BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kekayaan alam Indonesia memang melimpah ruah, dari mulai sumber

daya alam sampai sumber daya mineral semua tersedia. Sumber daya mineral yang melimpah di negara tercinta ini antara lain emas, tembaga, platina, nikel, timah, batu bara, migas, dan panas bumi. Untuk mengelola panas bumi (geothermal). Geothermal adalah salah satu kekayaan sumber daya mineral yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu sumber geothermal kita yang berpotensi besar tetapi belum dieksploitasi adalah yang ada di Sarulla, dekat Tarutung, Sumut. Sumber panas bumi Sarulla bahkan dikabarkan memiliki cadangan terbesar di dunia. Saat ini panas bumi (geothermal) mulai menjadi perhatian dunia karena energi yang dihasilkan dapat dikonversi menjadi energi listrik, selain bebas polusi. Beberapa pembangkit listrik bertenaga panas bumi telah terpasang di manca negara seperti di Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Italia, Swedia, Swiss, Jerman, Selandia Baru, Australia, dan Jepang. Amerika saat ini bahkan sedang sibuk dengan riset besar mereka di bidang geothermal dengan nama Enhanced Geothermal Systems (EGS). EGS diprakarsai oleh US Department of Energy (DOE) dan bekerja sama dengan beberapa universitas seperti MIT, Southern Methodist University, dan University of Utah. Proyek ini merupakan program jangka panjang dimana pada 2050 geothermal meru-pakan sumber utama tenaga listrik Amerika Serikat. Program EGS bertujuan untuk meningkatkan sumber daya geothermal, menciptakan teknologi ter-baik dan ekonomis, memperpanjang life time sumur-sumur produksi, ekspansi sumber daya, menekan harga listrik geothermal menjadi seekono-mis mungkin, dan keunggulan lingkungan hidup. Program EGS telah mulai aktif sejak Desember 2005 yang lalu.

1

1.2

Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai

berikut : 1. Jenis-jenis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 2. Penentuan daya listrik 3. Peralatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 4. Penentuan lokasi sumber-sumber energi panas bumi (geothermal) 5. Resiko Eksplorasi dan Pengembangan Lapangan PLTP 6. Keuntungan dan kekurangan energi panas bumi (geothermal) 7. Kendala dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ditinjau dari segi sosial dan budaya masyarakat sekitar. 1.3 Tujuan Adapun tujuan dibuatnya makalah Pembagkit Listrik Tenaga Panas Bumi ini adalah : 1. Untuk mengetahui jenis-jenis sistem Pembangkit Listerik Tenaga Panas Bumi. 2. Untuk mengetahui penentuan daya listrik 3. Untuk mengetahui peralatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. 4. Untuk mengetahui bagaimana cara penentuan lokasi sumber-sumber Energi Panas Bumi (geothermal). 5. Untuk mengetahui Resiko Eksplorasi dan Pengembangan Lapangan PLTP 6. Untuk mengetahui bagaimana keuntungan dan kekurangan dari Energi Panas Bumi (geothermal). 7. Untuk mengetahui kendala dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (geothermal) ditinjau dari segi sosial dan budaya masyarakat sekitar.

2

1.4 Manfaat Manfaat yang diperoleh dari penulisan makalah ini adalah dapat menambah wawasan bagi penulis dan para pembaca dibidang pembangkitan tenaga listrik, khususnya PLTP. 1.5 Batasan Masalah Untuk Menghindari meluasnya masalah maka permasalahan dibatasi yaitu: 1. Pemanfaatan fluida panas bumi 2. Jenis-jenis sistem Pembangkit Listerik Tenaga Panas Bumi 3. Peralatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 4. Penentuan lokasi sumber-sumber energi panas bumi (geothermal) 5. Keuntungan dan kekurangan energi panas bumi (geothermal) 6. Kendala dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ditinjau dari segi sosial dan budaya masyarakat sekitar 1.6 Sistematika Penulisan Karya tulis ini dibagi dalam beberapa bab, yaitu : BAB I : PENDAHULUAN Memuat latar belakang masalah, tujuan penulisan, manfaat, batasan masalah dan sistematika penulisan. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Memuat tentang teori-teori dasar yang menunjang dalam membahas permasalahan. BAB III : METODE Merupakan pembahasan mengenai tempat dan waktu penggalian data, metode analisis serta alur analisis yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini.
3

BAB IV

: PEMBAHASAN Pada bab ini berisikan tentang data-data dan pembahasan dari permasalahan yang diangkat.

BAB V

: PENUTUP Merupakan penutup dari laporan yang meliputi simpulan dan saran.

4

tetapi umumnya kulit bumi di bawah suatu daratan (continent) lebih tebal dari yang terdapat di bawah suatu lautan. Di bawah suatu daratan ketebalan kulit bumi umumnya sekitar 35 kilometer sedangkan di bawah lautan hanya sekitar 5 kilometer.1 Terjadinya Sistem Panas Bumi Secara garis besar bumi ini terdiri dari tiga lapisan utama (Gambar 2. yaitu kulit bumi (crust).1). Lapisan ini mempunyai temperatur dan tekanan yang sangat tinggi sehingga lapisan ini berupa lelehan yang sangat panas yang diperkirakan mempunyai density sekitar 10. Gambar 2. Batuan yang terdapat pada lapisan ini adalah batuan keras yang mempunyai density sekitar 2.11. Kulit bumi dan bagian teratas dari selubung bumi kemudian dinamakan 5 .BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Diperkirakan temperatur pada pusat bumi dapat mencapai sekitar 60000F. Bagian teratas dari selubung bumi juga merupakan batuan keras. Bagian terdalam dari bumi adalah inti bumi (core) yang mempunyai ketebalan sekitar 3450 kilometer.2 .1 Susunan Lapisan Bumi Di bawah kulit bumi terdapat suatu lapisan tebal yang disebut selubung bumi (mantel) yang diperkirakan mempunyai ketebalan sekitar 2900 km. Kulit bumi adalah bagian terluar dari bumi. Ketebalan dari kulit bumi bervariasi. selubung bumi (mantle) dan inti bumi (core).7 .3 gr/cm3.5 gr/cm3.

pekat dan panas. 6 .2 Lempengan-lempengan Tektonik Lempeng-lempeng tersebut merupakan bentangan batuan setebal 64 – 145 km yang mengapung di atas astenosfer. yaitu bagian bawah dari selubung bumi terdiri dari material-material cair.200 km).5. Karena panas di dalam astenosfere dan panas akibat gesekan.7 gr/cm3.3 . Bagian selubung bumi yang terletak tepat di bawah litosfir merupakan batuan lunak tapi pekat dan jauh lebih panas. Di beberapa tempat lempeng-lempeng bergerak memisah sementara di beberapa tempat lainnya lempeng-lempeng mendorong dan salah saling satu diantaranya akan menujam di bawah lempeng lainnya (lihat Gambar 2.300 km). tetapi terdiri dari sejumlah lempeng-lempeng tipis dan kaku (Gambar 2. dengan density sekitar 3. Di bawah lapisan ini.2). Gambar 2.3). Bagian dari selubung bumi ini kemudian dinamakan astenosfer (200 .litosfir (80 . Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa litosfer sebenarnya bukan merupakan permukaan yang utuh. Lempeng-lempeng ini bergerak secara perlahan-lahan dan menerus. ujung dari lempengan tersebut hancur meleleh dan mempunyai temperatur tinggi (proses magmatisasi).

3 Gambaran Pergerakan Lempengan-lempengan Tektonik (Wahl. sedangkan perpindahan panas secara konveksi terjadi karena adanya kontak antara air dengan suatu sumber panas. Perpindahan panas secara konduksi terjadi melalui batuan. akan tetapi apabila air tersebut kontak dengan suatu sumber panas maka akan terjadi perpindahan panas sehingga temperatur air menjadi lebih tinggi dan air menjadi lebih ringan.Gambar 2. Hal ini menyebabkan gradien temperatur di daerah tersebut menjadi lebih besar dari gradien tempetatur rata-rata. Hal ini menyebabkan tejadinya perubahan temperatur dari bawah hingga ke permukaan. dengan gradien temperatur rata-rata sebesar 300C/km. Di perbatasan antara dua lempeng (di daerah penujaman) harga laju aliran panas umumnya lebih besar dari harga rata-rata tersebut. bahkan di suatu tempat di Lanzarote (Canary Island) besarnya gradien temperatur sangat tinggi sekali hingga besarnya tidak lagi dinyatakan dalam 0C/km tetapi dalam 0 C/cm. 1977) Adanya material panas pada kedalaman beberapa ribu kilometer di bawah permukaan bumi menyebabkan terjadinya aliran panas dari sumber panas tersebut hingga ke pemukaan. Pada dasarnya sistim panas bumi terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas ke sekelilingnya yang terjadi secara konduksi dan secara konveksi. Keadaan ini menyebabkan air yang lebih panas bergerak ke atas dan air yang 7 . Perpindahan panas secara konveksi pada dasarnya terjadi karena gaya apung (bouyancy). Air karena gaya gravitasi selalu mempunyai kecenderungan untuk bergerak kebawah. sehingga dapat mencapai 70-800C/km.

lempeng India-Australia dan lempeng Eurasia. Hal ini menyebabkan proses magmatisasi di bawah Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan di bawah Pulau Jawa atau Nusatenggara. Gambar 2.210 km di bawah Pulau Jawa-Nusatenggara dan di kedalaman sekitar 100 km (Rocks et. Pada kedalaman yang lebih besar jenis magma yang dihasilkan akan lebih bersifat basa dan lebih cair dengan kandungan gas magmatik yang lebih tinggi sehingga menghasilkan erupsi gunung api yang lebih kuat yang pada akhirnya 8 . Karena perbedaan kedalaman jenis magma yang dihasilkannya berbeda. 1982) di bawah Pulau Sumatera. Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempeng tektonik tersebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya sumber energi panas bumi di Indonesia. Ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia.4 Perpindahan Panas Di Bawah Permukaan Terjadinya sumber energi panasbumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan oleh Budihardi (1998) sebagai berikut. al. yaitu lempeng Pasifik.lebih dingin bergerak turun ke bawah. Tumbukan antara lempeng India-Australia di sebelah selatan dan lempeng Eurasia di sebelah utara mengasilkan zona penunjaman (subduksi) di kedalaman 160 . sehingga terjadi sirkulasi air atau arus konveksi.

Oleh karena itu. reservoir panas bumi di Pulau Jawa umumnya lebih dalam dan menempati batuan volkanik. maka saturasi air mungkin sama atau hanya sedikit lebih besar dari saturasi air konat (Swc) sehingga air terperangkap dalam poripori batuan dan tidak bergerak. yaitu sistim satu fasa atau sistim dua fasa. Karena jumlah air yang terkandung di dalam pori-pori relatif sedikit. yaitu: 1. pori-pori batuan mengandung air atau uap. dan reservoir umumnya letaknya tidak terlalu dalam sehingga masih ekonomis untuk diusahakan. 9 . Berdasarkan pada jenis fluida produksi dan jenis kandungan fluida utamanya. Pada sistim satu fasa. sedangkan reservoir panas bumi di Sumatera terdapat di dalam batuan sedimen dan ditemukan pada kedalaman yang lebih dangkal.2 Jenis – Jenis Energi dan Sistem Panas Bumi Energi panas bumi diklasifikasikan kedalam lima kategori seperti diperihatkan pada Dari semua energi tersebut di atas. atau keduanya. Sistim dominasi uap atau vapour dominated system.akan menghasilkan endapan vulkanik yang lebih tebal dan terhampar luas. diperkirakan uap mengisi ronggarongga. sistim umumnya berisi air yang mempunyai temperatur 90 -1800C dan tidak terjadi pendidihan bahkan selama eksploitasi. energi dari sistim hidrotermal (hydrothermal system) yang paling banyak dimanfaatkan karena pada sistim hidrotermal. sedangkan air mengisi poripori batuan. saluran terbuka atau rekahan-rekahan. Ada dua jenis sistim dua fasa. Dalam sistim dominasi uap. sistim hidrotermal dibedakan menjadi dua. yaitu sistim panasbumi di mana sumur-sumurnya memproduksikan uap kering atau uap basah karena rongga-rongga batuan reservoirnya sebagian besar berisi uap panas. 2.

5 Jenis-jenis Energi Panas Bumi 2. yaitu: 1. diperkirakan air mengisi rongga-rongga.Gambar 2. Dalam sistim dominasi air. Sistim panas bumi bertemperatur rendah. Hochstein (1990) membedakan sistim panas bumi menjadi tiga. Dibandingkan dengan temperatur reservoir minyak. baik tekanan maupun temperatur tidak konstant terhadap kedalaman. saluran terbuka atau rekahan-rekahan. bisa mencapai 350 0C. Berdasarkan pada besarnya temperatur. temperatur reservoir panas bumi relatif sangat tinggi. yaitu suatu sistim yang reservoirnya mengandung fluida dengan temperatur lebih kecil dari 10 . Sistim dominasi air atau water dominated system yaitu sistim panas bumi dimana sumur-sumurnya menghasilkan fluida dua fasa berupa campuran uap air. Pada sistim dominasi air.

1 Klasifikasi Sistim Panasbumi Berdasarkan Temperatur 11 . Sistim panas bumi seringkali juga diklasifikasikan berdasarkan entalpi fluida yaitu sistim entalpi rendah. 3. akan tetapi berdasarkan pada temperatur mengingat entalphi adalah fungsi dari temperatur. sedang dan tinggi. Pada Tabel dibawah ini ditunjukkan klasifikasi sistim panas bumi yang biasa digunakan. Sistim reservoir bertemperatur tinggi. yaitu suatu sistim yang reservoirnya mengandung fluida bertemperatur diatas 225 0C.1250C. Tabel 2. Sistim reservoir bertemperatur sedang. Kriteria yang digunakan sebagai dasar klasifikasi pada kenyataannya tidak berdasarkan pada harga entalphi. yaitu suatu sistim yang reservoirnya mengandung fluida bertemperatur antara 1250C dan 2250C. 2.

rumah kaca. 5. 3.1 Fluida Panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Fluida panas bumi bertemperatur tinggi (>225oC) telah lama digunakan di beberapa negara untuk pembangkit listrik.3. mengeringkan hasil pertanian dan peternakan. biasanya tidak lebih dari 3 km. Sumberdaya panas bumi terletak di daerah dengan kemungkinan terjadinya erupsi hidrothermal relatif rendah. baik untuk pembangkit listrik maupun untuk keperluan-keperluan lainnya di sektor non-listrik. namun beberapa tahun terakhir ini perkembangan teknologi telah memungkinkan digunakannya fluida panas bumi bertemperatur sedang (150-225oC) untuk pembangkit listrik. faktor-faktor lain yang biasanya dipertimbangkan dalam memutuskan apakah suatu sumberdaya panas bumi tepat untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik adalah sebagai berikut : 1. Selain temperatur. sehingga fasilitas produksi tidak cepat terkorosi.3 Pemanfaatan Fluida Panas Bumi Sebelum abad keduapuluh fluida panas bumi (geothermal) hanya digunakan untuk mandi. yaitu untuk memanasi ruangan. Diproduksikannya fluida panas bumi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi hidrotermal. mencuci dan memasak. Sumberdaya mempunyai kandungan panas atau cadangan yang besar sehingga mampu memproduksikan uap untuk jangka waktu yang cukup lama.2. 4. tanah pertanian. Reservoirnya tidak terlalu dalam. mengeringkan kayu dll. Sumberdaya panas bumi memproduksikan fluida yang mempunyai Ph hampir netral agar laju korosinya relatif rendah. 2. 2. Negara pertama yang memanfaatkan uap panas bumi untuk pembangkit 12 . Dewasa ini pemanfaatan fluida panas bumi sangat beraneka ragam. Sumberdaya panasbumi terdapat di daerah yang relatif tidak sulit dicapai. Selain itu hendaknya kecenderungan fluida membentuk scale relatif rendah. yaitu sekitar 25-30 tahun.

2. 13 .2 Fluida Panas bumi untuk Sektor Non Listrik Disamping untuk pembangkit listrik. di beberapa negara fluida panas bumi juga dimanfaatkan untuk sektor non-listrik.2).3. Pusat listrik tenaga panas bumi (PLTP) pertama di bangun pada tahun 1913 di Larderello dengan kapasitas listrik terpasang sebesar 250 kW. pengeringan hasil pertanian dan peternakan. Pada tahun 1940 kapasitas listrik dari PLTP tersebut ditingkatkan menjadi 130 MW. pemanas rumah kaca (green house heating). Sumur-sumur di lapangan tersebut menghasilkan uap kering (dry steam) bertemperatur tinggi yang sangat baik digunakan untuk pembangkit listrik. (Tabel 2. pengeringan kayu. tetapi setelah itu dibangun kembali dengan kapasitas 500 MW. Pada tahun 1926 hingga tahun 1929 lima sumur eksplorasi dibor dimana sampai saat ini salah satu dari sumur tersebut. PLTP pertama di dunia ini hancur pada masa perang dunia ke II. kertas dll.listrik adalah Italy. Pecahnya perang dunia dan perang kemerdekaan Indonesia mungkin merupakan salah satu alasan dihentikannya kegiatan eksplorasi di daerah tersebut. yaitu sumur KMJ-3 masih memproduksikan uap panas kering atau dry steam. pemanasan tanah pertanian (soil heating). Di Indonesia usaha pencarian sumber energi panas bumi pertama kali dilakukan di daerah Kawah Kamojang pada tahun 1918. antara lain untuk pemanas ruangan (space/district heating).

Selain itu juga air panas bumi telah pula digunakan untuk pemanasan ruangan-ruangan di rumah sakit.1). Sejak awal tahun 1900 penduduk kota Rotorua (New Zealand) telah memanfaatkan air panas bumi tidak hanya untuk mencuci. Sejak 14 . Pada tahun 1980-an sekitar dua pertiga penduduk Iceland telah menikmati manfaat dari energi panas bumi.2 Penggunaan Fluida Panas bumi Untuk Sektor Non-Listrik Di Iceland air panas bumi telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air panas bagi penduduk setempat sejak awal tahun 1900. mandi dan memasak.Tabel 2. Sekitar seribu sumur telah di bor di kota Rotorua. di sekolah-sekolah dan di perumahan penduduk. Di kota ini air panas bumi juga telah digunakan untuk kolam pemandian di hotel-hotel. tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan air panas dan pemanasan ruangan (lihat Gambar 4.

Saat ini di kota Rotorua hanya ada 200 sumur produksi.6 Skema Proses Pemanasan Air oleh Fluida Panas Bumi dan Alat Penukar Kalor (Heat Exchanger) 15 . Gambar 2.pertengahan tahun 1980 secara bertahap pemerintah menutup sejumlah besar sumur produksi di kota ini karena produksi fluida panas bumi yang berlebihan sejak awal tahun 1900 telah menyebabkan penurunan aktivitas beberapa geyser di tempat-tempat yang banyak dikunjungi turis.

BAB III METODE 3.2. serta pengumpulan datadata melalui buku-buku literatur atau buku petunjuk pengoperasian.2.2 3. 3. 3.2 Jenis Data Data-data yang dipakai dalam penyusunan laporan ini berupa Data Sekunder.1 Tempat dan Waktu Penggalian Data Data yang digunakan dalam penulisan ini berasal dari data yang didapatkan dari hasil studi literatur dari beberapa referensi buku dan internet. 16 . yaitu data yang didapat dengan membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan tema pembahasan.3 Analisa Data Data yang didapatkan dianalisis dengan mengkaji dan mempelajari literature yang ada yang berkaitan dengan permasalahan.2.1 Data Sumber Data Data yang digunakan dalam penulisan ini didapatkan dari hasil studi literatur dari beberapa referensi buku dan internet. Materi yang diambil adalah mengenai data-data yang menyangkut Peralatanperalatan pada Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). 3.

1 melewatkan fluida ke dalam separator. maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin. sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi. Double Flash Steam 5. Multi Flash Steam 6. Apbila fluida di kepala sumur berupa fasa uap. Banyak sistem pembangkitan listrik dari fluida panas bumi yang telah diterapkan di lapangan. Single Flash Steam 4. dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. diantaranya: 1. hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler. Hal ini dimungkinkan dengan 4. Brine/Freon Binary Cycle 7.BAB IV PEMBAHASAN Jenis – Jenis Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Fluida panas bumi yang telah dikeluarkan ke permukaan bumi mengandung energi panas yang akan dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Hal ini dimungkinkan oleh suatu sistem konversi energi fluida panas bumi (geothermal power cycle) yang mengubah energi panas dari fluida menjadi energi listrik. Separated Steam 3. Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. Combined Cycle 17 . Direct Dry Steam 2. sehingga fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang kemudian dialirkan ke turbin. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. Dari kondensor. fasa uap atau campuran dari keduanya. 1 Siklus Uap Kering (Direct Dry Steam Cycle) Fluida panas bumi dapat berupa fasa cair.1). tergantung dari tekanan dan temperaturnya. Sistem konversi untuk fluida uap kering merupakan sistem konversi yang paling sederhana dan paling murah. Gambar 4. Well Head Generating Unit 4.8.1. maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin (Gambar 4. Sebagian dari air kondensat ini dialirkan ke kondensor. kondensat kemudian dialirkan ke menara pendingin atau cooling tower dan selanjutnya diinjeksikan kembali ke bawah permukaan.1 Skema Instalasi Pembangkit Listrik Uap Kering. Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap. Pembangkit listrik yang menggunakan atmospheric exhaust turbine mengkonsumsi sekitar dua kali (dalam tekanan inlet yang sama) lebih banyak untuk setiap kilowatt keluaran sehingga banyak energi dan biaya yang terbuang. Uap dari turbin dapat dibuang ke atmosfir (atmospheric exhaust turbine) atau di alirkan ke kondensor untuk dikondensasikan (condensing turbine). 18 .

2 memperlihatkan proses pembangkitan listrik dari lapangan panas bumi yang menghasilkan fluida dua fasa.1. yaitu campuran uap dan air. Oleh karena uap yang digunakan adalah hasil pemisahan maka.2 Siklus Uap Hasil Pemisahan (Separated Steam Cycle) Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. sehingga fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya. Unit I dengan kapasitas 30 MW beroperasi pada tanggal 7 Februari 1983. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang kemudian dialirkan ke turbin.Pembangkitan listrik di PLTP Kamojang pada prinsipnya sama seperti pada Gambar 4.d unit 3.1. Untuk memenuhi kebutuhan uap PLTP Kamojang telah dimanfaatkan produksi uap dari 26 sumur. Gambar 4. Unit II dan III masing-masing sebesar 55 MW dioperasikan berturut-turut pada tanggal 29 Juli 1987 dan 13 September 1987. adalah sebagai berikut: 4. Hal ini dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator. Fluida dari sumur dipisahkan menjadi fasa uap dan air di dalam separator dimana uapnya kemudian dialirkan ke turbin dan airya diinjeksikan kembali kebawah permukaan. Pola pengusahaan panasbumi Kamojang unit 1 s. sistem konversi energi ini dinamakan Siklus uap hasil pemisahan. karena sumur-sumur di lapangan Kamojang menghasilkan uap kering (temperatur di dalam reservoir 2400C). 19 . Lapangan Kamojang terus dikembangkan. sehingga jumlah daya terpasang PLTP Kamojang seluruhnya menjadi 140 MW.

Gambar 4. Fraksi uap yang dihasilkan kemudian dialirkan ke turbin.3 Siklus Uap Hasil Penguapan (Single Flash Steam) Sistem ini digunakan bilamana fluida dikepala sumur dalam kondisi air jenuh (saturated liquid).2 Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Fluida Dominasi Air Sedangkan untuk unit 4 s. Fluida dialirkan ke sebuah flasher agar menguap.d 6 adalah sbb: 4. 20 .1. Banyaknya uap yang dihasilkan tergantung dari tekanan flasher.

Contoh lapangan yang menggunakan sistem konversi seperti ini adalah Hatchobaru (Jepang). yaitu HP-turbine dan LP-turbine yang disusun tandem (ganda). dan Krafla (Iceland).4 Skema Diagram Pembangkit Listrik dengan Siklus Double Flash Steam 21 . Gambar 4.3 Skema Diagram Pembangkit Listrik dengan Siklus “Single Flash Steam” 4.1.Gambar 4. seperti diperlihatkan pada Gambar 4.4.4 Siklus Uap Hasil Pemisahan dan Penguapan (Double Flash Steam) Pada sistem ini digunakan dua pemisahan fluida yaitu separator dan flasher dan digunakan komposisi 2 turbin.

Air hasil pemisahan dari separator temperatur dan tekanannya akan lebih rendah dari kondisi fluida di kepala sumur. Turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. bedanya adalah kedua turbin yang berbeda tekanan disusun secara terpisah (Gambar 4.5). Uap yang dihasilkan dialirkan ke low pressure turbin sementara air sisanya dibawa ke condensor. tetapi secara tidak langsung fluida panas bumi temperatur sedang (100-2000C) juga dapat digunakan untuk 22 . Gambar 4.5 Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Sistem Multi Flash Steam 4.1. Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi yang mengandung air dipisahkan di separator agar diperoleh uap kering yang digunakan untuk menggerakkan high pressure turbin.1.6 Binary Cycle Umumnya fluida panas bumi yang digunakan untuk pembangkit listrik adalah fluida yang mempunyai temperatur 2000C. Air ini dialirkan ke flasher agar menghasilkan uap.4.5 Siklus Uap Hasil Pemisahan dan Penguapan dengan Dua Turbin Terpisah (Flashing Multi Flash Steam) Sistem siklus konversi energi ini mirip dengan sistem double flash.

seperti diperlihatkan pada Gambar 4.pembangkit listrik yaitu dengan cara menggunakannya untuk memanasi fluida organik yang mempunyai titik didih rendah (Gambar 4. Di lapangan Lahendong juga terdapat sebuah pembangkit listrik panasbumi siklus binari (binary geothermal power plant) berkapasitas 2.7 Combined Cycle Untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi di beberapa industri mulai digunakan sistim pembangkit listrik dengan siklus kombinasi (combined cycle).6). sementara fluidanya sendiri diinjeksikan kembali kedalam reservoir. Fluida panas bumi dari sumur dipisahkan fasa-fasanya dalam separator.7. Kamchatka Peninsula (USSR) dan Otake (Jepang). Dua lapangan yang menggunakan siklus konversi energi seperti ini adalah Parantuka. Jadi fluida panas bumi tidak dimanfaatkan langsung melainkan hanya panasnya saja yang diekstraksi. Gambar 4.1. Fluida organik dipanasi oleh fluida panas bumi melalui mesin penukar kalor atau heat exchanger. Uap dari separator dialirkan ke PLTP (Turbin ke I). dan setelah itu sebelum fluida 23 .5 MW. uap dari fluida organik ini kemudian digunakan untuk menggerakan sudu-sudu turbin sehingga menghasilkan listrik.6 Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Sistem Binary Cycle 4.

Back pressure turbine atau turbin tanpa kondensor (atmospheric exhaust). fluida digunakan untuk memanaskan fluida organik yang mempunyai titik didih rendah.7 Skema Diagram Pembangkit Listrik Untuk Sistim Siklus Kombinasi 4. Uap dari fluida organik tersebut kemudian digunakan untuk menggerakan turbin (Turbin ke II). Uap keluaran dari turbin diubah 24 .8 Well Head Generating Unit Beberapa tahun terakhir ini unit pembangkit kepala sumur yang dikenal dengan nama "Well Head Generating Units" mulai banyak digunakan di lapangan. Turbin yang dilengkapi dengan kondensor (condensing unit). Gambar 4.diinjeksikan kembali ke dalam reservoir. Sesuai dengan namanya unit ini ditempatkan di dekat kepala sumur (well head). Turbin ini dilengkapi dengan kondensor. Ada dua jenis "Well Head Generating Units" yaitu: 1.1. 2. Uap dari sumur atau uap dari separator dialirkan digunakan langsung ke turbin dan setelah untuk membangkitkan listrik langsung dilepas ke atmosfir. Turbin ini tidak dilengkapi dengan kondensor. Unit pembangkit jenis ini sering disebur "monoblock".

Hal ini karena alasan pertama di atas. 2. 5. sehingga dapat lebih cepat dioperasikan. Unit pembangkit kepala sumur (Well head generating units) dapat dipindahkan ke lokasi sumur lain hanya dalam waktu 1 . yaitu waktu yang dibutuhkan untuk pemasangan unit pembangkit berkapasitas kecil lebih singkat daripada untuk berkapasitas besar. yaitu dalam waktu kurang dari 1-2 bulan. Penggunaan unit-unit pembangkit listrik berkapasitas kecil memungkinkan para penanam modal untuk memperoleh kembali modalnya dalam waktu yang lebih cepat. Dengan digunakannya unit-unit pembangkit kepala sumur berkapasitas kecil maka perusahaan swasta nasional dapat dilibatkan dalam perusahaan panas bumi. 25 .2 bulan. Apabila tekanan reservoir turun lebih cepat dari yang diharapkan. Well head generating units dapat digunakan di daerah-daerah dimana topografi cukup rumit. Sedangkan "central plant” biasanya baru bisa dioperasikan 6-7 tahun setelah pemboran sumur pertama. Unit pembangkit kepala sumur dapat lebih cepat dioperasikan. Well Head Generating Units atau unit pembangkit kepala sumur banyak digunakan karena alasan-alasan berikut: 1. 4. 3. 6.menjadi kondensat di dalam kondensor. karena dengan digunakannya unit tersebut maka pipa alir uap jauh lebih pendek bila dibandingkan dengan pipa alir di central power plant. maka turbin masih dapat di operasikan pada tekanan yang lebih rendah dan memproduksikan listrik dalam jumlah yang sama meskipun efisiensinya lebih rendah.

Hukum I Termodinamika Pada penerapan Hukum I Termodinamika dalam suatu proses.2 Penentuan Daya Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) pada prinsipnya sama seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 4. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang kemudian dialirkan ke turbin.2. maka system dikatakan tertutup dan massa konstan. semua 26 . sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi.4. maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin.2. dibedakan antara sistem dan lingkungan. Dalam bentuk dasar. Hal ini dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator. Prinsip-Prinsip Termodinamika 4. dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energy listrik. dapat ditulis sebagai : Δ (energi sistem) + Δ (energi lingkungan) = 0 (4. Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. sehingga fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya.1) Jika antara sistem dan lingkungan tidak terjadi perpindahan massa.1. Untuk sistem seperti ini. Metoda yang sama digunakan untuk menentukan konsumsi uap apabila kapasitas PLTP-nya telah diketahui/ditentukan. Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap. Pada kesempatan ini akan membahas beberapa metoda yang digunakan untuk menentukan besarnya daya listrik yang dapat dibangkitkan oleh turbin uap. sedangkan segala sesuatu di luar sistem disebut lingkungan. Hukum ini berlaku tidak hanya pada sistem saja tetapi juga pada lingkungan. hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler. Bagian dimana proses tersebut berlangsung disebut sebagai sistem.

pada turbin semua perpindahan panas diabaikan sehingga persamaan (4.2) (4. Sehingga persamaan (4.1) dapat dijabarkan menjadi : Δ (energi lingkungan) = ± Q ± W Δ (energi sistem) = ΔU + ΔEk + ΔEp (4.W 4.4) kemudian menjadi : ∆H + ∆V2 + g∆z = Q – W 2 Pada penerapannya secara termodinamika.5) 27 .2. energi potensial dan energi kinetic sangatlah kecil dibandingkan dengan elemen yang lainnya dan dapat diabaikan. Proses Aliran Steady State Persamaan (4.4) menjadi : ΔU = Q . Sistem tertutup juga seringkali menjalankan proses dimana tidak ada perubahan energy potensial dan kinetik sehingga persamaan (4.6) (4. maka : ΔU + ΔEk + ΔEp = Q . sehingga persamaan (4.4) Berarti bahwa perubahan energi total sistem sama dengan panas yang ditambahkan pada sistem dikurangi oleh kerja yang dilakukan sistem. Keadaan mantap berarti bahwa kondisi pada semua titik dalam peralatan konstan terhadap waktu. Persamaan di atas berlaku untuk perubahan yang terjadi pada sistem tertutup.7) (4.3) Bila panas bernilai positif untuk panas yang masuk sistem dan kerja bernilai positif untuk kerja yang dilakukan sistem.energi yang berpindah antara sistem dan lingkungan berbentuk panas dan kerja.6) berubah menjadi : ΔH = -W (4.2. Untuk proses-proses pada industri yang melibatkan aliran mantap melalui peralatan-peralatan diperlukan penjabaran Hukum I Termodinamika yang lebih umum.5) terbatas pemakaiannya pada proses dengan massa konstan dimana hanya terjadi perubahan energi dalam saja.W (4. Selain itu.

3 Peralatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Suatu PLTP memiliki peralatan-peralatan yang tidak banyak berbeda dengan suatu PLTU bahkan lebih sederhana karena tidak ada bagian pembangkitan uap.7) dapat ditulis menjadi : W = m (h1 .3.1 Bagian Produksi uap dalam Disini untuk peralatan dibagian produksi uap alam terletak dilapangan panas bumi itu sendiri. Service Valve Digunakan untuk pengaturan aliran serta tekanan fluida yang keluar selama pengujian. 4. a). Peralatan suatu PLTP pada dasarnya dapat dibagi menjadi 2 bagian yang besar yaitu : 4.3. Bleed Valve Dipergunakan terkondensasi.1.dimana kerja turbin (ditandakan dengan minus) masih dalam dasar unit massa yang mengalir. Shunt off valve Dipergunakan untuk menutup lubang sumur. 4. b).8) Persamaan inilah yang kemudian akan dipakai selanjutnya pada perhitungan daya turbin. c). Dengan memasukkan variabel m (massa) maka persamaan (4. apabila diadakan perbaikan atau pemeliharaan. Adapun peralatan pada bagian produksi uap alam adalah .1Peralatan lubang produksi (well head equpment) Adalah peralatan yang terdapat tepat diatas lubang produksi. 28 untuk mengeluarkan gas yang tidak dapat .h2 ) dimana: W = m = h1 = h2 = kerja/daya turbin (kW) massa (kg/s) entalpi uap yang masuk kedalam turbin (kJ/kg) entalpi uap yang meninggalkan turbin (kJ/kg) (4.

8 Peralatan Lubang Produksi S.d) Bypass Valve Dipergunakan untuk membuang uap yang tidak diperlukan.L. Sevice valve Bypass valve Expension compensator compeconvensator Shut-off valve Concreate cellar Bleed valve Surface casing Anchor casing Production casing Gambar 4. Uppal. 4.2 Peralatan transmisi cairan ( Uap dan air panas ) a. Pemisah Uap ( Steam Sparators ) Alat ini berfungsi sebagai pemisah antara kotoran dan air yang terkandung dalam uap sebelum uap tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin.3. Drum ( Steam Receives ) Tempat yang digunakan untuk mengumpulkan uap alam dari lubang – lubang produksi sebelum uap dialirkan ke turbin PLTP ( uap dari sumur produksi dikumpulkan menjadi satu ) c. New Delhi. b. 1976.1. 29 . Khanna Publisher. Pipa – pipa transmisi Yaitu peralatan yang digunakan untuk mentransmisikan cairan ( uap dan air panas ) dari lubang produksi ke PLTP. Electrical Power.

4. dipergunakan langsung untuk memutar roda turbin. Barometric Condenser Condenser jenis ini umumnya terletak di luar power house dan pada elevasi yang lebih tinggi dari pada turbin.2. Roda turbin memutar poros yang menggerakan atau memutar bebannya. Turbin yang tidak menggunakan condensor 4.3. Ditinjau dari sistem kerjanya turbin uap dibagi menjadi dua bagian yaitu . dalam hal ini adalah uap.  Non Condensing Turbin. a. Roda turbin ini terletak didalam rumah turbin.d. 4. 30 .2 Bagian perubahan tenaga uap alam menjadi tenaga listrik 4. Silensers Alat ini difungsikan untuk menahan kebisingan akibat pengaliran sat – sat dengan kecepatan yang tinggi ( uap. Peralatan ini juga yang berfungsi untuk merubah tenaga uap menjadi tenaga mekanis. turbin yang menggunakan condensor.3 Condensor Merubah uap menjadi air kembali ( kondensasi ) dan juga untuk menyingkirkan gas yang tidak terkondensasi seperti Baromatric jet condenser. seperti generator pada pembangkit listrik pada umumnya.2 Generator Dalam hal ini generator berfungsi untuk merubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik.3.3. yang dalam hal ini adalah generator listrik. Bagian turbin yang berputar dinamakan roda turbin.2. gas dan sebagainya ).3. Dalam studi kelayakan.  Condensing Turbin.2. telah dipertimbangkan dua jenis condenser yang dapat dipakai pada PLTP yaitu .1 Turbin Uap Turbin adalah suatu mesin penggerak dimana energi fluida kerja.

Low Level Condenser Condenser terletak langsung dibawah turbin sehingga hambatan aliran praktis kecil sekali.  Kerugian : lantai turbin menjadi lebih tinggi. Pemilihan gas extractor untuk non condensable gesses tersebut tergantung dari : 31 . Dalam hal ini perlu dipasang fleksibel guna meredam getaran yang terjadi. H2. bangunan menjadi lebih berat sehingga fondasi power house harus lebih kuat. Biaya condensor jenis ini akan lebih murah. O2. a. Sulfate dan Chlorida menyebabkan adanya larutan korosi.  Keuntungan : lantai turbin dapat dibuat lebih rendah sehingga rumah pembangkit ( power house ) juga tidak akan terlampau tinggi. CH4. Ag. Perlengkapan Condenser Yang dimaksud perlengkapan condenser disini adalah fasilitas pembantu pada condenser. agar supaya condenser tersebut berfungsi sebagai mana mestinya. NH3 dan H2O. Kerugian : condenser jenis ini karena uap yang keluar dari turbin harus melalui pipa penghantar yang panjang untuk ke condenser di samping itu memerlukan fondasi tersendiri. Perlengkapan condenser ini terdiri dari . N2. Adanya H2S.  Keuntungan : pemanfaatan energi uap menjadi lebih baik sebab hambatan aliran uap keluar dari turbin lebih kecil dan kemungkinan kebocoran udara menjadi lebih kecil karena tidak banyaknya terdapat sambungan pipa . NH3. Campuran gas yang harus dikeluarkan terdiri dari CO2 kebanyakan dan sebagian kecil gas seperti H2S. Gas Extractor Di dalam gas extractor ini udara dan non condensable gasses dikeluarkan dengan jalan tarikan uap tekanan tinggi pada enjectornya. b.

sistem pendinginannya memenfaatkan udara pegunungan yang dingin dan bersih.5 Menara Pendingin (Cooling Tower) Pada PLTP.3. yang jatuh pada hot well.Cooling water flow .. sehingga dapat diketahui bahwa aliran panas 32 . c. Untuk itu dibutuhkan suatu menara yang tinggi. 4.4 Pompa Vakum (Vacuum pumps) Pompa vakum berfungsi untuk memperbaiki derajat kevakuman 4. udara yang telah menjadi panas ini.3.Kevakuman condenser .Temperatur b.Mass flow . dan permukaan pertukaran panas yang luas. biasanya condensate pump ini memakai pompa jenis contrifugal. Akan tetapi. dihembuskan keluar melalui cerobong menara disebelah atas.4 Penentuan Lokasi Sumber-sumber Energi Panas Bumi Sumber-sumber geothermal harus dijelaskan letaknya dan dijelajahi sebelum itu dapat dipakai. karena udara bersifat sebagai gas. Condensate tersebut dipompa ke dalam storage tank untuk selanjutnya dipompa ke cooling tower.2.2. Pada PLTP pompa ini dipakai untuk menaikkan condensate ke cooling tower dan untuk mensirkulasikan air pendingin kebagian – bagian yang memerlukan pendingin. Circulation Water Pump Circulating water pump ini dipakai untuk mensirkulasi air pendingin dengan jumlah yang besar. Pada menara pendingin ini. Salah satu langkah yang paling penting adalah membuat bagan dari luas daerah. Hot Well Pump atau Condensate Pump. udara dihisap kedalam dan setelah mendinginkan kondensator. agar pendinginannya sempurna. maka dibutuhkan volume yang besar. Hot pump ini berfungsi memindahkan secara kontinyu dan cepat air. 4.

untuk mensuplai air ke reservoir. Suhu reservoir menimal 200oC B. 4. Pengukuran tentang seberapa baik massa batuan diberbagai kedalaman itu dapat menghantarkan listrik ataupun ukuran-ukuran magnetik. Jarak terbentuknya uap alam tidak terlalu dalam melebihi kemampuan teknik pengeboran. Perlu adanya suatu zone kedap air. Posisi steam reservoir Persyaratan reservoir geothermal yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. elektromagnetik dan gaya tarik dianalisis untuk menentukan apakah struktur batuan tersebut sesuai dengan energi geothermal. 2. Gempa bumi mengakibatkan fasilitas PLTP terpengaruh 33 . Didalam penentuan lokasi sumber PLTP bumi sangat mutlak dilaksanakan sebagai persyaratan perlu mempelajari : A. Suhu permukaan dapat membingungkan sehingga akan lebih dapat diandalkan apabila dibuat ukuran pada kedalaman 2090 m. adalah : 1. 5. Selain itu analisis kimia terhadap yang berhubungan dengan endapan panas bumi. Curah hujan yang cukup atau tata perairan bawah tanah.yang keluar dekat dengan permukaan adalah pasti lebih besar dari pada jumlah rata-rata dari energi panas yang ada. Jarak peresapan batuan tidak terlalu jauh. Pada umumnya semua hal tersebut ataupun energi panas bumi (geothermal) terdapat didaerah–daerah bekas gunung berapi yang telah berubah konstruksi akibat gejala–gejala alam. Daerahnya pernah mengalami gejala geologi dimana terbentuk sruktur yang memungkinkan sumber panas mencapai permukaan. 3. 6. yaitu batuan penudung yang mencegah hilangnya sumber panas. Ekstraksi dan reinjeksi uap alam melahirkan gejala lokal seismiticity b. sebagai indikasi adanya air panas. Faktor kegempaan (seismisitas) Seismisitas sangat mempengaruhi suatu PLTP dalam hal: a.

e. Pemilihan material / bahan bangunan untuk peralatan pada PLTP bumi. vegetasi sekelilingnya dan flora. Tersedianya air Air diperlukan untuk periode selama pembangunan. Tersedianya tanah ( tidak ada konflik dalam penggunaan ) D. Mengingat uap geotermal mengandung unsur yang bersifat korosi seperti H2S dan CO2 maka material yang dipilih perlu disesuaikan dengan sifat uap yang ada. Pemilihan lokasi PLTP Dalam pemilihan lokasi perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. selama operasi dan untuk pemadam kebakaran. E. Morfologi lokasi Hendaknya dipilih yang cukup representatif sehingga tidak memerlukan biaya yang besar dalam penggalian dan timbunan. curah hujan. kelembaban. Untuk ini pemilihan lokasi PLTP hendaknya dekat dengan sumber air. c. Pondasi PLTP Hendaknya terdiri dari pormasi batuan yang kompak jauh dari daerah tektonik. d.c. hal ini untuk menjamin kelangsungan operasi peralatan– peralatan PLTP. terutama menyangkut. F. suhu. Jarak ke sumur produksi Uap Energi Panas Bumi (geothermal) hanya akan ekonomis bila di transport sejauh 4 km b. Faktor cuaca dan sekelilingnya Pemilihan lokasi PLTP memerlukan informasi mengenai cuaca suatu daerah. C. Gumpa bumi mempengaruhi operasi PLTP Oleh karena itu didalam penentuan lokasi bangunan PLTP perlu memperhatikan gejala seismitik. Acces road Untuk memudahkan transport heavy equipment turbo generator transformer. 34 . arah angin.

G.Kemungkinan jumlah sumur eksplorasi yang berhasil lebih sedikit dari yang diharapkan (resiko eksplorasi). . 35 .Kemungkinan terjadinya problem-problem teknis. .Kemungkinan biaya eksplorasi. Resiko yang berkaitan dengan sumber daya (resource risk).Kemungkinan potensi sumur (well output).Kemungkinan jumlah sumur pengembangan yang berhasil lebih sedikit dari yang diharapkan (resiko pengembangan). Untuk memahami resiko-resiko yang berkaitan dengan pengusahaan panas bumi yang disebabkan oleh karena adanya ketidakpastian mengenai sumber energi panas bumi di bawah permukaan. . yaitu: 1. pengembangan lapangan dan pembangunan PLTP lebih mahal dari yang diperkirakan semula. . 4.Kemungkinan tidak ditemukannya sumber energi panas bumi di daerah yang sedang dieksplorasi (resiko eksplorasi).Kemungkinan potensi sumur (well output) sumur pengembangan lebih kecil dari yang diperkirakan semula (resiko pengembangan). . seperti korosi dan scaling (resiko teknologi) dan problem-problem lingkungan. . maka dalam bab ini akan dibahas secara singkat mengenai jenis-jenis resiko dalam pengusahaan PLTP.5 Resiko Eksplorasi dan Pengembangan Lapangan PLTP Pengusahaan PLTP memiliki resiko yang tinggi. baik sumur eksplorasi lebih kecil dari yang diperkirakan semula (resiko eksplorasi). Ada beberapa resiko dalam pengusahaan PLTP. Umur (life time) cadangan uap Untuk dapat dibangun PLTP harus sangat memperhatikan cadangan uap yang tersedia didalam bumi.Kemungkinan besarnya cadangan dan potensi listrik di daerah tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan atau tidak bernilai komersial (resiko eksplorasi). yaitu resiko yang berkaitan dengan: . .

Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan pasar dan harga (market access dan price risk). Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan penurunan laju produksi atau penurunan temperatur lebih cepat dari yang diperkirakan semula (resource degradation). 5. Resiko masih tetap ada meskipun hasil pemboran eksplorasi telah membuktikan bahwa di daerah tersebut terdapat sumber energi panas bumi. Resiko yang menyangkut perubahan aspek legal dan kemungkinan perubahan kebijaksanaan pemerintah (legal & regulatory risk). potensi listrik dan kemampuan produksi (welloutput) dari sumur-sumur yang akan dibor di masa yang akan datang. 6.2. Ketidakpastian mengenai hal tersebut dapat menyebabkan Lembaga Keuangan tidak tertarik untuk membiayai proyek yang ditawarkan sampai sejumlah sumur yang telah dibor di daerah tersebut berhasil memproduksikan fluida panas bumi dan menunjukkan cadangan/potensi listrik di daerah tersebut cukup untuk 36 . Hal ini disebabkan karena masih adanya ketidakpastian mengenai besarnya cadangan (recoverable reserve). Resiko yang berkaitan dengan perubahan manajemen (Management risk). 8. 4. Resiko yang berkaitan dengan kemungkinan perubahan bunga bank dan laju inflasi (Interest & inflation risk). 7. Force Majeure. Resiko pertama dalam suatu proyek panas bumi (dihadapi pada waktu eksplorasi dan awal pemboran sumur eksplorasi) adalah resiko yang berkaitan dengan kemungkinan tidak ditemukannya sumber energi panas bumi di daerah yang sedang dieksplorasi atau sumber energi yang ditemukan tidak bernilai komersial. Resiko pembangunan (construction risk). Lembaga Keuangan tidak akan memberikan pinjaman dana untuk pengembangan lapangan sebelum hasil pemboran dan pengujian sumur membuktikan bahwa di daerah tersebut terdapat sumber energi panas bumi yang mempunyai potensi yang cukup menarik dari segi ekonomi. 3.

Apabila didekat daerah tersebut terdapat lapangan panas bumi yang telah berhasil dikembangkan/ diusahakan.30% dari total fluida produksi yang dibutuhkan oleh PLTP. Meskipun besar cadangan/potensi listrik. baik permasalahan teknis (operasional) maupun permasalah lingkungan. kemampuan produksi sumur dan kapasitas injeksi telah diketahui dengan lebih pasti. Resiko lain yang berkaitan dengan sumberdaya adalah kemungkinan penurunan laju dan temperatur fluida produksi (enthalpy). setidaknya harus sudah terbukti bahwa sumur mampu menghasilkan fluida produksi sebesar 10. Tetapi apabila belum ada lapangan panas bumi yang telah berhasil dikembangkan didekat daerah tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap lembaga yang meminjamkan dana karena pengembalian dana yang dipinjamkan tidak sesuai dengan keuntungan yang diproyeksikan. tetapi resiko masih tetap ada karena masih ada ketidakpastian mengenai besarnya biaya yang diperlukan dari tahun ke tahun untuk menunjang kegiatan operasional dan menjaga jumlah pasok uap ke PLTP. Resiko yang berkaitan dengan permasalahan teknis seperti terjadinya korosi didalam sumur dan didalam pipa akan mengakibatkan berkurangnya keuntungan dan mungkin juga dapat menyebabkan ditolaknya usulan perluasan lapangan untuk meningkatkan kapasitas PLTP. perubahan kandungan kimia fluida terhadap waktu. Penurunan kinerja reservoir terhadap waktu sebenarnya dapat diramalkan dengan cara simulasi reservoir. Ketidakpastian ini timbul karena heterogenitas dari sifat batuan reservoir. Hasil 37 . kenaikan tekanan injeksi. Selain itu bank juga membutuhkan bukti bahwa penginjeksikan kembali fluida kedalam reservoir (setelah energinya digunakan untuk membangkitkan listrik) tidak menimbulkan permasalahan. yang mengakibatkan berkurangnya keuntungan atau bahkan hilangnya keuntungan bila penurunan produksi terlalu cepat.menunjang proyek yang dimaksud. biasanya kepastian mengenai adanya cadangan yang memadai cukup ditunjukkan oleh adanya satu atau dua sumur yang berhasil memproduksikan fluida panas bumi.

8. Memeriksa rencana pengembangan dan menguji rencana operasi berdasarkan skenario yang terjelek.peramalan kinerja reservoir dapat dipercaya apabila model dikalibrasi dengan menggunakan data produksi yang cukup lama. 7. Mentaati peraturan yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan. Menentukan kriteria keuntungan yang jelas. termasuk didalamnya permasalahan-permasalahan yang timbul akibat kelalaian manusia dan kekurangcakapan sumber daya manusia dan managemen. Berbagai upaya telah dicoba untuk mengurangi resiko yang berkaitan dengan sumberdaya. 6. Di beberapa proyek masalah-masalah manajemen dan operasional yang tak terduga ada yang tidak terpecahkan atau dapat dipecahkan dengan biaya tinggi. Kegiatan eksplorasi telah cukup dilakukan sebelum rencana pengembangan lapangan dibuat. 9. 4. baik secara teknis maupun secara manajerial. Melaksanakan simulasi (pemodelan) untuk meramalkan kinerja reservoir dan sumur untuk berbagai skenario pengembangan lapangan. tapi jika model dikalibrasi dengan data produksi yang relatif singkat maka hanya hasil peramalan kinerja reservoir masih mengandung tingkat ketidakpastian yang tinggi. 2. 3. 5. Merancang dan menerapkan program sesuai dengan tujuan dan berdasarkan jadwal waktu pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan. Mengadakan pertemuan secara teratur untuk mengevaluasi pelaksanaan 38 . Mengkaji rencana pengembangan secara hati-hati sebelum menandatangani perjanjian pendanaan. dengan cara melihat pengalaman pengembang sebelumnya. Resiko yang disebabkan oleh hal tersebut relatif lebih sulit dinilai dibandingkan dengan resiko lain. Memilih proyek dengan lebih hati-hati. diantaranya adalah: 1.

kita mengurangi emisi yang merusak atmosfir kita.Suatu pembangkit listrik geotermal terletak diatas sumber bahan bakarnya.program untuk mengetahui apakah kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana atau tidak.lubang-lubang terbuka. PLTP. Menghasilkan listrik dengan energi geotermal membantu menghemat pemanfaatan bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbaharui.Hal ini membuatnya resisten terhadap hambatan penghasilan listrik yang diakibatkan oleh cuaca dan bencana alam yang bisa mengganggu transportasi bahan bakar.  Fleksibel.Instalasi geotermal tidak memerlukan pembendungan sungai atau penebangan hutan. seperti Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Matahari tidak membakar bahan bakar untuk menghasilkan uap panas guna memutar turbin.timbunan limbah atau tumpahan minyak. dengan unit tambahan dipasang sebagai peningkatan yang diperlukan untuk memenuhi permintaan listrik yang meningkat. Suatu PLTP bisa memiliki rancangan moduler.  Dapat diandalkan. 39 . Lokal area yang diperlukan untuk membangun PLTP ukurannya per MW lebih kecil dibandingkan hampir semua jenis pembangkit lain.6 Keuntungan dan Kekurangan PLTP Dalam halaman ini kita akan membahas tentang keuntungan dan kekurangan dari energi panas bumi diatas : A.dan tidak ada terowongan tambang. loronglorong. 4. PLTP dirancang untuk beroperasi 24 jam sehari sepanjang tahun. Keuntungan PLTP  Bersih. dan dengan pengurangan pemakaian jenis-jenis bahan bakar ini.  Tidak boros lahan.

perubahan dan ancaman kebakaran hutan di mana diperlukan waktu antara 30-50 tahun untuk mengembalikan fungsi hutan lindung seperti semula 40 peralatan– .   Ancaman akan adanya hujan asam Penurunan stabilitas tanah yang akan berakibat pada bahaya erosi dan amblesan (subsidence). B. Kerugian – kerugian PLTP  PLTP selalu dibangun di daerah lapang Panas Bumi dimana terdapat banyak sumber air panas atau uap yang mengeluarkan gas H2S. maka di tapak kegiatan harus dipasang mikro seismograf. Faktor lain yang berpengaruh adalah posisi Bali secara regional merupakan daerah rawan gempa bumi.  Menyusut dan menurunnya debit maupun kwalitas sumber mata air tanah maupun danau-danau di sekitar area pembangunan yang akan menyebabkan gangguan pada kehidupan biota perairan dan menurunkan kemampuan tanah untuk menahan air  Berubahnya tata guna lahan. Amblesan juga didukung letak geomorfologi tapak kegiatan yang berada pada kaldera vulkanik dengan patahan sekelilingnya sesuai dengan munculnya kerucut resent.Kandungan H2S yang bersifat korosit akan dapat menyebabkan peralatan mesin maupun listrik berkarat. Mengurangi Pengeluaran. selalu terdapat dimana pembangkit itu berada. Apabila terjadi amblesan maka kegiatan operasional PLTP harus dihentikan. Uang tidak perlu dikeluarkan untuk mengimpor bahan bakar untuk PLTP ’’ Bahan bakar “geotermal. Untuk memantau dampak amblesan. hal ini akan menyebabkan kandungan H2S akan meningkat.  Pembangunan PLTP di lokasi terpencil bisa meningkatkan standar dan kualitas hidup dengan cara membawa tenaga listrik ke orang yang bertempat tinggal jauh dari sentra populasi yang berlistrik.

ini bukan tanpa kendala. Terganggunya nilai-nilai kesakralan kawasan suci ini dikhawatirkan akan menganggu keseimbangan hubungan manusia dengan lingkungan alam (palemahan) yang secara langsung akan mempengaruhi nilai-nilai pawongan (masyarakat) yang terkait dengan aspek kedamaian. Proyek pembangunan Bedugul ini dianggap bertentangan dengan nilai wanakerti dan nilai filosofi Tri Hita Karana bagi masyarakat Bali dan sekitarnya. salah satunya yang banyak menyedot perhatian masyarakat Indonesia adalah Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Kawasan Bedugul. CO. C02. Apalagi kawasan Bedugul selama ini sudah merupakan “paru-paru” bagi Pulau Bali. Kawasan hulu oleh masyarakat setempat dianggap sebagai hulu amerta atau sumber kemakmuran dan kesejahteraan bagi daerah-daerah sekitar. Padahal kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan di Pulau Dewata ini hanya tinggal 23.88 ha. PLTP ini akan dibangun di dalam area Hutan Lindung Primer Batukaru seluas 53. Tuhan (Parahyangan) dan alam sekitarnya. yang dibangun bersama oleh PT. NO2 dan H2S 4. keamanan. Terganggunya kelimpahan dan keanekaragaman jenis biota air karena diperkirakan akan tercemar zat-zat kimia SO2. Masalah lain yang akan timbul dari pembangunan PLTP ini adalah berpotensi terjadinya bentrokan dengan budaya Bali setempat. gunung dan danau sebagai tempat suci atau sakral. Filosofi Tri Mandala menempatkan kawasan hulu seperti hutan. kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya. Filosofi Tri Hita Karana yang menjunjung tinggi hubungan erat antara manusia. Pertamina dan Bali Energi Ltd. 41 . Pembangunan PLTP Bedugul.7 Kendala dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Ditinjau dari Segi Sosial dan Budaya Masyarakat Sekitar Pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit tentang kendala yang dialami dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.19% dari batas minimum 30% dari luas wilayah Bali.

semakin terakselerasi. 42 . sangat mendukung proyek pembangunan PLTP Bedugul ini. Semua ini akan menyumbang benih-benih perpecahan pada proses disintegrasi bangsa yang dikhawatirkan sudah dan sedang terjadi.Ancaman bentrokan horizontal antar masyarakat pun bisa terjadi karena salah satu desa yang berada di Kawasan Bedugul ini. sedangkan desa-desa lainnya yang mayoritas beragama hindu menolak keras. yakni : Desa Candikuning yang bermayoritas muslim. Demikian pula dengan akan datangnya pekerja-pekerja dari luar daerah untuk membangun proyek PLTP dikhawatirkan akan memicu kecemburuan sosial antar penduduk asal dengan pendatang dan gangguan kamtibmas diperkirakan akan terjadi di daerah sekitar akibat arus urbanisasi yang berlangsung dalam waktu yang singkat.

2 Saran Dari pembahasan diatas saran-saran yang dapat penulis sampaikan yaitu: Diharapkan kepada semua komponen Masyarakat dapat mengetahui tentang perlunya dipikirkan penambahan energi melalui pemilihan energi alternatif yang ramah terhadap lingkungan. 43 . kebutuhan tenaga listriknya dapat dipenuhi dari pusat listrik tenaga panas bumi. suatu hal yang dewasa ini sangat diperhatikan dalam setiap pembangunan dan pemanfaatan teknologi. baik yang dibangkitkan oleh batubara maupun oleh tenaga diesel yang keduanya menimbulkan pencemaran udara. 5. Apabila masih terdapat sisa daya tenaga listrik dari pemanfaatan energi panas bumi. Bila pemanfaatan energi panas bumi dapat berkembang dengan baik. dapat disalurkan ke daerah lain sehingga ikut mengurangi beban yang harus dibangkitkan oleh pusat listrik tenaga uap.BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan uraian tersebut di atas. maka kota-kota di sekitar daerah sumber energi panas bumi yang pada umumnya terletak di daerah pegunungan. agar alam masih dapat memberikan daya dukungnya bagi kehidupan umat manusia. Apalagi kalau diingat bahwa pemanfaatan energi panas bumi sebagai sumber penyedia tenaga listrik adalah termasuk teknologi yang tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. kiranya dapat disimpulkan bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi cukup menjanjikan.

blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://ksbforblog. Bandung. Program Studi Teknik Mesin. Universitas Udayana. Ir.com/2008/pltp/panas.blogspot. http://jo-hnz.com/2009/05/Fisika-Energi.html. B. TEKNIK PANAS BUMI.bumi.html.blog. http://suharto-pump.html. I G. Wijaya Kusuma . Bali. Nenny Miryani Saptadji PH.d. ITB 44 .orang indonesia PLTP (Geothermal) Bedugul. Fakutas Teknik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful