Makalah Hidrologi dan Hidrogeologi TATA GUNA LAHAN DAN BANJIR

Disusun oleh : GAZZA AIDHIL RIDZKY (21080112140031) TABITA FANI (21080112130034) EKA PUTRA ADITIA GINA FITA PRILILA ZUHDA NUR P (21080112130056) (21080112110057) (21080112130060)

LARASATI GUMILANG (21080112140039) NURUL FAJRI R FENISA VIFALY ANIS ULFA WIDYA A M.IRSYAD R (21080112130042) (21080112130046) (21080112130047) (21080112130054)

DIKEN YUS DAMARA (21080112130067) AZKA AZIZAH ADITYA RAHMAT MAREZTA OSZESA (21080112130068) (21080112130069) (21080112130071)

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2013

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami ucapakan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas tuntunan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai tugas dari mata kuliah Hidrologi dan Hidrogeologi. Dalam makalah ini kami membahas tentang Tata Guna Lahan dan Banjir. Pokok pembahasannya akan dibahas lebih lanjut dalam makalah ini. Kami menyusun makalah ini dengan urut dan rinci sehingga mempermudah dalam pemahaman materi, dan memiliki ketertarikan untuk mempelajari materi ini lebih lanjut. Sungguh merupakan suatu kebanggaan apabila makalah ini bermanfaat dan terpakai sesuai fungsinya, dan pembaca dapat mengerti dengan jelas apa yang dibahas dalam makalah ini. Segala kritikan dan saran yang membangun, sungguh sangat diharapkan demi memperbaiki pembuatan makalah di kemudian hari.

Semarang, Desember 2013

Penyusun

Sehingga Tata Guna lahan ini sangat erat hubungannya dengan fenomena banjir yang sering menghantui kota-kota metropolitan seperti Jakarta.Tanah yang tadinya berisi pohon-pohon kini terganti dengan bangunan-bangunan kokoh seperti gedung dan rumah.Dengan berubahnya Tata guna Lahan bukan tidak mungkin Lahan dikembalikan fungsinya seperti dulu yaitu menangkap air.Dengan banyaknya perubahan tersebut tentu saja mempengaruhi keadaan drainase atau daerah resapan airnya. Mengetahui Perubahan Kecenderungan Debit Banjir . Mengetahui perubahan Tata Guna Lahan 3.Semakin baik tata lahan suatu pemukiman maka akan semakin baik juga kesehatan .1 Latar Belakang Tata guna lahan sangat erat hubungannya dengan permukiman. ekonomi. Mengetahui Penetapan Sistem Drainase 5.maupun pemukiman lainnya. Yaitu dengan cara menyisakan satu atau lebih lahan yang akan digunakan sebagai lahan terbuka hijau yang memiliki multi-fungsi selain daerah resapan air.2 Tujuan 1.efisiensi lahan dan drainasenya. Dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai hal –hal yag berhubungan dengan drainase .Perkembangan yang pesat juga menjadi salah satu faktor berubahnya tata guna lahan suatu pemukiman. MengetahuiMacam-Macam Klasifikasi Drainase 4. Mengetahui pengertian Tata Guna Lahan 2. Era Globalisasi mempengaruhi perubahan tata guna lahan suatu pemukiman.BAB I PENDAHULUAN 1.pasar .banjir dan semua yang berhubungan dengan efek dari perubahan tata guna lahan tersebut. 1.. Hal ini biasa disebut banjir. Semakin banyak bangunan diatas tanah maka semakin kecil daya tanah menyerap air dimana hal ini akan mengakibatkan meluapnya air hujan yang tidak tertampung di tanah yang dikarenakan drainase sudah tidak mampu lagi menampung banyaknya air hujan tersebut. Baik itu pemukiman warga.

Dapat menjelaskan Pengertian Tata Guna Lahan 2. Dapat menjelaskan Cara Penetapan system drainase 5. Dapat menjelaskan Perubahan Tata Guna Lahan 3. Dapat menjelaskan Macam.3 Manfaat 1.macam klasifikasi Drainase 4.1. Dapat menjelaskan Perubahan kecendrungan debit banjir .

dan populasi tumbuhan dan hewan serta hasil kegiatan manusia dari masa lampau sampai masa kini. Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung. . sehingga dari sini dibuatlah suatu rencana dalam penataan guna lahan. tanah. maksud dari perubahan guna lahan adalah alih fungsi atau mutasi lahan secara umum yang menyangkut tranformasi dalam pengalokasian sumber daya lahan dari satu penggunaan ke penggunaan lain (Tjahjati. gedung sekolah. misalnya fungsi pemukiman. perdagangan. pusat kesehatan. sejauh tandatanda tersebut memberikan pengaruh murad atas penggunaan lahan oleh manusia pada masa kini dan masa yang akan datang. dari biosfer. 1997). baik yang berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Pada pembuatan rencana ini maka harus ada suatu perubahan guna lahan. baik yang bersifat cukup mantap maupun yang dapat diramalkan bersifat mendaur. prasarana dan sarana lingkungan yang terstruktur (pasal 1 ayat 3). Satuan lingkungan permukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan penataan tanah dan ruang. industri dan lainnya.1. Tata Guna Lahan Lahan adalah suatu daerah permukaan di daratan bumi yang ciri cirinya mencakup segala tanda pengenal. kapasitas dan jadwal pembuatan jalan. Tata guna lahan adalah sebuah pemanfaatan lahan dan penataan lahan yang dilakukan sesuai dengan kondisi eksisting alam. atmosfer. Tata guna lahan (land use) merupakam suatu upaya dalam merencanakan penggunaan lahan dalam suatu kawasan yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsifungsi tertentu. Tata guna lahan berupa:  Kawasan permukiman Menurut Undang-Undang No 4 Tahun 1992 Pasal 3. geologi.BAB II ISI 2. saluran air bersih dan air limbah. hidrologi. taman dan pusat-pusat pelayanan serta fasilitas umum lainnya. dimana rencana tersebut merupakan kerangka kerja yang menetapkan keputusan-keputusan terkait tentang lokasi.

perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (pasal 1 ayat 2). . Pembangunan perumahan diyakini juga mampu mendorong lebih dari seratus macam kegiatan industri yang berkaitan dengan bidang perumahan dan permukiman  Kawasan perkebunan Perkebunan ini ditandai dengan dibudidayakannya jenis tanaman yang bisa menghasilkan materi dalam bentuk uang. Kawasan perumahan Menurut UU No. perumahan berada dan merupakan bagian dari permukiman. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 8-15% (landai).

Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 8-15% (landai).  Kawasan perdagangan . Namun dapat juga berupa hutan yang didominasi oleh berbagai jenis macam tumbuhan.  Kawasan ruang terbuka hijau Kawasan terbuka hijau ini dapat berupa taman yang hanya ditanami oleh tumbuhan yang rendah dan jenisnya sedikit. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 1525% ( agak curam ). Kawasan pertanian Kawasan pertanian ditandai oleh adanya jenis budidaya satu tanaman saja.

 Kawasan industri Kawasan industri ditandai dengan adanya proses produksi baik dalam jumlah kecil maupun dalam jumlah besar. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 0-8% ( datar ).Kawasan perdagangan ini biasanya ditandai dengan adanya bangunan pertokoan yang menjual berbagai macam barang. Kawasan ini sesuai pada tingkat kelerengan 8-15% ( hingga landai ).  Kawasan perairan .

Dapat tedadi bahwa pembangunan wilayah harus melibatkan perubahan keadaan lahan kini. artinya teknik apa yang sebaiknya diterapkan. Tataguna lahan membimbing pembangunan wilayah yang bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan manfaat lahan. 3. seperti budidaya ikan. Bagaimana perubahan diadakan untuk membatasi usikan pada lahan. pertambakan. Perlukan tindakan pengaman untuk melengkapi rencana kegiatan. dan sumber air bagi wilayah dan sekitarnya. Perubahan keadaan lahan dapat berkenaan dengan penggantian bentuk atau sistem penggunaan lahan. misalnya pertanian diubah menjadi permukiman. Pada sifat lahan mana perubahan diperlukan. atau pertanian pangan diganti dengan perkebunan. misalnya mengeringkan rawa untuk dijadikan kawasan industri.Kawasan perairan ini ditandai oleh adanya aktifitas perairan. Perubahan keadan lahan dapat pula berkenaan dengan reklamasi untuk membuat keadaan lahan sesuai dengan syarat penggunaan lahan yang direncanakan. . Tataguna lahan menjadi pedoman dalam pemutusan: 1. agar manfaat lahan yang meningkat disertai dengan keterlanjutan fungsi lahan. 4. 2. atau di tempat mana perubahan sebaiknya dikerjakan. irigasi. Seberapa banyak dan jauh perubahan keadaan lahan yang dapat dibenarkan.

Pada pembuatan rencana dibutuhkan suatu peta yang menjadi gambaran mengenai keadaan guna lahan existing sebelum pembangunan. Berdasarkan Undang-Undang no. sehingga dalam perencanaan sistem aliran air perlu dilakukan proyeksi tehadap tata guna lahan.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan yang diatur lebih lanjut pada Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang . Peta tata guna lahan menunjukkan pola serta intensitas penggunaan lahan. tata guna lahan merupakan suatu aspek penting yang akan dijadikan acuan sebagai kerangka rencana.2 Perubahan Tata Guna Lahan Dalam suatu pembangunan daerah. Perbedaan intensitas tata guna lahan mempengaruhi volume air hujan yang mengalir di permukaan yang kemudian masuk ke dalam badan sungai. Perubahan tata guna lahan ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap sistem aliran air.2. Lp = Luas tata guna lahan proyeksi La = Luas tata guna lahan awal ia = Persentase perubahan (%) n = lama tahun proyeksi Contoh Peta Tata Guna Lahan di Daerah Perkotaan Salah satu contoh perubahan tata guna lahan adalah di daerah DKI Jakarta. Proyeksi terhadap tata guna lahan dapat dihitung dengan persamaan : Lp=La(1+ia)n Dimana. Tata guna lahan akan mengalami perubahan dari tahun ke tahun mengikuti masterplan suatu wilayah.

Bekasi. . yaitu Kawasan perkotaan Jakarta dsk.Depok. serta menanggulangi banjir. Terjadinya perubahan penggunaan lahan di kawasan Bopunjur dan Jabodetabek diyakini memberikan dampak negatif serta turut berkontribusi penyebab terjadinya banjir di DKI Jakarta. pariwisata. Namun adanya pengaruh sedimentasi membuat aliran pada banjir kanal terhambat sementara debit banjir semakin besar. Tangerang. terdapat 3 Kawasan Andalan di sektar DKI Jakarta. Permasalahan banjir di DKI Jakarta adalah kondisi alam di Jakarta yaitu 40% daratan Jakarta berada di bawah garis permukaan laut. Sebagai tindak lanjut dari PP no 26 tahun 2008 tersebut.Seribu. menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. Sehingga direncanakan pembuatan pengelak banjir yaitu Banjir Kanal Timur. dengan sector unggulan industry. Kawasan Bopunjur dsk dan Kawasan andalan laut P. pada tahun 1918 Prof. Puncak dan Cianjur pada tanggal 12 Agustus 2008 telah diterbitkan Peraturan Presiden No.Wilayah Nasional (RTRWN). Dalam Perpres tersebut disebutkan bahwa salah satu tujuan dari penatan ruang di wilayah Jabodetabekpunjur adalah untuk mewujudkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan. Van Breen merencanakan pembangunan banjir kanal barat dengan periode ulang 50 tahunan guna mengalihkan luapan sungai Ciliwung sampai sungai Muara Angke.Perubahan tata guna lahan yang terjadi di daerah Jakarta dan Jawa Barat memberikan pegaruh besar terhadap debit banjir yang masuk ke sungai dan saluran yang ada dan berdampak pada fenomena banjir di Jakarta yang setiap tahun meningkat. untuk menjamin tetap berlangsungnya konservasi air dan tanah.H. 54 tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.Ir. Guna mengatasi masalah banjir di ibukota. dan perikanan. Namun saat ini Jakarta yang seharusnya menjadi wilayah penanggulangan banjir justru mengalami banjir. khususnya untuk wilayah DKI Jakarta dan kawasan Bogor.

Setelah peristiwa banjir besar yang melanda Jakarta pada tahun 2002. dkk . dari daerah pertanian dan lahan terbuka lainnya. dari badan jalan dan perkerasan permukaan lainnya.Perubahan tata guna lahan yang terjadi di daerah Jakarta dan Jawa Barat memberikan pengaruh yang besar terhadap debit banjir yang masuk ke Banjir Kanal Timur. pemerinttah DKI Jakarta melalui Departemen PU mereview desain BKT oleh Nedeco dengan memperhatikan kondisi alam serta tata guna lahan yang di proyeksikan.1998).3 Drainase Drainase adalah suatu sistem pembuangan air lebih (excess water) dan air limbah (waste water) yang berupa buangan air dari daerah perumahan dan pemukiman. Hal ini menyebabkan kapasitas desain dari BKT yang awalnya di desain berdasarkan Masterplan for Drainage and Flood Control of Jakarta oleh Nedecopada tahun 1973 dikaji ulang. serta berupa penyaluran kelebihan air. seperti air hujan. . dari daerah industri dan kegiatan usaha lainnya. air kotor atau air lebih lainnya yang mengalir keluar dari kawasan yang bersangkutan (Notodiharjo. 2.

yaitu 1. Berdasarkan Peruntukan. karakteristik hidrolik tanah. tanaman.  Mengeluarkan sejumlah debit air dari sistim.  Mengendalikan erosi tanah. dibagi menjadi 4 bagian yaitu: a) Drainase Lahan Pertanian. Pengaruh langsung ditentukan oleh kondisi hidrologi. Dalam pembuatan drainase ini sangat dipengaruhi oleh pengaruh langsung dan tak langsung.  Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir.Dengan adanya drainase ini maka muncullah kegunaan diantaranya yaitu:  Mengeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi air tanah. Pengaruh tak langsung ini dibagi ke dalam pengaruh berakibat positif dan negative diantaranya:  Pengaruh tak langsung dari pembuangan air Pengaruh positif: 1) Pencucian garam atau bahan-bahan berbahaya dari profil tanah 2) Pemanfaatan kembali air drainase Pengaruh negatif: 1) Kerusakan lingkungan di sebelah hilir karena tercemari oleh garam 2) Gangguan terhadap infrastruktur karena adanya saluransaluran  Pengaruh tak langsung dari penurunan muka air tanah . Sedangkan pengaruh tak langsung ditentukan oleh iklim. rancangan sistem drainase yakni:  Penurunan muka air tanah di atas atau di dalam tanah.  Menurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal. adalah suatu usaha membuang “kelebihan air” secara alamiah atau buatan dari permukaan tanah atau dari dalam tanah untuk menghindari pengaruh yang merugikan terhadap pertumbuhan tanaman. Menurut Kalsim (2002) klasifikasi drainase dibagi menjadi 3 diantaranya. tanah. kultur teknis dan aspek sosial dan lingkungan. kerusakan jalan dan bangunan yang ada.

2) Sistem drainase local: sistem drainase perkotaan yang menglayani kepentingan sebagiankecil warga masyarakat. Pada drainase ini terdapat semacam sistem penyedian jaringan drainase yang terdiri dari 4 macam. 4) Sistem gabungan: Sistem drainase yang mempunyai jaringan saluran pembuangan yang sama. 3) Sistem drainase terpisah: sistem drainase yang mempunyai jaringan saluran pembuangan terpisah untuk air permukaan atau limpasan. Halim Hasmar. kawasan industridan perdagangan. maka analisis kapasitas / debit hujan mempergunakan . pelabuhan udara.Pengaruh positif: 1) Mempertinggi aerasi tanah 2) Memperbaiki struktur tanah 3) Memperbaiki ketersediaan Nitrogen dalam tanah 4) Mempertinggi kapasitas tanah untuk menyimpan air 5) Menambah variasi tanaman yang dapat ditanam Pengaruh negatif: 1) Dekomposisi tanah gambut 2) Penurunan permukaan tanah 3) Oksidasi cat-clay b) Drainase Perkotaan merupakan sistem pengeringan dan pengaliran air dari wilayah perkotaan yang meliputi : pemukiman. kampus dan sekolah. telekomunikasi. yaitu 1) Sistem drainase utama: sistem drainase perkotaan yang menglayani kepentingan sebagian besar warga masyarakat kota. rumah sakit dan fasilitas umum.A.2002) c) Drainase Lapangan Terbang Merupakan sistem pembuangan air yang difokuskan pada drainase run way dan shoulder karena runway dan shoulder merupakan area yang sulit diresapi. (H. instalasi militer. lapangan olahraga. lapangan parkir. listrik. baik untuk air genangan atau air limpasan yang telah diolah.

(http://mechanarticle. diantaranya a) Drainase permukaan tanah (Surface Drainage).yaitu sistem drainase yang terbentuk secara alami dan tidak ada unsur campur tangan manusia. Oleh karena dalam drainase ini kemiringan keadaan melintang untuk run way harus lebih kecil 1. Oleh karena itu kemiringingannya harus lebih kecil atau sama dengan 0.furmola drainase muka tanah atau surface drainage. b) Drainase buatan (man-made drainage).5% serta kemiringan shoulder ditentukan antara 2. Sedangkan untuk Kemiringan kea rah memanjang ditentukan sebesar lebih kecil atau sama dengan 0.10 % (http://mechanarticle.com/2011/12/drainase. debit akibat hujan 3.50 % sampai 5 %. sehingga tidak boleh terjadi run of pada muka tanah (sub surface drainage). Berdasarkan sifat. dianataranya a) Drainase alami (natural drainage). yaitu sistem drainase yang dibentuk berdasarkan analisis ilmu drainase. .blogspot.html) 2.com/2011/12/drainase.html) d) Drainase Lapangan Olahraga Drainase lapangan olahraga adalah suatu sistem pembuangan air yang direncanakan berdasarkan infiltrasi atau resapan air hujan pada lapisan tanah.007. dimensi saluran. tidak boleh terjadi genangan dan tidak boleh tererosi. yaitu saluran drainase yang berada di atas permukaan tanah yang berfungsi mengalirkan air limpasan permukaan.blogspot. Berdasarkan sasaran pengendali.

khusunya di bagian hulu untuk meresapkan air /menahan air hujan semakin berkurang oleh berbagai sebab. sistem jaringan yang sudah ada e. letak titik pengeluaran.b) Drainase bawah permukaan (Sub. yang dikarenakan tuntutan artistik. Hal tersebut dapat memperburukmasalah banjir karena dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas banjir. danperubahan tata guna lahan lainnya. seperti penggundulan hutan. Kondisi hidrotopografinya c. Banjir merupakan suatu kondisi di mana tidak tertampungnya air dalam saluran pembuang (palung sungai) atau terhambatnya aliran air di dalam saluran pembuang. 2.4 Penetapan Sistem Drainase Pada sistem drainase terdapat suatu penetapan. yaitu: a.Surface Drainage). (http://bahan-referensi.html) 2. yaitu: a. taman. usaha pertanian yang kurang tepat. perluasan kota.yaitu saluran drainase yang bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan melalui media di bawah permukaan tanah (pipa-pipa). d. Pengaruh pasang surut b. Banjir yang disebabkan oleh tindakan manusia diantaranya. kondisi pelaksanaan dan pengoperasian Bila hal-hal tersebut tidak diperhatikan maka akan timbul ancaman yang akhirnya dapat mengakibatkan banjir.blogspot.5 Perubahan Kecenderungan Debit Banjir Perubahan kecenderungan debit banjir biasanya sering disebabkan oleh tindakan manusia dan disebabkan oleh sebab-sebab alami.sehingga meluap menggenangi daerah (dataran banjir) sekitarnya. Menurunnya fungsi DAS di bagian hulu sebagai daerah resapan Kemampuan DAS. dan lain-lain. tata guna lahan yang akan direncanakan f.com/2010/05/drainase. . dimana dalam penetapan ini ada beberapa yang perlu diperhatikan antara lain. tuntutan fungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya saluran di permukaan tanah seperti lapangan sepak bola. lapangan terbang.

yaitu: a. Kawasan kumuh Perumahan kumuh yang terdapat di sepanjang tepian sungai merupakan penghambat aliran.b. Perubahan tata guna lahan Perubahan tata guna lahan dikarenakan di DAS tidak ada yang menahan maka aliran air permukaan (run off) menjadi besar. e. yang akhirnya terjadi erosi yang berakibat sedimentasi masuk ke sungai sehingga daya tampung . sehingga luas penampang aliran sungai akan berkurang akibat pemanfaatan bantaran untuk pemukiman kumuh warga. lokasi sungai yang sangat mempengaruhi pada banjir. tetapi mungkin dapat menambah kerusakan selama banjirbanjir yang besar. fungsi dan kemiringan daerah pengaliran sungai (DPS). kedalaman. Erosi dan Sedimentasi Erosi dan sedimentasi sangat berpengaruh terhadap pengurangan kapasitas penampang sungai. Curah hujan Pada musim penghujan. potongan memanjang. c.Limpasan pada tanggul pada waktu terjadi banjir yang melebihi banjir rencana dapat menyebabkan keruntuhan tanggul. Perencanaan sistem pengendalian banjir tidak tepat Beberapa sistem pengendalian banjir memang dapat mengurangi kerusakan akibat banjir kecil sampai sedang. Hal ini diakibatkan dari perubahan tata guna lahan. d. Sebagai contoh bangunan tanggul sungai yang tinggi. c. Pengaruh Fisiografi Pengaruh fisiografi biasanya disebabkan karena bentuk.material dasar sungai). curah hujan yang tinggiakan mengakibatkan banjir di sungai dan bila melebihi tebing sungai maka akan timbul banjiratau genangan termasuk bobolnya tanggul. sehingga menimbulkan kerusakan dan akhirnya menjadi tidak berfungsidapat meningkatkan kuantitas banjir. hal ini menimbulkan kecepatan aliran air menjadi sangat besar yang melalui bobolnya tanggul sehingga menimbulkan banjir yang besar. b. Kerusakan bangunan pengendali banjir Pemeliharaan yang kurang memadai dari bangunan pengendali banjir. geometrik hidrolik (bentuk penampang seperti lebar. sehingga berakibat debit di sungai menjadi besar dan terjadi erosi lahan yang berakibat sedimentasi di sungai yang akhirnya kapasitas sungai menjadi turun Sedangkan yang disebabkan karena tindakan manusia diantaranya. kemiringan sungai.

Kapasitas Drainase Yang Tidak Memadai Kapasitas drainase yang tidak memadai ini dikarenakan perubahan tata guna lahan maupun berkurangnya tanaman/vegetasi serta tindakan manusia mengakibatkan pengurangan kapasitas saluran/sungai sesuai perencanaan yang dibuat. rumput) merupakan penahan laju erosi paling tinggi d.sungai berkurang. Penutup lahan vegetatif yang rapat (missal semak-semak. (Kodoatie. Sugiyanto. 2001) . Robert J. Menurunnya Kapasitas Sungai Pengurangan kapasitas aliran banjir pada sungai dapat disebabkan oleh pengendapan yang berasal dari erosi DPS dan erosi tanggul sungai yang berlebihan dan sedimentasi di sungai yang dikarenakan tidak adanyavegetasi penutup dan penggunaan lahan yang tidak tepat. e.

yaitu : 1. Pengaruh pasang surut b. letak titik pengeluaran.Rencana itu meliputi pengaliran air buangan baik air limbah maupun air hujan.Drainase Perkotaan c.Drainase Lapangan Olahraga 2. -Drainase bawah permukaan (Sub. dianataranya -Drainase alami (natural drainage) . sehingga dari sini dibuatlah suatu rencana dalam penataan guna lahan.Drainase Lapangan Terbang d. sistem jaringan yang sudah ada e. -Drainase buatan (man-made drainage 3. misalnya fungsi pemukiman.) Berdasarkan Peruntukan. Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam penetapan saluran drainase antara lain. kondisi pelaksanaan dan pengoperasian .BAB III KESIMPULAN - Tata guna lahan (land use) adalah suatu upaya dalam merencanakan penggunaan lahan dalam suatu kawasan yang meliputi pembagian wilayah untuk pengkhususan fungsi-fungsi tertentu. Kondisi hidrotopografinya c. dibagi menjadi 4 bagian yaitu : a.) Berdasarkan sasaran pengendali.Surface Drainage). tata guna lahan yang akan direncanakan f. yaitu: a. diantaranya -Drainase permukaan tanah (Surface Drainage).Drainase Lahan Pertanian b. perdagangan.) Berdasarkan sifat. industri dan lainnya. d. klasifikasi drainase dibagi menjadi 3 diantaranya.

- Perubahan kecenderungan debit banjir biasanya sering disebabkan oleh perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan bertambahnya nilai perkolasi tanpa adanya infiltrasi yang efisien. tindakan manusia dan disebabkan oleh sebab-sebab alami. Banjir yang disebabkan oleh tindakan manusia seperti perumahan kumuh. .penyumbatan drainase oleh sampah yang dibuang sembarangan dan lain sebagainya.

Skripsi.DAFTAR PUSTAKA Buchari. IPB Bogor.blogspot.blogspot. T. http://mechanarticle.04 WIB . Jakarta: Jurusan Teknik Sipil Universitas Tarumanegara. Jakarta: P. Said. Bunga Rampai Perencanaan Pembangunan di Indonesia. Notodiharjo. Jakarta Hasmar. Departemen Teknik Sipil.00 WIB. Universitas Indonesia. D.A.com/2010/01/tata-guna-lahan. Robert J. Yogyakarta: UII Pers. Semarang: Pustaka Pelajar. http://kasihdalamkata.MT. H.blogspot. 1997. dkk. 2002. diakses pada 29/11/2013 pukul 17.Rancangan Irigasi Gravitasi. diakses pada tanggal 5 Desember 2013 pukul 14. dkk. M. http://bahan-referensi. Kodoatie. Pengaruh Perubahan Tataguna Lahan Terhadap Kapasitas dan Desian Banjir Kanal Timur. Sugiyanto. Tjahjati. Drainasi Perkotaan.K.com/2011/12/drainase. Halim. 2002. diakses pada 30/11/2013 pukul 19. Gramedia Widiasarana. Departemen Teknik Pertanian.html. 2008.com/2010/05/drainase..html. Drainase Perkotaan. 1998. 2001. Kalsim. Soegijoko Budhy. Drainase dan Infrastruktur Bagian Teknik Tanah dan Air.html.00 WIB. Banjir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful