P. 1
AaaLaporan Pembuatan Metil Jingga

AaaLaporan Pembuatan Metil Jingga

|Views: 90|Likes:
Published by Nurul Fathatun
semoga bermanfaat
semoga bermanfaat

More info:

Published by: Nurul Fathatun on Jan 14, 2014
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2014

pdf

text

original

Laporan Pembuatan Metil Jingga Posted on April 11, 2013 by Tonimpadarizzar

Rate This

Tujuan : 1. Mengerti dan memahami prinsip reaksi dan proses subtitusi khususnya reaksi penyambungan dalam pembuatan zat warna azo 2. Mampu membuat senyawa metil jingga dalam skala laboratorium DASAR TEORI Senyawa azo merupakan senyawa yang dihasilkan dari reaksi antara garam diazonium dan senyawa turunan alkohol dengan menggunakan reaksi penyambungan dan menghasilkan turunan zat warna. Senyawa azo yang dibuat dalam percobaan ini adalah metil jingga yang digunakan sebagai indikator. Pada proses penyambungan ini terjadi reaksi subtitusi, dimana reaksinya adalah reaksi elektropilik aromatik subtitusi. Berikut struktur metil jingga Rekasi diazotisasi ( Reaksi pembentukan garam diazotonium ion ) Garam ini biasanya adalah senyawa intermediet dalam pembentukan senyawa ozo. Senyawa aromatik amina bila direaksikan dengan asam nitrit pada suhu 0-5 oC pada kondisi asam akan menghasilkan garam diazonim ion. Diazonium diatas adalah elektrofil lemah 9 miskin elektron ) yang hanya akan bereaksi baik dengan senyawa aromatik yang sangat reaktif seperti fenol dan amina. Pada kondisi asam, garam diazonium sangat mudah terhidrolisa menjadi senyawa nitrogen dan fenol. Sedangkan perlakuan garam diazonium ion dengan larutan potasium iodida akan menghasilkan arenediazonium iodida yang akan mengalami dekomposisi dengan sedikit pemanasan membentuk senyawa aromatik iodida dan nitrogen. ALAT DAN BAHAN Alat Gelas kimia 250 mL dan 600 mL Beaker plaastik 2000 mL

N dimetil anilin Asam asetat glasial Batang pengaduk Hot plate Magnetic stirrer Labu hisap Botol semprot Natrium karbonat anhidrat HCl dan NaOH Natrium klorida Pecahan es Data Pengamatan DATA PENGAMATAN .Pipet ukur 10 mL Termometer Spatula Buchner fummel Jet pump Bahan Asam sulfanilat Natrium nitrit Larutan NaCl jenuh N.

N dimetil anilin Mr N.7 gram = 69 gr/mol = 0.0500 _ 0.06 mol Berat natrium karbonat Mr natrium karbonat Mol natrium karbonat = 2.0500 0.0540 0.025 → 0.05 gram = 121 gr/mol = 0.0100 0.025 mol Berat natrium nitrit Mr natrium nitrit Mol natrium nitrit = 3.0500 - 0.0040 Reaksi penyambungan NaCl C6H4N2O3S + C6H5N(CH3)2 Mula-mula : 0.0500 0.025 0.Berat asam sulfanilat Mr asam sulfanilat Mol asam sulfanilat = 10.N dimetil anilin Mol N.5 gram = 173.N dimetil anilin = 6.054 mol Berat N.0500 → NaC6H4O3SN=NC6H5N(CH3)2 0.67 gram = 106 gr/mol = 0.0600 0.025 0.0500 0.0500 NaCl C6H4N2O3S 0.025 2NaC6H6NO3S + NaNO2 Mula-mula Reaksi Sisa : : : 0.0500 0.025 0.0500 - .2 gr/mol = 0.025 0.0500 0.05 mol Volume HCl Berat pecahan es Volume asam asetat glacial Volume NaOH 20 % Berat NaCl = 11 mL = 60 gram = 3 mL = 35 mL = 10 gram PERHITUNGAN Tahap pembuatan garam diazonium NO3S + Na2CO3 → 2NaC6H6NO3S + CO2 + H2O Mula-mula Reaksi Sisa : : : 0.

Reaksi Sisa : : 0.Ndimetil anilin yang dilarutkan dalam asam asetat. oleh karena itu terbentuk kristal putih pada dasar larutan yang berwarna kuning sebagai garam diazonium.0500 _ Mr Metil Jingga = 327.0500 mol x 327.Penambahan natrium karbonat anhidrat ke dalam asam sulfanilat yang bertujuan untuk deprotonasi gugus amino. dimana proton yang didapat atau dihasilkan berasal dari disosiasi natrium karbonat tersebut.98 % PEMBAHASAN Nama : Toni NIM : 121431027 Nama : Verina Rizqillah NIM : 121431028 Praktikum kali ini melakukan reaksi subtitusi (pembuatan metyl jingga). maka metil jingga adalah residu dari hasil = x 100 % = 20.0500 0. Tahap pertama yaitu reaksi diazotisasi atau pembentukan garam diazonium dengan mencampurkan Asam Sulfanilat dengan Natrium Karbonat menghasilkan Natrium Sulfanilat yang kemudian direaksikan lagi dengan Natrium nitrit menghasilkan Garam Diazonium.0500 - 0. Reaksi ini tidak stabil dalam suhu kamar. karena garam diazonium yang terbentuk mudah tergedradasi membentuk senyawa fenol dan gas nitrogen.3 gr/mol = 16.0500 - 0. Selanjutnya tahap kedua yaitu reaksi penyambungan (coupling) . garam diazonium direaksikan dengan N.78 gr . Pada reaksi ini. Larutan tersebut disaring. Garam diazonium ion berperan sebagai nukleofil (ion yang kekurangan/miskin elektron) dengan senyawa yang kaya akan elektron seperti senyawa aromatik amina bebas atau senyawa turunan fenol dalam hal ini N. Hal ini dikarenakan asam metil jingga berubah menjadi garamnya.3 gr/mol Berat Metil jingga berdasarkan Teori : 0.N-dimetil anilin untuk membentuk metil jingga. Setelah dicampurkan warnanya menjadi merah. Sehingga reaksi dilakukan pada suhu antara 15-20oC.365 gr Berat Metil Jingga berdasarkan praktikum % Yield = x 100 % = 126. Reaksi tersebut dilakukan dalam suasana asam sehingga campuran garam diazonium dimasukkan ke dalam HCl pekat dan pecahan es. Pada reaksi subtitusi ini ada dua tahapan penting yaitu tahap reaksi diazotisasi dan tahap penyambungan (coupling). Setelah itu dilakukan pemanasan sampai mendidih dan ditambahkan 10 gram garam NaCl untuk membantu pemisahan padatan dari campuran. Selanjutnya dilakuakn penetralan dengan menambahkan NaOH 20% sehingga warna larutan menjadi jingga.

com/2013/04/11/laporan-pembuatan-metil-jingga/ .78 gram. Dari hasil praktikum dihasilkan produk metil jingga yang berwarna orange keemasan.wordpress. http://tonimpa. Metil jingga yang di dapat sebesar 20.penyaringan larutan tersebut. Metil jingga dikeringkan lalu ditimbang.

yang diguankaan sebagai zat warna merah dalam makanan dan kosmetik. yang digunakan sebagai cat pemerah rambut. Coccus catli L). (Fessenden And Fessenden) Beberapa auksokrom: -OH -OR -NH2 -NHR -NR2 –X Beberapa senyawa berwarna alamiah Naftokuinon dan antrakuinon merupakan bahan pewarna alamiah yang lazim. Diamati juga bahwa hadirnya beberapa gugus lain mengintensifkan warna. Sekarang diketahui bahwa auksokrom ialah gugus yang tidak dapat menjalani transisi π--> π*. tetapi dapat menjalani transisi electron n. orang telah mengetahui bahwa beberapa tipe struktur organik menimbulkanwarna. Beberpa kromofor: Sebelum dikembangka teori transisi elektro. . sedangkan tipe yang lain tidak.REAKSI AZO I. II. asam karminat. suatu jenis serangga (kepik. Struktur parsial yang perlu untuk warna (gugus tak jenuh yang dapat menjalanitransisi π ----> π* dan n----> π*) disebut kromofor. Junglon (junglone) ialah naftakuinon yang berperan sebagaian dalam pewarna kulit biji walnut (semcam kenari). zat ini terdapat dalam enai India. TUJUAN Membuat pewarna metil orange dari asam sulfanilat. Suatu antrkuinon yang khas.Namun krbnayakan warna alam disebabkan oleh absorpsi panjangpanjang gelombang tertentu cahaya putih oleh senyawa organik. Alizarin adalah zat warna lain dari kelas antrakuinin. merupakan pigmen merah utama cochineal.Lawson (lawsone) memilki struktur serupa dengan junglon. LANDASAN TEORI Alam ini kaya akan warna. Gugus ini disebut auksokrom.

Bagian bukan gula dari glukosida itu disebut suatu antosianidin dan merup[akan suatu tipe garam flavilium. Dalam camflower biru. senyawa tersebut harus tidak luntur (tetap pada kain selama pencucian ) atau zat itu harus tetap terikat pada kain.digunakan oleh orang Romawiuntuk mewarnai jubah maharaja. dengan hilangnya sebuah proton dari salah satu gugus fenolnya. Warna tertentu yang diberikan ole h suatu antosianin.zat warna tertua adalah Indigo yang digunakan orang Mesir kuno untuk mewarnai pakaian mumu. Warna biru bunga cornflower dan warna merah bunga mawar disebakkan oleh antosianin yang sama yakni sianin. Suatu zat warna adalah senyawa organik berwarna yang digunakan untuk warna kesuatu objek atau suatu kain. diperoleh dari akar pohon madder dan dalam abat 18 dan 19 digunakan untuk mewarnai baju merah prajurit Inggris. Dan sekuntum mawar merah.Kebanyakan warna bunga merah dan biru disebabkan oleh glukosida yang disebut antosianin.Agar dapat digunakan sebagai pewarna. Istilah garam flavilium berasal dari nama flavon.“kuning”). Adisi gugus hidroksil menghasilkan flavonol. sianin berada dalam bentuk anionnya. sianin berada dalam bentuk fenol. (Latin: flavus. .Zat warna bermula pada zaman prasejarah.Alizatin atau merah Turki.Ungu tirus dari siput Murex dijumpai di dekat kota Tirus. yang berwarna kuning. yang merupakan senyawa yang tak berwarna. bergantung pada pH bunga.

Kapas (selulosa) lebih mudah diwarnai karena ikatan hydrogen antara gugus hidroksil satuan glukosa dan gugus molekul zat warna akan akan mengikat warna itu pada pakaian. Gugus fenol yang asam dalam kuning Martius bereaksi dengan rantai samping yang basa dalam wolm ataupun sutera.Suatu kain yang terbuat dari serat polipropilena atau hidrokarbon yang serupa. dari warna kuning. hanya warna hijau yang sangat terbatas. basa. direk. solven. sukar untuk diwarnai karena tidak memiliki gugus fungsional untuk menarik molekul-molekul zat warna. Zat warna dapat digolongkan menurut sumber diperolehnya yaitu zat warna alam dan zat warna sintetis. violet dan hitam. Suatu zat warna langsung adalah zat warna yang diaplikasikan langsung ke kain dari dalam suatu larutan (air) panas. Jika tekstil yang akan diwarnai itu mempunyai gugus polar. Senyawa azo bila terlalu lama berada di lingkungan. yaitu zat warna monogenetik apabila memberikan hanya satu warna dnan zat warna poligenetik apabila dapat memberikan beberapa warna. Zat warna tersebut dapat digolongkan sebagai zat warna asam. dispersi. Kemudian Hennerck membagi zat warna menjadi dua bagian menurut wrana yang ditimbulkannya. Karena itu perlu dicari alternatif efektif untuk menguraikan limbah tersebut. belerang. Penggolongan lain yang bisa digunakan terutama pada proses pencelupan dan pencapan pada industri tekstil adalah penggolongan berdasarkan aplikasi (cara pewarnaan).Zat warna azo juga merupakan senyawa yang paling banyak terdapat dalam limbah tekstil karena warna tekstil itu dibuat dari senyawa azo dan turunannya yang merupakan gugus benzen. misalnya zat warna yang langsung dapat mewarnai serat disebut zat warna subtantif dan zat warna yang memerlukan zat-zat pembantu supaya dapat mewarnai serat disebut zat reaktif. merupakan tekstil yang paling gampang untuk diwarnai karena mereka mengandung banyak gugus polar yang dapat berinteraksi dengan molekul zat warna. Nama azo berasal dari kata azote. Zat warna azo merupakan jenis zat warna sintetis yang cukup penting. bejana dan lain-lain. merupakan penamaan untuk nitrogen bermula dari bahasa Yunani a (bukan) dan zoe (hidup). sepertwol atau sutera.Zat warna azo mempunyai sistem kromofor dari gugus azo (N=N-) yang berikatan dengan gugus aromatik.Namun kain ini dapat diwarnai dengan memasukkan suatu komplek logam zat warna kedalam polimer itu. jingga. merah. pigmen. akan menjadi sumber penyakit karena sifatnya karsinogen dan mutagenik.penggolongan zta warna yang lebih umum dikenal adalah berdasarkan konstitusi.70%.Serat polipeptida.maka dengan memasukkan suatu zat warna. Untuk membuat zat warna azo dibutuhkan zat antara yang direaksikan dengan ion diazonium seperti: . biru Al (Navy Blue). baik dengan suatu gugus amino maupun dengan suatu gugus asam kuat menyebabkan zatb warna itu tidak luntur. Van Croft menggolongkan zat warna berdasarkan pemakaiannya. Lingkungan zar warna azo sangat luas. reaktif. yaitu sekitar 60% .Kuning martius adalah suatun zat warna langsung yang lazim.

poliester dan poliakrilat.Senyawa azo dapat berupa senyawa aromatik atau alifatik. Senyawa azo aromatik bersifat stabil dan mempunyai warna menyala. Senyawa azo alifatik seperti dimetildiazin lebih ridak stabil. Jenis yang paling banyak digunakan adalah zat warna reaktif dan zat warna dispersi. Demikian juga untuk zat warna reaktif yang dapat mewarnai bahan kapas dengan baik. Dengan kenaikan suhu atau iradiasi. Bahan tekstil sintetik ini. macam warna yang dipilih dan warna-warna yang tersediah. ikatan nitrogen dan karbon akan pecah secara simultan melepaskan gas nitrogen dan radikal. kebanyakan hanya dapat dicelup dengan zat warna dispersi. tahan lunturnya dan peralatan produk yang tersediah. Dimetildiazin (Azometan) Pemilihan zat warna yang akan dipakai bergantung pada bermacam faktor antara lain : jenis serat yang akan diwarnai. terutama serat poliester. beberapa senyawa azo alifatik digunakan sebagai inisiator radikal. III. Dengan demikian. Alat : · · · · ALAT DAN BAHAN Erlenmeyer 25 ml Kain Katun Kain Sutera Kain Wool . Hal ini disebabkan produksi bahan tekstil dewasa ini adalah serat sintetik seperti serat polamida.

Bahan : · · · · · · Asam Sulfat Natrium Karbonat anhidrida Natrium nitrit Air HCL Pekat NAOH Encer IV. PROSEDUR KERJA Cara Kerja : 1. Diazotisasi asam sulfanilat 2. Pembuatan Metil Orange .

3. Mewarnai Pakaian .

4. Sifat Indikator .

Pencelupan kain sutera. Asetat Glacial & Suspense Dicampurkan. HASIL PENGAMATAN Nama Rx Diazotisasi asam sulfanilat Gambar Keterangan Terbentuk suspense dengan endapan putih setelah Na karbonat anhidridat + as. es. As. HCL yg ddinginkan pd suhu kamar.V. na sulfat. 2 Pembuatan metil orange Satelah didinginkan selama 10 mnt tmbhkan NaOH 10% membentuk garam Na orange Endapan dengan filtrasi isap (suction filtration). 3. Hasil perbandingan ketiga kain tadi yang telah . as sulfat pekat & metal orange yang di panaskan sampai mendidih. Sulfinat yg dpnaskan & pembrian Na nitrit. Mewarnai pakaian 100 ml air. dan sutera tambahan selama 5 menit. Dimetil Aniline. wool. No 1.

Dehidrasi dari asam nitrit ini akan membentuk ion nitrosonium yang bersama asam sulfanilat akan membentuk ion atau garam diazonium. Formasi Ion Nitrosonium 3. Formasi Asam Sulfanilat yang telah mengalami proses diazoniasasi 4. Hal pertama yang kami lakukan adalah penambahan natrium karbonat anhidrat ke dalam asam sulfanilat yang bertujuan untuk deprotonasi gugus amino. Penambahan N-N-dimetil aniline . asam sulfanilat yang telah diazotisasi ditambahkan dengan N. dilakukan penambahan asam klorida dan natrium nitrit yang akan membentuk asam nitrit di dalam larutan tersebut. PEMBAHASAN Dalam praktikum kali ini.dicelupkan. VI. dimana proton yang didapat atau dihasilkan berasal dari disosiasi natrium karbonat tersebut.N-dimetil aniline. Kemudian. yaitu proses reaksi aniline dengan asam nitrit yang akan menghasilkan garam diazonium. Pembuatan garam diazonium dari asam sulfanilat (deprotonasi) 2. Setelah itu. Proses ini dinamakan diazotisasi. kami membuat pewarna metil orange dari asam sulfanilat yang dasar teorinya mengikuti reaksi azo. Hasil yang paling baik adalah kain sutera. yang hasil akhirnya akan terbentuk metil orange. Berikut ini reaksi-reaksi yang terlibat dalam pembentukan metil orange: 1.

sedangkan bila larutan bersifat basa. Metil orange memliki pH range sekitar 3. dimana akan membuat larutan menjadi merah. sedangkan bila diuji dengan NaOH. Metil Orange termasuk Levelling yang daya tahan terhadap bilasannya kurang dibandingkan dengan yang lainnya. dan elektron yang dihasilkan digunakan untuk mengikat hydrogen yang menetralisir muatan . Hal ini sudah sesuai dengan teori indikator metil orange. warna yang dihasilkan adalah jingga terang. Perubahan struktur metil orange bila ditambahkan asam atau basa (alkali): Lebih jelasnya.Hal selanjutnya yang kami lakukan adalah mewarnai pakaian atau bahan dengan menggunakan metil orange. bahwa wol masih luntur bila dibilas. meskipun dalam mewarnai serat yang berasal dari tumbuhan diperlukan proses lanjutan. dalam menguji pH. sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dari sutera untuk bisa diwarnai oleh metil orange ini. Hal ini pun bisa menyebabkan wol masih tetap luntur saat dibilas dengan air. Sedangkan pewarna tipe basa bisa mewarnai kedua serat tersebut. sedangkan wol dan katun luntur bila dibilas. Hal yang kami lakukan lagi yaitu menguji sifat indikator dari metil orange. ini bisa saja disebabkan terlalu banyaknya metil orange yang digunakan atau terlalu banyak HCL atau NaOH yang digunakan. Disini sampel yang kami pakai adalah sutera. Meskipun yang didapat yaitu merah dan jingga terang. Dan perlu diketahui bahwa pewarna tipe asam ini memiliki golongannya lagi. Milling. maka akan berwarna kuning. yaitu Levelling. Bila dalam larutan asam. Pewarna dengan tipe asam yang biasanya berasal dari garam asam sulfanilat hanya bisa digunakan untuk mewarnai bahan pakaian yang berasal dari serat hewan. Seperti yang kita ketahui bahwa metil orange selain digunakan dalam pewarna pakaian. molekul menyerap cahaya biru-hijau. sering digunakan sebagai indikator asam-basa. Hasil yang kami dapat adalah sutera merupakan bahan yang paling mudah diwarnai dengan menggunakan pewarna metil orange dan tidak luntur.1 – 4.antara cincincincin. contohnya sutera dan wol. dimana bila larutan bersifat asam akan berwarna merah muda. tidak bisa digunakan untuk bahan yang berasal dari serat tumbuhan (katun). dan Super Milling. Mungkin ini disebabkan wol besifat sintetis. Hal ini disebabkan karena metil orange adalah zat warna yang termasuk dalam golongan azo bila berdasarkan senyawa kimianya. warna yang dihasilkan larutan tersebut adalah merah. wol (sintetis). dan katun. Perhatikan bahwa nitrogen membawa muatan positif yang terlibat dalam ikatan ganda. Namun hasil praktikum yang kami dapatkan.4 (kuning – merah muda) Saat kami menguji kristal metil orange yang telah dilarutkan dengan sedikit air dengan HCl encer. perubahan warna yang dihasilkan berasal dari elektron di dalam molekul saat ion hydrogen lepas atau terikat. Terbukti dengan sutera pun warnanya masih sedikit luntur. ion hydrogen hilang dari jembatan -NN. Sedangkan metil orange dalam suasana basa. dan termasuk dalam golongan direct asam (memberikan warna terang karena molekulnya yang cenderung kecil) bila berdasarkan aplikasi penggunaannya.

Fessendan. Sehingga larutan yang nampak berwarna kuning (dalam larutan alkali).Grace.Penambahan N-N-dimetil aniline VIII.html . sehingga tidak ada lagi ikatan pi.CRC Handbook of Chemistry and Physics.Formasi Ion Nitrosonium .com/2012/04/reaksi-diazotasi.Formasi Asam Sulfanilat yang telah mengalami proses diazoniasasi .Jakarta:Erlangga.85th ed http://yuniethafafa.positif di nitrogen tersebut.Et all. Baysinger. · · DAFTAR PUSTAKA Fessenden.KIMIA ORGANIK. KESIMPULAN Pembuatan pewarna metil orange dari asam sulfanilat yang dasar teorinya mengikuti reaksi azo Reaksi-reaksi yang terlibat dalam pembentukan metil orange: -Pembuatan garam diazonium dari asam sulfanilat (deprotonasi) .blogspot.1986. VII.2004.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->