. Depdikbud. (1988). (1984) Filsafat pendidikan: Pengantar mengenai Sistem dan Metode. Bandung. (1992). O. PT. (1984). (Cetakan II) Pustaka Setia -------. Gramedia Poespowardojo. Suriasumantri. Jakarta: Raja Grasindo Persada. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. (1996). Jakarta. Panduan Berpikir dan Meneliti secara Ilmiah bagi Remaja. Filsafat Pendidikan Nonformal.S.LO. TS (1970) The Structure of Scientific Revolution. The University of Chicago Nasoetion.MN. (2006).(1981) Ilmu dalam Perspektif. Pintu Masuk ke Dunia Filsafat (Cetakan II). Bandung: (Cetakan I) Grafika. 16 . Pustaka Filsafat. Usaha Nasional. Jakarta: Gramedia. Komar.(2006). Filsafat Ilmu dan Pendidikan. Pengantar Filsafat (Alih Bahasa Soejono. Barnadib. H. Yogyakarta. Gramedia. Yasbit FIP. Kuhn.I. Syam. KONASPI. Jakarta: Ditjen Dikti. Bandung. Jakarta. Surabaya.DAFTAR PUSTAKA Arbi. Jakarta. (2004). Filsafat Pancasila: Sebuah Pendekatan Sosio-Budaya. Hamersma. Kattsoff. Pustaka Sinar Harapan. Tuntutan Profesionalisme Guru Dilihat dari Sudut Ilmu Pendidikan. (1989).JS. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila.). AH (1992).

Etika Hakekat baik . waktu dan gerak/ struktur alam. Estetika Hakekat nilai keindahan. Logika Metode penalaran yang tepat. Ontologi Bagian dari metafisika yang membahas tentang eksistensi/keberadaan/substansi/ esensi. 17 . Apriori Pengetahuan yang terbukti dengan sendiri. Kosmologi Bagian dari metafisika yang membicarakan tentang ruang.SINERAI KATA (GLOSSARY) Metafisika Berasal dari kata meta dan fisika yang artinya sesuatu yang berada dibelakang fisika. Epistemologi Membahas asal usul dan proses ilmu. Aksiologi Teori tentang nilai.jahat. Aposteori Pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman dan observasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful