Teori Apungan Benua

Sudah sejak lama para ahli kebumian mengetahui bahwa daratan-daratan yang ada di muka bumi ini sebenarnya tidaklah tetap di tempatnya, tetapi secara berlahan daratan-daratan tersebut bermigrasi di sepanjang bola bumi. Terpisahnya bagian daratan dari asalnya dapat membentuk suatu lautan yang baru dan dapat juga berakibat pada terjadinya proses daur ulang lantai samudera kedalam interior bumi. Sifat mobilitas kerak bumi ditandai dengan adanya gempa bumi, aktivitas gunung api dan pembentukan pegunungan (orogenesa). Berdasarkan ilmu pengetahuan kebumian, teori yang menjelaskan mengenai bumi yang dinamis (mobil) dikenal dengan teori Tektonik Lempeng. Hipotesa Pengapungan Benua (Continental Drift) Revolusi dalam ilmu pengetahuan kebumian sudah dimulai sejak awal abad ke 19, yaitu ketika munculnya suatu pemikiran yang bersifat radikal pada kala itu dengan mengajukan hipotesa tentang benua-benua yang bersifat mobil yang ada di permukaan bumi. Sebenarnya teori tektonik lempeng sudah muncul ketika gagasan mengenai hipotesa Pengapungan Benua (Continental Drift) diperkenalkan pertama kalinya oleh Alfred Wegener (1915) dalam bukunya “The Origins of Oceans and Continents”. Pada hakekatnya hipotesa pengapungan benua adalah suatu hipotesa yang menganggap bahwa benua-benua yang ada saat ini dahulunya bersatu yang dikenal sebagai super-kontinen yang bernama Pangaea. Super-kontinen Pangea ini diduga terbentuk pada 200 juta tahun yang lalu yang kemudian terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang kemudian bermigrasi (drifted) ke posisi seperti saat ini. Bukti bukti tentang adanya super-kontinen Pangaea pada 200 juta tahun yang lalu didukung oleh fakta fakta sebagai berikut: Kecocokan / kesamaan Garis Pantai : Adanya kecocokan garis pantai yang ada di benua Amerika Selatan bagian timur dengan garis pantai benua Afrika bagian barat. Kedua garis pantai ini apabila dicocokan atau dihimpitkan satu dengan lainnya akan berhimpit. Wegener menduga bahwa kedua benua tersebut pada awalnya adalah satu. Berdasarkan adanya kecocokan bentuk garis pantai inilah kemudian Wegener mencoba untuk mencocokkan semua benua-benua yang ada di muka bumi. Persebaran Fosil : Diketemukannya fosil-fosil yang berasal dari binatang dan tumbuhan yang tersebar luas dan terpisah di beberapa benua : 1. Fosil Cynognathus, suatu reptil yang hidup sekitar 240 juta tahun yang lalu dan ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika. 2. Fosil Mesosaurus, suatu reptil yang hidup di danau air tawar dan sungai yang hidup sekitar 260 juta tahun yang lalu, ditemukan di benua Amerika Selatan dan benua Afrika. 3. Fosil Lystrosaurus, suatu reptil yang hidup di daratan sekitar 240 juta tahun yang lalu, ditemukan di benua benua Afrika, India, dan Antartika.

4. Dengan kata lain. di belahan bumi bagian utara beriklim tropis yang ditandai dengan berkembangnya hutan rawa tropis yang sangat luas dan merupakan material asal dari endapan batu bara yang dijumpai di Amerika bagian timur. Pada saat ini. Pengapungan Benua dan Paleomagnetisme : Ketika pertama kali hipotesa Pengapungan Benua dikemukakan oleh Wegener. Bukti-bukti dari Wegener dalam mendukung hipotesa Pengapungan Benua baru diperoleh setelah 50 tahun sebelum masyarakat ahli kebumian mempercayai kebenaran tentang hipotesa Pengapungan Benua. Pertanyaannya adalah. di mana belahan bumi bagian selatan ditutupi oleh lapisan es yang sangat tebal. Amerika Selatan. namun belum cukup untuk membuktikan bahwa daratan/benua tersebut telah mengalami pengapungan. jika suatu benua telah mengalami pemisahan satu dan lainnya. akan tetapi data-data tersebut belum cukup untuk membuktikan hipotesa pengapungan benua (continental drift). Adapun perhatian terhadap hipotesa ini baru terjadi ketika penelitian mengenai penentuan Intensitas dan Arah medan magnet bumi. Kesamaan Jenis Batuan : Jalur pegunungan Appalachian yang berada di bagian timur benua Amerika Utara dengan sebaran berarah timur laut dan secara tiba-tiba menghilang di pantai Newfoundlands. Amerika Selatan. Eropa dan Asia. seperti benua Antartika. Dengan cara mempersatukan / mencocokan kenampakan bentuk-bentuk geologi yang dipisahkan oleh suatu lautan memang diperlukan. yaitu pada periode 1930 hingga awal tahun 1950-an. kedua pegunungan ini akan membentuk suatu jalur pegunungan yang menerus. maka mutlak diperlukan bukti-bukti bahwa struktur geologi dan jenis batuan yang cocok/sesuai. Meskipun bukti-bukti dari kenampakan geologinya cocok antara benua-benua yang dipisahkan oleh lautan. para ahli kebumian baru percaya bahwa daratan yang mengalami glasiasi berasal dari satu daratan yang dikenal dengan super-kontinen Pangaea yang terletak jauh di bagian selatan dari posisi saat ini. bukti-bukti yang mendukung hipotesa ini sangat minim sekali. dan India. India. Australia. dan Antartika. suatu tanaman yang hidup 260 juta tahun yang lalu. Bukti Paleoclimatic (Iklim Purba) : Para ahli kebumian juga telah mempelajari mengenai ilklim purba. bagaimana binatang-binatang darat tersebut dapat bermigrasi menyeberangi lautan yang sangat luas serta di laut yang terbuka? Boleh jadi jawabannya adalah bahwa benua-benua yang ada sekarang pada waktu itu bersatu yang kemudian pecah dan terpisah-pisah seperti posisi saat ini. karena selama perioda glasiasi di belahan bumi bagian selatan. Australia. Fosil Clossopteris. Wilayah yang terkena glasiasi di daratan Afrika ternyata menerus hingga ke wilayah ekuator. dijumpai di benua benua Afrika. Pegunungan yang umurnya sama dengan pegunungan Appalachian juga dijumpai di British Isles dan Scandinavia. . Afrika. di mana pada 250 juta tahun yang lalu diketahui bahwa belahan bumi bagian selatan pada zaman itu terjadi iklim dingin. Kedua pegunungan tersebut apabila diletakkan pada lokasi sebelum terjadinya pemisahan / pengapungan. Akan tetapi argumentasi ini kemudian ditolak oleh para ahli kebumian.

Jika batuan tersebut berpindah dari tempat asalnya. maka butiran butiran yang kaya akan unsur besi akan mengalami magnetisasi dengan arah medan magnet yang ada pada saat itu. akan tetapi arah kemagnetan (magnetic alignment) pada aliran lava yang lebih tua ternyata menunjukkan arah kemagnetan yang sangat bervariasi dengan perbedaan yang cukup besar. Mineral yang kaya akan unsur besi. maka kemagnetan batuan tersebut akan tetap pada arah aslinya. baik yang ada di Amerika Utara dan Eurasia memperlihatkan kesamaan dan kemiripan dari jalur perpindahan kutub kutub magnet bumi tersebut yang terpisah dengan sudut 30 derajat. seperti magnetite banyak terdapat dalam aliran lava yang berkomposisi basaltis. Dengan demikian. jika posisi kutub-kutub magnet relatif tetap pada posisinya. Sebaliknya apabila arah kutub magnet dianggap tetap pada posisi seperti saat ini maka penjelasannya adalah bahwa benua yang mengalami perpindahan atau pengapungan. Batuan batuan yang terbentuk jutaan tahun yang lalu akan merekam arah kutub magnet pada saat dan tempat di mana batuan tersebut terbentuk. Berdasarkan hasil ploting dari posisi yang terlihat sebagai kutub magnet utara untuk benua Eurasia mengindikasikan bahwa selama 500 juta tahun yang lalu. Medan magnet bumi juga mempunyai kesamaan dengan yang dihasilkan oleh suatu batang magnet. Penelitian mengenai arah kemagnetan purba pada aliran lava yang diambil di Eropa dan Asia pada tahun 1950-an menunjukkan bahwa arah kemagnetan untuk batuan batuan yang berumur muda cocok dengan arah medan magnet bumi saat ini. yaitu menghasilkan garis-garis imaginer yang berasal dari gaya magnet bumi yang bergerak melalui bumi dan menerus dari satu kutub ke kutub lainnya. Sekali batuan tersebut membeku maka arah kemagnetan (magnetisasi) yang dimilikinya akan tertinggal di dalam batuan tersebut. Saat suatu lava yang berkomposisi basaltis mendingin (menghablur) dibawah temperatur Curie (± 5800 C). . Perpindahan arah kutub magnet ini dikenal sebagai “Pole Magnetic Wandering” yaitu arah kutub magnet yang berkelana / berpindah pindah. lokasi-lokasi dari kutub utara magnet bumi secara berangsur berpindahpindah. dan hal ini dikenal sebagai Paleomagnetisme. suatu kurva dari kenampakan kutub-kutub magnet yang berpindah pindah juga dilakukan untuk benua Amerika Utara.Setiap orang yang pernah menggunakan kompas tahu bahwa medan magnet bumi mempunyai kutub. Hal ini merupakan bukti kuat bahwa kutub magnet bumi telah mengalami berpindahan / bermigrasi. Beberapa tahun kemudian. Suatu metoda yang dipakai untuk mengetahui medan magnet purba adalah dengan cara menganalisa beberapa batuan yang mengandung mineral-mineral yang kaya unsur besinya yang dikenal sebagai fosil kompas. Apabila diperbandingkan hasil dari kedua jalur perpindahan kutub magnet bumi. yaitu kutub utara dan kutub selatan yang arahnya hampir berimpit dengan arah kutub geografis bumi. Jarum kompas itu sendiri berfungsi sebagai suatu magnet kecil yang bebas bergerak di dalam medan magnet bumi dan akan ditarik ke arah kutub-kutub magnet bumi. Semua bukti-bukti ilmiah tersebut mengindikasikan bahwa posisi rata-rata dari kutub kutub magnet erat kaitannya dengan posisi kutub geografis bumi. Arah kemagnetan ini akan bertindak sebagai suatu kompas ke arah kutub magnet yang ada. maka kutub-kutub yang terlihat berpindah pindah dapat dijelaskan dengan hipotesa Pengapungan Benua.

Beberapa bagian dari awan ini berputar seperti pusaran arus. yakni bahan pembangun molekul semua mahluk hidup. dan ada juga yang menjadi gasgas yang membentuk atmosfere.3 milyard tahun. Secara lambat laun kumpulan berbagai partikel yang berputar ini membentuk planet-planet yang mengelilingi Matahari. Bumi yang terbentuk berupa materi padat tanpa air dan dikelilingi awan gas.5 Milyar tahun. dan amonia sama seperti atmosfere Jupiter saat ini. Pada saat awan ini berputar mengelilingi Matahari. Kumpulan dari gas dan debu ini semakin tumbuh besar dengan menarik berbagai partikelpartikel yang berada di dekatnya. Atmosfere awal Bumi mungkin terdiri dari hidrogen. Banyak ilmuwan yang mendukung teori bahwa awan Nebula yang membentuk Tata Surya kita berasal dari ledakan sebuah bintang. air hujan dan sungai melarutkan garam dan berbagai subtansi dalam batuan dan membawanya ke lautan. Selama lebih dari jutaan tahun secara perlahanlahan air terkumpul di tempat-tempat yang rendah dan membentuk lautan. Selama sekitar satu milyar tahun yang pertama Bumi tak mengandung kehidupan. batu tertua yang pernah ditemukan berusia 4. Bumi pada awalnya mengandung sedikit sekali oksigen. Salah satu teori menyebutkan bahwa Bumi pada awalnya berupa gas kemudian berubah menjadi cairan dan akhirnya menjadi lebih dingin sehingga kerak Bumi ( kulit luar ) menjadi padat mengeras. metan. Daratan berkembang di Bumi. Kemudian gabungan kimia yang terjadi secara kebetulan di atmosfer dan memperoleh energinya dari sumber-sumber seperti petir. Radiasi berbagai material dan meningkatnya tekanan di dalam Bumi secara bertahap menghasilkan panas yang sanggup mencairkan bagian dalam Bumi. Umur Bumi diperkirakan sekitar 4. Berbagai material berat seperti besi menjadi tenggelam. Sistim Tata surya kita berasal dari spiral awan nebula (awan gas dan debu batuan dan metalik) yang sangat besar. menghasilkan asam amino dan asam nukleat. Barangkali sebagian besar terdiri dari karbon dioksida seperti atmosfer Venus saat ini. sehingga membuat lautan menjadi asin. Panasnya perut Bumi juga menyebabkan zat-zat kimia di dalam Bumi muncul ke permukaan.Banyak ilmuwan yang percaya bahwa Bumi terbentuk bersamaan dengan terbentuknya Tata Surya. Beberapa zat kimia membentuk air. Gas dan debu yang berada di sekitar pusaran ini ikut bergabung. awan ini secara perlahan menjadi rata. helium. sedangkan material ringan seperti Silika ( batuan yang terdiri dari silikon dan oksigen ) muncul ke permukaan Bumi dan membentuk lapisan keras kulit Bumi yang pertama. Matahari terbentuk dari bagian tengah awan nebula. Oksigen di Bumi terutama .

Jerman. dan sub benua India. Bila dua buah Lapisan saling bertubrukan maka salah satu lapisan akan terangkat dan membentuk pegunungan.L.berasal dari tanaman-tanaman yang menggunakan karbon dioksida untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen. Beberapa hal yang menjadi dasar teori A. Lapisan-lapisan Bumi ini bergerak dengan tiga cara. pertama saling menjauh. ketika lapisan Bumi yang mengangkut India bertabrakan dengan lapisan Bumi yang mengangkut Eurasia. Kemudian teori ini dibukukan pada tahun 1915 dengan judul Die Enstehung der Kontinente und Ozeane yang berarti Asal Usul Benua dan Lautan. lapisan keras ini bergerak di atas sebuah lapisan batu yang sangat panas di dalam lapisan mantel yang disebut asthenosphere. Bumi terdiri dari beberapa lapisan. lapisan luar Bumi disebut Lithosphere dan terdiri dari 30 lapisan. Amerika Selatan. Dengan semakin banyaknya tanaman yang terbentuk di Bumi maka jumlah oksigen menjadi semakin banyak. Pada saat lapisan-lapisan ini bergerak mereka juga membawa benua-benua dan lantai dasar samudera bergerak bersamanya. Masing-masing lapisan terdiri dari bagian yang keras dan mantel bagian atas. Pada saat benua ini terbelah-belah beberapa samudera baru muncul di sela-selanya. Sekitar 200 juta tahun yang lalu benua ini terbelah menjadi dua yakni Gondwanaland dan Laurasia. Ia menyampaikan teori ini pada tahun 1912 di hadapan perhimpunan ahli geologi di Frankfurt. Ketika bertabrakan salah satu lapisan mungkin tertekan ke bawah ke dalam mantel di bawah lapisan yang lain. Gondwanaland kemudian terbelah membentuk benua afrika. antartika.L. kedua saling mendekat dan ketiga saling melewati. . Diperlukan waktu berjuta-juta tahun untuk membentuk posisi daratan yang seperti sekarang ini. Walaupun pada awalnya buku tersebut menimbulkan kontroversi besar di lingkungan ahli-ahli geologi. a. pada sekitar tahun 1960 “Teori Apungan Benua” Wegener semakin banyak mendapatkan dukungan dari para ahli di bidangnya. Pada awalnya hanya terbentuk satu benua besar yang disebut Pangaea dan dikelilingi satu samudera Panthalassa. Wegener (1880–1930). membentuk sebuah jurang yang sangat dalam di dasar samudera. maka mereka pasti bergerak saling mendekat di tempat yang lain. australia. Sedangkan Laurasia terbelah menjadi Eurasia dan Amerika Utara. Teori Apung Benua (Continental Drift) Teori Apungan dan Pergeseran Benua ditemukan oleh A. Panas di dalam perut Bumi mencairkan material-material dan mencari jalan keluar ke permukaan Bumi membentuk Gunung Berapi. Wegener adalah sebagai berikut. Pegunungan Himalaya dengan puncak Gunung Everestnya mulai terbentuk 60 juta tahun yang lalu. Jika lapisan Bumi bergerak saling menjauh di suatu tempat.

Wilayah Greenland sekarang ini bergerak menjauhi daratan Eropa dengan kecepatan 36 meter/tahun. Terjadinya lipatan-lipatan kulit bumi yang menghasilkan jajaran pegunungan utara-selatan di sepanjang pantai Amerika Utara Selatan. teori ini tidak mendapat dukungan para ahli geologi. Namun. di sekitar pantai barat Amerika Serikat. c. yang menimbulkan persepsi bahwa kedua garis yang sama tersebut dahulunya merupakan daratan yang berimpitan. India. Teori ini lebih terkenal dengan sebutan teori kontraksi yang kemudian diteruskan oleh Edward Suess. menyatakan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan. (4) Samudra Hindia semakin mendesak ke utara.(1) Garis pantai timur Benua Amerika Utara mempunyai persamaan dengan garis pantai barat Eropa. sehingga menimbulkan Pegunungan Himalaya. Peristiwa-peristiwa di atas akan menimbulkan hal-hal sebagai berikut. (2) Karena gerakan Benua Amerika yang terus berlangsung ke arah barat. Australia. dan . demikian juga Kepulauan Madagaskar menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 meter/tahun. Samudra Atlantik menjadi semakin luas. (3) Benua-benua yang ada sekarang awalnya merupakan satu benua besar yang disebut Benua Pangea. Pecahnya Benua Pangea disebabkan oleh gerakan benua besar di selatan baik ke arah barat maupun ke utara menuju khatulistiwa. Teori Kontraksi (Contraction Theory) Menurut Rene Descartes (1596–1650). (2) Benua Afrika mempunyai persamaan yang mencolok dengan Asia barat. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory) Edward Suess (1831–1914). sedangkan anak Benua India akan semakin menyempit dan mendekati Benua Eurasia. terutama pada formasi geologi di sepanjang pantai Afrika Barat sama dengan apa yang terdapat di pantai Timur Amerika. Kondisi tersebut telah dapat dibuktikan kebenarannya saat ini. (1) Bentangan-bentangan samudra dan benua-benua mengapung sendirisendiri. b. Itu juga dikuatkan dengan persamaan formasi geologi pada bagian pertemuan dari kedua daratan tersebut. Semakin lebar celah yang terdapat di dasar alur-alur samudra merupakan salah satu bukti bahwa benua-benua tersebut selalu mengalami pergerakan dan pergeseran secara terus-menerus. bumi ini berangsur-angsur mengalami penyusutan dan pengerutan karena pendinginan sehingga terjadilah gununggunung dan lembah-lembah. yang meneruskan teori Wagener. (3) Besarnya intensitas kegiatan seismik yang terjadi di sepanjang patahan San Andreas.

. Arus konveksi inilah yang menggerakan kerak samudra (lempeng samudra) yang berfungsi sebagai ban berjalan (conveyor-belt). dan berevolusi menjadi benua-benua seperti saat ini. maka magma yang berasal dari astenosfir kemudian naik dan membeku. pembentukan material baru di Pematang Tengah Samudra (Midoceanic ridge) dan penyusupan lantai samudra kedalam interior bumi (astenosfir) pada zona subduksi. Gambar Perekaman arah magnet pada batuan lava ketika pembentukan lava dengan selang waktu 400. Pergerakan lantai samudra (litosfir) ke arah kiri dan kanan di sepanjang sumbu pemekaran Pematang Tengah Samudra lebih disebabkan oleh arus konveksi yang berasal dari lapisan mantel bumi (astenosfir). Teori Konvensi (Convection Theory) Teori konveksi dikemukakan pertama kalinya oleh Harry Hess (1960) dalam tulisannya yang berjudul “Essay in geopoetry describing evidence for sea-floor spreading”. Benua Laurasia dan Benua Gondwana. yang disebut Benua Pangea. d. Guyots. Daratan yang berupa benua-benua sekarang ini merupakan sisa-sisa dari bagian daratan lain yang tenggelam ke dasar samudra.Antartika karena pada awalnya daratan-daratan tersebut satu. serta umur kerak samudra yang lebih muda dari 180 juta tahun. ___________________________________________________________________ _____________________ Arus konveksi yang menggerakan lantai samudra (litosfir). Akibat dari pemekaran yang terjadi disepanjang sumbu Pematang Tengah Samudra.000 tahun . Hipotesa pemekaran lantai samudra didukung juga oleh bukti-bukti dari data-data hasil pengukuran kemagnetan purba (paleomagnetism) dan penentuan umur batuan (rock-dating). Gambar 2.13 memperlihatkan ilustrasi dari pemekaran lantai samudra oleh arus konveksi yang adadi lapisan astenosfir. Kemagnetan purba adalah studi tentang polaritas arah magnet bumi yang terekam oleh mineral yang ada dalam batuan saat batuan tersebut membeku. kemudian pecah menjadi dua. Hipotesa pemekaran lantai samudra pada dasarnya adalah suatu hipotesa yang menganggap bahwa bagian kulit bumi yang ada didasar samudra Atlantik tepatnya di Pematang Tengah Samudra mengalami pemekaran yang diakibatkan oleh gaya tarikan (tensional force) yang digerakan oleh arus konveksi yang berada di bagian mantel bumi (astenosfir). Dalam tulisannya diuraikan mengenai bukti-bukti adanya pemekaran lantai samudra yang terjadi di pematang tengah samudra (mid oceanic ridges).

Hal lain yang perlu diketahui dari hipotesa pemekaran lantai samudra adalah bahwa ternyata volume bumi tetap dan tidak semakin besar dengan bertambah luasnya lantai samudra dan hal ini berarti bahwa harus ada di bagian lain dari kulit bumi dimana kerak samudra mengalami penyusupan kembali ke dalam perut bumi. seperti mineral magnetit akan merekam arah magnet-bumi saat mineral tersebut terbentuk. yaitu pada temperatur lebih kurang 5800 Celcius (temperatur Currie). 6). Dalam teori tektonik lempeng dinyatakan bahwa pada dasarnya kerak-bumi (litosfir) terbagi dalam 13 lempeng besar dan kecil. . ___________________________________________________________________ _____________________ Kenampakan Pematang Tengah Samudra (Mid Oceanic Ridge) yang berada di Samudra Atlantik Proses pembentukan material baru dan periode polaritas arah magnet bumi yang terekam pada batuan dasar lantai samudra sejak 3. Hasil studi kemagnetan purba yang dilakukan terhadap sampel batuan yang diambil di bagian Pematang Tengah Samudra hingga ke bagian tepi benua menunjukkan terjadinya polaritas arah magnet bumi yang berubah rubah (normal dan reverse) dalam selang waktu setiap 400. 3).18 sebagai berikut: 1). Lempeng Afrika (African plate). Teori Tektonik Lempeng Teori tektonik lempeng adalah suatu teori yang menjelaskan mengenai sifat-sifat bumi yang mobil/dinamis yang disebabkan oleh gaya endogen yang berasal dari dalam bumi. 4).6 milyar tahun lalu (atas) hingga saat ini (bawah) D. Lempeng Pasific (Pasific plate).15 dan gambar 2. Lempeng Amerika Utara (North American plate). 2). Polaritas arah magnet bumi yang terekam pada batuan punggung tengah samudra dapat dipakai untuk merekontruksi posisi dan proses pemisahan antara benua Amerika dan Afrika yang semula berimpit dan data ini didukung oleh hasil penentuan umur batuan yang menunjukkan umur yang semakin muda ke arah pematang tengah samudra. Lempeng Amerika Selatan (South American plate). Lempeng India-Australia (Indian-Australian plate). Adapun lempenglempeng tersebut terlihat pada gambar 2. Lempeng Euroasia (Eurasian plate).16). 5).000 tahun sekali (gambar 2.Sebagaimana diketahui bahwa mineral-mineral yang menyusun batuan.

Batas-batas lempeng : Konvergen (atas). dan 3). Batas Divergen: Batas divergen adalah batas antar lempeng yang saling menjauh satu dan lainnya. sebagai hasil subduksi antara lempeng samudra Philipina dengan lempeng samudra Pasifik.19 Atas). Lempeng Nasca (Nasca plate). Jenis Batas Konvergen: Obduction/Obduksi (atas) dan Subduction/Subduksi (bawah) (2).7). Contoh batas lempeng konvergen dengan tipe subduksi adalah Kepulauan Indonesia sebagai bagian dari lempeng benua Asia Tenggara dengan lempeng samudra Hindia–Australia di sebelah selatan Sumatra-Jawa-NTB dan NTT. Lempeng Antartika (Antartic plate) serta beberapa lempeng kecil seperti : 1). Divergen (tengah) dan Transforms (bawah). Lempeng Arab (Arabian plate). Lempeng Karibia (Caribian plate). Batas lempeng konvergen dapat berupa batas Subduksi (Subduction) atau Obduksi (Obduction). Batas kedua lempeng ini berupa suatu zona subduksi yang terletak di laut yang berbentuk palung (trench) yang memanjang dari Sumatra. Contoh batas lempeng tipe obduksi adalah pegunungan Himalaya yang merupakan hasil tumbukan lempeng benua India dengan lempeng benua Eurasia.18): (1). hingga ke Nusa Tenggara Timur. Batas Konvergen: Batas konvergen adalah batas antar lempeng yang saling bertumbukan. Pemisahan ini disebabkan karena adanya gaya tarik (tensional force) yang mengakibatkan naiknya magma kepermukaan dan membentuk material baru berupa lava yang kemudian berdampak pada lempeng . Contoh lainnya adalah kepulauan Philipina. 2). Jawa. Lempeng Philippines (Phillippines plate) 5). 4).19 Bawah). Lempeng Scotia (Scotia plate) 6). Lempeng Cocos (Cocos plate) Lempeng-lempeng utama litosfir Batas-batas dari ke 13 lempeng tersebut diatas dapat dibedakan berdasarkan interaksi antara lempengnya sebagai berikut (gambar 2. Obduksi (Obduction) adalah batas lempeng yang merupakan hasil tumbukan lempeng benua dengan benua yang membentuk suatu rangkaian pegunungan (gambar 2. Batas subduksi adalah batas lempeng yang berupa tumbukan lempeng dimana lsalah satu empeng menyusup ke dalam perut bumi dan lempeng lainnya terangkat ke permukaan (gambar 2.

disamping itu contoh lainnya adalah rifting yang terjadi antara benua Afrika dengan Jazirah Arab yang membentuk laut merah. (3). lempeng-lempeng yang ada saling bergerak dan berinteraksi satu dengan lainnya. Contoh batas lempeng jenis transforms adalah patahan San Andreas di Amerika Serikat yang merupakan pergeseran lempeng samudra Pasifik dengan lempeng benua Amerika Utara. Sebagaimana diketahui bahwa kecepatan rotasi yang terjadi bola bumi akan akan semakin cepat ke arah ekuator.20 diperlihatkan prinsip-prinsip dari pergerakan lempeng bumi. Contoh yang paling terkenal dari batas lempeng jenis divergen adalah Punggung Tengah Samudra (Mid Oceanic Ridges) yang berada di dasar samudra Atlantik. saling menjauh dan saling berpapasan (strike slip fault).yang saling menjauh. Pada gambar 2. . dimana pada bagian kutub (Euler pole) masuk kedalam lingkaran besar sedangkan ke arah ekuator masuk kedalam lingkaran kecil. Berdasarkan teori tektonik lempeng. Batas Transform: Batas transform adalah batas antar lempeng yang saling berpapasan dan saling bergeser satu dan lainnya menghasilkan suatu sesar mendatar jenis Strike Slip Fault. Pergerakan lempeng lempeng tersebut juga secara tidak langsung dipengaruhi oleh rotasi bumi pada sumbunya. Interaksi antar lempeng dapat saling mendekat (subduction).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful