KAITAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Apakah Pengertian Filsafat Itu?

Barang siapa menelusuri pengertian filsafat akan memperoleh jumlah pengertian filsafat yang banyak dan berbeda antara pengertian filsafat yang satu dan lainnya. Kondisi tersebut, seolah tidak terjadi permufakatan terhadap jawaban apakah filsafat itu. Bahkan tampak filsafat mengarah pada hasil manusia kritis terhadap fenomena alam dan hasil pemikirannya, termasuk diri sendiri. Sehingga terpikir untuk balik bertanya, apakah filsafat merupakan pembelajaran untuk memahami pendapat yang berbeda? Apakah mempelajari filsafat merupakan pemahaman mengenai proses perenungan dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang analisis (lebih kritis) dan sintesis (spakulatif)? Kondisi tersebut, mungkin saja bagi pemula yang mempelajari filsafat merasa suatu kendala. Menurut Kattsoff. LO. (2004:66): “Tidak banyak keuntungan yang diperoleh dari membuat daftar pengertian filsafat. Kecuali pengertian berikutnya memberikan kejelasan sebagai sudut pandang yang lain”. Namun, cara menjawab atas pertanyaan apakah filsafat itu. Ternyata ada tiga tafsiran, yaitu subyektif, operasional dan obyektif. Tafsiran subyektif merujuk pada apakah pandangan orang mengenai filsafat. Tentu setiap orang berhak membuat pengertian filsafat, baik langsung maupun dari hasil karyanya. Tafsiran operasional mengacu pada kegiatan yang dilakukan para filsuf. Tafsiran obyektif dengan mengacu pada lingkup lapangan penyelidikan filsafat (Kattsoff. LO. 2004).
PEMIKIRAN RASIONAL

Yunani ditengarai sebagai tempat lahir filsafat. Konon berawal dari perantau suku Ionia ke pulau Miletus di kepulauan Asia Kecil. Para perantau tersebut, khawatir eksistensinya terancam dengan munculnya peristiwa fenomena alam yang teramati acapkali mengundang masalah. Sementara bentuk penanggulangan masalah yang bergantung pada pendekatan mitos tidak memuaskan lagi. Seiring dengan itu, sikap mereka pun merasa belum puas dengan hanya berpikir mengenai fenomena alam yang teramati serta semesta alam dengan segala ketakjubannya. Sehingga berkembang pencarian bentuk penanggulangan lain. Upaya awal dengan berani bertanya tentang mengapa acapkali muncul masalah fenomena alam di dunia dan segala isinya itu? Bertanya tersebut dalam kerangka mencari penanggulangan masalah dengan konsekwensi mengundang jawaban yang berdasarkan pada akal. Karena itu, sikap perantau itu tidak lagi seperti orang Yunani yang ketika menghadapi masalah fenomena alam dengan menjawabnya berdasarkan pendekatan bergantung pada mitos, tapi mereka berdasarkan pada akal atau dengan cara berpikir tertentu. Pertumbuhan olah pikir itu, kemudian disebut filsafat. Filsafat (philosophy) dalam bahasa Yunani (kuno), yaitu gabungan kata philein atau philare dan sophia. Philein atau philare artinya cinta (love) sementara sophia artinya kebijaksanaan (wisdom), sehingga pengertian filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Secara etomologi, cinta kebijaksanaan, terdiri atas kata cinta dan kebijaksanaan. Cinta mengandung makna sangat suka atau suka sekali terhadap sesuatu, sementara kata kebijaksanaan merupakan sintesis dari kebenaran, keadilan, kebaikan dan keindahan. Sehingga filsafat merupakan pemikiran yang sangat menyukai terhadap kebijaksanaan. Ia 1

Ia ingin memperluas cakrawala/horison pandangan dengan memahami kehidupan yang kemudian berguna untuk mengatur hidup dengan arah yang disadarinya sendiri atau tanpa intervensi orang lain. Alasan mengapa manusia bertanya-tanya? a. (d) ideologi dan pandangan/sikap hidup (welt-anschauung).. keadilan. (c) induk dari ilmu-ilmu (the mother of sciences/science of sciences). Filsafat merupakan proses berpikir. dan (g) berpikir secara menyeluruh/ komprehensif. keadilan. Manusia berani bertanya lebih jauh tentang apakah yang diketahui itu? Apa sajakah yang mungkin diketahui itu? Bagaimanakah saling keterkaitan di antara pengetahuan itu? Jawaban dari pertanyaan tersebut. Ia berusaha untuk memperoleh pandangan/konsepsi tentang segala sesuatu yang ada dan makna dari segala sesuatu yang ada itu. Ia menghadapi masalah delematis antara hak individu yang berbeda mengenai pandangan hidupnya dengan hak bekerjasama dengan orang lain walaupun secara pandangan hidup individu berbeda. maka wahana olah-pikir rasional digunakan manusia untuk bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaannya tersebut. Sehingga usaha pemikiran manusia berikutnya mencari dan menemukan serta menciptakan alat untuk menelaah obyek keberadaan (benda). (f) renungan dan penghayatan mengenai kebijaksanaan. Filsafat diapresiasikan manusia. Manusia mengajukan pertanyaan terhadap realita. Karena itu. filsafat diakui secara umum sebagai wahana yang mengawali titik tolak pembicaraan/pembahasan mengenai segala sesuatu yang ada di dunia (alam semesta) ini melalui olah-pikir secara rasional. tetapi sadar mencari tahu alam semesta. b. Berpikir filsafat bukan berpikir hanya tentang “permukaan” atas fakta 2 . c. (b) renungan tentang akar kenyataan. berhubung khawatir terombang-ambingkan berbagai kejadian yang dialami yang menjadi bingung dan cemas dalam hidupnya. Seiring hasrat manusia yang selalu ingin mengembangkan diri. d. e. keindahan dan sebagainya. Kemudian Ia memotivasi kemauannya melalui aksi/kegiatan pemahaman tentang kebenaran. tidak sekedar pasif dengan naluriahnya.jatuh cinta pada apa yang dikatakan orang dengan kebenaran. merenung dan menghayati mengenai segala sesuatu kenyataan/yang ada. (e) asumsi dasar (basic assumption) ilmu yang paling dasar/dalam. keadilan. Selain itu. Ia mempunyai kepentingan untuk mengetahui pedoman/arah bagi kehidupannya. kebaikan. spekulatif dan komprehensif. Ia berspekulasi mencari dan menemukan jawaban yang hakiki untuk menanggulangi masalah delematis yang dihadapinya. sehingga yakin bahwa sintesis darinya adalah kebijaksanaan. Fitrah manusia sebagai animal rational dan homo sapiens diapresiasikan dengan berpikir teliti dan teratur untuk memecahkan masalah umum/komprehensif hingga menemukan esensi dari yang dipikirkannya itu. kebaikan dan keindahan. Kebijaksanaan merupakan suatu konvergensi harmonis antara sudut-sudut pandang kebenaran. yang kemudian lahir apa yang disebut dengan pengetahuan dan selanjutnya ilmu. Pikiran digunakannya untuk melakukan renungan dan penghayatan. Berfikir yang mengungkap tentang esensi sesuatu yang dibahas secara radikal (mengkritisi keakarnya). kebaikan dan keindahan atas segala yang ada dalam kehidupan manusia. pengertian filsafat adalah: (a) berpikir radikal/kritis (lawan dari apatis/ skeptis).

dan/atau ide (gagasan) belaka. matematika sebagai ilmu paling awal yang melepaskan diri dari filsafat. Antara filsuf dengan ilmuwan atau antara filsafat dengan ilmu memiliki hubungan erat/ berkorelasi positif. biologi. Dengan toleransi.1. psikologi dan sebagainya. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. Untuk memudahkannya. yaitu berpikir tentang akar esensi/hakekat yang ada di “bawah” fakta dan ide (gagasan) tersebut. agar masingmasing dapat menempatkan diri dalam pandangan orang lain. fisika. Sejalan dengan pilihan spekulatif tersebut. Sehingga filsuf yang termashur. tetapi tidak pernah terpecahkan tuntas. Permasalahan delematis yang tak berujung mengakibatkan perselisihan paham. maka segala fanatisme (negatif) dapat dijauhi. Akal dan pengalaman manusia tidak mampu menjawab masalah tersebut dengan satu kesepakatan (sama). PEMIKIRAN KOMPREHENSIVE Sejak dahulu. Jawaban demikian itu merupakan suatu pilihan spekulatif. terdapat yang memulai dari karier ilmuwan. Bahkan jawaban tersebut bertentangan satu sama lain tergantung temperamen keyakinannya. maka berkembang berbagai unsur dan/atau aliran filsafat. Filsafat membahas segala sesuatu melalui spektrum pengalaman manusia mengenai pandangan yang komprehensif tentang alam. Ilmu berkembang pesat dan melepas diri dari filsafat. filsafat sebagai wahana berpikir yang dasar/landasan/fundamen tentang segala sesuatu yang menyangkut lapangan kehidupan manusia. Fanatisme diakibatkan kurangnya horison pandangan yang luas. tapi merupakan berpikir seni atau seni berpikir (the art of thinking). Gambar: Pola Berpikir Filsafat Seiring perjalanan waktu cukup panjang. Pemikiran sistematis tentang obyek keberadaan benda-benda di alam semesta ini melahirkan apa yang belakangan disebut sebagai ilmu. Permukaan Bawah Permukaan Ide/Gagasan Kenyataan/Praktek Filsafat GB 7. Ia mengarifi dan bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan. kimia. Pada era kontemporer. Usaha 3 . Tercatatlah. filsafat merupakan pendalaman lebih lanjut dari ilmu. Di antaranya Descartes dan Leibnitz dari ahli matematika serta Immanuel Kant dari ahli fisika dan geografi. Urutan berikutnya astronomi. Sehingga antara filsafat dan ilmu terdapat kesamaan dan perbedaan. berpikir filsafat ada yang mengawalinya dengan memetik hasil-hasil studi ilmiah. dan mengenai penjelasan yang comprehensive/ universal tentang hakekat benda. Filsafat dihadapkan kepada problematik dasar yang abadi atau masalahnya sama dan itu-itu saja. Penanggulangan perselisihan dengan memperluas cakrawala pandangan. Sementara tempat menggantungkan jawaban yang belum terjangkau oleh filsafat dan ilmu kepada agama dengan cara meyakininya. tetapi berbeda. Pada Sejarah Filsafat dicatat bahwa sepanjang pengalaman manusia memberikan jawaban atas problematik filsafat yang mendasar tentang alam semesta. Sedangkan prosesnya disebut prosedur ilmiah.

Cara berpikir deduktif dengan mencari hakekat. Setiap orang memiliki kebebasan meyakini filsafat hidupnya atau disebut filsafat hidup seseorang yang sangat spesifik dengan fokus pada sikap hidup seseorang (welt-anschauung). Filsafat merupakan pemikiran comprehensive. Persoalan yang menyeluruh atau yang dilihat dari semua dimensi secara radikal dan spekulatif dapat dianggap sebagai kawasan yang tidak tersentuh kawasan ilmu. Bahkan penting juga secara populer. Bahkan terjadinya sengketa metodologik ilmiah diharapkan dapat berpaling kepada kawasan filsafat. menganalisis dan menyusun sistematika suatu pandangan secara utuh. filsafat berarti cinta kebijaksanaan. dimaksudkan bahwa setiap orang memiliki filsafat hidup sendiri-sendiri. apabila berbicara tentang filsafat ada 2 (dua) hal yang patut diperhatikan. Pandangan hidup yaitu asas atau pendirian yang kebenarannya diterima/ 4 . Hal ini disebut juga kebenaran atau kebijaksanaan. Selain itu. Karena itu. Filsafat berusaha memperoleh penyelesaian jawaban terhadap pertanyaan agar dapat dipahami. dan ideologi. filsafat berarti usaha menggambarkan dan menyatakan pandangan secara menyeluruh dan sistematis tentang alam semesta tempat manusia. Barnadib. melainkan dapat ditarik ke dalam fokus filsafat. Menurut Poespowardojo. Secara akademis. sehingga tiap orang mempunyai pandangan sendiri tentang filsafat. PEMIKIRAN PANDANGAN HIDUP Uraian di atas menyiratkan bahwa secara etimologis. berpikir filsafat secara berspekulasi jauh ke depan meliput nilai yang baik untuk dijadikan pegangan hidup. yaitu memahami kenyataan dengan menyusun pandangan dunia dengan memberi keterangan tentang semua hal tentang dunia tersebut. konsep ilmu. Sementara cara berpikir induktif dengan mengamati gejala sosial budaya masyarakat dan merefleksikannya dalam rangka menarik makna hakiki dari gejala itu. Pandangan hidup diekuivalensikan dengan filsafat sebagaimana di negara tertentu yang terdapat ungkapan tiap orang berfilsafat dan berpikir. filsafat dilihat dari segi pembahasannya. landasan dan pedoman tingkah laku seseorang atau masyarakat dalam seluruh kehidupan mencapai cita-citanya. jelas dan benar mengenai realita dunia. Pertama. ia sebagai metode dan sebagai suatu pandangan.menjauhkan fanatisme dan menyelesaikan perselisihan dengan cara menciptakan dasar koherensi pemikiran yang logis. filsafat dilihat dari segi fungsinya. ia sebagai cara berpikir deduktif dan induktif. yaitu segi fungsi dan segi pembahasannya. yaitu tidak ada sesuatu pun di luar jangkauannya. Sikap hidup merupakan bagian dari filsafat. aliran politik. Sikap hidup berupa sesuatu yang dianut oleh seseorang. Menerangkan dunia (fenomena) dengan deduksi secara benar. (1989). bahwa filsafat berarti pandangan hidup. seperti agama. Filsafat merupakan pemikiran rasional melalui perenungan/kontemplasi untuk menyusun bagan (system yang koheren dan konsisten) konsepsional yang rasional secara cermat.S. (1984) mengatakan bahwa: “Barang siapa yang mempelajari filsafat dapat mengetahui adanya mutiara-mutiara yang cemerlang dan menggunakannya sebagai pedoman serta pegangan hidup bijaksana”.I. Sementara filsafat sebagai suatu pandangan hidup yaitu suatu nilai dan pemikiran mengenai persepsi. perbedaan pendapat disebabkan masing-masing meragukan validitas argumentasi. Filsafat sebagai suatu metode yaitu yang menunjuk pada cara berpikir dan cara mengadakan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan. Kedua. Filsafat adalah suatu pandangan dunia.

dan teknik sajian. pengetahuan. sifat subyektif adalah deskripsi/gambaran sesuatu yang bila disimpulkan akan menghasilkan kasus demi kasus (kasual). CIRI FILSAFAT Dengan menyimak uraian di atas. pepatah. tapi juga menyiratkan ciri filsafat yang menjelaskan tentang karakteristik filsafat dari segi sifat. sehingga betapa penting pedoman hidup. perenungan dan penghayatan seseorang tentang segala sesuatu yang ada atau alam semesta. Kedua. Obyek formal filsafat adalah keseluruhan lingkup yang menjadi tugas/disiplin filsafat. Cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat. dualis. Manusia menyadari betapa kompleksitas kehidupan. rasional. yakni: kenyataan. Subyektif. aturan dan norma sosial yang terdapat/hidup di masyarakat seperti cerita/dongeng (legenda). oluralis). elektis. Manusia yang tidak menyadari pentingnya pedoman hidup. Pertama. Bentuk yang dimiliki filsafat. filsafat tersurat terdiri atas ide/gagasan yang terdapat dalam pustaka/ literature/buku serta hasil karya (pemikiran) seseorang atau filsuf. yaitu formal dan material. filsafat tersirat terdiri atas ide/gagasan. rohani. yaitu tersirat dan tersurat. modus operandi. selain menemukan berbagai definisi filsafat. artinya suatu keadaan menurut pandangan/perasaan sendiri yang tidak langsung mengenai pokok/esensinya. obyek dan strateginya. 5 . Kebenaran merupakan suatu koherensi pemikiran atas dasar logika yang memiliki sifat kejujuran dalam mencari kebenaran. Kedua. yaitu subyektif dan normative. rekonstruksi dan fenomenologi. Hal tersebut berhubung filsafat merupakan pemikiran. Pandangan hidup merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang diyakini memiliki/ mengandung kebenaran dan kemanfaatan. normatif adalah suatu keadaan yang berpegang teguh pada kaidah yang berlaku. Cerita tersebut antara lain berisi pepatah kepada khalayak (masyarakat) tentang perlunya anak berbakti kepada ibunya. Sementara teknik sajian terdiri atas analitis. Pertama. betapa penting peduli pada filsafat. radikal dan spekulatif. dogmatis) dan berpihak pada tematik (materi. nilai dan manusia. dialog dan cerita. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Sehubungan dengan itu. Obyek yang dimiliki filsafat. Contoh: Cerita Gunung Tangkuban Perahu di Jawa barat. yaitu sikap/keberpihakan. Yaitu berupa pertanyaanpertanyaan yang sifatnya mendasar. merupakan pedoman dalam pembangunan bangsa dan negara termasuk sektor pendidikan. sinoptik/komprehensif. absolut). Strategi yang dimiliki filsafat. Strategi keberpihakan terdiri atas berpihak pada keberadaan (skeptis. Sifat yang dimiliki filsafat. Manusia menjelajahi jawaban atas pertanyaan sendiri dalam rangka mencari dan menemukan kebenaran yang berguna bagi pedoman hidup. Sebagaimana diketahui bahwa kaidah berpikir filsafat terdiri atas sistematis. Modus operandi terdiri atas reduksi (mono. ia tampak cemas dan gelisah (galau). Sementara kemanfaatan merupakan dorongan yang menimbulkan tekad kehendak untuk diwujudkan. yakni: Apa ? Mengapa ? Bagaimana? Sementara obyek material filsafat adalah sasarannya yaitu berupa sasaran atas pertanyaan di atas.diyakini dan dipilih menjadi dasar pedoman hidup untuk menjawab masalah kehidupannya.

di antaranya sebagai berikut. pengertian filsafat memiliki tiga dimensi. PEMIKIRAN/IDE BERSIFAT SUBYEKTIF TERSIRAT BERBENTUK TERSURAT FILSAFAT UMUM/MURNI BERJENIS KHUSUS/ TERAPAN FORMAL BEROBJEK MATERIAL VISI CABANG Gambar: Ciri Filsafat KESIMPULAN Bertolak dari uraian di atas. 3. (c) dimensi operasional. 1. Secara umum (akademis dan popular). 2. diilustrasikan dengan visualisasi/gambar sebagai berikut. pengertian filsafat berasal dari gabungan kata philare (cinta) dan sophia (kebijaksanaan) atau cinta kebijaksanaan. pengertian filsafat sebagai usaha mencari/mengetahui sebab-sebab kepemilikan nilai/makna (hakikat) pada sesuatu untuk tuntunan konsep yang dijadikan pandangan keyakinan seseorang/manusia. Secara etimologis. 6 . yaitu pengertian filsafat berdasarkan kegiatan yang dilakukan filsuf. (b) dimensi obyektif. ternyata pengertian filsafat dipahami dengan berbagai dimensi sudut pandang. yaitu pengertian filsafat berdasarkan lapangan kegiatan filsafat. (a) dimensi subyektif.Untuk memudahkannya. yaitu pengertian filsafat berdasarkan penggunaan kata filsafat oleh filsufnya. Secara hakikat.

Begitu pun dalam pembagian cabang filsafat. aliran filsafat pendidikan yang membawa isu-isu pendidikan sesuai dengan tuntutan kebudayaan masyarakat modern yang sedang berubah. Buku “Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer” karya Suriasumantri. Perbedaan pengaruh alam sekitar. untuk menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak ada metode tertentu. bergantung pada jawaban yang diberikan pasen tersebut. jaman dan pandangan hidup. yaitu: logika yang membahas apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah. Khususnya. pengalaman. logika dan kritik ilmu. Berapa cabangkah filsafat itu? Sangat mungkin terkait dengan factor perbedaan sudut pandang tersebut. Ketika berobat biasanya dokter bertanya kepada pasen mengenai penyakitnya. f. JS (1996) membagi tiga cabang utama filsafat.Berapa Cabangkah Filsafat itu? Manusia berkembang secara berbeda berhubung mengalami factor perbedaan potensi. dua atau beberapa hal sebagai berikut : a. pengertian dan persepsi tentang alam. filsafat 7 . LO. H (1992) menyebut empat induk cabang filsafat dan kemudian berkembang menjadi sepuluh anak cabang filsafat. geografi. Yaitu filsafat pengetahuan terdiri atas epistemology. Perbedaan aspirasi. situasi dan kondisi. h. e. buruk. hidup. benda. Perbedaan pengalaman. g. Sehingga sudut pandang terhadap hakikat kenyataan/yang ada ditafsirkan dengan berbeda-beda. mati. Buku “Pintu Masuk ke Dunia Filsafat” karya Hamersma. minat dan kegiatan manusia. Perbedaan bakat. peluang tantangan. Selain itu. jaman. dan lain-lain. Trendi tersebut dapat memicu munculnya aliran filsafat. Perbedaan perkembangan sejarah/jaman. Kemudian dokter menyimpulkan jenis penyakit apakah yang diderita pasen. filsafat kenyataan terdiri atas ontology. kejadian. b. pendidikan. baik. problematika. tuhan. renungan. salah satu metodenya menggantungkan pada pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang diperoleh. Perbedaan faktor alam dan problematika yang dihadapi. c. teologi antropologi dan kosmologi. Perbedaan jawaban atas pertanyaan tentang metafisika. 2004). Di antaranya dapat saja disebabkan oleh satu. d. etika yang membahas apa yang baik dan mana yang dianggap buruk serta estetika yang membahas ukuran keindahan. keyakinan/kepercayaan. Perkembangan teknologi dan ilmu pun membawa impact terhadap perubahan dan perkembangan masyarakat dan kebudayaannya. Sehingga dalam menentukan berapa cabangkah filsafat itu tampak tidak terikat metode tertentu (Kattsoff. termasuk pendidikan. lingkungan. CABANG FILSAFAT Pada literature pun tampak pembahasan cabang filsafat menunjukkan perbedaan atau persamaan antara yang satu dan lainnya. Demikian pula pertanyaan tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Diperoleh jawaban yang berbeda-beda pula dan berpengaruh terhadap perumusan cabang filsafat.

maupun yang ada bersifat penampakkan (appearance). rambu-rambu hipotesis. penalaran yang logis dan penyusunan definisi yang baik. Metafisika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apa hakikat yang ada. dan sebagainya. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asal usul. (2004:81) mendeskripsikan cabang filsafat sebagai berikut. Metodologi (Filsafat) merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang cara observasi. Buku “Pengantar Filsafat” karya Kattsoff. Terutama mempel. Kosmologi merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asasasas rasional keteraturan dan tata tertib alam semesta. eksperimen. Metafisika dipilah menjadi dua bagian. Ontology merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang asas-asas rasional esensi terdalam (hakekat) sesuatu yang ada. hipotesis. 8 . Tabel: Cabang Filsafat LAPANGAN FILSAFAT Logika Metodologi (Filsafat) Metafisika Ontologi Kosmologi Epistemologi Biologi Kefilsafatan Psikologi Kefilsafatan Antropologi Kefilsafatan Sosiologi Kefilsafatan Etika Estetika Filsafat Agama PERTANYAAN YANG UTAMA Apakah hokum-hukum penyimpulan itu? Apakah teknik-teknik penyelidikan itu? (Apakah hakekat kenyataan itu?) Apakah kenyataan itu? Bagaimanakah keadaannya sehingga kenyataan itu dapat teratur? Apakah kebenran itu? Apakah hidup itu? Apakah jiwa itu? Apakah manusia itu? Apakah masyarakat dan Negara itu? Apakah yang baik itu Apakah yang indah itu? Apakah yang keagamaan (abadi) itu? Logika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang aturan penyimpulan yang absah. teleology. yaitu ontology dan kosmologi.ajari pertanyaan mengenai apa sumber ilmu dan menyangkut bagaimana hubungan antara ilmu dengan obyek/sasaran ilmu. penurunan sifat dan hubungan antara hidup dan tempat hidup dengan penafsiran alam semesta. adaptasi. LO. Seperti bagaimana mengetahui kenyataan dapat menyimpulkan apa yang diketahui sekaligus apa kenyataan itu. baik yang nyata ada (reality). susunan dan metode serta keabsahan ilmu. Namun. acapkali pertanyaan epistemology sama dengan metafisika.tindakan terdiri atas etika dan estetika. hukum. Biologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian hidup. evolusi. teori. Sementara sejarah filsafat membahas sejarah filsafat dunia.

perbedaan antara mind dan soul. akal dan apakah psikologi sebagai ilmu? Antropologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah manusia itu? Sejarah manusia (asal-usul) akan ke mana manusia itu? Kaitan manusia dengan alam. (2) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat alam semesta atau kosmologi. praanggapan sociologi dan ilmu politik. Kemudian metafisika (hal yang terdapat sesudah fisika) untuk mengetahui asal usul kenyataan/yang ada. yaitu: (1) pertanyaan dan jawaban yang terhimpun pada hakikat yang ada atau ontology. Hubungan jiwa dan tubuh. Etika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang baik. Kosmologi adalah pengetahuan mengenai ketertiban dan susunan alam semesta. Estetika merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang pengertian. Meskipun corak system filsafat dibedakan atas dasar jawabannya. ego. peran dan fungsi keindahan. filsafat politik (Negara). Ontologi (yang ada) membicarakan asas-asas rasional dari yang ada. perasaan dan kehendak. Apakah hubungan antara yang indah dan yang benar dan yang baik? Apakah seni suatu ungkapan perasaan seseorang. sejak di Yunani (kuno) telah menggunakan istilah metafisika. Contoh: pendirian plato mengenai ide. bila pendirian Plato dipandang dari cara memahami melalui ide bersifat nyata. Namun. mengarahkan kepada dua klasifikasi. Seperti pertanyaan apakah hakikat kenyataan itu yang memperoleh jawaban mengenai corak system filsafat berdasarkan metafisika. Tapi pendirian atas hasil jawaban metafisiska menggambarkan pula pertanyaan epistemology mengenai bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Sehingga jawaban tersebut menggambarkan pula corak system filsafat berdasarkan epistemology. maka Plato tergolong realisme. Sementara kosmologi (keteraturan alam semesta) membicarakan asas-asas rasional dari keteraturan/ susunan yang ada. dan individu. penglihatan ataukah reproduksi kodrat alam? Filsafat agama merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang apakah agama? Apakah bukti adanya Tuhan? Apakah keabadian hidup? apakah filsafat merupakan abdi teologi atau pelengkapnya? VARIAN CABANG FILSAFAT Obyek pertanyaan dan jawaban mengenai hakikat kenyataan/yang ada. kebebasan. bagaimanakah mengenai demokrasi.Psikologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang jiwa atau kumpulan jalur urat syaraf. khususnya dalam seni. Sosiologi kefilsafatan merupakan cabang filsafat yang meliput pembahasan tentang filsafat social (masyarakat). massa. Bila dipandang bahwa hakikat terdalam dari kenyataan adalah ide. kejahatan. Pendirian Berkeley bahwa kenyataan (yang ada) yang 9 . Ontologi adalah pengetahuan mengenai esensi/hakikat terdalam dari yang ada. nafsu dan dogma. susunan jiwa. buruk. Pertanyaan dan jawaban mengenai metafisika. maka pendirian Plato bercorak system filsafat idealisme. kesusilaan (etika) dan norma. kebajikan. susunan. Sehingga metafisika menjadi cabang filsafat yang mempelajari hakekat kenyataan/yang ada serta merupakan bagian pengetahuan manusia mengenai pertanyaan dan jawaban hakikat kenyataan/yang ada. proletariat.

Bagi jawaban hakekat kenyataan/yang ada adalah rohani. Sementara John Locke menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. maka digolongkan monisme. Corak ragam system filsafat dilihat dari luas liputan pengaruhnya atau posisi system filsafat mulai dari yang berpengaruh luas sampai kepada yang berpengaruh kurang luas. Andaikata Descartes menjawab bahwa memperoleh pengetahuan melalui akal. setiap corak sitem filsafat memiliki bawahan atau sub system filsafatnya. neo-realisme. monisme netral. maka Locke digolongkan system filsafat empirisme. Idelisme memiliki bawahan yang terdiri atas: idealisme subyektif. Selain itu. Naturalisme. maka digolongkan system filsafat materislisme. personalistik dan mutlak. bertanya tentang bagaimana cara memperoleh pengetahuan? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan lainnya. realisme materialisme/realisme konseptual. Andaikata jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah materi. CABANG FILSAFAT LOGIKA METAFISIKA (ONTOLOGI. maka digolongkan system filsafat idealisme. urutannya adalah system filsafat Realisme. realisme kritik. maka Descartes tergolong system filsafat rasionalisme. Karena itu. Bagi jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah bersifat tunggal. Demikian pula dengan bertanya tentang apakah hakikat kenyataan/yang ada itu? Memperoleh jawaban yang berragam corak dan tampak setiap coraknya itu yang membedakan system filsafat yang satu dengan yang lainnya. Sementara jawaban hakikat kenyataan/yang ada adalah banyak/berjumlah maka digolongkan pluralisme.dapat ditangkap. Contoh: realisme memiliki bawahan yang terdiri atas: realisme naïf. maka konsekwensi pengetahuan berasal dari pengalaman. energisme. KOSMOLOGI) EPISTEMOLOGI BIOLOGI FILS PSIKOLOGI FILS ANTROPOLOGI FILS SOSIOLOGI FILS ETIKA ESTETIKA AGAMA FILS 10 . Materialisme Dialektis dan Empirisme logis. sehingga dari sudut epistemology digolongkan empirisme.

mencicipi dan merasai.Bagaimanakah Posisi Filsafat Ilmu di dalam Filsafat? “Kalau mulai dengan keyakinan akan berakhir dengan kebimbangan. Syaraf dan otak sebagai alat untuk memperoleh informasi mengenai dunia. Sehingga posisi filsafat sebagai pionir berpikir bagi berpijaknya kegiatan ilmiah atau pengetahuan berasal usul dari filsafat. begitu mengetahui orang Mesir (purba) dari pengalamannya menemukan pengetahuan mengenai luas tanah berbentuk segi tiga sama dengan luas setengah persegi panjang yang panjang dan lebarnya sama dengan alas dan tinggi segi tiga. hakikat pengetahuan berasal usul dari upaya ingin tahu. pengetahuan inderawi tergantung pada struktur organ inderawi. kalau mulai dengan kebimbangan akan berakhir dengan keyakinan” adalah ungkapan termasyhur filsuf Francis Bacon (1561-1626). Sehingga pengetahuan inderawi tidak langsung. Hakikat berfilsafat berasal usul dari rasa igin tahu dan ragu-ragu. Sehingga pengetahuan mengenai dunia diperoleh dengan menyimpulkan tangkapan inderawi tentang dunia. Salah satu ciri berfilsafat ialah berpikir spekulatif. (a) saluran yang memuat rangsangan ke otak. rangsangan 11 . yaitu penetapan dasar yang handal (asumsi dasar) untuk penjelajahan ilmiah. Penemuan pengalaman tersebut ditindak lanjuti oleh Euklides. Hakikat kebenaran berasal usul setelah mengalami keraguan. Terdiri atas: sel dan bagian sel yang disebut processus. membau. Di dalam otak sumber rangsangan di pahami dan dibuatlah tanggapan untuk merespon rangsangan. yang kemudian dikenal geometri. Ungkapan tersebut. Bahkan diketahui pula mengenai jumlah besar sudut ketiga sudut suatu segitiga sama dengan 180 derajat (Nasoetion. Proses memperoleh pengetahuan dimulai dari terjadinya rangsangan terhadap organ inderawi yang menimbulkan rangsangan pada syaraf. SEBAGAI PIONIR BERPIKIR ILMIAH Mempunyai pengetahuan berarti mempunyai kepastian bahwa apa yang dinyatakan di dalam pernyataan sungguh benar atau sungguh merupakan halnya. (b) saluran dari otak menuju otot. Euklides dari Yunani yang sengaja datang ke kota Iskandariyah. Karena itu. saluran syaraf dan tindakan otak yang melakukan penafsiran. Sementara otak merupakan organ yang bertindak mengkoordinasikan dan penunjuk jalan penyaluran timbulnya reaksi. Yaitu. kiranya untuk menegaskan bahwa keingin-tahuan yang belum diketahui biasanya muncul setelah mendapatkan pengalaman yang mengesankan. sehingga syaraf penting bagi penangkapan pengetahuan.1992).. Melalui syaraf. maupun kepada yang belum diketahui. Satuan pokok syaraf disebut neurone. Poisi filsafat bertugas merumuskan pernyataan yang sejelas-jelasnya agar dapat menetapkan dasar yang handal untuk penjelajahan ilmiah. terutama pada bagian cortex-serebri timbul pengindraan melihat. Sementara mempunyai pengalaman tiada lain merupakan akibat suatu obyek merangsang alat inderawi yang dapat menimbulkan rangsangan syaraf untuk diteruskan ke otak. AH. Saluran syaraf ada dua. mendengar. baik terhadap apa yang telah diketahui. Di dalam otak.

susunan dan metodologi serta absahnya ilmu. Cabang filsafat epistemology mempelajari pertanyaan mengenai asal-usul. ontology. obyektif. yaitu ketika moral philosophy tidak dapat menjelajahi keseluruhan moral melainkan menyempit hanya kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidup. Sifat logis menggambarkan argumentasi bersifat rasional dalam mengembangkan peristiwa alam (masalah). etika. khususnya mengkaji hakekat ilmu. Fungsi filsafat ilmu untuk menemukan tujuan pendidikan dan model kegiatan belajar mengajar. kemudian secara bertahap berdasarkan pada empiris. pada saat cabang filsafat epistemology melepas ilmu terjadi masa peralihan. sikap dan keterampilan siswa untuk penalaran ilmiah. Epistemologi menggambarkan kerangkan pemikiran yang bersifat logis. Selanjutnya konseptual filsafat moral menjadi pengembangan ilmu ekonomi. Filsafat ilmu adalah sarana pengembangan penalaran ilmiah. kemudian disebut filsafat ilmu. Paling tidak mencakup mengenai: apa yang telah dan yang belum diketahui tentang ilmu? Apa yang membedakan antara ilmu dan bukan ilmu (pengetahuan)? Apakah ilmu yang dikatahu itu sudah benar? Bagaimana asal usul ilmu? Apakah kegunaan ilmu? . Sifat kritis menggambarkan keterbukaan secara system umpan balik dan korektif. kritis. estetika dan filsafat agama. Bahkan sekaligus mendorong berkembangnya perubahan pengetahuan. Epistemologi merupakan kajian mengenai bagaimana mendapatkan ilmu secara ilmiah atau dengan prosedur metodologi ilmiah. Sehingga memungkinkan kegiatan perumusan ulang mengenai tujuan pendidikan dan metode belajar mengajar tersebut yang relevan dengan hakikat keilmuan. Posisi awal di dasarkan pada normative dan deduktif. pembuktian dan kesimpulan. yaitu mana masalah. Aspek yang dilepas mengalami penyempitan cakupan. Contoh: pertanyaan bagaimana mengetahui kenyataan akan memperoleh kesimpulan mengenai apa yang diketahui dari kenyataan dan apa kenyataan itu. Tujuan epistemologi untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui sumber ilmu dan hubungan ilmu dengan obyeknya. 12 . Epistemology pun acapkali mempelajari pertanyaan yang sama dengan metafisika. Filsafat ilmu mencoba mengevaluasi segenap ilmu baik yang telah maupun yang belum diketahui. antropologi kefilsafatan. Sifat terbuka melakukan verifikasi menggambarkan adanya kemungkinan kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis. Sehingga sifat ilmu ekonomi memiliki penalaran ilmiah yang jelas.disalurkan ke otak. hipotesis. biologi kefilsafatan. sosiologi kefilsafatan. terbuka dan pragmatis. kerangka berpikir. Di dalam otak ditafsirkan dan tafsiran itu kemudian di salurkan ke syaraf otot agar timbul reaksi. Materi filsafat ilmu menjelaskan pengetahuan yang benar mengenai hakikat keilmuan. MELIPUT EPISTEMOLOGI SECARA LEBIH LUAS DAN DALAM Cabang filsafat terdiri atas: metafisika. Contoh: masa peralihan ilmu ekonomi. Verifikasi factual membuka diri terhadap kerangka pemikiran yang mendasari hipotesis. Sementara sifat pragmatis menggambarkan kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru yang prosesnya secara berulang berdasarkan cara berpikir kritis. Sifat obyektif menggambarkan kegiatan verifikasi empiris dan evaliasi dari pernyataan hipotesis terhadap kenyataan factual. yaitu agar mampu berpikir rasional dan berpikir logis serta empiris. Bagian dari filsafat tentang pengetahuan. epistemology. psikologi kefilsafatan. kosmologi. Selain itu.

yaitu: apa yang harus dikatakan ilmuwan mungkin penting bagi filsuf. Proses belajar bersifat hapalan dan tidak bertujuan untuk penguasaan ilmu sebagai alat berpikir analisis. Metode Metafisika. Selain itu. Onto logi.Berfilsafat merupakan proses koreksi diri dengan berani berterus terang mengakui seberapa jauh telah menjangkau kebenaran yang dicari. Orientasi peserta didik cenderung menganggap ilmu sebagai produk yang berupa teori. Hal tersebut dalam kerangka memperoleh kenjelasan dan pernyataan kebenaran yang paling umum. POSISI FILSAFAT ILMU FILSAFAT CABANG FILS: Logika. Pendidikan keilmuan pun tampak bersifat pengembangan intelektual semata yang kurang mendorong perubahan sikap. Namun. Proses) TEKNOLOGI 67 Bagaimanakah Implikasi Cabang Filsafat pada Pendidikan dan Sistem Pendidikan Berdasarkan Pancasila? Filsafat melakukan perenungan secara analitis dan sintesis untuk menyusun suatu bagan konsepsional dan sitematik mengenai makna dunia. diilustrasikan secara visual/gambar sebagai berikut. Bangunan. Untuk memudahkan. keterampilan dan kepribadian ilmiawan. filsafat dalam sisdiknas kiranya kurang dikaitkan dengan eksistensi pembelajaran. Kosmologi EPISTEMOLOGI: Epistemologi Biologi Fils Psikologi Fils Antropologi Fils Etika Estetika Fils Agama Metode/Sumber Makna Kebenaran Aksiologi Metafisika ILMU (Kerangka. merupakan sikap rendah hati dengan mengakui bahwa tidak akan semua diketahui mengenai alam semesta yang tak terbatas ini. Hubungan antara filsafat dan ilmu menunjukkan simbiosis mutualistis. Tapi tidak dapat dilakukan filsuf untuk mencoba memberitahu ilmuwan mengenai apa yang harus ditemukannya. Filsafat harus memperhatikan hasil ilmu sedang ilmu dalam penyeledikan alam harus mengetahui anggapan/pandangan filsafat mengenai alam. Sehingga 13 .

mencakup semua pengalaman seseorang dalam berhubungan dengan orang/ media lain. Filsafat membantu mengorganisir pemilihan filsafat pendidikan dari berbagai sumbernya. Gambaran pendidikan menggunakan konsep yang dihasilkan oleh cabang filsafat dan saling hubungan keduanya sebagai berikut. metode dan pengalaman belajar untuk menumbuh-kembangkan peserta didik. Untuk profesi guru/pendidik. terutama mengenai dan jenis-jenisnya pengetahuan dan ilmu serta metode ilmiah Logika menghasilkan ukuran benar Prosedur berpikir dalam mengutarakan dan tepat dalam keterkaitan gagasan gagasan yang benar dan tepat Aksiologi (etika) menghasilkan pan. pandangan filsafat terhadap filsafat pedidikan sebagai sumber renungan filsafat pendidikan bagi pendidik/guru. wawasan pengalamannya tampak dijadikan dasar pengembangan pengajaran di sekolah. Yaitu: (a) filsafat mengajukan pertanyaan filosofis terhadap realita dan pengalaman/praktek pendidikan. (c) segala hal yang dilakukan guru di kelas. sekolah. Sehingga pengalaman tersebut diorganisasikan sedemikian rupa. Gambar: Saling Hubungan Filsafat-Pendidikan CABANG FILSAFAT PENDIDIKAN Metafisika mengasilkan pandangan Pendirian dalam memilih pendangan tentang kenyataan yang benar tentang kenyataan yang benar Epistemologi menghasilkan Bahan pertimbangan untuk penyusunan prosedur memperoleh pengetahuan kurikulum. Bila ia memperoleh pengalaman yang tidak menyenangkan. afektif dan psikomotorik. Filsafat hidup yang dipercayai guru/pendidik memiliki dampak penting terhadap penetapan pilihan filsafat pendidikan yang akan dianutnya. Sumber untuk kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) sangat banyak. guru yang diperolehnya dan lingkungan sosio-kultural yang merasa memberi penghargaan kepadanya.Bahan pertimbangan untuk menentukan dangan mengenai nilai kehidupan tujuan pendidikan NO 1 2 3 4 IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA GURU DAN LEMBAGA PENDIDIKANNYA Unuk menjadi pendidik (termasuk menjadi guru) akan memiliki filsafat hidup (disadari atau tidak) dan filsafat pendidikan. maka ia akan mengubah kondisi pengajaran/sekolah ke arah yang lebih baik. (b) filsafat secara spekulatif menetapkan hakikat dunia dan makna hidup untuk dijadikan landasan konseptual tentang penyusunan tujuan. menjadi suatu keyakinan (kemandirian) dan wawasan. Kedua filsafat (filsafat hidup dan filsafat pendidikan) yang diyakini guru/ pendidik akan mendasari (base line) segala hal yang berhubungan dengan: (a) produk sikap dan pemikirannya. Karena itu. IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA PENDIDIKAN Antara filsafat dan pendidikan memiliki hubungan problematika yang ada pada kedua disiplin tersebut. 14 . (b) perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk pengalaman seseorang pada lingkungan keluarga. Bahkan kurang mendorong proses berpikir nalar. Bila ia memperoleh pengalaman di sekolahnya menyenangkan.dipandang kurang menunjukkan keseimbangan dalam proses berpikir ilmiah antara aspek kognitif. maka ia akan membangun kondisi pengajaran/sekolah yang menyenangkan juga. bahkan substansi pengarahan kepada orang lain (siswa).

terutama agar guru memiliki kepercayaan diri. Artinya. disiplin ilmu. S. 15 . S. Guru yang wawasannya luas. kemudian diturunkan menjadi Teori Pendidikan. Dari Filsafat Pendidikan. Filsafat Pendidikan dirumuskan berdasarkan pada (dijabarkan) Filsafat Negara. di samping terdapat “kaki” (tambahan) penopang lainnya. Filsafat Pendidikan merupakan pedoman dan arah berpikir bagi para penyelenggara pendidikan untuk mewujudkan hasil pendidikan yang dicita-citakan. Filsafat Negara dengan Per-Undangannya mampu menurunkan Filsafat Pendidikan Nasional. Sehingga muncul Teori Pendidikan versi Indonesia yang melahirkan praktek (pedoman) pendidikan. ialah kewibawaan dan kedua. Namun. maka keduanya perlu diberikan dengan baik di lembaga pendidikan tenaga kependidikan kita. Paling dominan penopang profesi guru ialah “dua kaki”. goals are destroyed. maka suatu kemutlakan praktek penyelenggaraan pendidikan di Indonesia harus di dasarkan atas Filsafat Pendidikan versi negaranya. bila dunia pendidikan ingin dibangun secara lebih sempurna yaitu agar Anak Indonesia memiliki keutuhan dan kemartabatan sebagai warga negara yang dicita-citakan. Bila praktek pendidikan terlepas dari filsafat pendidikan yang mendasarinya akan menuai bahaya. Rangkaian elaborasi yang ditempuh seharusnya mengikuti alur berikut. Unsur-unsur kewibawaan guru meliputi wawasan. Karena itu.Menurut Arbi.Z. Kondisi pendidikan tanpa memperhatikan Filsafat Pendidikan sebagai dasarnya. kewibawaan”.” IMPLIKASI CABANG FILSAFAT PADA SISTEM PENDIDIKAN BERDASARKAN PANCASILA Filsafat merupakan dasar perilaku suatu bangsa yang direfleksikan dalam perilaku warga negaranya. dan sebagainya. (1988): “sekiranya penting filsafat pendidikan dan paedagogik untuk profesionalisme guru dapat disepakati. Menurut Arbi.. (1988): “Baik filsafat pendidikan maupun pedagogik dapat secara langsung menyumbang kepada unsur . komitmennya tinggi dan sangat bertanggung jawab. Sehingga tidak mengalami kondisi goals disappeared. ialah kompetensi. “Kaki” penopang pertama. Pentingnya kompetensi guru. organisasi. (biasanya) wibawanya sangat besar. komitmen dan tanggung jawab profesionalnya. memang masih dapat memproduksi tenaga pembangunan yang dibutuhkan. yaitu terjadi penyalahgunaan pendidikan untuk kepentingan yang tidak sejalan dengan cita-cita negara.. Filsafat Pendidikan akan menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan bagi bangsa itu. Peningkatan kompetensi guru disumbang filsafat secara tidak langsung.Z. seperti: kode etik.

(1989). Jakarta. 16 . Tiara Wacana. Jakarta: Gramedia. Filsafat Ilmu dan Pendidikan. Filsafat Pendidikan Nonformal. (1984) Filsafat pendidikan: Pengantar mengenai Sistem dan Metode. The University of Chicago Nasoetion. Yogyakarta.S. H.MN. (Cetakan II) Pustaka Setia -------. Gramedia. O. Hamersma. Suriasumantri. Pintu Masuk ke Dunia Filsafat (Cetakan II). Yogyakarta. Tuntutan Profesionalisme Guru Dilihat dari Sudut Ilmu Pendidikan. Pascasarjana UPI. Gramedia Poespowardojo. (2004). Yasbit FIP. Sudarto (1995) Metodologi Penelitian Filsafat. (1984). TS (1970) The Structure of Scientific Revolution. Pustaka Sinar Harapan. (1988). (1996). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. (2006).LO. (1981) Filsafat Ilmu. Depdikbud. Bandung. S. Surabaya.DAFTAR PUSTAKA Arbi. Syam. Pengantar Filsafat (Alih Bahasa Soejono. --------. Jakarta: Raja Grasindo Persada. Kattsoff.(2006). (1992). Kuhn.). Jakarta: Ditjen Dikti. SZ.JS. KONASPI.(1981) Ilmu dalam Perspektif. Filsafat Pancasila: Sebuah Pendekatan Sosio-Budaya.I. Komar. Panduan Berpikir dan Meneliti secara Ilmiah bagi Remaja. Bandung. Jakarta. Jakarta. Pustaka Filsafat. Yogyakarta. PT. AH (1992). Bandung: (Cetakan I) Grafika. Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. Usaha Nasional. Barnadib.

jahat.SINERAI KATA (GLOSSARY) Metafisika Berasal dari kata meta dan fisika yang artinya sesuatu yang berada dibelakang fisika. waktu dan gerak/ struktur alam. Aksiologi Teori tentang nilai. Etika Hakekat baik . Kosmologi Bagian dari metafisika yang membicarakan tentang ruang. 17 . Aposteori Pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman dan observasi. Estetika Hakekat nilai keindahan. Apriori Pengetahuan yang terbukti dengan sendiri. Epistemologi Membahas asal usul dan proses ilmu. Ontologi Bagian dari metafisika yang membahas tentang eksistensi/keberadaan/substansi/ esensi. Logika Metode penalaran yang tepat.