P. 1
Sistem Metabolisme

Sistem Metabolisme

|Views: 65|Likes:
Published by Jy Jhoe

More info:

Published by: Jy Jhoe on Jan 13, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang
Manusia memerlukan energi yang berasal dari lingkungannya untuk kehidupannya. Energy, didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja. Sumber energi tubuh adalah karbohidrat, lemak, protein (termasuk vitamin, mineral dan air). Agar dapat digunakan, sumber energi harus dirubah menjadi ATP (adenosin triphosphat) melalui bantuan katalisator berupa enzim. ATP merupakan komponen berenergi tinggi yang diperlukan untuk kontraksi otot dan melaksanakan fungsi sel yang lain. Perubahan sumber energi dilaksanakan melalui rantai metabolisme. Energi dalam tubuh dibutuhkan untuk : 1) kinerja (bio)-kimiawi, untuk mensintesis komponen sel yang diperlukan, menempertahankan dan mengubah sumber energi di dalam tubuh, 2) Kinerja mekanis, untuk kerja otot; 3) Transport work pumping of substances across membranes 4) Kinerja elektrokimia, untuk kerja saraf, otot, transpor aktif, pertukaran ion, membentuk perbedaan konsentrasi ion, dan transmisi impuls syaraf. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia,dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (aves) dan mamalia.

1

untuk kerja saraf. Energi dalam tubuh dibutuhkan untuk : 5) kinerja (bio)-kimiawi. protein (termasuk vitamin. otot. pertukaran ion. METABOLISME Manusia memerlukan energi yang berasal dari lingkungannya untuk kehidupannya. yaitu menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi. didefinisikan sebagai kapasitas untuk melakukan kerja. Energi digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate 2 . transpor aktif. Agar dapat digunakan. lemak dan protein) menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama. 2) Energi kinetik : adalah energi untuk bergerak. mineral dan air). 4) Energi kimia: adalah energi potential molekules yang dapat diukur dengan satuan Kalori (=Kal). ATP merupakan komponen berenergi tinggi yang diperlukan untuk kontraksi otot dan melaksanakan fungsi sel yang lain. Mekanisme umum perubahan zat gizi (karbohidrat. Energy. untuk mensintesis komponen sel yang diperlukan. sehingga sisa energi ini akan dirubah dalam bentuk panas. membentuk perbedaan konsentrasi ion. 7) Transport work pumping of substances across membranes 8) Kinerja elektrokimia. Energi dapat dijumpai dalam beberapa macam. menempertahankan dan mengubah sumber energi di dalam tubuh. Sumber energi tubuh adalah karbohidrat.BAB II PEMBAHASAN B. Perubahan sumber energi dilaksanakan melalui rantai metabolisme. 6) Kinerja mekanis. 3) Energi termal : berupa panas (berasal dari transfer energi ke ATP). sumber energi harus dirubah menjadi ATP (adenosin triphosphat) melalui bantuan katalisator berupa enzim. lemak. untuk kerja otot. dan transmisi impuls syaraf. Beberapa reaksi kimia yang memerlukan energi ATP hanya menggunakan beberapa ratus kalori dari 8 kkal yang tersedia untuk kerja. antara lain : 1) Energi potensial : adalah kapasitas melakukan kerja.

terdapat dua macam metabolisme. terjadi di mitokondria. dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP. 3 .5 kkal/mol pada suhu tubuh) terutama di otot. Enzim-enzim oksidatif yang mengkatalis perubahan Adenosine Diphospate (ADP) menjadi ATP dengan serangkaian reaksi menyebabkan energi yang dikeluarkan dari pengikatan hidrogen dengan oksigen digunakan untuk mengaktifkan ATPase dan mengendalikan reaksi untuk membentuk ATP dalam jumlah besar dari ADP. Bila ATP di urai secara kimia sehingga menjadi ADP akan menghasilkan energi sebesar 8 kkal/mol. Selanjutnya. CP dapat memindahkan energi dengan saling bertukar dengan ATP. Anaerob (tanpa oksigen). ATP adalah suatu nukleotida yang terdiri dari basa nitrogen adenin. hanya untuk karbohidrat. ATP bukan zat yang terbanyak disimpan sebagai ikatan phospate berenergi tinggi dalam sel. Aerob (dengan oksigen). terjadi di sitosol. ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel. lemak. yaitu: 1. Efek ini berguna untuk mempertahankan konsentrasi ATP hampir pada tingkat puncak selama CP tetap di dalam sel. 2. dan cukup untuk berlangsungnya hampir semua langkah reaksi kimia dalam tubuh. Dua rantai fosfat yang terakhir dihubungkan dengan bagian sisa molekul oleh ikatan fosfat berenergi tinggi yang sangat labil sehingga dapat dipecah seketika bila dibutuhkan energi untuk meningkatkan reaksi sel. ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel.(ATP). karbohidrat. Karena itu. dan protein. melainkan Creatine Phospate (CP) yang mengandung ikatan phospate berenergi tinggi lebih banyak (9. ATP ↔ ADP (adenosine diphosphate) + P + Energy ADP ↔ AMP (adenosine monophosphate) + P + Energy ADP + CP + ENERGY (Input) → ATP + H2O Hidrolisis ATP Dalam produksi energi. gula pentosa ribosa dan tiga rantai fosfat. CP merupakan senyawa ―bufer/penyangga‖ ATP.

Oleh karena itu.Setiap mol glukosa dalam proses anaerob yang terjadi di sitoplasma/sitosol menghasilkan 2 ATP.  panan energi kinetik untuk pergerakan molekul-molekul. tergantung pada jumlah energi yang diperlukan oleh setiap sel. sehingga total produksinya sebanyak 38 ATP (304 kkal/mol). yaitu energi mekanik dan energi panas. Jumlahnya dalam setiap sel berbeda (dari puluhan sampai ribuan). Energi yang dihasilkan membentuk ATP. dan mitokondria mengadakan replikasi sendiri sampai tercapai jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan energi sel. Adapun. 4 . bahan makanan secara kimia bereaksi dengan oksigen dibawah pengaruh berbagai enzim yang mengawasi kecepatan reaksi dan menyalurkan energi yang dikeluarkan dalam arah yang tepat. kecuali di otot yang digunakan untuk melakukan beberapa bentuk kerja di luar tubuh. energi digunakan untuk memberi tenaga pada fungsi-fungsi sel. Hasil dari proses metabolisme yang terjadi di otot. sehingga energi yang tersisa dirubah dalam bentuk panas. karena menyaring energi dari zat gizi dan oksigen dan selanjutnya menyediakan sebagian besar energi (95%) yang diperlukan agar sel dapat melakukan fungsinya. C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H20 + ENERGY Sebagian besar energi yang dirubah menjadi panas digunakan untuk :    membentuk panas inti di dalam tubuh. Mitokondria dinamakan ―pusat energi‖ bagi sel. Pada saat darah mengalir melalui pembuluh darah kapiler. ATP dinamakan sebagai bentuk energi sel karena dapat disimpan dan dibentuk kembali. sedangkan pada proses aerob yang terjadi di mitokondria menghasilkan 36 ATP. Proses dari pengubahan makanan dan air menjadi bentuk energi. merenggangkan sistem arteri sehingga menyebabkan reservoar energi potensial. berupa kumpulan proses kimia yang mengubah bahan makanan menjadi dua bentuk. Di dalam sel. gesekan dari lapisan darah yang mengalir satu sama lain terhadap dinding pembuluh mengubah energi ini menjadi panas. Tiap mol glukosa dapat memberikan energi sebesar 686 kkal. menyiapkan suhu optimal untuk kerja enzim. yang kemudian ditransfer keluar mitokondria menuju semua bagian sitoplasma dan nukleoplasma. Sedangkan untuk setiap mol lemak menghasilkan 2340 kkal (3.5 kali dibanding glukosa) atau sebanyak 146 ATP.

6) metabolism Galaktose. mem-butuhkan energi. dan (2) Exergonic – energi panas dikeluarkan dari dalam tubuh. Enzim – merupakan molekul katalitik (biological catalysts). dan merupakan reaksi endergonic 2) Degradative atau KATABOLISME – memecah molekul besar menjadi mulekul yang lebih kecil. dan respirasi aerobik. 8) Glyoxylate pathway. b) Metabolisme Karbohidrat 1) Metabolisme karbohidrat meliputi : 2) Glikolisis 3) Glukoneogenesis. dan 9) siklus asam sitrat c) Metabolisme Lemak Reaksi metabolisme lemak meliputi : 1) Lipolisis (hormone sensitive lipase).Berdasarkan hukum termodinamik I – Jumlah energi selalu tetap. yaitu : 1) Biosynthetic atau ANABOLISME – sintesis molekul menjadi molekul yang lebih besar. tetapi dapat dirubah bentuk. menghasilkan energi. Perubahan bentuk (konversi) energi umumnya bersifat reversibel. 5 . Berdasarkan reaksi metabolisme ini dikelompokkan dalam 2 jenis.. tersusun dari protein dan beberapa dari RNA. Berdasarkan energi panas yang dihasilkan energi dapat dikelompokkan dalam (1) Endergonic – energi panas berada di dalam tubuh. 4) Glikogenolisis 5) Glicogen synthesis. Fungsi enzim semakin meningkat ketika lingkungan sel berada dalam temperatur. tidak dapat dibuat atau dihilangkan. 7) metabolism fruktose and manose. yang berfungsi mempercepat reaksi bikimiawi. merupakan reaksi eksergonik. pH dan salinitas yang sesuai dengan kerja masing-masing enzim. 2) Carnitine shuttle (fatty acid uptake) 3) Mitochondrial β-oxidation. a) Jalur Reaksi Metabolisme Sebagian besar jalur reaki metabolisme terjadi secara reversibel.

Tingkat metabolisme mengacu pada metabolisme energi setiap waktu per unit. musim. organisme yang diukur dimasukkan dalam kalorimeter. aktivitas. d) Metabolisme Energi Metabolisme energi adalah suatu ukuran dari intensitas dari hidup. cara ini hanya akurat digunakan untuk digunakan bila tidak terjadi perubahan komposisi tubuh hewan. metode ini sungguh akurat dalam memberikan informasi tentang bahan bakar yang digunakan. fisiologi keseluruhannya sedang bekerja lebih cepat. 7) Fatty acid elongation and desaturation. ukuran tubuh dan temperature lingkungan. 10) Synthesis and utilization of ketone bodies. suatu statistik ringkasan dari tingkat energi gunakan. 2) menghitung jumlah oksigen yang digunakan oleh organisme untuk proses oksidasi dan jumlah konsumsi oksigen. 9) Phospholipids biosynthesis. Tiga macam metode untuk mengukur metabolisme adalah : menghitung selisih antara nilai energi dari semua makanan yang masuk kedalam tubuh hewan dan semua ekskresi terutama urin dan feses.4) Peroxisomal β-oxidation 5) Glycerol catabolism. 6) Fatty acid synthesis. makanan dalam usus. jarang sekali ikan berada dalam 6 . Laju metabolisme baku (standard metabolic rate) merupakan laju metabolisme hewan manakala hewan tersebut sedang istirahat dan tidak ada makanan dalam ususnya. cara ini paling banyak digunakan dan mudah dilaksanakan tetapi tentu saja tidak bias digunakan untuk organisme anaerob sebab meskipun konsumsi oksigen nol bukan berarti tidak terdapat metabolisme dalam tubuh organisme tersebut Laju metabolisme dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk umur. 1) menghitung produksi panas total pada organisme. Ketika pengukuran laju metabolisme tengah dilakukan. status reproduksi. 8) Triacylglyceride synthesis. jenis kelamin. stress fisiologis. Dengan begitu jika satu binatang mempunyai suatu tingkat relatif tinggi yang berkenaan dengan metabolisme. 11) Sphingolipid and ceramide synthesis (lihat teksbook biokimia).

4) Kortisol. Hormon yang ikut meregulasi metabolisme adalah hormon tiroid. glukagon. 5) Growth hormone. Pada kondisi BMR. liver. melalui mengurangan produksi ATP 2) Epinephrine. dan 2) sintesis ATP 3) Siklus ATP dan pembentukan ATP e) Kecepatan Metabolisme Kecepatan metabolisme adalah jumlah energi total yang dibutuhkan per unit waktu. yang disebut dengan efek kalorigenik. Ini menyebabkan hasil pengukurannya biasanya lebih tinggi dari laju metabolisme manakala ikan benar-benar diam (Yuwono. 7 . Proses metabolisme juga dikontrol oleh hormon-hormon. dan hormon pertumbuhan. menurunkan penyerapan glukose pada sel otot dan sel lemak. ginjal dan otak. dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan produksi panas pada sebagian besar jaringan tubuh. epinephrine. Epinephrine menstimulasi katabolisme glikogen dan triasilgliserol. 3) Glukagon. BMR adalah kecepatan metabolisme dalam keadaan standar (subjek dalam keadaan fisik dan dan mental istirahat tetapi tidak tidur dalam temperatur nyaman dan tidak makan selama 12 jam). merangsang pembongkaran simpanan glukosa hingga gula darh kembali normal (glikogenolisis). 2001) Reaksi metabolisme energi terjadi melalui : 1) Posporilasi Oksidative. 1) Hormon Tiroid. dan meningkatkan pemecahan triasilgliserol. menstimulasi pertumbuhan dan anabolisme protein. sehingga istilah laju metabolsme rutin sering dipakai untuk menunjukkan bahwa laju metabolisme diukur dalam keaadaan selama level aktifitas rutin. energi sebagian besar digunakan untuk mempertahankan kondisi vegetatif tubuh atau untuk aktivitas kelenjar.keaadaan diam. menghambat metabolisme lemak dan karbohidrat. dan meningkatkan penggunaan lemak (lipolisis). meningkatkan protein katabolisme. Pengukuran kecepatan metabolisme menggunakan Basal metabolic rate (BMR). dengan menstimulasi proses glukoneogenesis dan lipolisis. meningkatkan BMR dengan efek kalorigenik. jantung. kortisol.

ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. dengan menerima informasi dari berbagai bagian tubuh di kulit. Hipotalamus berfungsi sebagai termostat tubuh. 1984). yang merupakan pusat integrasi utama untuk memelihara keseimbangan energi dan suhu tubuh. Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi). a) Hipotalamus Hipotalamus adalah bagian yang sangat peka. dingin dan nyeri di perifer). tergantung pada suhu lingkungan. ikan. Suhu inti dipantau oleh termoreseptor sentral yang terletak di hipotalamus serta di susunan syaraf pusat dan organ abdomen (Sherwood. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (aves) dan mamalia. Namun. Hipotalamus mampu berespon terhadap perubahan suhu darah sekecil 0. pengaturan cairan tubuh. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). 1996). 1996). Penyesuaian dikoordinasi dengan sangat rumit dalam mekanisme penambahan dan pengurangan suhu sesuai dengan keperluan untuk mengorekasi setiap penyimpangan suhu inti dari nilai patokan normal. Regio posterior diaktifkan oleh suhu dingin dan kemudian memicu refleks yang 8 . Di hipotalamus diketahui terdapat 2 pusat pengaturan suhu.B. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme.01ºC (Sherwood. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan.dan reptilia. Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktasi. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. amphibia. Hipotalamus terus-menerus mendapat informasi mengenai suhu kulit dan suhu inti melalui reseptor khusus yang peka terhadap suhu yang disebut termoreseptor (reseptor hangat. THERMOREGULASI (Pengaturan Suhu Tubuh) Termoregulasi adalah proses fisiologis yang merupakan kegiatan integrasi dan koordinasi yang digunakan secara aktif untuk mempertahankan suhu inti tubuh melawan perubahan suhu dingin atau hangat (Myers. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata. Reseptor suhu sangat aktif selama perubahan temperatur. yaitu di regio posterior dan anteror. Sensasi suhu primer diadaptasi dengan sangat cepat.

Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan.memperantarai produksi panas dan konservasi panas. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan. apabila suhu tubuh meningkat 9 . didalam pengaturan suhu tubuh mamalia terdapat dua jenis sensor pengatur suhu. regio anterior yang diaktifkan oleh rasa hangat. dimana isyarat. tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. yautu sensor panas dan sensor dingin yang berbeda tempat pada jaringan sekeliling (penerima di luar) dan jaringan inti (penerima di dalam) dari tubuh. Sedang. Mausia menggunakan baju merupakan salah satu perilaku unik dalam termoregulasi Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. berkeringat yang menyejukkan badan. isyarat yang diterima langsung dikirimkan ke sistem saraf pusat dan kemudian dikirim ke syaraf motorik yang mengatur pengeluaran panas dan produksi panas untuk dilanjutkan ke jantung. diperlukan regulasi suhu tubuh. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas. hypothalamus. b) Termoregulasi pada Manusia Termoregulasi manusia berpusat pada hypothalamus anterior terdapat tiga komponen pengatur atau penyusun sistem pengaturan panas. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. paru-paru dan seluruh tubuh. yang disebut titik tetap (set point). dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada 37°C. diterima kembali oleh sensor panas dan sensor dingin melalui peredaran darah. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu. dan saraf eferen serta termoregulasi dapat menjaga suhu tubuhnya. pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya Mekanisme pengaturan suhu tubuh merupakan penggabungan fungsi dari organ-organ tubuh yang saling berhubungan. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi. memicu refleks yang memperantarai pengurangan panas. Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. yaitu termoreseptor. Setelah itu terjadi umpan balik.Dari kedua jenis sensor ini.

c) Organ Pengatur Suhu Tubuh Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus. kulit kita juga tampak kemerahan (flushing). selain berkeringat. Termostat hipotalamus bekerja berdasarkan asupan dari ujung saraf dan suhu darah yang beredar di tubuh. Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak. Pembuluh darah melebar. Hipotalamus bertugas mempertahankan suhu tubuh agar senantiasa konstan.lebih dari titik tetap. Pusat pengaturan suhu tubuh itu mematok suhu badan kita di satu titik yang disebut set point. hipotalamus tentu saja harus menurunkan suhu tubuh untuk mencegah heatstroke. Karena itu. Caranya dengan mengerutkan pembuluh darah. pernapasan pun menjadi lebih cepat. Manusia memiliki pusat pengaturan suhu tubuh (termostat). Tubuh kita dilengkapi berbagai sistem pengaturan canggih. pada saat kepanasan. badan menggigil dan tampak pucat. Di udara dingin hipotalamus akan membuat program agar tubuh tidak kedinginan. Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas Mekanisme pengaturan suhu Kulit --> Reseptor ferifer --> hipotalamus (posterior dan anterior) --> Preoptika hypotalamus --> Nervus eferent --> kehilangan/pembentukan panas 10 . Sedangkan di udara panas. di mana pun manusia berada. Caranya dengan mengeluarkan panas melalui penguapan. Itu sebabnya. dengan menaikkan set point alias menaikkan suhu tubuh. suhu tubuh harus selalu diupayakan stabil. hipotalamus akan terangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada titik tetap. sehingga manusia disebut sebagai makhluk yang mampu beradaptasi. berkisar pada suhu 37°C. di kutub atau di padang pasir. terletak di bagian otak yang disebut dengan hipotalamus. termasuk pengaturan suhu tubuh..

Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya. Jantung dan sistem sirkulasi 10% dan pada otot yang istirahat 20-25%. sangat terkait dengan laju metabolisme. dll). Liver dan organ dalam abdominal menghasilkan 50% BMR. Hormone pertumbuhan Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Sedang. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. 3. produksi panas tubuh juga meningkat. Umumnya. rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme. Produksi panas pada basal metabolic rate (rata-rata BMR pada dewasa muda adalah 75-110W) dan kerja fisik (otot). Rangsangan saraf simpatis Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. temperatur tubuh dapat meningkatkan BMR 10-15% (Ganong. otak dan susunan saraf pusat 15-20%. Efek aktivitas otot pada BMR (Basal Metabolisme Rate) pria dewasa       Istirahat : BMR 75—110W Peningkatan tonus otot : BMR 150—200W Menggigil : BMR 200—500W Bekerja agak keras : BMR 400W Bekerja keras : BMR 600—800W Olahraga berat dalam waktu pendek atau mencapai: BMR > 2 000W 2. Produksi panas dapat meningkat dan menurun. 11 .d) Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh 1. 1997. rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Disamping itu. Akibatnya. Kecepatan metabolisme basal Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. bahkan dapat meningkat sampai 15-20 kali BMR melalui aktivitas saraf autonomik atau muskular.

Pengaturan termostat tubuh akan menimbulkan sensasi dingin di seluruh tubuh. yang diaktivasi oleh hipotalamus. demam disebabkan oleh infeksi dan stres. Demam ( peradangan ) dah hipertermia Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C. Suhu tubuh selalu diusahakan untuk dipertahankan. yang disebut endogenous pyrogen (EP). Peningkatan produksi panas tubuh akan mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen.4. Pada umumnya. maka demam akan berhenti dan tubuh akan merasa hangat kembali. Demam adalah peningkatan suhu tubuh karena pengaturan ulang termostat di hipotalamus. Jika rekaman dalam termostat dihentikan. Termostat dapat dihentikan oleh biochemical messengers. respon tubuh terhadap hipertermi seperti demam dan terjadinya peningkatan aliran darah ke otak dapat mengakibatkan peningkatan tekanan intra-kranial (TIK). 12 . 5. yang kadang akan menunjukkan kedinginan dan menggigil. akibat terjadinya peningkatan konsumsi oksigen pada organ lain tentunya akan menyebabkan iskemik yang meluas. Untuk itu. 6.6°C di atas suhu basal.3 – 0. Hormone kelamin Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 1015% kecepatan normal. menyebabkan peningkatan produksi panas. fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0. Hormone tiroid Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal. produksi karbon dioksida dan peningkatan curah jantung. Stimulasi peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh infeksi dan olahraga. Pada perempuan. perlu sekali dilakukan kontrol terhadap peningkatan suhu untuk menghindari peningkatan tekanan intra kranial dan perluasan area iskemik. Peningkatan tekanan intra-kranial sering menyebabkan kematian. yang terdiri dari interleukin (IL-1 dan IL-6) yang dikeluarkan dari makrofag. Menurut Molton (2005). Jika terjadi peningkatan suhu tubuh maka konsumsi oksigen ke otak akan menurun.

Menurut Steiner. penurunan temperature otak dapat dilakukan dengan menurunkan suhu kulit atau suhu sentral/inti. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme.5-6. seizures. serangan panas (heat stroke) akan menyebabkan rusaknya sistem regulasi panas di otak. individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik. sehingga akan menurunkan CO jantung. variasi temperature sangat erat kaitannya dengan injuri neuronal meliputi penurunan pengeluaran glutamate. dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain. Meskipun target dan lamanya pendinginan masih diperdebatkan tetapi terapi hipotermi sangat mudah dilakukan dan aman. serta penekanan mekanisme inflamasi. 7. Heat Exhaustion dan Heat Stroke Panas yang hebat (Heat Exhaustion) dapat menyebabkan kolaps karena hipotensi. Status gizi Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%. selimut pendingin dan matras pendingin.Manfaat menurunkan suhu inti untuk menghindari kerusakan yang luas dan komplikasi pada otak. yang mengakibatkan semakin meningkatnya suhu tubuh. Menurut Dr. Selain itu. Dengan demikian. Sedang. depolarisasi iskemik. orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). sehingga suhu tubuh menjadi semakin panas. akibat a) penurunan volume plasma darah akibat semakin besarnya volume pengeluaran keringat. Serangan ini diakibatkan oleh overesktensi panas lingkungan. Ginsberg. Berdasarkan hasil penelitian. 13 .5 jam untuk menurunkan suhu inti sampai 32ºC. Metode ini dapat dilakukan selama 3. penurunan suhu dapat meningkatkan kadar glutamate dan menghindari perluasan iskemik dengan adanya hidroksil radikal. dan b) dilatasi berlebih pada pembuluh darah kulit sehingga menurunkan resistensi perifer. terjaganya aliran darah ke otak dan sitoskeleton. meningkatnya metabolisme tubuh dan produksi panas yang terus berlangsung. Hal ini akan mengakibatkan umpan balik positif. Keadaan ini akan menunjukkan gejala kolaps. delirium. dan aktifitas kinase. mekanisme radikal bebas. Penurunan suhu permukaan atau suhu kulit dapat dilakukan dengan memberikan alkohol (+air). tidak sadar.

0 °C. Aktivitas Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme.8. Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot. Lingkungan Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan. 9. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit. 14 . lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Dengan demikian. Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien. Gangguan organ Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus. kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh. 10. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38. mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu. dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Begitu juga sebaliknya.3 – 40. artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin.

.BAB III PENUTUP mungkin hanya ini yang dapat kami sampaikan dalam makalah kami.ahir kata wassalamualaikom wr wb…… 15 .kami menyadari makalah ini masih begitu banyak kekuranga..kritik dan saran siap kami terima dari bapak dan temant-teman semua..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->